PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN by t03e95v

VIEWS: 458 PAGES: 44

									    Kantor PERPUSNAS RI : Kedeputian II
Jl. Medan Merdeka Selatan 11, Jakarta Pusat
            Web : www.pnri.go.id
        Telp. : 021- 3448813, 3844131
     PERANAN PERPUSTAKAAN
   NASIONAL DALAM PEMBINAAN
      JABATAN FUNGSIONAL
         PUSTAKAWAN


                     Disampaikan oleh:
                  Bambang Suriyo Utomo
                   Deputi II PERPUSNAS
      Bidang Pengembangan Sumberdaya Perpustakaan
                           Pada :
Seminar dan Lokakarya Kompetensi Pustakawan dan Kurikulum
             Pendidikan Ilmu Perpustakaan 2011
                 Yarsi, Jakaarta 6 Juli 2011
    TINJAUAN PERPUSNAS
Menurut UU No 43 Tahun 2007 dan
RENSTRA PERPUSNAS 2010-2014
 FUNGSI &TUGAS PERPUSNAS
                     (Pasal 21)
Perpusnas adalah lembaga pemerintah non-
departemen (LPND/LPNK) yang melaksanakan tugas
pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang
berfungsi sebagai perpustakaan pembina,
perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit,
perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian,
dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan
di ibukota negara
bertugas :
– menetapkan kebijakan nasional, kebijakan umum, dan
  kebijakan teknis pengelolaan perpustakaan;
– melaksanakan pembinaan, pengembangan, evaluasi, dan
  koordinasi terhadap pengelolaan perpustakaan;
– membina kerja sama dalam pengelolaan berbagai jenis
  perpustakaan; dan
– mengembangkan standar nasional perpustakaan.
 KEWAJIBAN PERPUSNAS (Pasal 7)
Selaku Pemerintah berkewajiban:
a. mengembangkan sistem nasional perpustakaan sebagai upaya
   mendukung sistem pendidikan nasional;
b. menjamin kelangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan
   sebagai pusat sumber belajar masyarakat;
c. menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di
     tanah air;
d. menjamin ketersediaan keragaman koleksi perpustakaan melalui
   terjemahan (translasi), alih aksara (transliterasi), alih suara ke tulisan
   (transkripsi), dan alih media (transmedia);
e. menggalakkan promosi gemar membaca dan memanfaatkan
   perpustakaan;
f. meningkatan kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan;
g. membina dan mengembangkan kompetensi, profesionalitas
     pustakawan, dan tenaga teknis perpustakaan;
h. mengembangkan Perpustakaan Nasional; dan
i.   memberikan penghargaan kepada setiap orang yang menyimpan,
     merawat, dan melestarikan naskah kuno
            PERSPEKTIF LINGKUP PENGEMBANGAN
              SISTEM NASIONAL PERPUSTAKAAN
                                  Bangsa Hidup
                                     Cerdas
   SDM PERPUSTAKAAN :                                         SISTEM LAYANAN PRIMA
     KOMPETENSI &             Masyarakat Gemar Membaca
                               & Memanfaatkan Perpustakaan     JASA PERPUSTAKAAN
    PROFESIONALITAS                                          (Jenis & jangkau layan)
                                    (Kampanye GMGB)
   SISTEM PENDIDIKAN                                             SISTEM AKSES
                                     PEMUSTAKA
     DAN PELATIHAN                                            JASA PERPUSTAKAAN
                                     AKTIF DAN
                                PARTISIPATIF(edukasi)          (rujukan & jejaring)
    STANDAR, NORMA,
   PROSEDUR, MANUAL &                                           KOLEKSI NASIONAL
   REGULASI (Standardisasi)        PERPUSNAS                     PERPUSTAKAAN:
                                                             KUALITAS, KEBERAGAMAN
                              (Pembina & Penyelenggara         DAN AKSESIBILITAS
  TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
                               Perp. Lingkup Nasional)
     (PEMANFAATAN)
                                                              DEPOSIT NASIONAL
   SARANA & PRASARANA               KELEMBAGAAN                     DAN
     PERPUSTAKAAN               PERPUSTAKAAN DAERAH          PELESTARIAN KOLEKSI
      (Bina Fasilitas)           PROVINSI, KAB/KOTA                KEMITRAAN
       PENGKAJIAN,                  KELEMBAGAAN                LEMBAGA PENERBIT
   PENGEMBANGAN DAN            PERPUSTAKAAN MENURUT              & DISTRIBUTOR
                                                                (Sumber Utama Pasok
    BINA SISTEM (DATA)             JENIS DAN TIPE                Bahan Perpustakaan)


