Docstoc

Beyond Our Ken

Document Sample
Beyond Our Ken Powered By Docstoc
					Kenapa?



Malam itu, untuk pertama kalinya

aku masuk ke ruangan itu.



- Berikan satu cerutu untukku.

- Baiklah.



- Antarkan kue tartnya.

- Baiklah.



- Kue tartnya sudah diantar?

- Sebentar lagi



- Sebentar? Jangan sampai terlambat.

- Baiklah.



KEJUTAN...

Selamat ulang tahun...



Ungkapkan harapanmu,

Selamat ulang tahun.



Sukses ya.

Cium... cium...
Tadi tidak mengangkat teleponku.

Sengaja ya? Nakal



Malam ini, kamu pulang jam berapa?

Kutunggu makan malam ya.



Terlalu malam. Aku pulang jam 4.

Tidak usah ditunggu.



Tidak apa-apa.

Aku akan tetap menunggumu.



- Sudah mengantuk?

- Sedikit.



Aku juga.

Kalau begitu, tidur saja.



Nenek sudah bangun

Aku pulangnya bagaimana?



*

00:07:00 (Berbicara dialek lain)

- Nenek, aku sudah menemukan...
- ...

- Mungkin...



Mengzi bertanya kepada raja Cai,

"Sendiri, dan bersama orang lain...



mana yang lebih menyenangkan?"

Raja Cai menjawab...



"Kebahagiaan saat sedang sendiri,

berbeda dengan saat bersama...



...bersama-sama lebih menyenangkan."

Lalu Mengzi bertanya lagi...



"Bersama sedikit dan banyak orang,

mana yang lebih menyenangkan?"



Raja Cai menjawab,

"Kebahagiaan bersama sedikit orang,

berbeda dengan saat bersama...



dengan orang banyak. Bersama

orang banyak lebih menyenangkan."
Maksudnya, berbagi kesenangan

dengan sedikit orang...



Tidak sebanding dengan kebahagiaan

saat berbagi dengan banyak orang.



- Ambilkan sebotol bir.

- Baiklah.



Kamu belum pernah bertemu denganku,

tapi aku mengenalmu.



Aku adalah mantan pacar A Ken.

Aku ingin berbicara denganmu.



- Jam berapa kamu pulang kerja.

- Jam 4.



Aku akan menunggumu.



Kenapa lilinnya belum ditiup?



- Pelayan, ambilkan sambal ya.

- Baiklah.
- Teruskan saja makannya.

- Tenang saja.



Apakah benar tidak apa-apa?

Kalau begitu, sambil berbicara ya.



Baiklah.



Nona.



Aku mengerti, kamu pasti bingung,

kenapa aku menemuimumu



Aku adalah mantan pacar A Ken.



Aku sudah tahu.



Kami putus pada bulan yang lalu,

di tempat ini.



- Maaf, aku cegukan.

- Kita putus saja.



Maaf.
(lagu)



Aku ingin bertanya.

Maaf.



Tidak apa-apa.



Aku ingin tahu,

bagaimana kamu bisa menemukanku?



Aku baru mau menceritakannya.



- Apa pesannya?

- Jangan lupa balas menelepon.



- Maaf, kode rahasianya?

- Kode rahasia? 632.



Jam 11 nyonya Zhou menelepon,

mengatakan bahwa dia lapar...



Jadi mau datang ke tempatmu,

untuk memasak mie.



Dia mengatakan bahwa dia lapar
dan mau memasak?



Benar.



Apakah aku pernah

meninggalkan pesan untuknya?



Tidak. Anda ingin meninggalkan

pesan untuknya?



Tidak usah. Terima kasih.

Kalau dia menelepon lagi...



Ingat baik-baik dan sampaikan

kepadaku. Terima kasih.



Baiklah. Terima kasih.



Silahkan tekan kode rahasia,

lalu tekan tanda #.



Anda memperoleh satu pesan baru,

siang ini, pada pukul 2:15.



"Ini aku. Kuberitahu, ada hal yang
pasti bisa membuatmu merasa senang.



