PENILAIAN HASIL BELAJAR - DOC by HC120611235735

VIEWS: 720 PAGES: 115

									                                      PETUNJUK TEKNIS




           PENILAIAN HASIL BELAJAR
         SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN




            DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
 DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
                      JAKARTA – 2008

                                                              i
ii
                      KATA PENGANTAR

      Sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesaikan Standar Isi dan
Standar Kompetensi Lulusan yang kemudian dikukuhkan menjadi
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan Nomor 23 Tahun
2006, serta Nomor 24 Tahun 2006 yang disempurnakan dengan Nomor
6 tahun 2007 tentang ketentuan pelaksanaannya. BSNP juga telah
menerbitkan Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
      Pengalaman melakukan persiapan untuk penyusunan Model
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Sekolah Menengah
Kejuruan (KTSP-SMK), ternyata berbagai ketentuan tentang
penyusunan KTSP yang termuat pada peraturan-peraturan tersebut,
termasuk pedoman penyusunannya, masih memerlukan analisis dan
upaya pensistematisan yang tidak sederhana, terutama karena ada
beberapa ketentuan yang saling terkait tapi berada pada dokumen yang
berbeda-beda. Atas dasar itulah, maka sesuai dengan tugas dan
fungsinya, Direktorat Pembinaan SMK berupaya merevisi Bahan
Bimbingan Teknis Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Sekolah Menengah Kejuruan tahun 2006 menjadi Edisi 2008 yang
sepenuhnya diturunkan secara sistematis dari peraturan-peraturan
tersebut dan pedoman pelaksanaannya.
      Bahan bimbingan teknis hasil revisi ini diharapkan dapat
membantu para pihak yang terlibat dalam pengembangan dan
implementasi KTSP-SMK serta satuan pendidikan SMK pada
umumnya, dalam upaya menerapkan peraturan-peraturan dimaksud.
Pada gilirannya, seperti yang diharapkan, setiap SMK atau kelompok
SMK akan mampu menyiapkan sendiri KTSP yang akan
diimplementasikannya.
   Seri bahan bimbingan teknis (Bimtek) ini meliputi judul-judul berikut.
   1. Teknik Penyusunan KTSP dan Silabus SMK;
   2. Teknik Penyusunan RPP;
   3. Teknik Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal SMK;
   4. Teknik Penyusunan Modul/Bahan Ajar;


                                                                       iii
     5. Teknik Pelaksanaan Pengembangan Diri pada SMK;
     6. Model-model Pembelajaran SMK;
     7. Penilaian dan Pelaporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK;
     8. Implementasi Sistem Kredit Semester pada SMK
    Kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi sehingga
terwujud seri buku bahan bimbingan teknis ini, kami ucapkan terima
kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.


                                       Jakarta, November 2008
                                       Direktur Pembinaan
                                       Sekolah Menengah Kejuruan,



                                       Dr. Joko Sutrisno
                                       NIP. 131415680




iv
                                          DAFTAR ISI

                                                                                              HAL

KATA PENGANTAR ..................................................................             iii
DAFTAR ISI ................................................................................   v

PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang ...........................................................             1
    B. Tujuan .........................................................................       1
    C. Ruang Lingkup ............................................................             2
    D. Sasaran Pengguna .....................................................                 2

                              BAGIAN 1
               PENILAIAN DAN PELAPORAN HASIL BELAJAR

BAB I.         KONSEP DASAR PENILAIAN
               A. Pengertian Penilaian ............................................           5
               B. Prinsip Penilaian ..................................................        6
               C. Kegunaan Penilaian .............................................            7
               D. Fungsi Penilaian ...................................................        7
               E. Jenis Penilaian .....................................................       8
               F. Penetapan KKM ...................................................           12
               G. Kriteria Penilaian ..................................................       13
BAB II.        TEKNIK PENILAIAN
               A. Penilaian Unjuk Kerja ..........................................            17
               B. Penilaian Sikap ....................................................        19
               C. Penilaian Tes Tertulis ..........................................           24
               D. Penilaian Proyek ..................................................         25
               E. Penilaian Portofolio ..............................................         27
               F. Penilaian Diri ........................................................     32




                                                                                                    v
BAB III.   PELAKSANAAN PENILAIAN
           A. Penetapan Indikator Pencapaian Kompetensi ... .                         37
           B. Pemetaan Penilaian Standar Kompetensi
              Komptensi Dasar, dan Indikator ..................... ...                38
           C. Penetapan Teknik Penilaian ..............................               39
           D. Contoh Alat dan Penskoran dalam Penilaian ....                          39
BAB IV.    PELAPORAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
           A. Interpretasi Hasil Penilaian .................................          43
           B. Pemanfaatan Penilaian …………………………..                                      46
           C. Pelaporan Hasil Penilaian ……………………….                                    47

                             BAGIAN 2
                      PENGEMBANGAN BUTIR SOAL

BAB I.     PENGEMBANGAN KISI-KISI
           A. Penyusunan Kisi-Kisi .........................................          57
           B. Kisi-Kisi Soal ......................................................   59
BAB II.    PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA
           A. Pengertian ..........................................................   63
           B. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda ..............                      63
BAB III.   PENULISAN SOAL BENTUK URAIAN
           A. Pengertian ..........................................................   75
           B. Perbandingan antara soal Bentuk Uraian Obyektif
              dan Non-obyektif .................................................      75
           C. Kaidah-kaidah Penulisan Soal Bentuk Uraian ...                          76
           D. Penyusunan Petunjuk Teknis Penskoran (skoring)                          77
           E. Pembobotan Soal dan Nilai Butir Soal ................                   82
BAB IV.    PENULISAN SOAL PRAKTIK
           A. Pengertian ..........................................................   85
           B. Kaidah Penyusunan Soal Praktik .......................                  85
           C. Contoh Format Soal Praktik ...............................              86




vi
PENUTUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN
    1. Contoh Tabel Penilaian Sikap ...................................   93
    2. Contoh Kisi-kisi dan Pengembangan Soal ...............             96
    3. Contoh Format LEGER ……………………………….                                  97
    4. Contoh Format RAPOR ………………………...........                           99
    5. Contoh Format
       TRANSKRIP AKHIR TAHUN PENDIDIKAN ............                      101
    6. Contoh Format PASPOR KETERAMPILAN ……….                             102
    7. Contoh Kartu Hasil Studi ……………………………. .                            103
    8. Contoh Perumusan Kalimat Soal
       Sesuai Tingkat Kesulitan ……………………………...                            104




                                                                           vii
viii
                       PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
   Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang
   Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 20 Tahun
   2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan membawa implikasi
   terhadap sistem penilaian, termasuk model dan teknik penilaian
   proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar
   dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah.
   Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan, selain
   dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah juga
   oleh masyarakat (Du/Di). Penilaian oleh pendidik dan satuan
   pendidikan merupakan penilaian internal (internal assessment)
   dalam rangka penjaminan mutu, sedangkan penilaian oleh
   pemerintah dan masyarakat (Du/Di) merupakan penilaian eksternal
   (external assessment) sebagai pengendali mutu.
   Kurikulum berbasis kompetensi menuntut model dan teknik
   penilaian yang dilakukan secara internal dan eksternal sehingga
   dapat diketahui perkembangan dan ketercapaian berbagai
   kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, dibutuhkan petunjuk
   teknis penilaian yang diperuntukkan bagi pelaksanaan penilaian
   proses dan hasil belajar peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan

B. Tujuan
   Penyusunan petunjuk teknis bertujuan sebagai berikut.
   1. Memberikan penjelasan mengenai orientasi baru            dalam
      penilaian hasil belajar yang berbasis kompetensi.
   2. Memberikan wawasan secara umum tentang konsep penilaian
      internal dan eksternal.
   3. Memberikan rambu-rambu proses penilaian hasil belajar.
   4. Memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip pengolahan dan
      pelaporan hasil penilaian.
   5. Memberikan penjelasan tentang pengembangan butir soal yang
      didalamnya   mencakup      pengembangan       kisi-kisi dan
      pengembangan soal, baik soal teori maupun praktik.
                                                                  1
C. Ruang lingkup
    Ruang lingkup petunjuk teknis penilaian ini meliputi konsep dasar
    penilaian, teknik penilaian, langkah-langkah pelaksanaan penilaian,
    pengelolaan hasil penilaian, serta pemanfaatan dan pelaporan hasil
    penilaian, dilengkapi dengan bagaimana cara mengembangkan
    butir soal.
    1. Konsep dasar penilaian menjelaskan tentang maksud
       penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian, dan rambu-
       rambu penilaian.
    2. Teknik penilaian menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian
       serta pengelolaan hasil penilaian yang memberikan arahan
       dalam menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai
       pada setiap proses dan hasil pembelajaran.
    3. Langkah-langkah pelaksanaan penilaian memberikan arahan
       penetapan indikator, pemetaan kompetensi dan teknik
       penilaian yang sesuai serta contoh penilaiannya.
    4. Pemanfaatan hasil penilaian dan pelaporan hasil penilaian
       mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian,
       dan penentuan kenaikan kelas
    5. Pengembangan butir soal yang didalamnya mencakup : Kisi-
       kisi Soal, Penulisan Soal Pilihan Ganda, Penulisan Soal Uraian,
       dan Penulisan Soal Pilihan Praktik.

D. Sasaran Pengguna
    Petunjuk Teknis Penilaian ini diperuntukkan bagi pihak-pihak
    berikut:
    1. Para guru di sekolah sebagai petunjuk teknis dalam menyusun
       serta melaksanakan program penilaian peserta didik.
    2. Pembina/Penanggung jawab langsung sekolah (pengawas dan
       kepala sekolah) bagaimana merancang dan melibatkan
       program supervisi pendidikan di sekolah.
    3. Para penentu kebijakan di daerah sebagai bahan pertimbangan
       membuat kebijakan penilaian pendidikan bagi sekolah kejuruan.



2
3
4
                        BAB I
     KONSEP DASAR PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI

A. Pengertian Penilaian
   Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi
   (angka atau deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi untuk
   mengambil keputusan. Sedangkan penilaian pendidikan adalah
   proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan
   pencapaian hasil belajar peserta didik.
   Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan
   sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam hal ini, keputusan
   berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik
   dalam mencapai suatu kompetensi. Jadi, penilaian merupakan
   salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan
   Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi.
   Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-
   langkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan
   informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian
   hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi
   tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian dilaksanakan melalui
   berbagai bentuk antara lain: penilaian unjuk kerja (performance),
   penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian
   proyek, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik
   (portfolio), dan penilaian diri.
   Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam
   suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta
   didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya.
   Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk
   dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil
   yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. Dengan demikian
   peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk
   mencapai apa yang diharapkan.




                                                                       5
B. Prinsip Penilaian
    Dalam melaksanakan penilaian mempertimbangkan prinsip-prinsip
    sebagai berikut.
    1. Memandang penilaian dan kegiatan pembelajaran secara
       terpadu.
    2. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat
       penilaian sebagai cermin diri.
    3. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program
       pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi
       tentang hasil belajar peserta didik.
    4. Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.
    5. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang
       bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik.
    6. Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian
       dapat dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk portofolio,
       unjuk kerja, proyek, dan pengamatan tingkah laku.
    7. Melakukan penilaian secara berkesinambungan untuk
       memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil, dalam
       bentuk: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan
       akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Ulangan harian
       dapat dilakukan bila sudah menyelesaikan satu atau beberapa
       indikator atau satu kompetensi dasar (KD), ulangan tengah
       semester dilakukan bila telah menyelesaikan beberapa KD atau
       satu stándar kompetensi (SK), ulangan akhir semester
       dilakukan setelah menyelesaikan semua KD atau SK semester
       bersangkutan, sedangkan ulangan kenaikan kelas dilakukan
       pada akhir semester genap dengan menilai semua SK
       semester ganjil dan genap, dengan penekanan pada semester
       genap.
    8. Penilaian kompetensi pada uji kompetensi melibatkan pihak
       sekolah dan Institusi Pasangan/Asosiasi Profesi, dan pihak lain
       terutama DU/DI. Idealnya, lembaga yang menyelenggarakan uji
       kompetensi ini independen; yakni lembaga yang tidak dapat
       diintervensi oleh unsur atau lembaga lain.


6
   Agar penilaian objektif, pendidik harus berupaya secara optimal
   untuk (1) memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dari
   sejumlah penilaian, (2) membuat keputusan yang adil tentang
   penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan
   hasil kerja (karya).

C. Kegunaan Penilaian
   Kegunaan penilaian antara lain sebagai berikut:
   1. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui
      kekuatan dan kelemahan dirinya dalam proses pencapaian
      kompetensi.
   2. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang
      dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan
      remedial.
   3. Untuk umpan balik bagi pendidik/guru dalam memperbaiki
      metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang
      digunakan.
   4. Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah
      tentang efektivitas pendidikan.
   5. Memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Dinas
      Pendidikan Daerah) dalam meningkatkan kualitas penilaian
      yang digunakan.

D. Fungsi Penilaian
   Penilaian memiliki fungsi untuk:
   1. Menggambarkan sejauhmana peserta didik telah menguasai
       suatu kompetensi.
   2. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka
      membantu memahami dirinya, membuat keputusan tentang
      langkah berikutnya, baik untuk perencanaan program belajar,
      pengembangan kepribadian, maupun untuk penjurusan
      (sebagai bimbingan).
   3. Menemukan kesulitan belajar, kemungkinan prestasi yang bisa
      dikembangkan peserta didik, dan sebagai alat diagnosis yang


                                                                     7
       membantu pendidik/guru menentukan apakah seseorang perlu
       mengikuti remedial atau pengayaan.
    4. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran
       yang   sedang     berlangsung   guna    perbaikan   proses
       pembelajaran berikutnya.
    5. Pengendali bagi pendidik/guru dan sekolah tentang kemajuan
       perkembangan peserta didik.

E. Jenis-Jenis Penilaian
    Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tetang
    Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas No. 20 Tahun
    2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, jenis penilaian dan
    bentuk pengadministrasiannya diuraikan seperti tabel berikut.




8
                                            Tabel Jenis-jenis Penilaian

                                                                                           Bentuk Administrasi
                               Jenis                Unsur yang      Ruang lingkup               Penilaian
  Penilai     No
                              Penilaian               terlibat         materi                           Normatif
                                                                                         Produktif
                                                                                                       dan Adaptif
 Pendidik         1   Ulangan Harian (Penilaian
                      pro-ses akhir KD/tatap           Guru               KD           KHS             KHS
                      muka)
                  2                               Guru
                      Ulangan Tengah Semester
                                                  (Internal/QA)    Beberapa KD        KHS/Skill
                      (Penilaian akhir beberapa                                                        KHS
                                                  dan Unsur        atau SK            Passport
                      KD atau akhir sebuah SK)
                                                  Eksternal/ QC
              3       Ulangan Akhir Semester      Guru,            Dapat berupa        KHS/ Skills    Raport
                      Ganjil (komprehensif,       dan Unsur        beberapa KD atau  Passport         Leger
                      seluruh kompe-tensi dalam   Eksternal        SK                  Laporan
                      satu semester)                                                    Hasil
                                                                                        Belajar
                                                                                       Leger
Pendidik      1       Ulangan Kenaikan Kelas/     Guru dan Unsur   SKL yang dipelajari KHS/Skill      Raport
(Satuan               akhir semester genap        Eksternal        pada tahun yang Passport            Leger
Pendidikan)                                                        bersangkutan        Laporan
                                                                                        Hasil
                                                                                        Belajar
                                                                                       Transkrip
                                                                                       Leger
                                                                                                                     9
                                                                                     Bentuk Administrasi
                                Jenis           Unsur yang     Ruang lingkup              Penilaian
       Penilai    No
                               Penilaian          terlibat        materi                          Normatif
                                                                                   Produktif
                                                                                                 dan Adaptif
                                                                                 KHS/ Skills    Ijazah
                                                               Mata pelajaran
                                              Sekolah,                          Passport       Transkrip
                                                               yang tidak
                                               Pemerintah                        Laporan        Leger
                                                               diujikan dalam
                                              (Internal/QA                       Hasil
                  2    Ujian Sekolah                           UN untuk
                                               dan atau                           Belajar
                                                               seluruh SKL
                                               Eksternal/QC)
                                                               yang sudah        Translrip
                                                               diajarkan         Ijazah
                                                                                 Leger


     Pemerintah   1    Ujian Nasional (UN)    Pememrintah      Seluruh SKL Ujian  Transkrip     Ijazah
                                              dan Du/Di        Nasional           Ijazah        SKHUN
                                                                                  SKHUN         Leger
                                                                                  Sertifikat
                                                                                   Kompetensi




10
Keterangan jenis penilaian:
1.   Ulangan Harian
     Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik
     untuk mengukur proses pencapaian kompetensi peserta didik
     setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih
     dalam proses pembelajaran.
2    Ulangan Tengah Semester
     Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh
     pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
     setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran.
3    Ulangan Akhir Semester
     Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan untuk
     menilai pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester
     ganjil. Cakupan materi meliputi indikator-indikator yang
     merepresentasikan semua standar kompetensi (SK) pada semester
     tersebut.
4    Ulangan Kenaikan Kelas
     Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh
     pendidik di akhir semester genap, untuk mengukur pencapaian
     kompetensi peserta didik di akhir semester genap. Cakupan materi
     meliputi indikator-indikator yang merepresentasikan standar
     kompetensi (SK) pada tahun tersebut dengan mengutamakan
     materi yang dipelajari pada semester genap.
5    Ujian Sekolah
     Ujian sekolah adalah kegiatan penilaian pencapaian kompetensi
     peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk
     memperoleh pengakuan atas prestasi belajar peserta didik dan
     merupakan salah satu syarat kelulusan dari satuan pendidikan.
     Mata pelajaran yang diujikan adalah kelompok mata pelajaran ilmu
     pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional,
     kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta kelompok
     mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang diatur
     dalam Permendiknas yang dikeluarkan oleh Depdiknas untuk tahun
     yang bersangkutan dan Prosedur Operasional Standar (POS) ujian
     sekolah yang diterbitkan oleh BSNP.
6    Ujian Nasional
     Ujian Nasional adalah kegiatan penilaian pencapaian kompetensi
     peserta didik yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperoleh
     pengakuan atas prestasi belajar peserta didik dan merupakan salah
     satu syarat lulus dari satuan pendidikan. Pelaksanaan Ujian

                                                                    11
     Nasional (UN) mengikuti Permendiknas yang dikeluarkan setiap
     tahun oleh Depdiknas dan Prosedur Operasional Standar (POS)
     yang diterbitkan oleh BSNP.

F. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
     KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal untuk setiap
     mata pelajaran yang ditentukan oleh satuan pendidikan, berkisar
     antara 0-100%.
     1. KKM Program Normatif dan Adaptif
        Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing            indikator
        program normatif dan adaptif adalah 75%.
        KKM program normatif dan adaptif ditentukan dengan
        mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik,
        kompleksitas kompetensi, dan kemampuan sumber daya
        pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran dengan
        rincian sebagai berikut:
         a. Tingkat kemampuan rata-rata peserta didik ”A”
             Rata-rata nilai = 80 - 100, A diberi skor 3
             Rata-rata nilai = 60 - 79, A diberi skor 2
             Rata-rata nilai = < 60,     A diberi skor 1
         b. Tingkat kompleksitas/kesulitan kompetensi ”B”
             Kompleksitas/kesulitan rendah, B diberi skor 3
             Kompleksitas/kesulitan sedang, B diberi skor 2
             Kompleksitas/kesulitan tinggi,   B diberi skor 1
         c.   Sumber daya pendukung pembelajaran (SDM, alat dan
              bahan) ”C”
               Dukungan tinggi, C diberi skor 3
               Dukungan sedang, C diberi skor 2
               Dukungan rendah, C diberi skor 1




12
           Contoh penentuan KKM
           Jika dalam pembelajaran suatu kompetensi/mata pelajaran
           memiliki kondisi: kemampuan rata-rata peserta didik ”65”,
           tingkat kesulitan/kompleksitas ”sedang”, dan sumber daya
           pendukung ”sedang”, maka nilai KKM-nya adalah :
                        (A + B + C)
           KKM =        ----------------   X 100
                              9
                        (2 + 2 + 2)
                 =      ----------------   X 100
                              9

                 =      66,7 atau dibulatkan 67

   2. KKM Program Produktif
      KKM program produktif mengacu kepada standar minimal
      penguasaan kompetensi yang berlaku di dunia kerja yang
      bersangkutan. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing
      kompetensi dasar (KD) adalah terpenuhinya indikator yang
      dipersyaratkan dunia kerja yaitu kompeten atau belum
      kompeten dan diberi lambang/skor 7,00 bila memenuhi
      persyaratan minimal.

G. Kriteria Penilaian
   1. Validitas
      Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan
      menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.
      Misal, dalam pelajaran bahasa Indonesia, pendidik/guru ingin
      menilai kompetensi berbicara. Bentuk penilaian valid jika
      menggunakan tes lisan. Jika menggunakan tes tertulis
      penilaian tidak valid.
   2. Reliabilitas
      Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil
      penilaian. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan
      perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Misal,
      guru menilai dengan proyek, penilaian akan reliabel jika hasil
      yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan


                                                                 13
        lagi dengan kondisi yang relatif sama. Untuk menjamin
        penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan proyek dan
        penskorannya harus jelas.
     3. Berfokus pada kompetensi
        Dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang
        berbasis kompetensi, penilaian harus terfokus pada
        pencapaian kompetensi (rangkaian kemampuan), bukan hanya
        pada penguasaan materi (pengetahuan).
     4. Menyeluruh/Komprehensif
        Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam
        cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau
        kemampuan peserta didik, sehingga tergambar profil
        kemampuan peserta didik.
     5. Objektivitas
        Penilaian harus dilaksanakan secara objektif. Untuk itu,
        penilaian harus adil, terencana, berkesinambungan, dan
        menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor.
     6. Mendidik
        Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran
        bagi pendidik/guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi
        peserta didik.
     Penilaian Hasil Belajar Kelompok Mata Pelajaran adalah sebagai
     berikut:
     1. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan
        akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan
        dan kepribadian dilakukan melalui:
        a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk
           menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta
           didik.
        b. Ujian, ulangan, dan/atau penugasan untuk mengukur
           aspek kognitif peserta didik.




14
2. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu
   pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan, penugasan,
   dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi
   yang dinilai,
3. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika
   dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku
   dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi
   psikomotorik peserta didik.
4. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani,
   olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui:
   a. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk
      menilai perkembangan psikomotorik dan afeksi peserta
      didik, dan
   b. Ulangan dan/atau penugasan untuk mengukur aspek
      kognitif peserta didik.




                                                            15
16
                              BAB II
                        TEKNIK PENILAIAN

Berbagai teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan
informasi kemajuan belajar peserta didik, baik yang berhubungan
dengan proses belajar maupun hasil belajar, sesuai dengan kompetensi
yang harus dikuasai. Penilaian kompetensi dilakukan melalui
pengukuran indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar. Dalam
penilaian hasil belajar dapat digunakan berbagai teknik penilaian
diantaranya adalah: penilaian unjuk kerja, penilaian sikap, penilaian
tertulis, penilaian proyek, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

A. Penilaian Unjuk Kerja
    1. Pengertian
        Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan
        dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan
        suatu pekerjaan/tugas. Penilaian ini cocok digunakan untuk
        menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut
        peserta didik melakukan tugas tertentu, seperti: praktik di
        bengkel/laboratorium, praktik sholat, praktik olah raga,
        presentasi, diskusi, bermain peran, memainkan alat musik,
        bernyanyi, dan membaca puisi/deklamasi. Cara penilaian ini
        dianggap lebih otentik daripada tes tertulis, karena apa yang
        dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang
        sebenarnya.
        Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
       a. langkah-langkah kerja yang diharapkan untuk dilakukan
          peserta didik dalam menunjukkan kinerja dari suatu
          kompetensi.
       b. kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam
          kinerja tersebut.
       c.   kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk
            menyelesaikan tugas.




                                                                   17
        d. kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak (hanya
           yang esensial), sehingga semua dapat diamati.
        e. kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan
           yang akan diamati.
     2. Teknik Penilaian Unjuk Kerja
           Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai
           konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan
           tertentu. Misalnya, untuk menilai kemampuan berbicara peserta
           didik perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara
           yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil,
           berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan
           demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh.
           Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan
           daftar cek (”ya”/”tidak”), terhadap indikator-indikator pada setiap
           KD. Peserta didik dinyatakan ”kompeten” apabila seluruh
           indikator terpenuhi (ya) dan ”tidak kompeten” apabila ada
           indikator yang tidak terpenuhi.
                                        Contoh
                      Format Penilaian Pembuatan Telor Asin

     Nama peserta didik: ___________                        Kelas: ________

      No.                  KD/Indikator                Ya         Tidak
      A.      Memilih telor:
      1.      Telor dipilih berdasarkan kesegarannya
              menurut candle system
      2.      Telor dipilih berdasarkan keutuhannya
      B.      Membuat adonan
      1.      Komposisi garam dan bahan
              pembungkus 1:3
      2.      Dst.
      C.      Dst.


18
   3. Pengolahan Data Penilaian Unjuk Kerja
       Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari
       pengamatan terhadap unjuk kerja peserta didik dari suatu
       kompetensi. Skor diperoleh dari format penilaian unjuk kerja,
       berupa daftar ceklist.
       Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu unjuk kerja
       adalah tingkat ketercapaian indikator pada setiap KD. Nilai
       unjuk kerja suatu kompetensi ditetapkan berdasarkan skor KD
       terendah.
B. Penilaian Sikap
   1. Pengertian
       Penilaian sikap merupakan penilaian yang dilakukan dengan
       mengamati sikap peserta didik dalam berperilaku di lingkungan
       tempat belajar.
      Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait
      dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon
      sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau
      pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat
      dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang
      diinginkan.
      Secara umum, objek sikap yang perlu dinilai dalam proses
      pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut:
       a. Sikap terhadap materi pelajaran; Peserta didik perlu
          memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. Dengan
          sikap`positif dalam diri peserta didik, akan tumbuh dan
          berkembang minat belajar, akan lebih mudah diberi
          motivasi, dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran
          yang diajarkan.
       b. Sikap terhadap guru/pengajar; Peserta didik perlu
          memiliki sikap positif terhadap guru. Peserta didik yang
          tidak memiliki sikap positif terhadap guru, akan cenderung
          mengabaikan hal-hal yang diajarkan. Dengan demikian,
          peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru



                                                                   19
            akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh
            guru tersebut.
        c. Sikap terhadap proses pembelajaran; Peserta didik juga
           perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran
           yang berlangsung. Proses pembelajaran di sini mencakup
           suasana pembelajaran, strategi, metodologi, dan teknik
           pembelajaran yang digunakan.
            Proses pembelajaran yang menarik, nyaman, dan
            menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar
            peserta didik, sehingga dapat mencapai hasil belajar yang
            maksimal.
        d. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma
           tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran;
           Misalnya: kasus atau masalah lingkungan hidup, berkaitan
           dengan materi Biologi atau Kimia. Peserta didik juga perlu
           memiliki sikap yang tepat, yang dilandasi oleh nilai-nilai
           positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan
           pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Misalnya,
           peserta didik memiliki sikap positif terhadap program
           perlindungan satwa liar. Dalam kasus yang lain, peserta
           didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu
           glondongan ke luar negeri.
        e. Sikap-sikap lain yang dimuat dalam tujuan pendidikan
           Misalnya: mandiri, kreatif, bertanggung jawab, demokratis,
           dan lain-lain yang secara umum digunakan pada unjuk
           kerja.

     2. Teknik Penilaian Sikap
        Penilaian sikap dapat dilakukan dengan melakukan observasi
        perilaku peserta didik. Penggunaan skala penilaian (rating
        scale) memungkinkan penilai memberi skor/nilai terhadap
        sikap/perilaku tertentu secara lebih cermat.




20
Berikut contoh penggunaan penilaian skala:

     Jenis/Aspek           Standar Pencapaian              Strategi
No
        Sikap              Deskripsi          Skor        Penilaian
1    Sikap          Mampu tampil secara wajar         Observasi
     percaya diri   dalam kegiatan di depan           aktivitas siswa
                    massa                             dalam
                     selalu                   5      berdiskusi,
                     sering                   4      kegiatan massa
                     kadang-kadang            3      di sekolah/ber-
                     jarang                   2      masyarakat
                     sangat jarang            1

Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan
menggunakan buku harian catatan khusus tentang kejadian-
kejadian yang berkaitan dengan peserta didik selama di
sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian.

             Contoh: Isi Buku Catatan Harian

                       Nama                          Tanda tangan
No. Hari/tanggal                     Kejadian
                    peserta didik                    peserta didik




Catatan dalam lembaran buku tersebut untuk menilai perilaku
peserta didik. Kejadian yang ditulis mencakup sikap positif
maupun negatif peserta didik.




                                                                  21
                         Contoh: Format Penilaian Sikap

                                                            Skor Perolehan
                                                   Believe (B)          Evaluation (E)
      No.    Aspek Sikap /ranah Non-
                                                 (Preferensi oleh        (Oleh Guru/
      (n)    instruksional/ (Attitude)
                                                Peserta didik ybs.)        mentor)
                                               1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
       1.    Kedisiplinan
       2.    Kejujuran
       3.    Kerja sama
             Mengakses dan
       4.
             mengorganisasi informasi
       5     Tanggung jawab
       6     Memecahkan masalah
      …      Kemandirian
      nmax   Ketekunan

                               (Bn + En )
     Nilai Attitude (NAt) =                    X Smax
                              (5 + 5) x nmax
     Keterangan:
      nmax = banyaknya aspek sikap (dalam contoh diatas nmax = 8);
      Smax = Skor maksimum; 10,00; 100; atau sesuai ketetapan tertentu.
      Bn dan En : skor B dan E pada aspek sikap ke n;
      Pesrta didik dapat mengisi skor diri sendiri terlebih dahulu, kemudian
          diserahkan kepada guru/mentor untuk diisi dan diolah nilai NAt
     Contoh deskripsi aspek sikap sebagaimana halaman berikut.




22
                                             DESKRIPSI PENETAPAN SKOR SIKAP (ATTITUDE)

                                                                                  Deskripsi Skor Perolehan
No     Komponen
                                    5                                 4                              3                          2                        1
1    Disiplin        Mentaati semua peraturan kerja     Mentaati semua peraturan       Mentaati semua peraturan     Peraturan kerja kadang-   Peraturan kerja sering
                     secara konsisten tanpa instruksi   kerja secara konsisten         kerja dengan pengawasan      kadang dilanggar meski-   dilanggar meskipun
                     dan pengawasan guru                dengan sedikit pengawasan      guru                         pun diawasi               diawasi
                                                        dari guru
2    Kejujuran       Selalu jujur                       Jujur selama diawasi23         Kadang-kadang jujur          Kadang-kadang tidak jujur Sering tidak jujur
                                                                                                                    walaupun diawasi
3    Kerja sama      Dapat bekerjasama dengan           Bisa bekerjasama dengan        Dapat bekerjasama dalam      Hanya dapat bekerjasama Tidak dapat
                     semua pihak (sesama teman          group tertentu tanpa           group kerja selama diawasi   dengan guru               bekerjasama walaupun
                     maupun guru, pegawai)              pengawasan guru                guru                                                   dalam grup kerja
4    Mengakses dan Dapat mengskses dan                   Dapat mengakses informai      Kadang-kadang mencari        Dapat memanfaatkan        Kurang mampu
     meng-organisasi memanfaatkan informasi terbaru      tapi kurang                   informasi baru               informasi baru tetapi     mengakses informasi
     informasi                                           memanfaatkannya                                            terlambat                 baru

5    Tanggung jawab Dapat bertanggung jawab dalam Bertanggungjawab tetapi              Kadang kadang bertanggung- Bertanggungjawab selama     Kurang bertanggung-
                    segala kewajiban              hanya sebagian saja                  jawab jika diawasi         menguntungkan dan           jawab pada
                                                                                                                  diawasi                     kewajibannya
6    Memecahkan      Dapat memecahkan masalah           Dapat memecahkan masalah       Dapat memecahkan sebagian Dapat memecahkan             Semua masalah
     masalah         dengan baik tanpa bimbingan        dengan baik atas bimbingan     besar masalah tanpa        sebagian masalah walau      diselesaikan selalu
                                                                                       bimbingan                  tanpa bimbingan             dengan bantuan penuh
7    Kemandirian     Dapat belajar sendiri tanpa        Dapat belajar sendiri dengan   Kadang kadang dapat belajar Kadang kadang mandiri      Kurang mampu bekerja
                     pengawasan guru                    pengawasan guru                mandiri                     jika daiawasi              mandiri
8    Ketekunan       Tekun tanpa harus dibimbing        Tekun selama dibimbing         Kadang kadang tekun         Kadang kadang kurang       Kurang tekun walau
                                                                                                                   tekun walau dibimbing      dibimbing



                                                                                                                                                                       23
     3. Pengolahan Data Penilaian Sikap
        Penilaian sikap memiliki dua makna, yaitu: sikap minat
        mengikuti pembelajaran dan sikap (attitude) di lingkungan
        pembelajaran (sekolah, masyarakat, dan DU/DI).
        Nilai sikap mengikuti pembelajaran diperoleh dari data buku
        catatan harian peserta didik. Penilaian sikap (attitude) idealnya
        dilakukan oleh dua penilai atau lebih. Skor hasil penilaian
        selanjutnya dimasukkan dalam fishbean analysis.

