Bimafika Artikel Tambakan laporan

Document Sample
Bimafika Artikel Tambakan laporan Powered By Docstoc
					I. PENDAHULUAN                                              Komoditas ikan tambakan (Helostoma
1.1 Latar Belakang                                  temmincki) tidak semua UPT mengerjakannya.
    Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) di          Balai Budidaya Air Tawar Sungai Gelam
beberapa daerah dikenal sebagai ikan Terbakan       Jambi merupakan salah satu lembaga dibawah
(Jawa Barat), Tambakan (Jawa Tengah),               Departemen Perikanan dan Kelautan yang
Tambakalang (Jambi), ikan Sapil (Sumsel),           berperan      dalam     pengembangan                teknologi
dan Biawan (Kalimantan) merupakan ikan              pembenihan air tawar termasuk ikan tambakan,
sungai atau rawa yang cocok dipelihara di           sehinggga      pada     kesempatan            ini     penulis
kolam yang sirkulasi airnya kurang lancar atau      memilih tempat di Balai Budidaya Air Tawar
miskin Oksigen.                                     Sungai      Gelam      Jambi,         sebagai         tempat
       Di Indonesia ikan Tambakan termasuk          melaksanakan          praktek         kerja         lapangan
ikan ekonomis penting yang harganya cukup           Komoditas Air Tawar.
tinggi terutama di pulau Sumatera, Jawa dan         1.2 Tujuan
Kalimantan.    Untuk    Provinsi    Jambi    saja       Adapun tujuan dari praktek kerja lapangan
misalnya harga ikan tambakan dapat mencapai         ini adalah:
Rp 18.000/Kg, ini masih tergolong rendah,               1.     Untuk mengetahui teknik Pembenihan
karena ikan ini masih banyak terdapat di                       dan Budidaya ikan Tambakan serta
perairan Jambi. Jika ikan ini di budidaya dan                  system usahanya di BBAT Jambi.
dijual   ke   daerah   yang   sedikit   terdapat        2.     Mengikuti dan terjun langsung dalam
diperairannya, harga ikan ini bisa melonjak                    kegiatan pembenihan ikan tambakan.
hingga Rp. 30.000-40.000/kg untuk ukuran                       Agar mampu mengaplikasikan ilmu
100 gram atau 10 ekor/kg dengan permintaan                     yang didapatkan selama kuliah dalam
pasar mencapai 7000 kg/Tahun untuk tahun                       kegiatan pembenihan ikan Tambakan.
2009     untuk dalam    negeri.    Berarti Ikan         3.     Sebagai tugas akhir untuk mengikuti
Tambakan menghendaki tempat yang hangat,                       mata kuliah Praktek Kerja Lapangan
yang biasanya berada pada ketinggian antara                    Pembenihan          di      Program          Studi
150-750 m dari permukaan air laut. Suhu air                    Teknologi Produksi dan Manajemen
optimum yang memberikan hasil yang baik                        Perikanan Budidaya.
                                        0
bagi pemeliharaan ikan ini antara 27-30 C.          1.3 Kegunaan
       Keberhasilan usaha budidaya ikan sangat          Diharapkan dengan dilakukannya kegiatan
ditentukan oleh ketersedian benih yang cukup        praktek     kerja     lapang        ini,   di       harapkan
jumlahnya dan bermutu baik. Ketersediaan            mahasiswa dapat memadukan teori yang
benih yang cukup digunakan untuk kegiatan           diperoleh selama berada di bangku perkuliahan
budidaya dan juga digunakan untuk cadangan          dengan keadaan yang sebenarnya di lapangan.
diperairan umum, sehingga keberadaan ikan           Hasil dari laporan PKL yang saya buat ini
tersebut tetap lestari. Oleh karena itu, perlu      diharapkan dapat memberi informasi dan
diupayakan usaha pembenihannya.                     pengetahuan yang dapat menunjang penelitian
                                                    lebih     lanjut    bagi   pengembangan                usaha
                                                    pembenihan,         khususnya          Budidaya         ikan
                                                    tambakan (Helostoma temmincki).
II. METODEdanTEKNIK                                                        berkaitan,        produksi         maupun
   PENGAMBILAN DATA                                                        pemasaran.
2.1 Metode Pengambilan Data                                          4.    Untuk menambah data yang diperoleh
       Metode yang digunakan pada Praktek                                  pada saat praktek kerja lapang, dapat
Kerja Lapang ini adalah              metode deskriptif,                    dilakukan studi pustaka dan literatur
yaitu suatu metode yang bertujuan untuk                                    yang ada.
memberikan gambaran umum, sistematis ,
                                                                 III. KEADAAN UMUM
aktual dan valid mengenai data-data yang
                                                                 3.1 Lokasi Praktek Kerja Lapangan
berupa fakta-fakta dan sifat populasi tertentu
                                                                          Balai Budidaya air tawar (BBAT)
dari        suatu    kegiatan       pembenihan           ikan
                                                                 Jambi berlokasi di Desa Sungai Gelam
tambakan.
                                                                 Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro
2.2 Teknik Pengambilan Data
                                                                 Jambi, 30 km dari kota Jambi. Adapun batas
       Teknik pengambilan data ada dua yaitu
                                                                 desa ini adalah sebelah timur berbatasan
data primer dan data sekunder. Data primer
                                                                 dengan      Desa      Petaling,   Sebelah     Barat
merupakan pengumpulan data langung di
                                                                 berbatasan dengan Desa Margalama, Sebelah
lapangan, metode pengambilan data primer
                                                                 Utara berbatasan dengan Desa Tangkit dan
dapat dilakukan melalui observasi, pertisipasi,
                                                                 sebelah Selatan berbatasan dengan kawasan
aktif dan wawancara. Data sekunder adalah
                                                                 transmigrasi. Luas areal BBAT Jambi 20 Ha,
data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh
                                                                 yang terdiri dari 4,3 Ha areal perkolaman, 3,35
orang yang melakukan penelitian dari sumber-
                                                                 Ha waduk reservoir, 12,35 Ha tanah darat yang
sumber        yang telah ada. Data ini biasanya
                                                                 sebagian besar digunakan sebagai perkantoran,
diperoleh melalui perpustakaan atau dari
                                                                 asrama pelatihan, mess operator, hatchery,
laporan-laporan peneliti terdahulu. (Hasan,
                                                                 laboratorium dan sarana penunjang lainnya.
2001).
                                                                          Sumber air untuk perkolaman berasal
            Kegiatan     yang       dilakukan        selama
                                                                 dari resapan air disekitar BBAT Jambi yang
praktek kerja lapang ini meliputi:
                                                                 ditampung dalam tiga buah waduk.
       1.    Mengadakan wawancara dengan staff,
                                                                 3.2 Sejarah dan perkembangannya
             pegawai pelaksana dan nara sumber
                                                                          Balai Budidaya Air Tawar (BBAT)
             yang      berhubungan        dengan       Balai
                                                                 Jambi pertama kali didirikan pada tahun 1995
             Budidaya Air Tawar Jambi, yaitu
                                                                 dengan nama loka budidaya air tawar Jambi.
             tentang       lokasi        dan         fasilitas
                                                                 Terhitung     mulai     tanggal   1    mei    2001,
             pembenihan.
                                                                 berdasarkan     SK      menteri    kelautan     dan
       2.    Mengikuti        secara     langsung        dan
                                                                 perikanan No. KP.26E/MEN/2001 bahwa loka
             berpartisipasi aktif dalam kegiatan
                                                                 budidaya air tawar Jambi diubah menjadi Balai
             yang      akan     dilakukan       di     Balai
                                                                 Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi yang
             Budidaya Air Tawar Jambi.
                                                                 mempunyai tugas melaksanakan penerapan
       3.    Mengumpulkan              data-data        yang
                                                                 teknik pembenihan dan pembudidayaan ikan
             berkaitan dengan manajemen maupun
                                                                 air tawar, pelestarian induk/ benih ikan dan
             operasional       ditempat        pembenihan
                                                                 lingkungan, serta mengembangkan perikanan
             serta     aspek-aspek         usaha        yang
Air Tawar terutama di Wilayah Sumatera dan                            pengawasan, teknik pembenihan dan
Indonesia Barat pada umumnya.                                         pembudidayaan ikan air tawar.
          Berdasarkan surat edaran dari Sekretaris              c.    Sub Bagian Tata Usaha
Diretorat        Jendral      Perikanan       nomor:                        Mempunyai tugas melakukan
OT.210/S5340/I/00k tanggal 25 januari 2000                            administrasi keuangan, kepegawaian,
maka Balai Budidaya Air Tawar (BBAT)                                  persuratan, perlengkapan dan rumah
Jambi merupakan suatu unit pelayanan teknis                           tangga serta pelaporan.
Departemen Kelautan dan Perikanan di bidang                     d.    Kelompok Jabatan Fungsional
