Syarah Kitab Tauhid Hal 112-127 by desasalaf

VIEWS: 112 PAGES: 8

									kepada orang yang mendengar bahwa orang yang memberi fatwa tidak
bersumpah melainkan karena ada keragu-raguan pada dirinya. A l - l m a m
A h m a d Rahimahullah           terkadang mengawali jawaban dari pertanyaan
yang diajukan kepadanya dengan perkataan, " D e m i Allah." Allah telah
                                                                                                                                                                             Bab 5:
m e m e r i n t a h k a n Rasul-Nya u n t u k bersumpah d i tiga tempat dalam A l -
Qur'an, yaitu:
        "Dan, mereka menanyakan kepadamu, 'Benarkah (adzab yang dijan-                    TAFSIR TAUHID DAN SYAHADAT LA ILAHAILLALLAH
      jikan itu)?' Katakanlah,   'Ya, demi Rabbku, sesungguhnya adzab itu
       adalah benar'. " (Yunus: 53).
       "Orang-orang      yang kafir mengatakan     bahwa sekali-kali   mereka    tidak
                                                                                                P ^ V a k n a at-tafsir         ialah pengungkapan d a n penjelasan,               yang
      akan dibangkitkan.     Katakanlah,     'Tidak demUdan, demi Rabbku,       benar-
                                                                                         diambilkan dari perkataan yang biasa berkembang di kalangan manusia,
      benar kalian akan dibangkitkan'.       " (At-Taghabun: 7 ) .
                                                                                         "Fasarat     ats-tsamratu       qasyraha".   Yang j u g a diambilkan dari perkataan
       "Dan, orang-orang     yang kafir berkata,    'Hari berbangkit   itu tidak akan    seseorang, "Fasartu         tsaubi",   sehingga t a m p a k apa yang ada di balik kain.
      datang kepada kami'.         Katakanlah,   'Pasti datang, demi Rabbku      yang    Yang termasuk m a k n a ini ialah tafsir Al-Qur'an Al-Karim.
      mengetahui      yang gaib,    sesungguhnya    Kiamat   itu pasti akan     datang          Sedangkan m a k n a dan definisi tauhid sudah disampaikan d i bagian
      kepada kalian'."     (Saba': 3).
                                                                                         terdahulu, n a m u n yang dimaksudkan di sini ialah keyakinan bahwa Allah
      Jika d a l a m s u m p a h itu ada kemaslahatan sejak awal atau u n t u k          adalah Esa dalam uluhiyah-Nya.
menjawab suatu pertanyaan, maka s u m p a h itu boleh dilakukan atau b a h -                    Perkataan " d a n syahadat la ilaha           illallah"      d i h u b u n g k a n dengan
kan adakalanya dituntut.                                                                 tauhid, sehingga menjadi " d a n tafsir syahadat              la ilaha illallah".   Hubung-
                                     —ooOOoo—                                            an di sini termasuk masalah h u b u n g a n dua s i n o n i m , karena t a u h i d m e r u -
                                                                                         pakan hakikat, yaitu syahadat la ilaha            illallah.
                                                                                                Ini m e r u p a k a n bab yang sangat penting, karena sudah ada p e m -
                                                                                         bicaraan sebelumnya tentang tauhid, keutamaan dan seruan kepadanya,
                                                                                         sehingga seakan-akan sekarang jiwa manusia m e m b u t u h k a n penjelasan
                                                                                         tentang apa sesungguhnya t a u h i d ini, sehingga ia m e m i l i k i uraian d a l a m
                                                                                         beberapa b a b (kewajiban,             keutamaan d a n seruan kepadanya).                Maka
                                                                                         jawaban dapat diberikan dalam bab ini, yaitu tafsir tauhid. Penulis s u d a h
                                                                                         menyebutkan lima ayat tentang masalah ini:


                                                                                              AyatPertama:

                                                                                                               .<~>j3)          AL~.J^JJ               Oj*~>       J > l X i } f

                                                                                                    "Orang-orang     yang mereka seru itu, mereka sendiri              mencari      jalan
                                                                                                 kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat                     (kepada
                                                                                                Allah).     "(Al-Isra':57).
                                                                                                    Firman Allah, 2k—Iji merupakan mubtada'.                j 3 merupakan         ismun
                                                                                         maushul.       S)—merupakan            shilatul-maushul.        Sedangkan oj^i m e r u p a -
                                                                                          kan khabaml-mubtada             . Dengan kata lain, orang-orang yang mereka seru
itu sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapakah di antara mereka                    dan malaikat tidak membebaskan                      diri dari syirik, tapi mereka justru
yang paling dekat. Lalu bagaimana m u n g k i n kalian menyeru mereka,                     terseret kepada syirik. Yang aneh, mereka itu menyeru orang-orang yang
sedang mereka sendiri merupakan orang-orang yang m e m b u t u h k a n d a n               justru m e m b u t u h k a n sesuatu yang dapat mendekatkan mereka kepada
fakir? T e n t u saja pada hakikatnya ini merupakan kebodohan. Hal ini ber-                Allah Subhanahu            wa      Ta'ala,    karena orang-orang         yang     diseru i t u
laku bagi setiap o r a n g yang diseru, n a m u n dia sendiri seorang penyeru,             m e m b u t u h k a n Allah u n t u k diri mereka sendiri. Maka bagaimana m u n g k i n
seperti Isa putra Maryam, para malaikat, para wali d a n orang-orang yang                  dibutuhkan orang lain?
shalih. A d a p u n p e p o h o n a n dan bebatuan (yang disembah) tidak t e r m a s u k
dalam ayat ini.
                                                                                           #      Ayat Kedua dan Ketiga:
       Orang-orang yang m e n u r u t anggapan kalian merupakan para wali
d a n penolong selain Allah, tidak berkuasa untuk menyingkirkan m u d h a r a t                      j)*s     isMi % . 0 j X j J        UA eQ           oyj                        J l i Mj
atau mengalihkannya dari satu tempat ke t a m p a t lain, karena mereka
sendiri menyeru d a n mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa d i antara
                                                                                                                                                                            * '            **
mereka yang paling dekat. Allah telah menjelaskan keadaan orang-orang
                                                                                                     "Dan, ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya,
yang diseru itu.
                                                                                                     'Sesungguhnya      aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang                 kalian
         "Dan, orang-orang     yang kalian seru (sembah) selain Allah, tidak mem-
                                                                                                    sembah, tetapi (aku menyembah)              Rabb yang menjadikanku,       karena se-
         punyai apa-apa meskipun setipis kulit ari. Jika kalian menyeru         mereka,
                                                                                                    sungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku'. " (Az-Zukhruf: 26-
         mereka tiada mendengar      seruan kalian, dan kalau mereka        mendengar,
                                                                                                    27).
         mereka tidak memperkenankan        permintaan    kalian, dan di Hari    Kiamat
                                                                                                    F i r m a n Allah, %—'. m e n u r u t bentuk fa'al.       Ini m e r u p a k a n    shifat
         mereka akan mengingkari      kemusyrikan kalian, dan tidak ada yang da-
                                                                                           musyabbahah           dari at-tabarru',      yang berarti 'pembebasan diri'. Dengan
         pat memberikan     keterangan kepada kalian sebagai yang diberikan         oleh
                                                                                           kata lain, sesungguhnya a k u benar-benar membebaskan diri secara total
         Yang Maha Mengetahui.      "(Fathir: 13-14).
                                                                                            dari apa yang kalian sembah kecuali yang telah menjadikan a k u . Ibrahim
         F i r m a n Allah, i>j—*>£ 'mereka menyeru', artinya m e r u p a k a n seruan     Alaihis-Salam         adalah orang yang tegar d a n kuat karena Allah. Beliau
p e r m o h o n a n , seperti orang yang berseru kepada Ali ketika mereka d i -
                                                                                            mengucapkan seperti itu kepada ayahnya d a n kaumnya, y a n g ayahnya
t i m p a kesulitan d a n seperti orang yang berseru kepada Nabi             Shallallahu
                                                                                            bernama Azar.
Alaihi   iva Sallam,      dengan berkata, "Wahai manusia yang paling mulia,
                                                                                                     Firman Allah,             Makna ibadah di sini ialah m e r e n d a h k a n diri d a n
siapa lagi yang dapat kujadikan tempat berlindung selain d i r i m u ketika
                                                                                            tunduk, karena d i tengah k a u m Ibrahim terdapat orang-orang                             yang
k a m i ditimpa bencana?" Adakalanya ini merupakan seruan ibadah, seperti
                                                                                            menyembah berhala, ada pula yang menyembah matahari, r e m b u l a n d a n
orang yang m e r e n d a h k a n diri kepada orang lain ketika mendekatkan diri,
                                                                                            bintang-gemintang.
ketika bernadzar, d e n g a n cara r u k u ' dan sujud.
                                                                                                     F i r m a n Allah, J)±          *% di sini terdapat p e m a d u a n antara penafian
