Docstoc

MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Document Sample
MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Powered By Docstoc
					       “ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN
                         BERBANGSA DAN BERNEGARA “




                                            Disusun Oleh :


                         RONAWAN JULIATMOKO                             K1508021
                         MUH. DWI SURYO                                 K1509027
                         RENGGA ALDIAN                                  K1509035
                         SUCI AMRI MUKTI A                              K1509038
                         TRIANA DEWI                                    K1509039
                         VERONIK WIDI PRADIKA                           K1509040


                           PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL/BANGUNAN
                            PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN
                      FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
                                UNIVERSITAS SEBELAS MARET
                                             SURAKARTA
                                                   2011



“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “              Page 1
                                                  BAB I
                                          PENDAHULUAN

               Kepada para pemuda yang merindukan lahirnya kejayaan…
            Kepada umat yang tengah kebingungan di persimpangan jalan…
    Kepada pewaris peradaban yang kaya raya,yang telah menggoreskan catatan
                    membanggakan di lembar sejarah umat manusia…
                                         (Hasan Al-Banna)


                                     A. LATAR BELAKANG

        Kaum muda Indonesia adalah masa depan bangsa. Karena itu, setiap
pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus sebagai pelajar, mahasiswa, ataupun
yang sudah menyelesaikan pendidikannya adalah aktor-aktor penting yang sangat
diandalkan untuk mewujudkan cita-cita pencerahan kehidupan bangsa kita di masa
depan. “The founding leaders” Indonesia telah meletakkan dasar-dasar dan tujuan
kebangsaan sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945.Kita mendirikan
negara Republik Indonesia untuk maksud melindungi segenap bangsa Indonesia
dan    seluruh     tumpah       darah     Indonesia,      memajukan     kesejahteraan   umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk mencapai
cita-cita tersebut, bangsa kita telah pula bersepakat membangun kemerdekaan
kebangsaan dalam susunan organisasi Negara Kesatuan Republik Indonesia
sebagai Negara Hukum yang bersifat demokratis (democratische rechtsstaat) dan
sebagai Negara Demokrasi konstitutional (constitutional democracy) berdasarkan
Pancasila.

        Dalam upaya mewujudkan cita-cita itu, tentu banyak permasalahan,
tantangan, hambatan, rintangan, dan bahkan ancaman yang harus dihadapi.
Masalah-masalah yang harus kita hadapi itu beraneka ragam corak dan dimensinya.
Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, banyak pula masalah-
masalah baru yang terjadi sekarang ataupun yang akan datang dari masa depan
kita. Dalam menghadapi beraneka persoalan tersebut, selalu ada kecemasan,
kekhawatiran, atau bahkan ketakutan-ketakutan sebagai akibat kealfaan atau


“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                     Page 2
kesalahan yang kita lakukan atau sebagai akibat hal-hal yang berada di luar
jangkauan kemampuan kita, seperti karena terjadinya bencana alam atau karena
terjadinya krisis keuangan di negara lain yang berpengaruh terhadap perekonomian
kita di dalam negeri.

        Dalam perjalanan bangsa kita selama 100 tahun terakhir sejak kebangkitan
nasional, selama 80 tahun terakhir sejak sumpah pemuda, selama 63 tahun terakhir
sejak kemerdekaan, ataupun selama 10 tahun terakhir sejak reformasi, telah banyak
kemajuan yang telah kita capai, tetapi masih jauh lebih banyak lagi yang belum dan
mesti kita kerjakan. “Saking” banyaknya permasalahan yang kita hadapi, terkadang
orang cenderung larut dalam keluh kesah tentang kekurangan, kelemahan, dan
ancaman-ancaman yang harus dihadapi yang seolah-olah tidak tersedia lagi jalan
untuk keluar atau solusi untuk mengatasi keadaan. Lebih-lebih selama 4 tahun
terakhir ini, demikian banyak bencana yang datang bertubi-tubi, baik karena faktor
alam maupun karena faktor kesalahan manusia. Bencana alam seperti tsunami di
Aceh dan Nias dipandang sebagai bencana kemanusiaan yang tergolong sangat
luar biasa skalanya dalam sejarah umat manusia. Bencana tsunami itu disusul pula
oleh berbagai gempa bumi di berbagai daerah dan meletusnya Gunung Merapi yang
juga menimbulkan banyak korban di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Segala jenis
bencana alam tersebut tentunya juga sangat berpengaruh terhadap kondisi
perekonomian rakyat, tidak saja di daerah bencana, tetapi juga secara luas di
seluruh Indonesia.

        Namun, belum lagi usai pahit getirnya akibat bencana-bencana tersebut
sekarang muncul lagi bencana baru berupa ancaman krisis perekonomian sebagai
akibat terjadinya krisis keuangan dan Amerika Serikat. Tidak realistis untuk
menganggap bahwa krisis keuangan di Amerika Serikat itu tidak akan berpengaruh
ke dalam perekonomian bangsa kita di Indonesia. Tidaklah bertanggungjawab jika
kita hanya berpangku tangan atau bersikap tidak perduli, meskipun kita juga tidak
boleh menjadi panik sebagai akibat gejolak yang sedang terjadi di dunia.

