LAPORAN PRAKTEK KERJA PERPUSTAKAAN PUST2290 DI PERPUSTAKAAN DAERAH,ARSIP DAN DOKUMENTASI
Shared by: AlinsaniNgawi
Categories
-
Stats
- views:
- 6337
- posted:
- 6/18/2012
- language:
- Indonesian
- pages:
- 27
Document Sample


LAPORAN
PRAKTEK KERJA PERPUSTAKAAN PUST2290
DI PERPUSTAKAAN DAERAH,ARSIP DAN DOKUMENTASI
KABUPATEN NGAWI
Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas untuk menyelesaikan program studi
Diploma II ilmu Perpuistakaan
Universitas Terbuka
Disusun Oleh
GUMILAR ARIFIN
017 203 984
2012.1
UPBJJ-UT SURABAYA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2012
LAPORAN
PRAKTEK KERJA PERPUSTAKAAN PUST2290
DI PERPUSTAKAAN DAERAH,ARSIP DAN DOKUMENTASI
KABUPATEN NGAWI
Disusun Oleh
GUMILAR ARIFIN
017 203 984
2012.1
UPBJJ-UT SURABAYA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TERBUKA
TAHUN 2012
LEMBAR PENGESAHAN
Praktek kerja perpustakaan di kantor Perpustakaan,arsip dan Dokumentasi kabupaten ngawi
guna memenuhi dan melengkapi standart kelulusan perkulihan Universitas Terbuka (UT)
Program D2 PERPUSTAKAAN KabupatenNgawi
Tahun 2012
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : GUMILAR ARIFIN
NIM : 017 203 984
Jurusan : D2 PERPUSTAKAAN
UPBJJ.UT : NGAWI
Telah melakukan Praktek kerja perpustakaan, Arsip dan dokumentasi
Kabupaten Ngawi dari tanggal 12 April s/d 16 Mei 2012.
Ngawi, 18 Mei 2012
Pembimbing Mahasiswa
SUYATNO. SE GUMILAR ARIFIN
NIP. 19680522 198903 1 005 NIM. 017 203 984
Mengesahkan,
Kepala UPBJJ. UT NGAWI Kepala Kantor
Perpustakaan,Arsip dan Dokumentasi
Kab Ngawi
JONI WIBAWA, SH YONI WASONO,SH
Pembina Tb.I Pembina Tb. I
NIP. 19640614 199207 1 001 NIP. 19611221 198303 1 010
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan Praktek Kerja
Perpustakaan di Perpustakaan,Arsip dan dokumentasi daerah kabupaten Ngawi serta dapat
menyusun laporan ini yang merupakan persyaratan menyelesaikan Program Studi
Perpustakaan.
Laporan ini disusun berdasarkan data-data yang diperoleh dari Perpustakaan,Arsip
dan Dokumentasi Daerah Ngawi selama Praktek Kerja Perpustakaan selama kurang lebih
satu Bulan. Penyusunan Laporan ini tidak lepas dari bantuan dari beberapa pihak yang telah
membimbing dan mengarahkan dalam melaksanakan Praktek Kerja Perpustakaan. Dalam
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu dan membimbing sehingga laporan ini dapat terselesaikan, yaitu ucapan terima
kasih kepada :
1. Prof. Dr Rusijono m.Pd sebagai pengarah Ka UPBJJ. UT Surabaya.
2. Drs Abimayu . M SI sebagai Pengarang Ka Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi.
3. Yoni Warsono SH sebagai Penanggung jawab Ka Kantor Perpustakaan,Arsip dan
Dokumentasi.
4. Dra Sri Trisnaningsih. M Pd sebagai Ketua Pelaksana Dosen UT UPBJJ Surabaya.
5. Suyatno. SE sebagai Pembimbing Kasi Pelayanan dan Referensi.
Dengan segala keterbatasan kemampuan serta pengetahuan di sadari bahwa laporan
praktek kerja perpustakaan masih jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang dapat
melengkapi penyajian dan isi laporan ini sesuai yang diharapkan.