KEPEDULIAN & PARTISIPASI STAKEHOLDER PERPUSTAKAAN (termasuk Org. Prof.)

          UU PERPUSTAKAAN DAN PERATURAN PERUNDANGAN TERKAIT
SASARAN STRATEGIS PERPUSNAS
PERPUSNAS mampu membangun sistem nasional
perpustakaan serta membina dan merevitalisasi
perpustakaan di Indonesia agar mampu
menyediakan layanan perpustakaan secara
profesional dalam satu sistem nasional, serta
kompeten memfasilitasi dan memotivasi
pemustaka/masyarakat Indonesia secara efektif
dalam rangka mempercepat terwujudnya budaya
gemar membaca dan belajar sepanjang hayat,
melalui pendayagunaan 6 Fungsi PERPUSNAS
Menjadikan Perpustakaan sebagai agen
perubahan pembangunan melalui
pembudayaan gemar membaca
Kebijakan Nasional Bidang Perpustakaan
         (menurut RPJMN 2010- 2014)

 Pembangunan perpustakaan di Indonesia di arahkan pada:
 Peningkatan Minat dan Gemar Membaca
 Masyarakat, dengan strategi:
 (1) Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan
 sebagai Sarana Pembelajaran Sepanjang Hayat bagi
 Masyarakat; (2) Revitalisasi Perpustakaan di seluruh
 Indonesia; (3) Peningkatan Ketersediaan Layanan
 Perpustakaan Secara Merata; (4) Peningkatan
 Kualitas dan Keberagaman Koleksi Perpustakaan; (5)
 Peningkatan Promosi Gemar Membaca dan
 Pemanfaatan Perpustakaan; dan (6) Peningkatan
 Kompetensi dan Profesionalitas Tenaga
 Perpustakaan”.
   HAKEKAT PERPUSTAKAAN
      (menurut UU No 43 tahun 2007)

bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka,
meningkatkan kegemaran membaca, serta
memperluas wawasan dan pengetahuan untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa (Pasal 4)
diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran
sepanjang hayat, demokrasi, keadilan,
keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan
kemitraan (Pasal 2)
berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian,
pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk
meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa
(Pasal 3).
   PROSES UTAMA PERPUSTAKAAN :
 MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH INFORMASI
                                            PENGELOLAAN &
                           Nilai Tambah       PERAWATAN        Nilai Tambah
                                           KOLEKSI SUMBER
 PUBLIKASI                                INFORMASI PUSTAKA
(Penerbitan)
                                                      Nilai Tambah

       Nilai Tambah      PENGOLAHAN
                           SUMBER               PENGEMASAN
                      INFORMASI PUSTAKA          INFORMASI

                      Nilai Tambah            Nilai Tambah
                                                             JASA
                                                         PERPUSTAKAAN
   PENGEMBANGAN &               SISTEM AKSES             (PENAWARAN &
 PENGADAAN SUMBER              INFORMASI PUST              PELAYANAN
  INFORMASI PUSTAKA                                       PRODUK NILAI)


        MASYARAKAT                           PEMUSTAKA
     CERDAS & BERBUDAYA
                           RANTAI NILAI PROSES BISNIS PERPUSTAKAAN
                                     (Pendekatan Teori Porter)

