BUKU_PI_KARNO

Document Sample
BUKU_PI_KARNO Powered By Docstoc
					                                     PENGANTAR


Perdagangan internasional merupakan satu materi bahasan yang selalu
berkembang setiap saat. Dengan demikian seseorang yang ingin
mengetahui, memahami, maupun melakukan perdagangan internasional,
sudah    semestinya         selalu    meng-update     pengetahuannya         tentang
perkembangan perdagangan internasional itu sendiri. Untuk bisa updating
pengetahuan, seseorang harus memahami konsep dasar perdagangan
internasional sedemikian sehingga cukup kuat untuk menjadi landasan
pengembangan.


Tujuan umum (TIU) dari materi perdagangan internasional ini adalah :
1. Mahasiswa mampu memahami konsep dasar teori perdagangan
   internasional, mulai dari merkantilisme sampai dengan konsep teori
   modern saat ini.
2. Mahasiswa        mampu            memahami     tentang    kebijakan       tentang
   perdagangan internasional
3. Mahasiswa        mampu       memahami        pengertian   nilai   tukar    dalam
   perdagangan internasional
4. Mahasiswa mampu memahami isi Balance of Payment suatu negara.


Secara khusus, buku ini memiliki indikator pencapaian kompetensi (TIK)
sebagai berikut :
1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar teori perdagangan
   internasional, mulai dari merkantilisme sampai dengan konsep teori
   modern saat ini.
2. Mahasiswa        mampu       menjelaskan     penerapan     kebijakan      tentang
   perdagangan internasional



Perdagangan Internasional                                                              1
3. Mahasiswa      mampu     melakukan    perhitungan   nilai   tukar   dalam
   perdagangan internasional
4. Mahasiswa mampu menjelaskan isi Balance of Payment suatu negara.


Buku ini dirancang sedemikian rupa sehingga mudah untuk dibaca,
dipahami, dan diserap oleh mahasiswa/pembaca. Buku ini memuat bahan
pengetahuan dasar tentang perdagangan internasional. Untuk lebih baik
lagi dalam memahami materi dari buku ini maka sebaiknya mahasiswa
telah menyelesaikan materi pengantar teori ekonomi dan materi pengantar
bisnis. Setelah membaca buku ini mahasiswa memperoleh gambaran
tentang ruang lingkup perdagangan internasional, teori perdagangan
internasional, kebijakan pemerintah tentang perdagangan internasional,
perhitungan nilai tukar (kurs), pasar valuta asing, liberalisasi perdagangan
internasional, serta neraca pembayaran internasional. Selamat menikmati
buku ini.




Perdagangan Internasional                                                      2
                                 BAB I
                            PENDAHULUAN



 Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
 1. Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup perdagangan
    internasional
 2. Mahasiswa mampu membedakan konsep kerja perdagangan
    nasional dengan perdagangan internasional
 3. Mahasiswa       mampu    menjelaskan    pengaruh perdagangan
    internasional terhadap perdagangan nasional


1.1. Pengertian


Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia membutuhkan
alat pemenuh kebutuhannya dari orang lain. Berangkat dari hal tersebut
maka muncullah transaksi diantara manusia untuk saling memenuhi
kebutuhannya, yang pada akhirnya dikenal dengan istilah perdagangan.
Hal tersebut tidak hanya terjadi antar manusia, tetapi juga terjadi antara
manusia dengan lembaga, lembaga dengan lembaga, lembaga dengan
negara, maupun antar negara. Lingkaran keterkaitan hubungan transaksi
tersebut dipelajari dalam ilmu ekonomi.


Ilmu Ekonomi Internasional adalah salah satu ilmu yang mempelajari
hubungan ekonomi antar negara di dunia. Sedangkan perdagangan
internasional merupakan bagian dari ilmu ekonomi internasional. Hampir
semua negara di dunia ini melakukan hubungan ekonomi dengan negara
lain, misalnya ekspor (atau impor) produk (barang-barang, jasa-jasa, dan
ide-ide) maupun faktor produksi seperti modal, tenaga kerja, teknologi,
dan lain sebagainya.




Perdagangan Internasional                                                    3
Harapan dari hubungan ekonomi internasional adalah untuk meningkatkan
kesejahteraan, bisa mengkonsumsi/menikmati produk (barang/jasa/ide)
yang tidak dapat dihasilkan sendiri (dapat dihasilkan tetapi dengan cara
kurang    efisien).   Teori-teori   yang    dibahas    dalam     Perdagangan
Internasional antara lain adalah teori perdagangan internasional, teori
kebijakan perdagangan internasional (keduanya lebih banyak membahas
pada analisis micro economics), neraca pembayaran                internasional,
keseimbangan /adjustment neraca pembayaran internasional (keduanya
lebih banyak membahas pada macro economics).


Analisis yang digunakan berbasis pada analisis ekonomi pada umumnya,
namun dalam hal-hal tertentu akan digunakan analisis secara khusus. Hal
ini disebabkan karena adanya keberbedaan kondisi dari negara satu
dengan     negara     lainnya,   misalnya   kedaulatan    negara,   peraturan
perundang-undangan,         kebijakan   ekonomi,   kebijakan     perdagangan
internasional, dll.


Perdagangan yang dilakukan secara internasional meliputi semua jenis
produk, yang termasuk di dalamnya adalah barang, jasa, dan ide.
Sedangkan      masalah      utama   yang    dihadapi     dalam   perdagangan
internasional adalah scarcity (kelangkaan) dan choice (pilihan). Masalah
scarcity dan choice muncul karena adanya needs & wants yang tidak
terbatas dan supply yang terbatas.


Dalam membahas perdagangan internasional tidak dapat lepas dari
globalisasi. Karakteristik globalisasi adalah : (1) keterbukaan ekonomi, (2)
keterkaitan dan ketergantungan ekonomi, keuangan, perdagangan, dan




Perdagangan Internasional                                                         4
industri antar negara, (3) persaingan yang semakin ketat (produktivitas,
efisiensi, dan efektifitas).


Semua teori yang dibahas memiliki asumsi dasar yang harus dipenuhi.
Asumsi dari teori perdagangan internasional yaitu : (1) neutrality of money,
(2) jumlah faktor produksi tetap, (3) faktor produksi tdk dapat berpindah,
(4) teknologi yang tersedia sama, (5) tidak ada trade barrier, dan (6)
adanya full employment faktor produksi. Hubungan antara Ilmu Ekonomi,
Ekonomi Internasional, dan Perdagangan Internasional seperti terlihat
pada gambar di bawah ini.




                               Perdagangan
                               Internasional




Perdagangan Internasional merupakan subset dari Ekonomi Internasional.
Sedangkan Ekonomi Internasional merupakan subset dari Ilmu Ekonomi.


Salah satu alasan terjadinya perdagangan suatu negara dengan negara
lain adalah karena adanya perbedaan harga suatu barang pada negara-
negara tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi harga suatu barang,
antara lain proses produksi, biaya produksi, upah, modal, bahan baku,
teknologi, dan lain sebagainya. Masing-masing negara memiliki sumber
daya yang berbeda-beda dalam memproduksi suatu barang. Pada jenis
barang yang sama yang diproduksi oleh beberapa negara, maka akan
terjadi tingkat persaingan yang relatif ketat di pasar internasional.




Perdagangan Internasional                                                      5
1.2. Perbedaan Antara Perdagangan Dalam Negeri Dengan Perdagangan
    Internasional


    Ada beberapa hal yang membedakan antara perdagangan dalam negeri
    dengan perdagangan internasional. Perbedaan tersebut antara lain :


    a. Mata uang yang berlainan
    Dalam perdagangan internasional terdapat kemungkinan perubahan nilai
    relatif dari mata uang yang digunakan. Pada setiap mata uang suatu
    negara dibadingkan dengan mata uang negara lain akan menimbulkan
    kurs (nilai tukar) yang menyebabkan setiap perdagangan dengan negara
    lain menimbulkan resiko perubahan nilai transaksi pada suatu waktu
    tertentu.


    b. Kebijakan perpajakan yang berbeda
    Dalam perdagangan internasional, setiap negara pasti berusaha untuk
    melindungi kepentingan nasionalnya. Untuk itu diterapkan kebijakan
    perpajakan yang berbeda sesuai kepentingan negara masing-masing.
    Banyak diantara negara-negara mengadakan kerjasama pada bidang
    ekonomi, tetapi pada saat kepentingan domestik suatu negara dirasa
    terancam, maka negara tersebut akan mengutamakan kebijakan yang
    melindungi kepentingan negaranya.


    c. Mobilitas faktor-faktor produksi
    Dalam perdagangan dalam negeri, mobilitas faktor produksi seolah-olah
    tidak ada hambatan sama sekali, karena adanya kesamaan bahasa,
    tradisi, peraturan, cuaca, dan lain sebagainya. Namun sebaliknya untuk
    perdagangan      internasional,   mobilitas   faktor   produksi   menghadapi



    Perdagangan Internasional                                                      6
beberapa hambatan, terutama adalah peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Pada sisi yang lain, mobilitas faktor-faktor produksi dalam
skala internasional merupakan suatu hal yang penting bagi perkembangan
suatu negara.


d. Pasar yang terpisah
Dalam perdagangan internasional, pasar terpisah baik secara fisik
maupun secara ekonomi. Dengan adanya berbagai perbedaan, baik
budaya, bahasa, kondisi, kebiasaan, selera, dan lain sebagainya, maka
terjadi pemisahan pasar. Contoh yang paling mudah dijelaskan adalah
peraturan berkendaraan (mobil) di wilayah Eropa dan di Indonesia. Di
negara-negara Eropa, mobil menggunakan lajur jalan sebelah kanan,
sedangkan di Indonesia menggunakan lajur di sebelah kiri. Dengan
demikian jika negera Indonesia akan mengimpor mobil dari negara-negara
Eropa maka harus memesan sesuai dengan peraturan lalu lintas di
Indonesia.


Dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, perdagangan (baik
perdagangan domestik maupun perdagangan internasional) memiliki
peranan yang sangat besar. Jika suatu negara memproduksi barang yang
dibutuhkan oleh negara lain, maka hal tersebut akan meningkatkan
perkembangan industri di negara tersebut. Perkembangan ini akan
meningkatkan      penyerapan   tenaga    kerja,   meningkatkan    tingkat
produktivitas tenaga kerja dalam negeri negara tersebut, tingkat inovasi,
desain produk dan lain sebagainya. Dengan demikian akan terjadi
peningkatan perekonomian negara tersebut, yang selanjutnya akan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi.




Perdagangan Internasional                                                   7
1.3. Perkembangan Perdagangan Internasional


Dari waktu ke waktu perdagangan selalu mengalami perkembangan.
Tidak ada satu negara pun di dunia ini yang tidak melakukan
perdagangan. Demikian pula dengan perdagangan internasional yang
selalu berkembang mengikuti perkembangan sektor lainnya. Banyak faktor
yang mempengaruhi perkembangan perdagangan internasional. Faktor
teknologi merupakan salah satu faktor yang sangat berperan penting
dalam percepatan perkembangan perdagangan internasional. Faktor
pendukung perkembangan perdagangan internasional lainnya antara lain
kemajuan di bidang transportasi, kemajuan bidang komunikasi, kemajuan
di bidang informasi, dan lain sebagainya. Semua negara sudah terjangkau
sarana transportasi secara aman dan cepat. Komunikasi dapat dilakukan
oleh berbagai orang yang berbeda belahan bumi secara real time.
Peristiwa yang terjadi pada negara-negara di belahan bumi selatan pada
saat yang sama informasi tetang peristiwa tersebut sudah sampai pada
negara-negara di belahan bumi utara. Kondisi perkembangan teknologi ini
memacu perkembangan pasar internasional secara kompleks.


Di Indonesia, perdagangan internasional sudah dilakukan sejak dahulu.
Namun demikian belum semua proses transaksi perdagangan tercatat
secara baik. Tabel di bawah ini merupakan contoh perkembangan
perdagangan internasional Indonesia pada beberapa tahun yang lalu.
Kondisi pada tabel di bawah ini dapat dibandingkan dengan kondisi
perdagangan internasional terkini negara Indonesia.




Perdagangan Internasional                                                 8
                Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia
                                (Tahun Terpilih)
                            (000.000 Dollar Amerika)
        Tahun               Ekspor               Impor     Kurs ($/Rp)
         1915                310,8                160,4          2.48
         1920                746,3                436,9          3.00
         1925                725,4                345,0          2.50
         1930                481,9                370,4          2.49
         1935                341,4                187,8          1.48
         1940                500,2                232,8          1.88
   Sumber : Soelistiyo, 1977 hal 7
   Catatan : bandingkan dengan kondisi awal tahun 2009 kurs ($/Rp)
   sekitar 11.000,00


1.4. Pengaruh Ekonomi Internasional terhadap Ekonomi Nasional
A. Aspek Makro
1. Ditinjau dari sisi Supply dan Demand


Keseimbangan ekonomi nasional terjadi pada posisi :
                            Supply Total = Demand Total
           Produk Domestik + Impor = Konsumsi Domestik + Ekspor
Secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut :
              P                                       St
                                                           St1


              Po                      Eo
              P1                                 E1
                                            Dt
                  O   Q1         Qo    Qe                    Q


Perdagangan Internasional                                                9
Penjelasan :
a. Posisi keseimbangan dalam negeri sebelumnya berada pada Eo
   dengan kurva demand total (Dt) dan supply total (St) pada produksi
   sejumlah Qo dan harga Po
b. Bila impor naik, maka supply total dalam negeri bertambah (St akan
   bergeser ke kanan menjadi St1). Dengan demikian harga akan turun
   menjadi P1 dengan jumlah produksi dalam negeri turun menjadi Q1
   (keseimbangan bergeser dari Eo ke E1).
               P                                St


             P2                       E2
            Po
                            Eo
                                      Dt       Dt1

                   O        Qo   Q2                    Q


Penjelasan :
a. Posisi keseimbangan dalam negeri sebelumnya berada pada Eo
   dengan kurva demand total (Dt) dan supply total (St) pada produksi
   sejumlah Qo dan harga Po
b. Bila ekspor naik, maka demand total dalam negeri bertambah (Dt akan
   bergeser ke kanan menjadi Dt1). Dengan demikian harga akan naik
   menjadi P2 dengan jumlah produksi dalam negeri naik menjadi Q2
   (keseimbangan bergeser dari Eo ke E2).




Perdagangan Internasional                                                10
2. Ditinjau dari perhitungan Pendapatan Nasional


Pada perekonomian tertutup, yang berarti tidak ada hubungan dengan
negara lain, maka secara sederhana fungsi pendapatan nasional
digambarkan sebagai persamaan di bawah ini.
       Y = C + S atau
       Y=C+I
Artinya, pendapatan nasional hanya merupakan seluruh konsumsi
masyarakat (C) ditambah dengan jumlah tabungan (S). Secara nasional,
jumlah seluruh tabungan yang ada merupakan investasi (I) dari negara
tersebut. Pada model perekonomian tertutup yang lebih besar, fungsi
tersebut    ditambah        dengan   pengeluaran   pemerintah   (goverment
expenditure/G). Fungsi tersebut menjadi :


       Y=C+I+G


Namun dalam model perekonomian terbuka, ditambah lagi dengan unsur
hubungan luar negeri, yakni adanya ekspor (X) dan impor (M). Jumlah
ekspor     merupakan        pendapatan,   sedangkan    impor    merupakan
pengurangan pendapatan. Secara teoritis, perhitungan pendapatan
nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran pada perekonomian
terbuka sebagai berikut :


       Y = C + I + G + (X – M)


Keterangan :
Y : Pendapatan nasional atau GNP
C : Konsumsi



Perdagangan Internasional                                                    11
I   : Investasi
G : Pengeluaran pemerintah
X : ekspor
M : Impor


Penjelasan :
a. Bila X > M, maka posisi neraca perdagangan luar negeri surplus,
    sehingga pendapatan nasional meningkat.
b. Bila X < M, maka posisi neraca perdagangan luar negeri defisit,
    sehingga pendapatan nasional menurun.