Akhir kata semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi semua
pihak serta pembacapada umumnya.
Ngawi, 18 Mei 2012
Gumilar Arifin
DARTAR ISI
SAMPUL ....................................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN.
A. Latar Belakang ..................................................................... 1
B. Tujuan Praktek kerja perpustakaan ........................................ 1
BAB II HASIL PRAKTEK PERPUSTAKAAN
A. Pengadaan Bahan Pustaka ..................................................... 2
B. Pengolahan Bahan pustaka .................................................... 3
C. Layanan Bahan Pustaka ......................................................... 8
D. Statistik Koleksi ..................................................................... 9
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN ................................................................... 10
B. SARAN/ REKOMENDASI ................................................ 10
REFERENSI/ DAFTAR PUSTAKA ............................................................ 11
LAMPIRAN
1. Lembar kerja praktek Pengadaan .......................................................... 12
2. Lembar Kerja Praktek Pengolahan ........................................................ 14
3. Lembar kerja Praktek Pelayanan ........................................................... 16
4. Dokumentasi ......................................................................................... 18
BAB I
PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perpustakaan merupakan tempat yang dapat memberikan informasi kepada
masyarakat yang membutuhkannya. Informasi ini dapat diperoleh dari berbagai jenis
bacaan yang disediakan di perpustakaan. Hal ini sesuai dengan fungsi Perpustakaan yaitu
sebagai tempat penyimpanan sesuai dengan Undang-Undang Deposit UU No.4 Tahun 1990
tentang wajib simpan karya cetak 7 rekam diatur PP No. 70 Tahun 1991 yang berisi
mewajibkan setiap penerbit, pencetak, produser mengirimkan contoh terbitannya ke
perpustakaan Nasional atau yang ditunjuk, juga berfungsi sebagai pendidikan yaitu tempat
belajar seumur hidup, penelitian berbagai ilmu pengetahuan yang membantu pelaksanaan
tugas dan hiburan.
Kegiatan utama setiap jenis perpustakaan adalah pengadaan, pengolahan dan
pelayanan bahan pustaka.Tidak semua orang yang bekerja di perpustakaan dapat disebut
pustakawan, karena mereka harus memenuhi syarat sebagai pustakawan. Adapun definisi
pustakawan menurut Organisasi Pustakawan Indonesia (namaya IPI singkatan dari Ikatan
Pustakawan Indonesia) adalah orang yang memberikan dan melaksanakan kegiatan
perpustakaan dalam usaha pemberian layanan/jasa kepada masyarakat sesuai dengan misi
yang diemban oleh badan induknya berdasarkan Ilmu Perpustakaan, Dokumentasi dan
Informasi yang diperolehnya melalui pendidikan. PKP merupakan kegiatan yang wajib
diikuti oleh mahasiswa D-II Ilmu Perpustakaan.
Hal ini dikarenakan mahasiswa atau calon pustakawan nantinya harus mempunyai
kemampuan yang kualified.
B. Tujuan Praktek Kerja Perpustakaan.
Penulisan Laporan Kerja Praktek ini merupakan Persyaratan menyeleseikan
Program D2 Perpustakaan dan mengembangkan kemampuan serta untuk mendapat gelar
Ahli Muda atau Ama pada Program studi D2 perpustakaan.
BAB II
Hasil Praktik Perpustakaan
BAB II
Hasil Praktek Perpustakaan
A. Pengadaan Bahan Pustaka .
Pengadaan bahan pustaka merupakan salah satu bidang perpustakaan yang
mempunyai tugas pengadaan dan mengembangkan koleksi bahan pustaka di suatu
perpustakaan, kegiatan yang dilakukan pada bidang kegiatan pengadaan ini adalah
pemilihan/seleksi koleksi maupun pembelian.
Adapun perolehan bahan pustaka di Perpustakaan daerah dilakukan dengan
berbagai cara yaitu dengan cara :
1. Pembelian.
Dalam melakukan pembelian buku untuk perpustakaan,tidak semudah pembelian
buku untuk pribadi. Hal ini karena menyangkut kelembagaan.untuk itu diperlukan
pertimbangan secara seksama karena menyangkut berbagai unsur di perpustakaan yaitu
yang berhubungan dengan staff,keuangan,prosedur yang harus di ikuti serta administrasi
berkas pengadaan.