Hari ini ada waktu, tapi kamu

tidak boleh nakal ya.



Sebentar lagi, aku mau berbelanja

di GOB yang di TLW.



Jam 6 kutunggu kamu di depan pintu."

Seluruh pesan sudah anda dengarkan.



Kamu dan A Ken sudah putus.

Sebenarnya...



Tidak ada gunanya kamu menemuiku.

Aku tidak akan bisa membantumu



Sebaiknya, kamu mencari A Ken saja.



Kamu jangan salah paham. Aku sudah

tidak ada hubungan lagi dengannya.



Kurasa, aku bukan marah karena dia

sudah tidak menginginkanku.
Yang membuatku marah adalah, setelah

putus, ia masih saja menyakitiku.



- Apakah ini benar atau tidak?

- Apakah ini benar-benar dia?



- Memalukan sekali.

- Benar.



- Masa?

- Lihat warna kulit dan yang lain...



semuanya sesuai. Ini foto asli.



Ini asli? Bukan rekayasa komputer?

Pria ini jahat sekali.



Dia menutup wajahnya sendiri

dan mengunggah foto ini ke internet.



Bos Luo yang mengirimkannya kepadaku.



Ada orang yang menemukan dan

mengirimkannya kepadaku.
- Oh, orang lain.

- Benar. Kenapa aku harus berbohong.



Tak kusangka. Kelihatannya seperti

gadis baik-baik, ternyata binal.



Sekarang aku bisa mengambil cuti.



Jane, kepala sekolah memanggilmu.



Kenapa saat hubungan sedang baik,

apa pun bisa dilakukan.



Bahkan berfoto seperti itu. Tapi,

begitu putus, dia bisa melakukan...



hal-hal keji yang sama sekali tidak

pernah bisa kita bayangkan.



Kalian berhubungan berapa lama,

sehingga dia sudah memintamu...



untuk berfoto seperti itu?



- Apa maksudmu?
- Lupakan saja.



Foto itu disimpan di komputer

yang berada di kamar.



Tidak hanya ada satu foto saja

yang ada di sana.



Sekarang, kelihatannya kamu jauh

lebih kurus.



Aku minta tolong ya.



Aku bermimpi melihat aku sendiri

sedang tenggelam.



Seluruh tubuh terbenam. Aku ingin

keluar, tapi tenggelam lagi. Air...



masuk ke hidungku. Aku tidak bisa

Bernapas. Sulit sekali.



Aku ini pemadam kebakaran.



Tak pernah terpikirkan olehku,
bahwa akan ada kejadian seperti ini



Aku merasa seperti hampir mati.

Dalam pikiranku hanya ada satu hal.



Aku takut sekali jika tidak bisa

bertemu lagi denganmu.



Jangan. Aku tidak mau kamu mati.



Dengan pekerjaan seperti ini,

Setiap bekerja tidak akan tahu...



nantinya bisa pulang atau tidak.

Kulitmu bagus. Kita berfoto



untuk mengabadikan kenangan kita.

Bagaimana?



Lampunya terlalu terang.



Halo. Aku sendiri. Belum.

Aku sedang makan bersama teman.



Kamu tidak mengenalnya. Baiklah.
Aku tidak akan memberitahumu.



Cepat bangun. Baiklah. Bye-bye.



Kamu tidak menemuinya?



Hari ini ada tes. Hari Kamis

juga ada pemeriksaan kesehatan.



- Apakah kamu memakai itu?

- Apa?



Saat bersama A Ken, apakah kamu

memakai kondom?



- Memangnya kenapa?

- Kamu tahu jika dia punya penyakit?



- Zhou Xiao Lan.

- Ya.



Nanti kuncinya dikembalikan lagi

kepada saya.



- Sudah berapa lama dia mengidapnya?
- Sejak masih bersekolah.



Apa yang harus kulakukan?



Malam ini, seharusnya dia menginap

di markasnya.



Bagaimana dengan nenek?



Jam 10 nenek sudah tidur.



- Aku tidak punya kunci rumahnya.

- Aku punya.



- Harus lepas sepatu ya?

- Kalau kamu mau.