Catatan :
a. Semakin terbuka perekonomian suatu negara maka pengaruh ekonomi
    internasional semakin besar.
b. Suatu negara dikatakan memiliki ekonomi terbuka jika ekspor total >
    10% GDP (Sumitro, 1982)


B. Aspek Mikro


Terkait dengan aspek mikro, maka terdapat 2 penjelasan uatama, yaitu :
a. Suatu perusahaan dalam operasinya menggunakan input baik dari
    dalam negeri maupun luar negeri. Untuk mendapatkan input tersebut
    membutuhkan biaya yang baik secara langsung maupun tidak
    langsung akan dipengaruhi oleh kurs valuta asing. Jika valas apresiasi
    maka supply barang akan berkurang dengan harga yang lebih tinggi.
    Hal ini mengakibatkan      biaya menjadi naik yang menyebabkan
    pendapatan (keuntungan) turun.




Perdagangan Internasional                                                    12
b. Suatu perusahaan dalam operasinya memasarkan produknya baik ke
   dalam     negeri   maupun   luar    negeri.    Besarnya      hasil   penjualan
   (pendapatan) baik secara langsung maupun tidak langsung akan
   dipengaruhi oleh kurs valuta asing. Jika valas apresiasi maka demand
   dari luar negeri akan meningkat. Hal ini mengakibatkan pendapatan
   (keuntungan) meningkat.


1.5.   Peranan     Perdagangan    Internasional         Dalam     Pertumbuhan
       Ekonomi
Perdagangan internasional memiliki peranan penting dalam pertumbuhan
ekonomi. Peranan tersebut antara lain :
1. Pada kondisi perdagangan internasional berkembang (maju) maka
   semangat produktivitas akan meningkat pula. Kondisi tersebut secara
   otomatis akan diikuti dengan peningkatan kualitas dan kuantitas
   barang atau jasa yang diperdagangkan.
2. Peningkatan produktivitas akan secara langsung berdampak pada
   peningkatan pendapatan, dimana peningkatan pendapatan ini akan
   mempengaruhi minat beli. Minat beli yang tinggi akan memacu
   percepatan     perkembangan        usaha,     yang   pada    akhirnya    akan
   meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.


1.6. Macam Batasan Dalam Perdagangan Internasional
A. Dilihat dari sisi negara pengekspor
Hal-hal yang menjadi batasan perdagangan internasional antara lain :
1. Keterbatasan sumber daya atau faktor produksi yang dimiliki
2. Larangan ekspor untuk jenis barang/jasa tertentu
3. Rendahnya kemampuan bersaing (karena mutu produk yang rendah)
4. Kurang efisien dalam proses produksi



Perdagangan Internasional                                                           13
   B. Dilihat dari sisi negara tujuan
   Hal-hal yang menjadi batasan perdagangan internasional antara lain :
   1. Pengenaan tariff yang tinggi untuk jenis barang tertentu
   2. Penerapan quota barang masuk
   3. Issue produk ramah lingkungan
   4. Penerapan standar mutu


   RANGKUMAN
   Ilmu Ekonomi Internasional adalah salah satu ilmu yang mempelajari
   hubungan ekonomi antar negara di dunia. Sedangkan perdagangan
   internasional merupakan bagian dari ilmu ekonomi internasional. Teori-
   teori yang dibahas dalam Perdagangan Internasional antara lain adalah
   teori   perdagangan         internasional,   teori    kebijakan    perdagangan
   internasional (keduanya lebih banyak membahas pada analisis micro
   economics),     neraca      pembayaran          internasional,    keseimbangan
   /adjustment neraca pembayaran internasional (keduanya lebih banyak
   membahas pada macro economics). Sedangkan masalah utama yang
   dihadapi dalam perdagangan internasional adalah scarcity (kelangkaan)
   dan choice (pilihan). Pengaruh ekonomi internasional terhadap ekonomi
   nasional bisa ditinjau dari aspek macro (supply-demand, Pendapatan
   nasional) dan aspek micro.


   SOAL LATIHAN
1. Mengapa suatu negara melakukan perdagangan?
2. Apa     pengaruh    perdagangan       internasional    terhadap    perdagangan
   nasional?
3. Apa alasan suatu negara mengimpor barang dari negara lain?



   Perdagangan Internasional                                                        14
                                   BAB II
                TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL

 Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
 1. Mahasiswa mampu menjelaskan teori perdagangan internasional
 2. Mahasiswa mampu menghitung dasar tukar dalam negeri maupun
    dasar tukar internasional
 3. Mahasiswa mampu menjelaskan kurva kemungkinan produksi
    dalam kaitannya dengan perdagangan internasional




2.1 Merkantilisme
Ajaran ini terkenal mulai abad 16 sampai dengan pertengahan abad 18,
yang bermula dari negara Inggris, Spanyol, Perancis, dan Belanda.
Penganut ajaran merkantilisme dikenal dengan sebutan kaum merkantilis.
Ide dasar dan tujuan utama dari merkantilisme adalah :
a. Pemupukan logam mulia
b. Hasrat yang besar untuk mencapai dan mempertahankan kelebihan
   nilai ekspor atas nilai impor


Ajaran kaum merkantilis adalah suatu negara dapat menjadi kaya dan
berkuasa apabila bisa mengembangkan ekspornya melebihi impor. Selisih
antara nilai ekspor dengan impor akan berupa aliran masuk emas/logam
mulia. Semakin banyak memiliki emas/logam mulia maka semakin kuat
dan kaya negara tersebut. Kaum merkantilis menganjurkan untuk
menekan ongkos produksi dan menekan tingkat upah tenaga kerja,
dengan harapan dapat bersaing di pasar internasional. Kaum merkantilis
selalu berusaha untuk memperoleh monopoli perdagangan. Monopoli
perdagangan hanya dapat diperoleh jika memiliki armada yang kuat untuk
mengangkut barang maupun bahan mentah yang diperlukan.




Perdagangan Internasional                                                15
Untuk mencapai tujuan utama tersebut, maka suatu negara harus
mendorong ekspor sekaligus membatasi jumlah impor. Dengan demikian
kondisi perdagangan selalu surplus yang berarti terjadi kenaikan
cadangan logam mulia (emas) di dalam negeri. Ekspor akan meningkat
jika harga barang bisa bersaing di pasar internasional. Salah satu caranya
adalah dengan menekan biaya produksi dan biaya tenaga kerja.


Kritik David Hume terhadap Merkatilisme (dikenal dgn mekanisme
otomatis) :

     Negara kaya            Bila X>M      LM banyak         Money supply naik


                                           PM turun              PX naik


                                           QM naik            QX turun


                        Negara miskin                 LM turun


Negara yang kaya secara otomatis merupakan negara yang kuat, baik
secara ekonomi maupun angkatan perangnya. Dengan demikian negara
tersebut dengan mudah mencapai kondisi nilai ekspor yang selalu lebih
besar dibandingkan dengan nilai impor. Dalam kondisi surplus tersebut
maka logam mulia (emas) secara nasional menjadi lebih banyak. Hal ini
berarti jumlah uang yang beredar di dalam negeri meningkat (supply uang
meningkat). Dengan supply uang di dalam negeri meningkat memberikan
dampak harga barang ekspor menjadi meningkat (naik), yang akan
mempengaruhi jumlah ekspor yang semakin menurun. Pada sisi yang lain,
dengan meningkatnya jumlah logam mulia maka berakibat turunnya harga
barang impor, yang pada akhirnya mengakibatkan jumlah barang impor



Perdagangan Internasional                                                       16
menjadi meningkat. Kondisi jumlah ekspor yang semakin menurun
dibarengi dengan jumlah impor yang semakin meningkat menyebabkan
jumlah logam mulia (emas) akan semakin berkurang (menurun). Dengan
demikian negara tersebut akan menjadi negara yang miskin karena
cadangan logam mulianya semakin sedikit.


Dari kritik tersebut maka teori merkantilis menjadi kurang relevan,
sehingga muncul teori klasik (Absolute Advantage) oleh Adam Smith,
yakni :
a. Ukuran kemakmuran tidak diukur dari banyaknya logam mulia (LM)
b. Kemakmuran suatu negara diukur dari besarnya Gross Domestic
   Product (GDP) dan sumbangan perdagangan luar negeri terhadap
   pembentukan GDP
c. Untuk meningkatkan GDP dan perdagangan luar negeri, pemerintah
   harus mengurangi campur tangannya sehingga tercipta free trade.
d. Dengan free trade maka akan muncul spesialisasi sesuai dengan
   keunggulan absolut masing-masing negara.
e. Spesialisasi akan memacu peningkatan produktivitas dan efisiensi
   sehigga GDP naik
f. Peningkatan GDP identik dengan peningkatan kemakmuran.


Kritik Adam Smith terhadap merkantilisme :
Kemakmuran suatu negara tidak dapat diukur dengan banyaknya logam
mulia yang dimiliki oleh negara tersebut. Kemakmuran akan terlihat
dengan jelas dari besarnya Gross Domestic Product (GDP) ditambah
dengan pendapatan yang diperoleh dari perdagangan dengan negara lain
serta dikurangi dengan semua pengeluaran negara.




Perdagangan Internasional                                              17
                             Tdk diukur dengan LM
     Kemakmuran
                             Diukur dengan GDP + PLN - G         Free trade


       Produktivitas
                            Spesialisasi (absolute advantage)    Persaingan
         Efisiensi


       GDP naik + PLN luas                Kemakmuran meningkat




Untuk mencapai kemakmuran tersebut, maka dianjurkan perekonomian
berjalan tanpa adanya campurtangan pemerintah secara langsung
(kondisi perdagangan bebas/free trade). Pelaksanaan perdagangan bebas
harus siap menghadapi tingkat persaingan yang sangat ketat dengan
produk dari negara lain yang dilempar ke pasar internasional. Persaingan
tersebut akan memaksa suatu negara melakukan spesialisasi pada
barang yang paling efisien diproduksi dan meninggalkan produksi barang
yang kurang efisien diproduksi. Kondisi ini akan meningkatkan efisiensi
sekaligus produktivitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP
serta meningkatkan perluasan pasar luar negeri. Dengan demikian
kemakmuran negara tersebut akan selalu meningkat.


2.2. Teori Keuntungan Absolut (Absolute Advantage) : Adam Smith


Adam Smith dengan tulisannya “The Wealth of Nation” (1776) merupakan
tonggak perdagangan bebas. Dengan “Free Trade”-nya menentang
merkantilisme. Dengan perdagangan bebas, setiap negara akan bisa




Perdagangan Internasional                                                     18
berspesialisasi dalam produksi barang-barang yang memiliki keuntungan
absolut. Teori ini lebih mendasarkan pada variabel riil (bukan variabel
moneter) sehingga dikenal dengan nama teori murni (pure theory).


Dalam teori ini, sustu barang diukur dengan banyaknya tenaga kerja yang
digunakan untuk menghasilkan barang tersebut (labor theory of value).
Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan berarti semakin tinggi nilai
barang tersebut.


Contoh yang dikemukakan oleh Adam Smith untuk menjelaskan
nilai/harga suatu barang seperti di bawah ini.


       Untuk menangkap seekor kucing dibutuhkan 1 orang tenaga
       Untuk menangkap seekor harimau dibutuhkan 4 orang tenaga
       Hal ini berarti perbandingan harga harimau dibandingkan kucing
       adalah 1:4


Dasar teori :
Setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional (gain
from trade) karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor
barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak (absolute
advantage), serta mengimpor barang jika negara tersebut memiliki
ketidakunggulan mutlak (absolute disadvantage). Suatu negara harus
berproduksi barang yang dapat dihasilkan dengan cara yang lebih efisien
dan mengimpor barang-barang yang kalau dihasilkan sendiri kurang
efisien. Adam Smith memberikan contoh bahwa setiap 10 orang dalam 1
hari masing-masing negara dapat menghasilkan gandum dan kain dalam
unit tertentu.




Perdagangan Internasional                                                 19
Asumsi dari teori keunggulan absolut (Adam Smith) :
1) Faktor produksi yang digunakan hanya tenaga kerja
2) Kualitas barang sama
3) Pertukaran model barter
4) Biaya transpor diabaikan


Contoh :
                                         Negara (jml tenaga kerja)
           Produksi (per unit)
                                    Amerika Serikat          Inggris
        Gandum                               8                    10
        Pakaian                              4                    2
       Sumber : Niken, 2003 hal 7


Dari contoh di atas, terlihat bahwa Amerika memiliki keunggulan absolut
pada produksi gandum, sedangkan Inggris memiliki keunggulan absolut
pada produksi pakaian. Untuk memproduksi satu unit gandum, di Inggris
diperlukan 10 tenaga kerja sedangkan di Amerika hanya memerlukan 8
tenaga kerja. Untuk memproduksi satu unit pakaian, di Amerika diperlukan
4 tenaga kerja sedangkan di Inggris hanya memerlukan 2 tenaga kerja.


Sebelum terjadi pertukaran (perdagangan), berarti diproduksi sendiri,
     Di Amerika, 1 unit gandum ditukar dengan 2 unit pakaian.
     Di Inggris, 1 unit pakaian ditukar dengan 1/5 unit gandum.


Setelah terjadi pertukaran (perdagangan), berarti ada spesialisasi
(Amerika pada gandum dan Inggris pada pakaian). Misalkan nilai tukarnya
adalah 1 unit gandum = 4 unit pakaian,




Perdagangan Internasional                                                  20
Amerika menjual 1 unit gandum ke Inggris dan ditukar 4 unit pakaian.
Berarti Amerika mendapat keuntungan 2 unit pakaian (yakni 4 – 2).
Sedangkan Inggris akan menukar 1 unit pakaian dengan ¼ unit gandum.
Berarti Inggris mendapat keuntungan 1/20 unit gandum (yakni 1/4 – 1/5).


Contoh lain :
                                                Negara
                Produksi
                                    Amerika Serikat         Inggris
        Gandum (kw/jam kerja)              6                   1
        Kain (yar/jam kerja)               1                   2
       Sumber : Sutantiya,1988 hal 9


Pada tabel di atas menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki
keunggulan absolut (yaitu dengan faktor produksi yang sama dapat
menghasilkan output yang lebih banyak dibanding negara lain) pada
produksi gandum, sedangkan Inggris memiliki keunggulan absolut pada
kain. Amerika akan berspesialisasi pada produksi gandum, sedangkan
Inggris akan berspesialisasi pada produksi kain. Jika kedua negara
tersebut melakukan pertukaran antara gandum dengan kain, maka kedua
negara tersebut akan memperoleh keuntungan. Dengan demikian kedua
negara tersebut dapat melakukan pertukaran, 6 kw gandum Amerika
ditukar dengan 2 yar kain dari Inggris.


Sebelum terjadi pertukaran (perdagangan), berarti diproduksi sendiri,
     Di Amerika, 6 kw gandum hanya ditukar dengan 1 yar kain.
     Di Inggris, 2 yar kain hanya ditukar dengan 1 kw gandum




Perdagangan Internasional                                                 21
Setelah terjadi pertukaran (perdagangan), berarti ada spesialisasi,
     Di Amerika, 6 kw gandum akan ditukar dengan 2 yar kain dari
     Inggris.
     Di Inggris, 2 yar kain akan ditukar dengan 6 kw gandum dari
     Amerika.


Keuntungan dari adanya perdagangan (gain of trade) :
     Amerika memperoleh keuntungan 1 yar kain
     Inggris memperoleh keuntungan 5 kw gandum


Teori Adam Smith belum menyinggung jika terdapat negara yang tidak
memiliki keunggulan absolut.


2.3. Teori Keuntungan Komparatif (Comparative Advantage) : David
     Ricardo


Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo untuk memperbaiki kelemahan
dari pendapat Adam Smith. Teori ini berpendapat bahwa meskipun suatu
negara tidak memiliki keuntungan absolut pada salah satu jenis barang
namun perdagangan internasional yang menguntungkan keduabelah
pihak tetap dapat dilakukan.


Suatu negara dianjurkan memproduksi dan mengekspor barang yang
memiliki keuntungan komparatif (atau absolute disadvantage yang lebih
kecil). Pada sisi lain, negara tersebut harus mengimpor barang-barang
yang memiliki absolute disadvantage yang lebih besar (atau comparative
disadvantage). Hal ini disebut dengan Hukum Keuntungan Komparatif
(The law of comparative advantage).




Perdagangan Internasional                                                22
Contoh klasik seperti pada ilustrasi di bawah ini. Pada contoh ini Inggris
tidak   memiliki      keuntungan   absolut   sedangkan   Amerika     memiliki
keuntungan absolut pada semua barang. Namun demikian Inggris
memiliki keuntungan komparatif pada produk kain. Kedua negara akan
dapat melakukan perdagangan internasional jika Amerika berspesialisasi
pada Gandum dan Inggris pada Kain.


