King of Beggars

Document Sample
King of Beggars Powered By Docstoc
					00:20 Caption Judul:

King of Beggars



Tuan muda, sudah siap.



Tuan muda pasti lelah.



Tuan muda, biar kuseka keringatmu.



Pak guru, apa yang ditulis oleh

tuan muda?



Namanya.



Hebat sekali! Tuan muda sudah bisa

menuliskan namanya sendiri!



Kau benar.



Tulisanmu bagus sekali!



Awas!



Tulisan yang indah, seperti naga

terbang dan phoenix yang menari!
Su Cha Ha Er Chan!



Terbalik, tuan.



Chan Er Ha Cha Su



Anak pintar. Tapi, jangan sombong.

Mengerti?



Ayah. Sejak jaman kaisar Qing yang

pertama, di keluarga kita...



tidak ada yang bisa menulis. Tapi,

sekarang puteraku yang juga...



cucumu, A Chan, sudah bisa menulis

namanya sendiri.



Ayah, ini merupakan hal yang hebat

sekali. Dia sudah bisa menulis!



Suatu hari nanti, ia pasti menjadi

sarjana.
Sekarang ia bisa menulis namanya.

Anaknya pasti lebih hebat lagi!



Tuan muda, kau harus belajar lebih

giat.



Tidak usah banyak bicara.



A Chan, kita harus merayakannya.



Ayo kita rayakan!



Pak guru, gantungkan ini di tempat

yang sering dilihat orang.



Tapi....



Pak guru, tunggu sebentar.



Kenapa tidak dihias dan dipamerkan

di jalanan saja?



Sana!



A Chan. Sini. Duduk lah.
Kau rajin belajar, membuatku merasa

senang sekali. Dengar.



Aku terkenal sebagai orang kaya.

Uang yang kukumpulkan sudah lumayan.



Jika aku mati, kau harus bisa hidup

mandiri. Dulu aku juga mandiri.



Ini uang 100 ribu tael.

Jangan boros, ya?



A Li, ambilkan topi imporku!



A Chan, kau mau ke mana?



Hari ini aku mau berpesta, untuk

merayakan ulang tahunku.



Memangnya, berapa umurmu?



25 tahun. Ayah jangan terlambat

datang, ya?
Jika mau berpesta, sebaiknya kau

rapikan dulu rambutmu.



Kau terlihat seperti pengemis.



Memangnya ada pengemis yang kaya?

Jika ada, aku juga mau mencobanya.



Anakku sombong sekali, ya?

Ayo sini.



Ada apa, tuan?



Kartu undangan pesta anakku ini

bagus sekali, ya?



Untuk pesta ulang tahunku nanti, aku

mau yang lebih bagus lagi!



Yang muli, apakah anda menyukai

opera Guang Dong-nya?



Pertunjukan lokal seperti ini, tidak

bisa dibandingkan dengan...
opera Bei Jing. Tapi, menurutku

lumayan menarik.



Berikan uangnya.



Selamat ulang tahun tuan Su.

Semoga panjang umur.



Aku pengemis tua yang tidak punya

rumah, kelaparan, sakit-sakitan...



tidak punya sanak dan kerabat,

ditinggalkan keluarga...



Jadi, berikan uang kepadaku.



Apa yang terjadi? Dasar pengemis!

Kenapa kau bisa mengemis di sini?



Kuhajar, ka....



Beri dia uang.



Baik, tuan muda.
Yang benar saja. Masa pengemis itu

juga diberi uang?



Pengemis juga manusia.



Karena hanya orang yang punya uang

saja yang boleh ke sini, Jadi...



biaya yang kau butuhkan untuk makan,

menonton opera dan bermain wanita...



pada bulan ini, akan kutanggung.



Tuan yang menanggung?



Memangnya tidak boleh?



Tentu saja boleh.



Silahkan. Ikuti aku.

Tuan, ayo masuk ke kamarku.



Tuan Su!



Apa kabar tante Germo?
Dasar nakal! Kenapa kau memanggilku

seperti itu?



Aku hanya berkata jujur. Memangnya

tidak boleh?



Kalau boleh jujur, topimu seperti

yang dipakai ke pemakaman.



Memangnya ayahmu meninggal?



Aku suka sekali dengan gaya bicaramu

yang seperti itu!



Tuan Zhao, jika kau membantuku

memberantas kelompok Chang Mao, ...



yang mulia pasti akan memberikan

penghargaan kepadamu.



Kalau begitu, saat bersama yang

mulia, katakan yang baik-baik saja.



Operanya sudah selesai.
Ini handuknya, tuan.



Tuan Su datang!



Selamat sejahtera tuan Su.

Silahkan.



Tuan Su, ini adalah hari baikmu.

Kau pasti senang sekali.



Kami punya beberapa gadis baru.

Kujamin, kau pasti puas.



Ikan emas atau ikan kayu?



Apa maksudnya ikan emas atau ikan

kayu?



Bodoh. Ikan emas hanya bisa dilihat.

Tapi, ikan kayu bisa dimakan.



Tentu saja ikan kayu.



Ikan-ikan kayu, kenapa kalian

belum juga melayani tamuku?
Tuan Su, hari ini adalah hari baik

untukmu.



Gadis seperti apa yang kau inginkan?

Katakan saja.



Terserah. Semua wanita sama saja.

Tidak ada yang istimewa.



Tuan Su, ada apa?



Ada yang menghinaku.



Apa? Siapa yang berani menghinamu?

Biar kutampar mulutnya!



Bukan dengan mulut.

Tapi, dengan matanya.



Ada keganasan di balik sorot matanya

yang menggoda.



Aku belum pernah melihat mata yang

seperti itu. Siapa dia sebenarnya?
Nona Ru Shuang hanya bekerja di sini

untuk sementara saja.



Apakah tuan Zhao tertarik kepadanya?



Tanyakan dulu kepada tuan besar.



Bagaimana tuan?



Bukankah kita sudah seperti saudara?

Tidak perlu terlalu sungkan.



Tuan Zhao, silahkan saja.



Kalau begitu, saya tidak akan

sungkan-sungkan lagi.



Siapkan kamarnya.



Ru Shuang, cepat beri salam kepada

tuan Zhao.



Kak, itu orangnya.

Dia yang membunuh ayah.
Aku tahu. Tenang saja.

Ayo.



Aku pamit dulu. Tuan Zhao, nona

Ru Shuang sudah datang.



Hamba, Ru Shuang, memberikan salam

kepada tuan Zhao.



Cantik sekali.



Tuan Zhao, jadi malam ini....



100 ribu tael.



Malam ini, nona Ru Shuang akan

menemani tuan muda kami.



Jadi, tidak bisa menemanimu.



Semuanya. Maafkan aku.

Apakah ada yang merasa berkeberatan?



Biar aku saja. Aku akan menjelaskan
duduk perkaranya.



Siapa yang membayar lebih dari 100

ribu tael, boleh ditemani Ru Shuang.



Tidak perlu bertengkar karena

masalah sepele. Benar, 'kan?



Tuan, kau pintar sekali

membuang-buang uang.



Membayar dengan uang adalah hal yang

biasa saja.



Aku punya mutiara dari istana yang

tak ternilai harganya.



Aku lebih menyukai mutiaranya.

Tuan Zhao, kutunggu di kamar.



Apakah mutiara ini harganya lebih

dari 100 ribu tael?



100 ribu tael masih kurang, nona?
Aku suka uangnya, tapi aku tidak

suka kepadamu.



Dia jujur sekali.

Aku sangat menyukainya!



Tuan Su!



Tidak apa-apa. Mungkin karena hari

ini topiku sedang tidak cocok...



jadi, Ru Shuang tidak menyukaiku.

Wajar dia berkata begitu.



Bagus kalau kau mengerti. Tenang.

Aku masih punya banyak yang cantik.



Tante, kupercayakan urusan malam ini

kepadamu.



Aku tidak mau ikut campur!



Kurang ajar! Berani kau!



Jurus Belalang? Sepertinya hebat
sekali. Musik!



Simpan baik-baik.

Rasakan pukulan Bangau-ku!



Lalu, Cakar Harimau!



Mana mungkin belalang melawan

Harimau?



Aku juga bisa menggunakan jurus

Harimau dan Bangau.



Kalau begitu, rasakan jurus

Belalang-ku!



Bagus!



Jurus Belalang-ku bisa mengalahkan

jurus Cakar Harimau-mu.



Ternyata bukan Cakar Harimau!

Yang tadi itu, jurus Merak!



Pantas lincah sekali.
Gerakanmu lumayan cepat.

Kelihatannya hebat juga, ya?



Anak muda, kau belum tahu tingginya

langit dan dalamnya lautan.



Jenderal Guang Zhou datang!