C. Penilaian Tertulis
     1. Pengertian
        Penilaian tertulis merupakan penilaian yang dilakukan
        menggunakan perangkat penilaian berupa soal dan jawaban
        dalam bentuk tulisan (pen and paper test).
     2. Teknik Penilaian
        Ada dua bentuk soal penilaian tertulis, yaitu:
        a. objektif meliputi:
             1)   pilihan ganda;
             2)   dua pilihan (”benar”/”salah”, ”ya”/”tidak”);
             3)   menjodohkan;
             4)   isian singkat atau melengkapi;
             5)   jawaban singkat atau pendek;
        b. subjektif berupa uraian
        Dalam mengembangkan instrumen butir/soal perlu memenuhi
        persyaratan sebagai berikut :
        a. materi: kesesuaian soal dengan standar kompetensi,
           kompetensi dasar, dan indikator pencapaian pada
           kurikulum.
        b. konstruksi: rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan
           tegas.
        c.   bahasa: rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat
             yang menimbulkan penafsiran ganda.



24
   3. Pengolahan Data Penilaian Tertulis
       Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik
       dari hasil tes tertulis pada setiap KD dan ulangan
       komprehensif.

D. Penilaian Projek (Project Work)
   1. Pengertian
       Penilaian proyek (project work) merupakan kegiatan penilaian
       terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam
       periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa kegiatan sejak
       dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian,
       pelaksanaan tugas, pengolahan, dan penyajian produk (barang
       dan jasa). Teknik ini dimaksudkan untuk menilai kemampuan
       peserta didik secara menyeluruh (comprehensive) dalam
       pengorganisasian dan pelaksanaan suatu kompetensi.
   2. Teknik Penilaian Projek
       Komponen/kegiatan yang perlu dinilai: penyusunan disain atau
       proposal, unjuk kerja, produk (barang/jasa), penyajian
       hasil/produk, dan laporan tertulis.
       Dalam penilaian projek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu
       dipertimbangkan yaitu:
       a. Kemampuan melaksanakan projek
          Kemampuan peserta didik dalam memilih topik / mencari
          informasi, melaksanakan tugas/projek, mengelola waktu,
          dan penulisan laporan.
       b. Relevansi
          Kesesuaian antara standar kompetensi yang dipelajari
          dengan jenis pekerjaan di masyarakat (Du/Di).
       c.   Keaslian produk
            Produk yang dihasilkan peserta didik harus merupakan
            hasil karyanya. Penilaian produk biasanya menggunakan
            cara holistik atau analitik.
            1) Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari
               produk, biasanya dilakukan pada tahap appraisal.



                                                                    25
            2) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk,
               biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang
               terdapat pada semua tahap proses pengembangan.

     3. Pengolahan Data Penilaian Projek
        Data penilaian projek (project work) meliputi skor perolehan
        dari penilaian perencanaan, pelaksanaan, kulminasi, produk,
        dan attitude. Dalam menilai setiap tahap, guru dapat
        menggunakan 4 (empat) rentang skor,

                 Status               Skor             Predikat
           tidak kompeten        0,00 - 6,90        kurang
                                 7,00 - 7,90        baik
           kompeten              8,00 - 8,90        sangat baik
                                 9,00 - 10          istimewa
        Berikut ini contoh deskripsi dan penskoran untuk empat
        tahapan pengerjaan projek.

               Tahap                         Deskripsi                     Skor
         Perencanaan/       Memuat:                                      7,00 - 10
         persiapan          topik, tujuan, bahan/alat, langkah-langkah
                            kerja, jadwal, waktu, perkiraan data yang
                            akan diperoleh, tempat pelaksanaan
                            proyek, daftar pertanyaan atau format
                            yang digunakan sesuai dengan tujuan.
         Pengumpulan        a. Data/informasi tercatat dengan rapi,      7,00 - 10
         data/informasi        jelas dan lengkap.
                            b. Ketepatan menggunakan alat/bahan
         Pengolahan         a. Ada pengklasifikasian data, penafsiran    7,00 - 10
         data/Pelaksanaan     data sesuai dengan tujuan pelaksanaan
         pekerjaan            pekerjaan.
                            b. Ada uraian tentang pelaksanaan
                               pekerjaan.
         Penyajian data/    Merumuskan topik, merumuskan tujuan,         7,00 - 10
         laporan            menuliskan alat dan bahan, menguraikan
                            cara kerja (langkah-langkah kegiatan)
                            Penulisan laporan sistematis,
                            menggunakan bahasa yang komunikatif.

26
                          Penyajian data lengkap, memuat
                          kesimpulan dan saran.
                          Total Skor
       Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap
       semakin tinggi skor yang diperoleh.

E. Penilaian Portofolio
   1. Pengertian
       Penilaian portofolio merupakan kegiatan penilaian yang
       dilakukan dengan menggunakan bukti-bukti hasil belajar
       (evidence) yang relevan dengan kompetensi keahlian yang
       dipelajari. Evidence tersebut dapat berupa karya peserta didik
       (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap
       terbaik, atau bentuk informasi lain yang terkait dengan
       kompetensi keahlian tertentu.

       Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik,
       sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh
       guru atau oleh peserta didik bersama guru, sebagai bagian dari
       usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi
       yang ditentukan dalam kurikulum. Jadi, tidak setiap kumpulan
       karya seorang peserta didik disebut portofolio. Portofolio
       digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu
       komponen dari instrumen penilaian, untuk menilai kompetensi
       peserta didik, atau menilai hasil belajar peserta didik.

       Sebagai instrumen penilaian, portofolio difokuskan pada
       dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’
       tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang
       tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa.
       Bagi guru, portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi
       perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya,
       pemahamannya         atas   pelajaran  yang    bersangkutan,
       kemampuannya         mengungkapkan      gagasan-gagasannya,
       sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan, dan
       sebagainya.




                                                                  27
     Portofolio penilaian bukan sekedar kumpulan hasil kerja siswa,
     melainkan kumpulan hasil siswa dari kerja yang sengaja
     diperbuat siswa untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi,
     pemahaman, dan capaian siswa dalam mata pelajaran tertentu.
     Portofolio juga merupakan kumpulan informasi yang perlu
     diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam
     menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran, atau
     peningkatan belajar siswa.

     Portofolio peserta didik untuk penilaian merupakan kumpulan
     produk siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa,
     misalnya:

     a. Hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa, yang
        disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis.
     b. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam
        rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang
        bersangkutan.
     c. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata
        pelajaran yang bersangkutan.
     d. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam
        mata pelajaran yang bersangkutan.
     e. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara
        konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-
        pelajaran.
     f. Penyelesaian soal-soal terbuka.
     g. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan
        cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah,
        atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-
        teman sekelasnya.
     h. Laporan kerja kelompok.
     i. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat
        rekam video, alat rekam audio, dan komputer.
     j. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang
        pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.
     k. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan, yang
        tidak ditugas-kan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri,
        tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan).


28
   l. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa
      terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.
   m. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi
      hambatan psikologis, atau usaha peningkatan diri, dalam
      mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan.

2. Teknik Penilaian Portofolio
   Penilaian portofolio dapat dilaksanakan dengan langkah-
   langkah sebagai berikut:

   a. Jelaskan kepada peserta didik maksud penggunaan
      portofolio.
   b. Jelaskan sampel-sampel portofolio yang dapat digunakan.
   c. Peserta     didik    diharuskan       mengumpulkan    dan
      mengarsipkan portofolio.
   d. Cantumkan tanggal pembuatan pada setiap evidence.
   e. Tentukan kriteria penilaian sampel-sampel portofolio.
   f. Lakukan penilaian diri peserta didik.
   g. Lakukan perbaikan terhadap portofolio yang belum sesuai
      dengan kriteria.




                                                            29
                                                 Contoh: Penilaian Portofolio
        Kompetensi Keahlian : Teknik Gambar Bangunan
        Mata Pelajaran/SK   : Menggambar Teknik Bangunan Gedung
        Alokasi Waktu       : 1 (Satu) Semester
        Nama Siswa          : ..................................................                   Kelas : X/1

                                                                           Kriteria
         Standar Kompetensi/
No                                     Periode                                     Kualitas /     Waktu     Keterangan
          Kompetensi Dasar                         Keaslian     Kesesuaian
                                                                                   Kerapihan    Pembuatan
                                        30/7
      Menggambar macam-
1.                                      10/8
      macam pondasi
                                         dst.
      Membuat analisa                    1/9
2.    perencanaan bangunan              30/9
      gedung                             dst.
3.    Dan seterusnya                      ...
     Catatan:
     Setiap karya peserta didik sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar
     portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. Skor
     untuk setiap kriteria menggunakan skala penilaian 0,00 - 0,00 atau 0 - 100. Semakin baik hasil
     penugasan/karya peserta didik, semakin tinggi skor yang diberikan. Kolom keterangan diisi dengan catatan
     guru tentang kelemahan dan kekuatan/kelebihan bukti belajar (evidence) yang dinilai.

30
3. Pengolahan Data Penilaian Portofolio
   Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahap-
   tahap: perencanaan/persiapan, pengumpulan data, dan
   pengolahan data, pelaksanaan pekerjaan dan penyajian
   data/laporan. Dalam menilai setiap tahap, pendidik dapat
   menggunakan skor yang terentang dari 1 sampai 4. Skor 1
   merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor tertinggi
   untuk setiap tahap. Jadi total skor terendah untuk keseluruhan
   tahap adalah 4 dan total skor tertinggi adalah 16. Berikut tabel
   yang memuat contoh deskripsi dan penskoran

          Tahap                        Deskripsi                      Skor
    Perencanaan/       Memuat:                                      7,00 - 10
    persiapan          topik, tujuan, bahan/alat, langkah-langkah
                       kerja, jadwal, waktu, perkiraan data yang
                       akan diperoleh, tempat pelaksanaan
                       proyek, daftar pertanyaan atau format
                       yang digunakan sesuai dengan tujuan.
    Pengumpulan        a. Data/informasi tercatat dengan rapi,      7,00 - 10
    data/informasi        jelas dan lengkap.
                       b. Ketepatan menggunakan alat/bahan
    Pengolahan         a. Ada pengklasifikasian data, penafsiran    7,00 - 10
    data/Pelaksanaan     data sesuai dengan tujuan pelaksanaan
    pekerjaan            pekerjaan.
                       b. Ada uraian tentang pelaksanaan
                          pekerjaan.
    Penyajian data/    Merumuskan topik, merumuskan tujuan,         7,00 - 10
    laporan            menuliskan alat dan bahan, menguraikan
                       cara kerja (langkah-langkah kegiatan)
                       Penulisan laporan sistematis,
                       menggunakan bahasa yang komunikatif.
                       Penyajian data lengkap, memuat
                       kesimpulan dan saran.
                       Total Skor

   Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap
   semakin tinggi skor yang diperoleh.




                                                                          31
F. Penilaian Diri
     1. Pengertian
        Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta
        didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan
        status, proses, dan tingkat pencapaian kompetensi yang
        dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Teknik penilaian
        diri dapat digunakan untuk mengukur ranah kognitif, afektif, dan
        psikomotor.

        a. Penilaian ranah kognitif, misalnya: peserta didik diminta
           untuk menilai penguasaan pengetahuan, melalui hasil
           kerjanya.
        b. Penilaian ranah afektif, misalnya peseta didik melakukan
           penilaian sikap terhadap penerapan penggunaan alat
           keselamatan kerja di bengkel.
        c. Penilaian ranah psikomotorik, misalnya peserta didik
           diminta untuk menilai kecakapan dalam berpidato, dengan
           kriteria yang telah ditetapkan.
     2. Teknik Penilaian
        Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan
        objektif. Oleh karena itu, penilaian diri oleh peserta didik perlu
        dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
        a. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang
           akan dinilai.
        b. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
        c. Merumuskan format penilaian, dapat berupa petunjuk
           teknis penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.
        d. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
        e. Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk
           mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan
           penilaian diri secara cermat dan objektif.
        f. Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik
           berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian
           yang diambil secara acak.




32
                   Contoh: Penilaian Diri
Kompetensi Keahlian : Geologi Pertambangan
Mata Pelajaran/SK   : Melaksanakan Kegiatan Pemboran
                     dan Peledakan
Alokasi Waktu       : 1 Semester
Nama Siswa          : _________________ Kelas : XI/2

                                                  Verifikasi
           Standar Kompetensi/        Tanggapan
 No                                                 Guru
            Kompetensi Dasar
                                      1     0     ya tidak
 1.    Melakukan pemboran
       untuk peledakan dengan
       arah : vertikal, miring, dan
       horisontal
 2.    Mengidentifikasi
       perlengkapan dan
       peralatan peledakan yang
       diterapkan yang sesuai
       dengan metode
       peledakannya
 3.    dan seterusnya
Keterangan:
1    =   Paham
0     = Tidak

Catatan:
Guru menyarankan kepada peserta didik untuk menyatakan
secara jujur sesuai kemampuan yang dimilikinya, karena tidak
berpengaruh terhadap nilai akhir. Hanya bertujuan untuk
perbaikan proses pembelajaran.
Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang
dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar
peserta didik secara lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup
untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan,
keterampilan, pengetahuan, dan sikap seseorang. Lagi pula,
interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena peserta
didik terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar
yang dialaminya.


                                                           33
        Untuk menjamin obyektivitas hasil penilaian, dilakukan proses
        verifikasi oleh pemeriksa (verifier), baik pemeriksa internal
        maupun eksternal.

        a. Verifikasi internal
           Verifikasi internal sebagai proses penjaminan mutu (Quality
           Assurance) dilakukan oleh unsur sekolah, bisa terdiri atas
           guru kejuruan, ketua kompetensi keahlian, dan wakil kepala
           sekolah, dengan ketentuan sebagai berikut:
           1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria unjuk kerja
               yang harus dikuasai peserta didik;
           2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh
               guru;
           3) Memverifikasi hasil penilaian;
           4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti
               fisik portfolio;
           5) Menyusun umpan balik;
           6) Mengkonfirmasikan hasil verifikasi penilaian kepada
               guru, dan
           7) Mengajukan hasil verifikasi kepada external verifier.
        b. Verifikasi eksternal
           Verifikasi eksternal sebagai proses pengendalian mutu
           (Quality Control) dapat dilakukan oleh penilai (assessor)
           yang diakui lembaga sertifikasi profesi, DU/DI atau asosiasi
           profesi, dengan ketentuan sebagai berikut:
           1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria kinerja yang
               harus dikuasai peserta didik;
           2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh
               guru;
           3) Memverifikasi hasil penilaian guru, dan
           4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti
               belajar berupa portfolio.

     3. Pengolahan Data Penilaian Diri
        Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil
        penilaian tentang kemampuan, kecakapan, atau penguasaan
        kompetensi tertentu, yang dilakukan oleh peserta didik sendiri,
        sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penilaian ini


34
tidak digunakan sebagai alat untuk menilai siswa tetapi hanya
untuk mengetahui perkembangan/kemajuan belajar siswa.
Pada tahap awal, hasil penilaian diri yang dilakukan oleh
peserta didik tidak dapat langsung diterima dan digunakan,
karena peserta didik belum terbiasa, terlatih, dan sangat
terbuka sehingga kemungkinan banyak melakukan kesalahan.
Alasan lain karena kemungkinan peserta didik sangat subjektif
adanya terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan nilai yang
baik. Oleh karena itu, guru perlu menelaah hasil penilaian diri
peserta didik.
Guru perlu mengambil sampel antara 5% sampai dengan 10%
untuk ditelaah, dikoreksi, dan dilakukan penilaian ulang. Apabila
hasil koreksi ulang yang dilakukan oleh guru menunjukkan
peserta didik banyak melakukan kesalahan, guru dapat
mengembalikan seluruh hasil pekerjaan kepada peserta didik
untuk dikoreksi kembali, dengan menunjukkan catatan tentang
kelemahan-kelemahan yang telah mereka lakukan. Dua atau
tiga kali guru melakukan langkah koreksi dan telaah, peserta
didik menjadi terlatih dalam melakukan penilaian diri secara
baik, objektif, dan jujur.
Setelah peserta didik terlatih dalam melakukan penilaian diri
akan sangat membantu meringankan beban tugas guru. Hasil
penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga dapat
diterima/dipercaya serta dapat dipahami, diinterpretasikan, dan
dapat digunakan sebagai hasil penilaian guru.