         Firman-Nya, o'j£ artinya 'mereka mencari'.
                                                                                            dan penetapan. Penafiannya ialah o°jil               :
                                                                                                                                                         »sedangkan penetapannya
         Firman-Nya, *ll—*}3i artinya sesuatu yang dapat m e n g h u b u n g k a n          ialah Jpk tfM'% Hal ini menunjukkan bahwa t a u h i d tidak akan s e m p u m a
mereka kepada Allah, yakni mereka mencari sesuatu yang dapat m e n g -                         kecuali mengingkari apa-apa selain dari Allah d a n beriman kepada Allah
h u b u n g k a n mereka kepada Allah Subhanahu            wa Ta'ala,     siapakah d i         semata. Firman Allah, "Karena              itu barangsiapa     yang     ingkar         kepada
antara mereka yang lebih dekat kepada Allah. Mereka j u g a m e n g h a r a p k a n            thaghut   dan beriman       kepada Allah, maka sesungguhnya              ia telah       berpe-
rahmat-Nya dan t a k u t adzab-Nya.                                                         gang     kepada     buhul    tali yang      amat     kuat yang   tidak akan putus."          (Al-
         Sisi korelasi ayat di atas dengan bab ini, yaitu bab tafsir t a u h i d dan la        Baqarah: 256). Mereka itu menyembah Allah dan juga m e n y e m b a h selain
ilaha illallah,   bahwa t a u h i d itu m e n g a n d u n g kebebasan dari syirik, yaitu       Allah, karena Ibrahim berkata, "Kecuali yang menjadikan a k u . " Pada
dengan tidak menyeru siapa p u n beserta Allah, tidak malaikat yang dide-                      dasarnya dalam pengecualian i t u harus ada pengaitan kecuali ada dalil.
katkan, tidak pula nabi yang diutus. Orang-orang yang menyeru para nabi                        Atas dasar itulah Ibrahim membebaskan diri dari mereka (kaumnya).
         Yang terjadi di sebagian negara Islam, ada orang yang rajin mendi-                 yang kedua ialah arbaban.             Dengan kata lain, mereka orang-orang Yahudi
 rikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa dan juga m e n u n a i k a n haji,              dan Nasrani menjadikan orang-orang yang pandai di antara mereka dan
 n a m u n mereka j u g a pergi ke kuburan-kuburan, sujud dan r u k u ' kepada              rahib-rahib mereka sebagai tandingan-tandingan.
 kuburan i t u . Orang-orang semacam ini adalah orang-orang kafir dan                              Al-Ahbar       merupakan j a m a ' dari habrin,          yang berarti orang yang
 bukan muwahhidin.           A m a l apa p u n tidak diterima dari mereka. T e n t u saja   pandai atau ulama. Sebutan lain u n t u k orang yang pandai ialah                        bahmn,
yang demikian ini m e r u p a k a n sesuatu yang sangat berbahaya bagi u m a t              karena ilmunya yang banyak. Al-Habru                 dapat j u g a dibaca    al-hibru.
 Islam, karena mengingkari hal-hal selain Allah tidak perhatian sedikit p u n                       Firman Allah, '0&M            artinya 'para ahli ibadah di antara mereka'.
dari mereka. Ini m e r u p a k a n kebodohan yang nyata pada diri mereka, dan                       Firman-Nya, I                 j a m a ' dari Rabb.    Dengan kata lain, mereka
j u g a m e r u p a k a n pengabaian dari ulama-ulama mereka, karena orang                  menjadikan al-ahbar            dan ar-ruhban          sebagai Rabb       dari selain Allah,
awam tidak m e n g a m b i l kecuali dari ulamanya. N a m u n sebagian orang                karena mereka m e n u r u t i dan m e m a t u h i apa yang diperintahkan                 al-ahbar
ada yang menjadi u l a m a pemerintah dan bukan menjadi ulama agama.
                                                                                            dan ar-ruhban        itu u n t u k menyalahi perintah Allah serta mendurhakai-Nya.
       Dalam perkataan Ibrahim Alaihis-Salam,      "Illalladzi fatharani",            di    Mereka juga menjadikan ar-mhban                       itu sebagai Rabb,         dengan       cara
sini beliau tidak mengatakan illallah. Ada dua faidah dalam hal ini:                        menjadikan mereka sebagai wali yang disembah dari selain Allah.
    1.    Sebagai isyarat tentang alasan pengesaan Allah dalam ibadah,                              Firman-Nya, fa if/a %» artinya 'dari selain Allah'.
          karena sebagaimana Dia diesakan dalam penciptaan, Dia j u g a ha-                         Firman-Nya, "Dan Al-Masih                  putra   Maryam",     d i s a m b u n g k a n de-
          rus diesakan d a l a m ibadah.                                                    ngan al-ahbar.        Dengan kata lain, mereka j u g a menjadikan Al-Masih putra
    2.    Sebagai isyarat tentang kebatilan penyembahan terhadap berhala-                   Maryam sebagai Rabb,                 karena mereka         mengatakan bahwa            Al-Masih
          berhala; karena berhala-berhala itu tidak dapat menciptakan kalian,               adalah o k n u m ketiga dari tiga o k n u m .
          karena itu m e n g a p a kalian menyembahnya? Di sini j u g a terkandung                  Firman-Nya, ''/>••.               artinya 'mereka merendahkan diri dengan
          alasan t e n t a n g t a u h i d yang m e m a d u k a n penafian dan penetapan.   ketaatan kepada Allah semata', yang menciptakan Al-Masih, al-ahbar,                            ar-
          Ini m e r u p a k a n gambaran sastra yang tinggi dalam perkataan                 mhban,        langit dan b u m i .
          Ibrahim.
                                                                                                        Firman-Nya, j — * V! i — ^ artinya 'tidak ada sesembahan yang hakiki
          Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa tauhid tidak akan terwujud                  kecuali Dia'.
jika ada p e n y e m b a h a n kepada Allah yang disertai penyembahan           kepada                  Firman-Nya,              merupakan pembebasan bagi Allah dari apa-apa
selain-Nya, tapi harus ada pemurnian ibadah itu bagi Allah semata. M a n u -                yang mereka persekutukan.
sia dalam hal ini dapat dibagi menjadi tiga golongan:
                                                                                                        Sisi keberadaan ayat ini bagi tafsir syahadat dan la ilaha                    illallah,
    1.    Golongan yang m e n y e m b a h Allah semata.                                      bahwa Allah mengingkari perbuatan mereka yang menjadikan orang-
 2.       Golongan yang m e n y e m b a h selain Allah semata.                               orang yang alim dan para rahib sebagai Rabb                    atau tandingan dari selain
 3.       Golongan yang m e n y e m b a h Allah beserta selain-Nya.                         Allah. CJraian yang lebih sempurna tentang ayat ini akan disampaikan d i

