Docstoc

kelainan pada indra penglihatan

Document Sample
kelainan pada indra penglihatan Powered By Docstoc
					        Kelainan pada Mata (Indera Penglihatan)
2.3 Kelainan dan Gangguan pada Mata
Mata seperti organ tubuh yang lain juga dapat mengalami kelainan. Beberapa
kelainan dan gangguan kesehatan pada mata adalah sebagai berikut.


1)Faktor Keturunan

      Kelainan ini terjadi pada sel-sel retina yang dikenal dengan buta warna,
Pada kelainan ini penderita tidak dapat membedakan warna-warni benda.
Warna dibedakan berdasarkan intensitas penguraian terhadap masing-masing
iodopsin. Orang yang buta warna tidak memiliki satu atau lebih pigmen iodopsin.
Contoh : pada penderita buta warna merah tidak memiliki iodopsin merah,
penderita hanya dapat melihat warna hijau dan biru atau campurannya.

      Buta warna didefinisikan sebagai kelainan atau gangguan dalam melihat
warna. Paling sering ditemui adalah gangguan melihat warna merah-hijau.
Gangguan warna biru-kuning lebih jarang. Sedangkan buta warna total, yaitu tidak
dapat melihat warna sama sekali, lebih jarang lagi.

       Buta warna disebabkan oleh dua hal, yaitu karena turunan dan karena
dapatan (acquired). Buta warna turunan terjadi akibat kurang atau tidak adanya
sel konus. Fungsi sel ini adalah 'menangkap" warna. Ada tiga jenis sel konus, yaitu
yang sensitif terhadap warna merah, hijau, dan biru. Warna yang kita lihat
merupakan perbaduan dari ketiganya.

       Jika hanya satu atau dua jenis sel konus yang jumlahnya kurang atau tidak
ada, disebut buta warna sebagian atau parsial. Artinya, penderita masih mampu
melihat warna tertentu. Sedangkan jika ketiganya tidak ada atau tidak berfungsi
sama sekali, maka penderita akan melihat dunia ini hitam, putih, dan abu-abu.
Jenis yang terakhir ini dinamakan buta warna total.

2)Kelainan pada Akomodasi Lensa Mata

a)Astigmat
       Astigmat adalah suatu keadaan mata yang mengalami pandangan kabur. Ini
disebabkan karena rusaknya kornea mata. Untuk mengatasinya seseorang harus
menggunakan                          kacamata                       silindris.

b)Miopi (Mata dekat)

       Kelainan ini disebabkan karena daya akomodasi yang lemah, sehingga
bayangan benda tidak tepat pada bintik kuning melainkan di depan bintik kuning.
Gejala kelainan ini yaitu hanya dapat melihat dalam jarak lebih dekat dari normal,
sekitar kurang dari 30 cm, Untuk mengatasinya penderita harus menggunakan
kacamata lensa negative.
c)Hipermetropi (mata jauh)
       Gejala penyakit hipermetropi adalah seseorang hanya dapat melihat dengan
jarak yang jauh sekitar lebih jauh dari 30 cm. Untuk mengatasinya penderita harus
menggunakan kacamata lensa positif.




d)Presbiopi
      Kelainan presbiop sering diderita oleh orang tua, disebabkan karena daya
akomodasi berubah-ubah akibat titik proksimum dan remotum penglihatan
berubah-ubah. Untuk mengatasinya penderita harus menggunakan kacamata
berlensa rangkap yaitu positif dan negatif.

