BAB III PTK.doc

Document Sample
BAB III PTK.doc Powered By Docstoc
					                                                                       43




                               BAB III

              METODOLLOGI PENELITIAN



A. Tujuan Penelitian

         Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menemukan media
   pembelajaran yang tepat dalam proses pembelajaran guna
   meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca huruf alfhabet
   A-Z di PAUD Tansera 07 Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan
   Tambora, Jakarta Barat.

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

         Penelitian ini akan dilaksanakan di PAUD Tansera 07,
   Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
   Adapun pemilihan tempat ini didasarkan kepada;

            Tempat yang strategis, sehingga dapat memudahkan
             peneliti dalam melakukan penelitian.
            Adanya respon positif dari pihak Kelurahan dan para
             pengurus PAUD terhadap penelitian ini, sehingga peneliti
             dapat     memberikan      solusi     untuk     meningkatkan
             kemampuan       peserta   didik    dalam     membaca   huruf
             alphabetis pada kelompok A di PAUD Tansera 07.

         Sedangkan waktu Penelitian akan dilaksanakan selama 3
   bulan yaitu dari bulan Juni-Agustus.
                                                                                 44




C. Metode Penelitian

               Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian ini,
      maka rancangan penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian
      Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan
      salah satu pendekatan dalam penelitian yang berbasis kelas atau
      sekolah untuk melakukan pemecahan berbagai permasalahan yang
      digunakan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan1.

               Menurut Sukarnyana (2002:11), Penelitian Tindakan Kelas
      (PTK) merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk
      meningkatkan layanan pendidikan melalui penyempurnaan praktik
      pembelajaran di kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini
      menggunakan model kolaborasi yang mengutamakan kerjasama
      antara kepala sekolah, guru dan peneliti. Penelitian Tindakan Kelas
      (PTK) ini merupakan upaya untuk mengkaji apa yang terjadi dan
      telah     dihasilkan     atau      belum   tuntas   pada    langkah    upaya
      sebelumnya. Hasil refleksi digunakan untuk mengambil langkah
      lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan penelitian. Dengan kata
      lain refleksi merupakan pengkajian terhadap keberhasilan atau
      kegagalan terhadap pencapaian tujuan tindakan pembelajaran.
      Pada      dasarnya      Penelitian     Tindakan     Kelas   (PTK)     memiliki
      karakteristik yaitu: (1) bersifat situasional, artinya mencoba
      mendiagnosis masalah dalam konteks tertentu, dan berupaya
      menyelesaikannya dalam konteks itu; (2) adanya kolaborasi-
      partisipatoris; (3) self-evaluative, yaitu modifikasi-modifikasi yang
      dilakukan secara kontinyu – dievaluasi dalam situasi yang terus
      berjalan secara siklus, dengan tujuan adanya peningkatan dalam
      praktek nyatanya.


1
    Tim pelatih Proyek PGSM, 1999; 1-2
                                                                                  45




      Adapun rancangan (desain) Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan
model Kemmis dan McTaggart. Menurut Kemmis dan McTaggart
(Depdiknas, 2004:2), pelaksanaan tindakan dalam Penelitian
Tindakan       Kelas     (PTK)    meliputi    empat    alur     (langkah):       (1)
perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi;
dan (4) refleksi. Alur (langkah) pelaksanaan tindakan dimaksud
dapat dilihat pada gambar berikut.



