Rerangka Konseptual

Document Sample
Rerangka Konseptual Powered By Docstoc
					                                Rerangka Konseptual
           Dalam perekayaasaan akuntansi, jawaban atas pertanyaan perekayasaan akan
menjadi konsep-konsep terpilih yang dituangkan dalam dokumen resmi yang di Amerika
disebut rerangka konseptual (conceptual framework). Bila operasi akuntansi dianalogi dengan
kegiatan kenegaraan, rerangka konseptual dapat dianalogi dengan konstitusi sedangkan
prosesnya dapat dianalogi dengan proses pemikiran dalam pembuatan konstitusi Negara.
A. Tujuan Pelaporan Keuangan
           Penentuan tujuan laporan keuangan merupakan langkah yang paling krusial dalam
perekayasaan akuntansi. Tujuan pelaporan menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip
yang relevan yang akhirnya menentukan bentuk, isi, jenis, dan susunan statemen keuangan.
           Rerangka konseptual sebagai dokumen resmi hasil perekayasaan sering disebut pula
sebagai seperangkat prinsip umum (a set of broad principles), seperangkat doktrin (a body of
doctrine), atau struktur konsep-konsep yang terpadu atau saling berkaitan (a structure or
scheme of interrelated ideas). Tanpa rerangka konseptual sebagai “konstitusi” akan sulitlah
bagi penyususn standar untuk mengevaluasi argument bahwa perlakuan akuntansi tertentu
lebih baik dalam menggambarkan realitas ekonomi atau untuk menilai bahwa perlakuan
akuntansi tertentu lebih efektif daripada perlakuan yang lain dalam rangka mencapai tujuan
sosial atau ekonomik.
           Tiadanya rerangka konseptual dapat mengakibatkan penyusunan standar akuntansi
diperalat oleh pihak tertentu (vested-interest group) untuk menghasilkan standar yang
menguntukan pihak tersebut. Sebagai sustu kesatuan konsep-konsep koheren yang
menetapkan sifat dan fungsi pelaporan keuangan, Kam (1990) menguraikan manfaat-manfaat
rerangka konseptual sebagai berikut:
   1. Memberi pengarahan atau pedomen kepada badan yang bertanggungjawab dalam
       penyususnan/penetap standar akuntansi.
   2. Menjadi acuan dalam memecahkan masalah-maslah akuntansi yang dijumpai dalam
       praktik yang perlakuannya belum diatur dalam standar atau pedoman spesifik.
   3. Menentukan batas-batas pertimbangan (bounds for judgment) dalam penyusunan
       statemen keuangan.
   4. Meningkatkan pemahaman pemakai statemen keuangan dan meningkatkan keyakinan
       terhadap statemen keuangan.
   5. Meningkatkan keterbandingan statemen keuangan antarperusahaan.
            Apa yang dikemukakan Kam di atas sejalan dengan apa yang ditegaskan oleh FASB
(Financial Acconting Standards Board) dalam tiap pengantar pernyataan konsep. FASB
menegaskan bahwa FASB sendirilah yang banyak akan memanfaatkan rerangka konseptual
karena rerangka konseptual akan memberi FASB suatu landasan umum dan penalaran dasar (a
common foundation and basic reasoning) untuk mempertimbangkan keunggulan dan
kelemahan alternative-alternatif dalam pengembangan akuntansi.
B. Aspek Sosial Tujuan Pelaporan
            Sebagai teknologi, pelaporan keuangan dalam suatu Negara harus direkeyasa
sehingga tujuan social dan ekonomik Negara tercapai. Tujuan nasional dapat tercapai
apabila kegiatan individual dengan berbagai motivasi untuk mencapai tujuan
individualnya juga memaksimumkan tujuan Negara.
C. Tujuan Fungsional
            Adalah tujuan masyarakat atau organisasi secara keseluruhan tanpa
memperhatikan tujuan atau motivasi masing-masing individual didalamnya. Tujuan
individual tidak dapat diamati sedangkan tujuan fungsional dapat diidentifikasi dengan
mengamati konsekuensi-konsekuensi dari kegiatan masyarakat atau organisasi nyata
yang terjadi.
D. Tujuan Bersama
            Suatu atau beberapa (subhimpunan) tujuan individual yang sama dengan
tujuan individual yang lainnya. Kalau tujuan fungsional disusun tanpa memperhatikan
tujuan tujuan individual, tujuan bersama ditentukan dengan mengidentifikasi dahulu
tujuan tujuan individual kemudian memilih tujuan-tujuan individual (seluruh anggota
masyarakat) yang sama untuk dijadikan tujuan kegiatan social.
E. Tujuan Kelompok Dominan
            Bila tujuan dan model pengambilan keputusan semua individual atau
kelompok (grup) individual dapat diidentifikasi, tujuan beberapa individual atau beberapa
kelompok individual yang dominan dalam suatu kegiatan masyarakat dapat dijadikan
tujuan kegiatan social (dan ekonomi) masyarakat bersangkutan. Kelompok atau grup
dominan adalah kelompok yang konsekuensi keputusan atau tindakannya mempengaruhi
secara kuat semua anggota masyarakat.