Contoh :
                Produksi                          Negara
            (10 org / minggu)         Amerika Serikat         Inggris
         Gandum (bakul)                       6                  2
         Kain (yar)                          10                  6
        Sumber : Niken, 2003 hal 9


Menurut teori absolute advantage maka kondisi seperti di atas tidak akan
terjadi perdagangan antara negara Amerika dengan Inggris, karena
Amerika memiliki keunggulan mutlak pada kedua jenis barang. Tetapi
menurut teori comparative advantage kedua negara tersebut masih bisa
melakukan perdagangan yang saling menguntungkan.


Amerika :
        Produksi gandum Amerika dibandingkan Inggris : 6 : 2 atau 3 : 1
        Produksi kain Amerika dibandingkan Inggris : 10 : 6 atau 5/3 : 1
        Karena 3:1 lebih besar dibanding 5/3:1 berarti Amerika memiliki
        keunggulan komparatif pada produksi gandum.




Perdagangan Internasional                                                       23
Inggris :
       Produksi gandum Inggris dibandingkan Amerika : 2 : 6 atau 1/3 : 1
       Produksi kain Inggris dibandingkan Amerika : 6 : 10 atau 3/5 : 1
       Karena 3/5:1 lebih besar dibanding 1/3:1 berarti Inggris memiliki
       keunggulan komparatif pada produksi kain.


Dasar tukar (terms of trade) ditentukan dari batas nilai tukar dalam negeri
masing-masing.


Untuk gandum :
-   Di Amerika : 6 bakul gandum = 10 yar kain atau 1 bakul = 1 2/3 yar
-   Di Inggris : 2 bakul gandum = 6 yar kain atau 1 bakul = 3 yar
Jadi terms of trade-nya adalah 1 2/3 < n < 3


Untuk kain :
-   Di Amerika : 10 yar kain = 6 bakul gandum atau 1 yar = 3/5 bakul
-   Di Inggris : 6 yar kain = 2 bakul gandum atau 1 yar = 1/3 bakul
Jadi terms of trade-nya adalah 1/3 < n < 3/5


Jika dalam pertukaran menggunakan terms of trade 1 bakul = 2 yar, maka
keuntungan dari perdagangan (gains from trade) adalah :
       Tiap bakul gandum : Amerika : 2 yar – 1 2/3 yar = 1/3 yar
                             Inggris : 3 yar – 2 yar = 1 yar
       Tiap yar kain : Amerika : 3/5 bakul – ½ bakul = 1/10 bakul
                        Inggris : ½ bakul – 1/3 bakul = 1/6 bakul




Perdagangan Internasional                                                     24
Contoh lain :
                                                 Negara
                Produksi
                                     Amerika Serikat      Inggris
        Gandum (kw/jam kerja)              6                1
        Kain (yar/jam kerja)               4                3
       Sumber : Sutantiya,1988 hal 11


Dari data di atas, dapat dilihat bahwa Amerika memiliki keuntungan
absolut pada kedua jenis barang, baik gandum maupun kain. Tetapi
Amerika memiliki keuntungan absolut lebih besar pada gandum (6:1)
dibandingkan dengan kain (4:3). Pada sisi lain, Inggris memiliki
keuntungan komparatif pada kain.


Dilihat dari sisi negara Amerika Serikat :
Untuk produksi Gandum :
       Per jam kerja Amerika Serikat menghasilkan 6 kw sedangkan
       Inggris 1 kw (6:1)
Untuk produksi Kain :
       Per jam kerja Amerika Serikat menghasilkan 4 yar sedangkan
       Inggris 3 yar (1⅓:1)


Jelas terlihat bahwa Amerika memiliki keuntungan absolut pada Gandum.


Dilihat dari sisi negara Inggris :
Untuk produksi Gandum :
       Per jam kerja Inggris menghasilkan 1 kw sedangkan Amerika
       Serikat 6 kw (1:6)




Perdagangan Internasional                                               25
Untuk produksi Kain :
       Per jam kerja Inggris menghasilkan 3 yar sedangkan Amerika
       Serikat 4 yar (1:1⅓)


Jelas terlihat bahwa Inggris memiliki keuntungan komparatif pada Kain.


Kedua negara akan mendapatkan keuntungan dalam perdagangan jika
Amerika Serikat berspesialisasi pada Gandum dan Inggris pada Kain.


Sebelum terjadi pertukaran (perdagangan), berarti diproduksi sendiri,
     Di Amerika, 6 kw gandum hanya ditukar dengan 4 yar kain.
     Di Inggris, 3 yar kain hanya ditukar dengan 1 kw gandum


Setelah terjadi pertukaran (perdagangan), berarti ada spesialisasi
(misalnya dasar tukar 1:1),
     Di Amerika, 6 kw gandum akan ditukar dengan 6 yar kain dari
     Inggris.
     Di Inggris, 3 yar kain akan ditukar dengan 3 kw gandum dari
     Amerika.


Keuntungan dari adanya perdagangan (gain of trade) :
     Amerika memperoleh keuntungan 2 yar kain
     Inggris memperoleh keuntungan 2 kw gandum


2.4. Teori Comparative Cost : John Stuart Mill


Teori ini dikemukakan oleh John Stuart Mill dalam bukunya “Principles of
Political Economy”, 1909). Bahwa selama masih terdapat perbedaan




Perdagangan Internasional                                                  26
dalam rasio produksi konsumsi diantara dua negara maka perdagangan
antar negara tersebut dapat dilaksanakan. Teori ini mengangkat ongkos
komparatif. Perdagangan antar negara akan terjadi bila masing-masing
negara memiliki comparative cost yang terkecil. Masing-masing pihak
akan memperoleh keuntungan jika dasar tukar internasional terletak
diantara dasar tukar dalam negeri masing-masing. Salah satu dasar
asumsi teori ini adalah bahwa nilai suatu barang adalah sama, yakni
diukur dari jumlah satuan kerja yang dicurahkan. Namun dalam
kenyataannya, faktor produksi yang digunakan tidak hanya tenaga kerja.




Contoh : Banyaknya jam kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi
                                  Anggur (1 botol)        Kain (1 yar)
        Portugis                        3 hari                  4 hari
        Inggris                         6 hari                  5 hari
       Sumber : Sutantiya,1988 hal 11


Dari contoh di atas, dapat dinyatakan bahwa besarnya comparative cost
adalah :
   Anggur dibanding kain sebesar 3/4 : 6/5, berarti 3/4 < 6/5
   Kain dibanding anggur sebesar 4/3 : 5/6, berarti 5/6 < 4/3


Dengan demikian Portugis akan berspesialisasi pada produksi anggur
(karena anggur lebih murah diproduksi di Portugis dengan posisi 3/4 <
6/5) sedangkan Inggris berspesialisasi pada produksi kain (dengan posisi
5/6 < 4/3).




Perdagangan Internasional                                                  27
Jika nilai tukar berada pada 1 botol anggur = 1 yar kain, maka Portugis
akan mengorbankan 3 hari kerja untuk mendapatkan 1 yar kain dari
Inggris (kalau diproduksi sendiri memerlukan waktu 4 hari). Demikian pula
Inggris akan mengorbankan 5 hari kerja untuk mendapatkan 1 botol
anggur dari Portugis (kalau diproduksi sendiri memerlukan waktu 6 hari).


Jika lebih dari 2 jenis barang, maka suatu negara akan mengekspor
barang yang mempunyai comparative advantage paling besar (barang
yang mempunyai urutan ongkos paling rendah)
Contoh : Ongkos produksi di dua negara dengan 5 jenis barang
                    A           B              C           D             E
  Indonesia      Rp 100       Rp 400         Rp 900    Rp 1.000       Rp 2.000
  Amerika           $1          $2            $3          $4            $5
        Sumber : Nikensari, 2003 hal 14


Untuk     menentukan        batas    nilai    tukar   dapat    digunakan     cara
membandingkan ongkos produksi tertinggi dan terendah.
       Perbandingan tertinggi pada barang E :         $5 = Rp 2.000
       Perbandingan terendah pada barang A : $5 = Rp           500


Dengan demikian nilai tukar berada pada : Rp 100 <= $1 <= Rp 400
Jika    nilai tukar (kurs) berada di luar batas tersebut, maka salah satu
negara akan menderita kerugian.




Perdagangan Internasional                                                           28
Misal kurs terjadi pada $1 = Rp 300
Ongkos produksi untuk 5 jenis barang menjadi seperti di bawah ini :
                              A        B           C         D          E
 Ongkos di Indonesia        Rp 100   Rp 400      Rp 900   Rp 1.000   Rp 2.000
 Ongkos di Amerika          Rp 300   Rp 600      Rp 900   Rp 1.200   Rp 1.500


Dari kondisi di atas, maka Indonesia akan mengekspor barang A, B, dan D
ke Amerika, dan akan mengimpor barang E dari Amerika. Untuk barang C
tidak diperdagangkan karena tidak ada perbedaan ongkos produksi.
Jika terjadi perubahan kurs, maka akan terjadi pergeseran jenis barang
yang akan diekspor ataupun diimpor oleh kedua negara tersebut.


2.5. Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibilities Curve)
   Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibilities Curve) :
   biaya tetap
   PPC sering disebut juga sebagai Transformation Curve, yang
   menunjukkan kombinasi antara 2 barang yang dihasilkan oleh suatu
   negara dengan mengerjakan seluruh faktor produksi yang dimilikinya
   pada tingkat teknologi yang ada. Tingkat kemiringan curva disebut
   dengan Marginal Rate of Transformation (MRT).


   Contoh : Produksi per tahun dalam biaya tetap
                                       Amerika            Inggris
        Gandum (kw/thn)                    160              60
        Kain (yar/thn)                     80               120
       Sumber : Sutantiya,1988 hal 16




Perdagangan Internasional                                                       29
                  Inggris                           Amerika
       Gandum                                   Gandum
                                         160



                                          80           A’
  60
  40              A



   0         40              120 Kain      0      40        80       Kain



   Setiap titik pada garis PPC merupakan suatu kombinasi antara
   gandum dan kain yang dapat dihasilkan oleh masing-masing negara.
   Misalnya sebelum terjadi perdagangan, Inggris menghasilkan 40
   gandum dan 40 kain (pada titik A), sedangkan Amerika 80 gandum
   dan 40 kain (pada titik A’). MRT Inggris adalah 60/120 = 1/2,
   sedangkan MRT Amerika adalah 160/80 = 2. Jadi nilai tukar berkisar
   antara 1/2 dan 2.


   Jika nilai tukar berada pada 1 unit gandum = 1 unit kain, maka Inggris
   berspesialisasi pada kain dan Amerika pada gandum. PPC masing-
   masing negara seperti di bawah ini.




Perdagangan Internasional                                                   30
                 Inggris                          Amerika
       Gandum                                Gandum
 120                                   160


                                       100            E’
                        E               80       A’
  60
  40              A



   0        40     60       120 Kain     0    40 60        80   160Kain


   Setelah terjadi perdagangan, Inggris mengekspor kain ke Amerika
   sebanyak 60 yar (dari 120 yar produksinya) dan mengimpor 60 kw
   gandum dari Amerika. Dengan demikian Inggris mendapatkan
   keuntungan sebanyak 20 kw gandum dan 20 yar kain. Demikian pula
   Amerika mengekspor gandum ke Inggris sebanyak 60 kw (dari 160 kw
   produksinya) dan mengimpor 60 yar kain dari Inggris. Dengan
   demikian Amerika mendapatkan keuntungan sebanyak 20 kw gandum
   dan 20 yar kain.


   Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibilities Curve) :
   biaya naik
   Dalam kenyataannya, PPC dengan biaya tetap tidak diketemukan,
   yang terjadi adalah bahwa setiap tambahan satu satuan produksi
   harus mengorbankan produk lain dalam jumlah yang lebih besar.
   Gambar PPC cembung ke arah titik O.




Perdagangan Internasional                                                 31
        Gandum                               Negara Inggris
            P2 P1

                                    C            IC3
                           C’
                P                                 IC2
                                        S        IC1
          B”
                       B
                                                  Q            P
          A”                    A

          O          B’ A’             P2     P1                       Kain
        Sumber : Stephen Kakisina, 1989 hal 8


Pada posisi tidak terjadi perdagangan, Inggris berproduksi dan konsumsi
pada titik S, yakni pada kemiringannya (MRT) = PP (produksi kain sebesar
B”S dan gandum sebesar OB”.


Pada saat Inggris membuka perdagangan dengan Amerika, rasio harga
internasional sebesar kemiringan P1P1. Karena kemiringan P1P1 lebih
tegak    (lebih     besar)      dibandingkan     kemiringan    PP,     berarti   harga
internasional       menguntungkan           Inggris,    maka       Inggris    bersedia
menghasilkan kain lebih banyak. Inggris akan berproduksi pada Q (kain
sebanyak A”Q dan gandum sebanyak OA”) dengan konsumsi pada C
(kain sebanyak OA’ dan gandum sebanyak A’C).


Hal ini berarti terjadi surplus produksi kain sebanyak AQ yang diekspor ke
Amerika dan kekurangan konsumsi gandum sebanyak AC yang diimpor
dari Amerika.


Pertanyaan : Bagaimana jika Inggris tetap berproduksi pada posisi S
dengan konsumsi pada posisi C’?




Perdagangan Internasional                                                                32
2.6. Teori Modern : Heckcher – Ohlin (H-O)


   Teori ini mengatakan bahwa sebaiknya suatu negara berspesialisasi
   dalam produksi barang-barang yang menggunakan faktor produksi
   (tanah, tenaga kerja, dan modal) yang relatif banyak (berarti harga
   relatif faktor produksi tersebut murah).
   Misalkan di negara A dengan uang 100 dapat memperoleh 20 tenaga
   kerja atau 5 unit mesin, sedangkan di negara B dengan uang 100
   memperoleh 10 tenaga kerja atau 20 unit mesin. Kombinasi dua faktor
   produksi yang dapat diperoleh dengan sejumlah uang tertentu disebut
   dengan ISOCOST.


                     Negara A                           Negara B
               TK                                  TK
         60

         40

         20                                   30
                        300                   20
                      200                                    300
                    100                       10          200
                                                        100

           O        5 10 15     Mesin          O          20   40   60 Mesin


   Kemiringan ISOCOST menunjukkan perbandingan harga antara
   tenaga kerja dan mesin, yaitu 20:5 = 4:1 untuk negara A dan 10:20 =
   1:2 untuk negara B. Dari rasio tersebut dapat dikatakan bahwa negara
   A lebih murah memproduksi barang yang padat tenaga kerja dan
   sedikit kapital (labor intensive), sedangkan negara B lebih murah




Perdagangan Internasional                                                 33
   memproduksi barang yang padat kapital dan sedikit tenaga kerja
   (capital intensive),


   Jika dilihat dari kombinasi dua faktor produksi yang menghasilkan total
   output yang sama (ISOQUANT), adalah sebagai berikut :



                       Negara A                              Negara B
                  TK                                TK




                                  Isoquant 3
                                Isoquant 2
                             Isoquant 1                                    Isoquant 3
                                                                         Isoquant 2
                                                                     Isoquant 1
           O                         Mesin      O                              Mesin


Dari gambar isoquant di atas terlihat bahwa negara lebih condong ke
padat tenaga kerja, sedangkan negara B lebih condong ke padat kapital.


2.7. Teori Modern : Kesamaan Harga Faktor Produksi
   Teori    ini    mengatakan     bahwa   perdagangan    bebas   cenderung
   mengakibatkan harga faktor produksi sama di beberapa negara.
   Penjelasan gambar :




Perdagangan Internasional                                                      34
                                    Negara A
           Upah                                   Hrg Kapital
                                    S                                  S
      S2                                     R1
      S1                                     R2
                     D1 D2                                      D2 D1

      O        L1    L2             TK    O             C2 C1          Kapital
                                    Negara B
           Upah                                   Hrg Kapital
                                S                                  S
      S1                                     R2
      S2                                     R1
                         D2    D1                         D1 D2

      O             L2    L1            TK   O       C1 C2             Kapital


Posisi keseimbangan sebelum perdagangan, upah pada S1 jml TK pada
L1, dan harga kapital pada R1 dengan jml kapital pada C1. Upah di
negara A < negara B, sedangkan harga kapital di negara A > negara B.
Keseimbangan pada permintaan (D1) dan penawaran (S). Setelah
melakukan perdagangan, maka upah dan harga pada dua negara sama,
yakni pada posisi keseimbangan permintaan (D2) dan penawaran (S).


