Docstoc

Cermin dan Lensa

Document Sample
Cermin dan Lensa Powered By Docstoc
					                               ©2012   yohanesbuddy




SMA KRISTEN 2 BINSUS TOMOHON
KELAS X IPA
FISIKA :




 CAHAYA               CERMIN   LENSA
APAKAH CAHAYA ITU?
 Cahaya menurut Newton (1642 - 1727) terdiri
  dari partikel-partikel ringan berukuran sangat
  kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke
  segala arah dengan kecepatan yang sangat
  tinggi.
 Sementara menurut Huygens ( 1629 - 1695),
  cahaya adalah gelombang seperti halnya bunyi.
  Perbedaan antara keduanya hanya pada
  frekuensi dan panjang gelombangnya saja.
Cahaya merambat lurus seperti yang dapat kita
lihat pada cahaya yang keluar dari sebuah
lampu senter di ruangan yang gelap atau laser
yang melintasi asap atau debu. Oleh karenanya
cahaya yang merambat digambarkan sebagai
garis lurus berarah yang disebut sinar cahaya,
sedangkan berkas cahaya terdiri dari beberapa
garis berarah.
MACAM-MACAM BERKAS CAHAYA:
Berkas cahaya sejajar/paralel:



Berkas cahaya menyebar (divergen)



Berkas cahaya mengumpul (konvergen)
JENIS-JENIS PEMANTULAN:
   Pemantulan teratur: pemantulan yang terjadi jika bidang
    pantulnya merupakan bidang yang datar dan licin.




   Pemantulan baur: pemantulan yang terjadi jika bidang
    pantulnya merupakan bidang yang kasar dan tidak rata.
HUKUM PEMANTULAN CAHAYA (HUKUM
SNELLIUS):
  Sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak
   pada satu bidang datar.
  Sudut datang sama dengan sudut pantul.

                             KETERANGAN:
                             • i = sudut datang
                             • r = sudut pantul
                             • N = garis normal
Pembentukan bayangan oleh cermin datar
   Persamaan untuk menentukan         Pembentukan bayangan oleh
    tinggi minimal cermin datar         dua buah cermin datar yang
    agar dapat melihat tinggi           dipasang saling berhadapan
    seluruh bayangan benda (jarak       membentuk sudut α , maka
    mata dan ujung atas kepala          jumlah bayangan yang
    diabaikan):                         dibentuk dapat dirumuskan:


                  1                                 360
          L m in  H                             n     1
                  2                                  

     KETERANGAN:
     • H = tinggi badan             • n = jumlah bayangan
     • L = tinggi minimal cermin    • α = sudut yang dibentuk cermin
SIFAT-SIFAT BAYANGAN BENDA YANG TERLETAK
DI DEPAN CERMIN DATAR:
 Maya (terletak di belakang cermin)
 Tegak dan menghadap berlawanan arah terhadap
  bendanya
 Sama besar dengan bendanya (pembesaran
  bayangannya = 1)
 Jarak bayangan terhadap cermin (s’) sama dengan
  jarak benda terhadap cermin (s)
BAGIAN-BAGIAN CERMIN CEKUNG :




 •   O = titik pusat bidang cermin
 •   f = titik fokus cermin              1
 •   M = pusat kelengkungan cermin    f  R
 •   SU = sumbu utama                    2
 •   PM = OM = R = jari-jari cermin
SINAR-SINAR ISTIMEWA PADA CERMIN CEKUNG :
   Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui
    titik fokus.
   Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar
    sumbu utama.
   Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin akan
    dipantulkan melalui pusat kelengkungan cermin itu lagi.
BAGIAN-BAGIAN CERMIN CEMBUNG :