        Di samping perkembangan yang bersifat eksternal tersebut di atas, kita pun
perlu terus mencermati dinamika perkembangan politik, ekonomi, dan sosial budaya
di daerah-daerah dan di tingkat nasional kita sendiri. Perkembangan kegiatan
berpemerintahan dan bernegara setelah sepuluh tahun terus menerus bergerak

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “         Page 3
cepat, memerlukan langkah-langkah konsolidasi yang tersistematisasikan. Berbagai
fungsi yang bersifat tumpang tindih perlu ditata ulang. Berbagai kegiatan yang alfa
dikerjakan, perlu ditangani dengan cara yang lebih baik.

        Penting bagi kita semua, terutama kaum muda Indonesia, membiasakan diri
yaitu untuk mengerjakan apa saja yang semestinya kita kerjakan guna memperbaiki
keadaan dan meningkatkan produktifitas kita sebagai bangsa dan negara. Setiap
anak bangsa perlu bertekad melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing
melebihi apa yang seharusnya dikerjakan, dengan hanya mengambil hak tidak
melebihi hak yang memang seharusnya diterima.

                                    B. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan yang ingin penulis capai dan sampaikan kepada pembaca dalam
penyusunan makalah ini diantaranya sebagai berikut

1. Membangkitkan kembali rasa cinta tanah air di kalangan para pemuda dan
   mahasiswa sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menghargai jasa-jasa
   para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

2. Menanamkan jiwa patriotisme dan rela berkorban di antara sesama Warga
   Negara Indonesia dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

3. Mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk berfikir kritis dalam menanggapi
   setiap perubahan yang terjadi di sekeliling kita terutama hal-hal yang berkaitan
   dengan keutuhan NKRI dan kelangsungan hidup masyarakat Indonesia.

                                    C. RUMUSAN MASALAH

Berikut ini batasan masalah yang akan dibahas pada makalah ini.
1. mengidentifikasi definisi pemuda dan mahasiswa.
2. mengidentifikasi sebab dikatakannya mahasiswa sebagai pelopor suatu bangsa.
3. mengidentifikasi peranan mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. mencari hubungan antara pemuda, mahasiswa dan perubahan.
5. mengetahui bagaimana cara mengasah kemampuan reflektif, membangun




“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “             Page 4
kebiasaan bertindak efektif serta melatih kemampuan kerja teknis.
6. mengetahui peranan dan fungsi mahasiswa di era reformasi.

                                    D. METODE PENULISAN

        Dalam menyusun makalah ini, penyusun melakukan pencarian data dan
mempelajari wacana-wacana yang berkaitan dengan batasan tema yang telah
diberikan melalui media internet.




“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “       Page 5
                                               BAB II
                                        PEMBAHASAN




                           A. DEFINISI PEMUDA DAN MAHASISWA



1. Definisi Pemuda

        Definisi yang pertama, Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik
sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami
perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia
pembangunan baik saat ini maupun masa datang. Sebagai calon generasi penerus
yang akan menggantikan generasi sebelumnya. Secara internasional, WHO
menyebut sebagai” young people” dengan batas usia 10-24 tahun, sedangkan usia
10-19 tahun disebut ”adolescenea” atau remaja. International Youth Year yang
diselenggarakan tahun 1985, mendefinisikan penduduk berusia 15-24 tahun sebagai
kelompok pemuda.

        Definisi yang kedua, pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis,
bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang
stabil. Pemuda menghadapi masa perubahan sosial maupun kultural.

        Sedangkan menurut draft RUU Kepemudaan, Pemuda adalah mereka yang
berusia antara 18 hingga 35 tahun. Menilik dari sisi usia maka pemuda merupakan
masa perkembangan secara biologis dan psikologis. Oleh karenanya pemuda selalu
memiliki aspirasi yang berbeda dengan aspirasi masyarakat secara umum. Dalam
makna yang positif aspirasi yang berbeda ini disebut dengan semangat pembaharu.

        Dalam kosakata bahasa Indonesia, pemuda juga dikenal dengan sebutan
generasi muda dan kaum muda. Seringkali terminologi pemuda, generasi muda,
atau kaum muda memiliki definisi beragam. Definisi tentang pemuda di atas lebih
pada definisi teknis berdasarkan kategori usia sedangkan definisi lainnya lebih




“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “             Page 6
fleksibel. Dimana pemuda/ generasi muda/kaum muda adalah mereka yang memiliki
semangat pembaharu dan progresif.

2. Definisi Mahasiswa

        Definisi mahasiswa diambil dari suku kata pembentuknya. Maha dan Siswa,
atau pelajar yang paling tinggi levelnya. Sebagai seorang pelajar tertinggi, tentu
mahasiswa          sudah     terpelajar,     sebab       mereka         tinggal     menyempurnakan
pembelajarannya hingga menjadi manusia terpelajar yang paripurna. Apakah yang
diharapkan dari seorang mahasiswa ? Memang harapan ini terbagi pada stratanya,
yaitu untuk strata S1, seorang mahasiswa diharapkan mampu memahami suatu
konsep, dapat memetakan permasalahan dan memilih solusi terbaik untuk
permasalahan tersebut sesuai pemahaman mendalam konsep yang telah dipelajari.
Untuk strata S2, mahasiswa diharapkan mampu merumuskan sesuatu yang berguna
atau    bernilai    lebih    untuk    bidangnya.       Sedangkan         S3       diharapkan   mampu
menyumbang ilmu baru bagi bidangnya.

