ETIKA BISNIS-BAB 1 PENGANTAR _ KONSEP ETIKA-TM 2
Document Sample


ETIKA BISNIS
BAB 1
PENGANTAR DAN KONSEP
SESSI 2
Oleh : Andi Setiawan
PENGERTIAN ETIKA
• PENGERTIAN DARI SUDUT PANDANG
BAHASA
• PENGERTIAN DARI SUDUT PANDANG
ILMU AKSIOLOGI
ETIKA BISNIS DARI SUDUT PANDANG BAHASA
BAHASA YUNANI
Etika berasal dari kata “ethos” sebuah kata dari Yunani yang berarti
watak atau kebiasaan (Salhefni dan Nurlela, 2007), sedangkan
menurut Muslich (1998; dalam Modul 2007) dapat diartikan
sebagai moral atau moralitas.
BAHASA INGGRIS
Pada Bahasa Inggris terdapat kata “ ethics” dan “etiquette” yang
memiliki makna berhubungan dengan perilaku manusia. Secara
umum “ ethics” merupakan perilaku manusia yang dilihat dari
dalam, sedangkan “etiquette” merupakan perilaku manusia yang
dilihat dari lahir/luar.
BAHASA INDONESIA
Etika adalah (1) Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk
dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak); (2) Kumpulan nilai
atau azas yang berkenaan dengan akhlak; (3) Nilai mengenai benar
dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
3
• ETIKA BISNIS DARI SUDUT PANDANG
ILMU AKSIOLOGI
Etika adalah suatu cabang ilmu filsafat yang
membicarakan predikat-predikat nilai
”betul” (Right) dan “salah” (Wrong) dalam
arti “susila” (Moral) dan “tidak susila”
(immoral).
Etika berbicara sifat-sifat yang
menyebabkan orang dapat disebut susila
atau bajik (Virtues) dan sifat-sifat
sebaliknya atau jahat (Vices)
TUJUAN ETIKA
Etika Memiliki Tujuan Ganda yaitu
1. Menilai praktek-praktek manusiawi dengan
menggunakan standar moral dan
2. Memberikan nasehat tentang bagaimana
bertindak secara moral pada situasi
tertentu
RUMUSAN ETIKA
MENURUT BERTENS (2001;6-7)
1. Nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi
pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok
dalam mengatur tingkah lakunya.
2. Kumpulan asas atau nilai moral yang disebut kode
etik
3. Ilmu tentang yang baik atau buruk.
Etika baru menjadi ilmu, bila kemungkinan-
kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang
yang dianggap baik dan buruk) begitu saja diterima
oleh masyarakat, sering kali tanpa disadari menjadi
bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan
metodis
PENGERTIAN ETIKA MEMILIKI 2
ISTILAH PENTING YAITU
NILAI DAN NORMA
1. NILAI /VALUE
HAKEKAT NILAI DIUKUR DARI
1. Nilai merupakan reaksi-reaksi yang diberikan
manusia sebagai perilaku dan keberadaannya
tergantung pada pengalaman-pengalaman
mereka atau disebut juga subyektivitas
2. Nilai merupakan kenyataan –kenyataan ditinjau
dari segi ontology, namun tidak terdapat dalam
ruang daN waktu. Nilai merupakan esensi logis
dan dapat diketahui melalui akal. Hal ini
dinamakan obyektivitas logis.
3. Nilai-nilai merupakan unsur-unsur obyektif
yang menyusun kenyataan.
PEMBERIAN/TANGGAPAN NILAI MEMILIKI
MAKNA
1. Berguna
2. Baik atau benar atau indah
3. Merupakan obyek keinginan mempunyai
kualitas yang dapat menyebabkan orang
mengambil sikap “menyetujui” atau mempunyai
sifat tertentu
4. Menanggapi sesuatu sebagai hal yang diiginkan
atau sebagai hal yang menggambarkan nilai
tertentu
5. Rasio antara pengorbanan dan manfaat
2 NORMA
• Norma yang brlaku di masyarakat :
Norma Umum
Norma Khusus
• Norma khusus mengatur kegiatan atau kehidupan
dalam bidang tertentu dan hanya berlaku pada
bidang tersebut
• Norma umum lebih bersifat universal, berlaku di
bagian mana pun, waktu kapanpun, lingkungan
masyarakat manapun serta berlaku bagi setiap
orang selama hidup dalam suatu masyarakat
Etika dan Berbagai Norma Sosial
• ETIKA DAN ETIKET
• Etiket adalah aturan tentang perilaku lahiriah
orang dalam kehidupan bermasyarakat dan
merupakan norma sopan santun dan tidak
menentukan baik buruknya
• Etiket merupakan norma yang terbatas mengatur
perilaku lahiriah dan tata krama bagi kenyamanan
pergaulan antar manusia
• ETIKA DAN HUKUM
• Norma hukum adalah peraturan perundangan
yang secara eksplisit dan resmi berlaku bagi
masyarakat
• Bila dibandingkan dengan norma sopan santun
dan norma moral, norma hukum diberlakukan
