Docstoc

UPAYA PENGADAAN BAHAN BAKU PRODUKSI MAKANAN DARI BEKICOT

Document Sample
UPAYA PENGADAAN BAHAN BAKU PRODUKSI MAKANAN DARI BEKICOT Powered By Docstoc
					                                          Blogiin.lamongaonline.com




UPAYA PENGADAAN BAHAN BAKU PRODUKSI MAKANAN DARI
   BEKICOT PADA USAHA KECIL IBU KHUSNUL DI NGAWI



           Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia



                    Disusun oleh :
            Indra Laksana Putra / 112 111 23




                 Wearnes Education Center

                         Madiun

                        2011-2012
                                                    DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i

DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................... 1

          A. Latar Belakang Masalah......................................................................... 1

          B. Rumusan Masalah ................................................................................... 2

          C. Ruang Lingkup Masalah ............................................................... ........ 2

BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................... ........ 3

          A. Pengertian Kewirausahaan .................................................................... 3

          B. Tujuan Kewirausahaan ........................................................................... 3

          C. Tantangan yang dialami oleh para Wirausahawan ............................. 4

          D. Keistimewaan yang dimiliki para Wirausahawan dalam

               Pribadinya ................................................................................................ 4

          E. Pengertian Wirausaha ............................................................................. 4

          F. Manfaat Wirausa ..................................................................................... 6

BAB III PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN .......................................... 7

          A. Penyajian Data ......................................................................................... 7

               1. Gambaran Umum Perusahaan ............................................................... 7

                   a. Sejarah Berdirinya Perusahaan ......................................................... 7

               2. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas ............................................ 9

                   a. Struktur Organisasi ........................................................................... 9



                                                             ii
                  b. Pembagian Tugas ............................................................................ 10

              3. Bidang Usaha Perusahaan ............................................................ ...... 11

              4. Permasalahan Berkaitan dengan Tugas Akhir ..................................... 11

                  a. Identifikasi Masalah ........................................................................ 11

                  b. Sebab Masalah ................................................................................ 11

                  c. Akibat Masalah ............................................................................... 12

                  d. Alternatif Pemecahan Masalah ....................................................... 12

         B. Pembahasan ........................................................................................... 12

              1. Jenis Bekicot ....................................................................................... 14

              2. Persyaratan Lokasi .............................................................................. 14

              3. Pedoman Teknis Budidaya .................................................................. 14

              4. Pembuatan Kandang ............................................................................ 18

              5. Pembibitan ........................................................................................... 19

              6. Pemeliharaan Bekicot .......................................................................... 20

                      a. Menjaga kelembaban lingkungan bekicot.................................. 21

                      b. Pemberian Pakan yang Bermutu secara teratur .......................... 22

                      c. Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain ........................... 22

                      d. Menjaga bekicot agat tidak keluar dari areal pemeliharaan ....... 22

              7. Hama dan Penyakit ............................................................................. 22

              8. Panen .................................................................................................. 23

BAB IV PENUTUP ................................................................................................ 24

         A. Kesimpulan ............................................................................................ 24

         B. Saran ....................................................................................................... 24



                                                            iii
                                   BAB I
                               PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

        Di zaman era globalisasi pada saat ini perkembangan perdagangan bebas

   semakin pesat menyebabkan semakin tingginya tingkat ekonomi dan kebutuhan

   hidup semakin banyak. Sebagian besar masyarakat memutuskan untuk

   mendirikan usaha kecil sendiri, salah satunya usaha kecil produksi makanan

   berbahan baku dari bekicot. Selain pakan ternak bekicot merupakan sumber

   protein hewani yang bermutu tinggi karena mengandung asam-asam amino

   esensial yang lengkap. Disamping itu bekicot juga kerap dipakai dalam

   pengobatan tradisional, karena ekstrak daging bekicot dan lendirnya sangat

   bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti abortus, sakit

   waktu menstruasi, radang selaput mata, sakit gigi, gatal-gatal, jantung dan lain-

