Docstoc

Konfigurasi DNS Server

Document Sample
Konfigurasi DNS Server Powered By Docstoc
					Konfigurasi DNS Server

         DNS server itu sebagai penterjemah. Dengan adanya DNS server, maka untuk mengakses
suatu komputer yang berada dalam jaringan tidak perlu lagi repot- repot untuk mengingat nomor
IP. Hanya dengan nama domain yang mudah untuk diingat.

         Untuk memulai installasi dan konfigurasi DNS server, pastikan anda telah mengatur IP
address anda terlebih dahulu. Dan jangan lupa DVD installasi linux anda sudah disiapkan. Untuk
DNS server, nama paket yang akan diinstall adalah bind9.

         Untuk Langkah-langkah Installasinya sebagai barikut:




Pertama, ketikkan paketnya yang namanya bind9, lalu tekan enter. Pada gambar diatas Anda
diminta untuk memberikankonfirmasi, jika Anda ingin melanjutkan tekan y atau langsung saja
enter.
Lalu Anda akan di =minta untuk memasukkan disk binnaru 1, seperti gambar yang sudah digaris.
Jika disk binary 1 sudah Anda masukkan lanjutkan dengan menekan enter.




Tuilisan-tulisan di atas adalah merupakan proses penginstalan bind9, jika proses penginstalan
berhasil maka akan muncul tulisan ‘Done’.
Selanjutnya untuk memeriksa paket yang sudah di Insatall, apakah sudah terinstall atau belum,
gunakanlah perintah khusus untuk linux debian yaitu dpkg spserti gambar di atas. Jika paga
gambar yang saya lingkari simbolnya adalah ‘ii’ maka sudah terinstall. Bagaimana jika belum?
Jika belum maka symbol ii bukan bersimbolkan ii, melainkan simbilnya adalah ‘un’ artinya
belum terinstall.




Lalu yang harus dilakukan adalah mencari file konfigurasi untuk bind9, dengan menggunakan
perintah find.




Pada bagian paling bawah sudah ditemukan bahwa file tersebut ada di /etc/bind. Dari mana
tahunya di sana ?? karena biasanya file konfigurasi itu terletak pada /etc.
Yang harus Anda lakukan adalah mengcopy file db.local menjadi db.ismail dan db.127 menjadi
db.19. gunanya agar pada saat membuat zona tidak mengganggu file aslinya agar sistem
dasarnya tidak rusak. Nanti akan terlihat pada pembuatan zona.




Selajutnya membuat zona pada file named.con.defau-zone, maka akan terbuka file seperti di
bawah ini.




Lalu komenter yang saya tandai, di buat lagi di atas komentar yang saya tandai tadi. Sesuaikan
dengan domain dan ip, beserta filenya untuk komfigurasinya. Seperti gambar berikut.
Di sini yang saya maksudkan tadi, mengapa filenya di copy, agar tidak menggangu konfigurasi
dasarnya, andaikan Anda tidak mengcopynya, maka sistem akan ingung membaca sekali 2, dan
sistem dasarnya pun tidak terganggu. Dan pada zone “11.11.19.inaddr.arpa {” yang diambil
hanya 3 oktet pertama dan diawali dari yang paling akhir sampai yang paling awal. Bagaimana
dengan octet terakhir?? Octet terakhir akan digunakan pada konfigurasi pada db.19 nantinya,
yaitu file copian dari db.127. Jika sudah selesai dikonfigurasi jangan lupa dikonfigurasi.




Atau Anda bisa juga membuat zonanya pada file named.conf.local dan meletakkan komentarnya
di bagian paling bawah. Jika sudah di konfigurasi jangan lupa di save.
Setelah Anda selesai membuat zonanya, maka yang harus Anda lakukan adalah menkonfigurasi
file yang sudah Anda copy tadi, pertama yang di konfigurasi adalah db.ismail konfigurasinya
akan seperti gambar di bawah ini.




Pertama     yang       harus   diubah   adalah    tulisan   ‘localhost.’   ubahlah     menjadi
‘tongkronganilmu.info.’, lalu A (address) digunakan untuk memetakan nama host ke alamat ip
secara statis. CNAME (Canonical NAME) merupakan nama alias dari suatu nama domain,
biasanya sebagai solusi di mana pada mesin server yang sama mempunyai dua nama host yang
berbeda. MX 10 (Mail eXchanger) digunakan dalam konfigurasi server email, yang merupakan
data dengan tipe special untuk spesifikasi layanan email pada suatu domain. Jika sudah selesai
jangan lupa di save.




Selanjutnya yang harus di konfigurasi adalah file db.19, maka yang harus di konfigurasi hapir
sama dengan db.ismail hanya ada sedikit perbedaan, untuk lebih jelasny lihat gambar berikut.
Di sini sama saja konfigurasi, yang berbeda adalah alamat ip yang tidak dimasukkan pada
named.con.default-zone atau named.conf.local tadi akan diletakkan di db.19. lalu memberikan
penamaan alamt domain dan sub domain, dan PTR (Pointer) gunanya untuk menginformasikan
mengenai “authoritative name server” dalam mengelola suatu domain. Setelah dikonfigurasi
jangan lupa disave.




Selanjutnya Anda harus mengecek, apakah ada kesalah atau tidak, cara ngeceknya menggunakan
perintah named-checkconf –z named.conf, kenapa named.conf karena disana semua
konfigurasi di panggil oleh named.conf menggunakan script pemanggil. Jika tidak ada yang error
maka tampilannya akan seperti gambar di atas.




Selanjutnya restart servicenya menggunakan perintah di atas. Jangan lupa selalu merestart jika
Anda selesai mengkonfigurasi.
Dan jika tidak ada error saat merestart service maka akan tampil seperti tampilan di atas.




Selanjutnya tes DNS dengan cara ping ke masing-masing domainyang dibuat tadi.
Atau bisa juga ngetes menggunakan perintah nslookup.




Atau juga bisa menggunakan perinh dig




a. Pengecekan dari Client
Jika dari client cara ngeceknya adalah dengan cara membuka CMD (command prompt) lalu
dengan cara ping ke masing-masing domain seperti gambar di atas. Atau dengan cara nslookup
seperti gambar di bawah.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:90
posted:6/23/2012
language:Indonesian
pages:11