2.8. Teori Modern : Permintaan dan Penawaran
   Teori ini mempunyai prinsip bahwa perdagangan antar 2 negara terjadi
   disebabkan karena adanya perbedaan permintaan dan penawaran.
   Penjelasan gambar : (contoh produksi wool)
   Pada posisi belum terjadi perdagangan, harga di Australia sangat
   murah (P1) dibanding harga di Inggris (P2). Dengan membuka
   perdagangan, maka Australia memiliki peluang untuk memproduksi
   sebanyak Q’ karena harga di Inggris pada P2, dan Inggris meminta
   sebanyak Q1’ pada harga P1.




Perdagangan Internasional                                                        35
     Hrg          Australia        Hrg             Inggris

             Da               Sa         Di        Si
     P2                            P2

     P                             P

     P1                            P1



         O              Q     Q’   O          Q1        Q1’   Q

    Sumber : Nikensari, 2003 hal 22


Tetapi dengan adanya jumlah produksi yang meningkat maka di Australia
berdampak biaya meningkat dan akan meningkatkan harga, serta pada
sisi perdagangan internasional akan mengakibatkan harga menurun.
Dengan demikian akan terjadi keseimbangan pasar internasional pada
harga P.


2.9. Alternatif Teori


Banyak teori yang muncul dengan mencoba menjelaskan komposisi dari
barang yang diperdagangkan, antara lain :
   Ketrampilan (human skill)
   Pandangan umum, negara maju memiliki tenaga kerja yang lebih
   terampil jika dibandingkan dengan negara belum maju. Oleh karena
   itu, negara maju cenderung mengekspor barang yang padat tenaga
   ahli, sedangkan negara belum maju akan mengekspor barang-barang
   yang padat tenaga kurang ahli.




Perdagangan Internasional                                               36
   Skala ekonomis (economics of scale)
   Negara yang memiliki pasar dalam negerinya luas cenderung
   mengekspor barang yang dapat dihasilkan dengan biaya rata-rata
   menurun dengan makin besarnya skala perusahaan (economies of
   scale). Sebaliknya negara kecil yang memiliki pasar dalam negerinya
   sempit cenderung melakukan ekspor barang yang tidak memenuhi
   syarat skala perusahaan yang ekonomis.
   Kemajuan teknologi
   Negara maju akan memiliki industri yang maju pula, sehingga bisa
   menciptakan barang/produk baru dengan lebih cepat. Dengan
   demikian negara maju dapat menikmati pasar internasional dari produk
   barunya. Dalam realita, negara yang belum maju akan meniru produk
   baru dari negara maju, memproduksinya dengan biaya yang lebih
   murah/rendah sehingga mampu mengekspornya ke luar negeri.
   Product life cycle (PLC)
   Masa PLC setiap produk berbeda-beda, tergantung dari jenis produk,
   pengguna produk, musim dari negara pengguna produk, dan lain
   sebagainya. Biasanya produk dengan muatan teknologi tinggi memiliki
   PLC yang relatif cepat, yang berartitingkat inovasi untuk menghasilkan
   produk baru juga relatif cepat. Negara yang memproduksi barang-
   barang dengan PLC cepat akan menikmati pasar internasional lebih
   dulu dibandingkan dengan negara yang memproduksi barang-barang
   dengan PLC lama.




Perdagangan Internasional                                                   37
RANGKUMAN


Tujuan utama dari merkantilisme adalah pemupukan logam mulia dan
hasrat yang besar untuk mencapai dan mempertahankan kelebihan nilai
ekspor atas nilai impor. Dasar teori Keunggulan Absolut (Adam Smith)
adalah     setiap   negara     akan   memperoleh      manfaat    perdagangan
internasional (gain from trade) karena melakukan spesialisasi produksi
dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak
(absolute advantage), serta mengimpor barang jika negara tersebut
memiliki     ketidakunggulan     mutlak   (absolute    disadvantage).     Teori
Keunggulan Komparatif (David Ricardo) menyatakan bahwa suatu negara
dianjurkan    memproduksi      dan    mengekspor      barang    yang   memiliki
keuntungan komparatif (atau absolute disadvantage yang lebih kecil), dan
sebaliknya negara tersebut harus mengimpor barang-barang yang
memiliki absolute disadvantage yang lebih besar (atau comparative
disadvantage). Teori Komparatif Cost (John Stuart Mill) menyatakan
bahwa perdagangan antar negara akan terjadi bila masing-masing negara
memiliki comparative cost yang terkecil.


SOAL LATIHAN
1. Jelaskan kritik David Hume terhadap teori Merkatilisme!
2. Apa     perbedaan    antara    teori    keunggulan    komparatif     dengan
   keunkeuntungan keunggulan absolute
3. Bagaimana perdagangan internasional bisa terjadi menurut teori H-O?




Perdagangan Internasional                                                         38
                                   BAB III
             KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL


 Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
 1. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis kebijakan perdagangan
    internasional
 2. Mahasiswa mampu menjelaskan dampak kebijakan perdagangan
    internasional


3.1. Pengantar


Perdagangan bebas memberikan keuntungan bagi masing-masing negara
yang melakukan perdagangan. Setiap negara memperoleh keuntungan
dari adanya pembagian kerja internasional baik melalui realokasi faktor-
faktor produksi maupun kenaikan tingkat konsumsi. Dalam kenyataannya,
banyak negara yang tidak melaksanakan perdagangan bebas secara
penuh, yang berarti negara tersebut melakukan pembatasan-pembatasan
atau mengatur perdagangannya dengan tujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat negaranya.


Kebijakan Ekonomi Internasional merupakan tindakan atau kebijakan
ekonomi pemerintah yang secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi komposisi, arah, ataupun bentuk perdagangan dan
pembayaran       internasional.   Secara     kelompok   besar,   kebijakan
perdagangan internasional diklasifikasikan kedalam tarif dan non-tarif.
Kebijakan yang dilakukan tidak terlepas dari kepentingan ekonomi suatu
negara, antara lain peningkatan produksi dalam negeri, peningkatan
ekspor, pengurangan impor, dan lain sebagainya. Kebijakan dalam
perdagangan internasional dapat ditentukan oleh lembaga internasional,
suatu    negara,    atau    kelompok   negara.   Kebijakan   perdagangan




Perdagangan Internasional                                                    39
internasional yang akan dibahas dalam bab ini adalah :              tarif, kuota,
subsidi impor, dorongan ekspor, custom union, dan devaluasi.


Instrumen kebijakan ekonomi internasional meliputi beberapa hal, yaitu :
a) kebijakan perdagangan internasional
b) kebijakan pembayaran internasional
c) kebijakan bantuan luar negeri


Kebijakan perdagangan internasional meliputi tindakan pemerintah
terhadap rekening berjalan (current account) dari neraca pembayaran
internasional, khususnya tentang ekspor dan impor barang dan jasa. Jenis
kebijakan ini antara lain tarif terhadap impor, bilateral trade agreement,
state trading, dan lain sebagainya.


Kebijakan    pembayaran      internasional    meliputi   tindakan     kebijakan
pemerintah terhadap rekening modal (capital account) dalam neraca
pembayaran       internasional   yang    berupa     pengawasan         terhadap
pembayaran internasional. Hal ini dapat dilakukan dengan pengawasan
lalulintas devisa (exchange control) atau pengawasan lalulintas modal
jangka panjang.


Kebijakan bantuan luar negeri meliputi tindakan pemerintah yang
berhubungan dengan bantuan (grants), pinjaman (loans), batuan yang
bertujuan untuk membantu rehabilitasi serta pembangunan dan bantuan
militer terhadap negara lain.


Secara umum kebijakan yang terkait dengan perdagangan (ekonomi)
internasional memiliki tujuan antara lain :




Perdagangan Internasional                                                           40
a. Proteksi. Arah dari tujuan ini adalah melindungi industri dalam negeri
   dari persaingan barang impor. Hal ini dapat dilakukan melalui beijakan
   tarif, kuota, dan sebagainya.
b. Autarki. Arah dari tujuan ini adalah untuk menghindari pengaruh
   negara lain (baik ekonomi, politik, sosial, maupun pertahanan-
   keamanan).
c. Kesejahteraan. Arah dari tujuan ini adalah untuk memperoleh
   keuntungan dari perdagangan internasional. Kebijakan ini mengarah
   pada penghapusan (pengurangan) barrier perdagangan internasional
   menuju pada perdagangan bebas.
d. Keseimbangan neraca pembayaran. Arah dari tujuan ini adalah untuk
   stabilisasi ekonomi dalam negeri. Hal ini sangat dirasakan pada negara
   yang memiliki cadangan devisanya lemah (terutama negara-negara
   sedang berkembang). Kebijakan ini umumnya berupa pengawasan
   devisa (termasuk modal).
e. Pembangunan ekonomi. Arah dari tujuan ini adalah untuk mencapai
   tujuan pemerintah, misalnya dengan melindungi infant industry,
   mengurangi impor barang konsumsi non-esensial, dan mendorong
   impor barang esensial, serta mendorong ekspor secara umum.


Pada hakekatnya semua bentuk kebijakan perdagangan internasional
yang mengarah kepada proteksi memiliki tujuan memberi perlindungan
terhadap saingan luar negeri. Bentuk yang sering dijumpai dan hampir
dilakukan oleh negara-negara di dunia ini adalah :
a. Tarif atau bea masuk, merupakan suatu cara memberi perlindungan
   terhadap industri dalam negeri dari saingan barang-barang impor yang
   harganya lebih murah.




Perdagangan Internasional                                                   41
b. Larangan impor, merupakan kebijakan yang bersifat mutlak, yang
   berarti pasar dalam negeri hanya untuk barang-barang dalam negeri.
   Hal ini berarti perekonomian negara tersebut kembali sebagai
   perekonomian tertutup (meskipun hanya pada sektor tertentu saja).
c. Kuota, suatu kebijakan yang mengijinkan impor barang-barang tertentu
   dalam jumlah maksimum yang ditetapkan.
d. Subsidi, merupakan suatu tindakan untuk memacu industri dalam
   negeri untuk dapat menyediakan barang kebutuhan dalam negeri
   dengan harga murah dan berkualitas serta dapat bersaing dengan
   barang impor.


3.2. Tarif


Tarif merupakan kebijakan yang paling tua. Tarif merupakan pembebanan
pajak atau custom duties terhadap barang-barang yang melewati batas
suatu negara. Tarif dapat berupa prosentase tertentu yang dikenakan
perhadap barang yang masuk maupun keluar suatu negara. Banyak
kelompok ahli ekonomi yang pro terhadap tarif maupun kontra terhadap
tarif. Tujuan utama tarif adalah proteksi dan pendapatan negara.
Pandangan para ahli terhadap tarif :
   Tarif selalu menciutkan kemakmuran dunia
   Tarif biasanya menciutkan kemakmuran suatu bangsa termasuk
   negara yang mengenakan tarif tersebut
   Sebagai aturan umum, apapun yang dapat dilakukan tarif bagi suatu
   negara, hal-hal selain tarif dapat memberikan manfaat lebih baik
   Kecuali untuk perdagangan bebas :
   1) Tarif nasional yang optimal dapat memberikan manfaat bagi negara
       yang mengenakan tarif




Perdagangan Internasional                                                 42
   2) Second best argumen untuk tarif, bila efek dalam perekonomian
       dapat diperbaiki maka tarif mungkin berguna sebagai alat.
   Tarif secara absolut membantu diperkuatnya ikatan kelompok untuk
   memproduksi substitusi impor, sekalipun tarif itu tidak baik bagi bangsa
   secara menyeluruh


A. Penggolongan Tarif
Tarif digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Bea Ekspor (Export Duties), yaitu bea yang dikenakan terhadap
   barang yang diangkut menuju negara lain (pajak untuk barang yang
   keluar dari custom area suatu negara yang memungut pajak). Custom
   area adalah daerah dimana barang-barang bebas bergerak dengan
   tidak dikenakan bea pabean. Batas custom area ini biasanya (tidak
   harus) sama dengan batas wilayah suatu negara.
2. Bea Transito (Transit Duties), yaitu bea yang dikenakan terhadap
   barang yang melalui wilayah suatu negara dengan ketentuan bahwa
   tujuan barang tersebut adalah negara lain.
3. Bea Impor (Import Duties), yaitu bea yang dikenakan terhadap barang
   yang masuk ke dalam custom area suatu negara sebagai tujuan akhir
   barang.


B. Jenis Tarif
Menurut jenisnya, tarif dibedakan menjadi :
1. Ad Valorem Duties, yaitu bea pabean yang besarnya ditentukan dalam
   prosentase dari nilai barang yang dikenakan bea tersebut.
2. Specific Duties, yaitu bea pabean yang besarnya ditentukan
   berdasarkan ukuran fisik barang.




Perdagangan Internasional                                                     43
3. Specific Ad Valorem Duties (atau Compound Duties), yaitu bea pabean
   yang besarnya ditentukan berdasarkan prosentase maupun ukuran
   fisik barang (kombinasi dari specific duties dan ad valorem duties).


C. Sistem Tarif


Beberapa macam sistem tarif, yakni :
1. Single-Column Tariff, dimana setiap barang hanya dikenakan satu
   macam tarif. Biasanya merupakan autonomous tariff (tarif yang
   besarnya ditentukan sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan
   dengan negara lain), bukan conventional tariff (tarif yang dikenakan
   suatu negara tanpa persetujuan negara lain).
2. Double-Column Tariff, dimana setiap barang dikenakan 2 macam tarif.
   Apabila kedua tarif ditentukan sendiri dengan undang-undang, maka
   dinamakan “bentuk maksimum dan minimum”. Suatu negara bisa
   menentukan tarif maksimum sebagai normal duties ataukah tarif
   minimum sebagai normal duties. Jika tarif maksimum sebagai normal
   duties maka tarif minimnya digunakan untuk barang dari negara-
   negara tertentu yang mengadakan perjanjian tarif dengan negara
   tersebut. Jika tarif minimum sebagai normal duties maka tarif
   maksimum digunakan untuk membalas tindakan negara lain yang
   membebankan tarif barang yang lebih tinggi. Jika tarif maksimum
   sebagai normal duties dan tarif yang lebih rendah ditentukan
   berdasarkan perjanjian dengan negara lain, maka bentuk ini
   dinamakan general and conventional form.
3. Triple-Column Tariff, dimana pengenaan tarif seperti pada double-
   column tariff dengan ditambah satu macam tariff preference untuk




Perdagangan Internasional                                                 44
    negara bekas jajahan atau afiliasi politiknya. Sistem ini sering disebut
    dengan istilah preferential system.


D. Dampak Tarif terhadap konsumen


Jika suatu negara mengenakan tarif atas barang-barang impor tertentu,
maka pada akhirnya konsumen harus membayar dengan harga yang lebih
tinggi. Hal ini mengakibatkan volume pembelian akan menurun.
Sebenarnya, tarif yang dikenakan pada barang impor akan membuat
keadaan konsumen menjadi semakin buruk.


Secara intuitif, para pembeli barang impor akan dirugikan oleh tarif.
Kondisi ini mencerminkan bahwa pembelian barang impor lebih
menguntungkan dibandingkan dengan barang domestik.



     Px      C                                     Sd


                                          B
             D                                                      Pw(1+t)
             E e a          b        c         d        A           Pw
                                                                   Dd


             O       S1         S2        D2        D1      Q(x)


Keterangan :
-   Px adalah harga barang x
-   Qx adalah jumlah barang x
-   Dd adalah kurva permintaan konsumen. Kurva ini menunjukkan berapa
    jumlah barang yang diminta pada setiap tingkat harga, atau setiap




Perdagangan Internasional                                                      45
    jumlah yang dibeli setiap saat dengan harga tertinggi dari konsumen
    untuk mendapat satu unit barang.
-   Sd adalah kuva penawaran dalam negeri


Penjelasan :
Sebelum dikenakan Tarif :
Harga pasaran dunia adalah Pw. Pada harga        ini konsumen membeli
sebanyak OD1 barang x, yang terdiri dari produksi domestik OS1 dan
impor S1D1. Jika harga yang terjadi berada pada posisi OC (titik C), maka
tidak ada satupun yang dibeli konsumen. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa segitiga CEA merupakan area “surplus konsumen”.


