PROBLEMATIKA PENENTUAN SAMPEL by rewarey

VIEWS: 77 PAGES: 9

									                          DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 34, No. 2, Desember 2006: 138 - 146




        PROBLEMATIKA PENENTUAN SAMPEL DALAM PENELITIAN
              BIDANG PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

                                                       A. Adib Abadi
                                     Departemen Arsitektur, Institut Teknologi Bandung
                                              e-mail: adibabadi@ar.itb.ac.id


                                                         ABSTRAK
      Sampel merupakan faktor penting dalam penelitian karena sangat berpengaruh terhadap kualitas penelitian yang
dihasilkan. Kesalahan-kesalahan dalam penentuan sampel harus diminimalkan untuk menghasilkan sampel yang tingkat
akurasi, validitas dan reliabilitasnya tinggi. Pemenuhan kriteria sampel sangat dipengaruhi oleh pilihan teknik penentuan
sampel yang prosedurnya merujuk pada sampling frame, ukuran, dan tipe sampel penelitian. Penentuan sampel bisa menjadi
masalah bila peneliti tidak tepat dalam memahami aspek-aspek penting yang terkait dengan penentuan sampel, yaitu tingkat
kompleksitas permasalahan, keragaman populasi penelitian, rumusan tujuan serta berbagai kendala dan batasan yang ada.
Penelitian di bidang perumahan dan permukiman yang multi -dimensi dan mencakup wilayah yang luas memerlukan strategi
optimasi dalam penentuan sampel agar diperoleh hasil penelitian yang berkualitas.
Kata kunci: Penentuan sampel, strategi optimasi, perumahan dan permukiman.


                                                        ABSTRACT
       Sample is one of important factors in research, as it significantly influences the quality of the research project. Errors
in sampling has to be minimized in order to obtain sample with high level of accuracy, validity and realiability. The
fulfillment of sample criteria is determined by the choice of sampling technique, which in procedural terms refers to sampling
frame, size and tipe. Sampling could be problematic if researcher fails to take into account all important aspects related to
sampling, such as the complexity of research problem, divergency of population, obyectives, constraints and limitations of
the research project. Indeed, research in housing and settlement is multi-dimentional, covering wider area, and also demand
sampling optimization strategy to ensure quality of the research project.

Keywords: Sampling, optimization strategy, housing and settlement.


                   PENDAHULUAN                                    2000). Namun demikian sampel yang baik tidak
                                                                  mudah diperoleh mengingat masih banyaknya
       Penentuan sampel merupakan proses yang                     kendala seperti keterbatasan biaya dan waktu
cukup kritis dalam penelitian perumahan dan                       penelitian serta kesalahan-kesalahan penentuan
permukiman, karena akan sangat menentukan tingkat                 sampel yang tidak disadari oleh peneliti (Losh,2000).
generalisasi yang dapat dicapai dalam suatu pene-                      Dalam penelitian di bidang perumahan dan
litian. Begitu pentingnya kualitas sampel, sehingga               permukiman, penentuan sampel sangat perlu diper-
hasil penelitian dianggap tidak bernilai apabila sampel           hatikan, mengingat karakteristik permasalahannya
yang digunakan tidak memenuhi persyaratan akurasi,                yang multi dimensi, sangat beragam dan luas cakupan
kesahihan serta keandalan (Neuman, 2000; Losh,                    wilayah populasinya. Peneliti akan selalu berhadapan
2000; dan Schwartz et.all, 1981). Beberapa kajian                 dengan pertanyaan kritis sebagai berikut: apakah
bahkan menyebutkan bahwa pada kondisi populasi                    sampel yang diambil sudah mewakili populasi yang
yang paling idealpun, pengambilan sampel secara                   ada, dan mempunyai tingkat kesahihan dan keandalan
tepat untuk suatu permasalahan penelitian merupakan               yang tinggi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya,
pekerjaan yang penuh tantangan, karena akurasi                    jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut masih
parameternya tak pernah diketahui secara mutlak.                  harus diuji dengan batasan anggaran dan waktu
       Kesulitan dalam penentuan sampel penelitian                penelitian (Losh, 2000; Peterson, 1999; Neuman,
umumnya terkait dengan upaya pemenuhan kriteria                   2000; Freedman,2004).
sampel yang baik, yaitu memenuhi syarat akurasi dan                    Untuk mendapatkan sampel yang berkualitas
dapat menghasilkan data yang validitas dan                        dalam penelitian di bidang perumahan dan permu-
reliabilitasnya memadai (Friedrich,2003). Validitas               kiman, peneliti juga harus meminimumkan kesalahan
data dapat dilihat dari ketaatan peneliti menggunakan             dalam pengambilan sampel. Untuk itu peneliti perlu
prosedur untuk mengambil data (sampel), sedangkan                 memahami dengan baik problematika penentuan
reliabilitas data diindikasikan dengan tingkat keter-             sampel, sehingga diperoleh strategi yang optimal
wakilannya terhadap populasi penelitian (Neuman,                  dalam penentuan sampel penelitiannya.