                                   SISTEM MANAJEMEN & KONTROL


                              FUNGSI MNJM           Prosedur,            Monitoring &
      PEMASOK BHN PERPUS




                                 (POAC)              Standar              Evaluasi




                                                                                            PEMUSTAKA JASA
                                                                                             PERPUSTAKAAN
                                      PROSES UTAMA (Rantai Nilai)
                                   INPUT -- PROSES – STORAGE - OUTPUT
                                     • Pengembangan Bahan Perpustakaan (BP)
                                 • Pengolahan BP, Pengelolaan & Perawatan Koleksi
                                   • Pelayanan Pemustaka, Pengembangan Jasa &
                                        Promosi Perpustakaan (termasuk CRM)


                                        PENDUKUNG PROSES/SISTEM (Hulu-Hilir)            • Perpustakaan
• Lemb Penerbit                                                                         • Pemustaka
• Distributor                • Sumberdaya manusia Profesional & Kompeten (pustakawan)   • Lembaga/organisasi
• Masyarakat i                          •Teknologi Informasi dan Sarana Prasarana       • Stakeholder lain

                                • Kebijakan, Program, Anggaran dan Keuangan Lembaga
                                        • Administrasi, Urusan Rumah Tangga dan
                                                  • Kerjasama Lembaga
POSISI PERAN SDM DALAM PROSES

                   PERAN MANAJEMEN/STRUKTURAL
                          PERPUSTAKAAN



                     PROSES BISNIS PERPUSTAKAAN
                       (INPUT – PROSES – OUTPUT)        NILAI JASA
 Bahan
                                                       PERPUSTAKAAN
Perpust.              SIMPAN DATA & KOLEKSI PUST.

                 HULU                          HILIR
                         PERAN & KEWAJIBAN
                                                               PEMUSTAKA
                        TENAGA PERPUSTAKAAN
                   (Creating a Libr Serv Value)
           Eksekusi
             Koordinasi
               Evaluasi/Studi
TENAGA PERPUSTAKAAN
Pustakawan (UU No. 43 tahun 2007)
– Pegawai Negeri Sipil (PNS) --- SK Menpan No.
  132/KEP/M.PAN /12/2002, terdiri atas :
     Jabatan Fungsional Pustakawan Ahli
     Jabatan Fungsional Pustakawan Trampil
– Non Pegawai Negeri Sipil (Swasta)
Tenaga Teknis Perpustakaan (kompetensi
bidang non pustakawan yang diperlukan
perpustakaan)
Tenaga Ahli Perpustakaan
Manajer/Pimpinan perpustakaan
 3 PILAR SUMBERDAYA MANUSIA
         PERPUSTAKAAN

                                  TIM MANAJER
                                    PERPUST.



                          lis /




                                                  Ke
                                                  Tu amp
                        na nal
                             is




                                                    ga i l a
                                                    tr
                     n/A sio




                                                       s T n/F
                  lia ung




                                                          ek
             Ke as F




                                                            nis sik
                               SISTEM
               ah
                g




                                                               i/
              Tu




                           HUBUNGAN KERJA




                                                                i
                            & KOMPETENSI

                                                       TENAGA
           PUST PNS                                    TEKNIS
           (KepMenPAN)        Kerjasama Tugas &       PERPUST.
                                Saling mengisi