Menyalakan AC? Remotenya di meja



Ketemu.



Berapa lama kamu mengenal A Ken,

sampai bisa memperoleh kuncinya?



Tidak bisa disamakan. Aku dan dia
sudah berpacaran lebih dari setahun.



Wajar jika aku punya kuncinya.

Kamu mau minum?



- Mau atau tidak?

- Apa?



- Mau atau tidak?

- Tidak perlu.



- Sudah jam 10.

- Pernah melakukannya di sini?



- Kenapa?

- Pernah atau tidak?



- Kamu pernah?

- Berarti pernah.



- Kenapa sih?

- Ada nenek di rumah. Dia belum tidur.



- Memangnya kenapa? Jangan.

- Ayo.
Sampai di rumah, telepon aku ya.



Apakah dia mengantarmu?



Kuncinya diganti.



- Pelayan. Ganti lagunya.

- Baiklah.



Kenapa kuncinya tiba-tiba diganti?

Takut barangnya kucuri?



Apa kamu punya rencana begitu?



Dia yang lebih dulu mengunggah foto

ke internet.



Dia berbintang Gemini. Wajar jika

pintar melindungi dirinya sendiri.



Sebelumnya aku juga pernah punya

pacar yang berbintang Gemini.



Tapi, dia yang paling jahat.
Apanya yang aneh? Bintangnya saja

berlambang dua anak kembar.



Pantas. Kalau mantanmu bagaimana?



Berbintang Libra, seharusnya setelah

berumur 30 tahun sudah lebih dewasa.



- Berarti tidak ada masalah?

- Tapi, dia berbeda.



Apanya? Semua laki-laki sama saja.



Mantan pacarmu yang Gemini itu,

dulu seperti apa?



Sama saja.



Kalau aku berbicara seperti itu,

Orang akan merasa bahwa aku...



Seperti anak sekolah.

Ingat sewaktu masih bersekolah
Dulu, sewaktu kecil. Hanya bisa

bertemu sebentar lalu masuk kelas...



Selesai sekolah bertemu lagi.

Apa yang dilakukan setelah sekolah?



Hanya berjalan-jalan di taman saja

sudah senang sekali. Benar, 'kan?



Minum soda dan makan kue saja sudah

merasa sangat puas. Maksudku...



Sekarang, aku menyukai perasaan yang

seperti ini.



Duduk bersama di sini, meskipun

belum saling memahami.



Kamu masih bertanya-tanya, aku ini...

Minuman ini, 'kan seharusnya gratis.



Kenapa harganya tertera di sini?



Maksudku, perasaan ini tidak usah

disembunyikan. Aku senang sekali.
Sebenarnya aku tidak pelit. Tapi aku

punya prinsip. Dia sendiri yang...



Mengatakan bahwa minumannya gratis.



- Apa alasannya?

- Dia, mulutnya manis sekali...



Tapi marah-marah hanya karena harus

membayar minuman.



Apakah kamu pernah berpacaran dengan

pria Gemini?



Dulu, aku juga pernah punya pacar

Gemini, tapi dia jelek sekali.



- Apanya yang jelek?

- Orangnya yang jelek.



*

00:36:01 (Menyanyi lagu bahasa Jepang)

Halo, anakku sayang, belum pulang?

Pintar sekali ya. Apakah kamu mau...
menyampaikan pesan papa? Anak hebat

Malam ini kalau pulang, papa akan...



membawakan hadiah untukmu. Bagaimana?

Baiklah. Tidak bisa.



Sekarang papa ada rapat penting.

Sedang bersiap-siap maju perang.



Nanti kalau sudah selesai, papa

pulang naik pesawat jet ya.



Bagaimana? Dengan kecepatan sepuluh

kali lipat? Tidak usah.



Beritahu mama ya, kalau tidak papa

akan memukulmu. Sudah ya. Bye-bye.



Dia menginap sampai keesokan paginya.

Melakukannya sekali lagi denganku.



Baru kemudian menjemput anaknya,

untuk mengantarkannya ke sekolah.
Menurutmu, kalau meminta agar dia

membuatkan kunci untukmu, bagaimana?



