Metode Penelusuran Paten by MJJKZn

VIEWS: 25 PAGES: 8

									               METODE PENELUSURAN PATEN
                            Oleh : Ir. A z h a r

1.   Tujuan Penelusuran

     Penelusuran paten bertujuan untuk menemukan dokumen prior art
yang terkait sesuai dengan bidang teknik invensi untuk tujuan penentuan
kebaruan dan langkah inventif permohonan paten.
    Pada Kantor Paten, secara umum penelusuran dapat dilakukan dengan
menggunakan database publikasi paten Indonesia, piringan CD-ROM, atau
akses melalui internet.

2.    Lingkup Penelusuran

       Dokumentasi yang tersedia di Kantor Paten saat ini masih terbatas
dibandingkan dengan dokumentasi minimum PCT yang tersedia pada
Lembaga Penelusuran Internasional (International Searching Authorities/
ISA) sehingga hasil penelusuran relatif belum dapat diperoleh secara
lengkap dibandingkan dengan hasil penelusuran yang dilakukan oleh ISA.
Akan tetapi didalam melakukan penelusuran harus diusahakan semaksimal
mungkin untuk memperkecil kemungkinan kegagalan dalam menemukan
prior art yang paling relevan dalam dokumentasi yang tersedia.
     Dalam melakukan penelusuran terhadap permohonan paten pada
prinsipnya pertama harus melihat semua dokumen yang memiliki klasifikasi
yang relevan. Penelusuran yang dilakukan harus mencakup semua bidang
teknik yang secara langsung relevan, dan kemudian dapat diperluas hingga
bidang-bidang yang analog. Didalam melakukan penelusuran inventor harus
berusaha membayangkan semua kemungkinan permohonan yang berkaitan
dengan invensi.

3.   Subyek Penelusuran

      Penelusuran harus ditujukan ke invensi yang didefinisikan oleh klaim-
klaimnya, sebagaimana dipahami dengan membaca deskripsi dan melihat
gambar-gambarnya (jika ada). Ini berarti bahwa dalam melakukan
penelusuran harus ditujukkan pada konsep teknik yang bersifat inventif
dimana invensi tersebut terletak. Penelusuran disatu pihak tidak terbatas
pada arti harfiah (literal wording) klaimnya, tetapi dilain pihak harus tidak
diperluas sehingga mencakup semua yang mungkin dapat diartikan dalam
mebaca deskripsi dan melihat gambar-gambarnya. Sebagai konsekwensinya
penelusuran harus mencakup semua subject matter yang secara umum
dipandang ekivalen dengan subject matter invensi yang diklaim untuk
semua fiturnya atau fitur-fitur tertentu.
     Penelusuran ditujukan terhadap klaim-klaim yang ada pada dokumen
permohonan yang diajukan pertama kali, artinya dokumen permohonan saat
diajukan oleh pemohon ke Kantor Paten dan mendapat Tanggal Penerimaan
(Filing Date/FD).
     Penelusuran harus mencakup keseluruhan subject matter invensi
(klaim) atau kemungkinan amandemen yang mungkin dilakukan oleh
pemohon, jika tidak penelusuran harus dilakukan setiap kali jika pemohon
melakukan amandemen terhadap klaimnya.

4.    Prosedur sebelum Penelusuran

      Jika akan melakukan penelusuran, mula-mula pemeriksa harus
mempelajari dokumen permohonan untuk menentukan subjek dari invensi
yang diklaim dimana hal ini harus dilakukan dengan melihat pada uraian
dalam deskripsi dan gambar. Dalam hal ini, tidak perlu melihat keseluruhan
deskripsi dan/atau gambar, tetapi cukup untuk mengidentifikasi masalah
yang mendasari invensi, bagaimana pemecahannya, fitur-fitur teknik yang
disebutkan dalam klaim yang penting dalam pemecahan masalah tersebut
dan hasilnya serta efek yang diperoleh.