   lain. Sedangkan kulit bekicot sangat mujarab untuk penyakit tumor. Sejenis obat

   yang dikenal berasal dari kulit bekicot dinamakan Maulie yang dapat

   menyembuhkan berbagai penyakit seperti kekejangan, jantung suka berdebar,

   tidak bisa tidur/insomania, leher membengkak dan penyakit kaum wanita

   termasuk keputihan. Masyarakat yang menggemari makanan dari bahan baku

   bekicot bukan karena manfaatnya saja, melainkan daging bekicot yang juga

   sangat lezat dan bergizi. Guna memenuhi kebutuhan dan permintaan dari

   konsumen maka produsen usaha kecil pembuat makanan dari bekicot Ibu

   Khusnul meningkatkan jumlah produksinya dengan cara menjalin hubungan


                                        1
                                                                               2




  kerjasama dengan pencari bekicot. Dalam menjalankan usahanya Ibu Khusnul

  banyak menghadapi masalah salah satunya adalah para pencari bekicot tidak

  setiap hari mendapatkan bekicot untuk disetor pada Ibu Khusnul. Karena Ibu

  Khusnul hanya menggantungkan bahan baku usahanya hanya dari pencari

  bekicot saja sehingga jika Ibu Khusnul tidak mendapatkan setoran dari pencari

  atau pengumpul bekicot maka proses produksi tidak akan berjalan. Dengan

  adanya permasalahan tersebut kebutuhan akan permintaan dari konsumen tidak

  bisa terpenuhi. Maka dari itu penulis menyusun laporan tugas akhir ini dengan

  judul “ Upaya Pengadaan Bahan Baku Produksi Makanan dari Bekicot pada

  Usaha Kecil Ibu Khusnul di Ngawi.”

B. Rumusan Masalah

       Berdasarkan pada latar belakang yang telah diuraikan penulis di atas, maka

  penulis memberikan rumusan permasalahan agar pembaca lebih memahami isi

  laporan. Adapun rumusan masalah adalah: Bagaimana Upaya Pengadaan Bahan

  Baku Produksi Makanan dari Bekicot pada Usaha Kecil Ibu Khusnul di Ngawi?”

C. Ruang Lingkup Masalah

       Agar penulisan laporan tidak menyimpang dari masalah yang diangkat,

  maka penulis perlu melakukan pembatasan. Adapun batasan penulisannya hanya

  pada ”Upaya Pengadaan Bahan Baku Produksi Makanan dari Bekicot pada

  Usaha Kecil Ibu Khusnul di Ngawi dengan cara Budidaya Bekicot.
                                  BAB II
                              LANDASAN TEORI


A. Pengertian Kewirausahaan

        ”Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru

   dan berbeda melalui pemikiran kreatif dan tindakan inovatif demi terciptanya

   peluang.” (Suryana, 2007:2). Jadi Kewirausahaan merupakan suatu kemampuan

   dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber

   daya dengan cara-cara baru dan berbeda, seperti :

   1. Pengembangan teknologi.

   2. Penemuan pengetahuan ilmiah

   3. Perbaikan produk barang dan jasa yang ada.

   4. Menemukan cara-cara baru untuk mendapatkan produk yang lebih banyak

   dengan sumber daya yang lebih efisien.

        Kewirausahaan adalah adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan
        seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada
        upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan
        produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan
        pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih
        besar. (http://sasahiapengusaha.blogspot.com/2009/04/pengertian-kewira-
        usahaan, diakses Senin, 23 Agustus 2010)

B. Tujuan Kewirausahaan

         Ada 4 (empat) tujuan kewirausahaan adalah sebagai berikut :

   1. Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas

   2. Mewujudkan      kemampuan      dan       kemantapan   para   wirausaha   untuk

      menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.


                                           3
                                                                                4




   3. Membudayakan semangat sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan

      diklangan pelajar dan masyarakat yang mampu, handal dan unggul.

   4. Menumbuh kembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang

      tangguh dan kuat terhadap para masyarakat.

C. Tantangan yang dialami oleh para wirausahawan

   1. Memperoleh pendapatan yang tidak menentu, karena pendapatan yang

      didapat tergantung pada fluktuasi permintaan pelanggan yang diperkirakan

      tidak tetap.