Dia pasti tidak mau.



Bisa. Tapi, tidak harus meminta

kepadanya, 'kan?



- Kamu tidak bekerja?

- Besok tidak bisa.



Jadi, sekarang saja jalan-jalannya.

Mau ke mana?



Temani aku nonton.



Nonton? DVD yang waktu itu belum

ditonton.



Aku sudah lama tidak ke bioskop.

Temani aku ya



Aku capek. Nonton DVD di rumah saja,

Bagaimana?
Halo.



Katakan kepadanya, kamu mau

menonton "Cinta dan Seks".



- Mau menonton "Cinta dan Seks".

- Kursi nomor berapa?



- K 13 dan 14. Terima kasih.

- Jangan. 1 dan 2 saja.



Terlalu di ujung.

Tidak enak menontonnya.



Semuanya sama saja.

Cari yang lebih nyaman saja.



Jangan ah. 13 dan 14. Terima kasih.



L 12. Satu.



Mana? Taruh sini saja.



- Saya mau menggandakan kunci. Ini.

- Mau berapa?
Satu.



- Kenapa?

- Tidak apa-apa.



- Tolong agak cepat ya.

- Sabar. Sebentar lagi.



- Sudah selesai?



Kalau ini, tidak bisa sembarangan.

Beda sedikit tidak bisa digunakan.



- Sudah?

- Sabar. Sedikit lagi.



Sudah. 8 yuan.



Halo. nona Chen, kamu di mana?

Kamu mau dia mengganti kunci lagi?



Kamu pikir aku sengaja? Sekarang

sedang dalam perjalanan ke sana.
Sebentar. Nona. Kalian tahu cara

menyeberang jalan yang benar?



Terburu-buru ya? Dengan begini

bisa lebih cepat berapa lama?



Nona. Apakah kalian tahu, ini adalah

daerah rawan kecelakaan.



Dalam setahun sudah berapa banyak

kecelakaan yang terjadi?



Apakah kalian pernah memikirkan

keluarga kalian?



Terburu-buru ya? Dengan begini

bisa lebih cepat berapa lama?



Pak, harap cepat sedikit. Saya

benar-benar sedang terburu-buru.



- Tunjukkan KTP. Ini milik anda?

- Punya pacar saya.



- PUnya pacar anda? Ini siapa?
- Pacarnya pacar saya.



- 4799 ke markas.

- Silahkan 4799.



Tolong periksa.... Berhenti!



- Nona.

- Aku punya tiketnya.



- Anda tidak boleh masuk.

- Aku hanya ke toilet sebentar.



Tapi filmnya sudah habis.



- Halo. Kamu di mana?

- Kamu kenapa? Dia sudah mau pergi.



Aku di supermarket sebelah bioskop.

Cepat ke sini.



Dia di mana?



Tidak tahu. Tadi masih ada,

kenapa tiba-tiba tidak kelihatan?
Bagaimana denganmu? Kamu di mana?



Aku di tempat sushi.

Aku di tempat mie instan.



Katamu di tempat sushi.



Di dekatnya. Halo, cepat ke sini.



Halo. Kamu di mana?

Kiri. Tengok ke sini. Ke kiri.



- Xiao Lan. Kamu ke mana saja sih?

- Berbelanja.



Langsung pulang?



Tidak bisa. Aku ganti shift dengan

teman. Malam ini harus lembur.



Kenapa aku tidak diberitahu?



Teman kerjaku yang mau ganti shift.

Merepotkan sekali. Ayo pergi.
- Kamu tidak apa-apa?

- Hanya perlu beristirahat saja.



Hebat sekali. Kamu bahkan berhasil

mengelabui polisi.



Sewaktu masih sekolah aku jago

olah raga.



Waktu itu kupikir aku akan menjadi

guru olah raga



Lalu, kenapa tidak?



Sewaktu SMP, aku berpacaran dengan

kakak kelas.



Katanya, kalau perempuan terlalu

sering berlari, kakinya nanti besar.



Lalu, berhenti selama setahun lebih.

kakiku menjadi lebih lemah.