budidaya air tawar dan bertanggung jawab                              Mempunyai          tugas        dalam
kepada Direktur Jendral Perikanan Budidaya,                           membimbing pembenihan ikan air
yang memiliki wilayah kerja seluruh pulau                             tawar.
Sumatera.                                                 3.4 Sumber Daya Manusia
                                                                     Untuk menunjang tugas dan fungsinya,
3.3 Struktur Organisasi
                                                          BBAT Jambi memiliki tenaga yang menangani
          Dalam melaksanakan tugasnya, Balai
                                                          teknis, administrasi dan tenaga pendukung
Budidaya        Air   Tawar     memiliki     susunan
                                                          yang seluruhnya berjumlah 70 orang.
organisasi agar dapat berjalan dengan lancar.
                                                          3.5 Fasilitas Fisik
Organisasi tersebut dipimpin oleh Kepala Balai
                                                                     Fasilitas-fasilitas pembenihan meliputi
(Ir. Supriyadi, M.Si) dan dibantu oleh Sub
                                                          fasilitas utama, pendukung dan penunjang.
Bagian Tata Usaha, Seksi Standarisasi dan
                                                          Agar kegiatan produksi berjalan, syarat utama
Informasi,       Seksi     Pelayanan     Teknis    dan
                                                          yang harus dimiliki unit pembenihan adalah
Kelompok Jabatan Fungsional.
                                                          fasilitas utama dan pendukung.
                Susunan organisasi BBAT Jambi
                                                          3.5.1 Fasilitas utama
terdiri dari.
                                                          3.5.1.1 Wadah
     a.    Seksi Standarisasi dan Informasi
                                                                      Fasilitas ini sangat mutlak diperlukan
                      Mempunyai                   tugas
                                                          karena         wadah       merupakan        tempat
           melakukan penyiapan bahan standar
                                                          berlangsungnya pemeliharaan larva dan benih.
           teknik dan pengawasan pembenihan
                                                          Wadah untuk induk berupa kolam induk
           dan pembudidayaan ikan air tawar,
                                                          ukuran 600m2 sebanyak 10 buah, kolam
           pengendalian hama dan penyakit ikan,
                                                          pendederan ukuran 500 m2 sebanyak 15 buah,
           lingkungan, sumberdaya induk dan
                                                          dan      kolam    pendederan    ukuran   250   m2
           benih, serta pengelolaan jaringan
                                                          sebanyak 28 buah. Kolam-kolam pendederan
           informasi dan perpustakaan.
                                                          berukuran 500 m2sebanyak 5 unit. Dan bak
     b.    Seksi Pelayanan Teknis
                                                          pemijahan sebanyak 250 unit berupa fiber.
                  Mempunyai mempuyai tugas
                                                          Kolam-kolam tersebut sebanyak 39 unit sudah
           melakukan pelayanan teknis kegiatan
                                                          permanen dan 18 unit berupa kolam-kolam
           pengembangan,         penerapan        serta
                                                          tanah.
           pengawasan,          teknih       kegiatan
                                                          3.5.1.2 Sumber Air
           pengembangan,         penerapan        serta
                                                                     Air merupakan komponen terpenting
                                                          dalam pembenihan ikan. Sumber air untuk
perkolaman berasal dari resapan air tanah                    3.5.1.3 Sistem Aerasi
lahan disekitar Balai Balaidaya Air Tawar                             Kebutuhan oksigen yang ada di BBAT
Jambi      yang    ditampung        dalam       3    buah    Jambi berasal dari blower, hi-blow dan kincir,
waduk/reservoir.           Adapun     ukuran          dan    untuk kebutuhuan suplai oksigen ke unit-unit
pemanfaatan waduk tersebut yaitu Waduk I                     hatchery berasal dari blower, sementara kincir
seluas 1,7 Ha dengan ketinggian air 1,5 m dan                digunakan untuk suplai oksigen di unit KJA.
                                                       0
kualitas air sebagai berikut: Suhu 27-29 C,                  Blower yang digunakan bermerk elektrin, tipe
oksigen terlarut 7-11 ppm, pH 6-8 ppm.                       NrE 376277, 3,5HP, 50 HZ, debit 1420
Waduk tersebut digunakan sebagai sumber air                  liter/menit, dan 4 KW dari blower tersebut
kolam induk, kolam, pendederan dan pada bak                  udara didistribusikan melalui pipa 2 inchi yang
pemijahan dan hatchery. Waduk 2 dengan luas                  disambungkan melalui pipa 1 inchi dari pipa 1
1 Ha digunakan untuk karamba jaring apung                    inchi ini baru dipasang selang aerasi dengan
untuk     tempat    pemeliharaan        calon        induk   diameter 0,4 mm yang dilengkapi batu aerasi
maupun induk ikan nila dan ikan mas.                         dan pemberat.
Sementara untuk Waduk 3 yang memiliki luas                   3.5.1.4 Peralatan
0,65 Ha dimanfaatkan sebagai pengendapan air                          Untuk memenuhi kegiatan produksi ada
pembuangan         dari     kolam-kolam         sebelum      berbagai peralatan yang digunakan diantaranya
dialirkan keluar.                                            : jaring panen, serok, hapa, baskom, ember,
         Pada hatchery sebelum air masuk                     alat-alat grading , timbangan, baskom, pipa
terlebih dahulu diendapkan pada tandon/                      berlubang.
tower. Hal ini dilakukkan karena air hasil                   3.5.2 Pendukung
endapan akan digunakan untuk pengairan unit-                          Energy listrik di BBAT Jambi berasal
unit pembenihan. Terdapat tiga hatchery untuk                dari dua sumber : yaitu dari PLN dan Genset.
pembenihan         yaitu     hatchery       1        untuk   Apabila sumber listrik dari PLN mati, maka
pembenihan ikan baung, jelawat dan patin                     digunakan Generator set sebagai penerangan,
hibrid, hatchery 2 untuk pembenihan udang                    dengan merk MITSUBHISI, tipe UCI 224 E1,
galah, lobster air tawar dan patin siam. Hathery             1500     rpm    220/380    volt,    dan   50    Hz.
tiga untuk pembenihan Patin djambal. Pada                    3.5.3 Penunjang
hatchery dari waduk 1 air dipompa ke bak                              Fasilitas penunjang yang ada di BBAT
pengendapan dan dipompa ke hatchery, untuk                   Jambi     diantaranya     kantor,    laboraturium,
hatchery 2 air yang berasal dari waduk terlebih              gudang, rumah karyawan, asrama mahasiswa,
dahulu dipindahkan ke tandon ukuran 3x6x2                    dan bangunan lainnya.
m.      dari   tandon       dipindahkan         ke    bak    3.6 Kerjasama dengan Luar Negeri
pengendapan yang berukuran 7x6x1,8 m                                  Kerjasama yang pernah dijalin antara
dengan menggunakan pipa 5 inch. Untuk                        BBAT      Jambi dengan luar          negeri    demi
mendistribusikan air maka terlebih dahulu                    pengembangan teknologi budidaya ikan air
dinaikan ke tower dengan ukuran 2,25x2,25x1                  tawar:
m, menggunakan pompa air bermerek Niagara                        a.    Japan     International     Cooperation
dengan spesifikasi 1 KW, debit 200L/m.                                 Agensi (JICA)
         Sejak tahun 1995-2000 bantuan berupa        4.3 Metode Kerja
technical assistance. Kemudian sejak tanggal                 Selama         kegiatan         Praktek     Kerja
28 agustus 2000 ditanda tangani kesepakatan          Lapangan        yang     terdiri     dari:     mengikuti,
(MOU) antara Direktorat Jenderal Perikanan           mengerjakan, menghitung, mendiskusikan, dan
dengan JICA untuk PTTC (Project Type                 mencatat        seluruh       rangkaian           kegiatan
Technical Cooperation) selama 5 tahun.               pembenihan ikan tambakan yang dilaksanakan
Kegiatan dalam program ini adalah :                  di Balai Budidaya Air Tawar Jambi, yang
          1.   Pengiriman tenaga ahli budidaya       meliputi: Pemeliharaan Induk, Seleksi induk,
               ke BBAT Jambi                         Pemijahan         Induk,           Penetasan        Telur,
          2.   Memberikan bantuan peralatan          Pemeliharaan Larva dan Benih, Kultur Pakan
               laboraturium dan perikanan            Alami dan Pemberian Pakan Pellet.
          3.   Mengirimkan tenaga pendamping                 Mengamati, mencatat data sekunder dan
               untuk mengikuti pelatihan di          wawancara tentang keadaan umum di Balai
               Jepang.                               Budidaya Air Tawar Jambi. Mengamati,
    b.    IRD (EX. ORSTOM) Perancis                  menghitung,       mencatat,          dan     wawancara
                                                     langsung tentang faktor-faktor dalam analisa
          Program ini meliputi penelitian dan
                                                     usaha pembenihan ikan tambakan dan sistem
          pengembangan catfish yaitu :
                                                     untuk    restocking        ikan         tambakan     yang
          1.   Pematangan gonad ikan patin
                                                     dilakukan di Balai Budidaya Air Tawar Jambi.
               jambal di karamba Sungai Batang
               Hari.                                 4.4 Fasilitas Pembenihan
          2.   Teknik pemijahan botia.               4.4.1 Kolam Pemeliharaan Induk
          3.   Teknik pemijahan arwana.                      Kolam pemeliharaan induk berfungsi
                                                     untuk memelihara induk yang akan dipijahkan