   2. Segala resiko yang terjadi dipikul oleh mereka.

   3. Wirausahawan dituntut bekerja keras.

   4. Wirausahawan dituntut menghemat pengeluaran, memperbesar pendapatan.

D. Keistimewaan yang dimiliki para wirausahawan dalam pribadinya

   1. Kemampuan yang tinggi dalam menganalisis

   2. Dapat membangun Net Working

   3. Menjalin Hubungan

   4. Pintar dalam Bernegosiasi

   5. Mengetahui situasi penjualan

   6. Mengelola Finansial

E. Pengertian Wirausaha

        Wirausaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka
        lahir batin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang
        mengajar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif,
        dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan
        berpengalaman untuk memacu kreatifitas.
                                                                                5




Kunci keberhasilan Wirausaha :

1. Kemauan yang keras.

2. Perjuangan tak kenal lelah.

3. Kesediaan menghadapi segala kemungkinan.

4. Selalu berproses pikir positif

5. Telaten dan ulet dalam melakukan pekerjaan.

6. Informasi dan konfirmasi harus selalu mendapatkan

7. Kreatif, ulet, telaten, sabar dan pantang menyerah.

      Perlu diingat bahwa kegiatan wirausaha akan menunjang ekonomi

keluarga/pemerintah, baik industri dan perdagangan. Pertumbuhan industri yang

diikuti kemajuan perdagangan akan melahirkan kesempatan kerja baru.

      Dilihat dari berbagai sudut pandang, terlepas dari berbagai definisi di atas

ada lima pengertian dari berbagai pandangan antara lain sebagai berikut:

a) Pandangan ahli ekonomi

         Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengombinasikan

   faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material dan

   peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari

   sebelumnya.

b) Pandangan ahli manajemen

          Wirausaha adalah orang yang menciptakan suatu bisnib baru dalam

   menghadapi resiko dan ketidakpastian dengan maksud untuk memperoleh

   keuntungan.
                                                                              6




  c) Pandangan psikolog

          Wirausaha adalah orang yang memiliki dorongan kekuatandari dalam

     dirinya untuk memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk

     menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.

  d) Pandangan pemodal

         Wirausaha adalah orang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang

     lain, menemukan cara-cara baru untuk menggunakan sumber daya

     mengurangipemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi

     masyarakat.

F. Manfaat Wirausaha

  1. Menambah lapangan kerja

  2. Mempunyai       peluang   untuk    mengoptimalkan   diri,   karena   dengan

     berwirausaha diri kita akan terpacu untuk menjadi lebih baik dari yang

     sekarang ini.

  3. Adanya peluang untuk mencapai keuntungan dengan maksimal yang

     semuanya di dapat dari hasil kerja keras kita.

  4. Menunjukan bahwa diri kita mampu menjadi pemimpin, yang dapat memanaj

     semua aspek-aspek perusahaan
                             BAB III
                 PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN


A. Penyajian Data

   1. Gambaran Umum Usaha

      a. Sejarah Berdirinya Usaha

              Awal mula berdirinya Usaha Kecil Ibu Khusnul ini adalah dengan

         adanya ide yang didapat dari kota Kediri dan dengan melihat tayangan di

         salah satu Stasiun Televisi, dimana daging bekicot selain lezat juga

         banyak mengandung vitamin dan juga bisa menyembuhkan banyak

         penyakit. Karena rumah Ibu Khusnul yang terletak di daerah pedesaan

         jadi banyak lahan kosong atau kebun disekitar rumahnya yang ditumbuhi

         pohon–pohon liar diantaranya pohon ketela jadi banyak bekicot yang bisa

         hidup dikebun tersebut. Dengan pengalaman yang Ibu Khusnul miliki dan

         ketahui beliau mencoba mengambil bekicot yang ada disekitar rumahnya

         untuk diolah atau dimasak, dan ternyata memang benar daging bekicot

         selain enak juga empuk. Ibu Khusnul mencoba mengenalkan hasil

         olahannya ke para tetangganya, dari situlah Ibu Khusnul mengerti

         bagaimana pendapat dan respon para tetangganya.

              Sejak saat itu sekitar tahun 1996 Ibu Khusnul mulai merintis

         usahanya mengolah daging bekicot dijadikan makanan siap makan

         diantaranya sate bekicot, kripik bekicot dan bekicot pedas manis yang



                                      7
                                                                        8




dijajakan disekitar rumahnya yang terletak di Dusun Bulakan RT. 02 RW.

01 Ds.Tempuran Kec. Paron Kab.Ngawi. Pada awal usahanya ibu khusnul

hanya mempunyai modal utamanya 1½ kg daging bekicot seharga Rp.