Setelah pengenaan Tarif :
Tarif yang dikenakan sebesar ED. Harga barang naik dari Pw menjadi
Pw(1+t). Kondisi ini mengakibatkan Konsumen mengurangi permintaan
barang x dari OD1 menjadi OD2 (berkurang sebanyak D2D1). Jumlah
kebutuhan konsumsi dalam negeri sebesar OD2. Produksi dalam negeri
akan meningkat sebesar S1S2 (atau produksi domestik sebesar OS2).
Berarti impor sebesar S2D2. Surplus konsumen berkurang menjadi CDB.
Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya Tarif maka surplus
konsumen menjadi berkurang (dari CEA menjadi CDB) atau dengan kata
lain kerugian surplus konsumen sebesar (a+b+c+d)


Dampak terhadap Produsen Domestik :
Tarif memberi keuntungan lebih bagi produsen dalam negeri, baik melalu
adanya kenaikan produksi maupun dari kenaikan harga barang. Sebelum
Tarif, produsen memproduksi sebanyak OS1 dengan harga sebesar E.
Keuntungan yang diperoleh (sebelum tarif) adalah sebesar area e.




Perdagangan Internasional                                                   46
Setelah dikenakan tarif, produsen mampu meningkatkan produksi hingga
OS2 dengan harga sebesar D. Dengan demikian terjadi peningkatan
keuntungan produsen dari area e menjadi area e + area a. Dari gambar
tersebut di atas dapat dikatakan bahwa :
-   price effect sebesar ED
-   consumtion effect sebesar D1D2
-   protective/imports substitution effect sebesar S1S2
-   revenue effect sebesar area c
-   redistribution effect sebesar area d


E. Tarif, Term of Trade, dan Harga Domestik


Pengenaan Tarif tidak hanya mempengaruhi konsumsi dan produksi
barang yang terkena tarif, tetapi juga konsumsi dan produksi barang lain.


                                                  B
       Brg Y
                 Y1                                       A
                 Y3                         L    E



                 Y2
                                            E’


                  O
                                           X2    X1       Brg X


Penjelasan :
Sebelum pengenaan Tarif :
OA adalah offer curve negara A yang mengekspor barang Y, dan OB
adalah offer curve untuk negara B yang mengekspor barang X. Titik
keseimbangan berada pada titik E.



Perdagangan Internasional                                                   47
Setelah pengenaan Tarif :
Misal negara A mengenakan tarif, keseimbangan akan berada pada titik
E’. Jumlah perdagangan menciut. Rasio ekspor-impor di E’ lebih kecil
dibandingkan dengan rasio ekspor-impor di E. Negara A, ekspor turun dan
impor lebih banyak. Dengan demikian term of trade menguntungkan
negara A.


F. Kerugian Neto Nasional akibat Tarif


Ada 2 kelompok alasan pembebanan tarif, yaitu alasan yang secara
ekonomis dapat dipertanggungjawabkan dan yang secara ekonomis tidak
dapat dipertanggung jawabkan.
1. Yang secara ekonomis dapat dipertanggungjawabkan :
   a. Memperbaiki dasar tukar (term of trade)
   b. Infant industry
   c. Diversifikasi
   d. Employment
   e. Anti dumping
2. Yang secara ekonomis dapat dipertanggungjawabkan :
   a. To keep money at home
   b. The low wage
   c. Home market




Perdagangan Internasional                                                 48
3.3. Kuota


Kuota (Quota) adalah suatu kebijakan untuk membatasi jumlah fisik pada
suatu barang yang masuk (kuota impor) atau barang keluar (kuota
ekspor).
1. Kuota Impor
   Ada 4 jenis kuota impor, yaitu :
   a. Absolute Quota (Unilateral Quota), yaitu kuota yang ditentukan
       sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan negara lain.
   b. Negotiated Quota (Bilateral Quota), yaitu kuota yang ditentukan
       berdasarkan perjanjian antara 2 negara atau lebih.
   c. Tariff Quota, merupakan gabungan antara tarif dan kuota. Sejumlah
       barang diperbolehkan masuk dengan tarif tertentu, sedangkan
       tambahan barang masuk akan dikenakan tarif yang lebih tinggi.
   d. Mixing Quota, yaitu pembatasan penggunaan bahan mentah dari
       impor dalam proporsi tertentu.


   Efek dari pemberlakuan kuota impor adalah menimbulkan monopoly
   profit. Misalkan gambar di bawah ini merupakan fungsi permintaan-
   penawaran barang impor di negara A.


           Harga                               S
                             L
              P”
              P

              P’              K

                                               D

              O
                             Q’       Q        Jumlah




Perdagangan Internasional                                                 49
   Pada kondisi equilibrium, harga terjadi pada OP dengan jumlah OQ.
   Jika negara A menetapkan kuota impor barang tersebut sebesar OQ’
   maka produsen luar negeri akan meminta harga sebesar OP’
   sedangkan konsumen negara A bersedia membayar dengan harga
   OP”. Dengan demikian akan muncul keuntungan monopoli sebesar
   P’P”LK.


2. Kuota Ekspor
   Tujuan pembatasan ekspor antara lain :
   a. mencegah barang yang penting jatuh/berada di tangan musuh
   b. Menjamin tersebianya barang di dalam negeri
   c. Mengadakan pengawasan produksi dan pengendalian harga


3.4. Subsidi


Subsidi merupakan sejumlah “bantuan” yang diberikan kepada produsen
(atau pengguna) barang tertentu dengan tujuan tertentu. Subsidi
dikelompokkan menjadi 2 yaitu subsidi ekspor dan subsidi impor.


  Px C                                   Sd

                                         Sd’
                                 B
      D                                                  Pw
      E e a          b      c        d        A          Pw’
                                                         Dd


       O      S1    S2          D2       D1       Q(x)


Posisi keseimbangan pasar internasional berada pada harga Pw. Jika
pemerintah mengharapkan harga dalam negeri sebesar PW’, maka




Perdagangan Internasional                                              50
pemerintah harus memberikan subsidi sebesar tertentu sehingga kurva Sd
bergeser menjadi Sd’.


RANGKUMAN
Kebijakan yang terkait dengan perdagangan (ekonomi) internasional
memiliki    tujuan    antara   lain   Proteksi,   Autarki,   Kesejahteraan,
Keseimbangan neraca pembayaran, dan Pembangunan ekonomi. Tarif
digolongkan ke dalam tarif ekspor, transito, dan impor. Kuota (Quota)
adalah suatu kebijakan untuk membatasi jumlah fisik pada suatu barang
yang masuk (kuota impor) atau barang keluar (kuota ekspor). Subsidi
merupakan sejumlah “bantuan” yang diberikan kepada produsen (atau
pengguna) barang tertentu dengan tujuan tertentu. Subsidi dikelompokkan
menjadi 2 yaitu subsidi ekspor dan subsidi impor.


SOAL LATIHAN


Secara grafis, jelaskan keuntungan dan kerugian kebijakan tarif? Bedakan
dengan pengenaan kebijakan kuota dan subsidi.




Perdagangan Internasional                                                     51
                                    BAB IV
                                 DASAR TUKAR
                             (TERM OF TRADE)



 Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
 1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengukuran dasar tukar
 2. Mahasiswa mampu menghitung dasar tukar


Dalam penentuan dasar tukar, banyak terdapat beberapa konsep
perhitungan yang bisa digunakan. Konsep-konsep tersebut antara lain Net
Barter Term of Trade, Gross Barter Term of Trade, Income Term of Trade,
Single Factorial Term of Trade, dan Double Factorial Term of Trade.


4.1. Net Barter Term of Trade


Net Barter Term of Trade diperoleh dengan membandingkan harga
barang-barang ekspor dengan harga barang-barang impor pada suatu
waktu dengan waktu sebelumnya. Rumusnya adalah :


     Px1 Pxo
N      :
     Pm1 Pmo


Biasanya    perhitungan     di   atas   menggunakan   angka   index   untuk
menentukan besar kecilnya terms of trade. Sebagai tahun dasar atau
tahun yang menjadi ukuran harga adalah tahun yang harga-harganya
dianggap paling stabil. Pada tahun dasar, perbandingan antara harga
barang-barang ekspor dengan harga barang-barang impor dinyatakan
sebagai 1 : 1. Perbandingan ini dinyatakan dengan angka index 100.
Pxo
     100
Pmo



Perdagangan Internasional                                                     52
Dengan demikian, Net Barter Term of Trade merupakan perbandingan
antara indeks harga ekspor dengan indeks harga impor.


      Px
N
      Pm


Keterangan :
N          : nilai Net Barter Term of Trade
Px         : index harga ekspor
Pm         : index harga impor


Bila suatu negara net barter terms of tradenya lebih kecil dari 100, berarti
negera tersebut mungkin sedang mengalami kerugian karena setiap
barang ekspor ditukar dengan barang impor yang lebih sedikit. Nilai dari
net barter terms of trade ini belum mencerminkan keadaan neraca
pembayaran suatu negara, sebab yang diperbandingkan hanyalah harga
per kesatuan barang ekspor dan barang impor yang dirata-ratakan.


Semakin tinggi nilai N menunjukkan semakin terjadi perbaikan dalam term
of trade. Perbaikan term of trade terjadi karena :
a. Harga ekspor naik dan harga impor tetap
b. Harga ekspor tetap dan harga impor turun
c. Harga ekspor dan impor naik tetapi proporsi kenaikan harga ekspor
     lebih tinggi dibandingkan harga impor.
d. Harga ekspor dan impor turun tetapi proporsi penurunan harga ekspor
     lebih rendah dibandingkan harga impor.




Perdagangan Internasional                                                      53
4.2. Gross Barter Term of Trade


Gross Barter Term of Trade merupakan perbandingan antara indeks
volume impor dengan indeks volume ekspor.
     Qm
G
     Qx

Pada posisi equilibrium, maka persamaannya adalah :


PxQx  PmQm



Px Qm
  
Pm Qx


Hal ini berarti pada equilibrium :
Net Barter Term of Trade (N) = Gross Barter Term of Trade (G)


Keterangan :
G          : nilai Gross Barter Term of Trade
Qx         : index volume ekspor
Qm         : index volume impor
Px         : index harga ekspor
Pm         : index harga impor


4.3. Income Term of Trade


Income Term of Trade merupakan perbandingan antara indeks harga
ekspor dengan indeks harga impor dikalikan indeks volume ekspor.




Perdagangan Internasional                                          54
     Px
I      .Qx  N .Qx
     Pm


Keterangan :
I          : nilai Income Term of Trade
N          : nilai Net Barter Term of Trade
Qx         : index volume ekspor
Px         : index harga ekspor
Pm         : index harga impor


4.4. Single Factorial Term of Trade


Single Factorial Term of Trade merupakan perbandingan antara indeks
harga ekspor dengan indeks harga impor yang memperhitungkan indeks
produktivitas ekspor.


     Px
S      .Zx  N .Zx
     Pm


Keterangan :
S          : nilai Single Factorial Term of Trade
N          : nilai Net Barter Term of Trade
Zx         : index produktivitas ekspor
Px         : index harga ekspor
Pm         : index harga impor




Perdagangan Internasional                                             55
4.5. Double Factorial Term of Trade


Double Factorial Term of Trade merupakan perbandingan antara indeks
harga ekspor dengan indeks harga impor yang memperhitungkan indeks
produktivitas ekspor dan indeks produktivitas impor.


     Px Zx      Zx   S
D     .    N.    
     Pm Zm      Zm Zm


Keterangan :
D          : nilai Double Factorial Term of Trade
S          : nilai Single Factorial Term of Trade
N          : nilai Net Barter Term of Trade
Zx         : index produktivitas ekspor
Zm         : index produktivitas impor
Px         : index harga ekspor
Pm         : index harga impor


RANGKUMAN
Net Barter Term of Trade merupakan perbandingan antara indeks harga
ekspor dengan indeks harga impor. Gross Barter Term of Trade
merupakan perbandingan antara indeks volume impor dengan indeks
volume ekspor. Income Term of Trade merupakan perbandingan antara
indeks harga ekspor dengan indeks harga impor dikalikan indeks volume
ekspor. Single Factorial Term of Trade merupakan perbandingan antara
indeks harga ekspor dengan indeks harga impor yang memperhitungkan
indeks produktivitas ekspor. Double Factorial Term of Trade merupakan
perbandingan antara indeks harga ekspor dengan indeks harga impor




Perdagangan Internasional                                               56
yang    memperhitungkan     indeks    produktivitas   ekspor   dan   indeks
produktivitas impor.


SOAL LATIHAN
1. Berikan contoh perhitungan nyata untuk masing-masing konsep dasar
   tukar.
2. Diketahui :
   Px = 110 ; berarti harga ekspor naik 10%
   Zx = 105 ; berarti output per unit input naik 5%
   Ditanyakan :
   a. Jika Pm dan Zm tetap, berapakah nilai S
   b. Jika Pm tetap dan Zm = 110, berapakah nilai D




Perdagangan Internasional                                                     57
                                      BAB V
                               VALUTA ASING

 Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
 1. Mahasiswa mampu menjelaskan Pengertian valuta asing
 2. Mahasiswa mampu menjelaskan jenis-jenis perhitungan valuta
    asing
 3. Mahasiswa mampu menjelaskan fungsi valuta asing


Valuta asing merupakan sebuah bentuk nilai mata uang tertentu.
Perbandingan nilai atau harga antara mata uang tertentu dengan mata
uang lain disebut dengan Kurs (Exchange Rate). Misalnya kurs valuta
asing dituliskan USD = Rp 8.000,00 yang berarti bahwa USD 1 dapat
ditukar dengan Rp 8.000,00 atau dapat juga diartikan bahwa Rp 1 dapat
ditukar dengan USD 1/8.000,00.


Perbedaan kurs timbul disebabkan beberapa hal, antara lain :
a. Perbedaan antara kurs jual dan kurs beli oleh para pedagang valuta
   asing atau bank. Kurs beli adalah kurs yang dipakai apabila para
   pedagang valuta asing atau bank membeli valuta asing. Kurs jual
   adalah pada saat mereka menjual valuta asing. Selisih kurs (spread)
   tersebut merupakan keuntungan bagi penjual.
b. Perbedaan kurs yang diakibatkan oleh perbedaan dalam waktu
   pembayarannya. Kurs telegraphic transfer lebih tinggi daripada kurs
   mail transfer sebab perintah/order pembayaran valuta asing dengan
   telegraphic transfer lebih cepat dibandingkan melalui mail transfer.
c. Perbedaan      dalam     tingkat   keamanan   dalam   penerimaan       hak
   pembayaran. Sering terjadi bahwa penerimaan hak pembayaran yang
   berasal dari bank asing yang sudah terkenal (bonafide) kursnya lebih
   tinggi dari pada bank yang belum terkenal.




Perdagangan Internasional                                                       58
       Ada beberapa pihak yang terkait dengan transaksi valuta asing, antara
       lain eksportir, importir, bank, pedagang perantara, dan bank sentral.
       Keterkaitan pihak-pihak tersebut seperti digambarkan dalam bagan di
       bawah ini.


                                             Bank Sentral




                    Pedagang                    Pedagang                   Pedagang
                    Perantara                   Perantara                  Perantara



                      Bank               Bank               Bank                Bank



Eksportir/    1         2          3         4         5           6        7           8
Importir



       Ekportir dan atau importir yang akan menjual atau membeli valuta asing
       menghubungi          bank       mereka.       Bank     berusaha          mencari     atau
       mempertemukan            permintaan       dan   penawaran         valuta     asing   dari
       pelanggannya. Jika usaha tersebut tidak bisa dilakukan, bank akan
       menghubungi       bank      lainnya    atau     pedagang        perantara.      Pedagang
       perantara ini usahanya spesialisasi dalam mata uang tertentu. Peran bank
       sentral sangat besar terutama dalam usahanya mempengaruhi kurs
       dengan cara aktif jual beli valuta asing.