Minggir!



Siapa yang berani mengganggu

puteraku?! Biar kuberi pelajaran!



Tuan.



Tidak perlu takut. A Chan, siapa

yang nakal?



Aku yang nakal.



Apa? Kau yang nakal? Berapa uangnya?

Apa dia pantas berbuat nakal?



Tuan. Mereka.
Siapa?



Lihat saja sendiri.



Raja Topi Baja?



Hadiah untukku? A Chan. Mereka

memberikan hadiah yang berharga.



Jangan kau nakali mereka. Cepat,

bagikan uang kepada gadis-gadis itu.



Tuan. Lencananya bertuliskan Raja

Topi Baja Cheng Ke Lin Can.



Berani-beraninya kau merebut medali

tuan besar.



Penggal dia!



Tunggu dulu. Hukum Qing menetapkan,

dilarang melakukan perzinaan.



Sekarang kau tertangkap sedang
berada di tempat pelacuran.



Apakah kau sadar jika kau telah

melanggar hukum kekaisaran Qing?



Bagaimana denganmu?



Apakah yang dia maksud itu, aku?



Benar.



Benar. Aku datang ke sini, untuk....



Menangkapmu!



Dia!



Tangkap dia!



Aku adalah jenderal Guang Zhou!



Jadi, aku harus menangkap

orang yang bersalah!



Selain itu....
Ada lagi yang lain? Katakan saja!



Hari ini adalah hari perayaan untuk

ratu pertama Qing.



Jadi, kesalahanmu semakin bertambah.

Bahkan bisa dihukum mati.



Bunuh dia!



Berdasarkan hukum Qing, siapa pun

yang tidak dikepang harus dibunuh.



Jadi kau....



Kau tidak melihatnya? Selain itu,

masih ada juga yang lain. Bodoh.



Tidak usah banyak bicara!

Bunuh saja dia!



Sudahlah. Kita selesaikan saja, ya?



Jenderal Su, lupakan saja.
Ayo kita bersenang-senang.



Malam ini, aku belum bermain.



Tuan, ternyata ada pengganggu

di sini. Maafkan aku.



Ini bukan salahmu. Ayo pergi.



Tuan, orang-orang itu tidak boleh

dianggap remeh.



Sebaiknya kita pergi saja.



Sudah lah. Masalah kecil tidak perlu

dibesar-besarkan.



Tuan muda, ini topinya.



Benar-benar hebat.



Paman Mo, aku sudah membubuhkan

racun ke makanan dan minumannya.



Bagus. Zhao telah membunuh ketua dan
jenderal-jenderal kelompok Tai Ping.



Juga menghancurkan partai pengemis,

sehingga saudara-saudara kita...



dari dunia persilatan kemudian

mengucilkan kita.



Bahkan menyebut kita sebagai anjing

kekaisaran.



Hari ini, kita memperoleh kesempatan

untuk membalas dendam.



Ia sangat berbahaya.



Jadi, jangan bertindak sebelum kita

berhasil menjebaknya, karena kita...



tidak akan bisa mengalahkannya.

Bahkan jika kita mengeroyoknya.



Aku akan berusaha untuk menggodanya.



Ketua, ada yang datang.
Ayo bersiap-siap.



Nona Ru Shuang, kita bertemu lagi.



Kenapa kau yang datang?

Mana tuan Zhao?



Mutiara dari tuan Zhao dihancurkan

oleh tuan Su.



Karena sudah menjadi bubuk, jadi aku

meminumnya.



Kau jangan menilai tuan Su dari

rambutnya.



Sebenarnya dia adalah pria yang

romantis dan menarik.



Tapi....



Tidak ada tapi-tapian. Aku sudah

memperoleh 100 ribu tael darinya.
Aku tidak akan mengembalikannya.

Tuan Su adalah tipe pria yang....



Tidak perlu terlalu banyak bicara

tante Germo. Pergi lah.



Baiklah.



Nona Ru Shuang, lakukan saja, ya?



Siapa dia?



Aku tidak tahu.



Nona, aku punya kabar baik untukmu.

Aku sangat menyukaimu.



Bagiku, itu adalah kabar buruk.



Aku tahu jika kau akan berkata

begitu. Tidak perlu berbasa-basi.



Kubayar dengan 100 butir mutiara,

asal malam ini kau mau melayaniku.
Aku tidak mau berbicara denganmu.

Silahkan keluar.



Aku tidak salah pilih. Baiklah.

Biar kuminum dulu arak ini.



Jangan diminum....



Kau membuatku terkejut.

Nona.



Lepaskan!



Kau bisa kungfu?



Tidak. Sama sekali tidak bisa.

Kumohon, jangan ganggu aku lagi.



Aku tidak mau melayanimu.



Ru Shuang, belum pernah ada orang

yang bersikap seperti itu kepadaku.



Ternyata aku benar-benar jatuh cinta

kepadamu.
Apa katamu?



Aku... Aku jatuh cinta kepadamu.



Kau bercanda?



Tentu saja tidak. Kuputuskan bahwa

aku ingin menikahimu.



Kau gila, ya?



Yang benar saja.



Ternyata ada yang bersembunyi

di sini.



Bagus. Aku memang membutuhkan saksi.



Saksi?



Benar. Aku bersumpah di depan

pedangmu, bahwa aku benar-benar...



ingin menikahi nona Ru Shuang.
Jika melanggar, aku akan mati

tersambar petir.



Kak, selamat, ya? Dasar.



Hei!



Kau pikir, kau bisa dengan

sedemikian mudahnya menjadi suamiku?



Apa yang harus kulakukan agar bisa

menjadi suamimu?



Aku menginginkan suami yang memiliki

tingkat kungfu yang tinggi.



Yang terbaik di antara yang terbaik.

Apakah kau mampu?



Biar kupikir dulu.

Aku pasti bisa.



Baiklah. Temui aku jika kau sudah

bisa.
Tapi, kurasa kita perlu menentukan

hari pernikahannya dulu.



Bagiku, menjadi ahli kungfu adalah

hal yang terlalu mudah.



Baiklah. Tapi, aku tetap membutuhkan

waktu untuk mempertimbangkannya.



Tidak masalah. Aku akan menunggu

jawabannya di taman depan.



Aku tidak akan pergi sampai kau

datang.



Dasar aneh!



Kami dari Partai Pengemis. Cepat

pergi jika tidak ingin terlibat!



Tuan tiba tepat pada waktunya.

Sekarang jalan sudah aman.



Silahkan melanjutkan perjalanan.
Bagus. Bagus sekali.



Berangkat!



Sial! Kita terlambat.



Dasar orang-orang Manchuria!



Kakak.



Ada apa?



Orang gila itu masih ada.

Kita bunuh saja dia.



Sudah lah. Dia tidak punya maksud

yang buruk.



Biarkan saja.



Jangan-jangan kau menyukainya.



Apa katamu? Sebelum Zhao mati, aku

tidak mungkin memikirkan cinta.
Apalagi kepadanya.



Tapi, kungfu Zhao Wu Ji terlalu

hebat. Kata paman Mo, dia hanya...



bisa dikalahkan dengan jurus

18 Telapak Naga.



Apakah itu berarti, aku juga tidak

akan pernah bisa menikah?



Sudah lah. Tidak usah memikirkannya.



Setan apa, kau? Berani-beraninya

menakut-nakuti aku!



Tuan Su, ini aku!



Kau tante Germo?!



Benar.



Kenapa tubuhmu rata sekali?

Mana buah dadamu?
Sekarang masih terlalu pagi. Mereka

belum bangun.



Untung kau tidak sampai mati.



Ingat, jangan keluyuran sembarangan

kalau tidak berdandan. Mengerti?



Aku tidak akan melakukannya lagi.



Kau tidak usah menunggu nona Ru

Shuang lagi. Dia sudah pergi.



Pergi?



Nona Ru Shuang pergi ke mana?



Katanya, dia mau ke ibu kota.



Ibu kota?



Pria harus berbakti kepada negara.



Apa yang akan kulakukan dengan
kepangku?



Ayunkan.



Aku akan menarik dan

mempermainkannya.



Ayah!



Kuputuskan bahwa aku akan mengikuti

ujian keterampilan bela diri.



A Chan.



Aku telah menantikan ucapan itu

selama 25 tahun.



Demi keluarga Su Cha Ha Er, kau

harus melakukannya!



Jangan salah mengerti. Memangnya

aku melakukannya untuk siapa?



Hanya seorang wanita.
Pendekar yang hebat!



Kau bersedia mati dan bersusah payah

untuk mengikuti ujian di ibu kota.



Siapa wanita itu?



Pelacur dari Wisma Yi Hong.

Nona Ru Shuang.



Demi seorang pelacur?