138            Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
                          http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
             PROBLEMATIKA PENENTUAN SAMPEL DALAM PENELITIAN BIDANG PERUMAHAN (A. Adib Abadi)



 BEBERAPA ISTILAH PENTING DAN ISU DI                         tinggi tingkat keterwakilannya secara ilmiah meng-
     SEKITAR PENENTUAN SAMPEL                                hasilkan informasi tentang komposisi seluruh popu-
                                                             lasi.
       Pemahaman terhadap beberapa istilah yang                    Perkiraan tentang populasi tersebut dapat
selalu muncul dalam prosedur penentuan sampel                diperoleh dari daftar atau peta informasi yang sering
penelitian sangat diperlukan. Di bawah ini adalah            disebut kerangka sampel (sampling frame). Jika
definisi beberapa istilah yang dirangkum dari                kerangka sampel yang digunakan tidak lengkap atau
berbagai sumber :                                            kurang akurat, maka akan terjadi kesalahan sistematik
! populasi: himpunan unit penelitian yang lengkap /          dalam penarikan sampel. Jika sampel ditentukan
    utuh terdiri dari nilai/skor/ukuran peubah-peubah        dengan cara yang benar dan dengan kerangka sampel
    yang bersifat majemuk                                    yang lengkap, maka tidak akan terjadi kesalahan
! sampel:bagian dari populasi yang memberikan                sampel, bahkan untuk sampel yang ukurannya sangat
    keterangan atau data untuk suatu penelitian yang         kecil sekalipun.
    terdiri dari nilai/ skor/ukuran peubah-peubah yang             Tingkat keterwakilan sampel seringkali dipenga-
    bersifat terbatas jumlahnya. Sampel diperlukan           ruhi oleh ukuran sampel yang diambil, terutama jika
    jika populasi penelitian relatif besar                   populasi penelitiannya sangat besar. Logikanya, untuk
! unit analisis: unit yang menjadi tempat untuk              mendapatkan tingkat keterwakilan sampel yang
    mengumpulkan informasi                                   tinggi, diperlukan ukuran sampel yang besar pula
! sensus: sampel yang mencakup seluruh populasi              (Neuman, 2000). Jika populasinya besar, penentuan
! statistik: rangkuman deskriptif peubah-peubah              sampel menjadi tidak praktis dan terkadang sulit
    dalam sampel yang nilainya dihitung berdasarkan          dilakukan karena tujuan utama pengambilan sampel
    sampel. Variasi nilai statistik tergantung pada          adalah efisiensi biaya dan waktu. Namun demikian,
    sampel yang dipilih                                      ukuran sampel bukan jaminan untuk menghasilkan
! kerangka sampel (sampling frame): daftar semua             sampel yang representatif. Ukuran sampel besar jika
    unsur dalam populasi yang akan menjadi sumber            tidak diambil secara acak atau tanpa kerangka sampel
    informasi untuk menarik sampel penelitian                yang lengkap, akan kurang representatif dibandingkan
! keterwakilan sampel (representativeness): tingkat-         dengan sampel yang kecil (Freedman, 2004).
    an yang menunjukkan kesesuaian suatu sampel
    terhadap populasi sasaran penelitian dalam hal              KARAKTER PENELITIAN PERUMAHAN
    karakteristik utamanya.                                           DAN PERMUKIMAN
! kesalahan dalam penentuan sampel: ketidak-
    sesuaian antara data yang diambil dari sampel                  Perumahan dan permukiman merupakan bidang
    dengan data populasi yang sebenarnya akibat              kajian yang sangat luas dan multi-disipliner. Permasa-
    kesalahan proses penentuan sampel                        lahannya terkait dengan faktor ekonomi, budaya,
                                                             sosial, demografik, geografi, politik, lingkungan, serta
       Pada umumnya peneliti tidak dapat melakukan           penanganannya melibatkan berbagai stakeholders
pengamatan secara langsung terhadap semua unit atau          seperti pemerintah, perencana, arsitek, pengembang
individu yang ada dalam populasi penelitian. Sebagai         dan masyarakat sendiri (Vliet, 2003; Taha, 2004).
gantinya mereka mengambil data dari sebagian                 Dimensi-dimensi kemanusiaan dan dinamika proses
populasi–yang disebut sampel, dan menggunakannya             yang terjadi di dalamnya juga menjadikan permasa-
untuk menyimpulkan keadaan seluruh populasi yang             lahan perumahan dan permukiman sangat kompleks
diteliti. Melalui pengambilan sampel maka jumlah             (Berk, 2003).
pengukuran yang dilakukan akan berkurang dan pada                  Kondisi-kondisi di atas mempunyai implikasi
gilirannya akan dapat mengurangi biaya dan waktu             yang cukup luas terhadap berbagai aspek dalam
yang diperlukan untuk melakukan penelitian.                  penelitian perumahan dan permukiman. Selain itu
       Idealnya, sampel mempunyai kesesuaian karak-          para peneliti di bidang perumahan dan permukiman
teristik dengan populasinya yang diamati, sehingga           memiliki sudut pandang dan kepentingan yang
kesimpulan peneliti benar untuk semua populasi.              berbeda-beda. Peneliti yang berlatar belakang disiplin
Kesesuaian karateristik antara sampel dengan                 ekonomi akan mengembangkan tajuk penelitian yang
populasinya (representasi) ini merupakan hal yang            berbeda dengan mereka yang berlatar belakang
paling penting dan akan menentukan kualitas                  budaya (Vliet, 2003). Perbedaan antara satu kajian
penelitian. Ada 3 faktor yang mempengaruhi tingkat           dangan kajian lainnya terletak pada latar belakang,
keterwakilan suatu sampel, yakni ukuran sampel,              tujuan, lingkup, fokus, pendekatan dan metode
variabilitas populasi serta fraksi populasi yang             analisisnya. Karenanya penelitian perumahan dan
diambil sampelnya (Freedman, 2004). Sampel yang              permukiman dapat dilaksanakan dalam berbagai

             Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra       139
                        http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
                       DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 34, No. 2, Desember 2006: 138 - 146



situasi dan kondisi, latar belakang, karakteristik baik      pengambil kebijakan publik. Masing-masing peng-
secara kualitatif maupun kuantitatif. (Taha, 2004).          guna mempunyai kepentingan dan kebutuhan yang
      Penelitian bidang perumahan dan permukiman             rentangnya mencakup pengembangan teoritis-meto-
pada dasarnya berusaha menjawab masalah peme-                dologis, tinjauan aspek ekonomi perumahan, serta
nuhan kebutuhan akan hunian yang berkaitan dengan            kajian praktis-aplikatif (Giulinani, 1997, Schörner,
kualitas hidup, kepuasan terhadap lingkungan                 2003).
perumahan, serta pemenuhan berbagai faktor seperti
kesehatan, sosial, estetika, biologi dan lainnya.             PENENTUAN SAMPEL DALAM PENELITI-
(Schöner, 2003). Sesungguhnya pemenuhan kebutuh-                  AN BIDANG PERUMAHAN DAN
an tersebut mempunyai variasi kemungkinan yang tak                       PERMUKIMAN
terbatas dalam hal lokasi, pengaturan, ukuran, bentuk,
ruang, dan tatanan lingkungan (Berk, 2003). Kera-                  Dalam proses penelitian di bidang perumahan
gaman karakter tersebut juga memungkinkan                    dan permukiman, dan juga penelitian pada umumnya,
penelitian di bidang perumahan dan permukiman                terdapat beberapa tahap yang mempunyai kaitan
dilakukan dengan berbagai pendekatan atau metode             dengan problematika penentuan sampelnya. Secara
penelitian, mulai dari yang sederhana hingga                 garis besar proses penentuan sampel penelitian di
kombinasi prosedur yang kompleks sesuai dengan               bidang perumahan dan permukiman dapat digambar-
masalah penelitian yang akan dicarikan jawabannya.           kan dalam suatu diagram alur (Diagram 1) di mana
      Dalam penelitian di bidang perumahan dan               beberapa tahap di dalamnya merupakan bagian yang
permukiman dikenal beragam metode: studi kasus,              kritis karena berkaitan erat dengan problematika
survei, eksperimen, kaji tindak (Giuliani,1997;              penentuan sampel.
Schörner, 2003). Pilihan metode yang digunakan
sangat tergantung pada problematika dan substansi            Penentuan Populasi Penelitian
yang ada. Sesuai dengan tingkatan metodenya,                        Pengidentifikasian populasi penelitian secara
penelitian di bidang perumahan dan permukiman                hati-hati merupakan hal pertama yang harus dilaku-
dibedakan ke dalam 3 tingkatan, yakni tingkat                kan dalam penarikan sampel. Untuk itu perlu
makro, meso, dan mikro (Schörner, 2003). Penelitian          dijelaskan target populasi yang akan distudi, dengan
tingkat makro (sosial) merujuk pada penelitian               membuat daftar panjang tentang semua atribut yang
terstruktur seperti survei jajak pendapat (misalnya:         diyakini dapat tercermin secara tepat dalam sampel-
tentang kualitas perumahan, jenis permintaan untuk           nya (Freedman, 2004). Daftar tersebut dapat berupa
flat dan rumah baru, dsb) dan juga pertanyaan survei         karakter demografi, gaya hidup, tipe rumah atau
teknis yang terkait dengan lingkungan (misalnya:             atribut yang sesuai dengan kepentingan penelitian dan
tentang konsumsi dan konservasi energi yang                  dapat digunakan untuk memperkirakan populasi
dikaitkan dengan kondisi jendela, insulasi, unit             secara lebih rinci berdasarkan unit/satuan sampel,
pemanas dsb). Sementara penelitian tingkat mikro             lokasi geografis, serta batas sementara populasinya
(operasional) terkait dengan metode wawancara                (Neuman, 2000).
pribadi untuk penelitian perumahan di kota kecil                    Penentuan populasi penelitian di bidang
hingga metoda studi kasus. Di antara ke duanya               perumahan dan permukiman akan relatif sederhana
terdapat tingkat meso (struktural) yang berupaya             untuk beberapa kelompok studi tertentu, misalnya
mengisi kekosongan yang ada di antara tingkat makro          semua penghuni rumah di kecamatan A antara tahun
dan mikro. Pada tingkatan ini fokus penelitian adalah        1995 -2000. Namun pendefinisiannya akan makin
pada bagaimana keterkaitan antara berbagai proses            sulit jika populasi yang dimaksud adalah orang yang
dalam bermukim disusun dan pada bagaimana                    tidak mempunyai rumah (homeless). Apakah yang
pengetahuan tentang perumahan dan permukiman                 termasuk dalam populasi mencakup mereka yang
dihasilkan dan dipilih. Penelitian-penelitian pada           tidur di tempat sembarangan, mereka yang dianggap
tingkat ini merupakan inti dari proses pembelajaran.         sebagai gelandangan, ataukah mereka yang tinggal di
Penelitian tingkat meso misalnya, tentang Pengaruh           lahan-lahan ilegal sepanjang jalur kereta? Kelompok-
Keberadaan Rumah Kosong terhadap Tingkat                     kelopok tersebut mungkin dapat masuk dalam
Keamanan pada Permukiman di Kawasan Perkotaan.               populasi penelitian, namun penentuan yang lebih pasti
      Perumusan tujuan penelitian di bidang perumah-         akan sangat tergantung pada tujuan penelitian yang
an dan permukiman sangat tergantung pada pihak               dilakukan, kepentingan pengguna hasil penelitian, dan
yang akan menggunakan atau memanfaatkan hasil                sumber daya yang tersedia, sehingga mungkin tidak
penelitian, seperti misalnya: pengembang, koperasi           semua kelompok tadi menjadi prioritas untuk diteliti.
perumahan, perusahaan konstruksi, bank perumahan,
perancang dan perencana, serta ilmuwan dan

