Docstoc

pengantar bahasa pemrograman turbo pascal

Document Sample
pengantar bahasa pemrograman turbo pascal Powered By Docstoc
					PENGANTAR BAHASA PEMROGRAMAN TURBO PASCAL
License Agreements

Sebelum anda membaca isi dari buku digital (e-book) ini, anda harus membaca dengan

baik dan menyetujui seluruh isi dari persetujuan lisensi (License Agreements) yang dimuat

di halaman ini.

Seluruh materi yang ada di dalam e-book ini merupakan hak cipta dari penulis. Walau

demikian isi dari e-book ini dapat dicetak dan didistribusikan dalam bentuk hard copy

melalui media printing atau fotocopy. Pendistribusian dari e-book ini harus melampirkan

setiap halaman yang ada di dalam e-book, termasuk pula halaman License Agreements ini.

Isi dari buku ini tidak boleh diubah tanpa persetujuan dari penulis. Penulis harus

mengetahui setiap perubahan yang akan dibuat oleh pihak ketiga terhadap isi e-book ini.

Melalui lisensi ini penulis hanya ingin para pembaca menyadari betapa sakitnya bila karya

yang telah dibuat oleh penulis-penulis (termasuk penulis yang lain) dibajak oleh orang-

orang tak bertanggung jawab sehingga penulis tersebut tidak mendapat credit atau

penghargaan atas karyanya sendiri.

Selain hal di atas, pembaca juga harus menyetujui paling tidak 3 hal dari 5 hal yang ada di

bawah ini:

1. Pembaca setuju untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sebanyak 30%

atau lebih.

2. Pembaca setuju untuk menghemat listrik dalam kegiatan sehari-hari.

3. Pembaca setuju untuk menghemat penggunaan air dalam kegiatan sehari-hari.

4. Pembaca setuju untuk membuang sampah pada tempat yang benar. :)

5. Pembaca setuju untuk membuat suatu karya digital sebagai bentuk dukungan

terhadap Comptius dan mungkin akan diperlombakan.
Bila anda tidak menyetujui isi dari Copyright License, anda dapat segera menutup e-book

ini. Lisensi ini hanya berlaku untuk karya yang dibuat oleh William.

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 2 / 11

Pengenalan Pascal

Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pemrograman tingkat

tinggi menandakan bahwa Pascal banyak menggunakan bahasa manusia dalam penulisan

sintaksnya.

Beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi lainnya yang ada yaitu BASIC dan DELPHI.

Sedangkan bahasa pemrograman tingkat rendah yaitu bahasa pemrograman yang masih

banyak menggunakan tanda-tanda sehingga bahasa ini cenderung lebih “kotor”. Beberapa

bahasa pemrograman tingkat rendah yang sering digunakan adalah C, C++ dan Java.

Mari kita melihat perbedaan antara bahasa Pascal dan C untuk pembanding dalam sintaks

yang digunakan:

PASCAL

uses crt;
var a : integer;
begin
clrscr;
writeln('Masukkan nilai antara 0 sampai 100 : ');
readln(a);
if a > 5 then begin
writeln('Nilai a lebih besar dari 5');
writeln('Tekan sembarang tombol untuk keluar');
end
else begin
writeln('Nilai a lebih kecil atau sama dengan 5');
writeln('Tekan sembarang tombol untuk keluar');
end;
readkey;
end.

C

#include <stdio.h>
#include <conio.h>

int a;

void main() {
clrscr();
printf(“Masukkan nilai antara 0 sampai 100 : “);
scanf(“%d”, &a);
if (a > 5) {
printf(“Nilai a lebih besar dari 5\nTekan sembarang tombol untuk
keluar”);
} else {

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 3 / 11

printf(“Nilai a lebih kecil atau sama dengan 5\nTekan sembarang
tombol
untuk keluar”);
}
getch();
}
Dua penggalan program di atas akan menghasilkan program yang sama persis yaitu

meminta sebuah input berupa angka antara 0 sampai 100. Kemudian sebuah tulisan akan

muncul tergantung dari nilai input yang dimasukkan.

Dari 2 bahasa tersebut, dapat dilihat bahwa dalam bahasa Pascal lebih sederhana dan

lebih banyak menggunakan bahasa manusia. Sedangkan dalam bahasa C, lebih banyak

penggunaan simbol.