          Hanya g o l o n g a n pertamalah yang disebut      muwahhid.                       bagian mendatang. Mereka menjadikan orang-orang yang a l i m itu se-
                                                                                             bagai sekutu dalam ketaatan. Setiap kali orang-orang yang alim itu m e -
                                                                                             nyuruh mereka kepada sesuatu, maka mereka menaatinya, baik sesuatu
&        Ayat   Keempat:
                                                                                             itu sesuai dengan perintah Allah atau tidak. J a d i , tafsir tauhid la                     ilaha
                                                                                             Illallah    juga mengharuskan ketaatanmu kepada Allah semata. Karena itu
                                                                                             meskipun Nabi Shallallahu                Alaihi     wa Sallam        menegaskan ketaatan
          "Mereka   menjadikan     orang-orang    alimnya   dan rahib-rahib      mereka      kepada ulil-amri,         t o h beliau juga bersabda, "Sesungguhnya ketaatan itu
          sebagai tandingan selain Allah."    (At-Taubah: 31).                               hanya dalam hal kema'rufan." (Diriwayatkan Al-Bukhary dan Muslim).

          Firman Allah, jUjLLJ-i kata ini dan kata lain yang d i s a m b u n g k a n
kepadanya m e r u p a k a n obyek pertama dari ittakhadzu,          sedangkan obyek
W      Ayat    Keltma:                                                                                Firman-Nya,    "Adapun      orang-orang    yang   beriman     lebih      cinta
                                                                                             kepada     Allah".   Berdasarkan pendapat yang pertama, m a k a maknanya,
                                                                                             adapun orang-orang yang beriman lebih besar cintanya kepada" Allah
                                                                                             daripada cinta orang-orang itu kepada Allah, karena cinta orang-orang
          "Dan di antara manusia ada orang-orang         yang menyembah        tandingan-
                                                                                             M u k m i n bersifat tulus, sedangkan di d a l a m cinta orang-orang itu ada
          tandingan   selain Allah,   mereka      mencintainya   sebagaimana      mereka
                                                                                             persekutuan antara Allah dengan berhala-berhala mereka. A d a p u n ber-
          mencintai Allah. " (Al-Baqarah:       165).
                                                                                             dasarkan pendapat kedua, m a k a maknanya, a d a p u n orang-orang yang
          Firman Allah, ^«L_Ji          lafazh min dimaksudkan u n t u k        at-tab'idh
                                                                                             beriman lebih besar cintanya kepada Allah daripada orang-orang itu yang
(pembagian). Tandanya, diperbolehkannya bagian lain u n t u k menepati
                                                                                             mencintai berhala-berhala mereka, karena cinta orang-orang M u k m i n
bagian yang ada. Al-jarr         wal-majrur      berkaitan dengan khabar          muqad-
                                                                                             tetap teguh, baik ketika dalam keadaan lapang m a u p u n sempit, karena
dam yang tidak d i t a m p a k k a n . Sedangkan JwJ* 'j—'* merupakan           mubtada'
                                                                                             didasarkan kepada bukti keterangan yang benar. Hal ini berbeda dengan
mu'akhkhar.       D e n g a n kata Iain, orang yang menjadikan tandingan bagi
                                                                                             orang-orang musyrik, karena cinta mereka kepada berhala-berhala itu
Allah dan obyek penderitanya y a n g pertama, yaitu tandingan diposisikan
                                                                                             akan luntur jika mereka d i t i m p a kesempitan.
d i akhir, sedangkan obyek penderitanya yang kedua, yaitu dari selain
                                                                                                      Maka apa pendapatmu tentang seseorang yang m e n c i n t a i selain
Allah, diposisikan di depan.
                                                                                             Allah lebih daripada cintanya kepada Allah? Apa p e n d a p a t m u t e n t a n g
          Firman-Nya, I * s ^ disebutkan dalam bentuk tunggal karena lafazh                  seseorang yang mencintai selain dan dia tidak m e n c i n t a i Allah? T e n t u saja
man.
                                                                                             orang s e m a c a m ini lebih b u r u k d a n lebih besar dosanya. Keadaan sema-
     Firman-Nya, ' 0 ^ ^           dibuat dalam bentuk j a m a ' karena m e m p e r -        c a m ini banyak dilihat pada diri orang-orang yang menisbatkan diri ke-
timbangkan makna.                                                                            pada Islam pada zaman sekarang, yaitu ketika mereka mencintai wali-wali
          Firman-Nya, l i — % j a m a ' dari niddin,     yang berarti 'sesuatu yang          mereka, lebih banyak daripada cinta mereka kepada Allah. Karena itu
serupa atau sebanding'. Atas dasar inilah Nabi Shallallahu                 Alaihi     wa     sekiranya dikatakan kepadanya, "Bersumpahlah dengan n a m a Allah",
Sallam      bersabda kepada o r a n g yang berkata kepada beliau, "Menurut                   maka dia p u n bersumpah dengan sebenar-benarnya atau secara dusta.
kehendak Allah d a n kehendak e n g k a u " , "Apakah engkau hendak menja-                   Tapi ketika dia diminta untuk bersumpah atas n a m a seorang wali, m a k a
dikan aku sebagai t a n d i n g a n bagi Allah?" Tapi yang benar: M e n u r u t              dia tidak bersumpah melainkan dengan sebenar-benarnya. Kalau engkau
kehendak Allah semata.                                                                       juga mendapatkan sebagian di antara mereka ada yang datang ke M a k k a h

          Firman-Nya, & 1 — £ S       '^TjL^J   'mereka mencintainya seperti m e n -         d a n Madinah, sambil m e m b a w a kecintaan di d a l a m diri mereka kepada

cintai Allah', ini m e r u p a k a n sisi keserupaan i t u , yaitu tandingan atau            Rasulullah Shallallahu      Alaihi    wa Sallam,    seperti cinta mereka kepada

keserupaan d a l a m cinta, karena mereka mencintainya seperti mencintai                     Allah atau lebih besar. Tentu saja s e m a c a m ini m e r u p a k a n syirik, karena

Allah. Para mufasir saling berbeda pendapat tentang firman Allah                  kahub-     Allah t a h u bahwa kita tidak mencintai Rasulullah Shallallahu          Alaihi     wa

billah.    Ada yang berpendapat, mereka mencintai berhala-berhala sama                       Sallam     melainkan karena cinta kita kepada Allah d a n karena beliau adalah

dengan cinta mereka kepada Allah, sehingga di dalam hati mereka ada                          Rasul Allah. Kita tidak mencintai beliau karena beliau M u h a m m a d b i n

cinta kepada Allah di s a m p i n g ada cinta kepada berhala-berhala. Mereka                 Abdullah, tapi kita mencintai beliau karena beliau adalah Rasul Allah. J a d i

j u g a menjadikan cinta kepada berhala-berhala seperti cinta kepada Allah,                  kita mencintai beliau karena cinta kepada Allah. N a m u n orang-orang itu

sehingga al-mashdar          disertakan kepada obyeknya, dengan kata lain,                   menjadikan cinta kepada Allah m e n g i k u t i cinta kepada Rasulullah, kalau-

mereka mencintai berhala-berhala seperti cinta mereka kepada Allah. Ada                      p u n mereka benar-benar mencintai Allah.