140          Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
                        http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
                      PROBLEMATIKA PENENTUAN SAMPEL DALAM PENELITIAN BIDANG PERUMAHAN (A. Adib Abadi)




                                Karakteristik masalah
                                     penelitian
                                  peruhaman dan
                                    permukiman



                                      Kategori                                  Kasus dg karakter                      Purposive
                                                        Kualitatif
                                     penelitian                                      khusus                             sample
              Fokus
            penelitian
                                     Kuantitatif
                                                                                                            Populasi paling tersedia,
                                                                                                                 mudah diambil                  Convenience Sampling
                                     Rumusan
                                      Tujuan
   - Karakteristik populasi                                                                                     Quota untuk sub-
- karakteristik demografi;                                                                                                                           Quota Sampling
                                   Pendefinisian                                                                   kelompok
              - gaya hidup;                               Non-probability
                 - geografi;         Populasi
                                                            sampling
                     - lokasi
                                                                                                            Karakter khusus, individu
                                                                                                                                                 Purposive Sampling
                                    Menetapkan                                                                 sesuai karakternya
            - keterwakilan
   - sumber bias sample               metode                 - Penelitian eksploratori
      - tingkat kesalahan          pengumpulan               - Menurunkan hipotesa
      - tingkat tanggapan                                    - Parameter tidak penting                          Responden kunci,
                                       data                                                                                                        Snowball Sampling
                                                             - Lebih murah, cepat, mudah                       jaringan responden
                                                             -Tidak perlu generalisasi
                                       Memilih
                                      kerangka
                                       sample

                                                                                                        Jumlah variabel;
                                                                                                      keragaman populasi;               Tetapkan
                                                                                                            waktu;                       Ukuran                    Selesai
                                  Memilih Metode                                                             biaya;
                                                                                                                                         Sample
                                    Sampling                                                         tanggapan responden



                                                             - Menggunakan statistik
                                                             -   Menguji hipotesa
                                                             -   Keacakan
                                                             -   Parameter dapat diestimasi
                                                             -   Ukuran populasi jelas

                                                                                                                                                     Sama
                                                                                                                               Populasi Kecil                  Simple Random
                                                                                                                                                                  Sampling
                                                            Probability
                                                                                      Heterogen
                                                             sampling                                                                                  (k)        Systematic
                                                                                                                               Populasi Besar                      Sampling
                                                                                                                                                                 (of individual)


                                                                                                                                                        Sama
                                     Cek Karakter                                                                                           Ukuran             Stratified Random
                                       Populasi
                                                                                      Stratifikasi           Mengelompok                   Kelompok                Sampling



                                                                                       Tersebar                                            Tidak sama
                                                                                        Luas
                                                                                                                                                                  Proportional
                                                                                                                                                               Stratified Sampling
                                                                                        Kluster



                                                                                        Ukuran                                          Tidak sama

                                                                                        Kluster

                                                                                       Sama               besar (k)              Systematic sampling
                                                                                                                                     (of cluster)
                                                                                                  Kecil

                                                                                        Cluster
                                                                                       Sampling




                         Diagram 1. Algoritma Penentuan Sample untuk Penelitian Perumahan dan Permukiman



                     Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra                                                                    141
                                http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
                       DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 34, No. 2, Desember 2006: 138 - 146