6.000/kg dan setelah berjalan 3 (tiga) bulan usaha Ibu Khusnul mulai

mengalami perkembangan. Di warung–warung sekitar rumahnya mulai

ada permintaan makanan dari bekicot yang akan dijual lagi ke konsumen

terakhir selain itu dari luar desa banyak yang datang langsung

kerumahnya untuk membeli daging bekicot baik yang sudah siap makan

ataupun masih mentah dan bisa diolah sendiri di rumah. Dari situlah Ibu

Khusnul bersemangat untuk lebih meningkatkan jumlah produksinya

dengan menjalin kerjasama dengan para pencari bekicot kurang lebih ada

15 penyetor untuk ditampung dirumahnya. Setiap harinya pencari bekicot

bisa menyetor bekicot hidup sekitar 15kg sampai 25kg sehingga Ibu

khusnul bisa mengolah lebih dari 1 kwintal bekicot tiap harinya, dengan

dibantu 2 orang karyawan yang masih kerabat dekat Ibu khusnul. Tapi hal

itu tidak bisa berjalan di setiap hari dalam satu tahun, karena pada musim

kemarau bekicot sendiri kurang atau jarang dijumpai pada waktu musim

panas atau kemarau sehingga proses produksi atau proses pengolahan

bekicot berkurang bahkan bisa jadi proses produksi berhenti.
                                                                           9




   2. Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas

       a. Struktur Organisasi


                                Gambar 1
               Struktur Organisasi Produsen Makanan Bekicot



                     Pemilik Usaha Produsen Makanan Bekicot




  Karyawan 1           Karyawan 2           Karyawan 3        Karyawan 4



Sumber data : Olahan penulis
                                                                    10




b. Pembagian Tugas

          Adapun pembagian tugas para karyawan produsen daging bekicot

   adalah sebagai berikut :

   1) Pemilik Usaha

      a) Mengkoordinasikan kegiatan penerimaan setoran dari para

          penyetor/pencari bekicot.

      b) Mengkoordinasian kegiatan penjualan yang diantar ke warung–

          warung.

      c) Mengawasi dan mengendalikan penerimaan pendapatan, biaya dan

          operasi/proses produksi.

   2) Karyawan ke 1

      a) Membantu menerima setoran dari para pengumpul/penyetor

          bekicot.

      b) Menempatkannya ditempat penyimpanan yang sudah disediakan.

      c) Merebus daging bekicot.

   3) Karyawan ke 2

      a) Memisahkan daging bekicot dari cangkangnya.

      b) Membersihkan daging bekicot.

      c) Memisahkan antara daging bekicot yang besar dan daging bekicot

          yang kecil untuk dipotong sesuai ukuran sajian.
                                                                       11




      4) Karyawan ke 3

          a) Menyiapkan bumbu untuk mengolah/memasak dagingbekicot

          b) Mengolah daging bekicot dengan berbagai macam masakan

      5) Karyawan ke 4

          a) Membungkus hasil olahan daging bekicot

          b) Mengantar ke pelanggan tetap penjual daging bekicot

3. Bidang Usaha Perusahaan

        Usaha kecil produsen makanan bekicot memproduksi berbagai jeenis

   makanan yang berbahan dasar daging bekicot, yang menyediakan

   permintaan konsumen baik dirumah maupun disetorkan ke pengecer warung–

   warung ataupun dipasar–pasar terdekat.

4. Permasalahan Berkaitan dengan Kegiatan Tugas Akhir

   a. Identifikasi Masalah

            Permasalahan yang dihadapi selama ini oleh Ibu Khusnul adalah

      semakin sedikit dan sulitnya mendapatkan bahan baku bekicot pada

      waktu musim kemarau.

   b. Sebab Masalah

            Sebab dari masalah tersebut di atas adalah Ibu khusnul masih

      tergantung dari orang-orang pencari bekicot sehingga pada waktu para

      pencari bekicot tidak dapat mengumpulkan bekicot Ibu Khusnul tidak

      mempunyai bahan baku membuat makanan dari bekicot .
                                                                            12




     c. Akibat Masalah

              Kesulitan mendapatkan bahan baku bekicot tersebut mengakibatkan

         proses produksi dan pemasaran berkurang bahkan sampai berhenti

         padahal permintaan konsumen terus berdatangan.

     d. Alternatif Pemecahan Masalah

              Untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis mempunyai

         alternatif pemecahan masalah yaitu dengan budidaya bekicot sendiri

         dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki ibu Khusnul disekitar

         rumahnya.

