Docstoc

MAKALAH KENAKALAN REMAJA

Document Sample
MAKALAH KENAKALAN REMAJA Powered By Docstoc
					MAKALAH
 KENAKALAN REMAJA




         Disusun oleh :
    GISTA PRATAMA PUTRI


 SMA NEGERI 2 NGAWI
Tahun Pelajaran 2011/2012




                            1
                                    KATA PENGANTAR


       Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas rahmat serta Ridho-Nya saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Kenalan Remaja ini. Tak lupa Sholawat serta salam kita
ucpkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan safaatnya di yaumul akhir
nanti. Amin.
       Pada makalah ini akan dibahas tentang kenakalan remaja, beserta faktor-faktor atau
penyebab terjadinya suatu kenakalan pada remaja tersebut serta bagaimana cara untuk mencegah
dan mengatasi kenakalan remaja tersebut.
       Saya selaku penulis menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan, kritik serta saran yang membangun dari pembaca, saya harapkan
agar kedepannya makalah ini dapat jauh lebih baik lagi.




       Penulis


       Gista Pratama




                                                                                          2
                                                           DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI` ............................................................................................................      3
BAB I ISI
  A. Masa Remaja ....................................................................................................         4
  B. Remaja dan Rokok ...........................................................................................             4
  C. Penyimpangan Seks Pada Remaja ...................................................................                        5
  D. Dampak kenakalan Remaja ..............................................................................                   10
  E. Cara Menangani Kenakalan Remaja ................................................................                         10
  F. Remaja Dan Perilaku Hidup Sehat ..................................................................                       12
BAB II PENUTUP
     A. Kesimpulan ...................................................................................................        13
     B. Saran .............................................................................................................   14




                                                                                                                                   3
                                         BAB I I
                                      PEMBAHASAN

A. MASA REMAJA

            Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu
 tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku,
 dan juga penuh dengan masalah-masalah. Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali
 mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat
 terjadinya perubahan sosial.
            Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya
 usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Terbukti dengan meningkatnya tindakan
 kriminal di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi banyak juga dari
 kalangan para remaja. Tindakan kenakalan remaja sangat beranekaragam dan bervariasi dan
 lebih terbatas jika dibandingkan tindakan kriminal orang dewasa. Motivasi para remaja sering
 lebih sederhana dan mudah dipahami misalnya pencurian yang dilakukan oleh seorang remaja,
 hanya untuk memberikan hadiah kepada mereka yang disukainya dengan maksud untuk
 membuat kesan impresif yang baik atau mengagumkan.
            Dalam perkembangannya seringkali remaja menjadi sering kali bingung karena
 kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk
 bersikap mandiri dan dewasa. Dampak dari kenakalan remaja yang terjadi, tak sedikit keluarga
 yang harus menanggung malu. Hal ini tentu sangat merugikan, dan biasanya anak remaja yang
 sudah terjebak kenakalan remaja tidak akan menyadari tentang beban keluarganya.

B. REMAJA DAN ROKOK

            Merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing di ligkungan
 masyarakat dan bahkan di lingkungan keluarga. Kebiasaan merokok dianggap dapat
 memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk
 bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat
 di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya. Beberapa motivasi yang
 melatarbelakangi seseorang merokok adalah untuk mendapat pengakuan dari teman sepergaulan,
 untuk menghilangkan kekecewaan, dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar
 norma. Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya
 dilakukan di depan orang lain, terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka ingin
 diakui dan dianggap sebagai anak yang berani dalam suatu kelompok tersebut.

 Penyebab Remaja Merokok

 1. Pengaruh orang tua
            Salah satu fenomena tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang
    berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan
    anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi
    perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang
    bahagia. Sikap orang tua yang terlalu otoriter terhadap anaknya juga dapat menimbukan
    tindakan-tindakan menentang orang tua serta tindakan yang mereka anggap dapat
    menghilangkan kejenuhan di dalam rumah seperti merokok ini.

 2. Pengaruh teman
           Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja yang merokok maka
    semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya.
    Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh
    teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja

                                                                                            4
    tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Hal ini disebabkan karena adanya
    rasa solidaritas teman (bersifat negatif).

