Cara Membaca Pikiran Seseorang lewat Bahasa Tubuh by iyanpurnama

VIEWS: 68 PAGES: 2

More Info
									Cara Membaca Pikiran Seseorang lewat Bahasa Tubuh




membaca bahasa tubuh seseorang ternyata tidak terlalu susah kalau kita tau caranya,
Percaya atau tidak bahasa tubuh adalah sesuatu yang tidak bisa dimanipulasi oleh
siapapun.

Bahasa tubuh orang berbohong:
1. Menutup mulut dan berbatuk. Orang secara refleks menutup mulutnya saat
berbohong. Berusaha menghentikan mulutnya untuk mengeluarkan kebohongan. Lain
lagi jika lawan bicara kita menutup mulut, itu artinya dia pikir kita berbohong.
2. Menyentuh hidung. Menyentuh hidung sebagai bentuk ‘pelesetan’ dari menutup
mulut yang menjauh menjadi ke bawah hidung secara halus.
3. Memalingkan pandangan. Orang yang berbohong selalu ingin memalingkan
pandangan ke arah lain.
4. Peningkatan kedipan mata. Peningkatan kedipan mata sebagai bentuk rasa gugup
dari seseorang yang berbohong.
5. Menggaruk leher. Gerakan ini merupakan respon saraf-saraf di sekitar leher pada
saat berbohong akan terasa gatal.

Bahasa tubuh orang tertarik:
1. Meletakan tangan di dada. Gerakan ini menunjukkan sebuah penerimaan. Biasanya
diiringi oleh bahasa lisan, seperti janji dan kekaguman.
2. Mendekat. Jika seseorang tertarik, tanpa sadari dia akan mendekatkan dirinya pada
orang yang menarik perhatiannya.
3. Menunjuk dengan kaki. Gerak isyarat ini biasanya terjadi dalam posisi berdiri. Arah
kaki dapat menunjukkan ketertarikan seseorang, entah secara seksual, entah dengan
ide-ide yang sedang dibicarakan orang tersebut.
4. Kombinasi tatapan dan perubahan pupil mata. Jika seseorang tertarik, tatapannya
akan tertahan untuk waktu yang lebih lama dari biasanya.
5. Merapikan rambut. Baik pria maupun wanita, jika bertemu dengan lawan jenis dan
merasa tertarik, mereka pasti akan merapikan atau menyentuh bagian rambutnya,
bahkan seorang botak.
6. Mengentakkan Kepala. Gerakan ini biasa dilakukan wanita dan dibarengi dengan
menyibakkan rambut ke belakang sehingga leher terlihat jelas.
7. Merapikan baju. Bisa berupa merapikan lipatan kerah, lipatan tangan, menarik rok,
menggosok sedikit bagian pundak, atau bagian busana lainnya.

Bahasa tubuh orang yang menolak atau marah:
1. Menyilang tangan di dada. Gerakan ini menunjukkan seseorang berada dalam
kondisi tertutup (tidak nyaman) terhadap lingkungan sekitarnya. Saat sedang duduk,
isyarat ini seringkali diperkuat dengan menyilangkan kaki atau tungkai.
2. Kombinasi gerakan tangan dan tatapan. Bahasa tubuh seperti ini biasanya terjadi
saat seseorang tidak mempunyai keberanian untuk mengemukakan pendapat dan
ketidaksukaannya terhadap seseorang.

Bahasa tubuh orang yang merasa berkuasa:
1. Meletakan kaki di atas meja. Meskipun terbilang kurang sopan, mengangkat kaki
menunjukkan penguasaan seseorang atas lingkungannya.
2. Tangan dilipat ke belakang. Biasanya, gerakan isyarat ini dilakukan saat sedang
berdiri atau berjalan.
3. Menghembuskan rokok ke atas. Seorang perokok sering kali menunjukkan
kekuasaannya dengan cara mengembuskan asap rokoknya ke atas sambil
memonyongkan sedikit mulutnya.

Bahasa tubuh orang sedih, kecewa atau stres:
1. Menunduk dan tangannya mengusap kepala bagian belakang.
2. Mengusap jidat. Gerakan ini biasanya didukung dengan raut wajah.

Bahasa tubuh lain dengan gerakan tangan:
1. Memainkan kacamata. Gerakan ini menunjukkan seseorang ingin mengulur-ulur
waktu sampai ia merasa nyaman mengambil keputusan.
2. Mengusap dagu. Saat seseorang menempelkan tangan di dagu dan mulai
mengusapnya secara perlahan, proses pengambilan keputusan sedang berlangsung.
Mirip dengan bahasa tubuh memainkan kacamata, hanya saja dilakukan oleh orang
yang tidak berkaca mata.
3. Tangan di pinggang. Gerakan ini menunjukkan keagresifan dan kesiagaan
seseorang terhadap lingkungannya.
4. Memasukkan ibu jari ke saku depan. Gerak isyarat ini menunjukkan agrsivitas secara
seksual jika terjadi pada dua orang atau lebih dari jenis kelamin yang berbeda. Jika
sesama pria melakukan bahasa tubuh ini, ada dua kemungkinan, mereka mengalami
kelainan atau akan terjadi perkelahian di antara mereka tak lama lagi.

								
To top