Docstoc

Penggunaan Jalan Dan Kecelakaan Lalin

Document Sample
Penggunaan Jalan Dan Kecelakaan Lalin Powered By Docstoc
					                                                                                                                 1£     Ml
                                                     "Lewat d i jalan u m u m " m e r u p a k a n sesuatu        nimnnl
                                                yang tidak terhindarkan d a r i k e h i d u p a n m a n u -
                                                sia karena manusia adalah m a k h l u k sosial yang
                                                harus berinteraksi dengan sesamanya. Semen-
                                                tara i t u , dalam berinteraksi, manusia tidak akan
                                                terlepas d a r i penggunaan d a n pemanfaatan
                                                kendaraan jalan u m u m baik dengan berjalan
                                                k a k i atau berkendaraan.
                                                    K e m u d i a n , karena banyaknya pengguna, ja-
                                                lan u m u m tak bisa lepas dari sebuah kecelakaan
                                                saat berlalu lintas. Terkadang kecelakaan jalan
     KAIDAH FIQIH SEPUTAR                       'hanya' berakibat l u k a ringan, n a m u n ada p u l a
                                                yang berat d a n cacat permanen, bahkan ada
     PENGGUNAAN JALAN                           yang sampai meninggal dunia.
     DAN KECELAKAAN                             Bagaimana h u k u m - h u k u m seputar h a l ini?
                                                A p a k a h dalam kecelakaan l a l u lintas, yang
     LALUUNTAS                                  menabrak dianggap salah 100% sehingga ha-
                                                rus menanggung semua konsekuensinya, atau
                                                bagaimana? M a r i l a h kita telaah dengan bebera-
                                                pa kaidah berikut i n i . Wallahul muwaffiq.




               f    Qleh: al-(Jstadz A^rnatJ S^i<] bin A^dul [_athif A u Yusuf
                                                                       b




                   KAIDAH PERTAMA                          DALIL KAIDAH
                                                              D a l i l d a r i k a i d a h i n i adalah dalil-dalil atas


                       auii iij> cjjjpi
                                                           dilarangnya memperbuat sesuatu yang mem-
  v&                                                       bahayakan d i r i sendiri atau orang lain. Sepern
                                                           sabda Rasulullah



      Menggunakan jalan umum itu
     hukumnya mubah (boleh) dengan                            "Tidak boleh melakukan sesuatu yang membt-j
                                                              hay akan."   1


         syarat ada keseiamatan
                                                              D a n banyak lagi d a l i l larangan memperbuaa
MAKNA KAIDAH                                               sesuatu yang membahayakan orang lain da
                                                           masalah-masalah tertentu, yang semuanya
   Jalan u m u m m e m a n g m i l i k bersama. Semua
                                                           ambil garis k e s i m p u l a n bahwa Islam mela
orang boleh menggunakannya. N a m u n , perbo-
                                                           memperbuat sesuatu yang membahaya
lehan u n t u k menggunakan jalan u m u m baik
dengan berjalan k a k i atau berkendaraan i t u d i -
syaratkan harus dengan adanya keseiamatan                      HR. Ibnu Majah 2/784, Baihaqi 10/133, Ahmad 1/313,
                                                               quthni 4/228, Hakim 2/57 dan beliau mengatakan Ss
baik bagi pengguna i t u sendiri atau kepada                   menurut syarat Imam Bukhri-Muslim dan disepakai i
pengguna jalan lainnya atau kepada orang-                      Imam Dzahabi, Malik 2/745, Abu Dawud dalam MM
orang dan barang-barang harta benda yang be-                   him. 44, dan lainnya dengan sanad hasan dari jalar. \
                                                               apa sahabat. Lihat takhrij hadits ini secara lengkap :
rada d i sekitar jalan u m u m tersebut.
                                                               Jami'ul Ulum wal Hikam oleh Imam Ibnu Rajab hadits 5


28           Edlsi 11
             Tahun kesebelas
             Jumada Akhlr 1433
dalam bentuk apa p u n , dan salah satunya adalah
saat menggunakan jalan u m u m . D i antara dalil-                                                                  1   o   j
dalil tersebut adalah:
1. F i r m a n A l l a h §1 tentang larangan wasiat yang        "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku meng-
   membahayakan:                                                haramkan kezaliman atas diri-Ku, maka janganlah
                                                                kalian saling menzalimi." (HR. M u s l i m 4/1994)
                                                             D a n masih banyak lagi d a l i l lainnya.