 3. Faktor Kepribadian
            Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri
    dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Hal tersebut merupakan
    salah satu dari sekian banyak fktor yang memicu seorang remaja menjadi seorang perokok.
 4. Pengaruh Iklan
            Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa
    perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk
    mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut.

C. PENYIMPANGAN SEKS PADA REMAJA

         Kita telah ketahui bahwa kebebasan bergaul remaja sangatlah diperlukan agar mereka
 tidak "kuper" dan "jomblo" yang biasanya jadi anak mama. "Banyak teman maka banyak
 pengetahuan". Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa yang kita inginkan. Mungkin
 mereka suka hura-hura, suka dengan yang berbau pornografi, dan tentu saja ada yang bersikap
 terpuji. Agar kita tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang menyesatkan. Masa remaja
 merupakan suatu masa yang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang di dalamnya penuh
 dengan dinamika dan pilihan. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap
 pembentukan diri remaja itu sendiri. Masa remaja dapat dicirikan dengan banyaknya rasa ingin
 tahu pada diri seseorang dalam berbagai hal, tidak terkecuali bidang seks. Seiring dengan
 bertambahnya usia seseorang, organ reproduksipun mengalami perkembangan dan pada
 akhirnya akan mengalami kematangan. Kematangan organ reproduksi dan perkembangan
 psikologis remaja yang mulai menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik
 elektronik maupun non elektronik akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seksual individu
 remaja tersebut. Salah satu masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal
 kematangan organ reproduksi pada remaja adalah masalah kehamilan yang terjadi pada remaja
 diluar pernikahan. Apalagi apabila kehamilan tersebut terjadi pada usia sekolah. Siswi yang
 mengalami kehamilan biasanya mendapatkan respon dari dua pihak. Pertama yaitu dari pihak
 sekolah, biasanya jika terjadi kehamilan pada siswi, maka sekolah meresponya dengan sangat
 buruk dan berujung dengan dikeluarkannya siswi tersebut dari sekolah. Kedua yaitu dari
 lingkungan di mana siswi tersebut tinggal, lingkungan akan cenderung mencemooh dan
 mengucilkan siswi tersebut. Hal tersebut terjadi jika karena masih kuatnya nilai norma
 kehidupan masyarakat kita. Kehamilan remaja adalah isu yang saat ini mendapat perhatian
 pemerintah. Karena masalah kehamilan remaja tidak hanya membebani remaja sebagai individu
 dan bayi mereka. Beberapa sebab kehamilan termasuk rendahnya pengetahuan tentang keluarga
 berencana, perbedaan budaya yang menempatkan harga diri remaja di lingkungannya,
 ketergantungan kebutuhan, dan keinginan yang sangat untuk mendapatkan kebebasan. Selain
 masalah kehamilan pada remaja masalah yang juga sangat menggelisahkan berbagai kalangan
 dan juga banyak terjadi pada masa remaja adalah banyaknya remaja yang mengidap HIV/AIDS.