IV. PELAKSANAAN KEGIATAN
                                                     dan tempat untuk induk istrahat setelah
4.1 Bahan dan Alat
                                                     beberapa kali dipijahkan. Kolam pemeliharaan
         Bahan dan Alat yang digunakan untuk
                                                     induk    ikan     tambakan         di    BBAT       Jambi
pemijahan ikan tambakan adalah sebagai
                                                     berbentuk persegi panjang yang mempunyai
berikut: Induk ikan tambakan, Timbangan,
                                                     ukuran 10 x 25 x 1,5               meter yang dinding
Penggaris, Fiber glass (1000 liter dan 100 liter)
                                                     kolam yang terbuat dari semen sedangkan
Mikroskop,     Alat      perikanan   di   lapangan
                                                     dasar kolam tidak terbuat dari semen. Kolam
(seperti: Baskom, Ember, Waring) Jaring
                                                     dilengkapi dengan saluran pemasukan (inlet)
penangkap induk, Alat pengukur kualitas air
                                                     dan saluran pengeluaran (outlet). Pipa saluran
(Thermometer, pH meter), serta buku catatan.
                                                     outlet menggunakan pipa PVC ukuran 16,5
4.2 Waktu dan Lokasi
                                                     cm, saringan pada saluran inlet terbuat dari
         Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini
                                                     besi dengan luas saluran air 0,60 meter.
dilaksanakan mulai tanggal 3 maret sampai 27
                                                     4.4.2 Wadah Pemijahan dan Penetasan
April 2008 dan bertempat di Balai Budidaya
                                                     Telur
Air Tawar Jambi. Desa Sungai Gelam,
                                                             Wadah pemijahan ikan Tambakan di
Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro
                                                     BBAT Jambi yang sekaligus berfungsi sebagai
Jambi.
tempat penetasan telur terbuat dari bahan fiber      V. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG
glass.    Wadah    berbentuk    lingkaran    yang    5.1 Karakteristik Ikan Tambakan
memiliki kapasitas air 1000 liter. Untuk             5.1.1Klasifikasi dan Morfologi
pemijahan dan penetasan telur air diisi              Kerajaan          : Animalia
sebanyak 600 liter.                                  Filum             : Chordata
4.4.3 Kolam Pendederan                               Kelas             : Actinopterygii
         Kolam pendederan terdiri dari kolam         Ordo              : Perciformes
pendederan     I   untuk   pemeliharaan     larva.   Upaordo           : Anabantoidei
Sedangkan kolam pendederan ke II untuk               Famili            : Helostomatidae
pemeliharaan benih menggunakan kolam tanah           Genus             : Helostoma
yang     dinding   kolam   di   semen.      Kolam    Spesies           : Helostoma temminckii
pendederan berbentuk persegi panjang dengan          Nama Lokal        : Ikan Tambakan
salah satu sudut pada bagian outlet berbentuk                 Ikan tambakan (Helostoma temminckii)
siku. Kolam pendederan I terdiri dari 2 x 4 x 1      adalah salah satu jenis ikan air tawar yang
meter. Sedangkan kolam pendederan ke II              berasal dariwilayah tropis, tepatnya Asia
berukuran 16,7 x 30 meter x 1,2 meter. kolam         Tenggara. Ikan ini pada awalnya berasal dari
pendederan ke II dilengkapi dengan saluran           Thailand hingga Indonesia sebelum akhirnya
inlet dan outlet dengan ukuran pipa inlet            diintroduksi ke seluruh dunia.
sebesar 11 cm dan pipa outlet 16,5 cm,                        Ikan ini juga dikenal dengan nama
sedangkan untuk kolam pendederan I untuk             gurami      pencium    karena        kebiasaannya
outlet 6,5 cm dan inlet 4 cm.                        "mencium" saat mengambil makanan dari
4.4.5 Sumber Air                                     permukaan benda padat maupun saat berduel
         Sumber air yang digunakan berasal dari      antara sesama pejantan. Di Indonesia sendiri,
resapan disekitar lokasi dan ditampung dalam         ikan ini memiliki banyak nama seperti bawan,
waduk, air tersedia sepanjang tahun. Air             biawan, hingga ikan samarinda.
didistribusikan dengan gaya gravitasi dan                     Ikan   tambakan       memiliki    tubuh
disalurkan kekolam dengan menggunakan pipa           berbentuk pipih vertikal. Sirip punggung dan
PVC ukuran 11 cm. Air yang masuk kedalam             sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang
kolam disesuaikan dengan kebutuhan. Air yang         hampir serupa. Sirip ekornya sendiri berbentuk
digunakan tidak diberi perlakuan khusus              nyaris bundar atau mengarah cembung ke luar,
karena air dalam keadaan baik tidak tercemar         sementara sirip dadanya yang berjumlah
oleh bahan-bahan kimia, hanya pada saluran           sepasang juga berbentuk nyaris bundar. Di
inlet diberi saringan untuk menyaring sampah         kedua sisi tubuhnya terdapat gurat sisi, pola
yang terbawa masuk.                                  berupa garis tipis yang berawal dari pangkal
                                                     celah insangnya sampai pangkal sirip ekornya.
                                                     Kurang lebih ada sekitar 43-48 sisik yang
                                                     menyusun gurat sisi tersebut. Ikan tambakan
                                                     diketahui bisa tumbuh hingga ukuran 30
                                                     sentimeter.
         Salah satu ciri khas dari ikan tambakan           lumut, tanaman air, zooplankton, hingga
adalah         mulutnya         yang         memanjang.    serangga air. Bibirnya yang dilengkapi gigi-
Karakteristik mulutnya yang menjulur ke                    gigi kecil membantunya mengambil makanan
depan membantunya mengambil makanan                        dari permukaan benda padat semisal batu. Ikan
semisal     lumut       dari    tempatnya       melekat.   tambakan juga memiliki tapis insang (gill
Bibirnya       diselimuti      oleh    semacam      gigi   raker) yang membantunya menyaring partikel
bertanduk, namun gigi-gigi tersebut tidak                  plankton dari air. Saat sedang mencabut
ditemukan di bagian mulut lain seperti faring,             makanan yang menempel di permukaan benda
premaksila, dentary, dan langit-langit mulut.              padat memakai mulutnya itulah, ikan ini bagi
Ikan tambakan juga memiliki tapis insang (gill             manusia      terlihat     seolah-olah             sedang
raker) yang membantunya menyaring partikel-                "mencium" benda tersebut.
partikel makanan yang masuk bersama dengan                 5.1.4 Reproduksi dan Perkembangbiakan
air.                                                               Ikan tambakan termasuk ikan yang
         Ada      dua       jenis     ikan     tambakan    mudah berkembang biak. Di alam liar, dalam
berdasarkan warnanya, namun mereka masih                   waktu     kurang   dari      15    bulan,     populasi
termasuk dalam spesies yang sama: ikan                     minimum mereka sudah bisa bertambah hingga
tambakan berwarna hijau dan ikan tambakan                  dua kali lipat populasi awalnya. Reproduksi
berwarna pucat atau merah muda. Belakangan,                ikan tambakan sendiri terjadi ketika periode
ada juga jenis ikan tambakan yang ukurannya                musim kawinnya sudah tiba. Di Thailand
lebih kecil dari ikan tambakan kebanyakan dan              misalnya, musim kawin ikan tambakan terjadi
bentuknya bundar nyaris menyerupai balon.                  antara bulan Mei hingga OktoberPerkawinan
Variasi genetis ikan tersebut biasa dikenal                antara kedua ikan tambakan yang berbeda jenis
dengan nama "gurami pencium kerdil" atau                   kelamin terjadi di bawah tanaman air yang
"balon merah muda".                                        mengapung. Ikan tambakan betina selanjutnya
5.1.2 Habitat dan Penyebaran                               akan melepaskan telur-telurnya yang kemudian
         Ikan tambakan merupakan ikan air                  akan mengapung di antara tanaman air. Tidak
tawar yang bersifat bentopelagik (hidup di                 seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya,
antara     permukaan           dan    wilayah     dalam    ikan tambakan tidak membuat sarang maupun
perairan). Wilayah asli tempatnya tinggal                  menjaga anak-anaknya sehingga anak ikan
umumnya adalah wilayah perairan tropis yang                tambakan yang baru menetas sudah harus
dangkal, berarus tenang, dan banyak terdapat               mandiri. Sehari setelah pertama kali dilepaskan
tanaman air. Pada awalnya ikan tambakan                    ke air, telur-telur tersebut akan menetas dan
hanya ditemukan di perairan air tawar Asia                 setelah sekitar dua hari, anak-anak ikan
Tenggara,        namun          belakangan       mereka    tambakan sudah bisa berenang bebas.
menyebar ke seluruh wilayah beriklim hangat                5.2 Pemeliharaan Induk
sebagai binatang introduksi.                                       Persiapan wadah pada pemeliharaan
5.1.3 Pakan dan Kebiasaan Makan                            induk dimulai dengan menyurutkan air sampai
         Ikan tambakan adalah ikan omnivora                habis dengan cara membuka pintu saluran
yang mau memakan hampir segala jenis                       outlet dan menutup pintu saluran inlet dengan
makanan. Makanannya bervariasi, mulai dari                 menggunakan        karung,        kayu      dan     besi
lempengan. Adapun pengertian Inlet adalah                   pabrik pakan yang berada di daerah Karawang.
saluran pemasukan air dan Outlet adalah                     Kandungan nutrisi pellet ‘CPP 888-3 SM’
saluran pengeluaran air. Setelah air surut                  Dapat dilihat pada tabel 1.
dilakukan pembersihan kolam dari kotoran dan                Tabel 1. Kandungan Nutrisi Pakan Ikan
hama. Hama pada ikan biasanya berupa keong                  No      Kandungan Nutrisi       Kadar (%)
dan ikan-ikan kecil, termasuk ikan gabus.
          Pembersihan            kolam             dengan   1.      Protein                 30-32