        Dari semua strata ada hal yang harus terus secara konsisten diperlihatkan
oleh mahasiswa. Yaitu dalam menghadapi permasalahan, seorang mahasiswa
harus melakukan analisa terhadap masalah itu. Mencari bahan pendukung untuk
lebih memahami permasalahan tersebut. Kemudian memunculkan alternatif solusi
dan memilih satu solusi dengan pertimbangan yang matang. Dan pada akhirnya
harus mampu mempresentasikan solusi yang dipilih ke orang lain untuk
mempertanggung jawabkan pemilihan solusi tersbut.

                        B. MENGASAH KEMAMPUAN REFLEKTIF

        Dalam mengembangkan perannya, kaum muda Indonesia perlu mengasah
kemampuan reflektif dan kebiasaan bertindak efektif. Perubahan hanya dapat
dilakukan karena adanya agenda refleksi (reflection) dan aksi (action) secara
sekaligus. Daya refleksi kita bangun berdasarkan bacaan baik dalam arti fisik melalui
buku, bacaan virtual melalui dukungan teknologi informasi maupun bacaan
kehidupan melalui pergaulan dan pengalaman di tengah masyarakat. Makin luas
dan mendalam sumber-sumber bacaan dan daya serap informasi yang kita terima,
makin luas dan mendalam pula daya refleksi yang berhasil kita asah. Karena itu,


“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                            Page 7
faktor pendidikan dan pembelajaran menjadi sangat penting untuk ditekuni oleh
setiap anak bangsa, terutama anak-anak muda masa kini.

                 C. MEMBANGUN KEBIASAAN BERTINDAK EFEKTIF

        Di samping kemampuan reflektif, kaum muda Indonesia juga perlu melatih diri
dengan kebiasaan untuk bertindak, mempunyai agenda aksi, dan benar-benar
bekerja dalam arti yang nyata. Kemajuan bangsa kita tidak hanya tergantung kepada
wacana, ‘public discourse’, tetapi juga agenda aksi yang nyata. Jangan hanya
bersikap “NATO”, “Never Action, Talking Only” seperti kebiasaan banyak kaum
intelektual dan politikus amatir negara miskin. Kaum muda masa kini perlu
membiasakan diri untuk lebih banyak bekerja dan bertindak secara efektif daripada
hanya berwacana tanpa implementasi yang nyata.

                        D. MELATIH KEMAMPUAN KERJA TEKNIS

        Hal lain yang juga perlu dikembangkan menjadi kebiasaan di kalangan kaum
muda kita ialah kemampuan untuk bekerja teknis, detil atau rinci. “The devil is in the
detail”, bukan semata-mata dalam tataran konseptual yang bersifat umum dan
sangat abstrak. Dalam suasana sistim demokrasi yang membuka luas ruang
kebebasan dewasa ini, gairah politik di kalangan kaum muda sangat bergejolak.
Namun, dalam wacana perpolitikan, biasanya berkembang luas kebiasaan untuk
berpikir dalam konsep-konsep yang sangat umum dan abstrak. Pidato-pidato,
ceramah-ceramah, perdebatan-perdebatan di ruang-ruang publik biasanya diisi oleh
berbagai wacana yang sangat umum, abtrask dan serba enak didengar dan indah
dipandang. Akan tetapi, semua konsep-konsep yang bersifat umum dan abstrak itu
baru bermakna dalam arti yang sebenarnya, jika ia dioperasionalkan dalam bentuk-
bentuk kegiatan yang rinci.

        Sebaiknya, kaum muda Indonesia, untuk berperan produktif di masa depan,
hendaklah melengkapi diri dengan kemampuan yang bersifat teknis dan mendetil
agar dapat menjamin benar-benar terjadinya perbaikan dalam kehidupan bangsa
dan negara kita ke depan. Bayangkan, jika semua anak muda kita terjebak dalam
politik dan hanya pandai berwacana, tetapi tidak mampu merealisasikan ide-ide
yang baik karena ketiadaan kemampuan teknis, ketrampilan manajerial untuk


“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “            Page 8
merealisasikannya,        sungguh       tidak    akan     ada     perbaikan   dalam   kehidupan
kebangsaan kita ke depan.

          E. PEMUDA, MAHASISWA DAN KESADARAN BERKONSTITUSI

        Sekarang ini kita berada dalam suasana memperingati semangat sumpah
pemuda yang dikumandangkan pada tahun 1928, delapan puluh tahun yang silam.
Sebagai anak bangsa kita telah bersumpah setia untuk bersatu nusa, bersatu
bangsa, dan berbahasa persatuan bahasa Indonesia. Ada kekeliruan dalam kita
memahami makna persatuan itu, yaitu seakan-akan bersatu dalam uniformitas,
termasuk dalam soal bahasa. Salah paham itu tercermin antara lain dalam lagu yang
biasa kita nyanyikan, yaitu “satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa kita”.
Akibatnya, sumpah pemuda kita maknai hanya mengenal satu bahasa saja, yaitu
bahasa Indonesia, dengan mengabaikan dan menafikan bahasa-bahasa daerah
yang demikian banyak jumlahnya. Padahal, teks asli sumpah pemuda itu
menyatakan bahwa kita “menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan”.
Artinya, bahasa Indonesia itu adalah bahasa persatuan, bukan satu-satunya bahasa
yang diakui oleh bangsa dan negara.