   Setelah ditunaikan wasiat yang dibuat olehnya
   atau setelah dibayar hutangnya dengan tidak
   memberi mudarat kepada ahli waris. (QS. an-Ni-
   sa' [4]: 12)
                                                                                          E U
                                                                                  KAIDAH K D A
2. F i r m a n A l l a h §§ tentang larangan r u j u k ke-
   pada istri u n t u k tujuan membahayakannya:
                                                                  j , U a l J l 4^3                                 A>y\




                                                                   Sama saja antara orang yang
                                           >    6"* ft* '*      sengaja, tidak tahu, atau lupa dalam
                                                                   hal merusak milik orang lain
   Apabila kamu mentalak istri-istrimu, lalu mereka
   mendekati masa iddahnya, maka rujuklah kepada
   mereka dengan cara yang bagus atau ceraikanlah            MAKNA KAIDAH
   dengan cara yang baik pula, janganlah kamu rujuk
                                                                doS^fi adalah merusak m i l i k orang l a i n baik
   pada mereka untuk memberi kemudaratan, karena
                                                             yang dirusak i t u nyawa (yang biasa diistilahkan
   dengan demikian kamu telah berbuat yang menga-
                                                             dengan m e m b u n u h ) ataupun merusakkan harta
   niaya mereka. Barangsiapa yang berbuat demikian
                                                             benda m a u p u n lainnya.
   maka berarti dia telah berbuat zalim kepada diri-
   nya sendiri. (QS. al-Baqarah [2]: 231)                         Jadi, makna kaidah i n i adalah bahwa orang
                                                             yang m e m b u n u h , melukai orang lain, m a u p u n
3. F i r m a n A l l a h M tentang m e n y u s u i anak:     merusak m i l i k orang lain dengan cara apa p u n ,
                                                             i t u sama saja h u k u m n y a baik d i l a k u k a n secara
                                                             sengaja, ataupun karena tidak tahu juga karena
                                                             lupa. Yaitu sama-sama wajib u n t u k menanggung
   Janganlah seorang ibu mendapatkan kemudaratan
                                                             beban menggantinya sesuai dengan aturan syar'i.
   disebabkan oleh anaknya dan juga seorang ayah
                                                                   N a m u n , p e r l u d i p a h a m i bahwa letak
   karena anaknya. (QS. al-Baqarah [2]: 233)
                                                             kesamaan d i sini adalah u n t u k h u k u m dunia.
4. F i r m a n A l l a h Ta'ala:                             A d a p u n u n t u k h u k u m akhirat, dalam artian
                                                             apakah yang m e l a k u k a n pengrusakan i t u
                                                             berdosa ataukah tidak, maka jawabannya
                                                             bahwa orang yang m e l a k u k a n sengaja maka dia
                                                             berdosa sedangkan kalau tidak sengaja maka
                                                             dia t i d a k berdosa. Berdasarkan f i r m a n A l l a h ffl:
    Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu
   bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan
   janganlah kamu menyusahkan mereka untuk me-
   nyempitkan (hati) mereka. (QS. ath-Thalaq [65]: 6)           "Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika
5. F i r m a n A l l a h SI dalam hadits qudsi:                 kami lupa atau salah." (QS. al-Baqarah [2]: 286)




                                                                                                         Edlsi 11
                                                                                                 tahun kesebelas                29
                                                                                              JumadB Akhlr 1433
                                                              dak. Misalkan: seorang p e m b u r u yang menga-
                                                              rahkan senapannya ke seekor binatang b u r u a n
                                                              n a m u n ternyata mengenai orang sehingga me-
    U5 51^13 udu                        5^      alii o|       ninggal dunia.
                                                              Pelakunya tidak diqishash, n a m u n hanya wajib
                                                              membayar diyat, kecuali kalau dimaafkan oleh
                                                              ahli waris terbunuh. A l l a h $g berfirman:
     Dflrf Ibnu Abbas ^ bahwasanya Rasulullah «|§
     bersabda, "Sesungguhnya      Allah mengampuni
     umatku terhadap apa yang mereka kerjakan karena
     salah, lupa, dan terpaksa. "                               JLO J                  *j> J^s    I2a»- \L»      Ji*
                                    2