PUSTAKAWAN                                                   (Menurut UU No.43
(UU No.43 Th 2007)                                           Th 2007)
                                                              Non Pustakawan
 Langkah Strategis Cipta Nilai
       Perpustakaan
Inovatif menambah koleksi-koleksi buku yang ada dengan buku
yang bagus dan menarik minat masyarakat target (pemustaka
potensial),
Terus berupaya melengkapi fasilitas perpustakaan yang mampu
menciptakan kenyamanan layanan dan kepuasan pemustaka
(sesuai, mudah, cepat, tepat, dan ramah)
mewujudkan “pustakawan sebagai sahabat, guru, konsultan para
pemustaka atau masyarakat target”.
Menciptakan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat
masyarakat untuk membaca dan memotivasi bahwa “membaca
sebagai kebutuhan utama dalam merealisasikan kehidupan yang
lebih berhasil dan sejahtera” (marketer skill)
Memilih dan mengemas kembali koleksi yang menarik untuk
dibaca dan yang memiliki nilai bagi pemustaka/masyarakat
Menerapkan manajemen sistem mutu/layanan prima secara
konsisten dan profesional
PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN
   TENAGA PERPUSTAKAAN
    (Fokus Bahasan : Jabatan
     Fungsional Pustakawan)
    ACUAN PEMBINAAN JABATAN
     FUNGSIONAL PUSTAKAWAN
 UU No 43 tahun 2007 Pasal 29 - 31
 Kep. Menpan No. 132/KEP/M.PAN /12/2002 tentang Jabatan
    Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya” yang merupakan
    revisi dari Keputusan MENPAN No. 18 Th. 1988 dan
    Keputusan MENPAN No. 33 Th. 1998
   Kep. Bersama Kaperpusnas dan Ka. BKN Nomor 23 dan
    Nomor 21 Tahun 2003 (Petunjuk Pelaksanaan)
   Peraturan Kepala Perpusnas Nomor 2 Tahun 2008 (Petunjuk
    Teknis JFP dan AK))
   Peraturan Kepala Perpusnas Nomor 64 Tahun 2006
    (Penyusunan Formasi JFP)
   Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 (Diklat Jabatan
    PNS)
   Peraturan Kepala Perpusnas Nomor 7 Tahun 2010 (Akreditasi
    dan Sertifikasi Program Diklat Tenaga Perpustakaan)
   Beberapa pedoman teknis terkait yang diterbitkan Perpusnas
Meningkatkan kinerja perpustakaan
shg operasionalisasi tugas pokok
dan fungsi perpustakaan
terselenggara secara lebih produktif
dan profesional.
Membina karier pustakawan
Memacu profesionalisme
pustakawan
Batas Usia Pensiun dimungkinkan sampai
dengan 65 th.
Pangkat/jabatan dimungkinkan s.d. IV/e –
Pustakawan Utama
Memperoleh Tunjangan Fungsional
Naik pangkat dimungkinkan bisa 2 tahun
sekali
Naik jabatan dimungkinkan 1 tahun (bila
angka kredit tercapai)
Bebas ujian penyesuaian ijazah
PENJENJANGAN PUSTAKAWAN
                                          IVE

          PUSTAKAWAN                              5 jenjang
          TERAMPIL
                         IVA             IVA
            5 Jenjnang                            4 jenjang




                         III A           IIIA    MINIMAL S1
            3 Jenjang

                                               PUSTAKAWAN
                                               AHLI
            MINIMAL D2 IIB

CATATAN : Alih jabatan harus memenuhi pendidikan dan kompetensi yang
          dipersyaratkan masing-masing untuk mencapai jenjang tertentu
          (tidak otomatis /disetarakan)
Pustakawan Tingkat Terampil
 Pustakawan Pelaksana (IIb sd IId)
 Pustakawan Pelaksana Lanjutan (IIIa, IIIb)
 Pustakawan Penyelia (IIIc, IIId)


Pustakawan Tingkat Ahli
 Pustakawan Pertama (IIIa, IIIb)
 Pustakawan Muda (IIIc, IIId)
 Pustakawan Madya (IVa sd IVc)
 Pustakawan Utama (IVd, IVe)
            DIAGRAM KONSEPSI
                                                                   IV e
                                             PUSTAKAWAN

                                                             • Eksplorasi
                                                             • Analisis
           III d                              EXPERTISE      • Pengembangan
                                                BASE         • Repackaging isi
                        SKILL BASE                           • Pengolahan isi