        Kita koreksi kesalahpahaman itu dengan menegaskan kembali bahwa kita
harus bersatu sebagai bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
dengan semboyan “bhineka-tunggal-ika”. Keanekaragaman bahasa, kemajemukan
anutan agama, etnis dan bahkan perbedaan rasial, merupakan kekayaan budaya
bangsa kita yang tidak ternilai. Akan tetapi di tengah keanekaan itu, kita telah
bertekad untuk bersatu seperti tercermin dalam sila ketiga Pancasila, yaitu
“Persatuan Indonesia”. Kita bersatu dalam keragaman, “unity in diversity”, “bhinneka
tunggal ika”. Dalam semangat persatuan itu, kita beraneka ragam. Kita beraneka,
tetapi tetap kokoh bersatu.

        Setelah masa reformasi dan terjadinya perubahan UUD 1945, semangat
persatuan dalam keragaman itu kembali dipertegas dalam rumusan pasal-pasal
konstitusi kita. Prinsip otonomi daerah yang sangat luas kita terapkan. Bahkan
satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat istimewa seperti Papua, Aceh,
dan Yogaykarta, atau pemerintahan daerah yang bersifat khusus seperti DKI
Jakarta, diberi ruang untuk tidak seragam atau diberi kesempatan untuk mempunyai

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                      Page 9
ciri-ciri yang khusus atau istimewa, yang berbeda dari daerah-daerah lain pada
umumnya. Demikian pula, kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat di seluruh
nusantara diperkenankan untuk hidup sesuai dengan keasliannya masing-masing.
Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 menegaskan, “Negara mengakui dan menghormati
kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya,
sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip
NKRI, yang diatur dalam undang-undang”.

        Di samping itu, diadakan pula penegasan mengenai status bahasa daerah
dalam hubungannya dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dengan
semangat untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,
tidak berarti bahwa bahasa daerah diabaikan. Karena itu, dalam Pasal 32 ayat (2)
UUD 1945 ditegaskan, “Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah
sebagai kekayaan budaya nasional”. Dengan perkataan lain, semangat keanekaan
atau kemajemukan kembali diberi tekanan dalam rangka pembinaan Negara
Kesatuan       Republik      Indonesia       berdasarkan        Pancasila   dan   UUD   1945.
Dalam wujudnya yang paling konkrit, prinsip kebersatuan dan persatuan itu juga kita
materialisasikan dalam konsepsi tentang negara konstitusional yang berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945. UUD 1945 yang di dalamnya terkandung roh Pancasila itu
merupakan piagam pemersatu kita sebagai satu bangsa yang hidup dalam kesatuan
wadah NKRI. Di dalam UUD 1945 itu, segala hak dan kewajiban kita sebagai warga
negara dipersamakan satu dengan yang lain antar sesama warga negara. Sebagai
warga masyarakat, kita beraneka, tetapi sebagai warga negara segala hak dan
kewajiban kita sama satu dengan yang lain.

        Karena itu, kaum muda Indonesia saya harapkan dapat membangun
kesadaran hidup berkonstitusi. Konstitusi adalah pemersatu kita dalam peri
kehidupan bersama dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
ini. Konstitusi negara itulah yang menjadi sumber referensi tertinggi dalam kita
membangun sistim aturan dalam kehidupan bernegara dan berpemerintahan. Para
pemimpin dan pejabat adalah tokoh-tokoh atau orang-orang yang datang dan pergi.
Kita taati keputusannya sepanjang ia mengikuti dan menaati sistim aturan yang telah
kita sepakati bersama berdasarkan UUD 1945. Oleh sebab itu, marilah kita




“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                   Page 10
membangun dan melembagakan sistim aturan dalam kehidupan kolektif kita dalam
kehidupan bernegara dan berpemerintahan.

        Pemuda dan mahasiswa adalah harapan bagi masa depan bangsa. Tugas
anda semua adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil
peran dalam proses pembangunan untuk kemajuan bangsa kita di masa depan.
Estafet kepemimpinan di semua lapisan, baik di lingkungan supra struktur negara
maupun di lingkup infra struktur masyarakat, terbuka luas untuk kaum muda
Indonesia masa kini. Namun, dengan tertatannya sistim aturan yang kita bangun,
proses regenerasi itu tentu akan berlangsung mulus dan lancar dalam rangka
pencapaian tujuan bernegara. Oleh karena itu, orientasi pembenahan sistim politik,
sistim ekonomi, dan sistiim sosial budaya yang tercermin dalam sistim hukum yang
berlaku saat ini sangatlah penting untuk dilakukan agar kita dapat menyediakan
ruang pengabdian yang sebaik-baiknya bagi generasi bangsa kita di masa depan
guna mewujudkan cita-cita bangsa yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945, serta guna mencapai empat tujuan nasional kita, yaitu melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

                      F. PEMUDA, MAHASISWA DAN PERUBAHAN

        Pemuda dan mahasiswa sama-sama diidentikkan dengan “agent of change”.
Kata-kata perubahan selalunya menempel dengan erat sekali sebagai identitas para
mahasiswa        yang     juga    dikenal     sebagai      kaum         intelektualitas   muda.   Dari
mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan, harapan untuk perubahan dan
pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah
melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam
sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.

