PENGERTIAN ILMU ALAMIAH DAN TEKNOLOGI by vieter020393

VIEWS: 484 PAGES: 13

									                    MAKALAH

            IAD (ILMU ALAMIAH DASAR)


“PENGERTIAN ILMU ALAMIAH DAN TEKNOLOGI”




                  Di susun oleh:

             1. Twin FitersyA
                NIM : 2113137337




Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkulu (STAIN)

                  kota Bengkulu

              Tahun ajaran 2011/2012
              PENGERTIAN ILMU ALAMIAH DAN TEKNOLOGI

                                           BAB I

                                     PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

      Tuhan menciptakan 2 makhluk, yang satu bersifat Anorganis (Benda Mati) dan yang lain
   bersifat Organis (benda hidup)

      Benda yang menjadi pengisi bumi tunduk pada hukum alam (Deterministis) dan mahluk
   hidup yang tunduk pada hukum kehidupan (biologis) tetapi yang jelas cirri-ciri kehidupan
   manusia sebagai makhluk yang tertinggi, lebih sempurna dari hewan ataupun tumbuhan.

      Dari sekian banyak ciri-ciri manusia sebagai makhluk hidup akal budi dan kemauan keras
   itulah yang merupakan sikap unik manusia, Rasa ingin tahu juga merupakan ciri khas
   manusia dan dari situlah Ilmu Pengetahuan Bermula.

      Metode ilmiah dipakai hampir di semua bidang pengetahuan karena keunggulan-
   keunggulan yang dimilikinya, oleh karena itu pemahaman akan metode metode ilmiah ini
   sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, pada zaman modern sekarang ini pola penilaian
   ilmiah merupakan kebutuhan yang sangat esensial bagi mereka yang ingin maju.

B. Perumusan Masalah

   Persoalan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

   1. Apa dampak ilmu alamiah dan teknologi itu?

   2. Bagaiman perkembangan IPA dan teknologi ?

   3. Apa dampak teknologi bagi kehidupan ?
C. Tujuan Penulisan

   Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata Kuliah “ ILMU
   ALAM DASAR” yang dibimbing oleh Bapak Nandang Qosim, S.Ag. selaku dosen mata
   kuliah tersebut.

D. Kegunaan Penulisan

   Kegunaan penulisan ini disusun dengan tujuan :

   1. Menjelaskan dampak ilmu alamiah dan teknologi

   2. Menjelaskan perkembangan IPA dan teknologi

   3. Keunggulan dan keterbatasan metode Ilmiah

E. Sistematika Penulisan

   Penulisan makalah ini di bagi dalam 5 Bab yaitu :

   BAB I Pendahuluan Pada Bab ini kemukakan mengenai, Latar Belakang Masalah,
              Perumusan, Perumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Kegunaan penulisan dan
              Sistematika Penulisan.

   BAB II Kajian Pustaka, Pada bagian ini dikemukakan tentang, Pengertian Ilmu Alamiah dan
              Teknologi lahirnya ilmu Alamiah dan sejarah perkembangan IPA.

   BAB III Pembahasan tentang peranan dampak Ilmu Alamiah dan teknologi keunggulan dan
              keterbatasan Metode Ilmiah.

   BAB IV Kesimpulan Penutup dan Saran

   BAB V Daftar Pustaka
                                             BAB II

                                      KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Ilmu Alamiah dan Teknologi

      Ilmu pengetahuan alam (IPA) ialah ilmu yang membahas alam semesta dan segala
   isinya,, sedangkan teknologi IPA untuk memenuhi kebutuhan manusia.

      Ilmu Alamiah (IA) sering disebut ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan akhir-akhir ini ada
   juga yang menyebut ilmu kealaman yang dalam bahasa inggris disebut Natural Science, atau
   disingkat “Sience” dan dalam bahasa Indonesia sudah lazim digunakan istilah sains.

      Ilmu alamiah merupakan pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta,
   termasuk Bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip , ilmu alamiah dasar (Basic
   Natural Sience) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip dasar yang esensial saja.

      H.W Fowler mengatakan bahwa IPA adalah ilmu yang sistematis dan dirumuskan yang
   berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan
   induksi sedangkan Nokes di dalam bukunya “Sience” In Education menyatakan bahwa IPA
   adalah pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus.

      Memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan
   atas pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala gejala alam. Betapapun indanya suatu
   teori. Dirumuskan, tidaklah dapat dipertahankan kalau tidak sesuai dengan hasil-hasil
   pengamatan/observasi, fakta-fakta tentang gejala kebendaan/alam diselidiki, dan diuji
   berulang-ulang melalui percobaan-percoban (Experimen) kemudian berdasarkan hasil
   eksperimen itulah dirumuskan keterangan ilmiahnya (Teorinya) teoripun tidak dapat berdiri
   sendiri, teori selalu didasari oleh suatu hasil pengamatan.

2. Lahirnya Ilmu Alamiah
      Manusia sebagai makhluk hidup melalui panca inderanya memberikan tanggapan
   terhadap semua rangsangan, termasuk gejala di alam semseta ini, tanggapan terhadap gejala-
   gejala atau peristiwa alam merupakan suatu pengalaman.

      Perngalaman merupakan salah satu cara terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan
   fakta-fakta, pengalaman itu akan bertambah terus selama manusia ada di muka bumi dan
   mewariskan pengetahuan itu kerpada generasi berikutnya, pertumbuhan pengetahuan
   (Knowledge) didorong oleh :

   a. Dorongan untuk memuaskan diri yang bersifat non praktis atau teoritis kuriositas dan
      memahami hakikat alam semesta dan isinya.
   b. Dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup
      yang lebih tinggi.

      Kedua dorongan itu menumbuhkan kemajuan ilmu pengetahuan dorongan pertama
   menuju limu pengetahuan murni (Pure Science) Sedangkan dorongan kedua menuju ilmu
   pengetahuan tarapan (Applied Science).

      Ilmu Alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis, Artinya,
   kegiatan manusia yang tidak ada hentinya, dari hasil percobaan akan menghasilkan konsep
   selanjutnya konsep tersebut mendorong dilakukannya percobaan berikutnya dan seterusnya.

3. Sejarah Perkembangan IPA

   Dengan bertambah majunya alam fikiran dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan
   manusia dapat menjawab tanpa mengarang mitos, berkat pengamatan yang sistermatis, kritis
   dan makin bertambahnya pengalaman yang diperoleh, lambat laun manusia berusaha mencari
   jawaban secara Nasional dalam menyususun pengetahuan, kaum nsaionalis menggunakan
   penalaran deduktif dan penalaran indukktif.

      Penalaran deduktif ialah cara berfikir yang bertolak belakang dari pernyataan yang
   bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus.
      Sedangkan penalaran induktif (empiris) ialah cara yang berfikir dengan menarik
  kseimpulan umum dari pengalaman atas gejala yang bersifat khusus, karena himpunan yang
  diperoleh dari penalaran deduktif dan induktif tidak dapat diandalkan sebagai ilmu
  pengetahuan maka muncullah ilmu yang secara teoritis didapat dari pengamatan dan
  eksperimentasi terhadap gejala-gejala alam konsep itu disebut ilmu pengetahuan alam,
  perkembangan ilmu pengetahuan menjadi berbagai disiplin ilmu.

                                           BAB III

                                       PEMBAHASAN

A. PERANAN DAN DAMPAK ILMU ALAMIAH DAN TEKNOLOGI

  1. Peranan ilmu Alamiah dan Teknologi

      Dalam kehidupan manusia dewasa ini tidak terlepas dari ilmu alamiah dan ilmu
  terapannya berupa teknologi, dalam berbagai bidang, misalnya ilmu kedokteran dan ilmu
  farmasi (Obat-Obatan) merupakan cabang dari biologi sebagai ilmu terapan, Pakaian, jam
  tangan, pensil atau pulpen yang kita pakai sehari-hari adalah hasil dari teknologi.

      Peranan ilmu alamiah dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari sangat terasa yang
  berperan dalam kehidupan antara lain adalah.

      Materi, yaitu apa saja yang mempunyai masa dan menepati ruang sedangkan energi
  adalah suatu tenaga yang bisa memindahkan mteri dari suatu tempat ke tempat yang lain,
  energi terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya energi panas, energi cahaya, energi gerak,
  energi listrik, energi kimia dan sebaginya.