menggunakan        sekop       atau    cangkul.     Pada    2.      Lemak                   3-5

pemeliharaan induk ini dilakukan pengapuran                 3.      Serat                   4-6
tapi pemupukan tidak dilakukan karena pada                  4.      Abu                     5-8
kolam induk masih ada unsur-unsur hara yang                 5.      Kadar Air               11-13
dibutuhkan buat menumbuhkan pakan alami.                            Kandungan Protein pada pakan ikan 30-
Pengapuran bertujuan untuk membunuh hama-                   32% diberikan sebanyak 3% dari bobot tubuh
hama pengganggu pada induk tambakan.                        ikan perhari. Dengan frekuensi pemberian
Tanah dasar kolam induk diolah dengan cara                  pakan 2 kali sehari atau 3 kg perhari dan
membalikkan tanah menggunakan sekop yang                    pemberian pakan dilakukan pada pagi hari jam
ditarik secara merata. Pengisian air dilakukan              07:00 WIB dan sore hari diberikan jam 16:00
setelah     selama      satu        hari     dikeringkan.   WIB. Pemberian pakan yang cukup dapat
Ketinggian air untuk kolam pemeliharaan                     merangsang pematangan gonad pada induk.
induk yang berkedalaman 100 cm diisi air                    Pakan diberikan dengan cara ditebar di satu
setinggi 80 cm.                                             tempat saja atau tidak boleh memencar. Untuk
5.3 Penebaran Induk                                         membuat induk ikan datang dan mengumpul di
          Calon induk diambil dari alam yang                satu tempat maka induk di panggil dengan
lokasi induknya berada didaerah sekitar.                    cara,     dinding     kolam     dipukul-pukul
Propinsi Jambi. Kemudian induknya dipelihara                menggunakan kayu atau tangan.
di kolam pemeliharaan induk yang telah                      5.5 Pengelolaan Kualitas Air
disiapkan. Calon induk dipelihara pada kolam                        Kondisi lingkungan terutama kondisi
air tenang yang kadar oksigennya rendah, ikan               perairan sangat mempengaruhi keberhasilan
tambakan masih dapat hidup karena ikan                      Budidaya. Pengelolaan air pada pemeliharaan
tambakan       mempunyai             alat      pernapasan   induk dilakukan dengan pergantian air secara
tambahan yang berupa labirynth. Induk Jantan                overflow atau secara terus-menerus yaitu air
dan Induk Betina dipelihara dalam satu kolam.               yang keluar sebanding dengan air yang masuk.
Induk       yang     dipelihara             pada   kolam    Pergantian air dilakukan dengan membuka
pemeliharaan induk hanya menggunakan satu                   pipa saluran inlet dan mengisi air sampai
                                2
kolam, dengan luas 250 m .                                  penuh atau sampai batas pipa outlet. Pipa
5.4 Pemberian Pakan                                         outlet tersebut ditutup dengan saringan atau
          Pakan yang diberikan adalah pakan                 kain. Tujuannya agar ikan yang ada di kolam
buatan yang berupa pellet. Jenis pellet yang                tidak akan keluar walaupun airnya penuh
diberikan adalah pellet jenis tenggelam dengan              sampai batas pipa outlet.
merk ‘CPP 888-3 SM’. Pellet tersebut dibuat di
           Pipa saluran inlet tidak perlu dipasang         5.6 Seleksi Kematangan Gonad
saringan karena air yang masuk kedalam                             Induk yang akan dipijahkan harus
kolam sudah bersih dari sampah dan kotoran.                diseleksi terlebih dahulu karena proses seleksi
Kualitas air pada kolam pemeliharaan induk                 induk akan menentukan keberhasilan dalam
dapat dilihat pada tabel 2.                                proses pemijahan. Induk yang dipilih adalah
Tabel 2. Kualitas Air Kolam Pemeliharaan                   induk yang sehat, anggota tubuhnya tidak cacat
Induk Tambakan.                                            dan gerakannya aktif.
                                                                   Sedangkan untuk seleksi kematangan
No     Parameter                     Nilai
                                                           gonad dilakukan dengan pengecekan induk.
1.     Suhu (0c)                     25-30 0C              Kemudian        induk    tambakan         ditimbang
2.     pH                            7,55                  bobotnya dan diukur panjang total ikan.
3.     DO (mg/l)                     5,0                   Seleksi induk yang akan dipijahkan dilakukan
4.     Kecerahan (cm)                20                    pada pagi hari untuk menghindari ikan