5.    Perangkat Penelusuran

      Pada dasarnya dalam melakukan penelusuran dapat menggunakan
sarana yang tersedia pada Kantor Paten. Adapun sumber dokumen
pembanding paten yang tersedia antara lain adalah:
   - ESPACE A/B
   - ACCESS A/B
   - BULLETIN
   - USAPAT
     -   USAAP
     -   CASSIS
     -   GLOBALPAT
     -   JPO
     -   IP AUSTRALIA A/B
     -   WORLD
     -   BENELUX
     -   ASEANPAT.

6.       Strategi Penelusuran

      Setelah menentukan subjek dari invensi seperti yang dijelaskan diatas,
mula-mula kita harus memilih grup IPC yang paling dapat diterapkan pada
invensi. Untuk alasan ekonomi, kita harus mempertimbangkan untuk
mengakhiri penelusuran apabila kemungkinan untuk mendapatkan prior art
lebih lanjut yang relevan sangat kecil dibandingkan dengan usaha yang
dilakukan.

6.1. Dokumen yang dipublikasikan setelah tanggal penerimaan
       Dokumen yang dipublikasikan antara tanggal prioritas dan tanggal
penerimaan (dokumen dengan kategori “P”) dapat digunakan sebagai
dokumen pembanding jika hak prioritas tidak berlaku. Apabila dokumen
tersebut tidak relevan untuk penilaian kebaruan dan langkah inventif
dokumen tersebut dapat diabaikan.
       Jika ditemukan dua dokumen pembanding yang relevan, sebaiknya
dipilih dokumen pembanding yang tanggal publikaisnya sebelum tanggal
prioritas. Hal ini dapat mencegah diskusi selanjutnya mengenai keabsahan
hak prioritas.

6.2. Pengungkapan yang bukan merupakan prior art
       Pengungkapan dari invensi terdahulu tidak dianggap sebagai prior art
jika:
     publikasi dari invensi dilakukan dalam suatu pameran internasional di
       Indonesia atau luar negeri yang resmi atau diakui sebagai resmi atau
       dalam suatu pameran nasional di Indonesia yang resmi atau diakui
       resmi dalam jangka 6 (enam) bulan sebelum tanggal penerimaan, atau
       jika
      invensi tersebut digunakan oleh inventornya dalam rangka percobaan
       dengan tujuan penelitian dan pengembangan, atau jika
      invensi telah diungkapkan 12 bulan sebelum tanggal penerimaan
       dimana publikasi dilakukan oleh pihak lain dengan cara melanggar
       kewajiban untuk menjaga kerahasiaan invensi tersebut.

     Penentuan mengenai hal ini biasanya tidak dapat dilakukan pada tahap
     penelusuran. Biasanya pengungkapan tersebut diinformasikan oleh pihak
     ketiga sebagai perwujduan dari ketentuan Pasal 45 UUP.

6.3. Tanggal Publikasi
      Setiap tanggal penerimaan yang tercantum dalam dokumen harus
benar, keculai ada bukti lain misalnya dari pemohon yang memperlihatkan
bahwa tanggal publikasinya adalah tanggal setelah tanggal publikasi yang
tercantum dalam publikasi dokumen pembanding tersebut.

7.     Subjek yang tidak perlu dilakukan penelusuran

7.1. Yang dianggap bukan invensi atau yang tidak dapat diberi paten
      Dalam CD-ROM biasanya tidak memuat hal-hal tersebut karena
secara internasional hal-hal tersebut juga dipertimbangkan sebagai invensi
yang tidak dapat dipatenkan (kecuali bebrapa hal tertentu misalnya metode
pengobatan yang dapat diberi paten di Amerika dan Australia).