      Energi dapat dirugah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, energi itu kekal adanya,
  energi listrik sangat penting bagi kehidupan manusia dan dapat diambil melalui berbagai cara
  antara lain :

  1. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
       Prinsipnya adalah energi potensial dari air danau diubah menjadi energi listrik melalui
       turbin yang mengerakan generator

   2. PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)

       Prinsipnya, Mesin Diesel menggerakan generator listrik

   3. PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

       Prinsipnya, Reksi Nuklir menghasilkan energi panas, energi panas ini menjadi energi
       mekanik melelui penguapan air, turbin uap berputar menggerakan generator listrik.

   MESIN-MESIN HASIL PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

       Diantaranya :

   a. Mesin Bakau

   b. Mesin Diesel

   c. Jet

   d. Roket dan Nuklir

2. Dampak Ilmu Alamiah Dan Teknologi Bagi Kehidupan

       Dampak atau efek dari ilmu alamiah dan teknologi yang telah dikembangkan manusia
   dalam rangka memenuhi kebutuhan sehingga lebih mudah dan menyenangkan dapat bersifat
   Negatif karena menimbulkan akibat sampingan, akibat negatif itu bila dibiarkan akan
   membawa malapetaka, oleh karena itu manusia setelah mengetahui beberapa hasil ilmu
   alamiah dan teknologi mencoba mengatasi juga dengan Imu Alamiah dan teknologi yang
   baru.

       Dampak teknologi IPA terhadap kelangsungan hidup manusia meliputi hampir semua
   aspek kehidupan Contohnya : Sandang, Papan dan Pangan, Teknologi IPA tidak hanya
meningkatkan kualitas tetapi juga kuantitas sandang dan papan, sementara untuk pangan
teknologi IPA dapat meningkatkan produksi dengan diciptakannya Bibit Unggul yang
berumur singkat dengan produksi yang tinggi, terhadap sumber daya alam, kemajuan
teknologi memberikan sumbangan dalam mencari alternatif lain, pengganti sumber energi,
yang semakin terbatas jumlanya.

   Teknologi juga memberikan alternatif dalam mengelola dan memproses sumber daya
alam sehingga dapat menurunkan kerusakan serta populasi yang ditimbulkan oleh peruses
produksi,

   Di semu bidang Industri, teknologi IPA memiliki peran yang sangat besar meskipun tidak
dapat dipungkiri bahwa banyak dampak negatif yang ditimbulkannya.

   Pesatnya perkembngan teknologi IPA dapat dilihat pengarunya pada transportasi dan
komunikasi, jarak yang sangat jauh sudah tidak lagi merupakan kendala, semua itu dapat
dijangkau dalam waktu yang singkat.

   Penggunaan teknologi IPA sangatlah tergantung pada niat manusia itu sendiri, sebab di
samping sangat menggantungkan dan mempermudah kegiatan manusia manusia teknologi
juga dapat merupakan malapetaka bila digunakan untuk maskud yang tidak baik.

   IPA dan teknologi memiliki banyak dampak positif maupun negatif bagi kelangsungan
hidup manusia, beberapa dampak positifnya adalah maningkatkan kemakmuran, misalnya
dengan teknologi modern dapat diperoleh bahan dasar untuk keperluan industri,
mendapatkan bibit unggul memangaatkan hutan sesuai dengan jenis dan fungsinya,
Mempermudah menghitung, berkomunikasi, transportasi dan sebaginya.

   Dalam bidang kesehatan pun teknologi sudah sangat berperan dalam menyembuhkan,
mengobati bahkan mencegah berkembangnya suatu penyakit sementara itu, dampak
negatifnya dapat berupa penyempitan lapangan pekerjaan merusak lingkungan, terutama
untuk teknologi Nuklir atau teknologi yang menggunakan zat Radioaktif serta juga
menimbulkan beberapa penyakit baru yang sulit diobati dan berbahaya.
B. SIKAP ILMIAH

  Salah satu tujuan mempelajari ilmu alamiah adalah pembentukan sikap ilmiah, untuk
  membuat kriteria yang tepat memang sukar tetapi berdasarkan beberapa literatur dirumuskan
  sebagi berikut :

  1. Memiliki rasa ingin tahu atau kurositas yang tinggi dan kemampuan belajar yang
     besar.

     Seseorang yang memiliki sikap ilmiah apabila melihat peristiwa atau gejala alam akan
     langsung terangsang untuk ingin tahu lebih lanjut mengenai apa, bagaimana dan mengapa
     peristiwa itu/gejala itu terjadi dengan pertanyaan-pertanyaan itu berarti ia memiliki rasa
     ingin tahu yang tinggi lalu ia akan mencari informasi melalui bergbabai sumber dan
     melakukan penelitian agar semua pertanyaanya dapat terjawab.

