Docstoc

Ketentuan dan kewajiban bea masuk impor

Document Sample
Ketentuan dan kewajiban bea masuk impor Powered By Docstoc
					Ketentuan dan kewajiban bea masuk impor

Pertanyaan : Haruskah Saya membayar Bea Masuk untuk setiap barang yang saya bawa ke
Indonesia ?

 Jawaban:
Barang Barang Penumpang dibebaskan dari Kewajiban Pabean serta Pajak Dalam Rangka
Impor Lainnya, jika nilai barang yang dibawa kurang dari FOB USD 250 untuk setiap orang
atau nilainya kurang dari FOB USD 1.000 untuk setiap keluarga. Jika nilai barang tersebut
melebihi jumlah yang telah disebutkan sebelumnya, penumpang tersebut di wajibkan
membayar Kewajiban Pabean dan Pungutan Pajak lainnya dari selisihnya. Barang Penumpang
Asing seperti kamera,Video kamera, Radio kaset, Teropong, laptop atau telepon genggam yang
akan dipergunakan selama mereka tinggal di Indonesia dan akan dibawa kembali pada saat
mereka meninggalkan Indonesia juga mendapat fasilitas pembebasan.

Pengertian Tempat Penimbunan Berikat

Pertanyaan : Apakah yang dimaksud dengan Tempat Penimbunan Berikat?

Jawaban:
Tempat Penimbunan Berikat adalah bangunan, tempat atau kawasan yang memenuhi
persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun, mengolah, memamerkan dan/atau
menyediakan barang untuk dijual dengan mendapatkan penangguhan Bea Masuk.

Barang Kena Cukai (bukan pajak lho)

Pertanyaan : Terdiri dari apa sajakah Barang Kena Cukai (BKC) itu ?

Jawaban :
Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, BKC terdiri dari:

  1.   etil alkohol (EA) atau etanol
  2.   minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA)
  3.   hasil tembakau

Bagi teman-teman sekalian yang mau belajar atau hendak mengimpor barang tertentu dari luar
negeri, tentu akan disibukkan tentang masalah pajak atau bea masuk ke dalam negeri atau sebut
saja cara menghitung bea cukai impor. Oke, sekedar share saja bagi yang belum dan ingin
mengetahuinya, saya akan melampirkan contoh perhitungannya baik intuk impor dan impor
sementara. Berikut contoh yang saya lampirkan :

BERIKUT CONTOH PERHITUNGAN BEA MASUK/PAJAK DIMPOR
     CIF (Nilai Pabean dalam rupiah) Rp 200.000,00

       BM (sesuai HS) 5% x Rp 200.000,00 ---------------> Rp. 10.000,00
       PPN 10% x Rp.210.000,00 ------------------------>  Rp. 21.000,00
       PPh (dgn API)2.5% x Rp.210.000,00 ---------------> Rp. 5.250,00
                                                         ------------------- +
       Jumlah BM dan PDRI yang seharusnya dibayar --> Rp. 36.250,00
Biaya transportasi (freight)

Biaya transpor/freight dari barang yang diimpor ke pelabuhan merupakan biaya transportasi
yang harus dibayarkan dan tercantum dalam B/L atau AWB dari barang impor tersebut dan
sebaiknya importir tersebut memiliki bukti yang jelas atas biaya transportasi tersebut, biasa
disebut sebagai invoice.

Jika importir tidak dapat menunjukkan bukti tersebut, maka biaya transportasi akan ditetapkan
sesuai ketentuan yang ada :

A. Untuk transportasi laut

15% FOB untuk barang dari Eropa, Amerika, dan Afrika;
10% FOB untuk barang dari Asia-non- Asean dan Australia;
5% FOB untuk barang dari negara Asean


B. Untuk transportasi udara berdasarkan tarif IATA (International Air Transport
Association)

Besarnya biaya transportasi akan dihitung berdasar perbandingan harga setiap item dengan
harga keseluruhannya, dikalikan biaya transportasi.