7.2. Permohonan yang keseluruhannya tidak jelas
       Suatu keadaan dimana suatu penelusuran yang bermakna tidak dapat
dilakukan atau hanya mungkin dilakukan sebagian, hal ini dapat disebabkan
oleh karena permohonan mengandung ketidak jelasan (obscurities), ketidak
konsistenan atau kontradiksi sehingga sama sekali tidak mungkin
disimpulkan dengan tepat sesuai dengan lingkup klaim invensi.

7.3. Permohonan yang bertentangan (conflicting application)
      Adalah permohonan (dokumen pembanding) yang telah diajukan
sebelumnya, tetapi dipublikasi setelah tanggal penerimaan permohonan
dokumen yang sedang dilakukan penelusuran.

7.4. Kesatuan Invensi

8.     Laporan penelusuran dari kantor paten lain
       Dalam melakukan peneluran dapat diperoleh laporan penelusuran
(dalam bentuk CD-ROM) dari kantor paten lain. Kantor paten ini
menggunakan kode huruf tertentu untuk menentukan hubungan atau karakter
dari sitasi tertentu dalam laporan penelusuran.

9.   Bagaimana melakukan penelusuran
     Disini akan dijelaskan penelusuran dengan menggunakan disk
ACCSESS EP-A dan disk EP-B. Penelusuran dilakukan dengan
menggunakan:
  - klasifikasi (IPC) dan
  - kata dari judul dan abstrak (EP-A) atau dari judul dan klaim (EP-B)
  - dokumen sitasi (EP-B), atau yang kurang lazim menggunakan
  - nama penemu dan/atau pemohon

9.1. Disk CD-ROM
ESPACE ACCESS EP-A berisi:
   - Yang dapat ditelusuri: data bibliografi (nomor paten, nomor
      permohonan, nomor prioritas, pemohon), klasifikasi IPC, judul dalam
      bahasa Inggris, Perancis dan Jerman, abstrak dalam bahasa Inggris.
   - Referensi-silang terhadap FIRST dan ESPACE EP serta WORLD
      untuk melihat halaman pertama (dengan halaman pertama) atau
      dokumen lengkap.
ESPACVE ACCESS EP-B berisi:
   - Yang dapat ditelusri: data bibliografi (nomor paten, nomor
      permohonan, nomor prioritas, pemohon), klasifikasi IPC, judul dan
      klaim dalam bahasa Inggris, Perancis atau Jerman, (tergantung pada
      bahasa yang digunakan saat instalasi), dokumen-dokumen sitasi (cited
      documen).
   - Referensi-silang terhadap disk EP-B untuk melihat dokumen-
     dokumen lengkapnya.

Disk-disk ESPACE EP, EP-B, WORLD dan FIRST menggunakan sistem
pengarsipan yang sangat baik dan dapat digunakan untuk mempelajari
dokumen-dokumen secara lebih detail lagi. Disk-disk access paling cocok
dipakai untuk melakukan penelusuran terhadap koleksi EP dan WO, hanya
dengan melakukan manipulasi pada beberapa buah disk.

9.2. Klasifikasi IPC
      Dokumen paten dalam CD-ROM ESPACE diklasidikasi berdasarkan
International Patent Classification (IPC) oleh pemeriksa paten EPO.
Meskipun tidak sangat sempurna, penelusuran dengan IPC sering lebih
dapat diandalkan dibandingkan dengan menggunakan kata.
      IPC dipublikasikan oleh WIPO (Geneva) dalam bentuk kertas dan
CD-ROM IPC:CLASS. Disk ini berisikan beberapa edisi yang berbeda
dalam beberapa bahasa yang berbeda pula (Inggris, Perancis, Jerman,
Spanyol dan bahkan Hongaria), dan indeks catchwords, yaitu
“Stichwrterverzeichnics” Jerman yang sangat komprehensif juga
ditermahkan ke dalam bahasa Inggris.