                                                              35
36
                           BAB III
                    PELAKSANAAN PENILAIAN

A. Penetapan Indikator Pencapaian Kompetensi
   Indikator merupakan penanda untuk menentukan ketercapaian
   suatu kompetensi dasar. Indikator pencapaian kompetensi
   dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional, spesifik
   dan terukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan,
   menyimpulkan,      menceritakan       kembali,    mempraktikkan,
   mendemonstrasikan, dan mendeskripsikan.
   Berikut contoh penetapan indikator mata pelajaran Pengolahan
   Hasil Pertanian.
        Standar     Kompetensi                               Ranah
                                        Indikator
     Kompetensi         Dasar                            P     S     K
    Membuat telur   Memilih       Telur dipilih               V     V
    asin            telur          kesegarannya
                                   menurut candle
                                   system dengan
                                   tingkat ketelitian
                                   100%
                                  Telur dipilih              V      V
                                   berdasarkan
                                   keutuhannya tingkat
                                   ketelitian 100%
                                  Kesegaran telur       V
                                   dijelaskan
                                   pengaruhnya
                                   terhadap kualitas
                                   telur asin
                                  Keutuhan telur        V
                                   dijelaskan
                                   pengaruhnya
                                   terhadap proses
                                   osmose




                                                                         37
B. Pemetaan Penilaian Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar
   dan Indikator
     Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru
     dalam menentukan teknik penilaian.
     Contoh:   Pemetaan Teknik Penilaian mata pelajaran Pengolahan
               Hasil Pertanian
                                                         Teknik Penilaian
      No       SK         KD         Indikator
                                                     Tes Perfm    Proy   …..
      1    Membuat      Memilih    Telur dipilih            V
           telur asin   telur       kesegarannya
                                    menurut
                                    candle system
                                    dengan tingkat
                                    ketelitian
                                    100%
                                   Telur dipilih            V
                                    berdasarkan
                                    keutuhannya
                                    tingkat
                                    ketelitian
                                    100%
                                   Kesegaran        V
                                    telur
                                    dijelaskan
                                    pengaruhnya
                                    terhadap
                                    kualitas telur
                                    asin
                                   Keutuhan telur   V
                                    dijelaskan
                                    pengaruhnya
                                    terhadap
                                    proses
                                    osmose




38
C. Penetapan Teknik Penilaian
   Dalam memilih teknik penilaian hendaknya mempertimbangkan ciri
   indikator, contoh:
   1. Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu, maka teknik
      penilaiannya adalah unjuk kerja (performance).
   2. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman
      konsep, maka teknik penilaiannya adalah tertulis.

D. Contoh Alat dan Penskoran dalam Penilaian
   Berikut adalah contoh-contoh alat dan cara penskoran dalam
   penilaian berbagai mata pelajaran. Contoh-contoh penilaian
   tersebut dapat diadopsi atau dimodifikasi sesuai kebutuhan.


                  Contoh: Lembar Penilaian Unjuk Kerja
   Standar Kompetensi     :   Membuat telur asin
   Nama peserta           :   Anang Sartono
   NIS                    :   00706
   Tanggal                :   8 Juni 2008

                                                          Pencapaian
   No.   Kompetensi Dasar              Indikator
                                                          Ya    Tidak
    A    Memilih telor:       Telor dipilih berdasarkan
                              kesegarannya menurut
                              candle system dengan
                              tingkat ketelitian 100%
                              Telor dipilih berdasarkan
                              keutuhannya dengan
                              tingkat ketelitian 100%
    B    Membuat adonan       Komposisi garam dan
                              bahan pembungkus 1:3
                              Dst.
    C                         Dst.




                                                                        39
                              Contoh: Lembar Penilaian Sikap

     Nama peserta         :     Anang Sartono
     NIS                  :     070810170
     Tanggal              :     8 Juni 2007
                                                              Skor Perolehan
                                                     Believe (B)          Evaluation (E)
      No.     Aspek Sikap /ranah Non-
                                                   (Preferensi oleh        (Oleh Guru/
      (n)     instruksional/ (Attitude)
                                                  Peserta didik ybs.)        mentor)
                                                 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
      1.      Kedisiplinan                                         √               √

      2.      Kejujuran                                            √               √

      3.      Kerja sama                                           √               √
              Mengakses dan
      4.                                                           √               √
              mengorganisasi informasi
       5      Tanggung jawab                                       √               √

       6      Memecahkan masalah                                   √           √

       7      Kemandirian                                          √                   √

       8      Ketekunan                                            √               √


                                 (Bn + En )
     Nilai Attitude (NAt) =                      x Smax   ;   Smax = 9,00
                                (5 + 5) x nmax

              (5+4) + (5+4) + (5+4) + (5+4) + (5+4) + (5+3) + (5+5) + (5+4)
     NAt =                                                                    x 9,00
                                      (5 + 5) x 8

            = {(9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 8 + 10 + 9)/80} x 9,00

            = (72/80) x 9,00 = 8,10




40
                                   Contoh: Lembar Penilaian Produk (Barang/Jasa)

Standar Kompetensi             : Merakit PC
Nama peserta                   : Anang Sartono
NIS                            : 070810166
Tanggal                        : 8 Juni 2008

                                                                                                Penilaian
No           Aspek Yang Dinilai                         Kriteria / Indikator                  Ya
                                                                                                            Tidak
                                                                                          7   8        9
1    Keselamatan kerja
     Pemakaian peralatan merakit        Mengindahkan penggunaan gelang anti static atau
     komputer                           dengan memegang casing terlebih dahulu sebelum
                                        melakukan perakitan PC
2    Urutan Perakitan
     a. Merakit Casing                  Sesuai SOP yaitu menyiapkan kebutuhan lubang
                                        dan pemasangan Power Supply
                                        Memasang motherboard di casing dan
     b. Merakit Motherboard             pemasangan kabel
     c. Merakit Processor               Memasang Processor di Motherboard sesuai SOP

     d. Merakit RAM                     Memasang RAM di slot yang sesuai SIMM dan
                                        DIMM
     e. Merakit peripheral lain (VGA,   Memasang peripheral di slot expantion ISA, PCI
        NIC, dan lain sebagainya        atau VGA



                                                                                                                    41
                                                                                                        Penilaian
     No            Aspek Yang Dinilai                        Kriteria / Indikator                     Ya
                                                                                                                    Tidak
                                                                                                7     8        9
     3     Hasil Perakitan PC
           Berhasil baik dan beroperasi      PC ada beep dan tampilan konfigurasi hardware di
                                             monitor (POST) dan Hard Disk siap digunakan
     4     Waktu
           Waktu yang digunakan untuk        Waktu perakitan dan pengujian sesuai dengan
           perakitan                         konfigurasi dan spesifikasi PC
     5     Kerapian
           Rapi                              Pengkabelan pada PC tertata, merapikan kembali
                                             peralatan dan bahan yang sudah tidak digunakan.

     Keterangan:
     a. Kolom penilaian : diberi tanda √ sesuai dengan pencapaian kriteria/indikator yang dipersyaratkan.
     b. Batas minimal kompeten diberi nilai 7,00. Gradasi nilai dideskripsikan sebagai berikut:
        7,00 (baik)        = dengan tepat waktu dapat mencapai indikator sesuai kualitas standar minimal yang ditetapkan;
        8,00 (amat baik) = lebih cepat dari ketentuan dapat mencapai indikator sesuai kualitas standar minimal yang ditetapkan;
        9,00 (istimewa) = lebih cepat dari ketentuan mencapai indikator dan melebihi kualitas standar minimal yang ditetapkan.
     c. Nilai produk/jasa (Npj) diambil dari nilai terendah diantara nilai pencapaian setiap indikator keberhasilan




42
                          BAB IV
                 PELAPORAN HASIL PENILAIAN

Penilaian menghasilkan informasi tentang pencapaian kompetensi
peserta didik yang dapat digunakan sebagai: (1) perbaikan (remedial)
bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan, (2)
pengayaan bagi peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan
(KKM) lebih cepat dari waktu yang disediakan, (3) perbaikan program
dan proses pembelajaran, (4) pelaporan, dan (5) penentuan kenaikan
kelas.

A. Interpretasi Hasil Penilaian
   Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah
   berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator yang
   telah dikembangkan. Penilaian dilakukan pada waktu pembelajaran
   atau setelah pembelajaran berlangsung. Sebuah indikator dapat
   dijaring dengan beberapa soal/tugas.
   Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap indikator dalam suatu
   Kompetensi Dasar (KD) diberikan skor 0% - 100%. Kriteria ideal
   pencapaian masing-masing indikator adalah lebih dari 70%, tetapi
   sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian
   indikator (misalnya: mulai dari 50%), dengan rasional acuan: tingkat
   kemampuan akademis peserta didik, kompleksitas indikator, dan
   ketersediaan daya dukung guru serta sarana dan prasarana.
   Kriteria ketuntasan untuk masing-masing Kompetensi Dasar (KD)
   adalah terpenuhinya indikator yang dipersyaratkan dunia kerja yaitu
   kompeten atau belum kompeten dan diberi lambang/skor 7,00 bila
   memenuhi persyaratan minimal.
   Kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar/masyarakat secara
   berkala, antara lain melalui keberhasilan sekolah dalam ujian
   nasional. Penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu sekolah
   dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). Dengan
   pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan
   kualitasnya, dalam arti meningkatkan kriteria pencapaian indikator.




                                                                    43
     Berikut ini beberapa contoh ilustrasi Interpretasi hasil penilaian

     1. Apabila perolehan nilai peserta didik pada suatu indikator 
        KKM, artinya telah menuntaskan indikator tersebut.
     2. Apabila semua indikator telah tuntas, artinya peserta didik telah
        menguasai KD terkait. Dengan demikian, peserta didik
        diinterpretasikan telah menguasai SK dan mata pelajaran.
     3. Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas 
        50%, peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan
        mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas,
        Sebaliknya, apabila nilai indikator dari suatu KD < KKM, artinya
        peserta didik belum menuntaskan indikator.        Apabila jumlah
        indikator dari suatu KD yang belum tuntas > 50%, peserta didik
        belum dapat mempelajari KD berikutnya (artinya harus
        mengulang KD tersebut).




44
                      Contoh: Penghitungan nilai KD dan ketuntasan belajar suatu mata pelajaran.


   Kompetensi Dasar           Hasil Belajar                         Indikator            KKM       Perolehan Nilai    Ketuntasan
Menyimpulkan bahwa    1. Mendeskripsikan sifat-sifat      Mendeskripsikan benda         70%             70             Tuntas
tiap wujud benda         benda padat, cair, dan gas        padat berdasarkan sifatnya.
memiliki sifatnya                                         Menunjukkan bukti tentang     70%             69          Belum tuntas
masing-masing dan                                          sifat benda cair.
dapat mengalami                                           Menunjukkan bukti tentang     60%             69             Tuntas
perubahan                                                  sifat benda gas
                      2. Mendemonstrasikan                Menunjukkan benda padat       60%             61             Tuntas
                         bahwa beberapa benda              yang dapat dilarutkan pada
                         dapat melarutkan benda            benda cair.                   70%             80             Tuntas
                         lainnya                          Mengidentifikasi benda cair
                                                           yang dapat melarutkan         60%             90             Tuntas
                                                           benda padat.
                                                          Mengartikan larutan dan
                                                           pelarut
         Nilai indikator pada hasil belajar No.1 cenderung 70, jadi nilai hasil belajar No.1 adalah 70 atau 7,00.
         Nilai indikator pada hasil belajar No.2 bervariasi, dihitung nilai rata-rata indikator. Jadi nilai hasil belajar
         No.2 :
          61  80  90                                                                     70  77
                          77 atau 7,70 ;                  Dengan demikian nilai KD =                 73,5
               3                                                                               2
         Pada hasil belajar No.1, indikator No.2 belum tuntas. Jadi peserta didik perlu mengikuti remedial untuk
         indikator No.2.


                                                                                                                           45
B. Pemanfaatan Hasil Penilaian
     1. Bagi peserta didik yang memerlukan remedial
        Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya
        mampu mencapai kriteria ketuntasan setiap kompetensi, bila
        peserta didik mendapat bantuan yang tepat. Misalnya, bantuan
        sesuai dengan gaya belajar peserta didik pada waktu yang
        tepat sehingga kesulitan dan kegagalan tidak menumpuk.
        Dengan demikian peserta didik tidak patah semangatnya
        (frustasi) dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya.
        Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, atau
        oleh guru lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan
        dan mengetahui kekurangan peserta didik. Remedial diberikan
        kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan
        belajar. Kegiatan dapat berupa tatap muka dengan guru atau
        diberi kesempatan untuk belajar sendiri, kemudian dilakukan
        penilaian dengan cara: menjawab pertanyaan, membuat
        rangkuman pelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan
        data. Waktu remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara
        peserta didik dengan guru, dapat dilaksanakan pada atau di
        luar jam efektif. Remedial hanya diberikan untuk indikator yang
        belum tuntas.
     2. Bagi peserta didik yang memerlukan pengayaan
        Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki
        penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya,
        atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika
        sebagian besar peserta didik yang lain belum. Peserta didik
        yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan, agar dapat
        mengembangkan potensi secara optimal. Salah satu kegiatan
        pengayaan yaitu memberikan materi tambahan, latihan
        tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk
        memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil penilaian
        kegiatan pengayaan dapat menambah penguasaan/nilai
        peserta didik pada matapelajaran bersangkutan. Pengayaan
        dapat dilaksanakan setiap saat baik pada atau di luar jam
        efektif. Bagi peserta didik yang secara konsisten selalu



46
       mencapai kompetensi lebih cepat, dapat diberikan program
       akselerasi.
   3. Bagi Guru
       Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan
       program dan kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru dapat
       mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan
       bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi
       yang telah ditargetkan dalam kurikulum, atau guru harus
       mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran,
       dan memperbaiki program pembelajarannya. Oleh karena itu,
       program yang telah dirancang, strategi pembelajaran yang telah
       disiapkan, dan bahan yang telah disiapkan perlu dievaluasi,
       direvisi, atau mungkin diganti apabila ternyata tidak efektif
       membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan
       kompetensi. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai
       akhir semester, karena bila dilakukan pada akhir semester bisa
       saja berarti perbaikan itu akan sangat terlambat.
   4. Bagi Kepala Sekolah
      Hasil penilaian dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk
      menilai tingkat keberhasilan peserta didik, kinerja guru, dan
      kinerja sekolah, serta sebagai bahan kajian dalam pengambilan
      keputusan dalam rangka pembinaan sekolah yang dipimpinnya.

C. Pelaporan Hasil Penilaian
   1. Laporan Sebagai Akuntabilitas Publik
       Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan
       dalam kerangka manajemen berbasis sekolah, di mana peran-
       serta masyarakat di bidang pendidikan tidak hanya terbatas
       pada dukungan dana saja, tetapi juga di bidang akademik.
       Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah
       partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas publik.
       Atas dasar itu, laporan kemajuan hasil belajar peserta didik
       dibuat sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada
       orang tua/wali peserta didik, komite sekolah, masyarakat, dan
       instansi terkait lainnya. Laporan kemajuan hasil belajar peserta
       didik merupakan sarana komunikasi dan sarana kerja sama

                                                                    47
        antara sekolah, orang tua, dan masyarakat yang bermanfaat
        baik bagi kemajuan belajar peserta didik maupun
        pengembangan sekolah.
        Pelaporan hasil belajar hendaknya:
        a. Merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang
           telah ditentukan, dikaitkan dengan penilaian yang
           bermanfaat bagi pengembangan peserta didik.
        b. Memberikan informasi yang jelas, komprehensif, dan
           akurat.
        c. Menjamin informasi yang akurat dan tepat waktu bagi
           orang tua, dan secepatnya diketahui bilamana anaknya
           bermasalah dalam belajar.
     2. Bentuk Laporan
        Laporan kemajuan belajar peserta didik dapat disajikan dalam
        data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam
        angka (skor), misalnya seorang peserta didik mendapat nilai 6
        (enam) pada mata pelajaran matematika. Baik peserta didik
        maupun orang tua yang kurang memahami makna angka
        tersebut dapat berkonsultasi dengan guru dan melihat buku
        nilai. Hal ini perlu dilakukan agar orang tua dapat
        menindaklanjuti, apakah anaknya perlu dibantu dalam bidang
        aritmetika, aljabar, geometri, statistika, atau hal lain.
        Agar peran serta masyarakat semakin meningkat, bentuk
        laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif
        (memuat catatan guru/deskripsi), sehingga “profil” atau tingkat
        kemajuan belajar peserta didik mudah terbaca dan dapat
        dipahami oleh orang tua atau pihak yang berkepentingan
        (stakeholder).
        Dari laporan tersebut, orangtua dapat mengidentifikasi
        kompetensi apa saja yang belum dikuasai anaknya.
        Berdasarkan laporan tersebut, orangtua/wali dapat menentukan
        jenis bantuan apa yang diperlukan anaknya, sedangkan di
        pihak anak, yang bersangkutan dapat mengetahui kekuatan
        dan kelemahan dirinya serta aspek mana yang perlu
        ditingkatkan.


