Hal 75-78

Document Sample
Hal 75-78 Powered By Docstoc
					       Imeredistribusikan    lahan   agar   menjadi    peningkatan     produksi   dengan
menggunakan pupuk, mengembangkan fasilitas pengairan dan penggunaan labor intensif.
Untuk itu didirikan serangkaian bedungan disepanjang sungai Huang He untuk
mengurangi bencana banjir.
       Tata ruang perkampungan, lahan pertanian dan pasar di China Utara membuka
kesempatan untuk meneliti kembali konsep Central Place Theory. Kita mengingat
kembali kepada Walter Christaller yang menggembangkan teori lokasi untuk hirarki
pusat-pusat pasar, satu dari asumsi pokoknya adalah dataran yang rata yang tak terputus-
putus dapat di lewati ke segala arah yang kemudhannya sama. Dataran China Utara
hamper memenuhi kondisi demikian. Selama beradab-adab, penduduk China Utara telar
tersebar kira-kira hampir di satu juta perkampungan petani, kebanyakan dari
perkampungan petani, kebanyakan dari perkampungan ini hampir tersebar nerata di
seluruh wilayah dataran China Utara yang sama suburnya. Setiap perkampungan
berpendudukan beberapa ratus orang dan rumah mereka dikelilingi oleh lahan
pertanianya. Kelompok perkampungan demikian (Kurang lebih 18 perkampungan)
terletak di hinterland dari sebuah kota pasar. Setiap kota pasar ini dapat ditempuh dengan
jalan kaki (4 km atau 6 sampai 7km). untuk selama beradab-adab kota-kota pasar ini
merupakan tempat-tempat yang penting sekali dimana petani kecil dan pedagang
bertemu, dan terjadi tukar menukar barang dan ide. Disini petani kecil itu menual produk
pertanianya dan membeli barang dan jasa.
       Aktivitas dari petani kecil China selalu sangat terbatas, tetapi kota pasar
merupakan bagian dari jarring-jaring pusat pasar yang lebih luas, termasuk puncak dari
hirarki di kota-kota pasar itu, karenanya petani china menampakan diri kepada
masyarakat China lain di Luar perkampungan-nya, sehingga tempat-tempat itu bertindak
sebagai lebih dari sekedar pasar untuk tukar menukar barang, pasar-pasar itu berfungsi
untuk mengintegrasikan bangsa China.


9. Region Timur Laut


       Region ini merupakan rumah bagi orang Manchu. Tata ruang region ini seperti
tata ruang region produktif bagian china proper. Wilayah ini membentuk perluasan Core
Area dari China Proper. Walaupun musim pertumbuhan tanaman disini lebih pendek, di
beberapa wilayah masih memungkinkan         penanaman gadung musim semi, kedelai,
sorghum, barley, dan jagung. Walaupun region ini sering menghadapi masalah
kekeringan dan winter dingin, tetapi wilayah ini memiliki tanah yang subur. Bagian
utaranya penting dalam usaha kehutanan. Region ini menghasilkan berbagai jenis
mineral.


10. Industri di China


       Penyerbaran industri di China terutama di region proper China yang padat
penduduknya dan yang merupakan core area bagi China. Seperti telah dijelaskan, sungai
Chang Jiang merupakan urat nadi bagi perkembangan industri China
       Hongkong dimasukan lagi kewilayah China pada tahun 1997, sesuai dengan
perjanjian dengan inggris, yaitu hongkong disewakan kapada inggris pada tahun 1898
untuk selama 99 tahun.
Hongkong terletak di muara sungai terselatan yaitu sungai Xi Jiang, merupakan pulau
seluas 82 kilometer persegi. Dengan pelabuhanya berupa perairan dalam, Hongkong
merupakan pelabuhan utama di pasifik barat antara Sanghai dan Singapura. Pada masa di
bawah pengawasan Inggris orang China di hongkong menikmati tempat yang nyaman,
dengan mudah mengadakan kontak dengan bangsa Barat. Koloni ini sangat padat.


B. TAIWAN


       Taiwan merupakan pulau yang oleh orang Eropa disebut formasa. Pulau ini
dklaim oleh China daratan sebagai wilayahna. Pimpinan nasionalis dan banyak Negara
non-asia menganggap Negara China merdeka. China ini sangat berbeda dengan China
daratan dalam standar hidupnya, tingkat industrialisasi dan susunan penduduknya.