B. Pembahasan

       Permasalahan yang dihadapi selama ini oleh Ibu Khusnul adalah semakin

  sedikit dan sulitnya mendapatkan bahan baku bekicot pada waktu musim

  kemarau. Sebab dari masalah tersebut di atas adalah Ibu khusnul masih

  tergantung dari orang-orang pencari bekicot sehingga pada waktu para pencari

  bekicot tidak dapat mengumpulkan bekicot Ibu Khusnul tidak mempunyai bahan

  baku membuat makanan dari bekicot. Akibat masalah kesulitan mendapatkan

  bahan baku bekicot tersebut mengakibatkan proses produksi dan pemasaran

  berkurang bahkan sampai berhenti padahal permintaan konsumen terus

  berdatangan. Alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi permasalahan

  tersebut penulis mempunyai alternatif pemecahan masalah yaitu dengan budidaya

  bekicot sendiri dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki Ibu Khusnul

  disekitar rumahnya.
                                                                             13




      Sehubungan dengan permasalahan yang terjadi di usaha kecil produsen

makanan dari bekicot Ibu Khusnul yaitu sulitnya mendapatkan bahan baku

bekicot pada waktu musim kemarau atau musim panas. Saat musim kemarau tiba

memang tidak bisa dihindari sulitnya untuk mendapatkan curah hujan, sehingga

tumbuhan yang menjadi sumber makanan dari bekicot tidak lagi tumbuh dengan

baik. Menyebabkan kegiatan produksi Ibu Khusnul berhenti dan secara otomatis

penghasilannya menurun karena itu penulis akan membahas masalah ini.

Disekitar tempat usaha Ibu Khusnul terdapat lahan yang cukup luas dan berada di

wilayah pedesaan, sehingga tumbuhan akan lebih mudah untuk ditanam dan

tumbuh sebagai sumber makanan dari bekicot. Mengenai masalah musim

kemarau atau musim panas secara otomatis curah hujan akan berkurang bahkan

tidak ada hujan, kita bisa memelihara tanaman sumber makanan dari bekicot

dengan cara memberi air dari sumber alam.

      Bekicot tersebar keseluruh dunia dalam waktu relatif singkat, karena dapat

berkembang biak dengan cepat. Oleh karena itu penulis menyarankan untuk

budidaya/membuat peternakan bekicot sendiri tanpa harus tergantung pada alam

sehingga kegiatan produksi tidak akan berhenti karena tidak adanya bahan baku

yaitu bekicot.

1. Jenis Bekicot

         Untuk alternatif pemilihan jenis bekicot pada umumnya bekicot yang

   diternakkan yaitu jenis Achatina fulica yang banyak disenangi orang, karena

   bekicot jenis ini banyak mengandung daging.
                                                                              14




2. Persyaratan Lokasi

   a. Lokasi perlu dipilih yang dekat dengan jalan agar mudah penanganannya,

      baik saat pembuatan kandang, saat pengontrolan maupun penanganannya

      pascapanen, artinya pada saat membawa hasil panen tersebut tidak

      kesulitan dalam transportasinya.

   b. Lokasi yang sesuai untuk budidaya bekicot adalah lokasi yang basah serta

      lembab dan terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Walaupun

      lahan yang diperlukan tidaklah terlalu luas namun persyaratan mengenai

      kelembaban dan keteduhan perkandangan perlu diperhatikan karena

      dalam aslinya dan untuk berkembang biak secara baik bekicot senang

      dengan keadaan yang lembab dan teduh. Kandang didirikan di tanah

      kering, teduh, lembab dengan suhu udara berkisar 25–30 derajat. Selain

      itu juga tanah yang disukai adalah tanah yang banyak mengandung kapur

      sebagai zat untuk pembentukan cangkang.