5.     Warna Perairan                Coklat                mengalami stress karena pengaruh suhu.
                                     Kemerahan             Seleksi dilakukan dengan menangkap induk

                                     (Keruh)               dari    kolam      pemeliharaan     induk      dan

           Jadi   ikan    Tambakan        dapat   hidup    ditempatkan didalam ember besar untuk

walaupun          warna     perairannnya          coklat   dipindahkan kedalam bak fiber glass untuk

kemerahan (keruh). Alat untuk mengukur                     dipijahkan.

Kualitas Air adalah sebagai berikut: 1. pH                         Ukuran induk tambakan yang sudah

meter dan Termometer, 2. DO meter, 3. Seichi               siap memijah berumur 12-18 bulan dengan

disk. Cara kerja pH meter dengan cara PH                   panjang    20-24    Cm    dan     berat    150-300

meter dicelupkan kedalam air, kemudian                     Gram/ekor. Jumlah telur yang dihasilkan

dicatat berapa PH yang ada didalam kolam.                  73.073 butir tiap satu induk. Induk yang telah

Termometer dengan cara dicelupkan kedalam                  matang kelamin dapat dilihat ciri-cirinya

air, yang cara penggunaannya hampir sama                   sebagai berikut: Betina Badannya relatif tebal

dengan pH meter. Kemudian dicatat berapa                   agak membulat, jinak. Sisiknya terutama mulai

suhu yang ada di kolam tersebut. DO meter                  dari dagu keperut lebih putih bersih dari pada

dengan cara DO meter dimsukkan kedalam                     jantan. Perut mengembang dengan pangkal

perairan tersebut dan biarkan sampai angka                 sirip dada berwarna kemerah-merahan. Jantan

yang ditunjukkkan baru berhenti, kemudian                  badannya relatif lebih tipis, memanjang dan

angka yang telah berhenti tersebut dicatat.                kelihatan liar. Warnanya mulai dari dagu

Sedangkan untuk Seichi disk cara kerjanya                  keperut lebih gelap dari pada ikan betina. Jika

adalah dengan cara seichi disk dimasukkan                  perutnya dicoba ditekan maka akan keluar

kedalam kolam tersebut dan diamati sampai                  cairan putih yang tidak lain adalah sperma.

kedalaman berapa seichi disk tidak akan                    Pada punggung dan pipi sampai dagu terdapat

terlihat      lagi,   kemudian    dicatat         berapa   banyak sisik yang berwarna kehitam-hitaman.

kecerahannya. Untuk pengukuran kualitas air                        Secara rata-rata panjang ikan jantan

ini dilakukan tiap sepuluh hari sekali yaitu               19,67     cm    dengan   bobot    106,53     gram.