  2. Tidak dapat menerima kebenaran tanpa bukti

     Seorang yang memiliki sikap ilmiah tidak begitu saja menerima kebenaran isu atau berita
     dengan tanpa bukti dan dalam diskusi ilmiah setiap pendapat atau gagasan harus disertai
     data dan cara data itu diperoleh sehingga dapat di verivikasikan atau di cek kemabali

  3. Jujur

     Seorang ilmuan wajib melaporkan hasil penelitiannya/pengamatannya secara objektif,
     seorang ilmuan dalam kehidupan sehari-hari mungkin saja tidak lebih jujur dari manusia
     lainnya, namun dalam penela’ahan ilmiah ada hal-hal yang memaksa ilmuan untuk
     berlaku jujur karena itu laporan ilmuan haruslah dibuat sejujur-jujurnya dan penelitian
     menjadi terbuka.

  4. Terbuka

     Seorang ilmuwan mempunyai pandangan luas, terbuka dan bebas dari praduga, ia
     meyakini bahwa prasangka kebencian, baik pribadi maupun golongan serta pembunuhan
     adalah sangat kejam, ia tidak akan memperoleh dugaan bagi buah fikirannya atas dasar
   prasangka, ia akan berusaha terus mengetahui kebenaran tentang Alam, Materi, Modral,
   Poloitik, Ekonomi dan hidup, ia tidak akan meremehkan suatu gagasan baru ia akan
   menghargai, suatu gagasan baru dan mengujinya sebelum di diterima atau di tolak, jadi ia
   terbuka akan pendapat orang lain.

5. Toleran

   Seorang Ilmuwan tidak merasa ia paling hebat ia bahkan bersedia mengakui bahwa orang
   lain mungkin saja benar ia bersedia menerima gagasan orang lain mungkin lebih banyak
   pengetahuannya, bahwa pendapatnya mungkin saja salah ia bersedia menerima gagasan
   orang lain setelah itu di uji dalam usaha menambah ilmu pengetahuan, ia bersedia belajar
   dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan orang lain dan ia tidak
   memaksakan suatu pendapat kepada orang lain, ia memiliki sikap toleran dan tenggang
   rasa yang tinggi dan jauh dari sikap angkuh.

6. Skepitis

   Ilmuwan pencari kebernaran akan hati-hati meragui atau skeptis ia akan menyelidiki
   bukti-bukti yang melatar belakangi suatu kesimpulan ia tidak akan sinis tetapi kritis untuk
   memperoleh data yang menjadi dasar suatu kesimpulan tanpa di dukung bukti yang kuat,

   Sikap skeptis iniperlu dikembangkan oleh orang yang berminat memecahkan masalah,
   bila ia tidak kritis mengenai setiap informasi yang diperoleh, mungkin ada informsi yang
   salah sehingga menimbulkan akibat suatu kesimpulan yang salah karena itu setiap
   informasi peril di uji kebenarannya atau di cek informasi memerlukan verivikasi.

   Setelah bukti-bukti cukup, ilmuwan baru mengambil kesimpulan dan akhirnya
   memberikan keputusan.

   Setelah bukti-bukti cukup, ilmuwan baru mengambil kesimpulan dan akhirnya
   memberikan keputusan.

7. Optimis
     Seorang ilmuwan selalu berpengharapan baik, ia tidak akan mengatakan bahwa sesuatu
     itu tidak dapat dikerjakan tetapi ia akan mengatakan “berikan saya kesempatan untuk
     memikirkan dan mencoba mengerjakan” ia selalu optimis.

  8. Pemberani

     Ilmu pengetahuan merupakah hasil usaha keras dan sifatnya pribadi ilmuwan sebagai
     pencari kebenaran akan berani melawan semua ketidak benaran, penipuan, kepura-
     puraan, kemunafikan dan kebatilan yang akan menghambat kemajuan.