F. Tujuan Versi ASOBAT
           Walaupun berorientasi pada kebutuhan pemakai, komite eksekutif AAA tidak secara
spesifik mengidentifikasi pihak pemakai laporan keuangan. Komite ini mendefinisikan tujuan
laporan keuangan dengan menunjukkan manfaatnya untuk:
   1. Membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan penggunaan sumber daya
       (alam, fisis, manusia, dan financial) yang terbatas.
   2. Mengarahkan dan mengendalikan sumber daya fisis dan manusia suatu organisasi
       secara efektif.
   3. Memelihara dan melaporkan pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada
       manajemen.
   4. Memberi kemudahan berjalannya fungsi dan pengendalian social.
           Dapat disimpulkan bahwa pemakai yang diarah oleh tujuan diatas adalah berbagai
kelompok yaitu manajemen, investor, kreditor, pegawai, pemasok, dan regulator walaupun
tujuan social juga menjadi perhatian sebagaimana terefleksi dalam tujuan keempat.
G. Model
           Salah satu model yang banyak dikenal saat ini adalah kerangka konseptual yang
dikembangkan oleh FASB yang memuat 4 komponen konsep penting yaitu:
1. Tujuan pelaporan keuangan
   Penentuan tujuan laporan keuangan merupakan langkah yang paling krusial dalam
   perekayasaan akuntansi. Tujuan pelaporan menentukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip
   yang relevan yang akhirnya menentukan bentuk, isi, jenis, dan susunan statemen keuangan.
   Most, menunjukkan dua pendekatan dalam menentukan tujuan penyediaan informasi
   (pelaporan keuangan) yaitu:
   a. Menyediakan informasi untuk sehimpunan pemakai umum yang mempunyai
       bermacam-macam kepentingan keputusan. Pelaporan keuangan diarahkan untuk
       menghasilkan satu set data (satu set statemen keuangan) untuk berbagai pemakai dan
       kepentingan.
   b. Menyediakan informasi untuk kelompok pemakai tertentu yang mempunyai
       kepentingan tertentu yang diketahui (teridentifikasi). Kelompok pemakai meliputi
       pemakai eksternal dan internal sehingga beberapa laporan tidak harus berupa
       statemen.
2. Criteria kualitas informasi
   Criteria yang menjadi pedoman kebijakan akuntansi sangat erat kaitannya dengan masalah
   apakah informasi suatu objek bermanfaat untuk pengambilan keputusan bagi pihak
   pemakai yang dituju. informasi akan bermanfaat kalau informasi tersebut terpaut dengan
   keputusan yang menjadi sasaran informasi. Informasi juga akan bermanfaat kalau pemakai
   mempercayai informasi tersebut.
3. Elemen-elemen statemen keuangan
   Elemen statemen keuangan adalah makna (meaning) atau konstruk (construct) yang
   sengaja    ditentukan    dalam    perekayasaan   akuntansi   untuk   menyimbolkan   atau
   mempresentasi realitas kegiatan usaha suatu badan usaha sehingga orang dapat
   membayangkan realitas kegiatan tersebut secara keuangan tanpa harus menyaksikan
   sendiri secara fisis kegiatan tersebut.
4. Pengukuran dan pengakuan
   Penentuan dan pendefenisisan elemen berkaitan dengan masalah apa yang harus disajikan
   dalam statemen keuangan dan terdiri atas apa saja seperangkat penuh statemen keuangan
   (a full set of financial statements). Elemen dan pos menjadi bahan penyusunan seperangkat
   penuh statemen keuangan. Agar secara teknis penyususnan statemen keuangan dapat
   dilaksanakan dengan mudah, diperlukan sarana (berupa buku besar atau ledger ) untuk
   mencatat hasil pengukuran. Oleh karena itu, pos-pos yang harus disajikan dalam statemen
   keuangan menjadi basis untuk menamai akun-akuan (accounts) dalam buku besar. Bila
   suatu hasil pengukuran dicatat dalam system pembukuan, berarti informasi tersebut
   dengan sendirinya akan disajikan via statemen keuangan (incorporated into financial
   statements).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:114
posted:6/7/2012
language:Malay
pages:4
Description: Rerangka konseptual sebagai dokumen resmi hasil perekayasaan sering disebut pula sebagai seperangkat prinsip umum (a set of broad principles), seperangkat doktrin (a body of doctrine), atau struktur konsep-konsep yang terpadu atau saling berkaitan (a structure or scheme of interrelated ideas). Tanpa rerangka konseptual sebagai “konstitusi” akan sulitlah bagi penyususn standar untuk mengevaluasi argument bahwa perlakuan akuntansi tertentu lebih baik dalam menggambarkan realitas ekonomi atau untuk menilai bahwa perlakuan akuntansi tertentu lebih efektif daripada perlakuan yang lain dalam rangka mencapai tujuan sosial atau ekonomik.