Menetapkan Metode Pengumpulan Data                           bangunan, peta dan lokasi perumahan, daftar surat Ijin
                                                             mendirikan bangunan (IMB) dan sebagainya.
      Dalam penelitian ilmiah, untuk menjelaskan
suatu fenomea atau membuktikan suatu dugaan
                                                             Menetapkan Metode Penentuan Sampel
diperlukan sejumlah informasi dan data, baik kuali-
tatif maupun kuantitatif (Neuman, 2000). Sebagai                   Pemilihan skema penentuan sampel (random
contoh, penelitian eksploratif dimaksudkan untuk             atau non-random) sangat tergantung pada ketersedia-
memberikan pemahaman dan penjelasan awal tentang             an kerangka sampel. Sampel acak (random) yang
suatu fenomena secara kualitatif. Penelitian jenis ini       diperlukan untuk analisis statistika inferential menun-
didukung oleh sample non-acak dengan teknik                  tut persyaratan sebagai berikut: ukuran populasinya
pengumpulan data melalui wawancara mendalam,                 diketahui, ukuran sampelnya jelas, dan semua unsur
diskusi kelompok terfokus, serta pengamatan lapang-          (keluarga, rumah) populasi mempunyai kesempatan
an. Sementara penelitian eksplanatori biasanya meng-         sama untuk diambil sebagai sampel. Dengan demiki-
gunakan data kuantitatif dan analisis statistik untuk        an sampel dianggap merepresentasikan populasinya,
membuktikan dugaannya, ditunjang oleh data dari              sehingga dapat digunakan untuk menarik generalisasi
sampel yang diambil secara acak melalui percobaan,           pada tingkat representasi yang terukur. Sebaliknya
survei, data sekunder serta pengamatan lapangan.             pengambilan sampel tak-acak (non-random) dapat
      Keputusan penggunaan metode pengumpulan                dilakukan apabila tak dibutuhkan generalisasi dan
data dalam suatu penelitian akan tergantung pada             penelitian perlu dilakukan secara cepat. Dalam
ukuran sampel, biaya dan waktu yang tersedia, serta          sampel tak-acak unsur populasi dipilih atas dasar
akses terhadap data (Taha, 2004). Dalam penelitian           ketersediannya atau karena menurut penilaian peneliti
di bidang perumahan dan permukiman, semua meto-              sampel tersebut cukup mewakili populasi, sesuai
de dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan                 tuntutan penelitiannya.
pengumpulan dan analisis data dan informasi. Khusus                Setiap teknik penentuan sampel acak memulai
untuk penelitian kuantitatif, pilihan metode biasanya        prosedurnya dari kerangka sampel yang secara
didasarkan pada pertimbangan : keterwakilan, sumber          operasional mendefinisikan populasi sasaran. Yang
bias sampel, tingkat kesalahan, tingkat respon yang          paling sederhana di antara metode sampel acak adalah
diperoleh (Freedman, 2004).                                  simple random sample (SRS), di mana setiap unsur
                                                             dalam kerangka sampel mempunyai peluang sama
Penentuan Kerangka Sample (Sampling Frame)                   untuk terpilih. Namun strategi ini jarang digunakan
                                                             dalam penelitian perumahan dan permukiman, karena
      Pendefinisian kerangka sampel (sampling
                                                             kesulitan untuk mendapatkan daftar informasi yang
frame) merupakan bagian terpenting dalam proses
                                                             sangat panjang dan sering tak terkendali, akibat
pengambilan data (Heer,et.al, 2000). Untuk menda-
                                                             cakupan geografis populasi yang sangat luas dan
patkan sampel yang representatif, diperlukan kerang-
                                                             parameter yang sangat beragam (Neuman, 2000;
ka sampel yang sedekat mungkin mewakili populasi
                                                             Freedman, 2004).
dengan informasi-informasinya yang lengkap. Ideal-
                                                                   Metode berikutnya adalah systematic random
nya kerangka sampel mencakup seluruh informasi
                                                             sample. Metoda yang merupakan modifikasi dari
tentang unsur-unsur yang ada dalam populasi. Namun
                                                             SRS ini ditentukan dengan mulai memilih unsur
kesempurnaan kerangka sampel hanya tercapai jika
                                                             dalam kerangka sampel secara acak dan mengambil
setiap unsurnya muncul dalam daftar sekali saja, tidak
                                                             setiap unsur yang ke n (misalnya mulai secara acak
dua kali atau lebih (Neuman, 2000; Freedman, 2004).
                                                             memilih lokasi dari buku daftar telopon dan
      Akurasi kerangka sampel merupakan problema-
                                                             selanjutnya mengambil satu nama setiap 100 nama
tika tersendiri. Jika populasi penelitiannya sangat
                                                             berikutnya). Dibanding SRS cara ini lebih mudah,
besar, maka daftar informasi akan sangat banyak dan
                                                             khususnya untuk pelaksanaan di lapangan, dan lebih
mahal (Losh,2000, Neuman,2000). Terbatasnya
                                                             akurat. Penggunaan metoda ini dalam penelitian
informasi dalam kerangka sampel akan menyebabkan
                                                             perumahan dan permukiman mempunyai masalah
definisi konseptual populasi tidak lengkap dan
                                                             yang kurang lebih sama dengan metode SRS
akibatnya penentuan sampel bisa tidak sahih (valid).
                                                             (Fredman, 2004).
Dalam penelitian di bidang perumahan dan permu-
                                                                   Metode acak berikutnya adalah stratified
kiman, hal yang pertama harus diperhatikan adalah
                                                             sampling. Kadang-kadang kerangka sampel yang ada
sumber data yang akan digunakan untuk menarik
                                                             memuat berbagai informasi tentang karakter unsur
sampel. Sumber data yang dapat digunakan untuk
                                                             populasi. Informasi ini dapat digunakan untuk
menentukan kerangka sampel antara lain direktori
                                                             meningkatkan akurasi sampel dengan cara mem-
real estate, daftar surat, daftar pembayar pajak
                                                             bedakannya berdasarkan unsur-unsur populasi ter-


142          Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
                        http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
             PROBLEMATIKA PENENTUAN SAMPEL DALAM PENELITIAN BIDANG PERUMAHAN (A. Adib Abadi)