2. Hadiah.
Kegiatan pemberian dan penerimaan hadiah bahan pustaka di perpustakaan
dilaksanakan oleh bagian pengadaan,hal ini sama dengan kegiatan pertukaran buku.
Pengadaan buku yang di peroleh dari hasil sumbangan/hadiah sangat penting untuk
membangun koleksi perpustakaan. Apakah cakupan buku-buku yang di sumbangkan sesuai
dengan kebijakan pengembangan koleksi yang telah di tetapkan sebelumnya.
Menurud sulistyo –Basuki (1991-223) hadiah bahan pustaka juga ada kaitannya
dengan deposid.
3. Tukar-menukar.
Tukar menukar bahan pustaka dilakukan antar perpustakaan atau instansi
Departemen atau yang berhubungan langsung dengan perpustakaan lain, buku yang
diperoleh melalui tukar menukar mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan
koleksibahan pustaka suatu perpustakaan. Dalam hal ini bahan pustaka dapat di peroleh
scara cuma-cuma sepanjang bahan pustaka tersebut bener-benar sesuai dengan tujuan
perpustakaan daerah, akan tetapi perpustakaan daerah slama ini jarang melakukannya.
B.Pengolahan Bahan Pustaka Kegiatan
Kegiatan perpustakaan setelah pengadaan adalah pengolahan. Scara garis besar
pekerjaanyang dilakukan adalah ;
1. Pemberian stempel iventaris
2. Pemberian nomor induk pada buku baru.
3. Pembuatan deskripsi bibliografi.
4. Pemberian tajuk subjek dan nomor klasifikasi
5. Pengetikan lembar stensi
6. Pengandaan kertu catalog menggunakan mesin
7. Penjajaran kartu catalog
8. Pemberian label
9. Penempelan kantong buku dan slip.
10. Penjajaran buku ke rak.
Kegiatan pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan penting yang
harus dilakukan oleh suatu perpustakaan sebelum melakukan kegiatan pelayanan kepada
pengguna. Kegiatan pengolahan bahan pustaka bertujuan untuk memudahkan penemuan
kembali bahan pustaka tersebut
Pengolahan bahan pustaka merupakan langkah yang harus dilakukan dalam suatu
perpustakaan, sejak bahan pustaka datang ke perpustakaan sampai saat siap untuk
dimanfaatkan atau dipinjam oleh pemakai. Menurut teori yang diperoleh setaiap bahan
pustaka yang masuk menjadi milik perpustakaan,oleh karena itu bahan pustaka tersebut
harus diinventarisasi/registrasi. Pencatat bahan pustaka biasanya dilakukan pada buku
induk,yaitu buku folio bergaris yang dibagi ke dalam kolom-kolom untuk mencatat
identitas bahan pustaka.
Kegunaan dari buku induk tersebut adalah untuk mengetahui jumlah koleksi yang
dimiliki baik menurut judul maupun ekspemplar. Di bagian Perpustakaan Daerah Ngawi
koleksi buku dicatat 2 eksemplar saja untuk buku yang sama, dengan alasan untuk efisiensi
tenaga danPengolahan bahan pustaka adalah kegiatan yang dilaksanakan setelah bahan
pustaka tersebut selesai diproses oleh tim pengadaan atau penerimaan, adapun uraian kerja
pengolahan bahan pustaka di perpustakaan Daerah Ngawi adalah sebagai berikut :
1. Registrasi Bahan Pustaka... meliputi
:a.Mengelompokkan jenis bahan pustaka (buku teks, majalah, jurnal, bulletin, prosiding
dan laporan penelitian)
b. Pencatatan indentitas buku ke dalam buku induk
c.Indentitas bahan pustaka dengan stempe
d.Penomoran bahan pustaka berdasarkan judul dan jumlah eksemplar.
