Docstoc

makalah keperawatan

Document Sample
makalah keperawatan Powered By Docstoc
					                                   KATA PENGANTAR




     Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya
penyusunan makalah Analisis Faktor – Faktor Kehilangan.

     Makalah ini merupakan rangkuman dari berbagai sumber – sumber buku yang kita
ambil.

     Terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam
penyusunan makalah ini.

     Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas konsep Dasar Keperawatan. Penulis
menyadiar bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.




                                                           Salatiga, 26 Desember 2011




                                                                             Penyusun




                                           iii
                                                              DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ..............................................................................................i
DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .........................................................................................iii
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................iii
B. Tujuan Penulisan .............................................................................................iii
C. Rumusan Masalah ...........................................................................................iii
BAB II ISI ................................................................................................................1
A. Arti Kehilangan..................................................................................................1
B. Sosial Budaya ....................................................................................................2
C. Kepercayaan / Spiritual ....................................................................................3
D. Peran Seks .........................................................................................................3
E. Peranan Ekonomi ..............................................................................................4
F. Kondisi Fisik Dan Psikologis ...............................................................................4
BAB III PENUTUP ...................................................................................................5
A. Kesimpulan ........................................................................................................5
B. Saran ..................................................................................................................5
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................6




                                                                      iii
                                    BAB I

                               PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
  Kehilangan adalah situasi dimana seseorang atau individu berpisah dengan sesuatu
  yang sebelumnya pernah ada, baik itu sebagian atau keseluruhan.
  Lingkungan mempengaruhi nilai dan prioritas individu, sehingga rasa kehilangan
  beragam bentuknya, lingkungan tersebut meliputi keluarga, teman, masyarakat dan
  budaya. Kehilangan dapat berupa kehilangan yang nyata atau kehilangan yang
  dirasakan.


B. TUJUAN
  1. Mengetahui faktor – faktor kehilangan
  2. Untuk mengetahui penyebab dari kehilangan


C. RUMUSAN MASALAH
  Kita dapat mengetahui atau pun memahami tentang faktor – faktor kehilangan baik
  itu sebagaian dan kehilangan secara keseluruhan atau menyeluruh. Dan kita sebagai
  perawat harus bisa memahami keadaan tersebut.




                                      iii
                                          BAB II
                                              ISI
A. ARTI KEHILANGAN
         Kehilangan adalah situasi aktual maupun potensi yang dapat dialami individu
  ketika berpisah dengan sesuatu yang ada sebelumnya, baik sebagaian atau
  keseluruhan.
         Kehilangan merupakan pengalaman yang pernah dialami oleh setiap individu
  selama rentan kehidupannya. Sejak lahir seseorang atau individu sudah mengalami
  kehilangan dan cenderung akan mengalaminya lagi walaupun dalam bentuk yang
  berbeda. Dan setiap orang akan bereaksi terhadapa kehilangan, respons terakhir
  terhadap kehilangan sangat dipengaruhi oleh respons individu kehilangan.
  -   Jenis Kehilangan
      1. Kehilangan objek eksternal ( misalnya kecurian atau kehancuran akibat
         bencana alam )
      2. Kehilangan lingkungan yang dikenal ( misalnya berpindah rumah, dirawat di
         rumah sakit atau berpindah pekerjaan )
      3. Kehilangan sesuatu atau seseorang yang berarti ( misalnya pekerjaan,
         kepergian anggota keluarga atau teman dekat, orang yang dipercaya atau
         binatang peliharaan )
      4. Kehilangan suatu objek diri ( misalnya anggota tubuh dan fungsi psikologis
         atau fisik )
      5. Kehilangan hidup ( misalnya kematian anggota keluarga,teman dekat, atau
         diri sendiri )
  -   Dampak Kehilangan
      1. Pada masa anak – anak, kehilangan dapat mengancam kemampuan untuk
         berkembang.
      2. Pada masa remaja atau dewasa muda, kehilangan dapat terjadi disintegrasi
         dalam keluarga.
      3. Pada masa dewasa tua, kehilangan khususnya kematian pasangan hidup.
  -   Sifat Kehilangan
      1. Kemampuan         untuk menyelesaikan berduka bergantung pada makna
         kehilangan dan situasi di sekitarnya.