pula yang berpendapat, mereka mencintai berhala-berhala ini dengan                                    Di dalam ayat ini terkandung ujian yang besar bagi hati orang-orang
cinta yang m e n d a l a m , seperti cinta orang-orang M u k m i n kepada Allah.             Muslim pada zaman sekarang, yang menjadikan cinta kepada selain Allah
N a m u n susunan kalimat di d a l a m ayat ini menguatkan pendapat yang                     seperti cinta kepada Allah. Ada juga orang-orang yang m e n y e k u t u k a n
pertama.                                                                                     kecintaan kepada selain Allah dengan Allah, n a m u n tidak berdasarkan
                                                                                              ibadah yang syar'iyah, tapi seperti ibadah yang disebutkan d a l a m hadits
terdahulu, yaitu cinta kepada d i r h a m , dinar, makanan dan pakaian. Se-             Cinta itu          bermacam-macam
kiranya hati mereka ditelusuri lebih lanjut, tentu di dalam hati mereka itu                     Pertama,       cinta karena Allah. Cinta ini tidak menafikan tauhid, tapi
dipenuhi kecintaan kepada kesenangan duniawi, termasuk pula orang                       justru merupakan bagian dari kesempurnaan tauhid. Tali i m a n yang paling
yang shalat di masjid, n a m u n hatinya diisi dengan perkara-perkara dunia             kuat ialah mencintai karena Allah dan m e m b e n c i karena Allah. Mencintai
yang dia sukai.                                                                         karena Allah ialah jika engkau mencintai sesuatu karena Allah j u g a m e n -
       Pada hakikatnya i n i m e r u p a k a n salah satu dari berbagai        jenis    cintainya, baik yang dicintai itu pribadi atau amal. Yang demikian i n i
ibadah. Sekiranya manusia melakukan introspeksi diri, mengapa dia dicip-                termasuk kesempurnaan tauhid. Laila Majnun berkata,
takan, tentu dia akan t a h u bahwa dia diciptakan karena untuk beribadah                       Masalah yang paling penting ialah di rumah Laila
kepada Allah, d i s a m p i n g dia diciptakan untuk kepentingan akhirat dan                    Hadapkan muka ke setiap dinding-dindingnya
bukan untuk kepentingan k a m p u n g dunia ini, karena k a m p u n g ini hanya
                                                                                                Kecintaan ke kampung halaman menyibukkan hati
sekadar sebagai j e m b a t a n yang dilewati manusia, u n t u k menuju k a m p u n g
                                                                                                Yang lebih penting ialah cinta kepada sang penghuni
lain, sebuah k a m p u n g yang u n t u k itulah dia diciptakan dan yang semesti-
                                                                                                Kedua,        cinta yang bersifat naluri, yang tidak lebih dipentingkan
nya dia mengarahkan a m a l . A d u h a i sekiranya saja pada hari tertentu
                                                                                        seseorang daripada cintanya kepada Allah. Yang demikian ini tidak
seorang manusia berpikir, apa yang telah kuperbuat? Berapa lagi sisa
                                                                                        menafikan cinta kepada Allah, seperti cinta kepada istri, anak d a n harta.
u m u r k u di dunia ini? Apa yang telah kulakukan? Hari demi hari terus ber-
                                                                                        Maka ketika Nabi Shallallahu         Alaihi   wa Sallam    ditanya, "Siapakah orang
lalu, sementara aku tidak t a h u apakah aku semakin dekat dengan Allah
                                                                                        yang paling engkau cintai?" Maka beliau menjawab, "Aisyah." Ketika be-
atau justru semakin j a u h dari-Nya?
                                                                                        liau ditanya, "Siapakah dari kalangan laki-laki (yang lebih engkau cintai)?"
       Apakah kita sudah menghisab diri sendiri tentang masalah ini?
                                                                                        Beliau menjawab,            "Ayahnya."   (Diriwayatkan Al-Bukhary d a n Muslim).
Setiap manusia yang berakal tentu mempunyai tujuan. Lalu apakah
                                                                                        Yang termasuk dalam cinta ini ialah menyukai makanan, m i n u m a n d a n
tujuannya? Saat ini kita sedang mencari ilmu u n t u k mendekatkan diri
                                                                                        pakaian/
kepada Allah, m e m b e r d a y a k a n   diri sendiri dan juga   memberdayakan
                                                                                                 Ketiga,      cinta beserta Allah yang menafikan cinta kepada Allah, yaitu
orang lain. Apakah setiap kali kita mengetahui satu permasalahan, kita
                                                                                        cinta kepada selain Allah sama dengan cinta kepada Allah, atau bahkan
sudah mengaplikasikannya? D a l a m setiap keadaan kita mendapatkan diri
                                                                                        lebih banyak daripada cinta kepada Allah, yang sekiranya ada perten-
kita dalam kelalaian d a n pengabaian. Apakah setiapkali kita mengetahui
                                                                                        tangan antara cinta kepada Allah dan cinta kepada selain Allah, maka yang
suatu masalah, kita menyeru hamba-hamba Allah kepadanya? Ini semua
                                                                                        lebih didahulukan ialah cinta kepada selain Allah. Hal ini terjadi ketika
memerlukan muhasbah.            Setiap orang yang mencari ilmu m e m p u n y a i
                                                                                        seseorang menjadikan cinta ini sebagai tandingan cinta kepada Allah,
tanggung jawab yang tidak enteng. Dia mempunyai kewajiban yang lebih
                                                                                        yang dia dahulukan daripada cinta kepada Allah atau dia mempersa-
banyak dari zakat harta. Dia harus bertindak dan berbuat menyebarkan
                                                                                        m a k a n cinta kepada selain Allah itu dengan cinta kepada Allah.
ilmu serta m e m b a n g k i t k a n kesadaran d i tengah u m a t Islam. Jika tidak,
berarti dia telah m e n y i m p a n g dari syariat Allah.                                        Sisi korelasi dari ayat ini bahwa Allah menjadikan orang-orang yang
                                                                                        menyamakan cinta kepada Allah dengan cinta kepada selain Allah sebagai
       Ibnu Qayyim Rahimahullah            berkata, "Segala sesuatu berjalan ber-
                                                                                        orang-orang m u s y r i k y a n g menjadikan tandingan bagi Allah.
dasarkan cinta. Sebagai misal, engkau tidak bergerak                 menghampiri
sesuatu, melainkan karena engkau mencintainya, termasuk pula sesuap
makanan, engkau tidak menyantapnya melainkan karena engkau m e n -                      Jaminan      Perlindungan       Harta dan Darah    Orang    yang Mengucapkan      La
cintai dan menyukainya."                                                                Ilaha     Illallah.