9.3. Kata-kata pada judul, abstrak atau klaim
       Konsep teknik yang sama dapat dijelaskan dengan kata-kata yang
berbeda, jadi perlu dicari sinonim dan kespresi lain yang dapat digunakan
untuk mencari subyek tertentu, kalau tidak dokumen-dokumen yang dicari
dapat terlewatkan.
       Kombinasi yang sama dari beberapa kata dapat menghasilkan
dokumen-dokumen         yang      sangat     berbeda   (“=penyimpangan”).
Penyimpangan ini sering hanya dapat dihilangkan dengan menggunakan
klasifikasi.

10. Strategi penelusuran lengkap.
       Penelusuran lengkap biasanya dilakukan dengan menggunakan IPC
maupun kata-kata. Masalah yang dihadapi bukan hanya untuk mencari
klasifikasi    IPC dan kata-kata yang tepat, tetapi juga bagaimana
mengkombinasikannya.
1.   Coba mencari klasifikasi IPC yang paling penting untuk subyek yang
     bersangkutan, dan lakukan penelusuran pada grup yang paling
     relevan. Bila jumlah dokumen sedikit, sebaiknya lakukan penelusuran
     pada seluruh grup, karena tiap pembatasan mempunyai risiko
     terlewatkannya dokumen yang dicari.
2.   Jika jumlah dokumen dalam grup(-grup) yang relevan terlau banyak,
     coba batasi penelusuran pada grup-grup tersebut dengan
     menggunakan klasifikasi-klasifikasi lain, kode-kode pengindeksan
     atau kata-kata pada judul atau abstrak. Hal ini tidak selalu dilakukan.
     Sebaiknya dilakukan pengecekan dengan mengambil sampel diantara
     dokumen yang relevan (sudah diketahui atau ditemukan) apakah
     dokumen yang penting terlewatkan.
3.   Setiap pertanyaan mungkin memberikan hasil yang tidak lengkap.
     Kombinasi AND dari dua atau lebih pertanyaan yang tidak lengkap
     memberikan hasil yang bahkan lebih kurang-lengkap lagi. Dengan
     demikian penggunaan OR harus dipertimbangkan bila jumlah
     dokumen terlalu banyak, terutama bila penelusuran dilakukan pada
     grup-grup yang paling relevan.
4.   Jangan gunakan kombinasi AND antara grup dan kata-kata yang
     berhubungan dengan subyek yang sama, Sebagai contoh, IC=F25D
     AND AB+REFRIGERAT* tidak diperkenankan karena F25D adalah
     bidang refirigerator.
5.   Coba juga membuat pertanyaan hanya dengan menggunakan kata-
     kata. Pertanyaan ini mungkin mencari dokumen yang mempunyai
     klasifikasi yang salah atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Cara
     ini tidak selalu mungkin dilakukan: “penyimpangan” dapat menjadi
     terlalu besar. Sebagian penyimpangan dapat dieliminir dengan
     mempersempit pertanyaan, tetapi dokumen-dokumen yang diinginkan
     dapat terlewatkan dengan melakukan         penyempitan ini. Sebagian
     “penyimpangan” dapat dieliminir dengan menggunakan ANDNOT
     IC=untuk mengeliminir dokumen-dokumen yang diklasifikasi pada
     bidang yang tidak relevan.
6.   Lakukan juga penelusuran pada dokumen-dokumen sitasi. Dokumen-
     dokumen sitasi terdapat pada disk ACCESS EP-B (hanya dokumen
     yang telah diberi paten) pada disk berisi teks lengkap. Cl=(pada
     ACCESS EP-B) mencari paten-paten EP yang terhadapnya ditemukan
     dokumen-dokumen sitasi.
7.   Mungkin ada baiknya melakukan penelusuran dengan menggunakan
     nama-nama perusahaan (company) dan/atau penemu. Cek apakah
     pada hasil-hasil penelusuran yang ditemukan nama-nama yang sama
     muncul beberapa kali. Nama-nama perusahaan kecil berspesialisasi
     tertentu dapat digunakan. Untuk perusahaan-perusahaan besar, pakai
     juga nama penemu.

								
To top