                                        iii
      2. Kemampuan untuk menerima bantuan mempengaruhi apakah yang berduka
         akan mampu mengatasi kehilangan.
      3. Visibilitas kehilangan mempengaruhi dukungan yang diterima.


B. SOSIAL BUDAYA
         Nilai, sikap, keyakinan dan kebiasaan adalah aspek kultural yang sangat
  mempengaruhi reaksi terhadap kehilangan, duka cita, kematian, latar belakang
  budaya dinamika keluarga mempengaruhi ekspresi berduka kultur setiap orang
  berbeda.
         Sosial budaya, dibangun oleh konstruksi sosial dan dipengaruhi oleh
  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keyakinan dan nilai – nilai budaya
  mempengaruhi cara individu dalam kehilangan, individu mempelajari apa yang
  diharapkan dan apa yang diterima oleh kebudayaan masing – masing dari setiap
  individu.
         Dalam budaya sendiri dapat diartikan sebagai suatu pola asumsi, keyakinan
  dan praktik yang secara tidak sadar membentuk atau membimbing pandangan dan
  keputusan suatu kelompok masyarakat.
  -   Contoh dari sosial budaya yaitu :
      1. Menjaga suatu kebudayaan di masyarakat agar tidak ditiru atau pun diambil
         oleh budaya lain.
      2. Ketika seseorang berpindah tempat tinggal ke daerah lain, dia akan
         kehilangan kebudayaan yang sebelumnya.
      3. Rasa takut pada seseorang ( yang merupakan penguasa ) menimbulkan suatu
         kepatuhan terhadap segala kemauan dan tindakan orang yang ditakuti tadi,
         rasa takut merupakan perasaan negatif karena seseorang tunduk kepada
         orang lain.
         Misalnya : masyarakat tunduk kepada sesepuh atau juru kunci yang
                       dipercayai di suatu daerah




                                          iii
C. KEPERCAYAAN / SPIRITUAL
         Kemampuan untuk mengalami dan mengintegrasikan makna dan tujuan
  hidup melalui hubungan, praktik, ibadah dan ritual seorang atau individu akan
  menemukan ketenangan dan makna dalam kehilangan melalui keyakinan –
  keyakinan spiritual.
         Sering kali orang yang berduka cita berbalik pada agama formal untuk
  mendapat kekuatan dan dukungan. Perawat harus waspada terhadap makna praktik
  keagamaan, tidak hanya pada klien tapi juga pada keluarga dalam hal ini, perawat
  harus memiliki rasa simpati dan empati ketika klien menghadapi kehilangan dan
  merencanakan intervensi yang sesuai. Hal ini berarti bahwa perawat mempelajari
  dari pengkajian bentuk hubungan seperti apa yang terjalin antara individu atau
  kelompok, dukuangan klien dapat membantu dalam memberikan perawatan fisik,
  memberikan ketenangan emosional dan saling berbagi dukungan spiritual.
         Jika klien berpartisipasi dalam suatu agama yang formal, maka anggota dari
  kependetaan atau anggota gereja, candi, masjid atau sinogoge mungkin harus
  dilibatkan dalam perawatan.
  -   Contoh :
      1. Jika anda salah satu anggota keluarga yang meninggal maka anggota keluarga
         lain ( yang masih hidup ) tidak boleh ikut memandikannya.
      2. Melakukan yasinan supaya anggota keluarga yang meninggal merasa tenang.
      3. Anggota keluarga yang ditinggalkan lebih dekat kepada Tuhan.