3)Penyakit pada Mata
       Penyakit yang terjadi pada mata antara lain seperti berikut.
a)Katarak
       Katarak merupakan keadaan pengeruhan pada lensa mata. Sebab- sebabnya
adalah diabetes melitus, sinar X, obat-obat kortison dalam waktu lama. Penyakit
ini dapat disembuhkan melalui operasi, dengan menanam lensa buatan di dalam
bola mata.
b)Trakhoma
      Trakhoma merupakan penyakit yang disebabkan terjadinya peradangan
konjungktiva, yang diakibatkan karena infeksi virus. Apabila dibiarkan penyakit ini
dapat menimbulkan kebutaan.




c)Kekurangan vitamin A

      Kelainan yang terjadi karena kekurangan vitamin A yaitu rabun senja.
Vitamin A sangat penting untuk kerja retina.
Kelainan Otak Bawaan DEFINISI
Kelainan otak bisa terjadi pada saat otak sedang dibentuk maupun setelah otak terbentuk
sempurna.
Beberapa kelainan otak dapat diketahui sebelum bayi lahir, yaitu melalui pemeriksaan USG
dan pemeriksaan cairan ketuban.


ANENSEFALUS

Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak
terbentuk.

Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal
perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda
spinalis).
Anensefalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang
pasti tidak diketahui.
Penelitian menunjukkan kemungkinan anensefalus berhubungan dengan racun di lingkungan
juga kadar asam folat yang rendah dalam darah.

Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir.
Faktor resiko terjadinya anensefalus adalah:
- Riwayat anensefalus pada kehamilan sebelumnya
- Kadar asam folat yang rendah.

Resiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat
minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.

Gejalanya berupa:
 Ibu : polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
 Bayi
- tidak memiliki tulang tengkorak
- tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)
- kelainan pada gambaran wajah
- kelainan jantung.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
- Kadar asam lemak dalam serum ibu hamil
- Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)
- Kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf)
- Kadar estriol pada air kemih ibu
- USG.

Bayi yang menderita anensefalus tidak akan bertahan, mereka lahir dalam keadaan meninggal
atau akan meninggal dalam waktu beberapa hari setelah lahir.


MIKROSEFALUS

Mikrosefalus adalah suatu keadaan dimana ukuran kepala (lingkar puncak kepala) lebih kecil
dari ukuran kepala rata-rata pada bayi berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Dikatakan lebih kecil jika ukuran lingkar kepala kurang dari 42 cm atau lebih kecil dari
standar deviasi 3 dibawah angka rata-rata.

Mikrosefalus seringkali terjadi akibat kegagalan pertumbuhan otak pada kecepatan yang
normal. Berbagai keadaan dan penyakit yang mempengaruhi pertumbuhan otak bisa
menyebabkan mikrosefalus.
Mikrosefalus seringkali berhubungan dengan keterbelakangan mental.
Mikrosefalus bisa terjadi setelah infeksi yang menyebabkan kerusakan pada otak pada bayi
yang sangat muda (misalnya meningitis dan meningoensefalitis).

Penyebab utama:
 Sindroma Down
 Sindroma cri du chat
 Sindroma Seckel
 Sindroma Rubinstein-Taybi
 Trisomi 13
 Trisomi 18
 Sindroma Smith-Lemli-Opitz
 Sindroma Cornelia de Lange

Penyebab sekunder:
 Fenilketonuria pada ibu yang tidak terkontrol
 Keracunan metil merkuri
 Rubella kongenital
 Toksoplasmosis kongenital
 Sitomegalovirus kongenital
 Penyalahgunaan obat oleh ibu hamil
 Kekurangan gizi (malnutrisi).

Perawatan pada mikrosefalus tergantung kepada penyebabnya.
Bayi yang menderita mikrosefalus seringkali bisa bertahan hidup tetapi cenderung mengalami
keterbelakangan mental, gangguan koordinasi otot dan kejang.




ENSEFALOKEL

Ensefalokel adalah suatu kelainan tabung saraf yang ditandai dengan adanya penonjolan
meningens (selaput otak) dan otak yang berbentuk seperti kantung melalui suatu lubang pada
tulang tengkorak.
Ensefalokel disebabkan oleh kegagalan penutupan tabung saraf selama perkembangan janin.

Gejalanya berupa:
- hidrosefalus
- kelumpuhan keempat anggota gerak (kuadriplegia spastik)
- gangguan perkembangan
- mikrosefalus
- gangguan penglihatan
- keterbelakangan mental dan pertumbuhan
- ataksia
- kejang.
Beberapa anak memiliki kecerdasan yang normal.
Ensefalokel seringkali disertai dengan kelainan kraniofasial atau kelainan otak lainnya.