Kemudian, sudah tidak ingin berlari
lagi dan masuk sekolah keguruan.



Lalu menjadi guru SMP. A Ken tidak

pernah membicarakannya?



Dulu dia selalu mengatakan, sewaktu

sekolah dia berpacaran dengan Kelly.



Yang penyanyi itu?



Dia menceritakannya juga kepadamu?

Pembual. Aku pernah memintanya...



agar menunjukkan fotonya. Tapi, dia

mengatakan tidak punya fotonya.



Aku ingat. Suatu hari, saat kami

berbelanja di Tsim Sha Tsui...



Kebetulan bertemu dengan Kelly yang

sedang mengikuti pemotretan untuk...



iklan kosmetik. Waktu itu Kelly tidak

melihatnya dan A Ken terlihat aneh.
Kurasa, mereka pernah berpacaran.

Tapi mereka tidak pernah berfoto.



Sekarang Kelly terkenal dan tidak

terbukti mereka pernah berhubungan,



sehingga A Ken merasa menyesal dan

kemudian menjadi seperti sekarang.



Kamu bodoh ya? Foto yang biasa itu

beda dengan foto yang seperti itu.



Apa yang terjadi kalau A Ken pernah

berpacaran atau berfoto dengannya?



Bukankah setelah putus, A Ken akan

mengunggahnya ke internet. Untuk...



memamerkan, "Aku pernah berpacaran

dan tidur dengan Kelly." Dasar.



Bukannya aku membelanya, tapi kalau

dipikir-pikir, pasti ada alasan...



yang membuatnya menjadi seperti
sekarang ini.



Anda kesakitan saat saya menekannya.

Sepertinya ada gangguan fungsi hati.



Kalau fungsi hati terganggu, anda

harus menjaga diri baik-baik.



Kupukul sampai mati, setan kecil.

Selamanya tidak bisa bereinkarnasi



Kupukul kamu, penjahat kecil. Sampai

kakimu lemas.



Kupukul kamu, yang bermulut rendah

Agar tidak bisa berbicara lagi



Bibi Qi, pukul sebanyak mungkin.

Juga tangan dan kakinya.



Besok ada pemeriksaan fisik.



Tidak usah sungkan-sungkan. Pukul

sekuat tenaga. Terima kasih.
Kembali lah ke tempat asalmu semula.

Dari Barat, kembali lah ke Barat,



Dari Timur, kembali lah ke Timur.



Bagaimana kalau kita menggunakan

cara yang lebih berisiko?



Bukankah nenek ada masalah jantung?

Kenapa?



Nenek... memangnya kenapa? Memangnya

kalian sebegitu akrabnya?



Bukan begitu. Di daerahku, nenek

siapa saja juga kupanggil nenek



Baiklah. Kamu memang cucu yang baik.

Kamu ini. Kalau foto-foto itu...



diunggah ke internet. Jangan lupa

mengadu kepada nenek ya.



- Kamu kenapa?

- Tidak enak badan. Aku pergi dulu.
*

00:55:03           (musik)



Bagus. Berikan bolanya. Pukulan

bagus. Ini lagi. Hajar terus.



Tidak apa-apa?



A Ken, kalau malam jangan terlalu

banyak main perempuan. Tidak baik.



Membuat tangan dan kakimu menjadi

lemas saja.



- Jangan. Lepaskan.

- Ayo main lagi.



Kamu tidak apa-apa?



Entah kenapa, tiba-tiba terasa kram.

Sekarang masih sakit.



Kurasa, hari ini aku sedang sial.

Kenapa?
Tidak apa-apa. Kamu harus berhati-

hati. Jangan lupa beristirahat.



- Kamu juga. Kamu kelihatan pucat.

- Masa?



Wajahmu pucat sekali.



Halo.



Kenapa? Ada apa?

Aku turut bersimpati.



Dia menyebarkan foto yang lain

di internet



Tak kusangka, bahwa dia akan

mengunggah foto yang lain



Sudah kuduga.

Kamu pernah bermain Barbie?