II. Biaya Asuransi
Akan digunakan sesuai dengan polis asuransi dengan menunjukkan polis tersebut. Jika tidak
dapat menunjukkan polis asuransi, akan ditetapkan 0.5%harga C&F (Cost and Freight).
    4. CONTOH PERHITUNGAN UNTUK IMPOR SEMENTARA

       CIF (Nilai Pabean dalam rupiah) Rp100.000,00

       BM (sesuai HS) 5% x Rp 100.000,00 -------------------> Rp. 5.000,00
       PPN 10% x Rp. 105.000,00       -----------------------> Rp.10.500,00
       PPh (dgn API)2.5% x Rp.105.000,00       --------------> Rp. 2.625,00
                                                              ------------------- +
       Jumlah BM dan PDRI yang seharusnya dibayar ------> Rp.18.125,00

   5. Untuk BM dan PDRI impor sementara 1 (satu) tahun :
   6. BM 12 x 2%/Bulan x Rp. 5.000,00 = Rp 1.200,00 (dengan SSBC/surat setoran BC)
      PPN 12 x 2%/Bulan x Rp. 10.500,00 = Rp 2.520,00 (dengan SSP/surat setoran pajak)
      PPh 12 x 2%/Bulan x Rp. 2.625,00 = Rp 630,00 (dengan SSP)
                                          ------------------ +
                                dibayar     Rp 4.350,00
      Dijaminkan Rp 18.125,00 - Rp 4.350,00 = Rp 13.775,00
   7. Namun, yang perlu diperhatikan adalah mengenai persentase bea masuk tergantung
      kepada jenis barang yang akan anda impor dan mengenai pembatasannya. Untuk lebih
      jelas mengenai besarnya bea masuk barang tersebut, silakan lihat melalui halaman
      tentang BTBMI ( Tarif Bea Masuk Indonesia )
8. Ikut nambahin sedikit yach buat belum paham...
   HS code = Harmonized System Code , kode pengelompokan barang yang di gunakan
   dalam pengiriman export import.
9. Dalam kasus import tidak semua barang di kenakan BM (Biaya Masuk). So, barang
   yang di import di cek dulu di BTBMI 2011(Tariff bea masuk di Indonesia) seperti yg
   sudah di jelaskan diatas..kl ga kena BM ngitung pajaknya cukup PPN dan PPH saja.
   Sedangkan Kurs barang sudah di tetapkan oleh Bea Cukai yang akan berubah setiap
   minggunya dari senin-jum'at (silahkan cek di www.beacukai.go.id )
   Untuk Import FOB sebenarnya jauh lebih murah dari pada CIF..apalagi Exwork (ambil
   sampai gudang) masalahnya banyak orang malas karena ribet ngitungnya..padahal kita
   bisa atur sendiri budget untuk pengiriman barang. Untuk biaya pengiriman bisa di
   tanyakan ke forwarding/agen (atau tanya ke saya..hehehhe sedikit promosi)..So pastinya
   akan ada invoice FREIGHT yang di tunjukan importir ke pada Bea Cukai dan semua itu
   tergantung EMKL yang mengurusnya. Karena biaya yang di tentukan oleh BC sudah
   merupakan biaya Standarisasi dari mereka yg di gunakan sebagai patokan saja.

   Semua pajak riil tidak ada negosiasi dari oknum KECUALI tidak memiliki ijin import/
   dokumen lengkap. Itu pun pake sistem borongan/pinjem nama importir lain itu yang
   membuat perhitungan pajak tidak stabil..(perhitungan pajak tetap tetapi ada biaya
   lain2..SANGAT TIDAK DISARANKAN walaupun banyak yg melakukan)

   Semoga bermanfaat ..

   Saya dapat kiriman barang dari Belanda peralatan masak berat 50 kg untuk keperluan
   pribadi berapa gan biaya bea masuknya ? Kemarin udah coba urus sendiri tapi koq
   malah bingung. Trims.

1. Anonymous says:

   December 9, 2011 4:42 AM

   saya minta tolong hitungan2nya...contoh saya mau kirim mobil tua dari dubai seperti
   jeep harganya 20 jt....disini.....terus dikirim keindonesia....kena bea masuknya berapa
   semuanya.....makasih...di email aja ke rimbagiri@hotmail.com......
   terima kasih

1. Anonymous says:

   December 13, 2011 12:44 AM

   untuk kasus spt ini bagaimana
   kalau untuk import polyester bahan pabrik
   bm kena bm 5% tetapi ada cept menjadi 0%
   ppn 10 % pph 2,5%
   yang menjadi pertanyaan saya, untuk perhitungan ppn dan pph apa perlu ditambah
   pesentase (sebesar 5%) dikarenakan kena bm 5%
   ada cept karena ada kerjasama asean china
   barang dari china
   untuk yg bener dalam pengisian di modul pib itu bm dimasukan 5% tetapi status
   dibebaskan atau dibuat 0%

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: Ekspor, impor
Stats:
views:108
posted:6/12/2012
language:Malay
pages:3
Description: Ekspor dan impor