tentu. Sampel yang diambil dari setiap sub-populasi         kelompok, bukan individu. Melalui skema ini peneliti
akan mempunyai tingkat keterwakilan yang lebih              memilih sampel dalam kelompok area (misalnya
tinggi, dibandingkan dengan dua metode yang                 propinsi dalam negara, kota dalam propinsi),
sebelumnya. Namun penentuan stratanya harus                 kemudian memilih satu unsur dari setiap kluster
dilakukan dengan menggunakan kerangka sampel                utama dalam area wilayah yang lebih kecil (secara
yang informasinya lengkap dan akurat (Friedrich,            acak atau sistematis), dan selanjutnya menentukan
2003).                                                      jumlah unsur sampel yang disyaratkan dari area-area
       Sebagai contoh, dalam survei kependudukan di         tersebut.
Amerika, digunakan sample stratifikasi untuk                       Metode kluster mempunyai sisi positif dan
mengidentifikasi unit sampel utama (PSU), sehu-             negatif. Di satu sisi metode kluster mempercepat
bungan dengan penggunaan komputer secara intensif           waktu survei dan mengurangi biaya lapangan, namun
dalam prosesnya (Ludington, 2003). Stratifikasi             di sisi lain metode ini mengurangi akurasi sampel,
mengelompokkan PSU ke dalam strata yang menjadi             relatif terhadap sampel non-kluster dengan jumlah
sumber pemilihan sampel PSU. Strata yang                    responden yang sama. Hal ini dikarenakan sampel
dihasilkan selama proses harus homogen, sehingga            kluster sedikit lebih homogen secara internal
perkiraan penelitian yang dihasilkan juga akan              dibandingkan dengan sampel non-kluster. Akibatnya
mencerminkan area non-sampel secara akurat.                 kluster sampel meningkatkan kesalahan sampel
Metode tersebut dipilih dengan pertimbangan kebu-           (sampling error) dan membutuhkan pertimbangan
tuhan peningkatkan keandalan dan mengurangi biaya           khusus dalam analisis datanya serta menuntut ukuran
survei, pengembangan dan optimasi metode, serta             sampel yang lebih besar.
penggunaan komputer secara intensif untuk meye-                    Catatan penting yang perlu diingat berkaitan
lesaikan problem yang kompleks. Dalam hal ini               dengan metode kluster adalah bahwa hampir semua
tingkat homogenitas strata dan pengurangan biaya            survei berskala besar dilakukan dengan menggunakan
survei tergantung pada kemampuan sistem stratifikasi        metode ini. Selain itu metode ini dapat dikombinasi-
PSU.                                                        kan dengan metoda stratifikasi, biasanya dengan
       Gorsak, et.al (2003) juga menggunakan metode         kluster dalam strata. Umumnya untuk ukuran sampel
stratifikasi untuk meningkatkan efisiensi survei            n yang diketahui, sampel kluster kurang akurat
penelitian rumah tangga di Amerika. Metode strati-          dibandingkan dengan tipe penentuan sampel lainnya,
fikasi sampel digunakan untuk mengurangi kera-              di mana parameternya diperkirakan akan mempunyai
gaman variabel yang ada dalam PSU yang                      variabilitas yang lebih besar dibandingkan SRS,
merupakan bagian dari populasi (rumah tangga di             sampel acak stratifikasi ataupun acak sistematik.
AS). Dalam hal ini populasi seharusnya distratifikasi              Jenis lain dari sampel bertahap adalah area
pada tingkat unit rumah atau blok. Tetapi dengan            probability sampling. Skema ini sangat mahal, tetapi
kendala waktu dan biaya, penelitian rumah tangga ini        berpeluang memberikan hasil yang terbaik untuk
hanya dilakukan pada tingkat blok pada area yang            mendapatkan sampel yang benar-benar mewakili
populasinya distratifikasi memuat blok dan unit             seluruh populasinya. Metode ini digunakan jika tak
rumah.                                                      ada kerangka sampel namun semua sampel ingin
       Selain penentuan sampel acak satu tahap, ada         dijangkau, tanpa perduli apakah sampel yang
juga      penentuan sampel yang dilakukan dalam             diperoleh masuk dalam kerangka atau tidak. Dasar
beberapa tahap (multi-stage sampling). Cara ini             skema penentuan sampel ini adalah stratified multi-
digunakan jika tak tersedia kerangka sampel, atau           stage cluster. Metode ini dikembangkan untuk
karena sangat tidak praktis jika sampel ditentukan          menghasilkan sampel yang sesuai prosedur penentuan
dengan satu kerangka untuk seluruh populasi                 sampel acak, yang apabila dikombinasikan dengan
(Friedrich, 2002). Metode ini mulai dengan menentu-         statistik nasional memungkinkan untuk mendapatkan
kan unit yang terbesar (Primary Sampling Unit) dan          sampel nasional yang baik.
dilanjutkan dengan yang lebih kecil (Secondary                     Dalam mengambil sampel ijin pembangunan
Sampling Unit). Pada dasarnya metode ini mengguna-          perumahan baru yang diterbitkan dalam sepuluh
kan 2 langkah dasar: membuat daftar dan menentukan          terakhir, dipergunakan suatu metode guna mengen-
sampel.                                                     dalikan deviasi ukuran sampel. Untuk itu digunakan
       Skema yang termasuk dalam kategori ini adalah        metode area probablility sampling untuk memilih 2
cluster sample. Sampel kluster digunakan apabila tak        unit sampel (primary dan secondary sampling unit)
tersedia kerangka sampel yang baik atau populasinya         yang populasinya sekira setingkat blok perumahan,
tersebar, sehingga biaya untuk mendapatkan sampel           (Mohadjer, et.als,2003). Tambahan biaya tak terhin-
baku cukup mahal. Skema ini melibatkan beberapa             darkan karena metode ini harus menggunakan semua
tahap penentuan sampel yang ditentukan berdasarkan          area sampel penting, untuk menjaga tingkat keter-

            Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra   143
                       http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
                      DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 34, No. 2, Desember 2006: 138 - 146