        Peran sentral perjuanganya sebagai kaum intelektualitas muda memberi
secercah sinar harapan untuk bisa memperbaiki dan memberi perubahan-perubahan
positif di negeri ini. Tidak dipungkiri, bahwa perubahan memang tidak bisa
dipisahkan dan telah menjadi sinkronisasi yang mendarah daging dari tubuh dan
jiwa para mahasiswa.

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                             Page 11
        Dari mahasiswa dan pemudalah selaku pewaris peradaban munculnya
berbagai gerakan-gerakan perubahan positif yang luar biasa dalam lembar sejarah
kemajuan sebuah bangsa dan negara.

        Sejarah telah menorehkan dengan tinta emas, bahwa pemuda khususnya
mahasiswa selalu berperan dalam perubahan di negeri kita, berbagai peristiwa
besar di dunia selalu identik dengan peran mahasiswa didalamnya.

        Berawal dari gerakan organisasi mahasiswa Indonesia di tahun 1908, Boedi
Oetomo. Gerakan yang telah menetapkan tujuannya yaitu “kemajuan yang selaras
buat negeri dan bangsa” ini telah lahir dan mampu memberikan warna perubahan
yang luar biasa positif terhadap perkembangan gerakan kemahasiswaan untuk
kemajuan bangsa Indonesia.Gerakan kemahasiswaan lainnya pun terbentuk,
Mohammad Hatta mempelopori terbentuknya organisasi kemahasiwaan yang
beranggotakan mahasiswa-mahasiswa yang sedang belajar di Belanda yaitu
Indische Vereeninging (yang selanjutnya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia).
Kelahiran organisasi tersebut membuka lembaran sejarah baru kaum terpelajar dan
mahasiswa di garda depan sebuah bangsa dengan misi utamanya “menumbuhkan
kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia
untuk memperoleh kemerdekaan”. Gerakan mahasiswa tidak berhenti sampai disitu,
gerakannya berkembang semakin subur, angkatan 1928 yang dimotori oleh
beberapa       tokoh     mahasiswa        diantaranya       Soetomo     (Indonesische   Studie-
club),Soekarno (Algemeene Studie-club), hingga terbentuknya juga Persatuan
Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang merupakan prototipe organisasi telah
menghimpun seluruh gerakan mahasiswa ditahun 1928, gerakan mahasiswa
angkatan 1928 memunculkan sebuah idieologi dan semangat persatuan dan
kesatuan diseluruh pelosok Indonesia untuk meneriakkan dengan lantang dan
menyimpannya didalam jiwa seluruh komponen bangsa, kami putra putri Indonesia
mengaku bertumpah darah satu yaitu tumpah darah Indonesia, berbangsa satu yaitu
bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa satu yaitu bahasa Indonesia dan hingga
kini kita kenal sebagai sumpah pemuda.

        Gerakan perjuangan mahasiswa sebagai kontrol pemerintahan dan kontrol
sosial terus tumbuh dan berkembang, hinggalah gerakan perjuangan mahasiswa
sampai pada terjadinya peristiwa 10 tahun yang lalu yaitu tragedi trisakti mei 1998.

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                     Page 12
Lagi-lagi mahasiswa menjadi garda terdepan didalam perubahan terhadap negeri ini,
gerakan perjuangan ini menuntut reformasi perubahan untuk mengganti rezim orde
baru yang korupsi, kolusi, dan nepotisme serta tidak berpihak kepada rakyat dan
memaksa        turun    presiden      soeharto      dari   kursi    kekuasaannya   yang   telah
digenggamnya selama hampir 32 tahun. Gerakan perjuangan mahasiswa tidak
semudah yang kita bayangkan, perubahan ini harus dibayar mahal dengan
meninggalnya empat mahasiswa universitas trisakti oleh timah petugas aparat yang
tidak mengharapkan perubahan itu terjadi. Sejarah panjang gerakan mahasiswa
merupakan salah satu bukti, kontribusinya, eksistensinya, dan peran serta
tanggungjawabnya mahasiswa dalam memberikan perubahan dan memperjuangkan
kepentingan rakyat.