Ada yang salah?



Seleramu memang berbeda.

Kau benar-benar luar biasa!



Ayah kagum sekali kepadamu!

Aku akan menemanimu ke ibu kota.



Nomor 2, 3, 4, 5, 6!



Kami datang, tuan besar.



Tuan muda akan mengikuti ujian. Ayo
kita pindah ke ibu kota.



Sudah, tidak perlu dikejar. Ayam itu

tidak perlu kita bawa ke ibu kota.



Dasar bodoh. Hati-hati, ya! Kalau

sampai pecah, aku pasti menghajarmu!



Hati-hati.



Selamat pagi, ayah.



Selamat pagi.



Semuanya benar-benar mau dipindahkan

ke ibu kota?



Tentu saja.



Sisakan baju untuk kukenakan.



Kau masih kecil.

Memangnya untuk apa?



Aku sudah besar.
Memangnya sudah lebih besar

dibandingkan denganku?



Ayah meremehkan aku?



Suatu hari nanti, pasti lebih besar

dibandingkan dengan ayah.



Siapa yang mau melepas baju untuk

kukenakan?!



Aduh, kelihatan!



Kenapa kalian hanya berdiri di sini?

Kenapa belum dipindahkan?



Rumah sebegini besar, kapan kalian

bisa selesai memindahkannya?



Kerahkan tenagamu. Mengerti?

Kuhitung sampai 3. 1, 2, 3, dorong!



Dorong!
Hati-hati!



Ikat lebih erat!



Tuan, anda ingin memindahkan

pohonnya juga?



Tentu saja. Kalau tidak, bagaimana

aku bisa makan Leci di ibu kota?



Tarik ke sana!



Awas. Hati-hati dengan pohon Leciku.

Jaga Leciku baik-baik. Dasar bodoh!



Zhao Wu Ji membantu hamba membasmi

kelompok Chang Mao di Guang Xi.



Untuk itu, hamba membawanya ke sini

untuk menemui Yang Mulia.



Baiklah. Kuangkat kedudukanmu

untuk menjadi Pejabat Kementerian.



Semoga kau bisa berbakti dengan
sepenuh hati untuk dinasti Qing.



Terima kasih Yang Mulia.



Yang Mulia, tuan Zhao adalah seorang

penyihir.



Mengapa Yang Mulia tidak menitahkan

kepadanya untuk mempertunjukkannya?



Sihir?



Tuan Zhao, tunjukkan kebolehanmu.



Baik Yang Mulia.



Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Bubar!



Baik Yang Mulia.



25:14 Teks emas di lantai:

Ribuan musim gugur,

puluhan ribu kehidupan
Ampun yang mulia, hamba membuat anda

terkejut.



Betapa menyenangkan jika gadis itu

benar-benar nyata.



Ayo berbaris! Cepat!



Ada apa?



Ayo! Ke dalam sana.



Ada apa?



Sembunyi di dalam.



Sudah siap, tuan muda.

Silahkan.



Semuanya diam saja. Jangan bergerak.



Harum sekali? Kau pasti A Hong.



Tuan hebat sekali. Aku suka!
Lebih dekat lagi. Besar sekali?

Kau pasti Xiao Xiao.



Tuan nakal sekali.

Kenapa berkata seperti itu?



Bukannya memang besar?



Ada yang sedang hamil juga?

Aku tidak mungkin tertipu. Ini ayah!



Kau nakal sekali! Bagaimana kau

bisa mengetahuinya?



Anak pintar. Sebenarnya ayah ingin

mempermainkanmu. Tapi kau hebat.



Sudah. Besok tuan muda harus ujian.

Jangan terlalu banyak bermain-main.



Pergi.



A Chan. Besok kau ujian.

Apakah kau sudah siap?
Siap apa? Aku pasti menang. Masa

ayah tidak tahu?



Benar juga. Aku jadi lebih tenang

karena melihatmu begitu.



A Chan, ini paman Cheng.

Besok, dia yang akan mengujimu.



Beri salam kepadanya.



Paman Cheng, untuk apa

memberi salam?



Lihat. Bukankah anakku jagoan?



Semuanya akan sangat tergantung

kepada nasibnya.



Cheng, aku sudah meminta kepada

orang untuk menyelesaikan...



soal ujian yang kau berikan.

Apakah soalnya mungkin berubah?
Tidak perlu mengkhawatirkan soal

ujian.



Asalkan dia bisa memanah, menunggang

kuda, bertanding, bertinju dan ...



menggunakan senjata, dia pasti bisa.



Kau tenang saja. Ilmu bela diri

puteraku sangat hebat.



Jadi, kapan aku menerima

2 juta taelnya?



Kita memang bersahabat, tapi bisnis

tetap bisnis.



Posisikan tim berkuda di barisan

terdepan.



Para pemanah pada kedua sisi, dan

penembak di belakang.



28:04 Caption:

Arena Ujian Bela Diri
Para peserta ujian bela diri putaran

pertama, memasuki arena.



28:14 Tulisan pada papan:

He Bei



28:16 Tulisan pada papan:

Huang Dong



28:17 Tulisan pada papan:

Mongol



28:22 Tulisan pada papan:

Zhe Jiang



28:26 Tulisan pada papan:

Jiang Su



28:39 Tulisan pada papan:

Gagal



28:46 Tulisan pada papan:

Gagal
Aku tidak bisa mengangkatnya



29:06 Tulisan pada papan:

Tidak tahu malu



Aku tidak mau membuang-buang tenaga.

Tidak tahu malu? Kurang ajar.



29:40 Tulisan pada papan:

Nilai: 10



Nilainya 10!



Hebat sekali, tuan muda!



Wah, nilainya 10!



29:56 Tulisan pada papan:

Nilai: 10



Babak penentuan dari ujian bela diri

akan segera dimulai!



Para peserta yang akan bertanding

pada hari ini adalah....
Po Da Er Duo dari Mongol!



Bagus!



Bersama Su Cha Ha Er Chan

dari Guang Dong!



Tiga menit lagi. Kedudukan sementara

Su 10:1, Po 1:1



Tidak salah, ya? Kenapa perbandingan

taruhannya berbeda jauh?



Yang satu 1:10, yang satu lagi 1:1.



Sebegitu tidak percayanya kau

kepada Su Chan?



Mau bagaimana lagi? Saat bertanding

angkat besi, Su Chan menyerah.



Lihat saja. Po masuk ke putaran

terakhir dengan nilai sempurna.
Mana mungkin mereka bisa disamakan?



Ini ujian bela diri,

bukan menjadi kuli.



Apa gunanya memenangkan lomba

angkat besi?



Seharusnya tidak seperti itu.



Tapi menurutku....



Apa?



Saudara memang cerdas sekali.



Menurutku, ujian ini memang aneh.



Po sangat pintar dan kuat. Tapi,

lihat keringat di lehernya.



Kurasa dia merasa sangat cemas.



Masa?
Tapi lihat, Su Cha Ha Er Chan.



Bagaimana? Jadi, bagaimana?



Meskipun ia membuat penonton kecewa,

tapi bisa masuk ke putaran ini...



bukan merupakan hal yang mudah.



Maksudnya?



Maksudku, ia memiliki

tekat yang kuat.



Jadi, aku ingin bertaruh untuknya.



Yang benar saja. Berapa banyak yang

ingin kau pertaruhkan?



800 ribu tael.



Kenapa tidak 2 juta tael?



Memangnya kenapa? Kenapa kau

sedemikian menjagokannya?
Menurutku, kau pintar sekali

menganalisa.



Tapi, kurasa Chan yang akan menang.



Ke sini.



Aku mau menambah taruhan untuknya.



Serius?



2 juta tael!



Luar biasa!



Kenapa kau tidak bertaruh?



Kenapa aku harus bertaruh?

Dia puteraku.



Gawat! Aku melupakan faktor yang

satu itu saat menganalisa.



Faktor apa?
Garis keturunan.



Penguji memasuki arena!



Bukankah Lao Cheng yang seharusnya

menjadi pengujinya?



Silahkan duduk.



Cheng Ke Lin Can?!



Memangnya kenapa?



Po adalah keponakannya.



Dimulai saja.



Mulai!



Ayo!



Hebat!



Panahnya sampai menembus! Setidak-
tidaknya, harus ditambah 2 poin.



Aku setuju!



Panah Su tidak mengenai target.

Perlombaan ini dimenangkan oleh Po.



Yang benar saja! Kurang ajar!

Mereka curang!



Peserta harap bersiap-siap menaiki

kuda!



Tuan Zhao.



Bawa panah ini.

Mungkin kau akan membutuhkannya.



Bagian kedua, dimulai!



Apa yang mereka lakukan terhadap

senjatanya?