Penomoran untuk bahan pustaka dengan judul yang sama paling banyak 2 eksemplar,
dengan alasan untuk efisiensi tempat dan tenaga.
Kartu majalah berisi keterangan tentang judul majalah/jurnal, nomor volume, tahun terbit
dan ISSN.
a. Membuat label/penulisan nomor panggil di atas sampul kiri bahan pustaka tersebut
b. Peneraan stempel perpustakaan pada halaman depan buku, halaman pertama, halaman
dua puluh selanjutnya selang 20 halaman-halaman.
2. Pengkatalogan
Pengkatalogan merupakan kegiatan untuk membuat wakil-wakil dokumen.
Kegiatannya meliputi pembuatan entri utama, jejakan, penentuan tajuk subjek dan nomor
klasifikasi. Pada pembuatan entri utama dilakukan pada waktu registrasi. Jejakan yang
dicatat adalah nama pengarang dan subjek masing-masing maksimal 3 (tiga) jejakan.
Penulisan nama pengarang semuanya dibalik. Sarana bantu yang digunakan dalam
pengkatalogan. Kegiatan lanjutan pengkatalogan, meliputi penyusunan kartu-kartu dalam
jajaran katalog, memberi perlengkapan fisik buku. Susunan kartu katalog berdasarkan
judul, pengarang dan subjek.
Perlengkapan fisik buku terdiri dari : penempelan label pada punggung buku dengan
jarak lebih kurang 3 cm dari tepi bawah. Apabila buku tipis, maka label buku tetap di
tengah. Unsur-unsur yang terdapat pada label buku adalah nomor klasifikasi, 3 huruf
pertama nama pengarang, dan huruf pertama judul buku. Untuk buku referensi
ditambahkan huruf R diatas nomor klasifikasi.
5. Pengerakan/selving
Pengerakan atau selving merupakan tahap akhir sebuah pengolahan bahan pustaka,
Dalam hal pengerakan, perpustakaan Daerah ngawi menganut system kelompok per
komoditas. Untuk kelompok text book, pengerakan dilakukan berdasarkan nomor
klasifikasi UDC, namun untuk kelompok skripsi, tesis serta disertasi pengerakannya dalam
satu lemari khusus. Koleksi Prosiding berdasarkan nomor urut dari buku induk barang.
Tajuk emtri utama sebagai. Dalam pengadaaan bahan pustaka, Perpustakaan daerah
mendapat wewenang pembelian dan pembayaran dalam skala besar/pihak ketiga karena
tugas pengadaan baik berupa barang-barang ataupun bahan pustaka dilakukan oleh Sub
Bagian Tata Usaha. Perpustakaan hanya berhak mengusulkan bahan pustaka tersebut yang
dibutuhkan yang terlebih dahulu menyebarkan angket kepada para peneliti/kelompok
peneliti bahan pustaka apa yang dibutuhkan.
Setiap perpustakaan memiliki tugas menyediakan bahan pustaka serta mengolahnya
agar dapat disajikan kepada pengguna sehingga bahan pustaka tersebut dapat bermanfaat
bagi pengguna perpustakaan. Sebelum bahan pustaka dilayankan kepada pengguna, terlebih
dahulu diolah dan disusun secara sistematis untuk memudahkan pengguna dalam
memperoleh informasi yang dibutuh
Adapun langkah - langka menginventarisasi buku adalah :
a. Pemberian stempel buku.
Semua buku yang sudah masuk di perpustakaan perlu dibubuhi stempel. Tempat-
tempat yang perlu dibubuhi stempel yaitu : dibalik halaman judul, bagian tengah halaman,
bagian yang tidak ada tulisan atau gambar, pada halaman akhir, dan pada halaman yang
dianggap rahasia. Stempel itu ada bermacam-macam. Ada stempel inventaris dan stempel
identitas perpustakaan. Stempel inventaris dibubuhkan dibalik halaman judul yang memuat
nama perpustakaan, kolom tanggal, serta nomor inventaris. Sedangkan stempel identitas
perpustakaan yang bersangkutan diletakkan dibagian yang dianggap perlu.