C. KEUNGGULAN DAN KETERBATASAN METODE ILMIAH

  1. Keunggulan

     Ilmu pengetahuan (termasuk IPA) yang sifatnya objektif, metode sistematik dan berlaku
     umum itu akan membimbing kita pada sikap ilmiah yang terpuji sebagai berikut :

     a) Mencari kebenaran yang objektif, bersikap adil, dan itu semua akan menjurus ke arah
        hidup yang bahagia.

     b) Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut, hal ini dapat menjurus kea rah
        mencari kebenaran it uterus menerus

     c) Dengani ilmu pengetahuan orang lalu tidak percaya pada takhayul astrologi ataupun
        karena untung-untungan segala sesuatu di alam semseta ini terjadi melalui suatu
        proses yang teratur.

     d) Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak ilmu pengetahuan
        yang kita peroleh tentunya akan sangat membntu pola kehidupan kita.

     e) Ilmu pengetahuan mebimbing kita untuk tidak berfikir secara prasangka, tetapi, berfikir
        secara terbuka dan objektif suka menerima pendapat orang lain atau toleran.

     f) Metode ilmiah membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada kesimpulan
        tanpa adanya bukti-bukti yang nyata.
     g) Metode ilmiah juga membimbing kita selalu bersikap optimis teliti dan berani
        membuat sutu pernyataan yang menurut keyakinan iliah itu benar.

  2. Keterbatasan

     Dengan metode ilmiah dapat menghasilkan pengetahuan yang ilmiah, kita telah
     mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal
     dari pengamatan, kita mengetahui pula bahwa panca indera kita juga memiliki
     ketarbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta, sehingga tidak disanksikan lagi
     bahwa fakta-fakta yang dikumpulkan adalah keliru, sehingga kesimpulan yang diambil
     dari fakta-fakta yang keliru itu itu akan keliru, jadi kesimpulan keliru dari suatu metode
     ilmiah akan ada terus.

     Oleh karena itu semua kesimpulan ilmiah dengan kata lain, kebenaran ilmu pengetahuan
     (Termasuk IPA) bersifat panatif Artinya : sebelum keenaran ilmu yang dapat menolak
     menolak kesimpulan itu, maka ksimpulan itu dianggap benar, sebaliknya kesimpulan
     ilmiah yang akan/dapat menolak kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi kebernaran ilmu
     yang baru, sehingga tidak mustahil suatu kesimpulan ilmiah bisa saja berubah sesuai
     dengan pengetahuan yang didapat dari wahyu ilahi.

             Kebenaran dan pengetahuan ini bersifat mutlaq, artinya tidak akan berubah
     sepanjang masa.

             Metode ilmiah memang tidak sanggup menjangkau untuk menguji adanya tuhan,
     metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan berkenaan
     dengan baik dan buruk atau sistem nilai, juga tidak dapat menjangkau tentang seni
     keindahan.

                                          BAB IV

                                        PENUTUP

Kesimpulan
Dampak atau efek dari ilmu alamiah dan teknologi yang telah dikembangkan manusia sangatlah
menguntungkan bagi manusia itu sendiri, seperti halnya tumbuhan, hewan ternak, di perlukan
juga dalam memenuhi kebutuhan pangan manusia, dengan adanya ilmu alamiah dan teknologi
dapat terfikirkan oleh manusia mengenai perkembangan Bio Tekologi, yang sebelumnya jauh
dari hasil pemikiran manusia sehingga dapat menghasilkan hewan-hewan yang berkualitas lebih
baik.

   Selain itu ilmu alamiah dan teknologi telah memberikan sumbangan yang besar dalam bidang
transportasi, misalnya berupa mobil, kreta api, kapal laut dll.

   Dari komponen hasil ilmu alamiah dan teknologi pada umumnya adalah positif, meskipun
kadang-kadang tampak dampak sosial yang negatif juga, misalnya, terdapat kecenderungan
penggunaan hasil industri tidak efisien karena harganya murah para industri-industri yang
banyak menggunakan bahan kimia, misalnya, industri penyamakan kulit, industri kertas, industri
tekstil dan sebagainya, yang sangat berbahaya bagi lingkungan sekelilingnya apabila limbah
dibuang langsung tanpa mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku mak akan berdampak
negative bagi lingkungan sekelilingnya.

   Oleh karena itu kita mengharapkan pembungan limbah industri yang tampak makin
meningkat pada masa pembangunan saat ini tidak akan membawa pengaruh negatif.

								
To top