Gawat sekali. Bolehkah aku

membatalkan taruhanku?
Chan bangkit lagi!



Kau sudah merobek tiket taruhannya?



Belum.



Yang benar saja!



Belum mau menyerah? Ayo lagi!



Kita mulai dari awal.

Aku akan mengalah.



Jangan menganggapku memanfaatkan

kesempatan.



Salah sendiri menggunakan cara

yang licik.



Anak muda, akhirnya

kau bangkit juga.



Luar biasa. Dia menang!
Silahkan minum teh.



All the best!



Bahasa apa itu? Aku tidak mengerti.



Bahasa Inggris.



Oh, bahasa Inggris.



Pada peraturan tidak tercantum

senjata yang tidak diperbolehkan.



Kau yang lebih dulu dijatuhkan.

Sekali lagi Po menang.



Cheng kurang ajar! Berani-beraninya

mengkhianati aku!



Aku akan menghajarmu sampai mati!

Tunggu sampai kita bertemu lagi!



Tidak perlu. Kau tidak akan pernah

bertemu lagi dengannya.
Memangnya kenapa?



Sekarang, aku yang akan membunuhnya!



Aku tidak mau kehilangan 2 juta.

Aku hanya bercanda.



Tidak tahu malu.



Po Da Er Duo terpilih sebagai juara

pada ujian bela diri kali ini.



Jelas-jelas aku yang menang.

Aku menuntut keadilan!



Ada apa?



Panah itu beracun!



Itu yang disebut sebagai karma!

Kau memang pantas mati!



Dia terkena racun dari panahnya

sendiri.
Berarti puteraku yang akan menjadi

juaranya.



Aku pasti kaya!



Benar!



Kau....



Berkah dari para leluhur.



Aku juga setuju.



Tuan, Yang Mulia berkenan untuk

menganugerahkan gelarnya.



Baiklah.



Silahkan.



Tuan, bolehkah aku meminta

pernyataan, untuk kucatat?



Kemenangan pada hari ini akan

dipersembahkan kepada siapa?
Nona Ru Shuang!



Apakah nona Ru Shuang itu nama

panggilan untuk ibunya?



Semoga yang mulia panjang umur!



Berdiri.



Terima kasih yang mulia.



Ceng Ke Lin Can, siapa yang menjadi

juara ujian bela diri?



Lapor Yang Mulia, Su Chan dari

Guang Dong yang memenangkannya.



Yang Mulia, hamba Su Cha Ha Er Chan.



Yang Mulia, hamba ingin melaporkan

sesuatu.



Laksanakan.
Saya memperoleh laporan bahwa Su Cha

Ha Er Chan tidak bisa menulis.



Jadi, bagaimana dia bisa menjawab

pertanyaan tertulisnya?



Dia pasti berbuat curang.



Bawa alat tulisnya ke sini.



Baik Yang Mulia.



So Cha Ha Er Chan, tuliskan namamu.



Untung dia bisa menuliskan namanya

sendiri.



Dia bisa menulis namanya sendiri.



Hamba tidak bisa menulis.



Kau pasti berbuat curang!

Penggal kepalanya!



Jangan!
Yang Mulia, aku yang berbuat curang.

Puteraku tidak melakukannya.



Hukum aku saja.



Aku yang seharusnya dihukum.



Maafkan aku, ayah. Aku tidak bisa

menuliskan namaku sendiri.



Sudah, diam saja. Aku sudah tahu.

Yang Mulia, penggal aku saja.



Penggal aku saja.



Penggal aku. Yang Mulia, sebaiknya

aku saja yang dipenggal.



Diam! Memangnya kalian yang berhak

menentukan siapa yang kupenggal?!



Kalian berdua telah bekerjasama

dalam menipuku.
Menteri Keadilan! Umumkan hukuman

untuk mereka!



Menteri keadilan, cepat ke sini!



Hamba di sini!



Dia itu Menteri Keadilan?



Keluarga Su harus dihukum mati.



Tapi leluhur mereka sangat berjasa

kepada dinasti Qing, sehingga...



dapat diampuni. Tapi seluruh

kekayaan yang mereka harus disita.



Apakah kau pernah mengikuti wajib

militer?



Sudah 7 tahun saya belum melapor

ke markas.



Tidak bertugas, berarti tidak

bersalah saat melaksanakannya.
Demikian, Yang Mulia. Hanya disita

harta bendanya saja.



Yang benar saja. Kau yakin?



Berdasarkan Dasar-dasar Hukum,

hukuman tersebut sudah cukup adil.



Bagaimana jika aku ingin menambah

hukumannya?



Jika Yang Mulia menginginkannya,

tentu saja bisa.



Bagus. Aku ingin agar mereka seumur

hidup menjadi pengemis.



Ceng Ke Lin Can, kenapa kau bisa

tidak tahu jika mereka curang?



Untung saja Zhao melaporkannya

kepadaku.



Zhao Wu Ji, kau telah berjasa. Aku
akan memberimu hadiah.



Kehidupan adalah sebuah

pengembaraan....



Itu papan arwah ayahku. Kau juga

menyitanya?



Tempat hio itu juga tidak cukup

berharga. Untuk apa kau ambil?



Memperjuangkan pertemuan, tapi tidak

mampu menghadapi perpisahan.



Akankah kita bertemu lagi, hanya

ada kesedihan di dalam ingatan.



Tuan muda. Mulai hari ini, kau harus

berusaha keras belajar menulis.



Ini untukmu.



Kesedihan dalam ingatan, hanya dapat

diperoleh, namun sulit disingkirkan.
Pak guru. Aku pasti bisa.



Tidak sepantasnya disesalkan.



Tuan, aku akan menjaga kura-kura

kecilmu.



Maafkan kami tuan.



Sudah lama kami hidup bersamamu,

tapi belum juga punya anak.



Tidak apa-apa. Aku yang salah.



Jika aku melakukannya dengan benar,

kau pasti punya banyak anak.



Tapi, kurasa, A Chan saja sudah

cukup.



Kenapa masih di sini? Cepat pergi!



Tuan, kami pergi dulu.



Kami pergi, tuan.
Sana. Pergi.



Aku merasa lega sekali.



Menyenangkan sekali.



Benar-benar bahagia.



Silahkan masuk.



Ayo, cepat.



Kenapa?



Kenapa mereka membuat kita merasa

sedemikian gembira?



Kenapa bisa, ya?



Aku sampai tidak bisa menahan tawa.



Silahkan masuk.



Selamat datang.
Puteraku, kita dihina seperti ini.

Aku ingin sekali menangis.



Jangan. Jangan mempermalukan diri

sendiri.



Tetaplah tertawa.



Puteraku, apakah kau masih punya

uang?



Tidak. Bagaimana dengan ayah?



Aku lupa.



Gawat. Kita berdua benar-benar sial.



Kasihani saya, berikan uang kepada

pengemis yang malang.



Puteraku, apakah orang itu mirip

denganku?



Maksud ayah yang meminta-minta?
Bukan. Yang memberi uang.



Dia lebih menjijikkan dibandingkan

dengan yang menyanyi.



Tidak juga. Penampilannya lumayan.

Tapi, itu menurut pendapatku.



Semua ini salahku. Aku dulu sering

menyebutmu pengemis.



Sekarang, apa yang kusebutkan benar-

benar terjadi.



Aku tidak percaya.



Memangnya jika kaisar menyuruh kita

menjadi pengemis, lalu kita harus...



menjadi pengemis?

Aku pintar dan jago kungfu.



Tuhan juga tidak akan mengijinkan

aku menjadi pengemis.
Benar juga.



Apakah aku seperti pengemis?



Tidak.



Pengemis muda, pengemis tua. Gunakan

ini untuk membeli makanan.



Kenapa kau perlakukan kami seperti

pengemis?



Kurang ajar.



Aneh sekali. Ayo kita makan.



A Chan, kita sudah kenyang, tapi

tidak ada yang bisa kita lakukan.



Biar aku duduk di sana sebentar,

siapa tahu ada yang bisa kita...



gunakan untuk makan malam.
Ayah menganggap diri ayah sebagai

pengemis?



Ayah, tidak perlu khawatir.



Jika membutuhkan uang, kita tidak

perlu mengemis.



Kalau tidak mengemis, bagaimana kita

bisa memperoleh uang?



Minta saja kepada orang untuk

meminjamkannya kepada kita.



Sobat, siapa namamu?



Niu Da Chun.



Kau punya uang?



Punya.



Beri aku pinjaman.



Baiklah.
Terima kasih.



Kenapa aku harus memberikannya

kepadamu?



Kenapa kau selalu bertanya?



Tapi, aku harus tahu alasannya.



Tahu atau tidak, kau tetap harus

memberikannya.