Cuma sebentar. Kenapa?
Dulu perusahaannya mengumumkan

bahwa Barbie dan Ken putus.



Aku pernah mendengarnya.

Memangnya kenapa?



Belakangan aku baru tahu. Aku dan

A Ken putus pada hari yang sama.



Kamu sangat menyukai Barbie?



Aku tidak suka boneka. Tapi, setelah

putus dengan A Ken, aku sempat...



bermain sebentar. Baru tahu, mereka

sudah 40 tahun lebih berpacaran.



Kamu mau tahu kenapa mereka bisa

berpacaran begitu lama?



Kenapa mereka berpacaran selama itu?

Karena Ken tidak bertingkah. Jadi...



Tidak akan main perempuan.
Bukan begitu? Kalau begitu, kenapa

mereka kemudian putus?



Juga karena dia tidak bertingkah.



Apakah Ken benar-benar tidak...

Begitu?



Dulu, ada tetangga yang bernama Ken.

Jadi sudah sejak dulu aku melihat...



- Zhou Xiao Lan

- Terima kasih



Sama-sama



Halo. Jane. Ini aku. Temani aku

makan. Benar.



Laporannya sudah keluar. Jadi, ayo

makan bersama-sama. Kamu di mana?



Tunggu dulu! Aku masuk lift. Sampai

nanti ya. Bye-bye
*

01:03:30 (Lagu)



Nona. Biar kubantu. Berapa liter?

Sampai penuh?



Boleh.



*

01:05:28 (Telepon berdering)



Halo. Mama? Hari ini? Begitu ya?

Kalian di mana? Tunggu dulu ya.



Sebentar. Baiklah. Mau. Sekarang

aku ke situ.



Kalau kamu sibuk, aku pergi saja.



Nanti, ada acara?



Xiao Lan, akhir-akhir ini sibuk

sekali ya?



Lumayan
Bicarakan saja dengan atasanmu.

Setiap hari pulang sedemikian malam.



Kamu tahu apa? Orang-orang sekarang

suka mencari hiburan malam.



Mana bisa berbuat seenaknya sendiri?



Xiao Lan, kapan harus kembali ke

Studio?



Sebentar lagi.



Kalau begitu makan lebih banyak ya.

Masih ada waktu. Ayo.



Xiao Lan,

kamu periksa ke rumah sakit?



Itu...



Saya yang meminta Xiao Lan ke rumah

sakit. Saya menjual asuransi...
kesehatan kepadanya. Jadi perusahaan

kami memberikan pemeriksaan...



kesehatan secara gratis kepadanya.



- Benar begitu?

- Memang begitu.



Lalu, bagaimana hasilnya?



Katanya, sehat sekali. Tidak ada

yang perlu dikhawatirkan.



Kalau begitu bagus.

A Ken tidak ikut?



Hari ini dia harus bekerja. Jadi

tidak bisa ikut.



- Nona Chen, apa kamu punya pacar?

- Mama.



Kami sudah satu bulan lebih putus.



Masa? Mau kukenalkan dengan pemuda
lain atau tidak?



Mama. Jangan. Mama kenapa sih?



Urusan seperti ini, sebaiknya

diserahkan kepada takdir saja.



Tidak semua wanita bisa sedemikian

beruntung, dapat bertemu dengan...



pria yang sangat mencintainya.



Baiklah. Lanjutkan makannya.



Coba tebak. Kenapa aku suka sekali

memelukmu?



Kata ayahku, sejak kecil aku sudah

seperti magnet.



Jadi banyak yang menempel kepadaku.

Aku tidak berbohong.



Ayahku benar-benar berkata begitu.

Katanya, semua pria yang kukenal...
Tidak ada yang baik. Jadi, aku tidak

berani mengajak mereka pulang...



Untuk menemui keluargaku. Kamu sudah

mengenal A Ken berapa lama...



sebelum memperkenalkannya kepada

keluargamu?



Aku belum lama mengenalmu.

tapi sudah memperkenalkanmu...



kepada orang tuaku, 'kan? Bagaimana

kamu berkenalan dengan A Ken?