3. Pedoman Teknis Budidaya

         Cara pemeliharaan bekicot tidak terlalu sulit. Bisa dilakukan secara

   terpisah, artinya bekicot yang kecil dipelihara terpisah dari yang besar. Bisa

   juga dilakukan secara campuran, yaitu bekicot kecil dan besar dipelihara

   dalam satu kandang tanpa melihat umur/besarnya. Bila dilakukan secara

   terpisah resikonya harus dibuat beberapa kandang. Fungsi kandang itu antara

   lain untuk penetasan, pembesaran dan sebagai kandang induk. Ada tiga cara

   berternak bekicot di dalam kandang, antara lain:
                                                                               15




     a. Kandang kotak kayu, kandang terbuat dalam lembaran kayu tripleks yang

         berkaki. Untuk kerangkanya dapat digunakan kayu kaso. Ukuran panjang

         dan lebar kandang adalah 1 x 1 meter, tinggi 1,25 meter. Di atas kotak

         tersebut diberi kawat kasa, agar bekicot tidak keluar dari dalam kandang.

         Sebaiknya di atas kotak perlu dibuatkan tempat berteduh, agar keadaan

         tempat selalu gelap/tidak langsung kena sinar matahari.

                              . Gambar 2
              Contoh Bentuk Kandang Bekicot dari Bak Semen




Sumber data : http:/books.goegle.co.id/images?=kandang-budidaya-bekicot

         Keterangan :

         1. Tempat Induk’an

         2. Tempat penetasan

         3. Tempat pembesaran
                                                                               16




      b. Kandang dari bak semen pembuatan kandang ini sama dengan kandang

         kotak kayu. Dalam bak semen yang perlu diperhatikan adalah alasnya.

         Untuk menciptakan suasana lembab, alas semen perlu diberi tanah dan

         cacing untuk menggemburkan tanah dan menyerap kotoran yang

         dikeluarkan bekicot. Tebal lapisan tanah di dalam bak sekitar 30 cm. Zat-

         zat makanan yang diperlukan bekicot hendaklah selalu tersedia di dalam

         bak.

                                 Gambar 3
                Contoh Bentuk Kandang Bekicot dari Bak Semen




Sumber data : http:/books.goegle.co.id/images?=kandang-budidaya-bekicot

             Keterangan :

            a. Bedengan

            b. Parit

             c. Tempat bekicot

             d. Permukaan tanah
                                                                              17




       c. Kandang galian tanah, tanah digali dengan ukuran panjang, lebar dan

          tinggi 1 x 1 x 1 m. Perlu diperhatikan sebaiknya tanah galian yang akan

          digunakan untuk kandang dipilih yang agak kering. Sebaiknya kandang

          dibuat di bawah pohon yang rimbun, kalau dindingnya terlalu basah perlu

          diberi lapisan pasir. Untuk menjaga keadaan selalu gelap, seperti cara

          pertama dan kedua, diatas kandang perlu dibuatkan bedeng sebagai

          penutup. Masa panen, bila kandangnya terbuat dari tanah galian, cara

          pengambilannya dilakukan dengan menggunakan galah yang bisa

          menjepit bekicot agar bekicot dan telurnya tidak rusak.

                               Gambar 4
             Contoh Bentuk Kandang Bekicot dari Galian Tanah




Sumber data : http:/books.goegle.co.id/images?=kandang-budidaya-bekicot

             Keterangan :

              a. Areal peternakan
                                                             18




          b. Parit keliling

         c. Patok penjaga pagar

          d. Pagar jarring atau anyaman kawat

4. Pembuatan kandang

   a. Kandang kotak kayu

      1) Bahan :

         a) Kayu 13 meter @Rp. 2.000,- = Rp. 26.000,-

         b) Triplek 5 meter @Rp. 13.000’- = Rp. 65.000,-

         c) Kawat kasa 2 meter @Rp. 22.500,- = 45.000,-

         d) Paku ¼ kg Rp. 15.000/kg = Rp. 3.250,-

      2) Peralatan :

         a) Gergaji

         b) Palu

         c) Alat pengukur

   b. Kandang dari bak semen

      1) Bahan :

         a) Batu bata 200 buah Rp. 400/buah = Rp. 80.000,-

         b) Semen 1 sak @Rp. 55.000 = Rp.55.000,

         c) Pasir 2 sak @Rp. 40.000,- = Rp. 80.000,-

         d) Gamping 1 sak @Rp. 32.500 = Rp. 32.500

      2) Peralatan :

         a) Cangkul
                                                                           19




         b) Cethok

         c) Alat pengukur

   c. Kandang dari galian tanah

      1) Bahan :