Biasanya dilakukan pembedahan untuk mengembalikan jaringan otak yang menonjol ke
dalam tulang tengkorak, membuang kantung dan memperbaiki kelainan kraniofasial yang
terjadi.
Untuk hidrosefalus mungkin perlu dibuat suatu shunt. Pengobatan lainnya bersifat simtomatis
dan suportif.

Prognosisnya tergantung kepada jaringan otak yang terkena, lokasi kantung dan kelainan
otak yang menyertainya.


PORENSEFALUS

Porensefalus adalah suatu keadaan dimana pada hemisfer serebri ditemukan suatu kista atau
rongga abnormal.

Porensefalus merupakan akibat dari kerusakan otak dan biasanya berhubungan dengan
kelainan fungsi otak. Tetapi beberapa anak yang menderita porensefalus memiliki kecerdasan
yang normal.


HIDRANENSEFALUS

Hidranensefalus adalah suatu keadaan dimana hemisfer serebri tidak ada dan digantikan oleh
kantung-kantung yang berisi cairan serebrospinalis.

Ketika lahir, bayi tampak normal. Ukuran kepala dan refleks spontannya (misalnya refleks
menghisap, menelan, menangis dan menggerakkan lengan dan tungkainya) tampak normal.
Tetapi beberapa minggu kemudian, biasanya bayi menjadi rewel dan ketegangan ototnya
meningkat.
Setelah berusia beberapa bulan, bisa terjadi kejang dan hidrosefalus. Gejala lainnya adalah:
- gangguan penglihatan
- gangguan pertumbuhan
- tuli
- buta
- kelumpuhan (kuadriplegi spastis)
- gangguan kecerdasan.

Hidranensefalus merupakan bentuk porensefalus yang ekstrim dan bisa disebabkan oleh
infeksi pembuluh darah atau cedera yang terjadi pada saat usia kehamilan telah mencapai 12
minggu.

Diagnosisnya mungkin tertunda selama beberapa bulan karena perilaku awalnya relatif
normal. Beberapa bayi menunjukkan kelainan pada saat lahir, yaitu berupa kejang, mioklonus
(kejang atau kedutan otot atau sekelompok otot) dan gangguan pernafasan.

Tidak ada pengobatan yang pasti untuk hidranensefalus. Pengobatannya bersifat simtomatis
dan suportif. Prognosis hidranensefalus adalah jelek, bayi biasanya meninggal sebelum
berumur 1 tahun.
Hidrosefalus bisa diatasi dengan membuat shunt.


HIDROSEFALUS
Hidrosefalus adalah penimbunan cairan serebrospinal yang berlebihan di dalam otak.

Cairan serebrospinal dibuat di dalam otak dan biasanya beredar ke seluruh bagian otak,
selaput otak serta kanalis spinalis, kemudian diserap ke dalam sistem peredaran darah.
Jika terjadi gangguan pada peredaran maupun penyerapan cairan serebrospinal, atau jika
cairan yang dibentuk terlalu banyak, maka volume cairan di dalam otak menjadi lebih tinggi
dari normal. Penimbunan cairan menyebabkan penekanan pada otak sehingga memaksa otak
untuk mendorong tulang tengkorak atau merusak jaringan otak.

Gejalanya bervariasi, tergantung kepada penyebab dari penyumbatan aliran cairan
serebrospinal dan luasnya kerusakan jaringan otak akibat hidrosefalus.
Pada bayi, cairan menumpuk pada sistem saraf pusat dan menyebabkan ubun-ubun menonjol
serta kepala membesar. Kepala bisa membesar karena piringan tulang tengkorak belum
sepenuhnya menutup. Tetapi, jika tulang tengkorak telah menutup (sekitar usia 5 tahun),
maka tulang tengkorak tidak dapat membesar lagi.