• Administrasi/                              (Pengolahan &
  Klerikal fisik info                        Pengelolaan
• Penanganan wadah       (Pengolahan &       Isi Info)
                         Pengelolaan                                III a
• Repackaging wadah
                         Wadah/Media Info)

                         ASISTEN PUSTAKAWAN
           II b
  PENGANGKATAN PERTAMA
     KALI PUSTAKAWAN
TINGKAT TERAMPIL                   TINGKAT AHLI
 Berijazah serendah-2nya             Berijazah serendah-2nya S1
 Diploma II perpusdokinfo atau       Perpusdokinfo atau S1
 Diploma bid. lain + Diklat CPTT     bidang lain + Diklat CPTA
 (Calon Pustakawan Tingkat
 Terampil)
                                     Serendah-2nya menduduki
                                     pangkat Penata Muda, gol.
 Serendah-2nya menduduki             ruang IIIa;
 pangkat Pengatur Muda Tingkat
 I, gol. ruang IIb;                  Bertugas pada unit
 Bertugas pd unit perpusdokinfo      perpusdokinfo sekurang-
 sekurang-kurangnya 2 tahun          kurangnya 2 th berturut-turut;
 berturut-turut;                     Setiap unsur penilaian
 Setiap unsur penilaian              pelaksanaan pekerjaan (DP-
 pelaksanaan pekerjaan (DP-3),       3), sekurang-2nya baik dlm 1
 sekurang-2nya baik dlm 1 tahun      (satu) th terakhir
 terakhir;
PENGANGKATAN PERPINDAHAN
      PUSTAKAWAN
                                  TINGKAT AHLI
TINGKAT TERAMPIL
                                   Berijazah paling rendah S1 bid.
 Berijazah paling rendah D2        perpusdokinfo atau S1 bid. lain +
 bidang perpus-dokinfo atau D2
 bid. lain + lulus Diklat CPTT     lulus Diklat CPTA
 Pangkat paling rendah Pengatur    Pangkat paling rendah Pengatur
 Muda, gol. II/b;                  Muda, gol. III/a;
 Memiliki pengalaman di bid.       Memiliki pengalaman di bid.
 kepustakawanan sekurang-          kepustakawanan sekurang-2nya 2
 kurangnya 2 th berturut-turut;    th berturut-turut;
 Usia setinggi–tingginya 51
 tahun.                            Usia setinggi–tingginya 51
 Setiap unsur DP3 paling rendah    tahun.
 bernilai baik dlm 1 tahun         Setiap unsur DP3 paling rendah
 terakhir.                         bernilai baik dalam 1 (satu) tahun
 Memenuhi a.k. kumulatif min.      terakhir.
 yg ditentukan                     Memenuhi a.k. kumulatif minimal
                                   yg ditentukan
  TUGAS POKOK PUSTAKAWAN
TINGKAT TERAMPIL                     TINGKAT AHLI
  Pengorganisasian dan                 Pengorganisasian dan
  pendayagunaan koleksi                pendayagunaan koleksi
  bahan pustaka/sumber                 bahan pustaka/sumber
  informasi                            informasi
  Pemasyarakatan                       Pemasyarakatan
  perpusdokinfo                        perpusdokinfo
                                       Pengkajian
                                       pengembangan
                                       perpusdokinfo
 Catatan :
 Masing-masing tugas diatas dijabarkan dalam Unsur, Sub Unsur dan
 Butir Kegiatan yang memiliki angka kredit per satuan hasil kerja
1. 65 (enam puluh lima) tahun bagi
   Pustakawan Utama;
2. 60 (enam puluh tahun) bagi:
   a. Pustakawan Madya;
   b. Pustakawan Muda;
   c. Pustakawan Penyelia.
    No.                      Jabatan                        Besaran
                                                           Tunjangan
I         Kelompok Ahli :
          Pustakawan Utama : IV/D, IV/E                  Rp. 700.000,-
          Pustakawan Madya : IV/A, IV/B, IV/C            Rp. 500.000,-
          Pustakawan Muda : III/C, III/D                 Rp. 375.000,-
          Pustakawan Pertama : III/A, III/B              Rp. 275.000,-