 Remaja dan HIV/AIDS

         Penularan virus HIV ternyata menyebar sangat cepat di kalangan remaja dan kaum
 muda. Penularan HIV di Indonesia terutama terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman.
 Dari beberapa penelitian terungkap bahwa semakin lama semakin banyak remaja di bawah usia
 18 tahun yang sudah melakukan hubungan seks. Cara penularan lainnya adalah melalui jarum
 suntik (pemakaian jarum suntik secara bergantian pada pemakai narkoba). Beberapa penyebab
 rentannya remaja terhadap HIV/AIDS adalah sebagai berikut:
  1. Kurangnya informasi yang benar mengenai perilaku seks yang aman dan upaya pencegahan
      yang bisa dilakukan oleh remaja dan kaum muda. Kurangnya informasi ini disebabkan
      adanya nilai-nilai agama, budaya, moralitas dan lainlain, sehingga remaja seringkali tidak
                                                                                              5
          memperoleh informasi maupun pelayanan kesehatan reproduksi yang sesungguhnya dapat
          membantu remaja terlindung dari berbagai resiko, termasuk penularan HIV/AIDS.
     2.   Perubahan fisik dan emosional pada remaja yang mempengaruhi dorongan seksual. Kondisi
          ini mendorong remaja untuk mencari tahu dan mencoba-coba sesuatu yang baru, termasuk
          melakukan hubungan seks dan penggunaan narkoba.
     3.   Adanya informasi yang menyuguhkan kenikmatan hidup yang diperoleh melalui seks,
          alkohol, narkoba, dan sebagainya yang disampaikan melalui berbagai media cetak atau
          elektronik.
     4.   Adanya tekanan dari teman sebaya untuk melakukan hubungan seks, misalnya untuk
          membuktikan bahwa mereka adalah jantan.
     5.   Informasi mengenai penularan dan pencegahan HIV/AIDS rupanya juga belum cukup
          menyebar di kalangan remaja. Banyak remaja masih mempunyai pandangan yang salah
          mengenai HIV/AIDS.
     6.   Remaja pada umumnya kurang mempunyai akses ke tempat pelayanan kesehatan
          reproduksi dibanding orang dewasa. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya remaja
          yang terkena HIV/AIDS tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi, kemudian menyebar ke
          remaja lain, sehingga sulit dikontrol.

     Penyalahgunaan Narkoba

            Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian.
     Tetapi karena berbagai alasan mulai dari keinginan untuk dicoba-coba, ikut trend atau gaya,
     lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll maka narkoba kemudian disalahgunakan.
     Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi
     yang disebut juga dengan kecanduan. Kebanyakan kaum remaja yang terjerumus ke dalam hal-
     hal yang tidak baik (nakoba, dll) karena faktor-faktor sebagai berikut :
1.   Ingin membuktikan suatu kebenaran
2.   Ingin menunjukkan tindakan menentang pada orang tua yang otoriter
3.   Ingin melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman emosional
4.   Ingin mencari dan menemukan arti hidup
5.   Ingin mengisi kekosongan dan kebosanan
6.   Ingin menghilangkan kegelisahan
7.   Solidaritas diantara kawan (negatif)
8.   Karena iseng
     Dampak Penyalahgunaan Narkoba

            Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah
     ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan
     gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat dan organ-
     organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba pada
     seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi
     atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis
     maupun sosial seseorang.

   Dampak Fisik:
1. Gangguan pada sistem saraf seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan
   syaraf tepi
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan
   peredaran darah
3. Gangguan pada kulit seperti: penanahan, alergi
4. Gangguan pada paru-paru seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan
   jaringan paru-paru
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan
   hati dan sulit tidur
                                                                                                6
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan pada endokrin, seperti: penurunan
   fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode
   menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara
   bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat
   ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba
   melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

   Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

    Dampak Sosiai:
    1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
    2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
    3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

          Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan
    mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi
    obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk
    mengkonsumsi. Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti
    dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

    Bahaya Narkoba Bagi Remaja

           Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa
    dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk
    perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan
    remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa
    remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-
    senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa
    juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan
    bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah
    menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan
    HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum
    suntik secara bergantian. Dan penyakit yang ditimbulkan dari pemakaian narkoba tersebut
    belum ada obatnya smpai saat ini.