       Karena itulah ada yang berkata, "Sesungguhnya                dasar seluruh                Di dalam Ash-Shahih         disebutkan dari Nabi Shallallahu    Alaihi   wa
gerakan adalah cinta. Cinta m e r u p a k a n dasar amal. Syirik dalam cinta            Sallam      bahwa beliau bersabda,
berarti merupakan syirik kepada Allah."
                                                                                                             Di dalam sabda beliau, " D a n mengingkari dari apa yang disembah
                                                                                                      dari selain Allah", terkandung dalil bahwa tidak c u k u p hanya dengan
                                                                                                      mengucapkan la ilaha illallah,      tetapi harus ada pengingkaran terhadap
                                                                                                      penyembahan     terhadap seseorang yang disembah dari selain Allah,
       "Barangsiapa mengucapkan la ilaha illallah dan mengingkari apa yang                            bahkan harus ada pengingkaran dengan segala pengingkaran. Barang-
       disembah dari selain Allah, maka diharamkan harta dan darahnya,                                siapa mengucapkan la ilaha         illallah,   sedang dia berpendapat bahwa
       sedang hisabnya ada pada Allah Azza wa Jalla."        (Diriwayatkan                            orang-orang Yahudi dan Nasrani pada zaman sekarang berada                  pada
       Muslim).                                                                                       agama yang benarv, maka dia b u k a n orang Muslim. Siapa yang berpen-
                                                                                                      dapat bahwa berbagai agama yang berkembang pada saat ini m e r u p a k a n
       Perkataan, " D i d a l a m Ash-Shahih,"               pengarang tidak m e m a s t i k a n
                                                                                                      pemikiran yang boleh dipilih m e n u r u t kehendaknya, maka dia b u k a n
apa yang d i m a k s u d k a n dengan Ash-Shahih                    di sini, apakah Shahih     Al-
                                                                                                      orang Muslim. A g a m a merupakan keyakinan yang diwajibkan dari sisi
Bukhary     ataukah Shahih             Muslim,        atau yang dimaksudkannya adalah
                                                                                                      Allah, yang kemudian diberlakukan terhadap manusia. Karena itulah ada
hadits shahih, baik yang disebutkan d i dalam Ash-Shahihain                          secara ber-
                                                                                                      pengingkaran terhadap sebagian orang yang m e n g g u n a k a n ungkapan
samaan ataukah disebutkan dalam salah satu di antara keduanya atau-
                                                                                                      "pemikiran Islam", tetapi yang harus dikatakan ialah "agama Islam", atau
kah disebutkan d a l a m selain Ash-Shahihain.                    Pengarang tidak m e m p u n y a i
                                                                                                      "akidah Islam". Boleh saja m e n g g u n a k a n u n g k a p a n "pemikir Islam",
definisi tersendiri d a l a m hal ini, yang m e m u n g k i n k a n dapat dimutlakkan.
                                                                                                      karena ini merupakan pensifatan terhadap pribadi d a n b u k a n terhadap
Atas dasar ini, m a k a pengkajian tentang hadits ini dapat m e n i m b u l k a n
                                                                                                      agama yang dipeluk.
dugaan-dugaan. Ongkapan serupa juga sering disebutkan pengarang di
beberapa tempat. N a m u n yang dimaksudkan di sini ialah Shahih                          Muslim.
       Sabda Rasulullah Shallallahu                     Alaihi     wa Sallam,       "Barangsiapa      Tafsir Tauhid
mengucapkan la ilaha illallah";               artinya tidak ada sesembahan yang hakiki                       Di sini ada masalah yang paling besar d a n paling penting, yaitu
kecuali Allah. Lafazh al-jalalah              merupakan pengganti dari dhamir                yang     masalah tafsir tauhid. Ada dua hal dalam tafsir tauhid:
tidak ditampakkan d a l a m al-khabar.                 Siapa yang berpendapat bahwa la                  1.   Penafian uluhiyah selain.
berfungsi sebagai ma'rifah,            m a k a menurutnya itu merupakan khabar.                        2.    Penetapan uluhiyah bagi Allah semata.
       Sabda beliau, " D a n mengingkari apa yang disembah dari selain                                       Harus ada penafian d a n penetapan ini u n t u k mewujudkan tauhid,
Allah", artinya m e n g i n g k a r i penyembahan terhadap seseorang yang d i -                       karena tauhid artinya menjadikan sesuatu sebagai hal yang satu u n t u k
sembah dari selain Allah. K a m i katakan seperti itu karena Isa putra                                diyakini d a n diamalkan, yang berarti di dalamnya harus ada penafian d a n
Maryam juga disembah dari selain Allah. M e m a n g kita beriman kepada Isa                           penetapan.
putra Maryam, n a m u n kita tidak beriman kepada penyembahannya d a n                                       Jika engkau berkata, "Zaid berdiri", berarti engkau telah mene-
dia p u n tidak berhak u n t u k disembah, sebagaimana firman Allah,                                  tapkan berdiri baginya, n a m u n engkau belum menunggalkannya. Tapi jika
       "Dan (ingatlah)         ketika Allah berfirman,             'Hai Isa putra Maryam,     ada-    engkau katakan, "Tidak ada yang berdiri melainkan Zaid", berarti engkau
       kah kamu mengatakan kepada manusia,                        'Jadikanlah   aku dan ibuku dua     telah menetapkan berdiri baginya d a n juga menunggalkannya dalam hal
       orang tuhan selain Allah ?' Isa menjawab,                    'Mahasuci Engkau,     tidaklah    berdiri itu.
      patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya).                            Jika          Jika engkau berkata, "Allah adalah llah",         berarti engkau telah
       aku pernah        mengatakannya,              maka tentulah Engkau telah           mengeta-    menetapkan uluhiyah bagi-Nya. Tetapi engkau b e l u m menafikan uluhiyah
       huinya. Engkau mengetahui                apa yang ada pada diriku dan aku tidak                itu dari selain Allah, yang berarti tauhid b e l u m sempurna. Jika engkau ka-
       mengetahui       apa yang ada pada diri Engkau.                    Sesungguhnya     Engkau     takan, "Tidak ada Hah melainkan Allah", berarti engkau telah menetapkan
       Maha Mengetahui           perkara yang gaib-gaib.             Aku tidak pernah    mengata-     uluhiyah bagi Allah dan menafikan uluhiyah itu dari selain Allah.