         a) Kawat ram (buat pagar) 4 meter @Rp. 20.000,- = Rp. 80.000,-

         b) Bambu 4 meter @Rp. 1.000,- = Rp. 4.000,-

         c) Kawat kasa 1 meter @Rp. 22.500 = Rp. 22.500

         d) Paku ¼ kg @Rp. 15.000 = Rp. 3.250,-

      2) Peralatan :

         a) Cangkul

         b) Alat pengukur

         c) Palu

         d) Tang

         e) Gergaji

5. Pembibitan

   a. Pemilihan Bibit Calon Induk Jika bibit unggul belum tersedia maka

      sebagai langkah pertama dapat digunakan bibit lokal dengan jalan

      mengumpulkan bekicot yang banyak terdapat di kebun pisang, kelapa,

      serta semak belukar. Bekicot yang baik dijadikan bibit adalah yang tidak

      rusak/cacat yang sementara waktu dan yang besar dengan berat lebih

      kurang 75-100 gram/ekor.
                                                                              20




   b. Reproduksi dan Perkawinan Bekicot biasanya mulai kawin pada usia

       enam sampai tujuh bulan ditempat pemeliharaan yang cukup memenuhi

       syarat. Pada masa kawin bekicot betina mulai menyingkir ke tempat yang

       lebih aman. Bekicot bertelur disembarang tempat. Jumlah telurnya setiap

       penetasan biasanya lebih dari lima puluh butir (50-100). Jumlah produksi

       telur tergantung masa subur bekicot itu sendiri. Besar telur bekicot tidak

       lebih dari 2 mm.

   c. Proses Kelahiran Telur bekicot akan menetas setelah usianya cukup. Pada

       waktu telur itu menetas dan menjadi anak cangkang, biasanya tidak

       ditunggui induknya. Begitu bekicot selesai bertelur, telurnya ditinggalkan

       begitu saja. Telur bekicot akan pecah sendiri melalui proses alam.

       Penetasan bekicot hingga menjadi anak tergantung pada keadaan tempat

       dan waktu tetas. Bilamana tempat itu memenuhi syarat (sempurna) seperti

       kelembaban tanah, iklim dan cahaya yang mencukupi, maka telur akan

       cepat menetas. Sebaliknya jika keadaan tanah/iklim kering dan tempatnya

       kurang menguntungkan maka telur akan lambat menetas.

6. Pemeliharaan Bekicot

            Bisa dilakukan dengan cara terpisah dan bisa juga secara campuran di

   dalam suatu tempat. Meskipun cara terpisah membutuhkan tempat khusus

   tetapi    ada   keuntungannya.   Misalnya,   anak   bekicot   bisa   diketahui

   perkembangannya secara tepat, baik besarnya maupun usianya. Dengan

   demikian, tidak sulit untuk memberikan perawatan secara khusus. Bagi
                                                                       21




peternak bekicot sangat mudah kiranya apabila perawatan anak bekicot itu

dilakukan di tempat khusus. Adapun makanan anak bekicot bisa diberi

makanan dengan sejenis ganggang (lumut), pupus daun dan sedikit zat kapur.

Harus diingat hendaklah tempatnya selalu teduh dan lembab. Setelah anak

bekicot berusia dua/tiga bulan, hendaklah dipindahkan ke kandang

pembesaran. Keberhasilan budidaya bekicot tergantung pada cara perawatan

dan pemeliharaan teknis selama diternakkan. Beberapa perawatan teknis

dalam budidaya bekicot diantaranya meliputi :

a. Menjaga kelembaban lingkungan Bekicot

          Karena bekicot sangat suka tempat yang lembab sehingga untuk

   mempertahankan kelembaban lingkungan dapat digunakan atap atau

   perlindungan lain. Pada musim panas kelembaban lingkungan dapat

   dipertahankan dengan menyiramkan air lokasi peternakan setiap hari.

   Mempertahankan kondisi lingkungan bekicot karena bekicot menyukai

   tempat yang lembab, namun bukan berarti pada tanah yang becek.