Turbo Pascal dan C merupakan program compiler. Compiler sendiri berarti program

yang menerjemahkan tulisan berupa kode program menjadi bahasa mesin yang dapat

dimengerti oleh komputer. Proses yang dilakukan disebut compile atau compiling. Suatu

program dapat di-compile dengan menggunakan kombinasi tombol Alt + F9. Sedangkan

untuk menjalankan program, tombol yang dapat digunakan adalah Ctrl + F9. Bila selama

proses compile terdapat error atau kesalahan dalam penulisan program, maka Turbo

Pascal atau C akan memberitahukan letak kesalahan tersebut sehingga pengguna dapat

memperbaikinya di halaman editor.

Turbo Pascal merupakan bahasa yang case insensitive yang berarti penulisan dalam huruf

kapital maupun huruf kecil tidak dipermasalahkan. Akan tetapi pada C yang case sensitive,

maka penulisan huruf kapital atau kecil harus benar-benar diperhatikan.

Untuk pembahasan berikutnya, kita akan menggunakan program Turbo Pascal dengan

bahasa pemrograman Pascal sebagai pengantar contoh. Perlu diingat bahwa bila anda

telah menguasai satu bahasa pemrograman, maka anda akan dengan cukup mudah

berpindah ke bahasa pemrograman lainnya selama anda memiliki dasar algoritma dan

logika yang baik. Oleh sebab itu, pada pembahasan yang selanjutnya, yang akan

ditekankan adalah algoritma dan logika, bukan sintaks dan function / procedure yang

terdapat dalam Turbo Pascal. Function atau procedure yang telah disediakan oleh Turbo
Pascal dapat anda pelajari sendiri penggunaannya melalui Help yang terdapat di Turbo

Pascal.

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 4 / 11

Struktur kode

Pada setiap kode pemrograman, terdapat aturan yang harus dipatuhi agar program

tersebut dapat menjalankan (compile) suatu program dengan baik tanpa error. Struktur

utama pada Turbo Pascal adalah sebagai berikut.

program

uses

label

const

type

var

procedure

function

begin

statement;

...

end.

Tulisan yang diapit oleh tanda kurung kurawal {} adalah comment dan tidak dianggap

sebagai bagian program ketika di-compile oleh compiler. Pada baris pertama, anda dapat

mendeklrasikan nama program. Umumnya untuk mengefisiensikan pengerjaan suatu

program (khususnya pada lomba), baris pertama dapat diacuhkan atau dilewatkan.
Baris kedua yaitu “USES” merupakan deklarasi penggunaan unit dalam Turbo Pascal. Unit

merupakan bagian dari program yang berisi kumpulan function dan procedure. Contoh

fungsi yang banyak digunakan adalah CRT, dengan function yang terdapat di dalamnya

yaitu clrscr dan readkey. Anda dapat menjalankan suatu program tanpa menggunakan

USES, akan tetapi anda hanya dapat menggunakan function dan procedure yang sudah

terkandung secara native dalam Turbo Pascal. Contohnya anda tidak dapat menggunakan

clrscr atau readkey tanpa CRT, tetapi bisa menggunakan writeln dan readln tanpa CRT

tersebut karena CRT merupakan unit untuk pengolahan output ke layar dan input dari

keyboard.

Label digunakan bersamaan dengan keyword GOTO. GOTO sendiri jarang digunakan

karena tidak efisien dan cenderung membingungkan penggunanya.

Const digunakan untuk mendeklarasikan suatu konstan. Konstan merupakan suatu

keyword yang memiliki nilai tertentu. Misalnya bila anda mendeklrasikan PI sebagai 3.14,

maka ketika anda menggunakan PI pada baris program, PI akan digantikan dengan 3.14.

Type digunakan untuk mendeklarasikan suatu tipe data baru dari tipe data yang sudah ada

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

... ; {deklarasi nama program}

... ; {deklarasi penggunaan unit}

... ; {deklarasi label}

... ; {deklarasi konstant}

... ; {deklarasi tipe data}

... ; {deklarasi variabel}

... ; {deklarasi procedure}

... ; {deklarasi function}
{program ditulis di sini}

Page 5 / 11

sebelumnya. Berguna ketika harus menggunakan pointer.

Var digunakan untuk mendeklarasikan suatu variabel. Variabel yang dideklarasikan harus

memiliki tipe data tertentu. Penjelasan dalam penggunaan variabel akan dibahas di bagian

berikutnya.