       kan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan                             kepadaku             Di sini juga terkandung masalah yang besar dan penting d i samping
       (mengatakannya),           yaitu,     'Sembahlah          Allah,   Rabbku dan Rabb ka-
                                                                                                      tafsir tauhid, yaitu tafsir syahadat, yang dijelaskan dengan beberapa hal
       / w r t \ " ( A l - M a i d a h : 116-117).
yang nyata. Yang d i m a k s u d k a n dengan syahadat dl sini ialah u n g k a p a n                          kara yang tidak ada kekuasaan atasnya kecuali Allah, seperti per-
tentang apa yang diyakini manusia dengan hatinya. Perkataan, " A k u                                          kataan, " H a i Fulan, buatlah bayi yang ada dalam kandungan istriku
bersaksi bahwa tiada Hah melainkan Allah", artinya aku berucap dengan                                         adalah bayi laki-laki."
lisanku seraya m e n g u n g k a p k a n keyakinan yang terpendam di d a l a m
                                                                                                     3.       Engkau menyeru atau berdoa kepada m a k h l u k yang sudah m a t i ,
hatinya, bahwa tidak ada Hah melainkan Allah.
                                                                                                              yang tidak menjawab, dengan m e n g g u n a k a n wasilah-wasilah yang
       Di antara penjelasannya ialah ayat tentang Isra', yang di dalamnya                                     diketahui dan dapat diraba. Ini j u g a merupakan syirik besar, karena
dijelaskan sanggahan d a n bantahan terhadap orang-orang musyrik, yang                                        makhluk yang sudah m a t i tidak layak u n t u k diseru, apalagi ada ke-
menyeru atau berdoa kepada orang-orang shalih, yang di dalamnya j u g a                                       yakinan bahwa dia m e m i l i k i tindakan yang tidak t a m p a k di alam ini.
terkandung penjelasan bahwa yang demikian itu merupakan syirik besar.                                         Ada pula ayat Bara'ah yang di dalamnya dijelaskan bahwa Ahli Kitab
       Perkataan pengarang, " D i antaranya ayat Isra'," maksudnya ialah fir-                       telah menjadikan rahib-rahib dan ulama-ulamanya sebagai tandingan dari
m a n Allah,                                                                                        selain Allah. Yang demikian ini merupakan syirik ketaatan, yaitu berupa
       "Orang-orang      yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan                   ke-   tauhid rububiyah yang digabungkan dengan                     tauhid uluhiyah, karena
       pada Rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat                          (kepada    h u k u m apa p u n , baik syar'y m a u p u n kauny        harus dikembalikan kepada
       Allah)   dan mengharamkan         rahmat-Nya           dan takut akan          adzab-Nya."   Allah, sehingga yang demikian ini termasuk kesempurnaan rububiyah-
       (Al-Isra':57).                                                                               Mya. Firman Allah,
       Di dalam ayat ini Allah menjelaskan bantahan terhadap orang-orang                                      "Tentang    sesuatu apa pun kalian berselisih,        maka putusannya             (terse-
musyrik yang berseru d a n berdoa kepada orang-orang shalih dan m e n -                                       rah) kepada Allah. "(Asy-Syura: 10).
jelaskan bahwa ini m e r u p a k a n syirik besar, karena doa termasuk ibadah.                                "Dan, bagi-Nyalah       segala penentuan   dan hanya kepada-Nyalah                kalian
Firman Allah,                                                                                                 dikembalikan."    (Al-Qashash: 70).
       "Dan,    Rabbmu    berfirman,     'Berdoalah          kepada-Ku,      niscaya akan    Ku-              Syaikh menjadikan syirik ketaatan sebagai dosa besar, dan hal ini
       perkenankan      bagi kalian.   Sesungguhnya            orang-orang     yang     menyom-     memerlukan rincian lebih lanjut, yang insya Allah akan disampaikan dalam
       bongkan diri dari menyembah-Ku             akan masuk neraka Jahanam                dalam    bab tentang orang yang menaati p e m i m p i n dan ulama dalam penghalalan
       keadaan hina-dina'."     ( A l - M u k m i n : 60).                                          apa yang diharamkan Allah atau kebalikannya.
       Hal ini m e n u n j u k k a n bahwa doa merupakan ibadah, karena akhir                                 Penjelasan lain ialah perkataan Al-Khalil Ibrahim                    Alaihis-Salam
perkataan merupakan alasan bagi yang awal. Siapa p u n yang berdoa ke-                              kepada orang-orang kafir, "Sesungguhnya                aku tidak           bertanggungjawab
pada selain Allah, baik yang masih h i d u p m a u p u n yang sudah m a t i , maka                  terhadap      apa yang kalian sembah,          tetapi (aku menyembah)           yang         men-
dia orang musyrik d e n g a n kemusyrikan yang besar. Berdoa atau berseru                           jadikanku."        (Az-Zukhruf: 26).
kepada m a k h l u k dapat dibagi menjadi tiga m a c a m :                                                    Di sini beliau mengecualikan Allah di antara sesembahan-sesem-
  1.   Diperbolehkan, yaitu jika engkau menyeru m a k h l u k dengan sesuatu                        bahan. Ini menunjukkan bahwa di dalam tauhid harus ada penafian d a n
       hal yang m e m u n g k i n k a n baginya u n t u k mengetahuinya                  dengan     penetapan, yaitu pembebasan diri dari hal-hal selain Allah dan keikhlasan
       sesuatu yang dapat ditangkap indera secara jelas. Yang demikian ini                          ibadah bagi Allah semata.
       bukan termasuk seruan (doa ibadah), tapi itu merupakan perkara                                         Allah menjadikan bahwa al-bara'ah                (pembebasan diri) dan                al-
       yang diperbolehkan. Rasulullah Shallallahu                  Alaihi     wa Sallam      ber-   muwalat        ini sebagai tafsir syahadat bahwa tiada Hah melainkan Allah,
       sabda, "Dan, jika      dia menyemmu,           maka penuhilah           ia." (Diriwayat-     dengan berfirman, "Dan             (Ibrahim)   menjadikan       kalimat    tauhid     itu     kali-
       kan Muslim).                                                                                 mat yang           kekal pada   ketumnannya       supaya     mereka       kembali       kepada
  2.   Engkau menyeru m a k h l u k secara mutlak, baik dia masih h i d u p                         kalimat      tauhid itu." (Az-Zukhruf: 28). Makna sabda Ibrahim,                    "Sesungguh-
       m a u p u n sudah m a t i , sementara tidak ada kekuasaan atas hal itu                       nya aku tidak bertanggung              jawab    terhadap    apa yang      kalian       sembah,
       kecuali Allah. Yang demikian ini merupakan syirik, karena engkau                              tetapi     (aku     menyembah)        yang    menjadikanku",        merupakan          makna