CONTOH MASALAH
    Jika seseorang m e m b u n u h orang lain, maka
dia wajib u n t u k menanggung beban perbuatan
tersebut baik dia l a k u k a n karena sengaja m a u -
p u n bukan. Karena m e m b u n u h ada tiga macam:             rr*iJ                       crj         ob
1. M e m b u n u h dengan sengaja
   M e m b u n u h dengan sengaja adalah kalau se-
seorang sengaja mengenai k o r b a n dengan alat
yang biasanya d i g u n a k a n u n t u k m e m b u n u h ,
misalkan pisau, senapan, dan lainnya.
Pelakunya d i h u k u m qishash, kecuali kalau ahli
                                                                Dan barangsiapa membunuh seorang orang muk-
waris t e r b u n u h memaafkannya maka dia hanya
                                                                min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan
berkewajiban membayar diyat, n a m u n jika ahli
                                                                seorang hamba sahaya yang beriman serta mem-
waris tidak m e m i n t a diyat maka i t u adalah hak
                                                                bayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya
mereka. A l l a h 'M berfirman:
                                                                (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga ter-
                                                                bunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum
                                                                yang memusuhimu, padahal ia mukmin maka
                                                                hendaklah (si pembunuh) memerdekakan hamba
                                                                sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh)
     Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas            dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) an-
                                                                tara mereka dengan kamu, maka hendaklah si pem-
     kalian qishash dalam pembunuhan. (QS. al-Baqa-
                                                                bunuh membayar diyat yang diserahkan kepada
     rah [2]: 178)
                                                                keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan
Rasulullah | j | bersabda:                                      hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang
                                                                tidak memperolehnya, maka hendaklah is (si pem-
           ft                                Jhj&^ti&C/'J       bunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai
                                                                cara taubat kepada Allah. (QS. an-Nisa' [4]: 92)
                                                      ft)
                                                              3. M e m b u n u h yang mirip dengan sengaja
    "Barangsiapa ada yang terbunuh, maka dia bisa                M a k s u d n y a adalah kalau seseorang meny-
    memilih, mungkin bisa minta diyat atau mengqi-            engaja mengenai orang lain, n a m u n dengan
    shash." (HR. B u k h a r i , M u s l i m : 1305)          sesuatu yang tidak biasanya u n t u k m e m b u n u h .
                                                              Misalkan: orang y a n g melempar orang lain de-
2. Salah b u n u h (salah sasaran)
                                                              ngan k a p u r tulis, n a m u n ternyata menyebabkan
   Salah b u n u h adalah kalau seseorang tidak               dia meninggal dunia.
sengaja mengenai korban baik dengan alat yang
                                                              Pelakunya p u n tidak diqishash, tetapi 'hanya'
biasa digunakan u n t u k m e m b u n u h m a u p u n t i -
                                                              diwajibkan membayar diyat, kecuali kalau d i -
                                                              maafkan oleh ahli waris yang terbunuh.
2    HR. Ibnu Majah: 2043 dan Baihaqi dengan sanad shahih,
     lihat Misykah Mashabih: 6294


30              Edisi 11
                Tahun kesebelas
                            rl433
                                                               tersebut. D a n yang menggantinya adalah w a l i
                                                               (yang mengurusi) keduanya.
                                                            (Lihat Syarah Qawa'id as-Sa'diyyah h i m . 128)

                                                            H U B U N G A N K A I D A H INI D E N G A N L A K A
                                                               LANTAS ( K E C E L A K A A N L A L U LINTAS)
                                                                  H u b u n g a n antara keduanya sangatlah erat
                                                            karena dalam semua kecelakaan h a m p i r pasti
                                                            d i t e m u k a n pengrusakan baik yang berkaitan
  D a n Abdullah, bin Amr j0, dari Rasulullah Hf            dengan nyawa, badan, atau harta benda. M a k a
  bersabda, "Orang yang terbunuh karena salah               semuanya wajib d i g a n t i sesuai dengan aturan
  setengah sengaja yaitu dengan cambuk atau tong-           masing-masing sebagaimana keterangan d i atas.
  kat adalah seratus ekor unta, empat puluh di anta-
  ranya adalah unta yang sedang bunting. "      3