48
3. Isi Laporan
   Pada umumnya orang tua menginginkan jawaban akurat atas
   pertanyaan berikut:
   a. Bagaimana keadaan anak waktu belajar di sekolah secara
        akademik, fisik, sosial dan emosional?
   b. Sejauh mana anak berpartisipasi dalam kegiatan di
        sekolah?
   c. Kemampuan/kompetensi apa yang sudah dan belum
        dikuasai dengan baik?
   d. Apa yang harus orang tua lakukan untuk membantu dan
        mengembangkan anak lebih lanjut?
   Untuk menjawab pertanyaan tersebut, informasi yang diberikan
   kepada orang tua hendaknya:
   a. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
   b. Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.
   c. Memberikan perhatian pada pengembangan dan
       pembelajaran anak.
   d. Berkaitan erat dengan hasil belajar yang harus dicapai
       dalam kurikulum.
   e. Berisi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar.
4. Jenis Administrasi dan Pelaporan
   a.   Leger
        Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian
        hasil belajar peserta didik dalam satu kelas, yang memberi
        gambaran secara rinci tentang kemampuan prestasi
        akademik maupun catatan pribadi dalam kurun waktu satu
        tahun (Lampiran 3. Contoh Format Leger).
        Leger ini dimaksudkan:
        1) Untuk merekam perkembangan kemajuan belajar
           peserta didik satu kelas yang berisi:
           a) Identitas peserta didik;
           b) Uraian mata pelajaran yang dipelajari;
           c) Kelulusan dan tanggal perbaikan dari setiap mata
               pelajaran yang dinyatakan belum lulus.


                                                               49
          2) Memberi informasi tentang keadaan hasil belajar
             peserta didik dalam satu kelas.
     b. Buku Laporan (Rapor)
          Rapor adalah buku laporan hasil belajar peserta didik yang
          secara administratif dilaporkan setiap satu semester, untuk
          semua mata pelajaran yang ditempuhnya dengan tuntas.
          Bagi mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan
          tidak dimasukan ke dalam rapor. Untuk mengatasi hal
          tersebut sekolah dapat menerbitkan rapor sementara.
          Format dan isi laporan disesuaikan dengan karakteristik
          kompetensi keahlian.
          (Lampiran 4. Contoh Format Rapor).
          Penjelasan dan contoh format rapor, serta tata cara
          pengisiannya dapat dilihat pada Buku Petunjuk teknis
          Penyusunan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK
          (Rapor SMK).
     c.   Transkrip
          Transkrip merupakan kumpulan laporan pencapaian hasil
          belajar pada akhir pendidikan, memberikan gambaran
          secara rinci dan menyeluruh kompetensi dan prestasi
          peserta didik selama proses pendidikan. Transkrip
          dimaksudkan untuk memberi penjelasan secara rinci
          prestasi peserta didik pada akhir pendidikan (Lampiran 5.
          Contoh Format Transkrip).
          Transkrip berisi komponen-komponen antara lain:
          1) identitas sekolah;
          2) identitas peserta didik;
          3) uraian mata pelajaran yang dipelajari peserta didik;
          4) uraian waktu pencapaian setiap mata pelajaran
          5) kualifikasi dalam bentuk kompeten dan belum
              kompeten;
          6) keterangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan
              proses pencapaian prestasi;
          7) pengesahan oleh kepala sekolah dan distempel.



50
d. Paspor Keterampilan (Skill Passport)
     Paspor keterampilan atau skill passport adalah dokumen
     rekaman pengakuan atas kompetensi yang telah dikuasai
     oleh pemiliknya. Dengan demikian paspor keterampilan ini
     dapat digunakan sebagai:
     1) Bukti atau pengakuan atas kemampuan yang dikuasai
        oleh pemiliknya;
     2) Bahan pertimbangan bagi pemakai tenaga kerja
        (DU/DI) dalam memilih calon pekerja atau
        mempromosikan karyawan yang terbukti mempunyai
        kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan;
     3) Piranti, baik bagi pekerja maupun pengusaha/unsur
        manajemen      dalam    merencanakan  peningkatan
        keterampilan maupun penambahan keterampilan baru
        secara sistematis dan diakui.
     Skill passport dimaksudkan untuk menginformasikan
     kompetensi yang telah dikuasai, dan menginformasikan
     kepada dunia kerja (DU/DI) atau pihak lain yang terkait
     tentang riwayat pencapaian kompetensi yang dimiliki oleh
     pemegangnya (Lampiran 6. Contoh Format Skill Passport).
     Skill passport minimal berisi komponen-komponen antara
     lain:
     1) identitas pemegang/peserta didik;
     2) identitas sekolah;
     3) nama program keahlian;
     4) penjelasan tentang Skill Passport;
     5) daftar standar kompetensi dan kompetensi dasar,
        pencapaian dan legalitas;
     6) keterangan lain yang diperlukan.
e.   Ijazah
     Ijazah adalah surat pengakuan bahwa pemiliknya telah
     menyelesaikan atau menamatkan belajar sekaligus lulus
     jenjang pendidikan tertentu, dalam hal ini Sekolah
     Menengah Kejuruan. Ijazah diberikan pada akhir jenjang
     pendidikan (tingkat III atau tingkat IV) kepada setiap

                                                          51
             peserta didik yang telah menyelesaikan semua program
             dan lulus ujian yang diselenggarakan.
             Ijazah setidak-tidaknya mengandung:
             1)   identitas lembaga yang mengeluarkan;
             2)   identitas pemegang;
             3)   jenjang dan jenis pendidikan yang ditempuh;
             4)   tanggal, bulan, dan tahun penerbitan;
             5)   bidang/program studi (keahlian);
             6)   daftar kompetensi yang dikuasai;
             7)   legalisasi oleh pejabat lembaga yang mengeluarkan.
        f.   Sertifikat Kompetensi
             Sertifikat kompetensi merupakan bukti fisik lulus uji
             kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi
             profesi/asosiasi-profesi/DU/DI atau lembaga pendidikan
             yang terakreditasi.
             Sertifikat kompetensi memberikan legalitas (kewenangan)
             bagi pemiliknya untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai
             dengan kompetensi yang dikuasainya.
             Sertifikat minimal berisi komponen-komponen antara lain:
             1)   Identitas lembaga yang mengeluarkan sertifikat;
             2)   Identitas pemegang sertifikat;
             3)   Judul kompetensi dan kualifikasinya;
             4)   Waktu pencapaian;
             5)   Legalitas oleh pejabat lembaga/perusahaan yang
                  mengeluarkan sertifikat.

     5. Penentuan Kenaikan Kelas
        Bila kegiatan penilaian dilakukan secara berkesinambungan,
        sehingga tindakan perbaikan dan pengayaan diberikan sedini
        mungkin dan tepat waktu, diharapkan tidak ada peserta didik
        yang tidak mencapai kompetensi yang ditargetkan, walaupun
        dengan kecepatan dan gaya belajar yang berbeda satu dengan
        lainnya. Kalau setiap peserta didik bisa dibantu secara optimal
        sesuai dengan keperluannya mencapai kompetensi tertentu,
        tidak perlu ada peserta didik yang tidak naik kelas (automatic

52
promotion). Namun apabila karena alasan yang kuat, misalnya:
karena gangguan kesehatan fisik, emosi, atau mental sehingga
tidak mungkin bisa berhasil mencapai kompetensi yang
ditargetkan, maka hasil penilaian bisa menjadi dasar peserta
didik tersebut tinggal kelas.
Automatic promotion, adalah bila semua indikator, hasil belajar
(HB), KD, dan SK suatu mata pelajaran telah terpenuhi
ketuntasannya, maka peserta didik dinyatakan telah layak naik
ke kelas berikutnya.
Jika peserta didik belum menuntaskan indikator, HB, KD, dan
SK maksimum pada 3 (tiga) mata pelajaran sampai batas akhir
tahun ajaran, maka peserta didik dapat dianggap telah layak
naik ke kelas berikutnya. Jumlah mata pelajaran yang belum
tuntas di kelas berikutnya (XI dan XII) maksimal 20% dari
jumlah mata pelajaran di tahun berjalan (3 mata pelajaran)
Jika peserta didik masih belum menuntaskan indikator, HB, KD,
dan SK pada lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran sampai batas
akhir tahun ajaran, maka peserta didik tersebut harus
mengulang di kelas yang sama.
Sekolah mempertimbangkan mata pelajaran, SK, KD, HB, dan
indikator yang telah tuntas pada tahun ajaran sebelumnya
apabila nilai mata pelajaran yang telah tuntas tersebut lebih
rendah dari tahun ajaran sebelumnya.




                                                            53
54
55
56
                               BAB I
                PENGEMBANGAN KISI-KISI SOAL

A. PENYUSUNAN KISI-KISI
   1. Pengertian Kisi-kisi
      Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks berisi informasi yang
      dapat dijadikan petunjuk teknis dalam menulis soal atau
      merakit soal menjadi alat tes/evaluasi. Kisi-kisi disusun
      berdasarkan tujuan evaluasi.          Dengan demikian dapat
      diperoleh berbagai macam kisi-kisi. Misalnya, kisi-kisi yang
      dimaksudkan untuk mendiagnosis kesukaran belajar berbeda
      dengan kisi-kisi soal yang dimaksudkan untuk mengukur
      pencapaian kompetensi (prestasi hasil belajar) peserta didik.
      Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus
      dilakukan sebelum penulisan soal, tanpa adanya indikator
      dalam kisi-kisi tidak dapat diketahui arah dan tujuan setiap butir
      soal.

   2. Kegunaan/Fungsi dan Persyaratan Kisi-kisi
      Kisi-kisi soal berfungsi sebagai petunjuk teknis dalam penulisan
      butir soal dan perakitan soal. Dengan adanya petunjuk teknis
      ini, penyusun soal akan dapat menghasilkan butir-soal yang
      sesuai dengan tujuan penilaian dan perakit soal dapat
      menyusun perangkat soal dengan mudah.Jika tersedia sebuah
      kisi-kisi yang baik, maka pengembang soal yang berbedapun
      akan dapat menghasilkan perangkat soal yang relatif sama,
      baik dari tingkat kedalaman maupun cakupan materi yang
      diukur (ditanyakan).
      Kisi-kisi soal/tes prestasi belajar harus memenuhi beberapa
      persyaratan, yaitu :
      a. mewakili isi kurikulum (SK/KD) yang akan diujikan;
      b. komponen-komponennya rinci, jelas dan mudah dipahami;
      c. butir-soal dapat dikembangkan sesuai dengan indikator
         dan bentuk soal yang ditetapkan pada kisi-kisi.




                                                                     57
     3. Komponen Kisi-kisi
        Komponen terdiri atas dua kelompok, yaitu: identitas dan
        matriks/format. Kelompok identitas dicantumkan di bagian atas
        matriks, sedangkan matriks/format dicantumkan dalam baris-
        kolom yang sesuai.
        a. Kelompok identitas, antara lain :
            1)   Jenis /jenjang sekolah
            2)   Kompetensi Keahlian
            3)   Mata Pelajaran/SK
            4)   Alokasi waktu
            5)   Jumlah soal
            6)   Bentuk soal
        b. Kelompok matriks/format isi, antara lain:
            1)   Standar Kompetensi (SK)
            2)   Kompetensi Dasar (KD)
            3)   Indikator / Kinerja
            4)   Indikator Soal
            5)   Nomor urut soal
        Komponen SK/KD perlu dipilih mengacu hasil analisis dengan
        memperhatikan kriteria sebagai berikut :
            a.   Urgensitas, yaitu SK/KD yang mutlak harus dikuasai
                 oleh siswa/peserta didik,
            b.   Kontinuitas, merupakan SK/KD lanjutan yang
                 merupakan pendalaman dari satu atau lebih SK/KD
                 yang sudah dipelajari sebelumnya,
            c.   Relevansi, SK/KD terpilih harus merupakan pokok
                 (core) yang diperlukan untuk menguasai kompetensi
                 keahlian,
            d.   Keterpakaian, SK/KD memiliki nilai terapan tinggi
                 dalam pekerjaan didunia usaha/industri atau kehidupan
                 sehari-hari.
        Selain kriteria pemilihan di atas perlu pula diperhatikan bahwa
        penguasaan materi SK/KD terpilih harus dapat diukur dengan
        menggunakan bentuk soal yang sudah ditetapkan.

58
B. KISI-KISI SOAL
     1.    Kisi-Kisi Soal Teori

                                    Satuan Pendidikan      :      Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
                                    Kompetensi Keahlian    :
                                    Alokasi Waktu          :
                                    Jumlah Soal            :

             Standar               Kompetensi                  Indikator                                         Bentuk       Nomor
    No                                                                                  Indikator Soal
          Kompetensi (SK)          Dasar (KD)                                                                     Soal         Soal
     1             2                     3                         4                           5                     6           7




Keterangan pengisian kolom/format kisi-kisi
Kolom 1 : Diisi nomor urut
Kolom 2 : Diisi SK yang representatif (inti/aplikatif dan pengetahuan kejuruan) terhadap Kompetensi Keahlian.
Kolom 3 : Diisi KD dari SK yang ada di kolom dua.
Kolom 4 : Diisi indikator aspek pengetahuan dari KD di kolom 3.
Kolom 5 : Diisi indikator soal dari indikator pengetahuan di kolom 4. Setiap indikator pengetahuan dapat di tuliskan lebih dari satu
          indikator soal
Kolom 6 : Diisi bentuk soal/tes
Kolom 7 : Diisi nomor sebaran soal

                                                                                                                                       59
          Indikator soal : adalah suatu rumusan yang menggunakan kata
          kerja operasional, memuat perilaku peserta didik dan materi
          yang akan diukur sesuai dengan Indikator.
                Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian
                 kompetensi
                Indikator soal menggunakan kata kerja operasional yang
                 dapat diukur
                Indikator soal mengacu pada kriteria kinerja sesuai SK/KD

          Kriteria indikator soal yang baik adalah :
                Memuat ciri-ciri SK/KD yang hendak diukur
                Memuat satu kata kerja operasional yang dapat diukur.
                 (khusus butir soal bentuk uraian dapat lebih dari satu)
                Berkaitan erat dengan kriteria kinerja
                Dapat dibuatkan butir soal sesuai dengan bentuk yang
                 ditetapkan dalam kisi-kisi.


     2.       Kisi-Kisi Soal Praktik

              Kisi-kisi soal praktik disiapkan sebagai dasar untuk
              menetapkan indikator performansi dan menjadi acuan dalam
              merumuskan soal/penugasan dan petunjuk teknis penilaian
              unjuk kerja.


     No            SK / KD             Indikator           Indikator Soal
      1               2                    3                     4
      1                                               
                                                      
                                                      
                                                      




60
Keterangan Pengisian Kolom :
Kolom 1 : Diisi nomor urut SK/KD
Kolom 2 : Diisi SK/KD sesuai dengan silabus
Kolom 3 : Dituliskan Indikator Performansi dari KD yang ada di kolom 2.
           Indikator menggambarkan standar yang dipersyaratkan oleh KD,
           dengan mengacu standar yang berlaku di DU/DI.
Kolom 4 : Diisi indikator soal yang akan dikembangkan oleh guru.




                                                                    61
62
                           BAB II
               PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA

A. Pengertian, Keunggulan, dan Keterbatasan
   Soal bentuk pilihan ganda adalah suatu soal yang jawabannya
   harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah
   disediakan. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari
   pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban
   terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban
   ialah jawaban yang benar atau paling benar. Pengecoh merupakan
   jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan seseorang
   memilihnya apabila tidak menguasai materinya.
   Keunggulan soal bentuk pilihan ganda adalah dapat di-skor dengan
   mudah, cepat, serta objektif, atau dapat mencakup ruang lingkup
   mater uji/kriteria kinerja yang luas dalam suatu tingkat atau jenjang
   pendidikan. Bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya
   sangat banyak sedangkan hasilnya harus segera diumumkan. Soal
   bentuk pilihan ganda memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:
   memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyusun butir-butir
   soal yang berkualitas, sulit membuat pengecoh yang homogen dan
   berfungsi, dan terdapat peluang untuk menebak jawaban.

B. Kaidah Penulisan Soal
   Kaidah-kaidah penulisan soal merupakan petunjuk atau petunjuk
   teknis yang harus diikuti agar butir soal yang dihasilkan memiliki
   kualitas baik. Seperti halnya bentuk soal yang lain, penulisan soal
   pilihan ganda harus didasarkan pada spesifikasi soal yang terdapat
   dalam kisi-kisi soal. Soal pilihan ganda dapat ditingkatkan
   kualitasnya apabila penulisannya, disamping berlandaskan kisi-kisi,
   juga mengikuti kaidah-kaidah penulisan soal yang baik.
   Kaidah penulisan soal meliputi isi materi soal yang ditanyakan,
   konstruksi rumusan soal, dan penggunaan bahasa.