II        Kelompok Terampil :
          Pustakawan Penyelia : III/C, III/D             Rp. 350.000,-
          Pustakawan Pelaksana Lanjutan : III/A, III/B   Rp. 265.000,-
          Pustakawan Pelaksana : II/B, II/C, II/D        Rp. 240.000,-
KONDISI PUSTAKAWAN
Jumlah pejabat fungsional pustakawan relatif tidak
banyak berkembang selama lebih dari 20 tahun,
bahkan cenderung turun.
Tahun 2010 sebanyak 3024 orang, awal tahun 2011
sebanyak 3004 dan pertengahan tahun 2011
sebanyak 3000 (karena pensiun)
Penyebaran yang tidak merata dan tidak proporsional
ini melayani 33 provinsi, 498 kab/kota, lebih dari
77.000 desa/kel, dan lebih dari 220 juta penduduk.
Artinya pustakawan (PNS) masih jauh kurang dari
kebutuhan, serta kurang terbina dan kurang diberi
apresiasi dengan optimal sehingga menjadikan
sebagai jabatan yang tidak menarik
PETA PENYEBARAN PUSTAKAWAN
                    (per Juni 2011)   (per tahun 2010

 DKI Jakarta            354 orang      362 orang
 Jawa Barat             278 orang      284 orang
 Jawa Tengah            249 orang      252 orang
 Jawa Timur             225 orang      226 orang
 Sulawesi Selatan       205 orang      209 orang
 DI Yogyakarta          202 orang      202 orang
 Sumatera Barat         125 orang      127 orang
 Bali                   124 orang      123 orang
 Sulawesi Utara         118 orang      121 orang
 Sumatera Utara         114 orang      116 orang
 Kalimantan Selatan     101 orang      102 orang
 Provinsi lain        < 100 orang (terkecil Sulawesi
 Barat, Papua Barat, Maluku Utara, Kep Riau, dan
 Babel < 5 orang)
Peta Pustakawan Berdasarkan
     distribusi di Provinsi

                             DKI
              DKI
Daerah Lain                  JABAR
                             JATENG
                             JATIM
                             SULSEL
                             DIY
                             SUMBAR
                             BALI
                             SULUT
                             SUMUT
                    SULSEL   KALSEL
                             SUMSEL
                             LAMPUNG
        Penyebaran Pustakawan
         Berdasarkan Institusi
 PS (Perp Sekolah)                  :    189 orang
 PT (Perp Perg Tinggi)              :   1354 orang
 PK (Perp Khusus)                   :    344 orang
 PP (Perp Provinsi)                 :    679 orang
 PN (PERPUSNAS)                     :    161 orang
 PU (Perp Umum Kab/Kota) : 133 orang

Total = 3000 orang
 Catatan :
 Idealnya pustakawan di Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Umum
 Lebih banyak
      JENIS PERPUSTAKAAN
       (terdaftar dalam NPP)
Perpustakaan Umum               469
(prov/kab/kota)
Perpustakaan khusus            1.688
Perpustakaan sekolah :        18.832
–   SD             10.075
–   SMP             6.406
–   SMA             1.896
–   Madrasah          455
Perguruan Tinggi                542
Perpustakaan Desa/Kelurahan   19.900
  BAGAIMANA MENGATASI
KESENJANGAN PUSTAKAWAN
Memperbaiki sistem pembinaan jabatan fungsional
pustakawan (PNS dan Non PNS)
Meningkatkan kemampuan dan kompetensi pustakawan
yang ada (diklat dan akreditasi sertifikasi)
Meningkatkan sistem tunjangan pustakawan sebagai
model sistem apresiasi
Melakukan sosialisasi dan promosi pustakawan
(meningkatkan citra)
Melakukan kerjasama pengembangan formasi dan pola
rekrutasi
Melakukan kerjasama dengan lembaga pendidikan
kepustakawanan/perpustakaan (Perguruan Tinggi)
Melakukan kajian sistem jabfung dan kompetensi
pustakawan
 PEMBINAAN SDM PERPUSTAKAAN
                        Sistem Jabatan Fungsional
                        & Kompetensi Pustakawan