Dulu, dia adalah teman sekolah

mantan pacarku.



Waktu aku dan pacarku bertengkar,

dia mengajakku berjalan-jalan.



Katanya, mau mengajakku bernyanyi

untuk menghiburku.
Ayo main tebak-tebakan.



Aku hanya bisa bermain

"Batu, Gunting, Kertas".



Baiklah. Ayo.



"Batu, Gunting, Kertas".

Aku yang kalah.



Untukmu. Pernah mendengar bahwa

Pria sejati tidak akan pernah...



membuat seorang wanita terluka?

Yang membuat wanita merasa terluka...



dia bukan pria sejati.



Kalau benar-benar membuat wanita

merasa terluka, berarti dia apa?



Bajingan. Sebenarnya, rugi jika kamu

bersedih karena orang seperti itu.



Aku ini pemadam kebakaran. Sudah
banyak menyelamatkan orang.



Tapi, jika ada yang bertanya, siapa

yang paling ingin kuselamatkan?



Aku akan menjawab, yang paling

ingin kuselamatkan adalah kamu.



Padahal dia lebih brengsek lagi.



Benar. Kupikir, tugas pemadam

kebakaran itu memadamkan api...



Ternyata dia justru menjadi

penyulutnya. Waktu itu, tempat...



karaokenya adalah karaoke tempatmu

bekerja. Apakah kita pernah bertemu?



- Aku tidak ingat.

- Jadi, di mana kamu mengenalnya?



- Kamu tidak apa-apa?

- Tidak apa-apa.
Nona, aku adalah seorang pemadam

kebakaran. Meskipun sudah banyak...



menyelamatkan orang, tapi kalau

sekarang ditanya siapa orang yang...



paling ingin kuselamatkan, aku akan

menjawab, orang yang paling ingin...



kuselamatkan adalah dirimu.



Dasar. Kalimat itu lagi.



Jane, terima kasih ya.



*

01:12:45         (musik)



Kenapa?



Tapi, nenek hanya mengeluarkan

sampah selama beberapa detik saja.



Aku ada ide.
Biji manisan ini kukumpulkan

sendiri, begitu menemukannya...



lalu kubawa pulang. Biar di sini

saja. Nanti kita makan bersama-sama.



Kenapa?



Tak kusangka. Aku bisa kembali ke

sini lagi.



- Kamu tahu kode rahasianya?

- Apa?



- Kode rahasia komputernya.

- 0308.



- Ternyata dia brengsek sekali.

- Mungkin, semua laki-laki begitu.



Nenek!



Awas! Coba kulihat.



Bangun! Ini aku, A Ken.
A Ken sudah pulang.

Jangan di situ.



Di sini saja. Di sini. Tutup saja.



- Iya. Sudah bangun. Tunggu. Siapa?

- Aku. Cucumu.



Sebentar. Aku datang. A Ken ya?

Sudah pulang? Kenapa malam sekali?



- Sudah makan apa belum?

- Sudah. Sama teman. Lalu pulang.



Pantas pulangnya malam sekali.



- KEJUTAN!

- Kenapa kamu di sini?



- Aku ingin memberimu kejutan.

- Bagaimana kamu bisa masuk?



Aku menyelinap saat nenek membuang

sampah.
- Apa?

- Kenapa? Tidak suka ya?



Dia sudah tidur. Bukan karena aku

masih mencintainya. Tapi, tadi...



tidak ada cara lain.



Aku mengerti. Manisannya ini asam

sekali.



Nenek. Lain kali, jangan memungut

kardus seperti ini lagi ya.



Nenek, kami pergi dulu. Awasi

pintunya baik-baik ya.



Nenek, tadi meneleponku?



Ayo.



*

01:24:40         (telepon berdering)
*

01:25:19         (Pesan bergambar - Sedang mengirim pesan - Harap bersabar - Sudah terkirim)



Dua hari ini, aku selalu berpikir,

ternyata dua wanita, mencintai...



laki-laki yang sama, mereka bisa

bersahabat, karena punya topik...



yang sama untuk dibicarakan.

Bicara lah. Buat aku terkejut.