hanya pada pagi hari hanya untuk kolam induk.              Sedangkan untuk panjang rata-rata ikan betina
22,75 cm dan bobot total ikan betina 188,27            alami. Induk Jantan dan Betina dimasukkan
gram.                                                  kedalam bak fiber glass. Pemijahan ini tidak
5.7Pemijahan Induk                                     menggunakan substrat pemijahan, karena telur
5.7.1 Persiapan Wadah Pemijahan                        melayang/mengapung di permukaan air.
        Pemijahan ikan tambakan dilakukan
                                                              Setelah ikan jantan dan betina digabung
pada bak fiber glass terkontrol dengan volume
                                                       kemudian     suhu    air   di   cek    dengan
bak 1000 liter. Bak yang disiapkan sebanyak
                                                       menggunakan pH meter, Termometer dan DO
empat buah bak, kemudian bak dibersihkan
                                                       meter. Adapun suhu untuk pemijahan ikan
Setelah itu bak yang digunakan dibilas dengan
                                                       tambakan berkisar 26,8 0C, pH nya 6,99 ppm,
air   bersih.   Kemudian          bak   yang   telah
                                                       DO nya 5,1. Kemudian selang Aerasi di
dibersihkan dikeringkan selama satu hari agar
                                                       pasang kedalam bak fiber tersebut.
kuman-kuman      dan      bibit     penyakit   mati.
                                                              Adapun tingkah laku pemijahannya
Sedangkan persiapan bak fiber glass ini
                                                       adalah sebagai berikut, Ikan jantan akan
dilakukan di hatchery satu yang tertutup.
                                                       mengejar-ngejar ikan yang betina. Kemudian
        Setelah bak fiber glass dikeringkan
                                                       warna air akan berubah menjadi keruh dan
selama satu hari, kemudian air diisi kedalam
                                                       airnya bau amis dan kelihatan ada gelembung-
bak fiber glass tersebut sebanyak 600 liter.
                                                       gelembung    kecil di air tersebut Kemudian
Kemudian aerasi dipasang kemasing-masing
                                                       ikan jantan akan memutar-mutarkan badannya
bak fiber glass sebanyak dua            buah selang
                                                       dan membelitkannya kepada betian. Ikan
aerasi dan aerasi harus di cek setiap hari.
                                                       betina yang sudah memijah akan terlihat bekas
5.7.2 Pemijahan
                                                       luka akibat gigitan dari ikan jantan yang cukup
        Sebelum ikan dipijahkan dilakukan
                                                       keras. Kemudian akan mulai memijah dan
penangkapan induk dengan menggunakan
                                                       melakukan ovulasi pada pagi hari yaitu pada
Jaring. Ukuran mata jaring yang digunakan
                                                       pukul 06:35. Telur akan mulai banyak yang
untuk menangkap induk jantan dan betina
                                                       keluar dan terbuahi. Kemudian induk jantan
dengan diameter jaring 1 cm. Kemudian ikan
                                                       dan betina akan selesai memijah dan setelah itu
digiring dengan cara mempersempit ruang
                                                       induk dikembalikan ke kolam pemeliharaan
gerak ikan didalam air.
                                                       induk pada pukul empat sore.
        Pemijahan dilakukan didalam bak fiber
                                                              Ciri-ciri telur yang dibuahi dan yang
glass dengan volume 600 liter air, dengan
                                                       tidak dibuahi adalah sebagai berikut: Telur
perbandingan jantan dan betina 1:1. Bak fiber
                                                       yang dibuahi berwarna kuning dan bening
glass tidak perlu ditutup dengan jaring, karena
                                                       transparan, Sedangkan telur yang tidak dibuahi
bak yang digunakan cukup besar dan volume
                                                       berwarna putih dan jika dibiarin terlalu lama
airnya tidak terlalu banyak. Sebelum induk
                                                       akan ada jamur yang tumbuh. Telur tersebut
dipijahkan terlebih dahulu diberok dengan
                                                       bersifat melayang di permukaan air.
tujuan untuk mengosongkan perut ikan dari
                                                       5.8Penetasan Telur
kotorannya (feces).
                                                       5.8.1 Persiapan Wadah
        Jumlah ikan Jantan dan Betina yang
                                                              Adapun wadah yang diperlukan untuk
ditangkap sebanyak 25 Jantan dan 25 Betina
                                                       menetaskan telur adalah 3 buah bak fiber glass
dan dilakukan pemijahan massal dan secara
yang   telah     disediakan       dan     yang     telah   derajat     pembuahan     telur   adalah     sebagai
dibersihkan      dari     kotoran-kotoran          yang    berikut.
menempel pada bak fiber glass tersebut.                              Sedangkan derajat penetasan dihitung
Kemudian selang aerasi pada bak fiber glass                dengan cara menghitung satu-satu jumlah larva
tersebut dipasang sebanyak 6 buah.                         yang menetas. Untuk jumlah telur, derajat
5.8.2 Penebaran dan Inkubasi Telur                         penetasan , Hr, Fr, Gsi dapat dilihat pada tabel
       Telur dipindahkan ke bak fiber glass                4 di halaman lampiran.
yang   telah     disiapkan.    Pemindahan          telur   5.9 Pemeliharaan Larva
dilakukan        secara       hati-hati          dengan    5.9.1 Persiapan Wadah Pemeliharaan
menggunakan serok kain yang lubang kainnya                           Persiapan wadah pemeliharaan larva
rapat. Kemudian telur di serok perlahan-lahan,             dengan      menggunakan       bak    beton     yang
diserok sedikit demi sedikit tidak boleh terlalu           berukuran 2,5 meter x 5,0 meter. Bak beton
banyak karena akan menyebabkan telur-telur                 yang digunakan sebanyak tiga buah bak beton.
akan menjadi rusak. Telur yang telah diserok               Untuk menggunakan bak beton sebaiknya bak
disebar secara perlahan-lahan. Suhu dari ke                beton dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran
                                                     0
tiga bak fiber glass tersebut adalah 27,37 C,              yang menempel. Karena bak beton bekas
sedangkan untuk ph 7,13 dan DO nya 6,98                    pemeliharaan benih ikan patin siam dan bekas
ppm. Telur yang dibuahi kemudian diukur                    kultur pakan alami.
diameternya dengan menggunakan mikroskop.                            Air yang ada di bak beton dibuang
Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk                 terlebih dahulu semuanya, kemudian setelah
mengukur       diameter   telur    adalah        sebagai   air yang ada didalam bak beton habis dibuang
berikut: Mikroskop elektron, Cawan petrik,                 semuanya. Kemudian bak beton dibersihkan
Gelas objek, Tissue, Jarum pentul, Wadah                   dengan menggunakan mesin pompa door
plastic. Kemudian telur diambil sebanyak 50                smeer yang mempunyai daya dorongan air
butir, diameter telur diukur setelah dua jam               yang kuat. Kemudian air tersebut disorong ke