wakilan sampelnya. Namun tambahan biaya tersebut            pok yang anggotanya sukar diakses, tanpa menetap-
dapat ditutup oleh penghematan selama proses                kan kerangka sampel terlebih dahulu. Sampel diper-
pengumpulan data, karena berkurangnya kegiatan              oleh berdasarkan infomasi dari sampel sebelumnya
perjalanan dan pengamatan lapangan.                         dan karenanya metode ini tak menjamin sampel yang
      Sampel acak tidak selalu menjadi pilihan utama        betul-betul mewakili populasinya, tetapi dapat
dalam penelitian di bidang perumahan dan permu-             digunakan untuk mengumpulkan informasi yang
kiman. Dalam beberapa kasus sampel acak tidak               rinci.
mampu melibatkan kelompok minoritas dalam                          Snow, et.al (1979) menggunakan metode snow-
populasi. Ini merupakan problem yang umum                   balling yang dikombinasikan dengan metode kluster
dijumpai peneliti di negara –negara berkembang, di          untuk mengidentifikasi sampel dari kelompok minori-
mana umumnya tak tersedia kerangka sampel yang              tas Spanyol yang tersebar di kota besar. Dengan
lengkap dan akurat. Untuk kondisi-kondisi tertentu,         metode ini diperoleh prosedur pemilihan sampel yang
peneliti perumahan dan permukiman terpaksa                  tidak saja efisien, tetapi juga mampu menjaring
menggunakan sampel tak-acak. Dengan teknik                  sampel yang jarang. Pada kasus ini individu-individu
tersebut peneliti dapat menunjukkan karakter khusus         orang Spanyol-yang sering terlihat di depan umum,
yang ada dalam populasi. Sampel acak tidak                  atau yang punya banyak teman, mempunyai lebih
diperlukan jika peneliti ingin menjelaskan kondisi-         banyak kemungkinan untuk dipilih dibandingkan
kondisi yang khusus dengan pendekatan eksploratif.          mereka yang terisolasi.
Sampel acak yang terbaik tidak akan membantu
meningkatkan akurasi hasil penelitian jika tingkat          Menetapkan Ukuran Sampel
respon sampelnya buruk (Losh, 2000).                             Pada umumnya ukuran sampel tergantung pada
      Penentuan sampel non-acak mempunyai bebe-             kompleksitas karakter kajian, akurasi yang disyarat-
rapa teknik, yakni quota sampling, judgement                kan untuk mendekati karakter-karater tersebut, dan
sampling dan snowball sampling. Pada teknik quota           sumberdaya yang tersedia. Idealnya sampel yang
sampling, berbagai strata dalam populasi ditentukan         diambil ulang kapanpun, dengan ukuran dan populasi
dan kemudian diambil proporsi sampel yang                   yang sama, akan memberikan hasil yang identik
disyaratkan bagi setiap strata yang telah ditentukan.       dengan pengambilan sampel sebelumnya (Taha,
Teknik ini kurang akurat, sehingga penelitian               2004). Memang tidak ada jawaban yang pasti untuk
perumahan dan permikiman jarang sekali meng-                pertanyaan seberapa besar seharusnya ukuran sampel
gunakan metode ini. Namun teknik ini dapat diguna-          penelitian. Prinsipnya akurasi data cenderung me-
kan sebagai pendukung bila dikombinasikan dengan            ningkat sesuai dengan ukuran sampel dan proporsinya
metode lain. Dengan alasan memberikan kesempatan            terhadap populasi, dan karenanya makin besar sampel
yang sama, maka Biro Sensus Amerika mengguna-               yang diambil makin besar kemungkinan akurasi hasil
kan teknik quota sample dalam sensus demografi              penelitian (Neuman, 2000; Sudradjat, 2000; Freed-
yang menggunakan surat atau kunjungan pencacah              man, 2004).
untuk menjaring kelompok responden yang tidak                    Meski populasi dalam penelitian perumahan dan
menjawab pertanyaan survei agar diperoleh tingkat           permukiman sangat besar, serta variabelnya sangat
keterwakilan yang optimal (Thibaudeau dan Navaro,           banyak tetapi ukuran sampelnya tidak harus besar.
2001). Penggunaan sampel ini dimaksudkan agar               Ukuran sampel yang ideal tergantung pada tingkat
sampel yang ada lebih beragam sehingga akurasi              akurasi yang disyaratkan, tingkat keragaman populasi
datanya lebih maksmum.                                      dan jumlah variabel yang akan diuji secara serentak
      Teknik sampel tak-acak yang lain adalah               dalam data analisis (Neuman, 2000). Sampel yang
judgement sampling (purposive sampling). Sampel             besar terutama diperlukan dalam beberapa kondisi
dipilih berdasarkan pada kondisi khusus yang                sebagai berikut: populasinya sangat majemuk; data
dianggap mampu mengindikasikan karakter populasi.           perlu dipecah dalam beberapa kategori; margin
Sampel-sampelnya mempunyai karakteristik kunci              kesalahan yang dituntut relatif kecil; dan tingkat
yang memungkinkan untuk dikaji dan diambil                  respon diperkirakan sangat rendah (Fiedrich, 2003).
berdasarkan pertimbangan yang bersifat ilmiah.
Dalam penelitian di bidang perumahan dan                                        KESIMPULAN
permukiman, teknik ini biasanya digunakan untuk
menangani penelitian dengan pendekatan kasus studi.              Penentuan sampel merupakan tahap yang pen-
      Snowballing sample merupakan metode lainnya           ting dalam proses penelitian, karena mempunyai
dalam kategori sampel non-acak, biasanya digunakan          implikasi signifikan terhadap kualitas hasil penelitian.
untuk menjelaskan pola sosial atau komunikasi suatu         Apabila sampel yang diambil salah, maka generalisasi
masyarakat. Sampel dikumpulkan dari suatu kelom-            yang dibuat pun akan salah. Untuk mendapatkan