secara tegas dan pasti, karena selalu diikuti
dengan hukuman/sanksi bagi pelanggarnya
• Hukum yang sesungguhnya adalah usaha
mewujudkan norma moral secara tertulis dan
dapat dikatakan bahwa norma hukum adalah
suatu usaha untuk menuliskan norma
• Keterbatasan lain dari hukum adalah bahwa
fakta tidak ada aturan yang dapat
mencakup segala perilaku dan tindakan
manusia
• Lingkup dari norma hukum dan norma
moral sama, yaitu menyangkut perilaku dan
tindakan orang yang dapat menimbulkan
dampak yang dapat merugikan atau
berguna bagi manusia dan keselamatan
masyarakat
• ETIKA DAN AGAMA
• Prinsip moral hanya mendasarkan diri pada
agama sehingga tidak ada pertentangan
antara norma moral dengan agama karena
agama memberikan banyak pengaruh
positif bagi filsafat moral
• Semua agama menganjurkan manusia
untuk berpikir, untuk menggunakan akal
dalam kehidupan, untuk berfilsafat moral
dalam kehidupan bermasyarakat
• ETIKA DAN MORAL
• Etika dan moral adalah berbeda namun memiliki
hubungan yang erat seperti mata uang logam yang
memiliki dua sisi yang berbeda
• Etika diartikan sebagai nilai-nilai normatif atau pola
perilaku seseorang atau badan/lembaga/organisasi
sebagai suatu kelaziman yang dapat diterima umum
dalam interaksi dengan lingkungannya
• Moral mengacu pada nilai-nilai normatif yang menjadi
keyakinan dalam diri seseorang atau organisasi yang
menjadi faktor pendorong untuk melakukan atau tidak
melakukan sesuatu
• Dari uraian diatas dapat dibedakan antara etika dan
moralitas sebagai suatu sistem nilai dalam diri seseorang
atau organisasi. Moralitas merujuk kepada nilai-nilai yang
dapat diyakini dan menjadi semangat dalam diri
seseorang atau organisasi untuk melakukan suatu
tindakan atau tidak. Sedangkan etika merupakan nilai-nilai
perilaku yang ditujukkan oleh seseorang atau organisasi
ketika berinteraksi dengan lingkungannya. 15
Klasifikasi Etika
1. Etika deskriptif : proses atas nilai dan pola perilaku manusia untuk
mencapai tujuan hidup yang dilakukan secara turun temurun,
contoh etika menghormati seseorang yang lebih tuan; etika
bertamu; etika menggantri.
2. Etika normatif : sikap dan perilaku manusia sesuai dengan norma
dan moral yang ideal dengan melihat kondisi masyarakat, Contoh
budaya jam karet (terlambat); budaya suap; uang lembur.
3. Etika deontologi: etika yang dilaksanakan berdasarkan
kepentingan peribadi bukan dari tujuan atau kepentingan orang
lain, misalnya etika memalsukan tanda tangan; membantu atau
kerjasama dalam ujian.
4. Etika teologi : etika dilaksanakan berdasarkan hubungan seseorang
atau manusia dengan Tuhan, misalnya korupsi (egoisme); etika
Zakat (utilitarianisme)
5. Etika relatifisme : etika yang memiliki perbedaan kepentingan
parsial (kelompok kecil) dan universal, misalnya adanya
kepercayaan masyarakat di Bali bahwa menipu atau menggurangi
timbangan itu boleh
16
KONSEPSI ETIKA
• Konsepsi etika merupakan konsepsi norma
dan moral yang layak sebagai sumber acuan
• Etika harus selalui disesuaikan dengan norma,
peraturan undang-undang /hukum yang
berkembangan positip di masyarakat
• Norma merupakan aturan atau konvensi yang
diberlakukan di masyarakat, norma dibagi norma
tertulis dan tidak tertulis
• Norma adalah harapan yang spesifik mengenai
perilaku nyata, juga bertindak sebagai kriteria
untuk menilai kualitas perilaku manusia.
• Etika mempergunakan 1 (satu) pertimbangan
normatif yaitu moral
17
Pertimbangan normatif terbagi
1. Pertimbangan legal berkaitan dengan
hukum
2. Pertimbangan moral berkaitan dengan
penilaian masyarakat
Standar Moral
1. Berkaitan dengan kesejahteraan manusia
dan lingkungan
2. Standar Moral tidak dapat dengan mudah
dibuat atau dibubarkan
3. Standar moral memikirkan kepentingan
orang banyak
4. Harus adil
5. Moral menghasilkan dorongan emosi
untuk melaksanakan standar moral
ETIKA UMUM
ETIKA THD
SESAMA
ETIKA ETIKA
INDIVIDUAL
ETIKA THD
ETIKA KELUARGA
BIOMEDIS
KHUSUS
BISNIS
ETIKA SOSIAL ETIKA
PROFESI HUKUM
IPTEK
ETIKA LAIN-LAIN
SISTEMATIKA POLITIK
ETIKA ETIKA
LINGKUNGA
N HIDUP
KRITIK
20
IDIOLOGI
Get documents about "