D. DAMPAK KENAKALAN REMAJA
         Kenakalan dalam keluarga: Remaja yang labil umumnya rawan sekali melakukan hal-hal
   yang negatif, di sinilah peran orang tua. Orang tua harus mengontrol dan mengawasi putra-putri
   mereka dengan melarang hal-hal tertentu.Namun, bagi sebagian anak remaja, larangan-larangan
                                                                                                7
     tersebut malah dianggap hal yang buruk dan mengekang mereka. Akibatnya, mereka akan
     memberontak dengan banyak cara. Tidak menghormati, berbicara kasar pada orang tua, atau
     mengabaikan perkataan orang tua adalah contoh kenakalan remaja dalam keluarga.
            Kenakalan dalam pergaulan: Dampak kenakalan remaja yang paling nampak adalah
     dalam hal pergaulan. Sampai saat ini, masih banyak para remaja yang terjebak dalam pergaulan
     yang tidak baik. Mulai dari pemakaian obat-obatan terlarang sampai seks bebas. Menyeret
     remaja pada sebuah pergaulan buruk memang relatif mudah, dimana remaja sangat mudah
     dipengaruhi oleh hal-hal negatif yang menawarkan kenyamanan semu. Akibat pergaulan bebas
     inilah remaja, bahkan keluarganya, harus menanggung beban yang cukup berat.
            Kenakalan dalam pendidikan: Kenakalan dalam bidang pendidikan memang sudah
     umum terjadi, namun tidak semua remaja yang nakal dalam hal pendidikan akan menjadi sosok
     yang berkepribadian buruk, karena mereka masih cukup mudah untuk diarahkan pada hal yang
     benar. Kenakalan dalam hal pendidikan misalnya, membolos sekolah, tidak mau mendengarkan
     guru, tidur dalam kelas, dll.
     E. CARA MENANGANI KENAKALAN REMAJA

            Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja
     merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remajalah masa depan bangsa ini
     digantungkan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah
     semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :

      Peran Orang tua :
    · Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak balita
    · Membekali anak dengan dasar moral dan agama
    · Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orang tua dan anak
    · Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
    · Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan
      yang sehat
    · Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak
    · Hindarkan anak dari NAPZA

      Peran Guru :
      · Bersahabat dengan siswa
      · Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
      · Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler
      · Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga
    · Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP
    · Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas
    · Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain
    · Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat
    · Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah
    · Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalah hal
      fisik, mental, spiritual dan sosial
    · Meningkatkan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA

    Peran Pemerintah dan Masyarakat:
    · Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti
    · Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga dan
      bermain
    · Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas
    · Memberikan keteladanan
    · Menanggulangi NAPZA, dengan menerapkan peraturan dan hukumnya secara tegas
    · Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan

                                                                                               8
  Peran Media :
· Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesaui usia)
· Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif)
· Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk
  remaja



 F. REMAJA DAN PERILAKU HIDUP SEHAT

 Remaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja:
 1. Mengerti tujuan hidup
 2. Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan kematangannya.
 3. Bergaul dengan bijaksana
 4. Terus menerus memperbaiki diri

         Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjaga remaja yang handal dan sehat.
 Remaja harus mengetahui dirinya memiliki kekhawatiran dan harapan, dengan kata lain remaja
 harus mengerti dirinya sendiri. Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain fisik,
 intelektual, emosional, spiritual. Bagaimana seseorang remaja melihat dirinya sendiri, orang lain
 serta hubungannya dengan orang lain termasuk orang tua dan pembina? Kadang-kadang ia ingin
 dianggap sebagai anak-anak, orang dewasa, orang lain dianggap sebagai orang tua, teman.
 Yang paling penting diketahui oleh remaja adalah bagaimana remaja dapat berproses :
 1. Menuju fisik yang ideal
 2. Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh
 3. Menuju cara berfikir dewasa
 4. Menuju mempercayai hal-hal yang agamais, bersifat falsafah dan bersifat tatakrama




                                            BAB II
                                           PENUTUP

A. KESIMPULAN

         Kenakalan remaja merupakan pelampiasan masalah yang dihadapi oleh kalangan remaja
 yang tindakannya menyimpang dari norma dan nilai-nilai dalam lingkungan masyarakat ataupun
 keluarga yang disebabkan oleh beberapa faktor yang sering mendominasi munculnya kenakalan
 pada remaja tersebut. Baik itu faktor intern dan faktor ekstern yang dapat menimbulkan
 beberapa masalah dan dampak dari masalah tersebut mengakibatkan munculnya diskriminasi
 dan pemberian cap terhadap pelaku penyimpangan tersebut. Terdapat pula brbagai cara untuk
 mencegah dan mengatasi kenakalan remaja diantaranya dengan menciptakan suasana harmonis
 dalam keluarga, dan lain-lain.
                                                                                                9
B. SARAN

  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ...........................................................................................................................................................
  ......................................................................




                                                                                                                                                         10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3106
posted:6/18/2012
language:
pages:10
Description: MAKALAH KENAKALAN REMAJA