    SIKLUS 1                                            SIKLUS 2



    RENCANA                                             RENCANA
    TINDAKAN                                            TINDAKAN




                                                        PELAKSAN
     PELAKSAN                                              AAN
        AAN                                             TINDAKAN
     TINDAKAN




                                                           PENGAMA
    PENGAMAT                                                 TAN
       AN




                                                           REFLEKSI
    REFLEKSI




                                                                                        SIKLUS 3




                 Gambar Siklus Penelitian Tindakan

      Gambar tersebut di atas menunjukkan bahwa pertama,
sebelum        melaksanakan       tindakan,     terlebih      dahulu         peneliti
merencanakan           secara    seksama     jenis    tindakan        yang     akan
dilakukan. Kedua, setelah rencana disusun secara matang, barulah
                                                                    46




tindakan itu dilakukan. Ketiga, bersamaan dengan dilaksanakannya
tindakan, peneliti mengamati proses pelaksanaan tindakan itu
sendiri dan akibat yang ditimbulkannya. Keempat, berdasarkan
hasil pengamatan tersebut, peneliti kemudian melakukan refleksi
atas tindakan yang telah dilakukan. Jika hasil refleksi menunjukkan
perlunya dilakukan perbaikan atas tindakan yang dilakukan, maka
rencana tindakan perlu disempurnakan lagi agar tindakan yang
dilaksanakan berikutnya tidak sekedar mengulang apa yang telah
diperbuat sebelumnya. Demikian seterusnya sampai masalah yang
diteliti dapat dipecahkan secara optimal.

       Tindakan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini
menggunakan skenario kerja dan prosedur tindakan dengan
mengadaptasi        model   Kemmis    dan   McTaggart,     yaitu:   (1)
perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi,
dan (4) refleksi.

1. Perencanaan Tindakan

       Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, pada tahap
ini peneliti bersama observer pendamping (secara kolaboratif)
merumuskan dan mempersiapkan: rencana jadwal pelaksanaan
tindakan,   rencana     pelaksanaan    pembelajaran,     materi/bahan
pelajaran sesuai dengan pokok bahasan, lembar tugas siswa,
lembar penilaian hasil belajar, instrumen lembar observasi, dan
mempersiapkan kelengkapan lain yang diperlukan dalam rangka
analisis data.
                                                                    47




2. Pelaksanaan Tindakan

      Pelaksanaan tindakan pada dasarnya disesuaikan dengan
setting tindakan yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP). Secara operasional tindakan dalam proses
pembelajaran    dilaksanakan     oleh   peneliti selaku    guru   mata
pelajaran bahasa Inggris dan dibantu oleh seorang observer
pendamping yang berperan sebagai penilai. Penilaian terhadap
proses belajar siswa dilaksanakan sejak awal pembelajaran hingga
kegiatan pembelajaran berakhir.

      Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus (siklus I
dan siklus II), tiap siklus dengan alokasi waktu 135 menit (3 x 45
menit) sesuai dengan program tahunan yang ditetapkan sekolah.
Instrumen pengumpulan data yang dipergunakan sebagai bahan
penilaian terhadap aktivitas proses dan hasil belajar siswa adalah
menggunakan      instrument     pengumpulan       data    yang    telah
dipersiapkan, seperti (1) lembar observasi (pengamatan) dan
lembar penilaian tes keterampilan menulis teks berbentuk analytical
exposition.

      Oleh     sebab   itu   teknik   penilaian   yang    dipergunakan
disesuaikan dengan objek yang dinilai dan disesuaikan dengan
tujuan penilaian. Untuk menilai aktivitas proses dan hasil belajar
siswa, teknik penilaian yang      dipergunakan adalah dengan (1)
mengumpulkan data-data atau informasi dari hasil observasi
(pengamatan), dan (2) lembar penilaian tes keterampilan siswa
tentang menulis teks berbentuk analytical exposition. Penilaian ini
dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan belajar mengajar
dalam penelitian tindakan. Peneliti bersama seorang observer
pendamping melakukan penilaian tersebut. Pelaksanaan tindakan
                                                                    48




dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan langkah-langkah
pembelajaran dilaksanakan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu: (a)
kegiatan awal, (b) kegiatan inti, dan (c) kegiatan akhir.

