Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

BRANDING “SOLO THE SPIRIT OF JAVA” (SUATU TINJAUAN DARI ASPEK HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL)

VIEWS: 234 PAGES: 126

Abstract ABSTRAK Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” dari aspek Hak Kekayaan Intelektual belum mendapatkan perlindungan hukum yang jelas. Hal ini dikarenakan belum adanya pencantuman Regional Branding dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur Hak Kekayaan Intelektual. Namun, apabila Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” dikaitkan dengan Merek maka memiliki persamaan yaitu dibuat dengan tujuan sebagai daya pembeda dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Permasalahan yang timbul mengenai apakah pertimbanganpertimbangan yang mendasari munculnya Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” dan apakah Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dapat dijadikan sebagai dasar hukum perlindungan Regional Branding “Solo, The Spirit of Java”. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis empiris. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek: “Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”. Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” bukanlah Merek yang tidak dapat didaftar tercantum dalam Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek, serta bukanlah Merek yang dapat ditolak diatur dalam Pasal 6 dan Pasal 7 Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. Pertimbangan-pertimbangan yang mendasari munculnya Regional Branding “Solo, The Spirit of Java” adalah kesamaan bahasa dalam mengkomunikasikan “jati diri“ dan upaya menumbuhkan kebersamaan SUBOSUKAWONOSRATEN, kerjasama SUBOSUKAWONOSRATEN bertujuan menciptakan sebuah kawasan dengan daya saing ekonomi yang kuat, sekaligus upaya menempatkan kawasan (positioning) di antara wilayah atau kawasan lain sehingga diperlukan ciri khusus sebagai identitas wilayah yang menjadi alat pemasaran (citra kegiatan pemasaran) wilayah SUBOSUK

More Info
To top