Procedure dan function merupakan sub-program. Procedure tidak mengembalikan

nilai, sedangkan function mengembalikan nilai. Procedure dan function mengandung

suatu penggalan program yang dapat dipanggil oleh program utama atau sub-program

yang lainnya. Bila anda belum mengerti maksud dari “mengembalikan nilai” maka anda

dapat membayangkan bahwa hasil dari function dapat dimasukkan ke dalam suatu

variabel atau menghasilkan suatu nilai, sedangkan procedure hanya menjalankan suatu

potongan program. Contoh procedure adalah writeln dan clrscr karena kedua procedure

tersebut tidak mengembalikan nilai apapun. Sedangkan contoh function adalah “sqrt”

yang akan mengembalikan nilai berupa akar kuadrat dari bilangan yang dimasukkan.

Sebagai informasi: “procedure” adalah istilah yang digunakan pada Pascal. Pada bahasa

pemrograman yang lainnya, biasa disebut “function yang tidak mengembalikan nilai” atau

“void function”.

Program utama yang akan dijalankan oleh Turbo Pascal dapat ditulis diantara BEGIN

sampai dengan END.

Variabel dan tipe data

Terdapat beberapa tipe data yang dapat dipergunakan dalam suatu variabel, di antaranya

adalah (beserta range yang dapat diterima):

Integer
Integer (-2^15 sampai 2^15), word (0 sampai 2^16), shortint (-2^7 sampai 2^7), byte (0

sampai 2^7), longint (-2^23 sampai 2^23)

Float / Real

Real (6 byte), singel (4 byte), double (8 byte), extended (10 byte), comp (8 byte)

Boolean

Bernilai TRUE atau FALSE (1 atau 0)

Char

Merupakan integer yang telah dikonversikan ke kode ASCII.

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 6 / 11

Array

Merupakan deretan suatu variabel yang bertipe data sama. Pembahasan yang lebih

lengkap akan terdapat di bagian tersendiri. String merupakan array dari char.

Algoritma dasar

Pada dasarnya terdapat beberapa algoritma yang harus dikuasai dalam pemrograman

yaitu:

1. Operator

2. Input/output: Bagaimana meminta suatu input dan menampilkan suatu output.

3. Selection: Bagaimana membuat program yang dapat memilih bagian yang akan

dijalankan.

4. Repetition / looping: Bagaimana membuat program yang dapat mengulang suatu

bagian program yang dijalankan.

Rangkuman operator

Dalam bahasa pemrograman, sebuah proses dibagi menjadi 2 yaitu operand dan operator.
Operand dapat berupa variabel atau nilai. Sedangkan operator merupakan tanda-tanda

yang dipakai untuk mengolah.

Terdapat banyak jenis operator, tapi 4 jenis yang perlu dipelajari untuk saat ini adalah

assignment operator, arithmatic operator, comparison operator, logical operator.

Assignment operator ditandai dengan :=, dan digunakan untuk memberi nilai ke suatu

variabel.

Arithmatic operator ditandai dengan *, /, +, -, div, mod. Digunakan untuk

pengolahan nilai matematika.

Comparison / Relational operator ditandai dengan =, <, >, <=, >=, <>, dan IN.

Digunakan untuk perbandingan 2 nilai sehingga menghasilkan nilai true dan false.

Logical operator ditandai dengan AND, OR, XOR dan NOT. Digunakan untuk

perbandingan logika antara dua pernyataan atau lebih.

Penting: penggunaan = dan := harus diperhatikan karena penggunaan operator ini

terkadang salah tempat.

Input Output:

Terdapat 2 jenis input/output secara umum yaitu layar/keyboard dan file.

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 7 / 11

Input menggunakan readln() dan read(). Dalam penggunaan melalui keyboard, kedua

procedure ini tidak berbeda. Akan tetapi bila input berasal dari file, kedua procedure akan

berbeda dalam mengambil input. Readln() akan mengambil input dalam suatu baris,

kemudian cursor akan dipindahkan ke baris selanjutnya. Pada read() akan mengambil

input dalam suatu baris, kemudian cursor akan dipindahkan ke sebelah bagian yang

diinput. Bila tidak ada lagi bagian yang dapat diinput, maka cursor baru dipindah ke
bawah.

Output menggunakan writeln() dan write(). Penggunaannya hampir sama dengan yang

read() dan readln(). Pada writeln dan write, keduanya akan berpengaruh baik di file

maupun di layar.

Contoh program:

uses crt;
var a,b: integer;
begin
clrscr;
write('Masukkan bilangan antara 1 - 100: ');
readln(a);
b:= a * 2;
writeln('Bilangan yang dimasukkan adalah ', a);
writeln('Bilangan setelah dikali 2 adalah ', b);
readkey;
end.