3. Pelaksanaan Observasi (Pengamatan)

       Tahap ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan peneliti
bersama observer pendamping untuk melakukan pengamatan
terhadap aktivitas proses belajar siswa. Observasi (pengamatan)
tersebut dilakukan untuk mengenali, merekam dan mengumpulkan
data dari setiap indikator mengenai unjuk kerja siswa dalam proses
belajar kelompok selama berlangsungnya kegiatan latihan menulis
teks   berbentuk     analytical   exposition    dengan      pendekatan
kontekstual.

       Adapun      fungsi   dilakukannya   observasi     (pengamatan)
tersebut adalah untuk mengetahui sejauhmana perhatian dan
aktivitas proses belajar siswa dalam latihan menulis tersebut.
Adapun instrumen yang dipergunakan untuk melakukan observasi
(pengamatan) tersebut adalah lembar penilaian yang telah
ditetapkan. Objek dilakukannya observasi (pengamatan) itu adalah
sikap/perilaku siswa dalam proses belajar kelompok selama
berlangsungnya latihan menulis sesuai dengan indikator penilaian
yang ditetapkan.

4. Refleksi (Penilaian)

       Refleksi merupakan kegiatan analisis sintesis, interpretasi
dan eksplanasi (penjelasan) terhadap semua data atau informasi
yang dikumpulkan dari penelitian tindakan yang dilaksanakan. Data
yang telah terkumpul kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan
analisis dan diinterpretasi, sehingga dapat diketahui akan hasil dari
                                                                        49




   pelaksanaan     tindakan    yang   dilakukan.    Hasil   analisis   dan
   interpretasi tersebut sebagai dasar untuk melakukan evaluasi
   sehingga dapat diketahui akan berhasil tidaknya terhadap tindakan
   yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang diharapkan.




D. Instrumen Penelitian

           Menurut Suharsimi (1996), instrument penelitian adalah alat
   atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan
   data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam
   arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah di
   olah.
           Adapun instrumen penelitian yang dipergunakan adalah
   berupa tes hasil belajar (posttest). Tes adalah sederetan pertanyaan
   atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur
   ketrampilan, pengukuran, inteligensi, kemampuan atau bakat yang
   dimiliki oleh individu atau kelompok.

           Tes hasil belajar yang diberikan kepada para peserta didik
   kelompok A di PAUD Tansera 07 yaitu terdiri dari tes mengeja, dan
   membaca kata-kata sederhana. Kriteria keberhasilan penilaian hasil
   belajar menggunakan perangkat tes ini adalah:


                      Total Skor                    Nilai

                 81-90                     Sangat Baik

                 71-80                     Baik

                 61-70                     Cukup

                 Di bawah 61               Kurang
                                                                            50




                          Tabel I. Kisi – Kisi Instrumen
          Penggunaan Media Pembelajaran Papan Alphabetis Untuk
      Meningkatkan Kemampuan Membaca Huruf A-Z Pada Peserta
                       Didik Kelompok A PAUD Tansera 07
                                                                       Item
Variabel        Dimensi          Indikator         Sub indikator
                                                                       Soal
      1            2                  3                    4            5

Kemampu       Kemampuan      1. Peserta didik   1.1. Peserta didik
an            membaca           mampu                mampu
Membaca       huruf A-Z         membaca              mengeja huruf
                                huruf A-Z            dari A-Z
                                                1.2. Peserta didik
                                                     mampu
                                                     membaca kata-
                                                     kata sederhada
Kegiatan      Persiapan      1. Peserta didik   1.1. Peserta didik
pembelaja                      mampu                 mampu
ran                            mempersiapk           menyaipakan
                               an alat tulis         alat tulis yang
                               yang                  digunakan
                               dibutuhkan            dalam
                               dalam proses          pembelajaran
                               pembelajaran          membaca
                               membaca          1.2. Perserta didik
                                                     mampu
                                                     menyiapkan
                                                     alat media
                                                     pembelajaran
                                                     papan
                                                     alphabetis dari
                                                     kayu.
                                                                       51