        Peran mahasiswa terhadap bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di
depan meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga
mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa
Indonesia, peran tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan
menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum, sebagai generasi pengganti
yang menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga
sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan
penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum. Peran ini senantiasa harus terus
terjaga dan terpartri didalam dada mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam
negeri maupun mahasiswa yang sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa
dijadikan sebagai sebuah pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh
perubahan” itu tetap akan bisa terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa
Indonesia. Gerakan perjuangan Mahasiswa Indonesia tidak boleh berhenti sampai
kapanpun ,gerakan perjuangan mahasiswa saat ini tidak hanya dengan bergerak
bersama-sama untuk berdemonstrasi dan berorasi dijalan-jalan saja, akan tetapi
wahai para “agent of change”, cobalah untuk bertindak bijak dengan intelektualisme,
idealisme, dan keberanian mu untuk bisa senantiasa menanamkan ruh perubahan
yang ada dalam dirimu untuk bisa memberi kebaikan dan berperan besar serta
bertanggung jawab untuk memberikan kemajuan bangsa dan Negara Indonesia,
sehingga seperti Hasan al Banna katakan “goreskanlah catatan membanggakan
bagi umat manusia”.



“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                     Page 13
                     G. MAHASISWA PELOPOR SEJARAH BANGSA

        Mahasiswa telah terbukti selalu menjadi pelopor dalam sejarah suatu Bangsa.
Pada konteks Indonesia, pengalaman empirik juga membenarkan sekaligus
mempertegas realitas tersebut. Catatan sejarah memperlihatkan bahwa dengan
kemahirannya dalam menjalankan fungsi sebagai Intellectual Organic, mahasiswa
telah berhasil menumbangkan rezim Orde Baru dan menghantarkan Indonesia
kedalam suatu era yang saat ini sedang bergulir, yakni: “Orde Reformasi“.

        Namun pada sisi yang lain, fakta juga membuktikan bahwa sampai dengan
saat ini, mahasiswa Indonesia belum mampu untuk mendongkel antek-antek Orde
Baru dari jajaran elite kekuasaan. Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa
kehadiran mereka di situ untuk menutupi segala kebobrokan kolektif yang telah
mereka lakukan di masa lalu.

        Dengan kenyataan yang demikian, maka tidaklah mengherankan apabila
proses reformasi masih tersendat-sendat dan belum dapat berjalan secara linear.
Menurut Sebastian de Grazia (1966 : 72-74), kondisi seperti ini secara cepat atau
lambat, otomatis akan menimbulkan suatu situasi anomie yang kuat di dalam
kehidupan ber-Masyarakat, ber-Bangsa dan ber-Negara, yang pada akhirnya akan
berdampak buruk bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Bertolak dari argumen di
atas, maka mahasiswa dituntut/diharapkan dapat terjun ke arena politik dalam
rangka mengawal seluruh agenda reformasi, demi terwujudnya masyarakat
Indonesia yang adil di dalam kemakmuran dan makmur di dalam keadilan secara
demokratis.Akan        tetapi,    yang     menjadi     persoalannya     adalah   bagaimanakah
seharusnya mahasiswa berpolitik….??? dan aksi politik yang bagaimanakah yang
harus dilakukan oleh mahasiswa….?

        Sebelum menjawab kedua pertanyaan di atas, perlu diketahui terlebih dahulu
bahwa istilah politik dalam tulisan ini dipahami sesuai dengan konsep berpikirnya
Antonio Gramsci, sehingga di sini politik didefinisikan sebagai aktivitas pokok
manusia dimana manusia dapat mengembangkan kapasitas dan potensi dirinya.
(Roger Simon, 1999 : 136).


“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                    Page 14
        Jika definisi di atas diejawantahkan dalam bentuk aksi, maka mahasiswa
dapat berpolitik dalam dua pengertian, yakni : Pertama, berpolitik dalam arti konsep
(Concept).      Disini   mahasiswa        secara      individual        maupun   kelompok,   harus
mengajukan gagasan, pikiran, solusi atau interpretasi mengenai apa yang menjadi
kehendak dari mayoritas rakyat. Kedua, berpolitik dalam arti kebijakan (Belied). Di
sini mahasiswa sebagai kelompok harus menjadi Pressure Groups yang
memperjuangkan aspirasi rakyat, dengan cara mempengaruhi orang-orang yang
memegang kebijakan ataupun yang menjalankan kekuasaan, dari luar sistem
kekuasaan.

        Apabila mahasiswa berpolitik dalam artian yang pertama, maka mahasiswa
dituntut untuk benar-benar memahami cara berpikir ilmiah, yaitu teratur dan
sistematik. Sedangkan apabila mahasiswa berpolitik dalam arti kebijakan (Belied),
maka mahasiswa harus betul-betul mengetahui posisi individu dalam kehidupan ber-
Negara, posisi konstitusi dalam kehidupan ber-Negara, posisi Negara dalam
menjalin relasi dengan warganya, konstelasi politik terkini dan menguasai
manajemen aksi. Pada tataran ideal, mahasiswa seharusnya berpolitik dalam arti
konsep (Concept) maupun dalam arti kebijakan (Belied) secara bersamaan. Ini
berarti, mahasiswa harus berpolitik sebagai politisi ekstra perlementer.