       Perdagangan Internasional                                                                   59
5.1. Fungsi Pasar Valuta Asing


Fungsi pokok dari pasar valuta asing dalam membantu kelancaran
lalulintas pembayaran internasional, antara lain :
a. Mempermudah penukaran valuta asing dan pemindahan pemindahan
   dana dari satu negara ke lain negara. Proses pertukaran atau
   pemindahan dana ini dapat dilakukan dengan sistem clearing seperti
   halnya yang dilakukan oleh bank atau pedagang valuta asing.
b. Mempermudah dilakukannya perjanjian atau kontrak jual/beli dengan
   kredit. Hal ini dimungkinkan terjadi karena sering terdapat transaksi
   internasional yang tidak perlu segera diselesaikan pembayarannya dan
   atau penyerahan barangnya.
c. Memungkinkannya dilakukan hedging. Hedging dilakukan apabila pada
   saat yang sama dia melakukan transaksi jual beli valuta asing di pasar
   yang berbeda, untuk mengurangi atau menghilangkan resiko kerugian
   akibat perubahan kurs. Hedging dapat dilakukan pada pasar jangka
   (forward market). Pasar jangka adalah pasar dimana transaksi jual beli
   terjadi dengan harga yang disetujui pada saat transaksi dilakukan,
   tetapi penyerahan barang akan dilakukan pada masa yang akan
   datang.    Berbeda       dengan   spot   market   dimana   transaksi   dan
   penyerahan barang dilakukan secara bersama-sama.


   Contoh :
   Seorang importir dari Inggris mengimpor mobil dari Amerika seharga
   US$ 3.000 dengan pembayaran 3 bulan yang akan datang. Misalnya
   kurs pada saat ini adalah £1 = US$3, berarti harga mobil tersebut
   sebesar £1.000. Jika kurs turun menjadi £1 = US$2 maka harga mobil
   tersebut menjadi £1.500. Dengan demikian importir akan menderita




Perdagangan Internasional                                                       60
   kerugian. Untuk menghindari kerugian tersebut, importir dapat
   melakukan hedging di pasar jangka. Caranya adalah importir
   menghubungi banknya di Inggris untuk membeli US$3.000 dengan
   penyerahan 3 bulan yang akan datang dengan kurs yang disetujui saat
   itu. Kurs tersebut dikenal dengan nama kurs jangka (forward exchange
   rate) yang berbeda dengan kurs spot (spot exchange rate). Perbedaan
   kurs jangka dengan kurs spot       menggambarkan perbedaan tingkat
   bunga di Inggris dan Amerika.


   Contoh :
   Bank di Inggris yang dihubungi importir di atas berusaha mencarikan
   US$3.000. Bank membeli pada pasar spot serta menyimpannya
   selama 3 bulan di New York. Dengan demikian bank Inggris akan
   menerima bunga dari bank Amerika. Jika tingkat bunga di Amerika
   lebih rendah dibandingkan dengan di Inggris, importir harus membayar
   perbedaan tersebut. Sebaliknya jika tingkat bunga bank di Amerika
   lebih tinggi dibanding bank di Inggris, maka perbedaan tersebut akan
   diberikan kepada importir.


5.2. Spekulasi


Pengertian spekulasi dalam konteks ini adalah tindakan untuk mengambil
resiko karena harapan terjadinya perubahan harga. Spekulator (spekulan)
memiliki 2 pilihan posisi dalam mengambil tindakannya, yaitu short
position (posisi untuk order menjual) atau long position (posisi untuk order
membeli). Jika sepekulator mengambil posisi jangka pendek, berarti
menjual valuta asing di pasar jangka, dengan harapan dapat membeli
dengan kurs spot yang lebih murah pada saat penyerahan valuta asing




Perdagangan Internasional                                                      61
untuk kontraknya di pasar jangka. Sebaliknya jika mengambil posisi
jangka panjang, berarti membeli valuta asing di pasar jangka dengan
harapan kurs spot pada waktu kontrak di pasar jangka selesai lebih tinggi
sehingga mendapatkan keuntungan.


5.3. Sistem


Terdapat 3 sistem kurs valura asing, yaitu sistem kurs yang berubah-ubah,
sistem kurs yang stabil, dan pengawasan devisa.


A. Sistem Kurs yang Berubah-ubah


Pada sistem ini, besarnya nilai tukar sangat dipengaruhi oleh permintaan
dan penawaran valuta asing. Permintaan valuta asing diperlukan guna
melakukan transaksi pembayaran ke luar negeri (transaksi impor) yang
merupakan transaksi debet neraca pembayaran internasional. Penawaran
valuta asing muncul dari eksportir, yang merupakan transaksi kredit
neraca pembayaran internasional.


Suatu mata uang dikatakan kuat jika transaksi autonomous kredit lebih
besar dibandingkan dengan transaksi autonomous debet (surplus neraca
pembayaran). Demikian sebaliknya, suatu mata uang dikatakan lemah jika
neraca pembayaran mengalami defisit.


Faktor-faktor yang mempengaruhi debet dan kredit neraca pembayaran
antara lain harga, pendapatan, dan tingkat bunga. Kenaikan harga di
dalam negeri (inflasi) akan menyebabkan impor naik sedangkan ekspor
turun, sehingga akan menyebabkan kurs valuta asing naik. Semakin tinggi




Perdagangan Internasional                                                   62
tingkat pendapatan (pertumbuhan) akan menyebabkan meningkatnya
impor yang berarti akan meningkatkan permintaan valuta asing, sehingga
kurs valuta asing naik. Demikian pula dengan besaran tingkat bunga
dalam negeri, kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan kenaikan
investasi masuk, sehingga kurs valuta asing turun.


              Kegiatan Ekonomi


              Pendapatan, Harga,        Permintaan &             Kurs Valuta
                Tingkat Bunga       Penawaran Valuta Asing         Asing


             Kebijakan Pemerintah    Faktor-faktor Psikologi
              (Fiskal & Moneter)



Pemerintah menetapkan kebijakan, misalnya kenaikan pengeluaran, akan
menaikkan pendapatan dan harga. Kenaikan pendapatan dan harga akan
menyebabkan impor naik, yang berarti bahwa akan menaikkan permintaan
valuta asing. Hal ini akan menaikkan kurs valuta asing, atau penurunan
mata uang sendiri.


Disamping faktor-faktor tersebut, terdapat faktor non-ekonomis yang dapat
mempengaruhi perubahan kurs, antara lain faktor politik dan psikologi.
Sebagai contoh kepanikan di dalam negeri akan menyebabkan larinya
dana ke luar negeri sehingga kurs valuta asing akan naik.


Semua faktor tersebut di atas akan mempengaruhi pergeseran kurva
permintaan dan penawaran. Secara grafik dapat digambarkan seperti di
bawah ini.




Perdagangan Internasional                                                      63
          Rp


                                                   S


          Rp1

          Rp2


                                     Do      D1


               O
                             Eo     E1             US$



Pergerakan di dalam satu kurva akan mengakibatkan kenaikan atau
penurunan      kurs yang berarti akan menyebabkan        kenaikan   atau
penurunan valuta asing yang diminta. Pergeseran kurva permintaan dari
Do ke D1 dapat diakibatkan oleh beberapa hal, antara lain kenaikan
pengeluaran pemerintah, kenaikan jumlah uang yang beredar, pergeseran
selera masyarakat dari produk dalam negeri ke produk luar negeri, dan
lain sebagainya.


B. Sistem Kurs yang Stabil


Sistem kurs yang berubah-ubah akan memunculkan spekulan valuta asing
karena perubahan kurs yang tidak menentu. Banyak negara melakukan
kebijakan untuk menstabilkan kurs valuta asing. Kurs yang stabil dapat
timbul secara aktif (peran pemerintah yang menyediakan dana untuk
tujuan stabilitas kurs) maupun pasif (menggunakan standar emas).




Perdagangan Internasional                                                  64
1) Stabilitas Kurs
Jika terjadi kecenderungan kurs valuta asing akan turun maka pemerintah
akan membeli valuta asing di pasar. Hal ini menyebabkan permintaan
meningkat     sehingga      kurs   turun   bisa   dicegah.   Apabila   terjadi
kecenderungan kurs valuta asing naik maka pemerintah menjual valuta
asing di pasar. Hal ini menyebabkan penawaran meningkat sehingga kurs
naik bisa dicegah. Bagi pemerintah, mencegah kenaikan kurs valuta asing
lebih sulit dibandingkan mencegah penurunan kurs valuta asing.


2) Standar Emas
Dikatakan menggunakan standar emas jika :
a. Nilai mata uangnya dijamin dengan nilai seberat emas tertentu
b. Setiap orang boleh membuat serta melebur emas
c. Pemerintah sanggup membeli dan menjual emas dalam jumlah yang
   tidak terbatas pada harga tertentu (yang sudah ditetapkannya).


Kurs mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain ditentukan
dengan dasar emas. Sebagai contoh : Inggris menetapkan £1 = 0,5 gram
emas dan Amerika menetapkan USD4 = 0,5 gram emas, maka kursnya
adalah    £1 = USD4. Dalam kenyataannya, nilai kurs tersebut akan
dipengaruhi oleh biaya angkut emas. Jika biaya angkut 0,5 gram emas
sebesar USD 0,5, maka batas tertinggi kurs £1 = USD 4,5 (titik emas
ekspor) dan batas terendah kurs £1 = USD 3,5 (titik emas impor).




Perdagangan Internasional                                                        65
                                S’
           USD
            4,5                                            S



            4
                                                      S”

            3,5                                            D



                O   A       B             C    E                 £



Batas naik/turunnya kurs Poundsterling antara £1 = USD 3,5 sampai
dengan £1 = USD 4,5. Jika ekspor Amerika turun maka penawaran
Poundsterling juga turun. Kondisi ini menyebabkan kurva S bergeser ke S’
dan semestinya kursnya berada di atas £1 = USD 4,5 dan mengalami
defisit sebesar AB. Defisit sebesar AB tersebut akan menyebabkan
terjadinya aliran emas keluar sejumlah AB. Demikian pula jika penawaran
Poundsterling naik, maka kurva S bergeser ke S” dan semestinya kursnya
berada di bawah £1 = USD 3,5 dan mengalami surplus sebesar CE.
Surplus sebesar AB tersebut akan menyebabkan terjadinya aliran emas
masuk sejumlah CE.


C. Pengawasan Devisa


Pada sistem ini pemerintah memonopoli seluruh transaksi valuta asing.
Hal ini dimaksudkan untuk mencegah aliran modal keluar dan melindungi
pengaruh negara lain.




Perdagangan Internasional                                                  66
          Rp          D                  S


          700

          600



            O               G    E   F        USD


Pada kondisi pasar bebas, maka kurs terjadi pada USD 1 = Rp 700
dengan jumlah OE. Pada kurs USD 1 = Rp 600, jumlah yang diminta OF
dan jumlah yang tersedia OG. Dalam menghadapi persediaan valuta
asing yang lebih sedikit dibandingkan dengan permintaannya, maka
pemerintah perlu mengadakan alokasi penggunaannya (misalnya dengan
lisensi impor).


Dalam pengalokasian devisa, pemerintah menggunakan beberapa cara,
antara lain :
1. Individual alocation, permohonan devisa diteliti penggunaannya untuk
   disetujui atau tidak disetujui.
2. Exchange Quota, setiap kategori impor ditentukan jumlah devisanya.
3. Waiting List, setiap permohonan devisa didaftar menjadi sebuah daftar
   tunggu sampai devisa tersedia.


Pengawasan devisa dilakukan dengan tujuan :
1. Mencegah aliran modal ke luar negeri dan menekan neraca
   pembayaran internasional yang disequilibrium.




Perdagangan Internasional                                                  67
2. Melindungi industri dalam negeri. Dengan pembatasan impor, maka
   negara mempunyai tujuan untuk melindungi industri dalam negeri dari
   persaingan industri luar negeri.
3. Memperoleh pendapatan bagi pemerintah. Hal ini dilakukan oleh
   pemerintah dengan cara menetapkan kurs yang berbeda antara
   pembelian dan penjualan.
4. Tien in import arrangement, penggunaan devisa untuk impor barang-
   barang tertentu, tetapi dengan syarat importir harus juga membeli
   barang pelengkap atau barang yang sama produksi dalam negeri
   dengan proporsi tertentu.


5.4. Purchasing Power Parity


Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo (1817) dan dikembangkan oleh
Gustav Bassel. Dasar logika teori ini adalah :
     Karena mata uang dalam standar kertas tidak mempunyai
     nilai intrinsik atau tidak didukung atau dikaitkan nilainya
     dengan suatu komoditi tertentu yang dijadikan standar,
     maka nilai uang tersebut didalam negeri ditentukan oleh
     kemampuan daya belinya. Secara internasional kurs valuta
     amata uang antar negara ditentukan oleh perbandingan
     daya belinya masing-masing atau oleh daya beli relatifnya.


Teori ini dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu interpretasi absolut dan
interpretasi relatif.




Perdagangan Internasional                                                  68
a. Interpretasi Absolut Purchasing Power Parity
Merupakan perbandingan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain
(kurs) ditentukan oleh tingkat harga masing-masing negara.
Contoh :
Harga 1 kg gandum di Amerika adalah $1, sedangkan 1 kg gandum di
Indonesia seharga Rp 1000. Dengan demikian nilai kurs berdasarkan
purchasing power adalah US$1 = Rp 1.000.


        Rp1000 kg
                      1000
         USD1 kg



b. Interpretasi Relatif Purchasing Power Parity
Merupakan perbandingan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lain
(kurs) ditentukan oleh perubahan tingkat harga masing-masing negara
dengan memperhitungkan perubahan harga yang terjadi serta harga non-
traded goods.


Contoh 1 :
Dari contoh poin a di atas, misalkan terjadi perubahan harga, di Indonesia
naik 3 kali dan di Amerika naik 2 kali, maka nilai kurs berdasarkan
purchasing power adalah :


Rp1000 kg    Rp1500 kg
          3
         x             1500
 USD1 kg 2    USD1 kg




Perdagangan Internasional                                                    69
Contoh 2 :


                                Negara A ($)              Negara B (£)
                            Harga/unit   Jumlah       Harga/unit  Jumlah
          Roti                  2           5             1           4
          Anggur                6           4             3           2
          Potong                6           1             1           3
          Rambut


Jika kurs £ 1 = $ 2, maka untuk barang Roti dan Anggur tidak ada
masalah karena sudah sesuai. Namun untuk Potong Rambut, negara A
terlalu mahal. Untuk menghitung kurs berdasarkan purchasing power
parity ada 2 pendekatan :
1. Dengan menjumlahkan uang yang dibelanjakan masing-masing.


          VA (2 x5)  (6 x 4)  (6 x1) 40
Kurs                                    3,08
          VB (1x 4)  (3x 2)  (1x3) 13



2. Dengan mencari perbandingan rasio pengeluaran konsumen di negara
    A dalam $ dan £


          VA1 (2 x5)  (6 x 4)  (6 x1) 40
Kurs                                     2,22
          VA2 (1x5)  (3x 4)  (1x1) 18


RANGKUMAN
Perbedaan kurs timbul disebabkan beberapa hal, antara lain perbedaan
antara kurs jual dan kurs beli oleh pedagang/bank, perbedaan waktu
pembayaran, dan perbedaan tingkat keamanan. Terdapat 3 sistem kurs
valura asing, yaitu sistem kurs yang berubah-ubah, sistem kurs yang
stabil,    dan     pengawasan    devisa.   Teori    Purchasing   Power   Parity
(dikemukakan oleh David Ricardo dan dikembangkan oleh Gustav Bassel)



Perdagangan Internasional                                                         70
   dikelompokkan       menjadi   2   bagian,   yaitu   interpretasi   absolut   dan
   interpretasi relatif.


   SOAL LATIHAN
3. Mengapa suatu negara membutuhkan valuta asing?
4. Jelaskan mengapa waktu pembayaran merupakan salah satu penyebab
   perbedaan kurs?
5. Apa yang dimaksud dengan Purchasing Power Parity?