Misalnya pada halaman judul, ditengah-tengah buku, dan dibagian akhir.
b. Pemberian nomor buku.
Setiap buku yang akan menjadi koleksi perpustakaan, yang harus disusun dirak
buku harus diberikan nomor. Pemberian nomor tidak hanya nomor induk saja, tetapi juga
pemberian nomor berdasarkan klasifikasi (call number). Nomor induk adalah nomor urut
buku yang sudah ada dari nomor satu sampai nomor terakhir menunjukkan nomor buku.
Adapun hal-hal yang dicatat dalam buku induk adalah :
Kolom tanggal Kolom tahun terbit
Kolom nomor induk Kolom harga buku
Kolom sumber
Kolom nama pengarang
Kolom jumlah halaman
Kolom judul buku
Kolom keterangan
Kolom penerbit
Katalogisasi
Salah satu hal penting dalam pengolahan bahan pustaka adalah katalogisasi.
Aktifitas pengolahan bahan pustaka terdiri dari deskripsi bibliografi, penentuan tajuk
subjek, dan klasifikasi. proses pembuatan katalog, dimana dalam katalog dicantumkan data
penting yang terkandung di dalam bahan pustaka, baik ciri fisik maupun isi intelektual,
seperti nama pengarang, judul buku, penerbit dan subjek”.
Ada beberapa macam bentuk katalog sesuai dengan perkembangan perpustakaan,
diantaranya adalah :
1. Katalog buku.
2. Katalog berkas; merupakan katalog kumpulan kertas.
3. Katalog kartu; yaitu kartu katalog berukuran 7,5 cm x 12,5 cm, kemudian kartu katalog
dijajarkan dalam laci katalog.
4. Katalog komputer (OPAC) yaitu katalog terbacakan komputer.
tajuk entri utama ditentukan berdasarkan peraturan katalogisasi. Pengertian pengarang
dapat mencakup pengarang perorangan dan dapat juga pengarang rporasi. Tajuk entri
katalog untuk sebuah bahan pustaka tidak harus mempunyai tiga entri yaitu, entri subjek,
entri pengarang dan entri judul. Untuk entri subjek ditentukan berdasarkan subjek buku
yang bersangkutan. Untuk entri judul ditentukan oleh judul, dan untuk entri pengarang
ditentukan dari kepengarangan (authority).
Perlu diketahui bahwa tajuk-tajuk yang terdapat dalam ringkasanterdapat bagan DDC.
000 Karya Umun
100 Filsafat dan Psikologi
200 Agama
300 Ilmu-ilmu Sosial
400 Bahasa
500 Ilmu-Ilmu murni.
600 ilmu-Ilmu Terapan.
700 Kesenian,Hiburan,Olahraga
800 Kasustrasan
900 Geografi dan Sejarah Umum
C. Layanan Bahan Pustaka.
Layanan pembaca perpustakaan dimaksudkan untuk memberikan jasa layanan
kepada pembaca,ataupun anggota perpustakaan. Banyaknya jenis perpustakaan
menyebabkan banyak pula jenis layanan yang mereka lakukan. Koleksi suatu
perpustakaan dapat dipergunakan oleh siapapun yang membutuhkannya. Kegiatan
yang dilakukan pada bagian pelayanan.:
1. pembuatan kartu anggota
2. peminjaman buku.