Pada anak-anak, resiko terjadinya hidrosefalus ditemukan pada:
 Kelainan bawaan
 Tumor pada sistem saraf pusat
 Infeksi dalam kandungan
 Infeksi sistem saraf pusat pada bayi atau anak-anak (misalnya meningitis atau ensefalitis)
 Cedera pada proses kelahiran
 Cedera sebelum atau sesudah lahir (misalnya perdarahan subaraknoid).
Mielomeningokel adalah suatu penyakit dimana terjadi penutupan yan g tidak sempurna
pada kolumna spinalis dan berhubungan erat dengan hidrosefalus.

Pada anak-anak yang lebih besar, resiko terjadinya hidrosefalus adalah:
 Riwayat kelainan bawaan
 Space-occupying lesions atau tumor otak maupun korda spinalis
 Infeksi sistem saraf pusat
 Perdarahan otak
 Trauma.

Gejala awal pada bayi:
- Kepala membesar
- Ubun-ubun menonjol dengan atau tanpa pembesaran kepala
- Sutura terpisah.

Gejala pada hidrosefalus lanjutan:
- Rewel, tidak dapat menahan emosi
- Kejang otot.

Gejala lanjut:
- Penurunan fungsi mental
- Gangguan perkembangan
- Penurunan pergerakan
- Gerakan menjadi lambat atau terhambat
- Tidak mau makan/menyusu
- Lemas, tidur terus
- Beser
- Menangis dengan nada tinggi, keras dan singkat
- Gangguan pertumbuhan.

Gejala pada bayi yang lebih tua dan anak-anak bervariasi, tergantung kepada luas kerusakan
akibat penekanan terhadap otak. Gejalanya mirip dengan gejala hidrosefalus lanjutan pada
anak-anak atau bisa berupa:
- Sakit kepala
- Muntah
- Gangguan penglihatan
- Juling
- Pergerakan mata yang tidak terkendali
- Hilangnya koordinasi
- Langkahnya tidak tegas
- Kelainan mental (misalnya psikosa).

Mengetuk tulang tengkorak secara perlahan dengan ujung jari tangan akan menunjukkan
suara abnormal akibat penipisan dan pemisahan tulang-tulang tengkorak.
Vena pada tulang tengkorak tampak melebar. Lingkar kepala membesar atau kepala
membesar hanya pada bagian tertentu (paling sering di daerah dahi). Mata tampak tertekan
(gambaran sunset, dimana bagian putih mata terlihat diatas iris).
Pemeriksaan saraf menunjukkan adanya defisit neurologis fokal (gangguan fungsi saraf yang
sifatnya lokal) dan refleks yang abnormal.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
 Transiluminasi kepala bisa menunjukkan adanya cairan abnormal yang tertimbun di
berbagai daerah di kepala
 CT scan kepala
 Pungsi lumbal dan pemeriksaan cairan serebrospinal
 Rontgen kepala (menunjukkan adanya penipisan dan pemisahan tulang tengkorak)
 Scan otak dengan radioisotop bisa menunjukkan adanya kelainan pada jalur cairan
serebrospinal
 Arteriografi pembuluh darah otak.
 Ekoensefalogram (USG otak, menunjukkan adanya pelebaran ventrikel akibat hidrosefalus
maupun perdarahan intraventrikuler).

Tujuan pengobatan adalah meminimalkan atau mencegah terjadinya kerusakan otak dengan
cara memperbaiki aliran cairan serebrospinal.
Pembedahan adalah pengobatan utama pada hidrosefalus. Jika memungkinkan, sumber
penyumbatan diangkat. Jika tidak memungkinkan, maka dibuat suatu shunt sehingga cairan
serebrospinal tidak perlu melewati daerah yang tersumbat.
Shunting ke luar daerah otak bisa dilakukan ke atrium kanan jantung atau peritoneum.

Kauterisasi atau pengangkatan sebagian ventrikel yang menghasilkan cairan serebrospinal
secara teoritis bisa mengurangi jumlah cairan serebrospinal yang dibentuk.