Tidak bisa. Sebaiknya kita bicarakan

dulu. Begitu lebih baik.



Berikan saja. Untuk apa terlalu

banyak bertanya?



Lepaskan!



Kau mau merampokku?



Perampok!
Bukan merampok. Aku sedang mengemis.



Ternyata kalian berdua mau menipuku?



Kau pikir aku bodoh? Aku ini pintar.

Tahu atau tidak?



Sudah dua hari. Cuaca semakin dingin

perut juga semakin lapar.



Kau ada ide?



Ada adik perempuan dari kekasih

temanku yang tinggal di ibu kota.



Katanya, dia sangat menyukai ayah.



Masa?



Benar. Jika ayah mau berhubungan

dengannya, kurasa dia bisa...



memulangkan kita ke Guang Zhou.

Tapi, ayah harus berkorban.
Entahlah, apakah maksudmu....



Demi keluarga kita, apa pun pasti

akan kulakukan.



Aku mengerti. Bagi ayah, hal ini

pasti berat sekali.



Tidak perlu terlalu banyak bicara.

Ayo kita cari dia.



Aku sudah mengaturnya.



Dia adalah wanita bergaun merah yang

berdiri di bawah lampion.



Hantu!



Ada masalah?



Tidak ada. Tapi, kau di depan. Aku

mengikuti dari belakang.



A Chan, aku belum pernah mencoba

permainan ini. Hati-hati, ya?
Tidak perlu khawatir.

Aku pasti berhati-hati.



Kujamin, ayah pasti tidak apa-apa.



Ayah juga mau mendapatkan uang untuk

makan sirip hiu, bukan?



Benar.



Minggir! Pergi!



Kalian tidak boleh menggelar

pertunjukan di sini.



Tuan. Kami hanya ingin memperoleh

uang, untuk pulang ke Guang Zhou.



Jangan terlalu kejam kepada kami.



Yang Mulia menegaskan bahwa kalian

harus mengemis.



Jadi, kalian hanya boleh mengemis.
Aku hanya melaksanakan tugasku.



Pengawal!



Siap!



Singkirkan semua ini.



Siap!



Tolong!



Tuan Zhao, yang ini berat sekali.



Panggil bala bantuan.



Siap!



Apa yang kalian lakukan?



Tidak bisa. Kami tidak bisa

mengangkatnya.



Biar aku saja.
Kau sengaja menantangku?



Saat di wisma Yi Hong, aku pernah

mengampunimu sekali.



Tapi kali ini, kau tidak akan

seberuntung itu.



Orang ini hebat sekali.



Aku harus bisa mengalahkannya dengan

satu kali serangan.



Jika tidak, dia justru akan berbalik

menyerang.



A Chan!



Aku telah mematahkan tangan dan

kakimu.



Seumur hidup, kau tidak akan bisa

pulih kembali.



Mau melawanku? Lain kali saja.
Tapi, kau masih bisa mengemis.



Jadi, jadilah pengemis yang baik.



Pergi. Tidak ada apa-apa di sini!

Minggir!



Jangan takut A Chan. Tidak apa-apa.

Tidak perlu khawatir.



Kau pasti baik-baik saja. A Chan.



Waktu itu, aku dan puteraku datang

ke arena ujian.



Kemudian melihat para pengujinya.

Kau tahu siapa mereka?



Siapa?



Cheng Ke Lin Can yang bangsat itu.

Dia adalah musuh kami.



Setiap membicarakan dia, aku pasti

emosi.
Sudah lah. Aku mau merokok dulu.

Merokok bisa membuatku lebih nyaman.



Benar. Sudah lebih nyaman.



Sewaktu di wisma Yi Hong, kami

melepaskannya.



Tapi dia justru membalas kebaikan

kami dengan cara yang keji.



Dia menjebak puteraku, pada ujian

itu. Tapi puteraku pintar dan hebat.



Akhirnya, puteraku berhasil

memenangkannya.



Aku ingin agar dia menjadi ahli

kungfu yang terhebat di dunia.



Menjadi yang terbaik, di antara yang

terbaik.



Apakah kau mampu?
Aku pasti bisa.



Baiklah. Temui aku jika kau sudah

bisa.



Tapi, kurasa kita perlu menentukan

hari pernikahan kita.



Menurutku, menjadi ahli kungfu itu

terlalu mudah.



Tuliskan namamu.



Hamba tidak bisa menulis.



Chan. Kenapa? Mimpi buruk lagi?

Tidak usah terlalu dipikirkan.



Makan ini. Meski sudah beristirahat

selama 2 bulan, tapi tangan dan...



kakimu masih belum pulih.



Paman Ha Er!
Sebentar!



Ayah mencari makanan dulu, ya?

Lalu merebus obat untukmu.



Ayah mengemis lagi?



Urusan ini, serahkan saja kepadaku.

Kau adalah pelajar yang berprestasi.



A Chan. Ternyata menjadi pengemis

juga bukan hal yang mudah.



Banyak sekali ilmunya. Kita tidak

boleh hanya sekedar meminta.



Minimal kita harus punya mangkuk

yang sesuai dengan kelas kita.



Pengemis juga punya tingkatan kelas.

Lucu sekali, ya?



Ayo cepat!
Aku datang!



Kalau terlambat, kita tidak akan

bisa mengemis.



Benar.



Kau pikir kau masih menjadi

jenderal, seperti dulu?



Bukan begitu....



Beri aku uang.



Aku tidak punya. Pergi.



Ayo, cepat. Jangan menghambat

usahaku.



A Chan, ayah pergi dulu.



Terima kasih.



Jangan terlalu kejam, sobat.
Kenapa kau tidak menulisnya sendiri?



Kau sedang beristirahat, aku hanya

ingin meminjamnya.



Kau pikir aku bodoh?



Ayah! Ayah kenapa?



Dingin sekali. A Chan, dingin.



Dingin? Demam. Tubuh ayah panas

sekali. Ayah sakit?



Tidak.



Sudah siang. Ayah harus mencarikan

makanan untukmu.



Ayah beristirahat saja. Kali ini,

biar aku yang pergi.



Kau mau mengemis?



Tidak masalah. Aku pasti bisa.
Ayah beristirahat saja.



Setelah mendapatkan uang, aku akan

membawamu ke dokter.



Anak nakal, kenapa tidak dimakan?



Kau harus makan banyak, agar kuat

seperti ayah. Cepat habiskan.



Tidak bisa. Aku sudah kenyang.



Kenyang. Meskipun kenyang, tetap

harus dimakan. Ayo cepat!



Tidak mau lagi? Kalau begitu, ayo

kita pulang.



Makan! Cepat dimakan!



Teman kecil.



Apa?



Bolehkah aku....
Tidak boleh!



Berbaik hati lah. Bermurah hati lah.

Kasihani aku, si pengemis ini.



Ayahku hampir mati kedinginan.



Pengemis, ini ada sisa arang.

Kau mau atau tidak?



Terima kasih.

Bolehkah aku meminta sedikit uang?



Kau?!



Bukan.



Kakak, dia datang.



Aku bukan dia.



Kakak, ada Su Chan.



Tunggu sebentar.
Nona, kau mencari siapa?



Maaf, aku salah orang.



Xiao Cui, ambilkan beberapa man tou.

Kau salah orang. Dia bukan Su Chan.



Kau mirip dengan temanku. Jika nanti

membutuhkan makanan, kau bisa...



datang ke rumahku.



Orang di rumah kami tidak banyak.

Jadi makanan sering tersisa.



Ini man tounya.



Ambil lah.



Terima kasih.



Kakak.



Jika bukan karena kau, dia tidak
mungkin berubah menjadi begitu.



Ayah, apa yang terjadi?



A Chan, aku lapar sekali.



Melihat anak kecil makan man tou,

aku meminta satu suap.



Aku punya man tou,

apa boleh ditukar?



Memangnya bisa?



Jika kupenggal kepalamu, apakah aku

bisa mengembalikannya lagi?



Bukankah kau juara kungfu? Benar

atau tidak? Kau juara kungfu itu?



Hampir.



Benar. Kau adalah juara itu.

Kita harus menghormatinya.
Terima kasih.



Tunggu dulu. Takdir telah

mempertemukan kita.



Takdir mempertemukan kita? Apakah

mereka mau mentraktir kita?



Ini ada makanan anjing.



Tuan juara, jika kau menghabiskan

ini, aku akan membebaskan ayahmu.



Apa?



Ayo makan.



A Chan, jangan dimakan. Mau di taruh

di mana mukamu jika kau memakannya?



Ayah sudah tua. Tidak perlu terlalu

kau pikirkan.



Tuan, sebenarnya aku ini seorang

jenderal dari Guang Zhou.
Memangnya kenapa?