                                                Sistem DIK & LAT
Sistem Komunikasi &                             Kepustakawanan
Informasi Profesi                               (termasuk kerjasama
(termasuk Organisasi)                           dengan Perguruan
                                                Tinggi)



                        Sistem Organisasi/Manajemen
                                Perpustakaan
1. Mendesak PP Pelaksanaan UU No. 43 tahun 2007, dan
   menjabarkan dalam pedoman teknis
2. Mengembangakan Standar Nasional Tenaga
   Perpustakaan (kompetensi – SKKNI, pengelolaan - SNI )
3. Sertifikasi Kompetensi Pustakawan
  a. Penyusunan standar kompetensi (SKKNI)
  b. Pembentukan LSP terpercaya (terakreditasi)
  c. Pengembangan tenaga asesor kompeten (tersertifikasi)
  d. Penyusunan materi uji kompetensi
  e. Pembentukan tempat uji kompetensi
4. Revisi Kep Menpan dan Pengembangan pustakawan
   perpustakaan non pemerintah
5. Usulan kenaikan tunjangan fungsional Pustakawan
6. Pengembangan sistem data dan rekrutasi pustakawan
7. Peningkatan kompetensi Tim Penilai & Lembaga Diklat
   LEMBAGA DIKLAT TENAGA
      PERRPUSTAKAAN
Dasarnya : PP Nomor 101 tahun 2000 tentang
Diklat Jabatan PNS, dimana pada pasal 22
dikatakan Diklat Fungsional dan/atau Diklat
Teknis Perpustakaan dilaksanakan oleh
Lembaga Diklat terakreditasi.
Diklat Tenaga Perpustakaan terdiri atas :
– Diklat Pustakawan, meliputi diklat CPTA, CPTT dan
  Alih Jalur
– Diklat Teknis Perpustakaan, meliputi berbagai diklat
  yang terkait dengan aktivitas perpustakaan (dari hulu
  hingga hilir)
– Diklat Tenaga Teknis Perpustakaan, meliputi diklat
  teknis komputer, audio visual, dan ketatausahaan.
KEBIJAKAN DESENTRALISASI
         DIKLAT
Selama ini banyak dan hanya dilaksanakan oleh
Perpusnas (meskipun tempatnya di beberapa daerah)
Kapasitas dan kemampuan sangat terbatas, sedangkan
jumlah tenaga perpustakaan yang perlu ikut diklat
sangat besar
Untuk mengatasi kebutuhan, kedepan sistem diklat
diselenggarakan oleh daerah yang siap dan tersedia
tenaga pengajarnya (kerjasama dengan PT setempat),
sedangkan Perpusnas lebih mengembangkan dan
membina sistem diklat, serta menyelenggarakan diklat
TOT dan diklat kompetensi serta diklat manajemen
untuk kepala perpustakaan
    UNSUR DAN KOMPONEN
     AKREDITASI DIKLAT
Tenaga Kediklatan Perpustakaan (bobot sebesar 45%),
meliputi :
– Pengelola lembaga diklat
– Fasilitator/Pengajar/Widyaiswara
Program Diklat Perpustakaan (bobot sebesar 30%),
meliputi :
–   Kurikulum
–   Bahan diklat
–   Metode diklat
–   Jangka waktu pelaksanaan program diklat
–   Peserta diklat
–   Panduan diklat
–   Laporan penyelenggaraandiklat
Fasilitas Diklat Perpustakaan (bobot sebesar 25%)
– Sarana diklat
– Prasarana diklat
 MEMPERJUANGKAN SISTEM
 TUNJANGAN PUSTAKAWAN
Tunjangan Jenjang + Tunjangan Kompetensi +
 Tunjangan Khusus ++
 Tunjangan Jenjang : Tunjangan pokok setiap jenjang jabatan yang
 jumlahnya sama untuk setiap jenjang yang sama
  Tunjangan kompetensi : Tunjangan yang diberikan berdasarkan
 sertifikat tingkat kompetensi (profesional) yang dimiliki pustakawan
 yang diberikan oleh lembaga sertifikasi terakreditasi
  Tunjangan Khusus : tunjangan yang diberikan karena dikaitkan
 dengan risiko tugas jabatan dan tanggung jawab pada pekerjaan
 yang memiliki karakteristik khusus misal pelaksana pelestarian
 dokumen, pengelola koleksi naskah kuno, pelaksana perpustakaan
 daerah terpencil dsb.
 Disamping tunjangan diatas, sebaiknya untuk menjaga kesehatan
 dan ketahanan tubuh pustakawan perlu diusahakan dukungan
 general checkup
          PROGRAM PUSTAKAWAN
KONSEP SAAT INI :