Jika ada tanda-tanda infeksi, segera diberikan antibiotik.
Jika terjadi infeksi yang berat, kemungkinan shunt harus dilepas.

Pemeriksaan lanjutan harus dilakukan secara rutin sepanjang hidup penderita untuk menilai
tingkat perkembangan anak dan untuk mengobati setiap kelainan intelektual, saraf maupun
fisik.

Jika tidak diobati, angka kematian mencapai 50-60%. Anak yang bertahan hidup akan
mengalami kelainan intelektual, fisik dan saraf.
Prognosis untuk hidrosefalus yang diobati bervariasi, tergantung kepada penyebabnya. Jika
anak bertahan hidup selama 1 tahun, maka hampir sepertiganya memiliki fungsi intelektual
yang normal tetapi kelainan sarafnya tetap ada.
Hidrosefalus yang tidak disebabkan oleh infeksi memiliki prognosis yang terbaik, sedangkan
jika penyebabnya adalah tumor maka prognosisnya paling buruk.
Kelainan dan Penyakit pada Sistem Saraf Manusia
Kelainan dan penyakit yang terjadi pada system saraf manusia misanya epilepsy dan
Alzheimer.

Epilepsi

       Epilepsi merupakan penyakit yang dicirikan dengan adanya serangan pada
neuron motorik atau neuron sensorik secara berulang-ulang. Akibatnya, otot-otot
rangka berkontraksi berulang-ulang tanpa disadari. Epilepsi disebabkan antara lain
oleh kerusakan otak pada saat lahir, infeksi, racun, luka pada kepala, atau tumor pada
otak. Epilepsi dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan anti epilepsi. Misalnya,
phentytoin dan carbamazepine.




Gambar 8. Seorang penderita epilepsi yang sedang kambuh

Alzheimer

       Alzheimer merupakan penyakit kehilangan kemampuan untuk peduli terhadap
diri sendiri. Penderita Alzheimer kehilangan kemampuan untuk mengingat peristiwa
yang baru saja terjadi. Mereka kemudian menjadi binggung dan pelupa, sering
mengulang pertanyaan-pertanyaan yang sama, atau tersesat ketika berada di tempat-
tempat yang sering mereka kunjungi. Penyebab Alzheimer belum diketahui secara
pasti. Namun, terdapat faktor pemicu timbulnya Alzheimer. Faktor-faktor pemicu
tersebut misalnya sejarah pernah terjadinya luka di kepala dan faktor keturunan.
Penderita Alzheimer diberi obat-obatan untuk mengembalikan kemampuan sistem
sarafmya. Selain itu, penderita Alzheimer sebaiknya dijaga dan dirawat dengan baik.
JENIS JENIS KELAINAN PADA SELAPUT LIDAH




   A. JENIS JENIS KELAINAN (PENYAKIT) DILIHAT DARI WARNA LIDAH –> Disusun oleh : Sumantri
      Amd. Akp (KLINIK AKUPUNTUR PUSKESMAS MOJOAGUNG)

A. WARNA LIDAH
      Putih
Menunjukkan defisiensi Qi dan Xue
Tampak pada superficial (luar)/ sindrom dingin
     Kuning
Menunjukkan sindrom panas di dalam
     Kuning tua
Biasanya dijumpai pada demam tinggi
     Abu-abu
Menunjukkan panas atau dingin didalam
     Hitam
Menunjukkan penyakit yang berbahaya, menunjukkan panas yang kuat/ dingin
     Hitam keabu-abuan
Menunjukkan lembab dingin di dalam
     Kecoklatan
Menunjukkan adanya penimbunan panas pathogen
     Keabu-abuan, kuning, lengket
Menunjukkan panas hebat karena kekurangan Yang
     Hitam, kuning, kering dengan tanduk pada permukaan lidah
Menunjukkan pemakaian cairan tubuh oleh panas yang hebat
    A. Kualitas