       H. PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN
                                           BERNEGARA

        Apa yang terlintas dibenak kita ketika kita mendengar kata”mahasiswa”,
mungkin tidak hanya satu jawaban yag akan terucap dari banyak orang dengan
beranekaragam latar belakang pendidikan. Mahasiswa merupakan sebuah status
yang disandang seseorang ketika ia menjalani pendidikan formal pada sebuah
perguruan tinggi. Seseorang dapat dikatakan sebagai seorang mahasiswa apabila ia
tercatat sebagai mahasiswa secara administrasi sebuah perguruan tinggi yang
tentunya mengikuti kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan lainnya. Status ini
menjadi mutlak apabila kita berbicara dalam konteks pendidikan formal. Ternyata
dbalik statusnya itu, masih banyak sekali peranan seorang yang menyandang status
mahasiswa untuk menunjukkan peranannya pada kehidupan masyarakat terlebih
lagi pada tingkat kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejarah membuktikan
bagaimana kekuatan mahasiswa dalam pergantian rezim yang diktator menuju

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                        Page 15
perubahan kearah lebih baik, sebagai contoh gerakan mahasiswa bersama
komponen bangsa lainnya yang ketika itu masyarakat,parpol dan ABRI dalam
menyuarakan TriTura(Tiga Tuntutan Rakyat) yang berhasil menggantikan rezim
kekuasaan saat itu yang dinilai cenderung terlau berpihak pada haluan kiri.
Kemudian bagaimana peristiwa Malari(Petaka Lima Belas Januari) yang dimotori
oleh Hariman Siregar yang notabene sebagai mahasiswa kedokteran Universitas
Indonesia, dan masih membekas diingatan kita ketika kekuatan mahasiswa untuk
menggulingkan rezim orde baru yang otoriter yang telah berkuasa selama 32 tahun.
Itu merupakan bukti-bukti nyata dimana mahasiswa menunjukkan peranannya
dikancah perpolitikan nasional yang tentunya untuk menciptakan keselarasan
menuju masyarakat yang makmur sentosa, meskipun sampai sekarang buah tangan
dari perjuangan mahsiswa tersebut masih jauh panggang dari api. Sehinnga dapat
disimpulkan bahwa kekuatan mahasiswa dalam kancah perpolitikan nasional
menjadi patut diperhitungkan sebagai gerakan yang murni membela kepentingan
rakyat semata.

        Sekarang mari kita tengok aktivitas mahasiswa zaman sekarang, Amien Rais
pernah mengutarakan intensitas dan kualitas dari gerakan kemahasiswaan
cenderung mengalami penurunan seiring datangya era globalisasi ke negeri kita
tercinta ini, kebanyakan dari mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktunya
dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya, forum-forum diskusi mengenai hal-
hal yang berhubungan dengan kenegaraan tidak pernah dijejali oleh mahasiswa
sebaliknya tempat-tempat hiburan malah disesaki para mahasiswa. Penulis tidak
melarang tentunya sebatas itu tidak melanggar syariat, karena sebagai manusia
tentunya kita juga butuh yang namanya hiburan. Tetapi hal itu juga harus disaring
dengan kekuatan iman kita. Kembali kepada kualitas gerakan kemahsiswaan masa
sekarang yang cenderung menurun, maka sadar atupun tidak itu merupakan efek
dari masuknya era globalisasi ke indonesia tanpa diharmonisasi dengan manajemen
waktu dan diri yang baik. Untuk membangun citra mahasiswa sebagai agen
pembaharu ataupun kaum intelektual yang mana dipundaknya ada masa depan
bangsa ini yang akan dilabuhkan dimana, maka kita harus memupuk rasa
persaudaraan dan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Selain
itu tentunya kita perlu membangun konsep intelektual dalam gerakan yang sinergi
dan terarah menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sehingga kedepan

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “       Page 16
mahasiswa tidak hanya dikenal lewat aktivitasnya ketika menjalani perkuliahan
saja,tetapi sebagai elemen bangsa yang peka terhadap kondisi permasalahan
disekitarnya .Semoga.

        I. PERANAN DAN FUNGSI MAHASISWA DALAM ERA REFORMASI
        Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dari pola pikir para
mahasiswa. Suara-suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat
realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa
untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka
sendiri.
Dalam hal ini, secara umum mahasiswa menyandang tiga fungsi strategis, yaitu :
1. sebagai penyampai kebenaran (agent of social control)
2. sebagai agen perubahan (agent of change)
3. sebagai generasi penerus masa depan (iron stock)


        Mahasiswa dituntut untuk berperan lebih, tidak hanya bertanggung jawab
sebagai kaum akademis, tetapi diluar itu wajib memikirkan dan mengembang tujuan
bangsa. Dalam hal ini keterpaduan nilai-nilai moralitas dan intelektualitas sangat
diperlukan demi berjalannya peran mahasiswa dalam dunia kampusnya untuk dapat
menciptakan sebuah kondisi kehidupan kampus yang harmonis serta juga
kehidupan diluar kampus.
Peran dan fungsi mahasiswa dapat ditunjukkan :
1. Secara santun tanpa mengurangi esensi dan agenda yang diperjuangkan.
2. Semangat mengawal dan mengawasi jalannya reformasi, harus tetap tertanam
   dalam jiwa setiap mahasiswa.
3. Sikap kritis harus tetap ada dalam diri mahasiswa, sebagai agen pengendali untuk
   mencegah berbagai penyelewengan yang terjadi terhadap perubahan yang telah
   mereka perjuangkan.