Rangkuman Selection

Selection merupakan salah satu proses program di samping sequential (pengerjaan secara

berurut) dan repetition / looping. Dalam selection, program akan memilih bagian yang

akan dijalankan (sehingga terdapat bagian yang tak dijalankan).

Umumnya selection menggunakan IF ... THEN ... ELSE ..., akan tetapi terdapat pula CASE

... OF. Penggunaan IF lebih umum digunakan bila terdapat pilihan yang tidak terlalu

banyak dan eksekusi baris program yang panjang.

Blok pertama untuk IF dijalankan bila condition yang digunakan bernilai TRUE,

sedangkan blok ELSE dijalankan bila nilai conditionnya adalah FALSE.

Contoh:

uses crt;
var bil1, bil2: integer;
begin
clrscr;
write('Masukkan bilangan 1 : ');
readln(bil1);
write('Masukkan bilangan 2 : ');
readln(bil2);

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 8 / 11

if bil1<bil2 then begin
writeln('Bilangan 1 lebih kecil');
end
else begin
writeln('Bilangan 2 lebih kecil');
end
readkey;

end.

Penggunaan IF dapat dikombinasikan sehingga suatu blok IF dapat menampung blok IF

yang lainnya (nested selection). Penggunaan IF tidak selalu harus selalu bersama ELSE

(simple selection). IF juga dapat digunakan lebih dari satu kondisi setelah ELSE (linear

selection) atau pada IF yang sama menggunakan operator logika / logical operator

(combined selection). Contohnya adalah seperti baris program di bawah:

if (condition1) then begin
if (condition2) then begin
statement1;
stetement2;
end
else if (condition3) then begin
statement3;
statement4;
end
else begin
statement5;
end;
statement6;
statement7;
if (condition4) then begin
statementx;
statementy;
end;
end
else if (conditionx AND conditiony OR conditionz) begin
statement01;
statement02;
end;

Penting: Ada baiknya setiap blok IF selalu dipisahkan dan ditandai dengan spasi kosong

atau menggunakan TAB untuk menghindari kebingungan dalam pembuatan blok

statement.

Rangkuman Repetition / Looping

Repetition dapat digunakan untuk menjalankan suatu bagian program secara berulang-

ulang sesuai dengan kondisi yang ada.

Looping pada Pascal menggunakan beberapa keyword seperti FOR...DO, WHILE...DO dan

REPEAT...UNTIL.

FOR...DO dipergunakan ketika nilai yang akan digunakan sudah diketahui dengan nilai

yang ada di dalamnya selalu ditambah atau dikurangi satu ketika mengalami perulangan.

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 9 / 11

Sintaks:

FOR variable := startindex (TO/DOWNTO) endindex DO BEGIN

statement;

END;

Dari sintaks di atas, terdapat dua jenis perubahan yang dapat digunakan, yaitu TO dan

DOWNTO. TO akan menghasilkan nilai incremental atau penambahan satu setiap kali

terjadi perulangan. Sedangkan DOWNTO akan menghasilkan nilai decremental atau

pengurangan satu setiap kali terjadi perulangan.

Contoh penggunaan FOR...DO:

for i:=1 to 10 do begin

write(i,' ');
end;

for j:=10 downto 1 do begin

write(j,' ');

end;

WHILE...DO dapat digunakan tanpa harus ada perubahan pada nilai kondisi. Selama

kondisi masih bernilai TRUE, maka perulangan akan dilakukan terus.

Sintaks:

WHILE (condition) DO BEGIN

statement;

END;

Contoh penggunaan WHILE...DO:

i:=10;

while i>2 do begin

i:=i-2;

writeln(i);

end;

REPEAT...UNTIL berfungsi hampir sama dengan WHILE...DO. Pada REPEAT...UNTIL,

looping akan berhenti justru ketika kondisi bernilai TRUE. Selain itu kondisi akan diuji

pada akhir perulangan sehingga blok di dalam perulangan akan dijalankan minimal satu

kali walaupun kondisi yang ada masih FALSE.

Pengantar Bahasa Pemrograman Pascal

Page 10 / 11

Sintaks:

REPEAT
statement;

UNTIL (condition);

Contoh penggunaan REPEAT...UNTIL:

i:=10;

repeat

i:=i-3;

writeln(i);

until i<1;

Dari penggalan program di atas, dapat dilihat bahwa REPEAT...UNTIL tidak memerlukan

BEGIN dan END untuk menjalankan suatu blok statement.

TIPS: Gunakan variabel i, j, k, dan seterusnya untuk menandai indeks perulangan atau

looping.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:47
posted:6/6/2012
language:Indonesian
pages:14