         TENAGA PERPUSTAKAAN                PUSTAKAWAN PNS
          (menurut UU No. 43/2007)            (KepMenPAN)


KONSEP KEDEPAN :

                  TENAGA PERPUSTAKAAN
                   (menurut UU No. 43/2007)
                                     PUSTAKAWAN PNS


Atau :

                TENAGA PERPUSTAKAAN
                 (menurut PUSTAKAWAN PNS
                          UU No. 43/2007)
           PENYUSUNAN FORMASI
               PUSTAKAWAN
   Formasi diupayakan melalui analisa/kajian serta
   kerjasama antar pihak (eksekutif perpustakaan
   dan lembaga pembina kepegawaian, serta
   lembaga pendanaan)
   Formula Formasi Jabatan :
                   W
    – Formasi JF = -------- x orang
                   JKE
dimana :
 w adalah jumlah jam seluruh waktu untuk menyelesaikan volume beban
   kerja/kegiatan pekerjaan 1 tahun
JKE adalah standar jam kerja efektif yang harus digunakan oleh seorang pejabat
   fungsional untuk melaksanakan kegiatan selama 1 tahun (1250 jam) atau 37
   jam 30 menit per minggu.
     ASPEK PENTING SDM
       PERPUSTAKAAN
Peta Kondisi Pustakawan (Ahli & Terampil) dan
Tenaga Perpustakaan lainnya
Peta Kebutuhan & Formasi Tenaga
Perpustakaan
Peta Produktivitas Lembaga Pendidikan
Pustakawan (Sekolah & Luar Sekolah)
Sistem Pembinaan Kemampuan dan Kinerja
pustakawan (Training & Sistem Akrediatsi-
sertifikasi Kompetensi)
Sistem Appresiasi Kinerja Tenaga Perpustakaan
                 PENUTUP
Pustakawan merupakan tenaga inti dan motor
perpustakaan, disamping tenaga teknis perpustakaan
(UU No 43 tahun 2007)
Jabatan fungsional pustakawan meskipun belum
berkembang baik, merupakan cara pembinaan tenaga
perpustakaan yang sesuai
Sistem kompetensi perlu dikembangkan untuk
menciptakan kondisi pembinaan yang lebih tidak
diskriminatif, lebih obyektif, dan diterima oleh pasar
Jumlah maupun kualitas pustakawan dan tenaga
perpustakaan lain harus diupayakan sesuai dengan
kebutuhan lapangan (melalui kerjasama dengan
Perguruan Tinggi dan pola desentralisasi diklat).

								
To top