                                                                    Item
Variabel     Dimensi         Indikator          Sub indikator
                                                                    Soal
           Pelaksanaan    1. Peserta didik   1.1. Peserta didik
                             mampu                mampu
                             membaca              menempelkan
                             huruf                huruf ke papan
                             alphabetis           alphabetis
                             dari A-Z             sesuai dengan
                                                  yang diinginkan
                                                  tutor,
                                             1.2. Peserta didik
                                                  mampu
                                                  membaca kata-
                                                  kata sederhana
                                                  dari huruf
                                                  alphabet yang
                                                  di temple di
                                                  papan
                                                  alpahbetis
           Hasil          Hasil akhir        Pelaksanaan
                                             Evaluasi




E. Teknik Analisis Data

      Analisis data adalah proses menyeleksi, menyederhanakan,
memfokuskan, mengabstraksikan, mengorganisasikan data secara
sistematis dan rasional sesuai dengan tujuan penelitian, serta
mendeskripsikan data hasil penelitian itu dengan menggunakan tabel
sebagai alat bantu untuk memudahkan dalam menginterpretasikan.
Kemudian data hasil penelitian pada masing-masing tabel tersebut
                                                                       52




diinterpretasikan (pengambilan makna) dalam bentuk naratif (uraian)
dan dilakukan penyimpulan.

       1. Uji Persyaratan Analisis
          Merupakan prosedur penelitian yang digunakan untuk
          proses data agar data mempunyai makna untuk menjawab
          masalah dalam penelitian ini dan menguji hipotesis. Data
          analisis dengan statistic deskriptif dan inferensial. Statistic
          deskriptif   digunakan     untuk   mengetahui   kecendrungan
          pemusatan data (mean, median, modus), kecendrungan
          penyebaran data (rentangan dan simpangan baku) serta
          pembuatan      table   frekuensi   dan   histrogram.   Statistik
          Inferensil digunakan untuk menguji hipotesis dan membuat
          generalisasi. Adapun persyaratan yang harus dipenuhi:
       a. Menguji Normalitas data adalah pengujian yang dilakukan
          untuk mengetahui apakah data atau populasi berdistribusi
          normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan uji
          liliefors. Jika Lhitung> Ltabel, maka data yang diuji beras Nal
          dari data yang berdistribusi Normal.

       b. Melakukan uji homogenitas varians, dilakukan dengan uji
          fisher. Apabila pengujian menunjukan Fhitung > Ftabel, maka
          populasi memiliki varians yang homogrn (sama). Uji
          homogebitas ini dilakukan dengan menggunakan rumus F
          pada taraf signifikan α=0,05 sebagai berikut:


        F=S ²   1




             S2²
        Keterangan:
                                                                  53




     c.   S1²    = Varian Terbesar

     d.   S2²    = Varian Terkecil

          Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui distribusi
     data skor akhir penerapan metode Kooperatif STAD, pada
     warga belajar di PKBM Mitra Buruh Nusantara.

 2. Analisis Data
      Setelah dilakukan uji persyaratan analisis data langkah
      terakhir   adalah   menguji    hipotesis   penelitian   dengan
      menggunakan pengujian kesamaan dua rata-rata : uji dua
      pihak, yaitu dengan uji-t. data didapat dari posttest
      kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan melalui
      angket dan kuesioner. Rumus t tersebut dibandingkan
      dengan t1 – α, dimana t1 – α didapat dari daftar distribusi t
      dengan pelunag (1- α) dan dk = (n1+n2-2). Untuk menguji
      hipotesis digunakan uji-t dengan taraf signifikan α= 0,005,
      pengujian uji-t adalah sebagai berikut:


t=        XA - XB

          S2A + S2B

          nA        nB


Keterangan :

XA = Rata-rata skor hasil belajar warga belajar Paket B kelas
eksperimen

XB = Rata-rata skor hasil belajar warga belajar Paket B kelas
kontrol
                                                            54




SA2 = Varian kelompok eksperimen

SB2 = Varian kelompok kontrol

nA = Banyaknya data kelompok eksperimen

nB = Banyaknya data kelompok kontrol



 3. Hipotesis Statistik

    H0=µA=µB

       Artinya,   penggunaan     media   pembelajaran   papan
alphabetis tidak dapat meningkatkan kemampuan membaca
huruf a-z pada peserta didik kelompok A di PAUD Tansera 07
yang terdapat di kelurahan tanah sereal, kecamatan tambora,
jakarta barat.