   Perdagangan Internasional                                                          71
                                           BAB VI
                   LIBERALISASI PERDAGANGAN DUNIA


 Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
 1. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian proses liberalisasi
 2. Mahasiswa mampu menjelaskan contoh liberalisasi perdagangan
    internasional



6.1. Teori Liberalisasi Perdagangan


Dalam sebuah sistem perdagangan bebas mestinya tidak mengenal
proteksi,      ataupun        jenis   kebijakan       yang         menghambat      terjadinya
perdagangan. Pengenaan kebijakan tarif maupun kebijakan non-tarif
merupakan contoh penyimpangan pada sistem perdagangan bebas.
Secara umum, perdagangan bebas (tanpa kebijakan proteksi) akan
memberikan keuntungan lebih banyak. Namun banyak alasan mengapa
suatu negara/kelompok negara mengenakan kebijakan proteksi tersebut.

                                          h2 h3 h1
                                      H
                               H’
     Qb                                                       F
                              T
                                               R

                          S




     O                                                  Qa


Gambar di atas menunjukkan offer curve OH (untuk negara H) dan offer
curve     OF     (untuk       negara      F.    Pada     perdagangan           bebas   posisi
keseimbangan        pasar         berada       pada   titik       R.   Kurva   indifferen   h1




Perdagangan Internasional                                                                        72
menunjukkan tingkat kesejahteraan yang dicapai negara H pada
perdagangan bebas. Kurva ini memotong offer curve negara F di titik S.
Misalkan negara H mengenakan tarif optimum sehingga offer cuve
bergeser menjadi OH’, maka akan memotong offer curve OF di titik T
dengan kurva indifferen h2. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar
pengurangan tariff (dihilangkan) maka kesejahteraan Negara semakin
besar.


Jarang sekali negara yang menerapkan sepenuhnya perdagangan bebas
(Hongkong merupakan satu-satunya Negara yang tidak mengenakan tariff
dan pembatasan impor. Seperti yang dinyatakan Adam Smith tentang
perdagangan bebas, bahwa perdagangan bebas merupakan suatu model
yang ideal. Alasannya adalah :
1. Perdagangan bebas akan menghindarkan kerugian efisiensi karena
   adanya proteksi
2. Perdagangan bebas menciptakan keuntungan tambahan yang tidak
   dapat diperoleh jika terjadi distorsi produksi dan konsumsi.
3. Perdagngan      bebas    biasanya   lebih   baik   dibandingkan   dengan
   kebijakan pemerintah lainnya.


Bagi Negara kecil, perdagangan bebas memiliki keuntungan lain, yaitu
skala ekonomi. Perdagangan bebas lebih banyak menawarkan peluang
untuk belajar dan melakukan inovasi.


6.2. Realita Liberalisasi Perdagangan


Setelah tahun 1930-an (setelah krisis ekonomi), banyak Negara mulai
melakukan tindakan proteksi. Banyak negara mulai mengenakan tarif




Perdagangan Internasional                                                     73
yang bersifat protektif. Hal ini mengakibatkan perdagangan dunia menjadi
sangat tidak bebas.


Setelah berakhirnya perang dunia II, ketidakbebasan perdagangan dunia
mulai dirasakan membelenggu ekonomi dunia. Hal ini memunculkan
perundingan-perundingan antar negara untuk menurunkan tarif. Dengan
tindakan tersebut berarti liberalisasi perdagangan mulai mendapat angin.


Sekitar tahun 1948, muncul ide untuk membentuk International Trade
Organization (ITO) yang bertujuan untuk mengurangi hambatan dalam
perdagangan dunia serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun
usaha tersebut belum berhasil, sehingga dibentuklah suatu kesepakatan
yang disebut dengan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)
yang memuat peraturan-peraturan bagi pelaksanaan perdagangan
internasional. GATT diharapkan bisa menjadi tumpuan untuk membangun
kembali sesudah perang dunia II. Bentuk badan yang lain dalam kaitannya
dengan perdagangan dunia adalah IMF dan IBRD (World Bank).


Prinsip dasar utama GATT disebut dengan Most Favoured Nation yakni
mengharuskan setiap contracting parties (sampai dengan tahun 1988
terdapat 94 contracting parties dan 30 anggota luar biasa) memberikan
perlakuan yang sama dalam kebijakan perdagangan internasional kepada
Negara penandatangan yang lain. Kelonggaran yang diberikan kepada
Negara lain atas dasar perjanjian bilateral haruslah diberikan pula kepada
semua anggota yang lain tanpa perjanjian terlebih dahulu. Disamping itu
GATT     sejauh     mungkin   menggunakan     tariff   sebagai   hambatan
perdagangan dan bukan non-tarif. Apabila terjadi perselisihan dapat
diselesaikan melalui proses konsultasi dan konsiliasi secara terus




Perdagangan Internasional                                                    74
menerus. Dengan demikian GATT disamping merupakan kumpulan
peraturan       juga   merupakan        forum   untuk     mencapai     penyelesaian
perselisihan perdagangan.


GATT telah melakukan beberapa kali perundingan yang bertempat di
beberapa kota di dunia ini. Tujuan utama dari adanya perundingan GATT
antara lain :
a. Untuk mencapai liberalisasi dan perluasan perdagangan dunia demi
   kepentingan         semua    negara,    khususnya      negara-negara       sedang
   berkembang
b. Memperkuat dan meningkatkan peranan GATT dan mengusahakan
   jangkauan perdagangan dunia yang lebih luas di bawah peraturan-
   peraturan multilateral yang telah disepakati.
c. Meningkatkan daya tanggal GATT terhadap lingkungan ekonomi dunia
   yang selalu berubah melalui koordinasi yang lebih erat anata GATT
   dengan badan-badan internasional.
d. Memupuk kerjasama yang sudah ada pada tingkat nasional maupun
   internasional       untuk     memperkuat       hubungan        antara    kebijakan
   perdagangan dengan kebijakan ekonomi lainnya.
e. Disepakati bahwa perundingan dilakukan dengan cara sejelas mungkin
   (transparan) dan semua contracting parties sepakat tentang prinsip-
   prinsip      perlakuan      khusus    dan    berbeda    bagi    negara    sedang
   berkembang.




RANGKUMAN
Secara umum, perdagangan bebas (tanpa kebijakan proteksi) akan
memberikan keuntungan lebih banyak, alasannya adalah perdagangan




Perdagangan Internasional                                                               75
bebas akan menghindarkan kerugian efisiensi karena adanya proteksi,
perdagangan bebas menciptakan keuntungan tambahan yang tidak dapat
diperoleh jika terjadi distorsi produksi dan konsumsi, serta perdagangan
bebas biasanya lebih baik dibandingkan dengan kebijakan pemerintah
lainnya.


SOAL LATIHAN
Silahkan download dari internet tentang kelembagaan terkaitan dgn
liberalisasi perdagangan.




Perdagangan Internasional                                                  76
                                 BAB VII
               NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL

Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
1. Mahasiswa mampu menjelaskan cara membuat neraca pembayaran
   internasional
2. Mahasiswa mampu menjelaskan cara membaca neraca pembayaran
   internasional




7.1. Pengertian


Balance of Payment Manual (BPM) tahun 1993 memberikan definisi
Balance of Payment (BOP) sebagai berikut :
“A statement that systematically, for specific time period, the economic
transactions of an economic with the rest of the world. Transactions, for
the most part between resident or nonresident, consists of those involving
goods, services, and income, those involving financial claimon assets and
liabilities to, the rest of the world, and those (such gift) classified of
transfers, which involve of setting entries to balance in an accounting
sense – one set transactions.”


Pengertian dari definisi tersebut adalah BOP merupakan suatu catatan
yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang
meliputi perdagangan barang/jasa, transfer keuangan dan moneter antara
penduduk suatu negara dan penduduk luar negeri dalam suatu periode
tertentu, biasanya satu tahun. Hal ini berarti catatan tersebut disusun
berdasarkan suatu sistem akuntansi yang dikenal sebagai “double-entry
book-keeping” (setiap transaksi dicatat dua kali, yaitu sebagai transaksi
kredit dan transaksi debet).




Perdagangan Internasional                                                    77
Sebagai contoh, terjadi transaksi ekspor dengan kredit 3 bulan senilai
$100. Karena pembayaran belum diterima maka transaksi ini merupakan
arus modal keluar jangka pendek (a short-term capital outflow) senilai
$100. Catatan yang dilakukan adalah :
                Transaksi                   Kredit (+)       Debet (-)
 Ekspor Barang                                     $100
 Modal keluar jangka pendek                                        $100
 Overall balance                                   $100            $100


Catatan seperti di atas secara overall balance selalu dalam posisi
seimbang. Catatan seperti di atas juga menunjukkan apakah suatu negara
memiliki cadangan devisa positif atau negatif.
Transaksi yang tercatat dalam BOP adalah :
1. Credit Entries (Transaksi Kredit)
   a. Export of goods and services (ekspor barang dan jasa)
   b. Income recievable (penerimaan hasil investasi)
   c. Offset to real or financial resources received (transfer)
   d. Increases in liabilities
   e. Decreases in financial assets
2. Debit Rntries (Transaksi Debet)
   a. Import of goods and services (impor barang dan jasa)
   b. Income payble (pembayaran atas hasil investasi)
   c. Offset to real or financial resources provide (transfer)
   d. Decreases in liabilities
   e. Increases in financial assets


Transaksi kredit dan transaksi debet menurut sifatnya dibagi menjadi :




Perdagangan Internasional                                                 78
1. Transaksi Otonom, (autonomous transaction) yaitu transaksi yang
   timbul atas inisiatif pihak tertentu dan bukan sebagai reaksi atau akibat
   adanya transaksi lain yang tercatat pada current account dan long-term
   capital account, misalnya ekspor dan impor barang atau modal dalam
   jangka panjang untuk mencari keuntungan.


   Untuk transaksi kredit dikenal Credit Autonomous Transaction (CAT)
   yang meliputi 1) Ekspor barang dan jasa, dan 2) Impor modal jangka
   panjang untuk PMA/direct investment. Untuk transaksi debet dikenal
   Debit Autonomous Transaction (DAT) yang meliputi 1) Impor barang
   dan jasa, dan 2) Ekspor modal jangka panjang (misal direct investment
   di luar negeri)
2. Transaksi Kompensasi (induced/compensatory transaction), disebut
   juga transaksi pelengkap, yaitu transaksi yang timbul akibat atau
   kompensasi dari adanya transaksi lain, misalnya pemasukan modal
   jangka pendek dan impor/ekspor emas.


7.2. Kegunaan BOP
Kegunaan BOP antara lain :
1. Untuk membukukan seluruh transaksi ekonomi internasional yang
   terjadi antara penduduk dalam negeri dan penduduk luar negeri
2. Untuk    mengetahui      struktur   dan   komposisi   transaksi   ekonomi
   internasional suatu negara
3. Untuk mengetahui mitra utama suatu negara dalah hubungan ekonomi
   internasional
4. Mengetahui posisi keuangan internasional suatu negara




Perdagangan Internasional                                                      79
5. Sebagai salah satu indikator yang akan dipertimbangkan oleh negara
   donor untuk memberikan bantuan keuangan, terutama negara yang
   mengalami kesulitan BOP
6. Sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi suatu negara
   (selain inflasi, GDP, dll)


7.3. Struktur dan Posisi BOP
Struktur BOP menurut BPM (1993) adalah sebagai berikut :
I. Current Account
   A. Goods and Services
       1. Goods
       2. Services
           a. Transportation
           b. Travel
   B. Income
       1. Compensation of employees
       2. Investment income
           a. Direct investment
           b. Portfolio investment
           c. Others
   C. Current Transfers
       1. General government
       2. Workers remittances
II. Capital and Financial Account
   A. Capital Account
       1. Capital transfer
       2. Acquisition/disposal of non-produced and non-financial assets
   B. Financial Account




Perdagangan Internasional                                                 80
        1. Direct investment
        2. Portfolio investment
        3. Other investment
        4. Reserve assets


Masing-masing        negara    memiliki   style   yang     berbeda     dalam
menterjemahkan tampilan BOP-nya. Namun prinsip yang digunakan tetap
mematuhi prinsip double-entry book-keeping.


Contoh BOP negara Indonesia Desember 1997 sepert di bawah ini.
(dalam miliar rupiah)


No                    Komponen                     96/97             97/98
I       Current Account                             -8,1             -2,5
     1. Balance of Trade                            6,2              12,9
     a. Export commodity                           52,0              56,1
     b. Import commodity                           -45,8             -43,2
     2. Services Account                           -14,3             -15,4
     3. Unilateral Account                          0,0               0,0


II      Capital Account                            12,7              -4,7
        1. Capital import
          a. Pemerintah                             5,3               8,5
          b. Swasta                                13,5               1,8
        2. Capital export
          a. Pemerintah                             -6,1             -4,1
          b. Swasta                                 0,0              -10,9




Perdagangan Internasional                                                      81
III     Perubahan cadangan devisa (I+II)              -4,6             -7,2
IV      Error and omission                            -0,7             -2,8
V       Monetary account                              3,9              10,0


        Overall balance                               0,0              0,0
Sumber : Depkeu, Des 1998


Ada beberapa catatan dari data di atas, antara lain :
1. Current account (neraca transaksi berjalan)
      a. Current account terdiri atas balance of trade, service account, dan
         unilateral account
      b. Transaksi ekspor pada current account dicatat sebagai transaksi
         kredit atau positif karena menghasilkan devisa.
      c. Transaksi impor pada current account dicatat sebagai transaksi
         debet atau negatif karena mengeluarkan devisa.
2. Balance of trade (neraca perdagangan)
      Pada neraca ini dicatatseluruh transaksi ekspor dan impor barang atau
      visible dan tangible goods dengan ketentuan :
      a. Ekspor barang dicatat sebagai transaksi kredit atau positif
      b. Impor barang dicatat sebagai transaksi debet atau negatif
3. Services account (neraca jasa)
      a. Transaksi yang dimasukkan pada service account adalah seluruh
         transaksi ekspor dan impor jasa yang meliputi :
         1) Pembayaran bunga
         2) Biaya transportasi
         3) Biaya asuransi
         4) Remittance (jasa TKI/TKW/TKA, fee/royalty teknologi dan
            konsultasi, dll)




Perdagangan Internasional                                                      82
       5) Pariwisata
   b. Service account Indonesia sampai dengan saat ini selalu tercatat
       dengan posisi negatif atau debet, karena transaksi impor lebih
       besar dibandingkan dengan transaksi ekspor, khususnya untuk
       pembayaran bunga, biaya transportasi, biaya asuransi, dan
       remittance. Satu-satunya jasa yang positif adalah jasa pariwisata.
   c. Posisi negatif atau defisit dari neraca jasa ini juga mencerminkan
       masih relatif rendahnya kualitas SDM Indonesia sebagai penghasil
       jasa. Hal ini terlihat bahwa tenaga kerja Indonesia yang di luar
       negeri lebih banyak dibanding dengan tenaga kerja asing di
       Indonesia, namun secara finansial masih lebih rendah. Dengan
       demikian salah satu usaha untuk memperbaiki posisi service
       account pada BOP Indonesia adalah meningkatkan kualitas SDM-
       nya.
4. Unilateral account (neraca transaksi sepihak)
   Neraca ini merupakan transaksi sepihak yang umumnya terdiri atas
   bantuan sosial atau grant yang diterima atau diberikan dari dan ke luar
   negeri, tanpa kewajiban untuk membayar kembali.
5. Capital account (neraca modal)
   a. Capital account terdiri atas ekspor dan impor modal, baik jangka
       panjang maupun jangka pendek
   b. Penjumlahan saldo current account dengan saldo transaksi
       impor/ekspor modal jangka panjang disebut sebagai basic balance
   c. Berlawanan dengan pencatatan pada current account, maka pada
       capital account berlaku ketentuan sebagai berikut :
       1) Transaksi impor modal dicatat sebagai transaksi kredit atau
           positif




Perdagangan Internasional                                                    83
       2) Transaksi ekspor modal dicatat sebagai transaksi debet atau
           negatif
6. Reserve account (perubahan cadangan devisa)
   a. Reserve account adalah neraca yang menunjukkan perubahan
       cadangan       atau   saldo    devisa   yang       diperoleh     dari    tahun
       bersangkutan dari hasil penjumlahan saldo current account dengan
       capital account.
   b. Perubahan cadangan devisa atau saldo devisa dari tahun yang
       bersangkutan ini pada dasarnya sudah menunjukkan posisi
       keuangan internasional suatu negara berdasarkan transaksi yang
       tercatat pada current account dan capital account.
   c. Jika reserve account menunjukkan angka positif, dikatakan bahwa
       BOP dalam keadaan defisit.
7. Error and Omission (selisih perhitungan)
   Error    dan      Omission    merupakan      selisih    yang       belum     dapat
   diperhitungkan yang diperoleh dari penjumlahan antara reserve
   account dengan saldo devisa yang terdapat pada monetary account
   yang dicatat oleh Bank Sentral. Error adalah selisih yang terjadi karena
   adanya kesalahan pencatatan atau kesalahan perhitungan. Omission
   adalah     selisih   karena       adanya    perdagangan         atau      transaksi
   penyelundupan atau perdagangan obat bius yang pasti tidak tercatat.
8. Monetary account (neraca lalu lintas moneter)
   a. Monetary        account    merupakan     saldo      devisa      yang     dicatat
       berdasarkan transaksi arus devisa yang masuk dan keluar suatu
       negara.
   b. Karena BOP secara keseluruhan harus dalam posisi balance atau
       overall balance = 0, maka pencatatan posisi saldo pada monetary




Perdagangan Internasional                                                                84
       account ini mempunyai tanda yang berlawanan dengan posisi saldo
       reserve account.
       1) Jika posisi saldo reserve account mempunyai tanda positif,
           maka posisi saldo monetary account mempunyai tanda negatif.
           Sebaliknya jika posisi saldo reserve account mempunyai tanda
           negatif, maka posisi saldo monetary account mempunyai tanda
           positif.
       2) Tanda negatif berarti surplus, sebaliknya tanda positif berarti
           defisit.