Jangan pukul ayahku!

Lihat baik-baik!



Dia memakan makanan anjing itu.



Ayah, rasanya lumayan enak.



Biar kucoba. Mana?



Enak. Benar, 'kan?



Ayah, lihat. Ada potongan dagingnya!



Daging apa? Babi cincang!



Kalian bahkan jauh lebih kelaparan

dibandingkan dengan anjing.



Pasti seumur hidup kalian akan

memakan makanan anjing.



Ayo makan. Cepat!
Makanan ini enak sekali.



Sisa yang sesuap ini mau aku simpan

untuk nanti malam.



Bagus kau bisa berpikir begitu. Kau

memang pantas menjadi pengemis.



Dia memakan makanan anjing.



Ayo, kita makan makanan manusia.



Paman Su!



Kau....



Ayahku adalah ketua partai pengemis.

Mengapa kau tidak bergabung saja?



Paman Mo, menurutmu bagaimana?



Bagus.



Apakah itu partainya para pengemis?
Benar.



Kebetulan sekali. Sekarang kami

menjadi pengemis.



Jika bergabung bersama partai kalian

kehidupan kami pasti lebih baik.



A Chan! Ke mana dia?



A Chan mana? Di mana?



Baiklah. Kami berdua mau mendaftar.

Dua orang.



Chan!



Ru Shuang, selamat tahun baru!



Paman Mo, selamat tahun baru.



Hadiah ini untukmu.



Terima kasih.
Baju ini, satu untukmu dan yang

satu lagi untuk A Chan.



Terima kasih. Biar kusimpan dulu.



Punya uang receh?



Ada.



Bagus.



Berikan kepadaku. Sini.



Untuk apa?



Untuk apa? Bukankah ini tahun baru?

Kalian harus memperoleh angpao.



Ini. Semoga sehat dan sejahtera.



Selamat tahun baru.



Semoga kau selalu cantik.
Terima kasih.



Paman Mo, kita berdua tidak perlu

saling memberi, 'kan?



Mana A Chan?



A Chan? Dia mau tidur sampai awal

tahun nanti. Jadi masih tidur.



Dia baru saja tidur. Jadi, jangan

dibangunkan.



Aku akan membuatkan kue tahun baru

untuk kalian semua.



Baiklah. Aku akan membantumu.



Untuk apa dia tidur sampai tahun

baru?



Dasar pemuda yang tidak berguna.



Semua sudah berkumpul?
Untuk mengalahkan Zhao Wu Ji, kita

harus menyatukan kekuatan.



Jadi, kita perlu memilih ketua baru

yang akan mengelola partai kita.



Ru Shuang. Untuk mengalahkan formasi

Teratai dari ketiga tetua, ...



kau harus berusaha

semaksimal mungkin.



Paman, jika melihat kemampuanku,

aku tidak yakin jika aku bisa.



Mana mungkin aku bisa mengalahkan

mereka dan menjadi ketua yang baru?



Setelah memakan pil ini, kekuatanmu

pasti meningkat.



Jangan. Bukankah hanya pil ini saja

yang bisa mengobati luka dalammu?



Mana boleh aku memakannya.
Tidak perlu khawatir. Jika ingin

mencari jagoan, anakku pasti bisa.



Dulu, dia pernah menjadi juara ujian

bela diri.



Sekarang.... Maksudku, dulu....



Tapi, dia malas sekali. Kerjaannya

hanya tidur saja.



Mana mungkin bisa bertarung? Bahkan

menjadi pengemis saja tidak bisa.



Bicaramu terlalu kasar. Mengerti?



Jangan berbicara terlalu keras.



A Chan, meskipun sekarang banyak

orang yang meremehkanmu, tapi...



ayah tetap percaya kepadamu.



Meskipun sekarang kau tidak lagi
bisa menggunakan kungfumu, tapi...



dengan kemampuan yang pernah kau

miliki, asalkan kau mau berusaha...



kau pasti bisa melakukannya.



Tapi, sekarang aku sudah tidak bisa.

Aku juga tidak mau bertarung lagi.



Mana mungkin tidak bisa?

Ayo, pukul aku!



Lihat, bukankah kau bisa? Menurutku,

sebagai manusia....



Sudahlah. Tidak usah membuang-buang

waktu. Biarkan aku tidur.



Kenapa pintunya dikunci?



Nikmati saja tidurmu.



Puteraku, aku telah berusaha

mempersiapkan semuanya untukmu.
Manfaatkan untuk berlatih jurus

tongkat pemukul anjing.



Kenapa kau memanjat ke atas?



Jika menginginkan aku berlatih, ayah

juga harus memberikan tongkatnya.



Maaf. Tangkap!



Sebelum menunaikan tugas penting,

Tuhan akan memberikan ujian yang...



berat untuk melatih jiwa dan ragamu.



1:03:51 tulisan:

Lautan kepedihan yang tak bertepi



Lautan kepedihan yang tak bertepi.

Kau yang menulisnya?



Jelek sekali. Sudah seharusnya kau

menghapus tulisan itu.
Kau juga pengemis?



Benar.



Aku juga.



Selamat, ya?



Ada sesuatu yang bisa dimakan?



Tidak.



Untungnya aku punya. Penampilanmu

cukup menyedihkan, sayang jika...



tidak dimanfaatkan untuk mengemis.



Bukan urusanmu.



Kau terlalu malas untuk menjadi

seorang pengemis.



Pantas banyak yang meremehkanmu.



Dulu ke mana pun aku pergi, semua
orang pasti menghormatiku.



Tapi sekarang mereka meremehkan aku.



Aku justru sebaliknya. Dulu tidak

ada yang menghormatiku.



Dengarkan aku. Jangan pergi dulu.

Dengarkan.



Aku ingat, dulu di Guang Dong, ada

yang membiayai aku.



Mulai dari makan, minum, penginapan,

bahkan sampai ke perempuan.



Ada juga orang yang seperti itu?



Tetua, aku ingat kepadamu.



Anak muda, aku juga ingat kepadamu.



Tidak usah banyak bicara, cepat

kembalikan uangku.
Aku sedang sangat membutuhkannya.



Kalau punya uang,

aku tidak mungkin makan man tou.



Tapi, tidak perlu khawatir. Aku

berhutang budi kepadamu.



Suatu saat nanti, pasti kubayar.



Terima kasih.



Tidak ada gunanya juga

jika kuberikan uangnya.



Kau tetap tidak akan bisa membeli

apa yang sudah hilang.



Memangnya apa yang hilang?



Harga dan kepercayaan dirimu, juga

wanita yang kau cintai.



Sebenarnya kau itu siapa?
Namaku Hong Ri Xin. Aku biasa

dipanggil kakek Xin.



Aku adalah yang paling senior

di antara semua pengemis yang ada.



Memangnya, apa tidak enaknya menjadi

pengemis? Mau pergi tinggal pergi.



Mau tidur juga tinggal tidur.

Kau juga bisa begitu.



Memangnya, apa yang kau harapkan?

Aku akan membantumu mewujudkannya.



Aku ingin mengulang kembali

kehidupanku sebagai manusia.



Menurutmu, sekarang kau bukan

manusia?



Tapi tidak seperti manusia.



Itu sebabnya kenapa kau harus hidup

seperti ini, anak muda.
Bagus sekali.



Sejujurnya, dari ujung rambut hingga

ke ujung kaki, kau mirip pengemis.



Memangnya kenapa?



Berarti seumur hidup, kau akan tetap

menjadi pengemis.



Aku tidak mau lagi berbicara

denganmu. Aku mau tidur dulu.



Jangan pergi dulu. Setiap hal pasti

menghasilkan prestasi yang berbeda.



Menurutku, kau pantas menjadi Raja

Pengemis.



Raja Pengemis? Apa itu?



Tetap saja pengemis.



Aku tidak peduli kau itu siapa, aku
tidak mau berbicara denganmu lagi.



Pergi sana. Jangan menggangguku.



Cari mati, ya?



Bukan. Katanya kau mau tidur.

Aku hanya ingin menemanimu.



Dasar gila.



Anak muda, sampai bertemu di

alam mimpi.



Bersimpuh lah di hadapan Budha,

untuk mendisiplinkan keberadaanmu.



Naga! Harimau!



Su Chan, kau pernah merasakan

kenikmatan dunia.



Kau juga sudah mencicipi

kepahitannya.
Kini, pahami dan hayati

apa yang telah terjadi.



Aku bertindak sebagai wakil guru

Hong.



Kuangkat kau sebagai Pendekar

di alam mimpi.



Dan mengajarkan Jurus Pendekar Alam

Mimpi!



Semoga kau dapat memanfaatkannya.

Ayo kita mulai.



Tetua!