H1=µA>µB

       Artinya,   penggunaan     media   pembelajaran   papan
alphabetis dapat meningkatkan kemampuan membaca huruf a-z
pada peserta didik kelompok A di PAUD Tansera 07         yang
terdapat di kelurahan tanah sereal, kecamatan tambora, jakarta
barat.Keterangan

       H0= hipotesis nol
       H1= hipotesis tandingan
       µA= skor rata-rata
       µB= skor rata-rata
                                                              55




Kriteria Pengujian

       Tolak H0 apabila µ hitung < µ tabel, dan terima H1 apabila
µ hitung > µ tabel. Harga µ (1-a) atau µ tabel didapat dari
distribusi µ dengan taraf signifikasnsi (a)= 0,05.
                                                                   56




                     DAFTAR PUSTAKA



Anderson, R. H. 1987. Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk
      Pembelajaran, Alih bahasa oleh: Yusufhadi Miarso, dkk., edisi 1.
      Jakarta: Penerbit CV. Rajawali.

Anjanee, Language Experience Approach Valsayn Teachers' College
      Trinidad and Tobago Primary Subject - Language Arts, UK:
      Buster's Bookshelf, 2003.

Arikunto, Suharsimi dan Jabar, Cepi Safruddin Abdul, Evaluasi
      Program Pendidikan Pedoman Teorits Praktis bagi Praktisi
      Pendidikan, Jakarta: Bumi aksara, 2004.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek
      Edisi Revisi V, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Arsyad, A. 2002. Media Pembelajaran, edisi 1. Jakarta: PT. Raja
      Grafindo Persada.

Ashbery ,John, Language Experience Approach, November 2007.

Bruner, J. S. 1966. Toward a Theory of Instruction. Cambridge: Harvad
      University.

Burkard, Tom, Understanding and Facilitating Adult Learning, San
      Fransisco: Josey Bass Publlishers, 1999.

Criticos, C. 1996. Media selection. Plomp, T & Ely, D.P (Eds):
      International Encyclopedia of Educational Technology, 2nd ed.
      UK: Cambridge University Press. pp. 182 - 185.
                                                                     57




Degeng, N. S. 2001. Media Pembelajaran. Dalam kumpulan makalah
      PEKERTI     (Pengembangan      Keterampilan   Instruntur)   untuk
      Quatum Teaching. Karya tidak diterbitkan.

Gagne, R. M. 1985. The Condition of Learning and Theory of
      Instruction, 4th ed. New York: CBS College Publishing.

Gagne, R.M., Briggs, L.J & Wager, W.W. 1988. Principles of Instruction
      Design, 3rd ed. New York: Saunders College Publishing.

Gazali, Syukur, Perolehan dan Pengajaran Bahasa Kedua, Jakarta:
      Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan
      Nasional, 2000.

Hamalik, O. 1994. Media Pendidikan, cetakan ke-7. Bandung: Penerbit
      PT. Citra Aditya Bakti.

Heinich, R., Molenda, M., & Russel, J.D. 1993. Instructional Media and
      the New Technologies of Instruction, 4th ed. New York:
      Macmillan Publishing Company.

Sadiman, A.S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahadjito. 1990. Media
      Pendidikan: pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya,
      edisi 1. Jakarta: Penerbit CV. Rajawali.

Sudjana, N. & Rivai, A. 1992. Media Pengajaran. Bandung: Penerbit
      CV. Sinar Baru Badung.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: PTK.doc
Stats:
views:261
posted:6/21/2012
language:Malay
pages:15