   Sehingga diperlukan usaha untuk mempertahankan kondisi lingkungan

   yang sesuai dengan yang dikehendaki bekicot.

b. Pemberian pakan yang bermutu secara teratur

         Agar hasil budidaya berhasil dengan baik diperlukan pemberian

   pakan yang bermutu dan teratur. Pemberian pakan berpedoman pada

   mutu pakan dan kebiasaan waktu makan. Mutu makan yang baik akan

   menentukan kualitas daging bekicot. Mutu pakan yang baik dapat
                                                                               22




       dipenuhi dengan memberi pakan berupa daun-daunan yang disukai dan

       buah-buahan. Misalnya; daun dan buah pepaya, daun bayam, buah terung

       mentimun, swai dan lain sebagainya.

   c. Menjaga areal agar tidak dimasuki hewan lain

                Agar bekicot dapat tumbuh baiak tanpa gangguan dari hewan yang

       merupakan musuhnya dan hewan yang dapat merebut makanannya maka

       lahan budidaya harus dijaga agar tidak dapat dimasuki hewan-hewan lain.

   d. Menjaga bekicot agar tidak keluar dari areal pemeliharaan

                Untuk menjaga agar bekicot tidak keluar dari areal dapat dilakukan

       hal sebagai berikut:

       1). Membuat tutup kandang (bila budidaya bekicot dalam kandang)

       2). Membuat pagar yang bagian atasnya diolesi dengan detergen

       3). Menabur abu atau garam disekeliling pagar bagian dalam.

7. Hama dan Penyakit

           Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang adanya hama atau

   penyakit yang dapat menyebabkan kematian bekicot, kecuali semut, bebek

   dan itik.

8. Panen

               Dengan pemeliharaan cukup baik, bekicot mulai dapat dipanen

   setelah 5-8 bulan secara fisik dapat dilihat apabila panjang cangkang telah

   mencapai 8-10 cm, maka bekicot telah siap untuk diambil dagingnya untuk

   diproses menjadi makanan siap saji. Selanjutnya hasil panen dapat dilakukan
                                                                     23




setiap hari 100 kg dan pendapatan tiap bulan adalah Rp. 300.000,- dan

perkembangan bekicot dari telur menjadi bekicot dan bekicot bertelur dan

seterusnya.
                                     BAB IV
                                    PENUTUP


A. Kesimpulan

           Permasalahan yang dihadapi selama ini oleh Ibu Khusnul adalah semakin

   sedikit dan sulitnya mendapatkan bahan baku bekicot pada waktu musim

   kemarau. Sebab dari masalah tersebut adalah Ibu Khusnul masih tergantung dari

   orang-orang pencari bekicot sehingga pada waktu para pencari bekicot tidak

   dapat mengumpulkan bekicot pada Ibu Khusnul, maka Ibu Khusnul tidak

   mempunyai bahan baku membuat makanan dari bekicot. Mengakibatkan proses

   produksi dan pemasaran berkurang bahkan sampai berhenti, padahal permintaan

   konsumen terus berdatangan.



B. Saran

           Berkaitan dengan berhentinya Proses Produksi Makanan dari Bekicot Ibu

   Khusnul, maka penulis menyarankan agar dapat budidaya bekicot sendiri dengan

   memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki ibu Khusnul disekitar rumahnya.

   Sehingga pada waktu pencari bekicot atau pengumpul bekicot tidak ada yang

   menyetor, Ibu Khusnul sudah mempunyai bahan baku sendiri dan proses

   produksi akan berjalan lancar setiap hari.




                                         24
                                 Daftar Pustaka


Bina UKM. 2010 , “Bekicot menjijikan namun menguntungkan ( teknik Budidaya
     Bekicot    )”.      http://binaukm.com/2010/04/bekicot-menjijikan-namun-
     menguntungkan-teknik-budidaya-bekicot/, diakses tanggal 20 Januari 2012

Kuliner       kita,      2007,      ”Masakan        Bekicot      dan     Gizinya”,
     http://kulinerkita.blogdetik.com/perihal/bekicot, diakses tanggal 20 Januari
     2012

Scripbd, ”Peluang Bisnis Bekicot”, http://www.scribd.com/doc/3668583/Peluang-
     bisnis-bekicot, diakses tanggal 20 Januari 2012

Bisnisukam, ”Bekicot juga bisa dibudidayakan”, http://bisnisukm.com/bekicot-juga-
      bisa-dibudidaya.html, diakses tanggal 20 Januari 2012

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:213
posted:6/25/2012
language:
pages:28
Description: UPAYA PENGADAAN BAHAN BAKU PRODUKSI MAKANAN DARI BEKICOT PADA USAHA KECIL