3. Pengambilan buku
4. Penagihan buku terlambat
5. Layanan Informasi
6. Statistik.
Agar pembaca m,engetahui apa yang ada di perpustakaan maupun kegiatan-
kegiatan perpustakaan yang lain perlu diadakan Promosi. Tanpa Promosi Produk
perpustakaan tidak di ketahui oleh pembaca. Hal ini sangat merugikan ke dua belah
pihak yaitu pembaca maupun perpustakaan. Ada pula yang lainya yang berbentuk
layanan misalkan menyediakan ruang baca, kegiatan ruang baca ini di perlukan
terutama untuk menampung mereka yang belum menjadi anggota perpustakaan,
sebelum menjadi anggota mereka diperbolehkan membaca bahan perpustakaan di
ruang baca. Suatu Hal yang di perlukan untuk meningkatkan mutu layanan
perpustakaan tidak boleh dipisahkan dari kegiatan sehari-hari, banyak upaya untuk
melakukan pelayanan kepada pembaca misalkan: sikap ramah dan penampilan yang
baik waktu memberikan layanan mereka,menyediakan Brosur tentang kegiatan
perpustakaan,mengadakan Stady tour bersama perpustakaan, mengadakan berbagai
perlombaan di perpustakaan seperti lomba membaca, lomba mengambar,lomba
membaca puisi, lomba pidato.
D. Statistik Koleksi
Data statistic koleksi
Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi
Kabupaten Ngawi
Bulan April 2012
JUMLAH JUMLAH
NO KODE JENIS
JUDUL EKSEMPLAR
1 000 Karya umum 1.073 204
2 100 Filsagaafat dan Psikologi 971 1.593
3 200 Agama 1.140 3.875
4 300 Ilmu-ilmu social 1.531 4.396
5 400 Bahasa 830 1.362
6 500 Ilmu-ilmu murni 952 2.602
7 600 Ilmu-ilmu terapan 1.443 4.491
8 700 Kesenian, hiburan,olahraga 739 1.350
9 800 Kesusastraan 1.989 5.486
10 900 Geografi dan sejarah umum 997 1.697
TOTAL 11.665 28.863
BAB III
Penutup
BAB III
Penutup
A. Kesimpulan.
Berdasarkan dari pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat
menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Bagian Staff perpustakaan daerah ngawi mempunyai peranan penting sebagai
penunjang tertib administrasi dalam hal meningkatkan mutu pelayanan kepada
pembaca ataupun pengunjung perpustakaan.
2. Proses Pengadaan Pengolahan dan Pelayanan bahan pustaka sudah sesuai
dengan prosedur dan sudah terlaksana dengan baik.
3. Peranan Pendataan sangat penting bagi Perpustakaan Daerah karena mempunyai
beberapa manfaat antara lain:
- Sebagai sarana untuk mengetahui Frekuensi pengguna/pembaca
- Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
- Serta sebagai bahan pelaporan,data Perpustakaan Daerah
4. Pendataan dilaporkan setiap hari kepada Pembina Perpustakaan,Arsip dan
dokumentasi.
B. Saran.
1. Dalam pemberian Layanan kepada Penguna/pembaca Perpustakaan daerah
ngawi sebaiknya lebih mengutamakan kepentingan pengunjung
(kecepatan,ketanggapan) dalam memberi pelayanan demi tercapainya kepuasan
penguna/pengunjung.
2. Walaupun pengadaan dan pengolahan bahan pustaka telah terselenggara dengan
baik, petugasharus dapat mempertahankan prosedur yang baik
3. Mengingat pentingnya pendataan, di harapkan petugas lebih mementingkan
kelengkapan pendataan.
Daftar Pustaka
Aditirto, irma U. (2003). Dublin Core; format meta data untuk web resourses.
Majalah marsela. Vol. 3.No. 1,: 8-14
Mustafa, B (2005) Wanisis ; sofware tepat guna untuk pengelolaan perpustakaan,
dokumentasi dan infomasi. Bogor: IPB Pres.
Sulistyo-basuki. (1991) Pengantar ilmu perpustakaan. Jakarta: pustaka utama
Tansil, H. ( 1990 ) Dunia buku dan Penyaluran buku. Masalah perbukuan -30 jakarta
: jurusan ilmu perpustakaan.
Utamo. T dan Reijter, K (1985). Peningkatan dan pengembangan pendidikan, jakarta
Gramedia
LAMPIRAN- LAMPIRAN
4. Dokumentasi.
Related docs
Other docs by AlinsaniNgawi
LAPORAN PRAKTEK KERJA PERPUSTAKAAN PUST2290 DI PERPUSTAKAAN DAERAH,ARSIP DAN DOKUMENTASI
Views: 10593 | Downloads: 22
Get documents about "