7.4. Equilibrium dan Disequilibrium BOP


BOP dikatakan pada posisi equilibrium jika terjada hal-hal sebagai berikut:
a. Saldo reserve account = 0
b. Pos-pos dalam BOP dapat bertahan cukup lama, tanpa campur tangan
   pemerintah, yang dilakukan melalui kebijakan berupa keputusan
   pemerintah dan dekrit yang dapat mempengaruhi arus transaksi
   ekonomi dan keuangan internasional.


BOP dikatakan pada posisi disequilibrium jika terjada hal-hal sebagai
berikut:
a. Saldo reserve account ≠ 0 (bisa > 0 maupun < 0)
b. Credit Autonomous Transaction ≠ Debet Autonomous Transaction


Disequilibrium menurut penyebabnya dapat digolongkan menjadi :
a. Disequilibrium seasonal atau musiman, yang berlangsung singkat dan
   mudah diatasi. Biasanya terjadi pada periode tertentu, misalnya hari
   raya lebaran atau natal, musim panas atau dingin, dan lain




Perdagangan Internasional                                                     85
   sebagainya. Disequilibrium ini biasanya akan berakhir dengan
   sendirinya setelah melewati periodenya.
b. Disequilibrium cyclical atau siklus, yaitu disequilibrium yang terjadi
   karena adanya gelombang konjungtur dalam perekonomian sebagai
   akibat perubahan harga, tingkat produksi, tingkat employment, baik di
   dalam negeri maupun luar negeri. Disequilibrium ini dapat diatasi oleh
   pemerintah dengan menjalankan berbagai kebijakan moneter dan atau
   fiskal.
c. Disequilibrium structural, yaitu disequilibrium yang terjadi karena
   adanya perubahan demand dan supply dalam perdagangan dan
   keuangan internasional sebagai akibat adanya perubahan proses
   produksi karena kemajuan teknologi, perubahan aliran modal jangka
   panjang, perubahan institusi, dan lain sebagainya. Untuk mengatasi
   hal ini diperlukan kebijakan ekonomi makro yang komprehensif dan
   jangka panjang. Misalnya, untuk mengatasi defisit neraca jasa
   diperlukan suatu         perencanaan ekonomi dan non-ekonomi yang
   komprehensif dan berjangka panjang.
d. Disequilibrium spekulasi, yaitu disequilibrium yang terjadi karena
   adanya aliran modal yang terjadi karena unsur-unsur spekulasi. Untuk
   mengatasi hal ini, dilakukan peniadaan unsur-unsur spekulasi dengan
   menjalankan berbagai kebijakan yang menumbuhkan kepercayaan
   masyarakat.




Perdagangan Internasional                                                   86
RANGKUMAN
Pencatatan pada BOP disusun berdasarkan suatu sistem akuntansi yang
dikenal sebagai “double-entry book-keeping” (setiap transaksi dicatat dua
kali, yaitu sebagai transaksi kredit dan transaksi debet). Transaksi kredit
ataupun debet dikelompokkan menjadi transaksi otonom atau transaksi
kompensasi.


SOAL LATIHAN
Copy BOP Indonesia tahun terakhir dan berikan pembahasan singkat.




Perdagangan Internasional                                                     87
                                  BAB VIII
                 CARA PEMBAYARAN INTERNASIONAL



Indikator pencapaian kompetensi (TIK) :
1. Mahasiswa mampu melakukan transaksi pembayaran internasional
2. Mahasiswa mampu memilih cara pembayaran internasional yang
   tepat


8.1. Jenis Cara Pembayaran


Ada beberapa jenis cara pembayaran transaksi internasional, antara lain :
1. Cash
   Cara pembayaran jenis ini menggunakan check atau bank draft yang
   diberikan/dikirim pada saat (sebelum) barang dikirim oleh eksportir.
   Cara ini biasanya tidak disukai importir, karena memiliki beberapa
   kelemahan, antara lain :
   a. persediaan uang cukup banyak
   b. kehilangan kesempatan menggunakan modal, karena barang akan
       diterima kemudian
   c. berdasar kepercayaan dari eksportir


   Pada sisi yang lain, cara ini lebih disukai eksportir, karena mendapat
   uang pembayaran lebih dulu, dan antisipasi kehilangan barang karena
   tidak kenal dengan importir.


2. Open Account
   Ini merupakan cara pembayaran yang dilakukan beberapa saat setelah
   barang dikirim (“terserah” kepada kebijakan importir). Sebagian besar
   resiko cara pembayaran seperti ini ditanggung oleh eksportir.




Perdagangan Internasional                                                   88
   Konsekeuensi dari cara pembayaran ini adalah eksportir harus
   memiliki lebih banyak cadangan modal. Jika pembayaran dilakukan
   dengan mata uang asing, maka resiko perubahan kurs menjadi
   tanggungan penuh eksportir. Cara pembayaran ini hanya cocok
   apabila antara eksportir dan importir sudah kenal secara baik, kondisi
   ekonomi stabil, serta keadaan politik juga stabil.
3. Commercial Bills of Exchange (CboE)
   Istilah lain dari commercial bills of exchange adalah draft, wesel, atau
   trade bills. CBoE merupakan surat yang ditulis oleh penjual yang berisi
   perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang tertentu
   pada waktu tertentu di masa yang akan datang. Jika pembeli
   menyetujui surat tersebut dan menandatangani draft tersebut, maka
   surat tersebut dapat diperjualbelikan.


   Ada 2 macam draft, yaitu :
   c. Clen Draft
       Yaitu draft yang tidak disertai dengan jaminan dokumen barang
   d. Documentary Draft
       Yaitu draft yang disertai dengan dokumen barang (pengiriman
       beserta asuransinya)


   Berdasarkan waktu pembayarannya, draft dibedakan menjadi :
   a. Sight Draft
       Yaitu draft yang dibayar setelah diperlihatkan kepada pembeli. Hal
       ini memungkinkan terjadi pada saat barang belum tiba di tempat
       pembeli.
   b. Arrival Draft
       Yaitu draft yang dibayar setelah barang tiba di tempat pembeli




Perdagangan Internasional                                                     89
   c. Date Draft
       Yaitu draft yang dibayar pada tanggal tertentu


4. Letters of Credit (L/C)
   L/C merupakan surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan
   pembeli barang (importir) dimana bank tersebut menyetujui dan
   membayar wesel yang ditarik oleh penjual barang (eksportir). Dengan
   L/C wesel ditarik kepada bank bukan kepadan importir, sehingga
   transaksinya lebih terjamin. L/C dapat dikatakan merupakan suatu alat
   pengganti kredit bank sehingga dapat menjamin pembayarannya bagi
   eksportir.


   Pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan L/C antara lain :
   a. Opener
       Yaitu pihak importir yang membuka L/C
   b. Issuer
       Yaitu pihak bank yang mengeluarkan L/C
   c. Beneficiary atau Acreditee
       Yaitu pihak eksportir
   d. Confirming Bank
       Yaitu pihak bank di negara eksportir yang menjamin pembayaran
       L/C


   Dalam bentuk skema, prosedur penggunaannya seperti di bawah ini.




Perdagangan Internasional                                                  90
            Negara A                                            Negara B


              Eksportir                                         Importir
                                  Barang

                                                                           Pemba
     Advise                                                                yaran
     L/C    Wesel &         Pembayaran             Permohonan
            Dokumen                                       L/C



            Confirming         Letters of Credit                Issuing
              Bank                                               Bank
                                Wesel, dokumen
                                  Pembayaran

5. Private Compensation
   Cara ini merupakan cara pembarayan dengan menggunakan mata
   uang masing-masing negara melalui proses utang-piutang pihak lain.
   Skema proses pembayarannya seperti gambar di bawah ini.

            Indonesia                                            Inggris

                                 Berhutang
               Si A              kepada C                         Si C
                               sebesar £ 100
                               (Rp 200.000)


                                Berpiutang
                                 kepada D
               Si B            sebesar £ 100                      Si D
                               (Rp 200.000)




   Misalkan Si A di Indonesia harus membayar sebesar £ 100 (atau Rp
   200.000) kepada Si C di Inggris. Pada saat yang bersamaan, Si B
   memiliki piutang kepada Si D di Inggris sebesar £ 100 (Rp 200.000).



Perdagangan Internasional                                                          91
   Dengan demikian, Si C bisa memperoleh pembayaran dari Si A melalui
   Si D di Inggris, dan kewajiban Si A bisa diberikan kepada Si B di
   Indonesia.




8.2. Pengaruh teknologi terhadap cara pembayaran internasional


Perkembangan teknologi yang begitu cepat membawa dampak positif
maupun negatif terhadap perdagangan internasional. Dampak negatif
yang dirasakan adalah munculnya berbagai tindak kriminal dalam
perdagangan berbasis pada pemanfaatan teknologi yang begitu canggih.
Sedangkan dampak positif yang sangat dirasakan adalah kemudahan
proses pembayaran transaksi internasional. Salah satu kemudahan
tersebut adalah dengan munculnya on-line system pembayaran transaksi
yang melayani internasional tanpa batas wilayah negara. Demikian pula
dengan munculnya bank-bank berbasis teknologi (atau dikenal dengan
istilah cyber bank), misalnya PayPal, E-Bullion, E-Gold, LibertyReserve,
dan lain sebagainya.




Perdagangan Internasional                                                  92
                            DAFTAR PUSTAKA


Hady, Hamddy. 2001. Teori dan kebijakan keuangan internasional. Buku
       2. Edisi revisi. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Krugman, Paul R. 2002. Ekonomi internasional: Teori dan praktek. Buku
      pertama. Edisi kedua. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Nopirin. 1997. Ekonomi internasional. Edisi 3. Yogyakarta. BPFE-UGM

............. 2000. Ekonomi moneter. Buku II. Yogyakarta. BPFE-UGM

Salvator, Dominick. 1975. Theory and problems of international
        economics. New York. Mc GrawHill.

Sulistyo dan Nopirin. 1977. Teori perdagangan internasional. Yogyakarta.
         Liberty.

Suparmoko. 2000. Pengantar ekonomi makro. Yogyakarta. BPFE-UGM

Wijaya, Farid. 1990. Ekonomi makro. Yogyakarta. BPFE-UGM




Perdagangan Internasional                                                  93
          OLEH
      KARNOWAHADI




JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
           2010
                              Kata Pengantar
Begitu besar cinta kasih Allah kepada manusia sehingga manusia diberi
akal, pikiran, dan kreativitas untuk menghasilkan suatu karya yang
bermanfaat bagi manusia sendiri maupun makhluk ciptaanNya yang lain.
Demikian pula dengan terbitnya buku ini sebagai sebuah buku pegangan
kuliah   mahasiswa     Politeknik   Negeri    Semarang     adalah    sebuah
anugerahNya yang luar biasa bagi penulis.


Buku ini berisi pedoman dasar untuk memahami materi tentang
perdagangan internasional. Dengan demikian para mahasiswa disarankan
untuk mendalami lebih jauh dengan membaca buku referensi lainnya
sehingga wawasan yang didapat menjadi lebih luas. Selain bahan
referensi berupa textbook, para mahasiswa diharapkan memperluas
khasanah perdagangan internasional melalui jaringan internet, baik
berupa artikel, jurnal ilmiah, laporan – laporan bisnis, dan lain sebagainya.


Buku ini berhasil diselesaikan karena mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak. Untuk itu kami ucapkan banyak terimakasih kepada :
1. Drs. Sugiharto, MM selaku Direktur Politeknik Negeri Semarang
2. Seluruh Panitia Penerbitan Buku Jurusan Administrasi Niaga Politeknik
   Negeri Semarang
3. Seluruh rekan dosen maupun mahasiswa
Yang semuanya telah membantu penyelesaian buku ini, baik bantuan
secara moril maupun finansiil.
                                           Semarang, Desember 2010
                                           Penyusun,
                                           Karnowahadi
                                      ii
                                               DAFTAR ISI


Kata Pengantar ......................................................................................            ii
Daftar Isi ................................................................................................. iii


BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 3
1.1. Pengertian ....................................................................................... 3
1.2. Perbedaan Antara Perdagangan Dalam Negeri Dengan Perdagangan
       Internasional .................................................................................. 6
1.3. Perkembangan Perdagangan Internasional ................................... 8
1.4. Pengaruh Ekonomi Internasional terhadap Ekonomi Nasional ...... 9
1.5. Peranan Perdagangan Internasional Dalam Pertumbuhan Ekonomi13
1.6. Macam Batasan Dalam Perdagangan Internasional ....................... 13
BAB II TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL .............................. 15
2.1 Merkantilisme ................................................................................... 15
2.2. Teori Keuntungan Absolut (Absolute Advantage) : Adam Smith ..... 18
2.3. Teori Keuntungan Komparatif (Comparative Advantage) : David
       Ricardo         ......................................................................................... 22
2.4. Teori Comparative Cost : John Stuart Mill ...................................... 26
2.5. Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibilities Curve) ...... 29
2.6. Teori Modern : Heckcher – Ohlin (H-O) ........................................... 33
2.7. Teori Modern : Kesamaan Harga Faktor Produksi .......................... 34
2.8. Teori Modern : Permintaan dan Penawaran ................................... 35
2.9. Alternatif Teori ................................................................................. 36
BAB III KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL ..................... 39
3.5. Pengantar ....................................................................................... 39
3.6. Tarif ................................................................................................ 42
                                                        iii
3.7. Kuota .............................................................................................. 49
3.8. Subsidi ........................................................................................... 50
BAB IV DASAR TUKAR .......................................................................... 52
4.1. Net Barter Term of Trade .............................................................. 52
4.2. Gross Barter Term of Trade ............................................................ 54
4.3. Income Term of Trade .................................................................... 54
4.4. Single Factorial Term of Trade ........................................................ 55
4.5. Double Factorial Term of Trade ..................................................... 56
BAB V VALUTA ASING .......................................................................... 58
5.1. Fungsi Pasar Valuta Asing ............................................................. 60
5.2. Spekulasi ....................................................................................... 61
5.3. Sistem         ........................................................................................... 62
5.4. Purchasing Power Parity ................................................................ 68
BAB VI LIBERALISASI PERDAGANGAN DUNIA ................................... 72
6.1. Teori Liberalisasi Perdagangan ....................................................... 72
6.2. Realita Liberalisasi Perdagangan .................................................... 73
BAB VII NERACA PEMBAYARAN INTERNASIONAL............................. 77
7.1. Pengertian ....................................................................................... 77
7.2. Kegunaan BOP ................................................................................ 79
7.3. Struktur dan Posisi BOP .................................................................. 80
7.4. Equilibrium dan Disequilibrium BOP ............................................... 85
BAB VIII CARA PEMBAYARAN INTERNASIONAL ............................... 88
8.1. Jenis Cara Pembayaran .................................................................. 88
8.2. Pengaruh Teknologi Terhadap Cara Pembayaran Internasional ..... 92




                                                      Iv

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:129
posted:6/11/2012
language:Malay
pages:99