                                                                     63
     1. Materi Soal

        a. Soal harus sesuai dengan indikator.
            Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang
            hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
            Indikator: Siswa dapat menerapkan konsep sifat-sifat cahaya yang
                       dihubungkan dengan fungsi bagian-bagian mata pada
                       manusia.
            Contoh soal kurang baik:
            Alat optik yang dapat membantu melihat sesuatu yang jauh menjadi
            lebih jelas adalah ….
            A. mikroskop
            B. kamera
            C. teleskop
            D. proyektor
            E. lensa
            Soal yang sesuai dengan indikator:
            Bagian mata yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk adalah ….
            A. pupil
            B. retina
            C. kornea
            D. iris
            E. kelopak

        b. Pengecoh berfungsi/Pilihan jawaban homogen dan logis.
            Semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang
            sama, penulisannya harus setara, semua pilihan jawaban
            harus logis/masuk akal dan berfungsi (diperkirakan peserta
            uji yang tidak menguji materi dengan benar akan terkecoh)




64
        Contoh soal kurang baik:
        Ibu kota Amerika Serikat adalah ….
        A. Washington
        B. Los Angeles
        C. Cicago
        D. New York
        E. John F. Kennedy
        Penjelasan: pilihan E adalah nama orang, sedangkan pilihan lainnya
        adalah nama kota.

   c. Hanya satu kunci jawaban yang benar.
        Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar
        atau yang paling benar. Artinya, satu soal hanya
        mempunyai satu kunci jawaban. Jika terdapat beberapa
        jawaban yang benar, maka kunci jawaban adalah jawaban
        yang paling tepat.
        Contoh soal kurang baik:
        Bagian motor DC yang terdapat pada rotor adalah ….
        A. Komutator
        B. sikat arang
        C. sepatu kutub
        D. lilitan medan
        E. lilitan jangkar
        Penjelasan: memiliki lebih dari satu pilihan jawaban yang benar.
2. Konstruksi Soal
   a.   Pokok soal dirumuskan secara singkat, jelas, dan tegas.
        Bahwa SK/KD/Indikator yang hendak diukur/ditanyakan
        harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran
        yang berbeda dan hanya mengandung satu persoalan
        untuk setiap butir soal. Apabila tanpa harus melihat dahulu
        pilihan jawaban, peserta didik sudah dapat mengerti
        pertanyaan/maksud pokok soal, maka dapat disimpulkan
        pokok soal tersebut sudah jelas.




                                                                           65
          Contoh soal kurang baik:
          Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan
          tertentu. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD
          1945 adalah ….
          A.   Perseroan Terbatas
          B.   Firma
          C.   BUMN
          D.   Koperasi
          E.   Yayasan
          Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan karena sama
          saja isinya dengan kalimat kedua.
     b.   Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus
          merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
          Apabila terdapat rumusan atau pernyataan                        yang
          sebetulnya tidak diperlukan, maka rumusan                        atau
          pernyataan tersebut dihilangkan saja.
          Contoh soal kurang baik:
          Pak Amir ingin mengembangkan usaha perkebunan mangga, oleh
          karena itu dia harus menanam bibit mangga yang baik.
          Bagaimanakah cara pak Amir untuk memperoleh pohon mangga baru
          dengan menggabungkan sifat-sifat yang baik dari pohon mangga golek
          dan harum-manis?
          A.   Melakukan perkawinan silang dari kedua pohon tersebut.
          B.   Mencangkok pohon mangga harumanis dan memberi pupuk
               sebanyak mungkin.
          C.   Melakukan penyambungan dengan pohon mangga harum-manis
               sebagai pokok.
          D.   Menempelkan bakal tunas dari pohon mangga harumanis ke
               batang pohon mangga.
          E.   Melakukan penyambungan dengan pohon mangga golek sebagai
               pokok
          Penjelasan: Pokok soal di atas mengandung pernyataan yang tidak
          diperlukan, yaitu kalimat pertama. Hal ini membingungkan peserta didik
          dan menyita waktu untuk membaca dan memahami maksud soal



66
c.   Pokok soal tidak memberi petunjuk ke arah kunci jawaban.
     Pada pokok soal jangan terdapat kata/kelompok kata atau
     ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah kunci
     jawaban.
     Contoh soal kurang baik:
     Jenis unit koperasi apakah yang tepat dijadikan sebagai tempat
     pemasaran manisan dan selai Pak Yahya?
     A.   Koperasi Unit Desa
     B.   Koperasi Simpan Pinjam
     C.   Koperasi Konsumsi
     D.   Koperasi Produksi
     E.   Koperasi Serba Usaha
     Penjelasan: kata unit pada pokok soal akan memberi petunjuk ke arah
     jawaban yang benar.
d.   Pokok soal tidak mengandung pernyataan yang bersifat
     negatif ganda.
     Pada pokok soal jangan terdapat dua kata atau lebih yang
     mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegah terjadinya
     kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang
     dimaksud.
     Contoh soal kurang baik:
     Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada
     tumbuhan berikut, kecuali...
     A.   singkong
     B.   kentang
     C.   cemara
     D.   bamboo
     E.   semangka




                                                                      67
     e.   Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama.
          Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa
          untuk memilih jawaban yang paling panjang, karena
          seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan
          merupakan kunci jawaban.
          Contoh soal kurang baik
          Salah satu isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah ...
          A. pembubaran Partai Komunis Indonesia.
          B. kembali kepada Undang-undang Dasar 1945.
          C. pembentukan Dewan Perwakilan rakyat.
          D. pembetukan MPRS.
          E. dibentuknya Dewan Nasional yang terdiri dari wakil-wakil semua
               partai yang ada.

          Penjelasan: Pada contoh soal tersebut pilihan jawaban E paling
          panjang. Hal ini perlu dihindari karena ada kecenderungan peserta didik
          untuk memilih jawaban terpanjang sebagai kunci.

     f.   Pilihan jawaban tidak mengandung pernyataan, “Semua
          pilihan jawaban di atas salah”, atau “Semua pilihan
          jawaban di atas benar, dan sejenisnya”.
          Dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, maka secara
          materi pilihan jawaban berkurang satu, karena pernyataan
          itu bukan merupakan materi yang ditanyakan.
          Contoh soal kurang baik.
          Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk
          folklore lisan adalah ….
          A. rumah gadang Minangkabau.
          B. perayaan Sekaten bulan Maulud.
          C. adat mapalus dari Sulawesi.
          D. upacara mandi Balimau di Pekan Baru.
          E. Semua pilihan jawaban di atas salah.
          Penjelasan: pilihan E diperbaiki, misalnya menjadi: “legenda gunung
          Tangkuban Perahu”.



68
g.   Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun
     berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut,
     atau kronologis.
     Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun
     berurutan nilainya, dari nilai paling kecil berurutan sampai
     nilai yang paling besar, atau sebaliknya.
     Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu
     disusun secara kronologis. Penyusunan secara urut
     tersebut dimaksudkan untuk memudahkan siswa melihat
     pilihan jawaban (ascending atau descending).
     Contoh soal kurang baik:
     Pelanggaran HAM Timor Timur terjadi pada tahun ….
     A.   1999
     B.   1996
     C.   1998
     D.   1997
     E.   2008
      Penjelasan: Seharusnya disusun berurutan kronologi saja, dari tahun
     paling duluan berurutan sampai tahun yang paling akhir, atau
     sebaliknya.
h.   Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya jelas dan
     berfungsi.
     Gambar dan sejenisnya yang menyertai suatu butir soal
     harus jelas, terbaca, dan dapat dimengerti oleh siswa.
     Apabila soal tersebut tetap bisa dijawab tanpa melihat
     gambar, grafik, tabel atau sejenisnya yang terdapat pada
     soal, berarti gambar, grafik, atau tabel tersebut tidak
     berfungsi.
     Contoh soal baik:
     Indikator:   Disajikan   gambar          sepeda,   siswa      dapat
                  menentukanperbandingan kelajuan linier dua gir sepeda
                  yang mempunyai jari-jari berbeda.



                                                                      69
          Sebuah sepeda terlihat seperti pada gambar di bawah!




          Perbandingan jari-jari gir depan dan jari-jari gir belakang 2 : 1. Jika
          sepeda dikayuh, maka perbandingan laju linier gir depan dan laju linier
          gir belakang adalah ....
          A.   1:1
          B.   1:2
          C.   1:4
          D.   2:1
          E.   4:1
     i.   Butir soal tidak           bergantung      pada     jawaban      soal
          sebelumnya.
          Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan
          siswa yang tidak dapat menjawab benar soal sebelumnya
          tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.
          Contoh soal kurang baik:
          10. Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah ….
              A.. Idrus
              B. W.S. Rendra
              C. Chairil Anwar*
              D. Ayip Rosidi
              E. Idris Sardi




70
            35. Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah
            A. Tirani
            B. Senja di Pelabuhan Kecil*
            C. Balada Tercinta
            D. Surat dari Ibu
            E. Pelangi
        Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen,
        tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10.
3. Penggunaan Bahasa Pada Butir Soal
   a.   Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa
        Indonesia.
        Penggunaan bahasa dalam setiap butir soal sesuai dengan
        kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
        Contoh soal kurang baik:
        Amran punya duit Rp 20.000,00 dan Anton Rp 15.000,00. Mereka
        pengin beli bola voli seharga Rp 30.000,00. Sisa duit Amran dan Anton
        adalah ….
        A.     Rp 1.000,00
        B.     Rp 5.000,00
        C.     Rp 10.000,00
        D.     Rp 15.000,00
        E.     Rp 20.000,00
        Penjelasan: Bahasa yang digunakan pada rumusan pokok soal tidak
        sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
   b.   Mengunakan bahasa yang komunikatif.
        Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan tingkat
        penguasaan bahasa bagi peserta uji/siswa sehingga
        mudah dimengerti.
        Contoh soal baik:
        Sebuah taman berbentuk persegi panjang, di dalamnya terdapat kolam.
        Panjang kolam adalah 3 m lebih panjang daripada lebarnya dan memiliki
        luas 130 m2. Jika di sekeliling kolam ditanami bunga dengan lebar 2 m,
        maka ukuran panjang taman tersebut adalah....

                                                                           71
                                             2
          A.   10 m
          B.   12 m
          C.   13 m                          kolam
                                                              2
          D.   14 m
          E.   17 m

          Penjelasan: Soal yang komunikatif selain pokok soal diuraikan dengan
          jelas, juga diilustrasikan dalam bentuk gambar
     c.   Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat (bias
          budaya).
          Penggunaan bahasa yang tidak berlaku secara nasional
          akan mengakibatkan kesalahan/perbedaan penafsiran.
          Contoh soal kurang baik:
          "Aturan lalulintas itu harus ditaati bukan dijadikan momok,” kata ibu
          guru.
          Kata momok dalam kalimat itu berarti ....
          A.   pemberat
          B.   setan
          C.   beban
          D.   lawan
          E.   kelamin
          Penjelasan: kata "momok" memiliki makna yang berbeda di suku Sunda
          dan Jawa. Oleh karena itu, kata "momok" diganti dengan kata lainnya.
          Pada prinsipnya perilaku apa yang hendak diukur berdasarkan materi
          yang bersangkutan.
     d.   Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang
          bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
          Penggunaan kata/kelompok kata tersebut harus pada
          pokok soal.




72
Contoh soal kurang baik:
Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus ditunjukkan dengan …
A. melakukan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya
B. melakukan semua perintah dengan rasa terpaksa
C. melakukan perintah-Nya karena takut dimarahi
D. melakukan perintah dan larangan dengan ikhlas
E. melakukan perintah dan larangan karena malu sama teman
Penjelasan: kata melakukan ditulis secara berulang sampai 5 kali. Hal
ini menyebabkan peserta didik harus membaca kata tersebut berulang
kali, sehinga menyita lebih banyak waktu.




                                                                  73
74
                           BAB III
                PENULISAN SOAL BENTUK URAIAN

A. Pengertian
   Soal bentuk uraian adalah soal yang jawabannya menuntut peserta
   didik/siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-
   gagasan atau hal-hal yang telah dipelajari, dengan cara
   mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam
   bentuk uraian tertulis.
   Soal bentuk uraian yang dimaksudkan pada sekolah menengah
   kejuruan (ujian kompetensi kejuruan) ini, disamping mengukur
   kemampuan peserta didik/siswa dalam hal menyajikan jawaban
   terurai secara bebas, juga menyangkut pengukuran kemampuan
   peserta didik/siswa dalam hal menguraikan atau memadukan
   gagasan-gagasan, atau menyelesaikan hitungan-hitungan terhadap
   materi atau konsep tertentu yang terkait dengan atau merupakan
   pengembangan dari soal uji kompetensi/praktek secara tertulis.
   Berdasarkan cara pemberian skor, soal bentuk uraian dapat
   diklasifikasikan atas soal uraian objektif dan uraian non-objektif.
   Soal bentuk uraian objektif adalah soal atau pertanyaan yang
   menuntut jawaban dengan pengertian/konsep tertentu, sehingga
   penskorannya dapat dilakukan secara objektif.
   Soal bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut
   jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-
   masing peserta didik/siswa, sehingga penskorannya mengandung
   unsur subjektifitas.

B. Perbandingan Antara Soal Bentuk Uraian Objektif dan Non-
   Objektif
   Perbedaan antara soal bentuk uraian objektif dan non-objektif
   terletak pada kepastian penskorannya.
   Soal bentuk uraian objektif, kunci jawaban dan petunjuk teknis skor
   lebih pasti, diuraikan secara jelas hal-hal/komponen yang diskor
   dan berapa besarnya skor untuk setiap komponen. Sedangkan soal


                                                                   75
     bentuk uraian non-objektif kurang pasti. Pengaruh unsur
     subjektifitas dalam penskoran dapat dikurangi dengan cara
     membuat rentang skor untuk setiap kriteria. Artinya, diperlukan
     petunjuk teknis yang rinci dan jelas yang dapat digunakan oleh
     penilai yang berbeda, menskor jawaban masing-masing peserta
     didik, sehingga hasil penskorannya relatif sama.
     Skor soal bentuk uraian non-objektif dinyatakan dalam bentuk
     rentangan, karena hal-hal atau komponen yang diskor hanya
     diuraikan secara garis besar dan berupa kriteria tertentu.

C. Kaidah-kaidah Penulisan Soal Bentuk Uraian
     Dalam menulis soal bentuk uraian, penulis soal harus mempunyai
     gambaran tentang ruang lingkup materi yang ditanyakan dan
     lingkup jawaban yang diharapkan, kedalaman dan panjang
     jawaban, atau rincian jawaban yang mungkin diberikan oleh peserta
     didik/siswa. Dengan kata lain, ruang lingkup ini merupakan kriteria
     luas atau sempitnya masalah yang ditanyakan. Hal ini harus tegas
     dan jelas tergambar dalam rumusan soalnya. Dengan adanya
     batasan ruang lingkup tersebut, kemungkinan terjadinya
     ketidakjelasan soal dapat dihindari. Ruang lingkup tersebut juga
     akan membantu mempermudah pembuatan kriteria/petunjuk teknis
     skor.
     Secara rinci, beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam
     penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai berikut:
     1. Materi
         a) Soal sesuai dengan indikator soal/kriteria kinerja. Artinya
            soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak
            diukur sesuai tuntutan indikator soal.
         b) Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang
            lingkup) harus jelas.
         c) Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran
         d) Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan SK/SD
            (jenjang, jenis sekolah, tingkat / kelas).




76
   2. Konstruksi
       a) Rumusan kalimat soal atau pertanyaan menggunakan kata
          tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti:
          mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan,
          tafsirkan, buktikan, atau hitunglah.
       b) Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
          tersebut.
       c) Buatlah petunjuk teknis skoring segera setelah soal selesai
          ditulis/disusun.
       d) Hal-hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar,
          grafik, peta, atau yang sejenisnya, harus disajikan secara
          jelas dan terbaca sehingga tidak menimbulkan penafsiran
          yang berbeda.
   3. Bahasa
       a) Rumusan kalimat soal harus komunikatif, menggunakan
          bahasa sederhana dan istilah/kata yang sudah dikenal
          peserta didik.
       b) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
       c) Rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang dapat
          menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian.
       d) Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.
       e) Rumusan soal tidak mengandung kata yang dapat
          menyinggung perasaan peserta didik.

D. Penyusunan Petunjuk Teknis Penskoran (Skoring)
   Petunjuk teknis penskoran merupakan petunjuk teknis atau
   petunjuk yang menjelaskan tentang:
   1. batasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penskoran
      terhadap soal-soal bentuk uraian objektif.
   2. kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan
      penskoran terhadap soal-soal uraian non-objektif.