Dengan begitu, mahasiswa tetap menebarkan bau harum keadilan sosial dan
solidaritas kerakyatan.


Menurut Arbi Sanit ada empat faktor pendorong bagi peningkatan peranan
mahasiswa dalam kehidupan politik.

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “             Page 17
1. sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mahasiswa
   mempunyai horison yang luas diantara masyarakat.
2. sebagai kelompok masyarakat yang paling lama menduduki bangku sekolah,
   sampai di universitas mahasiswa telah mengalami proses sosialisasi politik yang
   terpanjang diantara angkatan muda.
3. kehidupan kampus membentuk gaya hidup yang unik di kalangan mahasiswa. Di
   Universitas, mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, bahasa dan
   agama terjalin dalam kegiatan kampus sehari-hari.
4. mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan
   kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise dalam masyarakat dengan
   sendirinya merupakan elit di dalam kalangan angkatan muda.
        Pada saat generasi yang memmipin bangsa ini sudah mulai berguguran pada
   saat itulah kita yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan bangsa ini.
   Namun apabila hari ini ternyata kita tidak berusaha mambangun diri kita sendiri
   apakah mungkin kita kan membangun bangsa ini suatu saat nanti? Jawabannya
   ada pada diri anda masing-masing.
        Kemampuan              yang         harus         dimiliki      seorang   mahasiswa
   1. Soft skill (Kemampuan Kepribadian)
   a. Soft Skill atau kemampuan kepribadian adalah salah satu faktor untuk sukses
      pada pendidikan yang ditempuh dan juga penentu untuk masa depan
      seseorang dalam menjalani hidupnya.
   b. Karena soft skill hampir 80 % menentukan keberhasilan seseorang.
   Kemampuan soft skill yang perlu dimiliki seorang mahasiswa
   a. Manajemen waktu
   b. Kepemimpinan (leadership)
   c. Tingkat kepercayaan yang tinggi (self confidence)
   d. Selera humor yang tinggi (sense of humor)
   e. Memiliki keyakinan dalam agama (spiritual capital)


   2. Hard Skill (Kemampuan Intelektual)
        Kemampuan intelektual hanya mendukung 20 % dari pencapaian prestasi
      dan keberhasilan seseorang Jika kemampuan soft skill ini kita punyai, maka
      kita akan menjadi orang yang baik di masa depan, sebab saat ini yang terjadi
      banyak orang yang penting tapi sedikit yang baik

“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                  Page 18
“Yakini pilihan anda, bahwa dalam dunia anda menekuni pendidikan tinggi anda bisa
sukses seperti yang anda cita-citakan.”




“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “       Page 19
                                               BAB III
                                             PENUTUP




                                         A. KESIMPULAN

        Peran mahasiswa bagi bangsa dan negeri ini bukan hanya duduk di depan
meja dan dengarkan dosen berbicara, akan tetapi mahasiswa juga mempunyai
berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa Indonesia, peran
tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan
nilai-nilai   kebaikan     pada      suatu    kaum,      sebagai        generasi   pengganti   yang
menggantikan kaum yang sudah rusak moral dan perilakunya, dan juga sebagai
generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan
penyimpangan negatif yang ada pada suatu kaum.

        Peran ini senantiasa harus terus terjaga dan terpartri didalam dada
mahasiswa Indonesia baik yang ada didalam negeri maupun mahasiswa yang
sedang belajar diluar negeri. Apabila peran ini bisa dijadikan sebagai sebuah
pegangan bagi seluruh mahasiswa Indonesia, “ruh perubahan” itu tetap akan bisa
terus bersemayam dalam diri seluruh mahasiswa Indonesia.

                                             B. SARAN

      Pada bagian ini penyusun ingin mengajak yang dalam hal ini ditujukan kepada
para generasi muda pelajar dan mahasiswa, para Dosen dan Guru, seluruh elemen
pemerintah baik yang ada di daerah maupun yang ada di pusat serta seluruh lapisan
masyarakt Indonesia secara luas agar tetap bersatu demi mempertahankan
keutuhan NKRI. Terkadang masalah sepele akan menjadi kompleks jika tidak ada
solidaritas di antara sesama kita. Penyusun berharap tak akan ada lagi perselisihan
di negeri kita tercinta sehingga cita-cita bangsa Indonesia akan tercapai.

      Pepatah dalam bahasa Inggris mengatakan Student Today, Leader Tomorrow.
Penyusun meyakini bahwa kunci tercapainya cita-cita itu ada di tangan para




“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “                          Page 20
generasi muda. Oleh karena itu, tetaplah semangat dalam meraih apa yang telah
menjadi tujuan hidup kita.

DAFTAR PUSTAKA

one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/definisi-pemuda
kipong.webnode.com/news/peranan-mahasiswa-dalam-kehhidupan-berbangsa-dan-
bernegara/
stmik-amik-dumai.ac.id/index.php/artikel/41-artikel/111-peranan-dan-fungsi-
mahasiswa-dalam-era-reformasi




“ MAKALAH PERANAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA “         Page 21

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:8325
posted:6/10/2012
language:
pages:21