PENERAPAN K A I D A H
   K a i d a h i n i berlaku u m u m baik berhubungan
dengan masalah nyawa sebagaimana keteran-
                                                                                KAIDAH KETIGA
gan d i atas m a u p u n berhubungan dengan ma-
salah harta benda atau yang lainnya.
    Syaikh A b d u r r a h m a n as-Sa'di   berkata,
"Kaidah i n i mencakup merusak jiwa, harta benda,                                     u.
dan hak-hak. Barangsiapa yang melakukan i t u
semua tanpa cara yang dibenarkan syar'i, maka
wajib diganti baik dilakukan secara sengaja, tidak
                                                                  Pelaku secara langsung itu wajib
tahu, ataupun lupa. Oleh karena i t u , A l l a h me-              mengganti meskipun tidak ada
wajibkan diyat pada pembunuhan yang tersalah;                              unsurta'addi
masalah i n i hanya dibedakan antara yang sengaja
dan tidak dari sisi dosanya saja, juga apakah dia
terkena h u k u m a n dunia akhirat ataukah tidak."         MAKNA KAIDAH
(al-Qawa'id wal Ushul Jami'ah h i m . 43)
                                                            M a k n a " p e l a k u secara langsung" adalah: Ter-
Contoh:
                                                            jadinya kerusakan i t u disebabkan oleh perbua-
1. Orang yang menyembelih k a m b i n g m i l i k           tannya tanpa ada perantara perbuatan lain an-
   orang lain karena menyangka bahwa kamb-                  tara perbuatannya dengan kerusakan tersebut.
   i n g i t u m i l i k n y a , maka dia wajib mengganti   Sedangkan makna " t a ' a d d i " adalah melakukan
   m e s k i p u n karena salah sangka.
                                                            sesuatu terhadap orang l a i n yang sebenarnya
2. Barangsiapa yang memakan makanan orang                   perbuatan tersebut terlarang, seperti m e m -
   lain karena lupa, maka ia wajib menggantinya.            b u n u h , m e l u k a i , m e n c u r i harta, dan lainnya.
3. Barangsiapa yang m e m b u n u h seseorang                     Berarti makna d a r i kaidah i n i adalah orang
   yang dia sangka kafir harbi, padahal ternyata            yang melakukan sebuah perbuatan secara lang-
   seorang m u s l i m , maka wajib membayar diyat.         sung, l a l u m e n i m b u l k a n bahaya d a n kerusakan
4. Pengrusakan yang d i l a k u k a n seseorang yang        pada orang l a i n baik nyawa, badan, m a u p u n
   b e l u m mukallaf. Kalau seseorang yang b e l u m       hartanya maka dia wajib mengganti w a l a u p u n
   mukallaf, y a i t u anak kecil yang b e l u m ba-        i t u terjadi karena melakukan sesuatu yang d i -
   l i g h atau orang gila m e l a k u k a n pengrusakan    perbolehkan dan m e s k i p u n melakukannya tan-
   jiwa atau harta, maka h u k u m n y a dianggap           pa sengaja membahayakan orang lain.
   sebagai p e m b u n u h a n karena tersalah, maka
   wajib membayar diyat dalam p e m b u n u h a n           CONTOH KAIDAH
   d a n wajib mengganti barang yang dirusaknya                   Seseorang yang latihan menembak, k e m u -
                                                            d i a n dia melepaskan tembakannya ternyata
   HR. Abu Dawud: 4547, Nasai 8/41, Ibnu Majah: 2627, dan   mengenai k a m b i n g m i l i k orang l a i n maka dia
   lainnya dengan sanad shahih. Lihat \rwa'\ 2197


                                                                                                        Edlsi 11
                                                                                                Tahun kesebelas
                                                                                                    Akhlr 1433
                                                                                                                     31




                                        I
wajib mengganti, m e s k i p u n latihan tembak i t u      CONTOH MASALAH
h u k u m n y a boleh bahkan sunnah dan dia tidak                Jika seseorang menggali sumur, l a l u suatu
sengaja mengenai k a m b i n g tersebut.                   saat ada orang lewat d i tempat tersebut l a l u ter-
                                                           j a t u h d a n meninggal dunia, maka h u k u m d a r i
DALAM MASALAH LAKA LANTAS
                                                           kasus i n i adalah:
     Misalnya orang sedang berlatih mengendarai
                                                           Jatuhnya orang tersebut b u k a n atas perbuatan
m o b i l d i tempat latihan; karena b e l u m terbiasa,
                                                           penggali s u m u r secara langsung, n a m u n peng-
akhirnya dia t i d a k m a m p u mengendalikan se-
                                                           gali sumur i t u hanyalah sebab orang i t u terjatuh,
tir dan menabrak tembok r u m a h orang hingga
                                                           karena kalau seandainya tidak ada s u m u r disitu
rusak, maka dia wajib mengganti m e s k i p u n lati-
                                                           niscaya dia tidak terjatuh. Insya A l l a h . Karena
h a n m o b i l h u k u m n y a boleh dan dia tidak sen-
                                                           itu:
gaja menabrak.
                                                           ~ Jika dia menggali sumur d i situ sudah benar,
                                                             dalam artian berada d i tempat yang selay-
                                                             aknya sumur d i g a l i d i situ, maka d i a tidak
                                                             wajib membayar denda apa p u n atas terjatuh-
                                                             nya orang d i situ.
                    KAIDAH KEEMPAT                         ~ N a m u n , j i k a d i a menggali sumur tersebut
                                                             d i tempat yang tidak selayaknya membuat
         2 - ,« f    '        " i 9   . <   > ' *" *\{       sumur, maka dia wajib membayar denda.