144         Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
                       http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
             PROBLEMATIKA PENENTUAN SAMPEL DALAM PENELITIAN BIDANG PERUMAHAN (A. Adib Abadi)



sampel yang mencerminkan kondisi populasi pene-              Giulinai, M Vittoria. “Integrating different method in
litian, diperlukan kriteria baku seperti akurasi, kesa-             housing research. A study in Amelia, Italia” in
hihan, keandalan serta penyesuaian terhadap kendala                 Carole Despres and Denise Piche (Eds)
biaya dan waktu. Diperlukan kehati-hatian dalam                     Housing Surveys. Advances in Theory and
menentukan teknik pemilihan sampel, khususnya                       Methods. Quebec, Canada: CRAD, Univerite
dalam penelitian di bidang perumahan dan permu-                     Laval. pp. 229-245, 1997.
kiman yang permasalahannya bersifat multidimen-              Gorsak, Mark; et.als. Within-PSU and Stratification
sional.                                                            Research to Improve SurveyEfficieny. US
       Pada dasarnya pemilihan sampel secara acak                  Bureau of the Census, 2003.
(random sampling) merupakan pilihan yang paling
logis untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat.        Heer, Wim F. de and Ger Moritz. “Data Quality
Berbagai skema penentuan sampel dalam kategori ini,                Problem in Travel Survey. An International
baik dengan prosedur satu tahap ataupun multi-tahap                Overview”. Workshop on Respondet Issue:
(multistage) perlu disesuaikan dengan kondisi, topik               Sampling, Weighting and Nonresponse. Statis-
serta tujuan penelitiannya. Sampel non-acak juga                   tic Netherland, 2000.
dapat digunakan dalam penelitian di bidang peru-             Lawrence, Roderick J. Methodologies in Contem-
mahan dan permukiman untuk kondisi-kondisi yang                    porary Housing Research: A Critical review.
sesuai dengan sifat penelitiannya.                                 Methodologies in Housing Research Confe-
       Untuk memperoleh sampel terbaik pada pene-                  rence. 22-24 September, Sweden, Stockholm.
litian yang variabelnya sangat banyak, diperlukan                  2003.
strategi optimasi. Penentuan sampel sebaiknya
memenuhi semua tuntuan metodologis maupun                    Losh, Susan Carol. “Types of Error and Basic
                                                                   Sampling Designs”. Lecture Handout EDF
substansial, tidak hanya dalam menentukan skema
                                                                   5481 Methods of Educational Research. Fall,
penentuan sampel tetapi juga untuk meminimumkan                    2000.
biaya dan waktu. Optimasi diperlukan karena
keragaman karakter penelitian dan alternatif skema           Ludington, Paul W. Stratification of Primary Sam-
penentuan sampel terkadang mempunyai tuntutan                      pling Units for the Current Population Survey
berbeda dan sukar dipertemukan.                                    Using Computer Intensive Methods. US
       Beberapa preseden menyarankan perlunya                      Bureau of Cencus. Wahingtoon DC, 2003.
kombinasi beberapa teknik sampel untuk mendapat-             Mohadjer, Leyla; Jill Montaquilla, and Erica Sherris.
kan sampel yang optimum. Dalam kenyataannya                       Evaluation of A Two-phase Approach to
tidak ada satu skema penentuan sampel yang betul-                 Segment Selection for Area Probability
betul dapat memenuhi kriteria sampel yang baik.                   Sampel Late in A Decade. Joint Statistical
Penggunaan metode multi-tahap (multi-stage) dengan                Meeting. Westat. Maryland. USA, 2003
kombinasi beberapa skema penentuan sampel, baik
dengan teknik acak maupun non-acak, menjadi                  Neuman, W. Lawrence. Social Research Methods.
strategi yang paling logis. Dengan skema tersebut                 Qualitative and Quantitative Approaches.
akan diperoleh sampel yang tidak hanya memenuhi                   Allyn and Bacon. Boston, 2000.
tingkat akurasi, keterwakilan yang memadai, tetapi           Petersons, Ivan. “Census Sampling Confusion.
juga secara cepat dengan biaya yang relatif murah.                  Controversy dogs the use of statistical methods
                                                                    to adjust US population figures”. The Weekly
               DAFTAR PUSTAKA                                       News magazine of Science. Volume 155,
                                                                    Number 10 (March 6), 1999.
Berk, M Görkhan. “Assessment of the Effect of an             Schörner, Georg; Gerhard Bonelli and Franz Schörg-
      External Factor for Dwelling Occupants’                      huber. Housing Research and It’s Methods in
      Satisfaction: Access to Basic Activities”.                   Lower Austria. The Lower Austrian Scientific
      Methodologies in Housing Research Confe-
                                                                   Academy. Scientific Academy. Departement
      rence. 22-24 September, Sweden, Stockholm,
                                                                   for Environment and Energy, 2003.
      2003.
                                                             Schwartz, Sidney H.; Charles D Cowan; and Kenneth
Freedman, David A. Sampling. Department of Statis-                R Sausman. Optimisation in the Design of
      tic University of California, Berkley, 2004.                large-scale State Sampel. US Bureau of
Friedrich, Gustav W. Sampling Theory. Methods of                  Cencus, 1981.
        Inquiry Syllabus: 154. Fall, 2003.


             Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra     145
                        http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS
                      DIMENSI TEKNIK ARSITEKTUR Vol. 34, No. 2, Desember 2006: 138 - 146



Snow, Rob E., John D. Hutchenson, Jr., and James E.
      Prather. Using Reputational Sampling to
      Identify Residential Clusters of Minorities.
      Center for Urban Research and Service, 1979.
Sudradjat, Iwan. Diktat Perkuliahan AR 6122 Meto-
      dologi Penelitian Arsitektur. Program Magister
      Arsitektur – ITB, 2002.
Taha, Elhag. Research methods in housing. Newcas-
      tle University, UK, 2004.
Thibaudeau, Yves; Alfredo Navarro. Optimizing
      Sampel Allocation of The 2000 Non-Response
      Follow-up. US Bureau of the Census,
      Washington DC, 2001.
Vliet, Willem van. “So What if Housing Research is
       Thriving? Researcher Perception of the Use of
       Housing Studies”. Journal of Housing and the
       Built of Environment. 18: pp.183-1999.
       Netherland: Kuwer Academic Publisher, 2003.




146         Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan - Universitas Kristen Petra
                       http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=ARS

								
To top