 •   O = titik pusat bidang cermin
 •   f = titik fokus cermin              1
 •   M = pusat kelengkungan cermin    f  R
 •   SU = sumbu utama                    2
 •   PM = OM = R = jari-jari cermin
SINAR-SINAR ISTIMEWA PADA CERMIN CEMBUNG:
   Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah
    berasal dari titik fokus.
   Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus dipantulkan
    sejajar sumbu utama.
   Sinar datang menuju pusat kelengkungan cermin akan
    dipantulkan kembali seolah-olah berasal dari pusat
    kelengkungan cermin itu lagi.
DALIL ESBACH:
 Jumlah nomor ruang benda dan nomor ruang bayangan
  selalu sama dengan 5.
 Benda yang terletak di ruang II dan III selalu menghasilkan
  bayangan yang terbalik terhadap bendanya. Benda yang
  terletak di ruang I selalu menghasilkan bayangan yang
  tegak terhadap bendanya.
 Jika nomor ruang bayangan lebih besar daripada nomor
  ruang benda, bayangan selalu lebih besar daripada benda.
 Jika nomor ruang bayangan lebih kecil daripada nomor
  ruang benda, bayangan selalu lebih kecil daripada benda.
      1 1 1                          h' s '
                                M  
      f s s'                         h  s
                          Persamaan perbesaran bayangan cermin
KETERANGAN:               •Pada cermin cekung nilai f dan R
f = fokus cermin           selalu positif (+) Jika M = (+), maka
                           bayangannya maya dan tegak
s = jarak benda            M = (-), maka bayangannya nyata dan
s' = jarak bayangan        terbalik
M = perbesaran bayangan   •Pada cermin cembung nilai f dan R
h = tinggi benda           selalu negatif (-)
h' = tinggi bayangan       Jika M = (+), maka bayangannya maya
                           dan tegak
   Lukislah bayangan yang dibentuk oleh cermin datar untuk benda-benda di
    bawah ini!




   Sebuah benda terletak 5 cm di depan sebuah cermin cekung yang berjari-jari 20
    cm. Tentukan:
    (a) sifat-sifat bayangan (b) jarak bayangan (c) Perbesaran bayangan!
   Sebuah benda yang tingginya 12 cm diletakkan 10 cm di depan cermin
    cembung yang jari-jari kelengkungannya 30 cm. Tentukan
    (a) jarak bayangan (b) tinggi bayangan (c) sifat-sifat bayangan
Pembiasan cahaya yaitu: pembelokan arah rambat cahaya dari
  suatu medium ke medium yang lain yang berbeda
  kerapatannya.

Hukum Snellius tentang Pembiasan:
 Sinar datang, garis normal dan sinar bias terletak pada satu
  bidang datar.
 Sinar datang dari medium kurang rapat menuju medium
  yang lebih rapat akan dibiaskan mendekati garis normal,
  sebaliknya sinar datang dari medium yang lebih rapat ke
  medium yang kurang rapat akan dibiaskan menjauhi garis
  normal.
                      Pada pembiasan cahaya berlaku:

                        sin i v1 1 n2
                                 
                        sin r v2 2 n1

Indeks bias mutlak:   Indeks bias relatif:

          c                            n2 v1
       n                   n 2 .1      
          v                            n1 v2
Seberkas cahaya datang dari medium A ke
medium B dengan sudut datang 30° dan
dibiaskan membentuk sudut 45°, tentukanlah:
a. Indeks bias relatif medium B terhadap
   medium A
b. Indeks bias relatif medium A terhadap
   medium B
 Persamaan Pada Lensa          Perbesaran Bayangan Pada
 Tipis Cembung Dan             Lensa Tipis Cembung Dan
 Cekung:                       Cekung:


     1 1 1                              h' s '
                                   M  
     f s s'                             h  s

Istilah-istilah:
Lensa cembung/konveks/lensa positif: dimana titik fokus f positif
Lensa cekung/konkaf/lensanegatif: dimana titifk fokis f negatif
Untuk menentukan fokus suatu lensa yang ditempatkan pada
suatu medium maka kita gunakan persamaan sebagai berikut:


              1  nL   1 1 
                  1  
              f  nm  R1 R2 
                           
Kekuatan lensa:
                        1    100
                   P      
                      f (m) f (cm)
   Menuliskan persamaan beserta gambar
    pembiasan cahaya pada kaca planparalel,
    prisma dan bidang lengkung.
   Menuliskan sinar-sinar istimewa pada lensa
    cekung dan cembung. (disertai gambar)

    (dibuat dalam buku tugas dan dikumpulkan
    paling lambat Minggu depan)
   Sebuah lensa plankonveks mempunyai jari-
    jari kelengkungan 20 cm dan indeks biasnya
    1,5, berapakah kekuatan lensa tersebut jika
    berada didalam air yang mempunyai indeks
    bias 1,2?
   Sebuah benda diletakkan didepan lensa
    cembung yang berjarak 12 cm, jika bayangan
    yang terjadi adalah bayangan tegak dan
    diperbesar 3 kali maka letak benda adalah….

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1221
posted:6/11/2012
language:Malay
pages:23