telur keluar pada pukul 08:45 – 09:15 WIB.                 pipa outlet dengan menggunakan sekop beserta
Jadi jumlah diameter rata-rata telur yang telah            kotoran yang telah dibersihkan. Setelah bak
diukur adalah 0,99 mm.                                     dirasa cukup bersih, kemudian bak dikeringkan
                                                           selama satu hari. Pengeringan bak berguna
       Telur yang telah di Inkubasi mulai
                                                           untuk membunuh bibit-bibit penyakit dan
menetas setelah16-20 jam, pada kegiatan yang
                                                           kuman-kuman        yang     ada     didalam     bak.
saya lakukan telur akan menetas pada pukul
                                                           Kemudian selang aerasi dan batu aerasi tetap
21:30 WIB. Dikarenakan suhu penetasan pada
                                                           dipasang, kemudian aerasi di cek terus-
telur sangat bagus sehingga telur akan cepat
                                                           menerus.
menetas.
                                                                     Setelah bak dikeringkan kemudian air
       Telur dihitung dengan mengambil tiga
                                                           dimasukkan kedalam bak sebanyak 5000 liter
kali ulangan, tiap ulangan diisi telur sebanyak
                                                           atau 5 ton air. Jadi untuk ketiga bak
+ 200 butir telur. Kemudian telur dimasukkan
                                                           dibutuhkan 15 ton air atau 15.000 liter air. Bak
ke tiga saringan. Adapun cara penghitungan
                                                           yang telah disiapkan, sebelumnya pakan alami
sudah dikultur terlebih dahulu sebelum larva       menggunakan serokan kain. Kemudian Larva
ditebarkan.                                        di takar dengan menggunakan sendok takar 5
5.9.2 Pemanenan Larva Tambakan                     ml dan dimasukkan kedalam baskom. Bak I
         Larva dipanen setelah semua telur         diisi 200 takar (736.000), Bak II          diisi 183
menetas, Larva dipanen dengan menggunakan          takar (673.440) dan Bak III diisi 175 takar
serokan kain. Kemudian larva ikan dihitung         (644.00). Dengan kapasitas air 5000 liter. Tiap
dengan menggunakan sendok takar 5 ml.              satu takar 3680 ekor larva. Jadi jumlah larva
sebelumnya larva ikan telah dihitung berapa        yang   menetas    keseluruhannya      2.053.440.
takar larva yang didapat dalam satu sendok         Pakan yang diberikan pada pendederan I
takar. Kemudian panjang larva tambakan             berupa tepung pellet, selain itu larva makan
diukur     dengan    menggunakan       mikroskop   pakan alami yang tumbuh di bak beton.
proyektor.                                         5.9.5 Pemberian Pakan Larva Tambakan
5.9.3 Penebaran Larva Tambakan                            Selain plankton larva tambakan dapat
         Larva Tambakan ditebar di bak beton       diberikan pellet yang lebih halus buat larva
yang telah disiapkan dan yang telah tumbuh         tambakan. Tetapi pellet dapat diberikan setelah
pakan alaminya buat pakan larva tambakan.          semua larva dapat bergerak dan berenang
Larva tambakan masih memiliki kuning telur,        bebas dan kuning telur telah habis sebagai
kuning telur larva tambakan akan habis setelah     pakan cadangan. Pemberian pakan dilakukan
larva tambakan berumur dua hari. Setelah           setelah 2-3 hari dengan cara menebarkan pakan
umur larva tambakan lewat 2 hari larva akan        diatas permukaan air.
mulai memakan pakan alami yang ada di bak                 Frekwensi pemberian pakan dilakukan
beton berupa Plankton.                             empat kali sehari sebanyak 12 gram/hari
         Adapun larva tambakan yang masih          sampai umur 3 hari dan 20 gram/hari sampai
berumur satu hari belum dapat berenang             umur 7 hari. Untuk pemberian pakan dengan
kedalam kolom perairan. Larva baru dapat           cara Micro diet dilakukan dengan cara
berenang kedalam kolom perairan setelah larva      dilarutkan kedalam air kemudian di tebar ke
berumur 3 hari. Larva bersifat tenang dan tidak    permukaan air.
mau bergerak, tapi ada sebagian larva yang         5.9.6 Pemanenan Benih
sudah langsung bergerak bebas dan berenang                Sebelum melakukan pemanenan benih
didalam kolom perairan. Untuk larva tambakan       tambakan, benih dipuasakan terlebih dahulu
ini, aerasi tetap harus dipasang karena jumlah     selama satu hari (di berok) gunanya untuk
ikan yang ditebar terlalu padat dan suplai         mengosongkan perut dan mengurangi amoniak
oksigen buat larva tetap ada. Larva yang baru      pada   ikan   sewaktu    dikirim.     Pemanenan
menetas akan terapung dengan perut diatas dan      dilakukan dengan menggunakan jaring, benih
ukuran larva yang baru menetas berukuran 2,5       diambil   sebanyak      10.000      ekor      sesuai
mm.                                                permintaan dari konsumen.
5.9.4 Pendederan 1                                        Sebelum benih tambakan dikirim, larva
         Pada kolam pendederan I penebaran         tambakan ditampung didalam hapa, yang telah
larva dilakukan pada pukul 13:30-17:00 WIB         dipasang sebelumnya didekat kolam benih.
dengan        cara   larva   diserok     dengan    Benih yang dipanen akan disumbangkan ke
pesantren yang membutuhkannya dan juga            mendung pakan alami akan tumbuh dengan
untuk restocking.                                 lambat atau selama satu Minggu. Warna
5.9.7 Kultur Pakan Alami                          perairan      yang   bagus      buat     pakan     alami
       Sebelum larva di tebar kedalam bak         berwarna hijau tua. Tabel 5. Pengukuran suhu
pakan alami harus dikultur terlebih dahulu buat   air pada bak pakan alami.
pakan larva. Bak yang dibutuhkan sebanyak         No       Parameter      yang         Nilai/Angka
tiga buah dengan ukuran 2,5 meter x 5,0 meter.             diukur
Wadah yang dibutuhkan harus dibersihkan           1.       Suhu                        28,52 0C
terlebih dahulu. Dengan cara air yang kotor                pH                          6,74
didalam bak harus dibuang terlebih dahulu                  DO                          5,2 ppm
yang ada pada ketiga bak tersebut. Kemudian       2.       Suhu                        28,94 0C
bak tersebut dibersihkan dengan menggunakan                pH                          6,29
pompa yang mempunyai tenaga dorongan yang                  DO                          4,14 ppm
kencang.                                          5.7 Pengembangan Usaha Pembenihan
       Bak dibersihkan dan Semua kotoran          5.7.1 Kendala
juga endapannya langsung dibuang. Lalu                     Teknologi pembenihan ikan tambakan
selang aerasi dipasang tiap-tiap bak yang akan    telah dikuasain, namun masyarakat kurang
digunakan. Kemudian air dimasukkan kedalam        tertarik untuk membudidayakan ikan tambakan
bak yang telah dikosongkan, air diisi sebanyak    tersebut dikarenakan pertumbuhannya sangat
5000 liter.                                       lambat. Maka diperlukan dibuat pelatihan-
5.9.8 Pemupukan                                   pelatihan yang mampu menarik masyarakat
       Untuk pemupukan bak dimulai setelah        untuk ikut serta dalam melestarikan ikan
air bak diisi, adapun dosis pupuk yang            tambakan. Perlu ditemukan lagi teknologi yang
digunakan adalah sebagai berikut. Urea 800        dapat      mempercepat         pertumbuhan          ikan
gram, Tsp 880 garam, Dedak 800 gram,              tambakan.
Tepung ikan 400 gram, Tepung kedelai 400                   Induk Ikan Tambakan masih sangat
gram. Sedangkan volume air untuk bak 1 dan        susah didapat, kebanyakan induk tambakan