1:07:44 Teks:

Kepahitan telah berlalu,

kebahagiaan telah datang



Kepahitan telah berlalu,

kebahagiaan telah datang



Semoga panjang umur....
Korban telah dipersembahkan,

kebangkitan akan dikabulkan.



Leluhur sekalian, berikan kepadaku

segenap kekuatan dan kekuasaan!



Besok, kaisar akan pergi berburu.



Aku akan mendekatinya dengan

menggunakan daya pikat wanita.



Yuan Ling, besok kau yang harus

menggodanya.



Baik.



Jika kita bisa membunuh kaisar,

aku pasti berkuasa.



Dan kalian semua juga akan

memperoleh imbalannya.



Semoga panjang umur!
Tetua.



Ayo kita kembali.



Tetua!



Kejar!



Tidak perlu. Tidak lama lagi kaisar

berangkat.



Kau telah membunuh Yuan Ling. Kau

yang akan kuserahkan kepada kaisar.



Kenapa? Tidak ada yang berani

menjadi ketua?



Minta kepada tetua Mo untuk

memberikan Tongkat Pemukul Anjing...



kepada kita.



Di mana Tetua Mo dan kakakmu?



Aku tidak tahu. Tadi, kulihat mereka
berbicara berdua, lalu pergi.



Apa mereka terlibat hubungan cinta?



Kita mulai pemilihan ketuanya,

sekarang.



Paman Mo.



Kau membuatku khawatir. Kupikir kau

tidak akan pernah kembali.



Kau tidak apa-apa? Mana kakak?



Kakakmu ditangkap oleh Zhao. Kita

harus segera memilih ketua baru.



Siapa di anttara mereka yang mampu

melakukannya?



Biar aku saja.



Paman Mo.



Biar aku saja.
A Chan.



Mana pantas kau menjadi ketua?

Cepat turun!



Karena kau tidak cukup pantas,

aku akan mengalah.



A Chan, ini bukan permainan.

Jangan sampai terbunuh. Cepat turun!



Apa bedanya? Bukankah kehidupanku

sudah berakhir sejak dulu?



Tidak usah banyak bicara!

Lempari dia!



Kalau begitu, kupenuhi keinginanmu!



Apa yang dilakukannya?



Sambil tidur?!



Bukankah itu adalah jurus Pendekar
Alam Mimpi paman Xin?



Atur formasi!



Sudah pagi atau belum?



Saudara-saudara sekalian, maafkan

aku, tapi aku yang menang.



Apa gunanya jika dia hanya bisa

mengalahkan kami?



Kau bahkan tidak tahu bagaimana cara

menggunakan Tongkat Pemukul Anjing.



Kau tidak berhak memimpin kami.



Namanya Tongkat Pemukul Anjing,'kan?

Gunanya, pasti untuk memukul anjing.



Kata siapa aku tidak tahu cara

menggunakannya?



Sebenarnya tidak mirip dengan jurus

Pemukul Anjing. Tapi lumayan juga.
Dia mematahkan tongkatnya!



Dia merusak benda pusaka partai

kita! Bunuh dia!



Aku guru Hong. Ada yang berani

menentangku?



Aku yang menentukan peraturan di

partai pengemis.



Siapa pun yang mengalahkan formasi

Teratai, berhak menjadi ketua.



Kalian sudah lupa?



Persatuan telah membuat partai kita

menjadi kuat.



Tongkat Pemukul Anjing yang

kutinggalkan dulu itu, ...



hanya sekedar warisan yang tidak

berarti.
Tapi kalian justru berusaha untuk

bersaing memperebutkannya, hanya...



karena nilai harganya saja.



Selama 5 tahun ini, kalian tidak

mempunyai ketua.



Memangnya kalian tidak malu?



Sekarang tongkatnya sudah dipatahkan

oleh Su Chan.



Jadi, tidak perlu lagi

dipermasalahkan.



Dia memang sudah seharusnya

melakukannya.



Meskipun dia masih muda, tapi dia

sangat jenius dan berbakat.



Dia adalah murid dari muridku, Hong

Ri Xin.
Siapa pun yang tidak menghormatinya,

berarti menghinaku.



Kalian tidak hanya harus memilihnya

untuk menjadi ketua.



Kalian juga harus menyayanginya,

dengan sepenuh hati.



Penuhi kebutuhannya dan usahakan

sesering mungkin mentraktirnya.



Sehingga aku bisa memberkati kalian

semua dari surga. Sukses, ya!



Yang tadi itu benar?



Sebaiknya kita percaya saja.



Arwah guru Hong!



Tuhan memberkati kita. Betapa

beruntungnya kita.
Gampang sekali dibohongi. Aku

memang benar-benar jenius!



Kita semua bisa hidup lebih nyaman!



Apa yang terjadi?



Sambut ketua baru kita.



Menjadi manusia itu harus punya

rasa percaya diri.



Kau menang! Hebat sekali!



Paman Mo, puteraku hebat, 'kan?



Tak kusangka, ternyata kau telah

menguasai jurus Pendekar Alam Mimpi.



Sejak saat ini, kau telah menjadi

ketua kami.



Ini adalah kitab jurus

18 Telapak Naga.
Aku juga akan memberikan pil ini

kepadamu.



Semoga kau bisa menjadi ketua yang

baik.



Aku hanya ingin bisa sesegera

mungkin menyelamatkan Ru Shuang.



Ru Shuang tidak salah pilih.



Hebat sekali! Ketua hebat sekali!



Paman Mo. Kau kenapa?



Paman Mo!



1:18:44         Lirik Lagu:

Jarak yang jauh menemani perjalanan

panjang.



Tubuh dialiri dengan segenap

keberanian dan semangat.



Dalam pencarian untuk menemukan jati
diri dan kasih yang sejati.



Kutemukan kampung halaman, ke mana

pun aku melangkah pergi.



Saat terjebak di dalam kobaran

samudera cobaan.



Tak perlu mengkhawatirkan untung-

ruginya.



Pacu kudamu menuju ke Dunia

Persilatan.



Kak Chan, apakah kau memahami apa

yang tertulis pada kitab ini?



Kau pikir aku bodoh? Setelah menelan

pil Da Hai, seluruh potensi dan...



kemampuanku mengalami perkembangan

yang pesat.



Jadi, aku sudah bisa menguasai 17

dari 18 jurus Telapak Naga.
Tapi, jurus terakhirnya "Penyesalan

Sang Naga", tidak dilengkapi...



dengan keterangan dan gambarnya.



Aku sama sekali tidak bisa

memahaminya.



Tapi, paman Mo sudah meninggal.

Apa yang bisa kita lakukan?



Apa yang bisa kita lakukan?



Apa pun yang terjadi, pertama-tama

kita harus menyelamatkan Ru Shuang.



1:19:39 Lanjutan lagu:

Mengarungi udara yang membentang di

sepanjang jaman.



Tawa yang menyertai angin telah

menghapus segenap kesalahanku.



Suatu hari nanti aku bisa bersenang-
senang dan menenangkan diri.



Biarlah jika nanti ujung tombakku

kemudian berkarat.



Pastikan, apakah tendanya sudah siap

atau belum.



Siap!



Zhao Wu Ji, mengapa kau membawa

wanita itu ke sini?



Aku tahu, kaisar menyukai wanita

cantik.



Jadi, aku ingin mempersembahkan

hadiah untuk beliau.



Apakah aku boleh bertemu dengan

Yang Mulia?



Jika tidak ada perintah dari Yang

Mulia, kau jangan mengganggunya.
Pengawal, bawa perempuan ini

ke tenda.



Siap.



Pergilah.



Tuan, sudah lama tidak bertemu.

Hari ini kau tampak lumayan.



Kembalilah ke posisimu. Kau tidak

seharusnya pergi dari sana.



Siap.



Lapor Yang Mulia. Tuan Zhao

membawakan wanita untuk Yang Mulia.



Wanita? Zhao sangat memahamiku.

Aku mandi dulu. Bawa dia ke dalam.



Siap.



Bangsat itu ingin menemui Kaisar.
Jika terlalu sering melakukannya,

posisiku bisa terancam.



Pengawal!



Ada apa tuan?



Cepat periksa. Apa yang terjadi?



Siap.



Tuan, ada sekelompok besar orang

dari hutan.



Siapa mereka?



Tidak tahu.



Sampaikan peringatan dengan asap.



Semuanya, siaga!



Siap!



Ada peringatan dengan asap.
Semuanya, siaga!



Siap.



Dasar pengemis.



Su Cha Ha Er Chan,

apa yang kau inginkan?



Tidak. Aku hanya mau mengemis.

Kau punya uang?



Kurang ajar. Kau sudah bosan hidup?



Kau yang sudah bosan hidup.