                                                                  77
     Petunjuk teknis pemberian skor untuk setiap butir soal uraian harus
     disusun segera setelah perumusan butir soal tersebut.
     Contoh petunjuk teknis skoring serta cara melakukan penskoran
     untuk kedua jenis soal uraian, adalah sebagai berikut :

      Soal Uraian Objektif
         Indikator soal :
         Isi bangun ruang (balok) dihitung dan diubah satuannya.
         Butir Soal :
         1. Sebuah bak mandi berbentuk balok ukuran: panjang = 150 cm, lebar =
               80 cm, dan tinggi = 75 cm. Berapa literkah isi bak mandi tersebut?
               (Tuliskan langkah-langkahnya).
         Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring


     Langkah                        Kunci Jawaban                    Skor


        1.          Isi balok = Panjang x lebar x tinggi               1

        2.                      = 150 cm x 80 cm x 75 cm               1

        3.                      = 900.000 cm3                          1

        4.          Isi Bak mandi dalam liter:
                                    900.000                            1
                                =           liter
                                     1000
        5.                                                             1
                                = 900 liter

                          Skor maksimum                                5




78
       2.   Pada suatu tebing yang mempunyai lereng 15 O tersingkap lapisan
            batubara dengan kemiringan 45O searah lereng. Jarak antara lapisan
            bagian atas dan bawah dari lapisan batu bara 96 meter.
            Buatlah : Sketsa penampang singkapan batubara tersebut dengan skala
                      1 : 1.000 dan hitung ketebalan lapisan batubara!

       Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring

Langkah                         Kunci Jawaban                           Skor

                                                                    C
                                                       

                  A
  1.                                                                      1

                                                Skala : 1 : 1.000


                            B
            Menghitung besarnya  = Kemiringan lapisan –
  2.                                kemiringan lereng                     1
                                       O     O      O
                                   = 45 – 15 = 30

                      Menggunakan rumus Sin  =            AB
                                                           AC
  3.                                                                      1
                     AB = tebal lapisan
                     AC = 96 meter.
                      = 30
                            O

            Perhitungan :
  4.              O
            Sin 30 =
                       Tebal  tebal = 96 m . ½ = 48 meter.               1
                       96 m
                        Skor maksimum                                     4




                                                                               79
      Soal Uraian Non-objektif
         Butir Soal :
         3. Mengapa kita perlu berbangga sebagai bangsa Indonesia ?
               Jelaskan alasan Anda !
         Jawaban boleh bermacam-macam, namun pada                           pokok
         jawabannya dapat dikelompokkan sebagai berikut:
         Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring
                                                                      Rentang
                         Kriteria Jawaban
                                                                       Skor
                                                                       0 -2
     Kebanggaan yang berkaitan dengan kekayaan alam
     Indonesia.

     Kebanggaan yang berkaitan dengan keindahan tanah
                                                                       0-2
     air Indonesia (pemandangan alamnya, geografisnya,
     dan sebagainya).

     Kebanggaan yang berkaitan dengan keanekaragaman
                                                                       0-2
     budaya, suku, adat istiadat tetapi dapat bersatu.

     Kebanggaan yang berkaitan              dengan   keramah-
                                                                       0-2
     tamahan masyarakat Indonesia.

                   Jumkah skor maksimum                                 8




80
     4.   Sebutkan 4 (empat) macam batuan intrusi dan jelaskan ciri-ciri ke 4
          (empat) macam batuan tersebut.


     Kriteria Jawaban dan Pedoman Skoring
                                                                  Rentang
                       Kriteria Jawaban
                                                                   Skor

     Empat macam batuan intrusi dari batuan berikut:
     a. Granit.     e. Grano Diorit       h. Dunit.
1.   b. Diorit.     f. Tonalit.           i. Peridotit             0-2
     c. Gabro.      g. Syenit.            k. Piroksenit
     d. Monzonit.                          l. Horblende


     Ciri-ciri sebagai berikut :
     a. Granit :Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas
                                 dan Kuarsa.
                 Mineral karakteristik : Muskovit, Biotit,
                                         Hornblende
     b. Diorit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na.
                 Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende,
                                         Piroksen.
     c. Gabro : Mineral utama : Plagioklas kaya Ca.
                 Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende,
2.                                                                 0-6
                                         Piroksen.
     d. Monzonit : Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas.
                    Mineral karakteristik : Biotit,
                                      Hornblende, Piroksen
     e. Granodiorit : Mineral utama : Ortoklas lebih
                               sedikit daripada Plagioklas.
                      Mineral karakteristik : Biotit,
                                      Hornblende, Piroksen
     f. Tonalit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na.
                    dan seterusnya ....


                 Jumlah skor maksimum                                8


                                                                          81
E. Pembobotan Soal dan Nilai Butir Soal
     Pembobotan soal adalah pemberian bobot kepada suatu soal
     dengan cara membandingkannya dengan soal lain dalam sebuah
     perangkat uji (tes) yang sama, dengan demikian pembobotan soal
     uraian hanya dapat dilakukan dalam suatu unit perangkat uji (tes).
     Apabila suatu soal uraian berdiri sendiri maka tidak dapat dihitung
     atau ditetapkan bobotnya.
     Bobot setiap soal uraian yang ada dalam suatu perangkat tes
     ditentukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan
     dengan materi uji dan karakteristik soal itu sendiri, seperti luas
     lingkup materi soal, esensialitas dan tingkat kedalaman materi yang
     ditanyakan, serta tingkat kesukaran soal tersebut.
     Sebagaimana telah dijelaskan bahwa tiap butir soal uraian, baik
     uraian objektif maupun non-objektif, mempunyai skor maksimum
     masing-masing. Skor maksimum suatu butir soal uraian tidak ada
     hubungannya dengan bobot soal itu sendiri.


                                                             a
       Perhitungan nilai butir soal (NBS) adalah :   NBS =     c
                                                             b

       Catatan :    a = skor yang diperoleh siswa untuk butir soal
                    b = skor maksimum soal
                    c = bobot soal

     Setelah diperoleh nilai pada setiap butir soal (N BS), maka dapat
     dihitung total nilai butir soal sebagai nilai perolehan siswa (NPS)
     untuk serangkaian soal dalam tes itu, dengan menggunakan rumus:


                               NPS =  NBS


       Catatan :    NPS = Nilai Perolehan Siswa/peserta didik




82
  Contoh   :    NPS dengan skala 100


              Skor          Skor                         Nilai
                                        Bobot Soal
No. Soal    Perolehan     Maksimum                    Butir Soal
               (a)           (b)            (c)         (NBS)
   1.           3             5             20          12,00
   2.           4             4             40          40,00
   3.           2             8             10           2,50
   4.           6             8             30          22,50
                        NPS                             77,00

                                                                NPS

  Dalam penghitungan nilai satu butir soal (NBS) dan skor perolehan
  siswa (NPS) untuk suatu perangkat tes, tidak terdapat perbedaan
  antara soal uraian objektif dengan soal uraian non-objektif.




                                                                   83
84
                           BAB IV
                   PENULISAN SOAL PRAKTIK

A. Pengertian
   Soal praktik adalah bentuk soal yang menuntut jawaban peserta
   didik dalam bentuk perilaku, tindakan, atau perbuatan. Peserta didik
   melaksanakan kegiatan sesuai dengan apa yang ditugaskan,
   diperintahkan, dan ditanyakan. Misalnya, penugasan projek:
   Pembuatan daun pintu sesuai dengan gambar kerja yang telah
   disediakan atau Pembuatan daun pintu dengan rancangan oleh
   peserta uji (data teknis/kriteria produk telah ditentukan).

   Untuk melihat bagaimana proses/cara membuat daun pintu sesuai
   dengan gambar kerja, soal harus memberi instruksi kepada peserta
   didik mempraktikkan atau mendemonstrasikan cara membuat pintu
   sesuai dengan konstruksi dan ukuran yang ada pada gambar kerja.
   Pelaksanaan ujian praktik dapat dilakukan secara individual
   maupun kelompok, tetapi penilaiannya tetap secara individu.

B. Kaidah Penyusunan Soal Praktik
   Penyusunan soal praktik, hendaknya sesuai dengan petunjuk
   berikut:
   1.   Kompetensi yang diujikan dapat merupakan SK tunggal atau
        terdiri beberapa SK (komprehensif);
   2.   Penugasan       praktik    maupun     pedoman     penilainnya
        dikembangkan dengan mengacu pada kisi-kisi soal;
   3.   Hasil penugasan hendaknya dapat berupa produk (benda jadi
        atau jasa) yang laku jual/memenuhi pasar;
   4.   Hendaknya mempertimbangkan dan ditetapkan kondisi unjuk
        kerja, namun harus memenuhi standar minimal;
   5.   Rumusan soal hendaknya meliputi aspek-aspek keselamatan
        kerja, alat/komponen/bahan yang akan digunakan dan tugas
        yang harus dilakukan oleh peserta didik/siswa;
   6.   Gambar kerja harus jelas, baik tampak, penampang, maupun
        ukurannya dan dibuat sesuai dengan aturan gambar teknik;
   7.   Bahasa yang digunakan harus singkat dan jelas serta mengacu
        kepada aturan yang baku.

                                                                    85
C. Contoh Format Soal Praktik
     Judul Tugas : Pengaturan Posisi Silinder Menggunakan PLC
     I.    Petunjuk
           1. Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik, yang
              terdiri dari 2 halaman.
           2. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan sesuai soal ujian
              praktik, yaitu:
              - Trainer PLC
              - Kabel Data
              - PC Pentium IV
              - Power Supply
              - Tool kit
              - Multimeter Digital
              - Trainer Pneumatik
              - Elektro-pneumatik.
           3. Laporkan hasil setiap tahapan penyelesaian pekerjaan
              kepada penguji/penilai.
           4. Bila menemui kesulitan dalam pelaksanaan ujian praktik
              konsultasikan kepada pembimbing.
           5. Buatlah laporan hasil pelaksanaan ujian praktik.

     II.   Keselamatan Kerja
           1. Gunakan pakaian kerja lengkap selama ujian praktik.
           2. Simpan peralatan dan komponen pada tempat yang aman.
           3. Periksa rancangan yang Anda buat sebelum di ON-kan.




86
III. Daftar Peralatan, Komponen, dan Bahan

                  Nama
   No.                                 Spesifikasi        Jumlah    Keterangan
          Alat/Komponen/Bahan
    1                  2                     3               4            5
    1.    Alat Tes /Alat Tangan     Standar               1 set
    2.    Toolkit                   Pentium IV            1 unit
    3.    Komputer                  5Vdc, 24 Vdc/1A       1 buah
    4.    Power Supply              Digital ( standar )   1 buah
    5.    Multimeter                Standar               1 unit
    6.    Trainer PLC               Standar               1 unit
          Trainer Pneumatik
          Komponen
    1.    Elektro-pneumatik         Festo P2-1            1 unit

          Bahan
    1.    Kabel data                RJ 45                 1 buah


IV. Soal/Tugas
   Suatu diagram langkah silinder seperti pada gambar di bawah.
    1. Lengkapilah         dengan     tombol       START,          STOP       dan
         EMERGENCY STOP dengan ketentuan;
          START ditekan mesin berjalan terus menerus sampai
             tombol STOP ditekan, sesuai diagram langkah;
          EMERGENCY STOP ditekan semua silinder kembali
             ke posisi awal secara serentak.
          Kecepatan maju silinder A dapat diatur.
    2. Realisasikan dan implementasikan dengan program PLC!




                                                                               87
     Kerjakan tugas-tugas dengan langkah-langkah sebagai berikut:
         1.   Buatlah rancangan gambar rangkaian sesuai dengan
              gambar kerja!
         2.   Tentukan komponen-komponen             yang      diperlukan   dan
              lakukan pemasangan!
         3.   Lakukan uji coba rangkaian dan analisis rangkaian!
         4.   Lakukan pengukuran dan pengumpulan data!




                       Gambar sketsa dan wiring diagram
                   pengontrolan elektro-pneumatik dengan PLC




88
                                                                     Pencapaian Kompetensi
No            Komponen/Subkomponen Penilaian                                       Ya
                                                             Tidak
                                                                     7,0-7,9     8,0-8,9     9,0-10
1                              2                               3        4           5          6
I    Persiapan Kerja
     1.1. Persiapan peralatan / komponen
     1.2. Persiapan perlengkapan kerja
                                          Skor Komponen :
II   Proses (Sistematika dan Cara Kerja)
     2.1. Menguasai perencanaan teknik pengontrolan
           kontrol mekanik
           2.1. 1. Mengoperasikan system pengontrolan
                      pada sistem instrumentasi
     2.2. Menguasai konsep dasar microprossesor, micro
           controller, dan PLC pada sistem kontrol mekanik
           2.2.1.   Menguasai programable logic control (
                    PLC ) pada sistem kontrol mekanik
     2.3. Menerapkan konsep pengontrolan pada sistem
          instrumentasi
          Dan seterusnya ...
                                        Skor Komponen :


                                                                                                      89
     III   Hasil Kerja
           3.1. Membuat rancangan gambar rangkaian
           3.2. Menentukan komponen yang diperlukan
           3.3. Melakukan uji coba rangkaian
           3.4. Melakukan pengukuran dan ujicoba
                                                Skor Komponen :
     IV    Sikap Kerja
           4.1. Penggunaan alat tangan dan alat ukur
           4.2. Keselamatan kerja
                                                Skor Komponen :
     V     Waktu
           5.1. Waktu penyelesaian praktik
                                                Skor Komponen :




90
                             PENUTUP

Penilaian hasil belajar peserta didik sebagai bagian integral dari proses
pembelajaran, merupakan peran yang merefleksikan standar kelulusan
dari suatu standar kompetensi. Penilaian harus dijadikan sebagai acuan
dalam membuat rancangan belajar dan proses pembelajaran, karena
pada hakikatnya pembelajaran itu merupakan upaya untuk memenuhi
permintaan penilaian.      Apabila dalam penilaian yang dirancang
berdasarkan indikator dari sebuah KD mengandung aspek/ranah
pengetahuan, maka proses pembelajaran harus membahas tentang
pengetahuan, apabila ada penilaian motorik, maka proses pembelajaran
harus ada kegiatan praktik, dan apabila ada penilaian sikap, maka
dalam pembelajaran harus ada proses pembentukan sikap.

Sebuah rancangan penilaian yang baik, akan mampu memberikan
arahan kepada guru bagaimana proses belajar mengajar yang efektif
harus dilakukan. Bagi peserta didik, sebuah rancangan penilaian dapat
memberikan informasi apa yang harus dicapai dan mengarahkan
bagaimana seharusnya peserta didik belajar agar kompeten.

Petunjuk teknis pelaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik dan
pelaporan hasil hasil belajar ini, dimaksudkan untuk menyamakan
persepsi terhadap proses penilaian hasil belajar peserta didik dan
pelaporan hasil belajar. Demi kesempurnaan bahan ini, kami sangat
mengharapkan partisipasi Anda untuk memberikan saran dan
masukannya.