                                                           H U B U N G A N K A I D A H INI D E N G A N L A K A
     Orang yang menjadi sebab terjadin-                    LANTAS
     ya kerusakan maka wajib mengganti                         H u b u n g a n n y a sangat erat, contoh: jika se-
              apabila muta'addi                            seorang (pemilik mobil) m e m a r k i r m o b i l , l a l u
                                                           datanglah pengendara m o t o r d a n menabrak
                                                           m o b i l yang sedang d i p a r k i r tadi, l a l u l u k a berat
                                                           atau meninggal dunia, maka h u k u m n y a d i l i -
MAKNA KAIDAH                                               hat d a r i status pemarkiran m o b i l tersebut; jika
                                                           sudah d i tempat parkir yang sewajarnya maka
    Telah kita ketahui makna " t a ' a d d i " , l a l u
                                                           p e m i l i k m o b i l t i d a k menanggung denda, n a m u n
apa makna "musabbib"? Para ulama menjelas-
                                                           jika dia p a r k i r sembarangan maka wajib baginya
kan bahwa maknanya adalah seseorang yang
                                                           membayar denda. Walahu a'lam.
m e l a k u k a n sesuatu yang mengakibatkan k e r u -
sakan pada orang lain, n a m u n kerusakan i t u
tidak langsung terjadi karena perbuatannya, na-
m u n masih ada perantara perbuatan lainnya.
     Berarti makna kaidah i n i adalah: kalau ada
seseorang yang melakukan suatu perbuatan,
ternyata perbuatan i t u mengakibatkan bahaya                                     KAIDAH KELIMA
d a n kerusakan bagi orang lain, m e s k i p u n i t u
tidak terjadi secara langsung atas perbuatan-
n y a — n a m u n masih ada perantara perbuatan                        -    • •       e   -7   y-   •    of      •       *
lainnya—maka jika yang dilakukannya i t u boleh
dan m u b a h , maka d i a tidak wajib mengganti;
n a m u n jika i t u tidak boleh atau terlarang maka
dia wajib mengganti.                                            Apabila berkumpul antara pelaku
                                                                langsung dan yang hanya sebab,
                                                                maka sebuah hukum disandarkan
                                                                    kepada pelaku langsung
                                                                                      Bersambung ke halaman 41



32             Edfsl 11
               Tahun kesebelas
               Jumada Akhlr 1433
    Disebarkan Gratis Oleh
i

  Markaz Abu Fathan Inc
www.markazabufathan.co.nr




          K a i d a h i n i m e r u p a k a n penjabaran d a r i be-   Jawabnya: Yang wajib mengganti adalah si B
     berapa k a i d a h sebelumnya. Yaitu apabila dalam                karena dia adalah pelaku langsung, sedangkan
     satu kejadian kerusakan i t u terjadi karena dua                  si A hanyalah pelaku sebab-.
     orang. Salah satunya adalah pelaku langsung                          Jika ada seseorang yang m e n u n j u k i seorang
     dan yang satunya lagi hanya sebab, maka y a n g                   pencuri u n t u k m e n c u r i barang tertentu m i l i k
     wajib membayar denda adalah pelaku langsung                       orang lain, maka yang menanggung kerusakan
     b u k a n yang hanya sebagai sebab saja.                          barang adalah si pencuri b u k a n yang menunjuk-
     Kecuali, kalau yang hanya sebagai sebab i t u p u -               kan.
     nya pengaruh yang sangat kuat terhadap keru-
     sakan tersebut.                                                   DALAM KASUS LAKA LANTAS
                                                                            Jika ada seseorang yang membuat galian
     CONTOH MASALAH                                                    d i jalanan, l a l u ada seseorang yang menabrak
        Jika si A menggali sumur d i jalanan u m u m                   orang lain sehingga terlempar ke dalam galian
     yang tidak selayaknya d i tempat seperti i t u                    tersebut sehingga meninggal dunia, maka yang
     dibuat sumur. L a l u datanglah si B membawa                      menanggung denda adalah yang menabrak b u -
     harta m i l i k si C dan melemparkannya ke s u m u r              k a n yang m e m b u a t galian.
     tersebut hingga rusak. Siapakah yang wajib                        Wallahu a'lam.
     mengganti harta si C?

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:126
posted:6/11/2012
language:Malay
pages:6
Abu Fathan As Salafy Abu Fathan As Salafy Ahlus Sunnah Wal Jamaah www.markazabufathan.co.nr
About kunjungi Markaz Abu Fathan di : www.desasalaf.blogspot.com, www.kampungsalaf.wordpress.com, www.markazsunnah.blogspot.com