Zhao Wu Ji ingin memberontak.

Dia mau membunuh kaisar.



Kau tetap saja bodoh.



Kau pikir kau itu siapa?

Berani-beraninya menghina pejabat.



Kubunuh kau jika berani maju.
Siap!



A Chan, lawan sedemikian banyak.

Bagaimana kita bisa melawan mereka?



Tetua.



Siap.



Mana yang lainnya?



Tidak lama lagi mereka datang.



Kita sudah tidak punya waktu lagi.



Kalian tunggu saudara-saudara yang

lain di sini. Aku pergi dulu.



Aku ikut.



Bersikap lah lebih serius.



Ketua, pergilah dengan tenang.
Pergilah dengan tenang?

Memangnya aku sedang sekarat?



Katakan sesuatu yang mengundang

keberuntungan saja. Mengerti?



Boleh. Selamat ulang tahun kami

ucapkan.



Selamat panjang umur, kita 'kan

doakan.



Selamat sejahtera....



Cukup!



Aku belum selesai menyanyi.



Lanjutkan nanti, setelah aku pergi.



Baiklah.



Ada asap di depan.



Pasti ada yang mengirim peringatan.
Siapkan asap yang beracun.



Siap.



Serang tenda utama!



Pemberontak! Mereka benar-benar

memberontak!



Kurang ajar!



Temanmu yang tidak bisa dipanah itu

yang jahat.



Jahanam. Asap beracunnya diarahkan

ke tenda kaisar.



Tidak. Arah anginnya berubah.



Benar. Tunggu aku.



Jika kalian tidak mau pergi, kami

akan membunuh kalian.



Lihat ke sana!
Asap beracun dari aliran Tian Li.



Tenang! Air seni bisa menawarkan

racunnya.



Ayo cepat, buang air kecil.



Bagaimana dengan aku?



Tidak perlu khawatir. Aku bisa

memberikan air seniku.



Ini. Pakai saja.



Serbu!



Bagaimana situasinya?



Berkat keberuntungan paduka, angin

berpindah arah.



Asapnya tertiup ke arah yang lain.



Bagaimana dengan pasukan kita?
Banyak yang meninggal, Yang Mulia.



Ambilkan pedang!



Jangan yang mulia. Yang mulia.



Jangan halangi aku! Minggir!



Yang mulia, ini sangat berbahaya.

Jangan.



Kalau kau halangi, memangnya aku

harus menunggu mati di sini?



Minggir! Kuperintahkan kepada kalian

untuk minggir!



Jangan pergi.



Lindungi aku!



A Chan?



Ru Shuang.
Bagaimana kau bisa berada di sini?



Bagaimana? Ceritanya panjang.



Tadi malam, aku belum sempat makan,

tapi harus berangkat dari markas.



Mendaki gunung Jin, dan pagi ini

tadi melewati Tembok Besar.



Kami beristirahat selama setengah

jam, untuk sarapan.



Aku juga sempat buang air kecil.



Masa?



Benar. Setelah itu, aku ingin makan

ubi manis.



Tapi yang ada hanya Man Tou. Kau

tahu, 'kan? Aku tidak suka Man Tou.



Hamba terlambat Yang Mulia. Ampuni
hamba.



Lindungi kaisar!



Siap!



Dasar pengkhianat!

Tangkap dia!



Yang Mulia.



Kurang ajar! Serahkan kerajaanmu

kepadaku!



Apa katamu?!



Kau?!



Benar. Su Chan, si pengemis.



Pengemis Su? Sudah puas tidur?



Benar. Tapi, mendengar perkataanmu,

aku jadi mengantuk.
Pendekar Alam Mimpi?!



Benar. Lihat penampilanmu. Sekarang

kau juga mirip dengan pengemis.



Apa kau mau bergabung bersama kami?



Tak kusangka, ternyata kau bisa

dipulihkan.



Benar. Semua ini berkat jasamu.



Kau sudah mengerahkan seluruh

kemampuanmu? Aku belum.



Bodoh. Selain jurus 18 Telapak Naga

yang bisa mengalahkan aku...



Aku tidak takut kepada jurus apapun.



Jurus 18 Telapak Naga?



Jurus ke-7, Naga Menyerang!

Naga Terbang di Awang-awang!
Naga Mengibaskan Ekor!

Naga Mencengkeram Jantung!



Naga Berenang di Lautan!

Naga Di Sawah! Naga Menari!



Naga Bersembunyi! Naga Bermain Bola!

Naga Buang Air! Naga Berpacaran!



Naga yang Sehat! Naga Beranak!



Selesai!



Kenapa hanya 17 jurus?!

Sayang sekali.



Jika kau telah menguasai jurus yang

ke-18, kau pasti bisa menang.



Tapi, aku tidak akan memberikan

kesempatan kepadamu!



A Chan!



Aku tahu! Ternyata jurus ke-18
adalah gabungan dari 17 jurus itu.



Aku memang pintar sekali!



Jurus ke-18, Penyesalan Seekor Naga!



A Chan, kau baik-baik saja?



Lihat saja sendiri.

Menurutmu bagaimana?



Gayamu hebat sekali,

tapi penampilanmu berantakan.



Bodoh. Aku tidak apa-apa.

Malam ini, aku juga bisa bercinta.



Kau hebat sekali.



A Chan! Kau tidak apa-apa?



Kakak!



Xiao Cui!
Mana Zhao Wu Ji?



Ada di dekat-dekat sini.



Di dekat-dekat sini?



Dia sudah hancur menjadi debu.



Hancur menjadi debu? SIal!



Lapor, ketua! Kami telah menangkap

anak buah Zhao!



Terima kasih teman-teman.



Ru Shuang. Kita punya perjanjian.

Kau ingat?



Ingat. Yang terbaik di antara yang

terbaik dan tak terkalahkan.



Tapi, aku tidak bisa menjadi

sarjana.



Aku tidak suka sarjana. Aku lebih
menyukai pengemis.



Kau duluan! Nanti aku menyusul.



Cheng Ke Li Can, kau benar-benar

bodoh.



Kau telah memperkenalkan aku kepada

penjahat itu.



Sekarang, kau kuhukum menjadi

pengemis!



Kau berbakat menjadi pengemis.



Jangan lupa, besok kau harus

melapor ke kuil.



Kalau ada yang jahat, sebutkan saja

namaku.



Terima kasih ketua.

Terima kasih atas perhatian ketua.



Su Chan, apa hadiah yang kau
inginkan?



Kau benar-benar tidak menginginkan

apa-apa?



Apa yang lagi bisa kukatakan?

Ayo pergi. Bantu aku berdiri.



Pendekar Su.



Lepaskan dulu.



Jangan sombong karena telah berhasil

menyelamatkan aku.



Jika kau tidak menghormati aku, aku

pasti akan membunuhmu.



Kalau mau membunuhku, kau tidak usah

berjongkok dan berbicara denganku.



Jangan bergerak, nanti semakin

menarik perhatian.



Sebenarnya kita sama sekali tidak
berhubungan.



Jadi tidak ada yang perlu kita

bicarakan.



Pasukan pengemismu anggotanya ada

puluhan ribu.



Kalau kalian berkumpul, aku tidak

mungkin merasa tenang.



Bukan aku yang menentukan berapa

anggota partaiku. Tapi, kau sendiri.



Aku?



Jika kau memerintah secara adil dan

bijaksana, rakyat menjadi tenang...



dan sejahtera.



Kalau begitu, siapa yang mau

menjadi pengemis?



Masuk akal juga.
Usahakan tetap terlihat berwibawa.



Tapi, tolong aku, ya?



Baiklah.



Semoga yang mulia selalu sejahtera

dan panjang umur.



Berdirilah.



Sobat, apakah kau ingat kepadaku?



Tentu saja. Dasar pengemis.



Kau pikir dengan menggendong anak

perempuan, aku bisa kau tipu?



Benar. Berikan uang kepadaku.



Aku tidak mau memberimu. Pergi!



Kau harus memberiku uang.

Kau harus melakukannya.
Harus? Kau bercanda, ya?



Memang benar, begitu. Cepat.



Anggap aku sedang sial.



Jangan pergi dulu.



Ada apa lagi?



Aku datang bersama keluargaku, jadi

tambah lagi, ya?



Seberapa banyak.



Kalau tidak punya 1000, berikan saja

800.



Tuan, beri aku uang.



Untuk membeli makanan, tuan.



Kau tidak mengucapkan terima kasih?
Terima kasih.



Ayo cepat makan.



Kau mau ke mana?



Jangan nakal!



Ikuti aku.



Ayo.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:24
posted:6/15/2012
language:Malay
pages:130
Description: Subtitle for a Hong Kong movie titled "King of Beggars", 1992, in Indonesian Language.