                                                                      91
92
                                                                 Lampiran 1
                       Contoh Tabel Penilaian Sikap
      Jenis/Aspek               Standar Pencapaian
No                                                        Strategi Penilaian
          Sikap                  Deskripsi         Skor
1    Beriman dan       Melaksanakan kegiatan             Observasi
     bertakwa          keagaman sesuai agama              aktivitas
     kepada Tuhan      yang dipeluknya                    keagamaan
     Yang Maha Esa      Rutin, tidak ada yang      5     siswa
                         tertinggal                      Verifikasi jurnal
                        Rutin, tidak melaksanakan  4     kegiatan
                         20 %
                        Rutin, tidak melaksanakan  3
                         40 %
                        Rutin, tidak melaksanakan  2
                         60 %
                        Rutin, tidak melaksanakan  1
                         80 %
2    Berakhlak mulia   Berlaku hormat pada                Observasi
                       masyarakat di ingkungannya         aktivitas siswa
                        Selalu                     5     dalam bermasya-
                        sering                     4     rakat di sekolah
                        kadang-kadang              3
                        jarang                     2
                        sangat jarang              1
3    Mandiri           Melaksanakan                        Observasi
                       pekerjaan/tugas-tugas siswa          aktivitas siswa
                       tanpa        harus        di         dalam melaksa-
                       suruh/ditunggui                      nakan tugas
                        Selalu                       5    Verifikasi
                        sering                       4     rekaman
                        kadang-kadang                3     penyerahan
                        jarang                       2     tugas-tugas
                        sangat jarang                1     siswa.
4    Menjadi warga     Mampu menghargai                    Observasi
     negara     yang   pendapat orang lain                 aktivitas siswa
     demokratis         Selalu                       5    dalam berdiskusi,
                        sering                       4    bermasyarakat di
                        kadang-kadang                3    sekolah
                        jarang                       2
                        sangat jarang                1



                                                                              93
      Jenis/Aspek             Standar Pencapaian
No                                                      Strategi Penilaian
         Sikap                 Deskripsi         Skor
5    Bertanggung      Tidak menyontek dalam             Observasi aktivitas
     jawab            ulangan Menyelesaikan             siswa dalam
                      tugas sesuai dan tepat            ulangan
                      waktu
                       Selalu                    5
                       sering                    4
                       kadang-kadang             3
                       jarang                    2
                       sangat jarang             1
6    Sikap percaya    Mampu tampil secara wajar         Observasi aktivitas
     diri             dalam kegiatan dengan             siswa dalam
                      massa                             berdiskusi,
                       Selalu                    5     kegiatan massa di
                       sering                    4     sekolah/ber-
                       kadang-kadang             3     masyarakat
                       jarang                    2
                       sangat jarang             1

7    Berpartisipasi   Melaksanakan                      Observasi
     dalam            pekerjaan/tugas-tugas tanpa       ketaatan siswa
     penegakan        harus di suruh/ditunggui          dalam mengikuti
     aturan-aturan     Selalu                      5   peraturan tata
     sosial            sering                      4   tertib sekolah
                       kadang-kadang               3
                       jarang                      2
                       sangat jarang               1
8    Kedisiplinan     Kehadiran di sekolah/             Verifikasi presensi
     masuk sekolah    presensi siswa                    siswa
                       Selalu                      5
                       Absensi 10 %                4
                       Absensi 10 % s.d 15 %       3
                       Absensi 15 % s.d 20 %       2
                       Absensi lebih dari 20 %     1




94
       Jenis/Aspek             Standar Pencapaian
No                                                       Strategi Penilaian
          Sikap                 Deskripsi         Skor
9    Menjaga          Membuang sampah pada               Observasi perilaku
     kebersihan       tempatnya, tidak mengotori         siswa dalam
     lingkungan       lingkungan                         kehidupan di
                       Selalu                     5     sekolah
                       Sering                     4
                       Kadang-kadang              3
                       jarang                     2
                       Jarang sekali              1
10   Menjaga          Menggunakan alat                   Observasi
     kesehatan dan    keselamatan kerja dalam            terhadap
     keamanan diri,   kegiatan pembelajaran              kebiasaan siswa
                      praktik                            menggunakan
                       Selalu                     5     keselamatan kerja
                       sering                     4     dalam kegiatan
                       kadang-kadang              3     praktik.
                       jarang                     2
                       sangat jarang              1
11   Memahami         Menghargai hak orang lain,         Observasi perilaku
     hak dan          memenuhi kewajiban,                siswa dalam
     kewajiban diri   bersikap tegas dalam               kehidupan
     dan orang lain   kebenaran                          bermasyarakat
     dalam             Selalu                     5     (penegakan
     pergaulan di      Sering                     4     aturan)
     masyarakat        Kadang-kadang              3
                       jarang                     2
                       Jarang sekali              1
12   Berempati        Perduli terhadap masyarakat        Observasi perilaku
     terhadap         sekolah                            siswa dalam
     orang lain        Selalu                     5     keperdulian
                       Sering                     4     terhadap sesama
                       Kadang-kadang              3
                       jarang                     2
                       Jarang sekali              1




                                                                             95
                                                                                                                  Lampiran 2
                                  Contoh Kisi-kisi dan Pengembangan Soal

 Mata pelajaran : DASAR DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA
 Kelas/Semester : X/1
          STANDAR            KOMPETENSI                                       TEKNIK
 NO                                                  INDIKATOR                                      CONTOH SOAL
        KOMPETENSI               DASAR                                     PENILAIAN
1     Menguasai dasar-    Menggunakan alat    Peralatan ukur listrik    Tes tertulis      Watt meter, Ampere meter, dan
      dasar kelistrikan   ukur listrik dan     diidentifikasi dan        (pilihan ganda)   Volt meter ac/dc karakteristik
      dan elektronika     elektronika          diklasifikasi sesuai                        kerjanya berdasarkan ….
                                               dengan karakteristik                        a. kumparan putar.
                                               kerjanya                                    b. elektro dinamis.
                                                                                           c. Induksi.
                                                                                           d. besi Putar.
                                                                                           e. magnit Jarum.
                                              ...

                                              Macam-macam alat                            Sesuai karakteristiknya watt meter
                                               ukur listrik dijelaskan                     berfungsi untuk mengukur … listrik
                                               kakateristiknya                             a. arus
                                               sesuai dengan fungsi                        b. tegangan
                                               utamanya                                    c. energi
                                                                                           d. daya
                                                                                           e. frekuensi



96
                                                                                                                                                                                                                                                 Lampiran 3
                                                                                                                     Contoh Format L E G E R
Bidang Studi Keahlian                                          :
Program Studi Keahlian                                         :
Kompetensi Keahlian                                            :
                                                                                                                                                                                                               DATA
                                                           NORMATIF                                                         ADAPTIF                                       PRODUKTIF                                                      Absensi        Catatan
                                                                                                                                                                                                              PRIBADI
           NAMA PESERTA DIDIK




                                                                   BAHASA INDONESIA




                                                                                                                              BAHASA INGGRIS
                                                                                      PEND. JAS & OR




                                                                                                                                               Dan seterusnya
                                                                                                       SENI BUDAYA




                                                                                                                                                                                                                            KERAPIHAN
                                                                                                                                                                                                                KERAJINAN
                                                                                                                                                                                                   KELAKUAN
                                                 AGAMA
                                     TAHUN




                                                                                                                                                                                                                                        SAKIT



                                                                                                                                                                                                                                                       ALPA
                                                         PKn




                                                                                                                                                                                                                                                IJIN
     NIS




                                                                                                                      IPA
No




1    2          3               4            5    6      7              8                 9             10            11       12               13              14   15   16   17   18   20   21   22            23          24         25      26     27     28
                                     Kelulusan

                                I    Perbaikan

                                     Tgl

                                     Kelulusan
                                II   Perbaikan
                                     Tgl




                                                                                                                                                                                                                                                              97
                                                                                               1




98
                                                                                               2
                                                                                               3
                                                                                               4



                                                                       III




                                         IV




     Tgl
                                   Tgl
                                                                 Tgl
                                                                                               5




                       Kelulusan
                                                     Kelulusan
                                                                                   Kelulusan




           Perbaikan
                                         Perbaikan
                                                                       Perbaikan
                                                                                               6
                                                                                                    AGAMA
                                                                                               7



                                                                                                    PKn
                                                                                               8




                                                                                                    BAHASA INDONESIA
                                                                                               9




                                                                                                    PEND. JAS & OR
                                                                                               10




                                                                                                    SENI BUDAYA
                                                                                               11




                                                                                                    IPA
                                                                                               12




                                                                                                    BAHASA INGGRIS
                                                                                               13




                                                                                                    Dan seterusnya
                                                                                               14
                                                                                               15
                                                                                               16
                                                                                               17
                                                                                               18
                                                                                               20
                                                                                               21
                                                                                               22




                                                                                                    KELAKUAN
                                                                                               23




                                                                                                    KERAJINAN
                                                                                               24




                                                                                                    KERAPIHAN
                                                                                               25




                                                                                                    SAKIT
                                                                                               26




                                                                                                    IJIN
                                                                                               27




                                                                                                    ALPA
                                                                                               28
                                                                                                                           Lampiran 4
                                                 Contoh Format R A P O R
    Nama Peserta didik      :   .............................................. Nomor Induk            :   ................................
    Bidang Studi Keahlian   :   .............................................. Program Studi Keahlian :   ................................
    Tahun Pelajaran         :   .............................................. Kompetensi Keahlian :      ................................
                                                                               Kelas/Semester         :   ................................


                                                                            Nilai Hasil Belajar
No         Mata Pelajaran       KKM
                                        Angka              Huruf             Predikat         Deskripsi Kemajuan Belajar
I       Normatif
                                                                                         Mampu memahami dan mengamalkan
        Pendidikan Agama
    1                            75        75       Tujuh puluh lima            Baik     tentang sifat adil, ridla, dan amal shaleh,
        Islam                                                                            dengan baik
        Pendidikan                                                                        Mampu memahami dan mengamalkan
    2                            75        76       Tujuh puluh enam            Baik      Pancasila dengan baik
        Kewarganegaraan
                                                                                          Cukup mampu dalam menyimpulkan
    3 Bahasa Indonesia           75        75          Tujuh puluh              Baik      dan menyimak informasi dan cukup baik
                                                                                          dalam memahami perintah kerja tertulis
      Pendidikan Jasmani,                                                                Cukup mampu mempraktikkan
                                                                                         permainan olahraga beregu , atletik serta
    4 Olahraga dan               70        72        Tujuh puluh dua          Cukup      nilai kerjasama, kejujuran, menghargai,
      Kesehatan                                                                          semangat dan percaya diri
                                                                                          Cukup memahami keunikan gagasan
    5 Seni Rupa                  70        73        Tujuh puluh tiga         Cukup       dan teknik dalam karya seni rupa di
                                                                                          wilayah Nusantara

                                                                                                                                         99
                                                                                  Nilai Hasil Belajar
 No          Mata Pelajaran            KKM
                                               Angka             Huruf             Predikat      Deskripsi Kemajuan Belajar
                                                                                              Mampu mengidentifikasi fungsi dan
                                                                                              latar belakang musik dengan sangat
                                                                                    Amat      baik
       6 Seni Musik                     70        90        Sembilan puluh
                                                                                    Baik      Mampu menunjukkan nilai-nilai , hasil
                                                                                              pengalaman yang didapatkan melalui
                                                                                              pertunjukan musik dengan sangat baik
                                                                                              Cukup mampu mengidentifikasi jenis,
                                                                                              peran, dan perkembangan tari, keunikan
       7 Seni Tari                      70        74      Tujuh puluh empat         Cukup     gagasan dan teknik dalam karya seni
                                                                                              tari di wilayah Nusantara
  II      Adaptif
                                                                                              Mampu memahami percakapan terbatas
       1 Bahasa Inggris                 72        75       Tujuh puluh lima          Baik     dengan penutur asli dan surat-surat
                                                                                              bisnis sederhana
                                                                                              Mampu menerapkan konsep kesalahan
       2 Matematika                     72        75       Tujuh puluh lima          Baik     pengukuran, dan menerapkan konsep
                                                                                              operasi hasil pengukuran

   ...
        Dan seterusnya ...
   ...
Catatan: Lihat contoh Buku dan Petunjuk Pengisian Laporan Hasil Belajar (Rapor)


100
                                                        Lampiran 5
                         Contoh Format
                           TRANSKRIP
                    AKHIR TAHUN PENDIDIKAN

      Nama                          : ___________________________
      NIS                           : ___________________________
      Tempat/tgl lahir              : ___________________________
      Bidang/Program Studi Keahlian : ___________________________
      Kompetensi Keahlian           : ___________________________

                              JML                     NILAI
NO      MATA PELAJARAN                  KKM
                              JAM             ANGKA       HURUF
      NORMATIF
1
2
3
4
      ADAPTIF
 1
 2
 3
 4
dst
      PRODUKTIF

 1
 2
 3
dst
      IPK (Indeks Prestasi Komulatif)


                                          _______ , ___________
                                          Kepala SMK ___________


                                          ____________________




                                                              101
                                                                                                Lampiran 6
                                          Contoh Format
                             PASPOR KETERAMPILAN (SKILL PASSPORT)

                                              NILAI PENCAPAIAN KOMPETENSI
      STANDAR KOMPETENSI/                                                          NAMA GURU/       CAP
NO                          INDIKATOR    BELUM
       KOMPETENSI DASAR                               TGL.    KOMPETEN      TGL.     QA/QC        INSTANSI
                                        KOMPETEN




102
                                                                                        Lampiran 7
                                               Contoh
                               KARTU HASIL STUDI (KHS)
                            TAHUN PELAJARAN ………./…………



Nama Peserta didik: ......................     Bidang Studi Keahlian : .......................
Nomor Induk            : ...................   Prog. Studi Keahlian : ........................
Tempat/Tgl. Lahir : .....................      Kompetensi Keahlian : ………………..
                                               Kelas/Semester              : ………………..


                                                                                 Nilai Kelulusan
No.        Mata Pelajaran/Standar              Kode Standar
                Kompetensi                     Kompetensi/          KKM       Angka        Predikat
                                                Kompetensi
                                                  Dasar
        Program Normatif
 1
 2
 3
        Program Adaptif
 1
 2
 3
        Program Produktif
 1
 2
 3




                                                                                                   103
                                                             Lampiran 8

                   Contoh Perumusan Kalimat Soal
                      Sesuai Tingkat Kesulitan

Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis

1. Membandingkan
   - Jelaskan persamaan dan perbedaan antara ... dan ....
   - Bandingkan dua cara berikut tentang ....
2. Hubungan sebab-akibat
   - Apa penyebab utama ....
   - Apa akibat ....
3. Memberi alasan (justifying)
   - Manakah pilihan berikut yang Anda pilih, mengapa?
   - Jelaskan mengapa Anda setuju/tidak setuju dengan pernyataan
     tentang ....
4. Meringkas
   - Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ....
   - Ringkaslah dengan tepat isi ....
5. Menyimpulkan
   - Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ....
   - Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa
     berikut ....
6. Berpendapat (inferring)
   - Berdasarkan ..., apa yang akan terjadi bila ....
   - Apa reaksi A terhadap ....
7. Mengelompokkan
   - Kelompokkan hal berikut berdasarkan ....
   - Apakah hal berikut memiliki ....
8. Menciptakan
   - Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ....
   - Lengkapilah cerita ... tentang apa yang akan terjadi bila ....
9. Menerapkan
   - Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ....
   - Tuliskan ... dengan menggunakan pedoman ....



104
10. Analisis
    - Manakah benih yang baik dari pernyataan pada tulisan paragraf
      ....
    - Daftarlah dan beri alasan singkat tentang ciri utama benih yang
      baik ....
11. Sintesis
    - Tuliskan satu rencana untuk pembuktian ....
    - Tuliskan sebuah laporan ....
12. Evaluasi
    - Apakah kelebihan dan kelemahan ....
    - Berdasarkan kriteria ..., tuliskanlah pandangan Anda tentang ....

Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah

1. Mengidentifikasi masalah
   Contoh indikator soal:
   Disajikan   deskripsi   suatu   situasi/masalah,  siswa   dapat
   mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus
   dipecahkan.
2. Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan
   Contoh indikator soal:
   Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah, siswa
   dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan.
3. Memahami kata dalam konteks
   Contoh indikator soal:
   Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok
   katanya digarisbawahi, siswa dapat menjelaskan maknanya yang
   berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri.
4. Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai
   Contoh indikator soal:
   Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan
   terhadap masalah, siswa dapat mengidentifikasi semua informasi
   yang tidak relevan.
5. Memilih masalah sendiri
   Contoh indikator soal:




                                                                      105
      Disajikan beberapa masalah, siswa dapat memberikan alasan satu
      masalah     yang   dipilih  sendiri, dan   menjelaskan    cara
      penyelesaiannya.

6. Mendeskripsikan berbagai strategi
   Contoh indikator soal:
   Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memecahkan
   masalah ke dalam dua cara atau lebih, kemudian menunjukkan
   solusinya ke dalam gambar, diagram, atau grafik.
7. Mengidentifikasi asumsi
   Contoh indikator soal:
   Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa dapat memberikan
   solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan
   yang akan datang.
8. Mendeskripsikan masalah
   Contoh indikator soal:
   Disajikan sebuah pernyataan masalah, siswa
   dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang
   menunjukkan situasi masalah.
9. Memberi alasan masalah yang sulit
   Contoh indikator soal:
   Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi
   pentingnya dihilangkan, siswa dapat menjelaskan mengapa
   masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting
   yang dihilangkan.
10. Memberi alasan solusi
    Contoh indikator soal:
    Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih
    kemungkinan solusinya, siswa dapat memilih satu solusi yang
    paling tepat dan memberikan alasannya.
11. Memberi alasan strategi yang digunakan
    Contoh indikator soal:
    Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih
    strategi untuk menyelesaikan masalah, siswa dapat memilih satu
    strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan
    memberikan alasannya.
12. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah
    Contoh indikator soal:

106
   Disajikan sebuah cerita, kartun, grafik atau tabel dan sebuah
   pernyataan masalah, siswa dapat memecahkan masalah dan
   menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan
   masalah.

13. Membuat strategi lain
    Contoh indikator soal:
    Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk
    menyelesaikan masalanya, siswa dapat menyelesaikan masalah itu
    dengan menggunakan strategi lain.
14. Menggunakan analogi
   Contoh indikator soal:
    Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaian
    nya, siswa dapat:
    (1) Mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini)
        yang dapat diselesaikan dengan
        menggunakan strategi itu,
    (2) Memberikan alasannya.
15. Menyelesaiakan secara terencana
   Contoh indikator soal:
    Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks, siswa dapat
    menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input, proses,
    output, dan outcomenya.
16. Mengevaluasi kualitas solusi
    Contoh indikator soal:
    Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk
    menyelesaikan masalah, siswa dapat:
    (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu,
    (2) mengevaluasinya,
    (3) menentukan strategi mana yang tepat,
    (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan
        dengan strategi lainnya.
17. Mengevaluasi strategi sistematikanya
    Contoh indikator soal:
    Disajikan sebuah pernyataan masalah, beberapa strategi
    pemecahan masalahnya, dan prosedurnya, siswa dapat
    mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang
    disajikan.




                                                                 107

								
To top