Foto itu, bukan A Ken yang

mengunggahnya.



Harap tunggu sebentar.

Kode rahasianya?



- Bagaimana dengan yang kedua?

- Aku juga.



Kamu kenapa?



Kenapa?
Aku tidak senang. Kenapa harus aku

yang selalu merasa sedih?



Kalau aku sedih, kenapa kalian boleh

bersenang-senang?



Kenapa saat hubungan sedang baik,

apa pun bisa dilakukan.



Bahkan berfoto seperti itu.



Tapi begitu putus, dia bisa

melakukan hal-hal keji yang...



tidak pernah terbayangkan oleh kita.

Aku mengerti. Penyakit itu...



Aku yang menularkannya.



Sudah berapa lama kamu memantau

pesan-pesan A Ken?



Baru putus sebulan lebih. Aku bukan

tipe wanita yang suka memeriksa...
pesan-pesan untuk pacarku.



Aku mengerti. Kalau tidak, kamu

tidak akan mungkin bertemu denganku.



Kamu belum pernah bertemu denganku.

Tapi, aku mengenalmu.



Sebenarnya, kita pernah bertemu.

Kejutan!



- Kejutan!

- Kenapa kamu bisa punya...



Waktu kamu ke rumahku, kuncinya

tertinggal. Jadi, kugandakan saja.



Apakah kamu pernah menggunakannya?



Tentu saja. Diam-diam, aku sudah

memasang kamera buatan Jepang ini...



di tempat tidur. Fotonya sudah

banyak. Kamu senang atau tidak?
Senang.



- Apakah ada wanita lain?

- Tidak ada.



Kalau begitu, bagus. Tahu atau tidak

orang-orang itu jahat sekali.



Waktu itu, aku ingin belanja bersama

mereka...



Lalu?



Masa mereka begitu. Aku jadi merasa

aneh...



Kenapa? Mau membeli tempat tidur?

Kamu suka yang ini?



Tempat tidurnya bagus. Jadi, tidak

ada yang bisa sembunyi di bawahnya.



0308. 3 Maret, hari ulang tahunmu?

A Ken putus denganku, karena kamu?
Sudah sejauh ini. Kamu belum juga

mengerti?



Kamu sudah berapa lama kenal A Ken?

Sehingga dia memberimu kuncinya?



Tidak bisa disamakan. Sudah setahun

lebih kami berpacaran.



Wajar kalau punya kuncinya.



Kenapa kamu punya...



Waktu kamu ke rumahku, kuncinya

tertinggal. Jadi, kugandakan saja.



Menurutmu, kalau meminta agar dia

membuatkan kunci untukmu, bagaimana?



Dia pasti tidak mau.



Sebenarnya, tidak seharusnya kamu

menggandakan kunci rumahku.



Aku kan pacarmu. Kita sudah bersama
selama setahun lebih.



Wajar kalau punya kuncinya, 'kan?



Nona, aku adalah seorang pemadam

kebakaran. Meskipun sudah banyak...



menyelamatkan orang, tapi kalau

sekarang ditanya siapa orang yang...



paling ingin kuselamatkan, aku akan

menjawab, orang yang paling ingin...



kuselamatkan adalah dirimu.



Ayo main tebak-tebakan.



Pernah mendengar bahwa pria sejati

tidak akan pernah membuat...



seorang wanita terluka? Yang membuat

wanita merasa terluka itu...



bukan pria sejati.
Kalau benar-benar membuat wanita

merasa terluka, berarti dia apa?



Bajingan.



Sebenarnya, di dunia ini tidak ada

yang disebut dengan pria sejati.



Yang ada hanya bajingan dan bangsat

yang berpura-pura baik.



Sama saja. Di dunia ini tidak ada

wanita baik-baik. Yang ada hanya...



nenek sihir dan pelacur yang

terlihat seperti wanita baik-baik.



Kalau begitu, apakah kita masih bisa

berteman?

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:8
posted:6/15/2012
language:
pages:53
Description: Subtitle for a Hong Kong movie titled "Beyond Our Ken", 2004, in Indonesian Language.