Analisa Seismisitas dan Periode Ulang Gempa Bumi Sumbar Dan sekitarnya

Document Sample
Analisa Seismisitas dan Periode Ulang Gempa Bumi Sumbar Dan sekitarnya Powered By Docstoc
					    ANALISA SEISMISITAS DAN PERIODE ULANG GEMPA BUMI
                    SUMATERA BARAT DAN SEKITARNYA

                                   Bambang Sunardi1
                1
                 Manajemen Rekayasa Kegempaan, Magister Teknik Sipil
              Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta
                               Email : b.sunardi@gmail.com




Seismisitas

   Katalog gempa untuk wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya dominan oleh gempa
gempa dengan magnitude sekitar 5 sebagaimana terlihat dalam histogram berikut ini
(Gambar 1), sementara distribusi gempa bumi terhadap kedalaman dominan oleh gempa
gempa dengan kedalaman kurang dari 100 km (Gambar 2).




  Gb 1. Seismisitas Sumbar dan sekitarnya berdasar katalog NEIC 1973-5 Okt 2009.
                     Gb 2. Distribusi gempa versus kedalaman.


Densitas Kegempaan

    Hasil pemetaan densitas gempabumi daerah Sumatera Barat dan sekitarnya berkisar
antara -2,8 s/d -1,8 log (N/km2) dimana N adalah jumlah gempa. Daerah yang berwarna
merah memiliki tingkat kerapatan gempa bumi yang lebih besar dibanding daerah
lainnya.




                 Gb 3. Densitas kegempaan Sumbar dan sekitarnya.

    Dari peta densitas kegempaan mengindikasikan adanya zona seismic gap di wilayah
sebelah barat Padang. Zona seismic gap merupakan zona yang sangat berpotensi untuk
terjadinya gempa dengan skal besar, dan terbukti dengan kejadian gempa 30 September
2009 yang baru lalu yang terjadi pada zona ini.


Magnitude Completness

    Parameter paling penting dalam menentukan nilai-b dan nilai-a adalah magnitude
completenes (Mc) dimana diperlukan deskripsi akurat dari Mc lokal karena Mc pada
wilayah penelitian sangat bervariasi. Mc ini dapat diperoleh dengan cukup akurat dari
data observasi dengan mengasumsikan sebuah power-law distribution sehingga
kehilangan data diujung katalog dapat dimodelkan. Nilai magnitude completeness untuk
daerah sumbar dan sekitarnya sekitar 4,6. Besarnya Mc ini sangat berpengaruh terhadap
penentuan nilai-b dengan metode maksimum likelihood.




                             Gb 4. Mc dan Pemetaan Mc.


Pemetaan nilai-b

    Variasi spasial nilai-b daerah Sumbar dan sekitanya berkisar antara 0,8-1,6.
Berdasarkan hasil penelitian para ahli, nilai-b yang rendah memberikan korelasi pada
tingkat stress yang tinggi, sedangkan nilai-b yang tinggi akan berkorelasi sebaliknya.
Daerah dengan nilai-b yang rendah akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk
terjadinya gempabumi dengan magnitude yang besar karena tingkat stress pada daerah
ini terbilang tinggi.
   Gb 5. Variasi spasial nilai-b untuk daerah Sumbar dan sekitarnya dan Histogram nilai-b.


Pemetaan nilai-a

    Nilai a merupakan parameter seismik yang mencerminkan tingkat seismisitas suatu
wilayah pada periode tertentu. Variasi spasial nilai-a daerah Sumbar dan sekitanya
berkisar antara 5,2 -10,4.




   Gb 6. Variasi spasial nilai-a untuk daerah Sumbar dan sekitarnya dan Histogram nilai-a.


Periode Ulang Gempa

    Periode ulang gempa dengan magnitude 6,5 bervariasi antara antara 5-25 tahun.
Daerah sebelah barat Padang, sekitar Mentawai dan Enggano memiliki periode ulang
sekitar 5 tahunan. Terbukti pada gempa dengan magnitude 6,7 SR yang terjadi di
kepulauan Mentawai pada 14 Mei 2005 dan gempa dengan kekuatan yang sama pada 16
agustus 2009 memiliki selang waktu sekitar 4 tahun.




                          Gb 7. Periode Ulang Gempa M6,5.

    Periode Ulang M7,5 bervariasi antara antara 30 sampai 140 tahun. Daerah sekitar
Mentawai, Enggano memiliki periode ulang dibawah 40 tahun sementara periode ulang
gempa dengan M7 bervariasi antara antara 15 sampai 60 tahun. Daerah sekitar
Mentawai, Enggano memiliki periode ulang dibawah 20 tahun.




                      Gb 8. Periode Ulang Gempa M7,5 dan M7.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:68
posted:6/5/2012
language:
pages:5