   1. Iklim dan Sumber Taiwan
   Taiwan beriklim subtropik. Sumber utamanya termasuk hutan yang menutupi
55% pualu ini. Terdapat deposit batu bara di ujung utara dan di sekeliling kota utama
Taipei. Pendudukan Taiwan pertumbuhannya pada tahun 1988 sekitar 1,8%. Entik
utamanya orang Taiwan (84%), 14% china daratan, dan 2% pendudukan asli.
Bahasanya digunakan bahasa mandarin. Pendudukan Taiwan 90% melek huruf.
Ekonominya sangat      berbeda dengan ekonomi China daratan. Penduduk yang
bergerak di bidang primer (perikanan, pertanian, dan kehutanan) sebanyak 20%
dalam bidang sekunder 41% dan 39% dalam sector tertier. Pertanianya di pusatkan
kepada penanaman padi, ketela rambat, tebu, buah-buahan tropis dan subtropics serta
sayuran. Industri utamanya adalah tekstil, pakaian, barang kimia, kayu, olahan,
barang elektronik dan kapal.
   Taiwan berubah cepat menjadi maju dan merupakan salah satu Negara industri
baru. Pendapatan perkapitannya jauh diatas Negara berkembang. Industrialisasi dan
peningkatan standar hidup Negara ini tak lepas dari batuan luar negri, terutama
Amerika Serikat. Taiwan Juga banyak menarik investor asing karena dengan pajak
yang rendah. Sebagai eksportir beberapa jenis barang Taiwan membutuhkan jumlah
buruh yang banyak.


2. Tantangan di Masa Depan


   Perubahan pada tahun 1980-an menimbulkan beberapa pertanyaan berkenaan
Taiwan di masa depan. Pada akhir tahun 1970-an RRC menggantiakn kedudukan
Taiwan di PBB. USA supporter terbesar Taiwan mengubah pendirianya terhadap
China daran dan megakui sebagai bangsa China yang resmi. Banyak Negara yang
berdagang dengan Taiwan mengakui RRC. Perubahan terjadi menjadi tantangan
kepada minoritas China yang memerintah Taiwan, sejak mereka mempertahankan
bahwa Taiwan itu China. Salah satu konflik utama yang potensial dalam beberapa
tahun mendatang adalah dartan China berusaha menguasai Taiwan. Industri sangat
menguntungkan bagi China Daratan.
   Tantangan kedua yang dihadapi pemerintahan Taiwan adalah perdagangan yang
merupakan sandaran Negara ini. Jepang, USA, dan Eropa Barat terus meningkatkan
perdagangannya dengan RRC yang merupakan pasar pontensial terbesar di dunia.
Peningkatan perdagangan China daratan menurunkan Perdagangan Taiwan.
Walaupun perubahan itu memakan waktu lama, tetapi Taiwan akan secara ekonomi
menderita sebagai akibat pengakuan China Daratan.
   Taiwan seringkali dijadikan contoh bagaimana Negara kurang berkembang
berubah menjadi Negara industri tanpa komunisme, walaupun perubahan ini
memerlukan banyak modal.


B. Korea Utara dan Selatan Bangsa yang terbagi


   Semenanjung Korea merupakan tempat tinggal 62 juta (1988), penduduknya
hampir homogen, yaitu bangsa Korea. Penduduk ini menggunakan bahasa yang sama.
Pada masa lampau beragam sama yang didasarkan atas Konhucu dan Budha. Negara
ini bersatu sampai setelah Jepang menarik diri dari wilayah ini pada akhir perang
dunia II. Setelah perang dunia II Korea terbagi menjadi Korea Utara (The Democratic
People Republic Of korea) dan Korea Selatan (The Republik of Korea). Korea Utara
memiliki wilayah yang lebih luas tetapi penduduknya lebih sedikit. Secara geografis,
landfrom kedua korea ini sama, landscape berbukit-bukit relative sedikit lahan datar.
Terdapat dataran pantai di sepanjang pantai barat, tetapi dalam dataran pantai ini
terdapat bukit-bukit. Beberapa bukit-bukit itu sangat tinggi tetapi kebanyakan
ketinggianya kurang dari 2000 meter. Seluruh Korea Utara beriklim kontinetal humid,
Juga hampir setengah dari Korea Selatan. Hanya di bagian selatan Korea Selatan
yang menghandap ke lembah-lembah beriklim subtropik humid.


B. Lokasi Korea yang Tidak Menguntungkan


   Sepanjang sejarahnya Korea menderita Karena Lokasinya ada di antara daratan
China dan Kepulauan Jepang di lepas pantainya. Akibatnya, Korea dijadikan rute lalu
lintas oleh jepang untuk menguasai bagian dari asia daratan. Interaksi antara Jepang
dan China memalingkan dirinya ke arah asia. Setelah invasi Jepang pada abad ke 16,
Korea di terima sebagai Negara yang merdeka. Keputusan untuk bebas dari masalah
induknya (Cina) menyebabkan Korea mencoba mengisolasikan drinya selama 300
tahun setelah abad ke 16 itu. Terisolasi dari perubahan yang diimpor dari Barat,
Korea mejadi masyarakat lebih

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:7
posted:6/25/2012
language:Indonesian
pages:5