bak ke 2 jumlah volume air nya adalah             didapat dari hasil tangkapan alam, maka perlu
sebanyak 10 ton/10.000 liter air. Pemupukan       dibuat teknologi untuk mempercepat calon
berguna untuk menumbuhkan pakan alami.            induk tambakan yang baik.
Jenis pakan alami yang biasa dimakan oleh                  Keberhasilan        usaha     budidaya     ikan
larva ikan adalah plankton. Untuk bak yang        sangat ditentukan oleh ketersediaan benih yang
ketiga langsung diambil pakan alami dari bak      cukup      jumlahnya         dan      bermutu      baik.
yang sebelahnya, dengan menggunakan mesin         Ketersediaan benih yang cukup digunakan
pompa dengan cara pakan alami disedot             untuk kegiatan budidaya dan juga digunakan
kemudian diisi sebanyak 5 ton/5000 liter yang     untuk cadangan diperairan umum, sehingga
ada pakan alaminya.                               keberadaan ikan tersebut tetap lestari. Oleh
       Pada cuaca cerah pakan alami akan          karena        itu,   perlu      diupayakan        usaha
tumbuh dengan cepat, pakan alami akan             pembenihannya.
tumbuh selama tiga hari dan jika pada cuaca
        Komoditas ikan tambakan (Helostoma             manfaat bagi manusia. Di wilayah aslinya di
temmincki)     UPT      mengerjakannya.       Balai    Asia Tenggara, ikan ini dibudidayakan untuk
Budidaya Air Tawar Sungai Gelam Jambi                  diambil dagingnya. Ikan tambakan juga biasa
merupakan     salah    satu    lembaga      dibawah    dipancing di alam liar. Belakangan, ikan
Departemen Perikanan dan Kelautan yang                 tambakan menjadi salah satu komoditas ikan
berperan     dalam    pengembangan       teknologi     hias air tawar karena wujud dan perilakunya
pembenihan air tawar termasuk ikan tambakan.           yang          unik.   Sebagai    dampak     dari
        Menyebarkan       informasi      teknologi     popularitasnya sebagai ikan hias, sejumlah
pembenihan ikan tambakan yang aplikatif                besar ikan tambakan yang masih berukuran
kepada masyarakat. Rekaya teknologi pakan              kecil diekspor ke negara-negara lain seperti
yang cocok untuk perkembangan gonad ikan               Jepang, Eropa, Amerika Utara, dan Australia.
tambakan.                                                     Kemudian setiap tiga bulan sekali
        Aspek pembesaran untuk calon induk             dilakukan pengambilan sampel ikan di lokasi
ikan     tambakan     dapat     dilakukan     yaitu,   restocking. Selain itu harga benih ikan
melakukan rekaya pembesaran ikan tambakan              tambakan didaerah Palembang yang ukuran 2
secara intensif baik di BBAT Jambi, maupun             cm dihargai 200 rupiah tiap 1 ekor. Sedangkan
di     masyarakat     pembudidaya     ikan     yang    untuk analisa usahanya yaitu investasi total Rp.
memiliki     lingkungan       yang   cocok    untuk    52.700.000     sedangkan   untuk   total   biaya
pemeliharaan ikan ini. Mencari alternatif              produksinya Total Biaya= Biaya tetap+Biaya
budidaya pembesaran ikan tambakan selain               tidak tetap= Rp. 7.420.000+2.935.000 = Rp.
dikolam sehingga pemanenan lebih mudah.                10.355.000.
        Mencari alternatif untuk mengurangi                   Untuk Pendapatan Benih nya ukuran 2
resiko kematian benih pada saat benih di               cm yang di panen dikali harga Benih ukuran 2
pindahkan dari bak Fiber glass ke bak Beton.           cm 150.000 ekor @. 200 = Rp. 30.000.000.
Kemudian mencari solusi untuk menumbuhkan              Keuntungan adalah total penerimaan setelah
pakan alami buat benih tambakan secara cepat.          dikurangi dengan biaya total, Pendapatan –
5.7.2 Prospek Usaha kedepan                            Total biaya = Rp.30.000.000-10.355.000 =
        Benih tambakan di restocking didaerah          Rp.19.645.000. R/C Ratio        = Pendapatan :
Lubuk Larangan. Untuk harga tambakan yang              Total Biaya = Rp. 30.000.000 : Rp. 10.355.000
siap    dikonsumsi     30.000-40.000/kg       untuk    = 2,89 Artinya setiap pembiayaan sebesar Rp.
ukuran 100 gram atau 10 ekor/kg. Manfaat dari          2,00 akan menghasilkan keuntungan sebesar
restocking ikan tambakan ini adalah untuk              Rp. 2.89
pelestarian plasma nutfah atau ikan-ikan yang                 Sedangkan      untuk     BEP    Volume
telah ada dilestarikan agar tidak punah dan bisa       Produksi Total Biaya : Harga Satuan =
terdapat dialam dan masyarakat luas bisa               10.355.000 : 200/ekor = 51.775 ekor. Artinya
mengkonsumsi ikan tambakan tersebut.                   titik balik balik modal usaha ini akan tercapai
           Untuk manajemen restocking, ikan            bila volume produksi benih mencapai 51.775
yang telah di restocking dilakukan 3 kali              ekor. BEP Harga Produksi, Total Biaya : Total
pengecekan seperti sampel awal restocking.             Produksi = 10.355.00 : 150.000 = 69,033/ekor
Ikan tambakan sudah sejak lama membawa
           Pay Back Periode (PP), PP = Investasi :                  Perlu dilakukan pengkulturan pakan
Keuntungan x 1 Tahun = 52.700.000 :                                  alami yang cukup bagi larva dan
39.290.000 = 1,3 Tahun. CASH FLOW =                                  benih tambakan.
Keuntungan + Biaya Penyusutan = 39.290.000                          Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
+ 5.270.000 = 44.560.000                                             dalam teknologi pemeliharaan benih,
           Periode   produksi      dua     kali     dalam            pendederan dan pembesaran supaya
setahun dengan target produksi benih yang di                         tingkat kelulushidupan ikan tambakan
peroleh 1.200.000 ekor/siklus atau 2.400.000                         tinggi, sehingga usaha pembenihan
ekor/tahun.                                                          ikan tambakan dapat efektif.
VI. KESIMPULAN DAN SARAN
                                                             DAFTAR PUSTAKA
6.1 Kesimpulan
                                                             Heru Susanto. 1999. Budidaya Ikan di
           Dari kegiatan pemijahan ikan tambakan
                                                             Pekarangan. Penebar Swadaya. Jakarta.
di bak beton dapat disimpulkan bahwa derajat
                                                             Mashudi, Ediwarman dan Maskur. 2001.
pembuahan (FR) pada bak Fiber glass 97,6%
                                                             Pemijahan    ikan    tambakan     (Helostoma
dan Jumlah telur yang menetas (HR) 95,5 %
                                                             temmincki). Balai Budidaya Air Tawar Jambi.
dan suhu air yang bagus buat pemijahan 27-30
0                                                            Jambi
    C sedangkan SR nya tidak ada.
           Keberhasilan           dari            kegiatan
perekayasaan         ini     dapat         memberikan
pengetahuan guna mempercepat proses ahli
teknologi pemeliharaan ikan tambakan dan
untuk dikembangkan melalui usaha perikanan
yang akhirnya akan dapat menjadikan usaha
ekonomis yang menguntungkan.
6.2 Saran
           Dari hasil praktek kerja lapang maka
saran yang dapat diambil yaitu:
           Perlu dilakukan pemisahan terhadap
            induk tambakan yang telah selesai
            dipijahkan     dengan        yang       belum
            matang gonad.
           Sebaiknya      pada     saat    melakukan
            pendederan Larva ikan tambakan
            jangan di pindahkan di Bak Beton
            luar Hatchery, tetapi biarkan saja dulu
            larva tersebut masih tetap di dederkan
            di bak dalam hatchery. Karena larva
            masih rentan terhadap suhu dingin.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:186
posted:6/23/2012
language:Malay
pages:15