       menjadikan m a k h l u k itu sebagai tandingan bagi Allah dalam per-                          perkataan la ilaha        illallah.
        Penjelasan lainnya ialah ayat dalam surat Al-Baqarah tentang orang-                    Penjelasan lain ialah sabda Nabi Shallallahu            Alaihi    wa         Sallam,
orang kafir, "Dan, sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka."             "Barangsiapa     mengucapkan      la ilaha illallah   dan mengingkari           apa     yang
(Al-Baqarah: 167). Allah menjadikan cinta sebagai syirik jika seseorang               disembah     dari selain Allah,   maka diharamkan           harta dan darahnya,           se-
mencintai sesuai selain Allah seperti cintanya kepada Allah, sehingga dia             dang hisabnya       ada pada Allah",    jadi harus ada pengingkaran terhadap
menjadi orang yang m e n y e k u t u k a n beserta Allah dalam masalah cinta.         thaghut dan i m a n kepada Allah. Firman-Nya,
Atas dasar inilah cinta kepada Allah harus murni, bahwa seseorang tidak                        "Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman ke-
boleh menyekutukan-Nya dalam masalah cinta ini, termasuk pula cinta                            pada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang              kepada buhul tali
kepada Rasulullah Shallallahu      Alaihi wa Sallam. Sekiranya saja beliau                     yang amal kuat yang tidak akan putus. " (Al-Baqarah: 256).
bukan seorang rasul, tentu tidak ada kewajiban menaati dan mencintai                           Perkataan pengarang, " D a n mengingkari apa-apa yang disembah
beliau kecuali sebagaimana kita mencintai ore^ng M u k m i n m a n a p u n .          dari selain Allah", artinya mengufuri berhala-berhala dan mengingkari jika
Manusia tidak dilarang u n t u k mencintai apa-apa selain Allah, bahkan dia           berhala-berhala itu dijadikan sesembahan yang hakiki. J a d i tidak c u k u p
harus mencintai segala sesuatu yang m e m a n g diperbolehkan u n t u k dicin-        hanya dengan ucapan, "Tidak ada Hah selain Allah dan aku tidak m e -
tai, seperti cinta kepada anak dan istri, tetapi cinta ini tidak boleh dijadikan      nyembah berhala", tetapi harus diucapkan, "Berhala-berhala yang disem-
seperti cinta kepada Allah.                                                           bah dari selain Allah kuingkari dan penyembahan kepadanya j u g a k u i n g -
       Lalu bagaimana dengan orang yang mencintai tandingan, lebih                    kari." Sebagai misal lain, tidak c u k u p bagi seseorang u n t u k m e n g u -
besar daripada cinta kepada Allah? Bagaimana dengan orang yang tidak                  capkan, "Tidak ada llah melainkan Allah dan aku tidak m e n y e m b a h Lata",
mencintai kecuali t a n d i n g a n semata dan tidak mencintai Allah? Cinta di        tetapi dia harus harus mengingkarinya dan berkata, "Sesungguhnya pe-
sini ada empat m a c a m :                                                            nyembahan kepada Lata itu sama sekali tidak benar". Jika tidak, berarti
  1.   Mencintai Allah lebih besar dari cinta kepada selain-Nya. Ini m e r u -        dia mengakui kekufuran.
       pakan tauhid.                                                                           Siapa yang meridhai agama Nasrani sebagai suatu agama, yang
                                                                                      dengannya dia beribadah kepada Allah, berarti dia orang kafir, karena jika
 2.    Mencintai selain Allah seperti cinta kepada Allah. Ini m e r u p a k a n
       syirik.                                                                        dia mempersamakan selain a g a m a Islam dengan Islam, m a k a dia telah
                                                                                      mendustakan firman Allah, "Barangsiapa             mencari     agama      selain       agama
 3.    Mencintai selain Allah lebih besar dari cinta kepada Allah. Ini lebih
                                                                                      Islam,    maka sekali-kali   tidak akan diterima       (agama      itu)      daripadanya."
       besar dari sebelumnya.
                                                                                       (Ali Imran: 85).
 4.    Mencintai selain Allah dan di dalam hati tidak ada cinta kepada
                                                                                                Dari sini kita bisa mengetahui bahaya besar yang m e n i m p a orang-
       Allah. Ini lebih besar lagi.
                                                                                       orang Muslim pada zaman sekarang, karena mereka bergaul dengan
       Cinta itu m e m p u n y a i sebab-sebab dan kaitan-kaitan, yang berbeda-
                                                                                       orang-orang      Nasrani, sementara       orang-orang        Nasrani aktif        menyeru
beda m e n u r u t perbedaan   kaitan-kaitannya, sebagaimana         kesenangan
                                                                                       manusia kepada agama mereka, pagi dan sore, sementara orang-orang
yang juga berbeda-beda m e n u r u t perbedaan kaitan dan sebab-sebabnya.
                                                                                       Muslim tidak pernah bergerak, dan bahkan sebagian orang M u s l i m dikenal
Ketika seseorang merasa senang karena tabuhan rebana, m a k a kese-
                                                                                       taat m e m e l u k Islam, justru bersikap lemah-lembut dan r a m a h terhadap
nangan ini tidak dapat disamakan dengan kesenangannya ketika m e n g -
                                                                                       mereka. F i r m a n Allah, "Maka       mereka     menginginkan           supaya        kalian
ingat Allah atau sejenisnya. Sampai-sampai jenis cinta p u n berbeda-beda.
                                                                                       bersikap     lunak sebagaimana        mereka    bersikap     (pula)    kepada         kalian."
Seseorang mencintai bapaknya dan j u g a mencintai anaknya, n a m u n tetap
                                                                                       (Al-Qalam: 9). Hal ini merupakan ujian dan cobaan yang m e n i m p a orang-
ada perbedaan di antara dua cinta ini. Dia mencintai Allah dan j u g a m e n -
                                                                                       orang Muslim pada zaman sekarang, sehingga mereka terpuruk kepada
cintai anaknya, tetapi tetap ada perbedaan di antara dua jenis cinta ini.
                                                                                       kehinaan yanq mereka alami selama ini.
Semua perkara batin d a l a m masalah cinta, kesenangan dan kesedihan,
                                                                                                                          —ooOOoo—
berbeda-beda    m e n u r u t perbedaan kaitannya. Insya   Allah     masalah ini
akan dirinci lebih lanjut tatkala mengupas firman Allah, "Di antara             ma-
nusia ada yang menjadikan      tandingan-tandingan     dari selain    Allah."

								
To top