D. PERAN SEKS
         Reaksi kehilangan dipengaruhi oleh harapan sosial tentang peran pria dan
  wanita. Dalam banyak budaya umumnya lebih sulit bagi pria dibandingkan dengan
  wanita untuk mengekspresikan duka cita secara terbuka, perawat harus waspada
  terhadap hal ini dan memvalidasi perasaan klien, reaksinya, dan makna personal
  yang melekat dengan kehilangan tersebut. Pria dan wanita melekatkan makna
  berbeda terhadap bagian tubuh, fungsi hubungan interpersonal dan benda.
  -   Contoh dari peran seks :
      1. Seorang istri ditinggal pergi oleh suaminya.
      2. Seorang gadis diperkosa, maka dia akan merasa kehilangan.

                                        iii
         Kehilangan pasangan seksual dapat mempengaruhi persepsi pasangan yang
  ditinggalkan tentang seksualitas dan keinginan untuk melakukan hubungan seks,
  kehilangan pasangan juga menimbulkan kesulitan bagi pasangan yang ditinggalkan
  untuk membina hubungan baru atau untuk mempertahankan hubungan yang
  sebelumnya sudah terbina dan dibentuk bersama.


E. PERANAN EKONOMI
         Kehilangan adalah universal dan dialami oleh setiap orang apapun status
  ekonomi mereka. Pengkajian status ekonomi klien penting, karena hal tersebut
  mempengaruhi kemampuan klien untuk menggunakan pilihan dan dukungan ketika
  mereka mengalami atau menghadapi kehilangan, umumnya kekurangan sumber
  finansial, pendidikan atau ketrampilan, pekerjaan memperbesar tuntunan pada
  pihak yang mengalami duka cita.
  Contohnya :
         Seseorang yang sakit kemudian dirawat di rumah sakit sudah pasti
  dihadapkan dengan masalah biaya, jika orang tersebut tergolong orang yang kuran
  mampu, kemudian membutuhkan biaya yang banyak, karena tidak ada biaya
  kemungkinan paihak rumah sakit tidak cepat dalam menangani akibatnya pasien
  tersebut akan meninggal.


F. KONDISI FISIK DAN PSIKOLOGIS
         Kondisi fisik seseorang atau individu sangat berpengaruh terhadap
  kehilangan, kehilangan berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan psikologis
  seseorang.
  Contohnya :
         Seorang wanita kehilangan harga dirinya, maka kondisi fisiknya akan berubah
  dan kondisi psikisnya akan terganggu, ia akan terlihat ketakutan.
         Kehilangan juga mempengaruhi bentuk tubuh, misalnya seseorang
  kehilangan harta bendanya dan mungkin orang tersebut tidak mau makan, maka
  fisiknya akan berubah yaitu berat badan akan menurun.




                                        iii
                                          BAB III
                                       PENUTUP
A. KESIMPULAN
      Setelah kita mengulas isi dari makalah ini, dapat kita simpulkan bahwa faktor –
  faktor kehilangan terdiri atas berbagai macam faktor yang meliputi :
  -   Arti kehilangan
  -   Sosial budaya
  -   Kepercayaan / spiritual
  -   Peran seks
  -   Peranana ekonomi
  -   Kondisi fisik dan psikologis

  Dan faktor – faktor di atas saling berkaitan dan berdampak pada kehilangan

B. SARAN
           Kita harus memahami apa itu arti kehilangan dan faktor – faktor apa saja
  yang menyebabkan terjadinya kehilangan.




                                        iii
                                 DAFTAR PUSTAKA


Ainul, Azis. 2006. Ketrampilan Dasar Praktik Klinik. Jakarta : Salemba Medika.

Perry, Anne Gritfin. 2005. Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC.

L Wong, Donna. 2002. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC.

Soekamto, Soerjono. 1982. Sosiologi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Herdman, T. Heater. 2011. Diagnosis Keperawatan. Jakarta : EGC.

Sunarsih, Tri. Dkk. 2009. KDPK Kebidanan Teori Dan Aplikasi. Yogyakarta : Nuha Medika.




                                         iii

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:338
posted:6/13/2012
language:Malay
pages:9
Description: makalah keperawatan, download now