Docstoc

Teori belajar kognitifistik

Document Sample
Teori belajar kognitifistik Powered By Docstoc
					      Teori belajar kognitifistik

      Kognitif adalah salah satu ranah dalam pendidikan. Secara umum kognitif diartikan
potensi intelektual yang terdiri dari tahapan (a) pengetahuan (knowledge), (b) pemahaman
(comprehention), (c) penerapan (aplication), (d) analisa (analysis), (e) sintesa (sinthesis), (f)
evaluasi (evaluation). Kognitif berarti persoalan yang menyangkut kemampuan untuk
mengembangkan kemampuan rasional/akal.

      Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan
aspek rasional yang dimiliki oleh orang lain. Oleh sebab itu teori kognitif berbeda dengan
teori behavioristik, yang lebih menekankan pada aspek kemampuan prilaku yang diwujudkan
dengan cara kemampuan merespon terhadap stimulus yang datang kepada dirinya.

      Teori kognitif merupakan suatu bentuk teori belajar yang sering disebut sebagai model
perseptual, yaitu proses untuk membangun atau membimbing siswa dalam melatih
kemampuan mengoptimalkan proses pemahaman terhadap suatu obyek.

      Teori kogniitif menyatakan bahwa tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi
serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan dirinya. Belajar merupakan
perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai sesuatu yang
dampak.

      Teori kognitif ini sangat besar pengaruhnya dalam proses pembelajaran, akibatnya
pembelajaran di Indonesia pada umumnya lebih cenderung cognitif oriented (berorientasi
pada intelektual/kognisi). Implikasinya lulusan/out put pendidikan atau pembelajaran kaya
intelektual tetapi kering/miskin moral kepribadian.

      Mestinya proses pembelajaran harus mampu menjaga keseimbangan antara peran
kognisi dan peran afeksi, sehingga lulusan pendidikan memiliki kualitas intelektual dan moral
kepribadian yang seimbang.

      Secara umum teori kognitif memiliki pandangan bahwa belajar atau pembelajaran
adalah suatu proses yang lebih menitik beratkan proses membangun ingatan, retensi,
pengolahan informasi, emosi dan aspek-aspek yang berkaitan dengan intelektualitas lainnya.
Oleh sebab itu belajar juga dapat dikatakan bagian dari kegiatan yang melibatkan proses
berpikir yang sangat kompleks dan komprehensif.
     Semoga pembahasan yang singkat ini bisa membantu kawan-kawan semuanya. Oh ya,
pembahasan tentang teori kognitif ini tidak hanya berhenti sampai di sini loh ya, masih ada
pembagian-pembagian lagi yang perlu dipelajari. Seperti teori perkembangannya Piaget,
Bruner dan lain-lain.

     Nah, makanya kalau ndak pingin ketinggalan informasi, jangan sungkan-sungkan
masuk terus sekolahnya. Gak bayar kok, paling kamu cuman bayar buat koneksi ke
internetnya aja... heheee, Sama aja ya, tapi yang pasti di sekolah ini dijamin lebih hemat deh
ketimbang kamu sekolah di tempat kamu sekolah atau kuliah sekarang.

     Buat ucapan yang terakhir nih ya, selamat belajar, semoga sukses. Jadilah orang yang
dapat berguna bagi orang lain, karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat
berguna bagi orang lain apa lagi negara dan tidak terkecuali agama.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:88
posted:6/20/2012
language:Indonesian
pages:2
Description: Secara umum teori kognitif memiliki pandangan bahwa belajar atau pembelajaran adalah suatu proses yang lebih menitik beratkan proses membangun ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan aspek-aspek yang berkaitan dengan intelektualitas lainnya. Oleh sebab itu belajar juga dapat dikatakan bagian dari kegiatan yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks dan komprehensif.