1. Tebal

    Menunjukkan akumulasi cairan tubuh yang disebabkan karena

          Yang defisiensi pada Ginjal dan Limpa
          Retensi dan stagnasidari Dahak-Lembab

2.Tipis

    Menunjukkan terjadinya defisiensi Darah dan Qi kalau disertai warna pucat, dan defisiensi Yin
    kalau disertai warna Merah dan tidak ada selaput. Kondisi lidah yang tipis menunjukkan bahwa
    kondisi penyakitnya telah menahun. Dapat juga karena defisiensi Yin yang mengarah pada Api
    Hati
    3. Kering
    Menunjukkan adanya panas, dimana panas pathogen memakai cairan tubuh
    4. Kering, kasar, berduri (rough coating)
    Disebabkan karena cairan Yin menguap/ tidak cukup, bias juga karena kekurangan/ tidak adanya
    Yang Qi untuk mendorong ke atas
    5. Licin, basah ( sliperry coating)
    Menunjukkan retensi lembab di interior
    6. Berminyak (greasiness)  menunjukkan :
         Keadaan lembab
         Retensi phlegma
         Dyspepsia
         Lembab panas karena penekanan Yang Qi oleh pathogen
         7. Koagulasi (curdiness)
    Menunjukkan naiknya factor-faktor pathogen busuk dari lambung karena terjadi excessive panas
    di lambung
    8.Mengelupas (exfoliation)
    Menunjukkan : merupakan manifestasi kegagalan Yin lambung/ gangguan Qi lambung
   1. 9. Lidah tak berakar (root – scrapping)
   Menunjukkan :
      Kalo lapisan itu mempunyai akar ( menutup seluruh lidah) menunjukkan excess syndrome (
           sindrom panas) dimana Qi lambung dalam keadaan cukup (disebut false coating)
      Kalo lapisan itu tidak punya akar (menutup sebagian lidah saja ) menunjukkan sindrom
           dingin dari lambung/ Qi yang kurang dari lambung. (true coating)




Penyakit pada telinga Manusia
        Beberapa penyakit telinga dapat menyebabkan ketulian sebagian bahkan ketulian
total. Bahkan lagi, kebanyakan penyakit pada telinga bagian dalam dapat mengakibatkan
gangguan pada keseimbangan. permasalahan yang terjadi pada telinga kita harus ditangani
oleh dokter spesialis khusus yang disebut otolaryngologist, yang mana spesialist ini ahli
dalam mengobati gangguan yang terjadi pada gendang telinga sampai pada telinga dalam
yang luka akibat benturan fisik.

Othematoma
        Pada beberapa kasus kelainan pada telinga terjadi kelainan yang disebut othematoma
atau popular dengan sebutan ‘telinga bunga kol’, suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada
tulang rawan telinga yang dibarengi dengan pendarahan internal serta pertumbuhan jaringan
telinga yang berlebihan (sehingga telinga tampak berumbai laksana bunga kol). Kelainan ini
diakibatkan oleh hilangnya aurikel dan kanal auditori sejak lahir. (encharta ensiklopedi)

Penyumbatan
        Kotoran telinga (serumen) bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-
gatal, nyeri serta tuli yang bersifat sementara.
Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya secara perlahan dengan
menggunakan air hangat (irigasi). Tetapi jika dari telinga keluar nanah, terjadi perforasi
gendang telinga atau terdapat infeksi telinga yang berulang, maka tidak dilakukan irigasi.
Jika terdapat perforasi gendang telinga, air bisa masuk ke telinga tengah dan kemungkinan
akan memperburuk infeksi. Pada keadaan ini, serumen dibuang dengan menggunakan alat
yang tumpul atau dengan alat penghisap. Biasanya tidak digunakan pelarut serumen karena
bisa menimbulkan iritasi atau reaksi alergi pada kulit saluran telinga, dan tidak mampu
melarutkan serumen secara adekuat.

Perikondritis
        Perikondritis adalah suatu infeksi pada tulang rawan (kartilago) telinga luar.
Perikondritis bisa terjadi akibat:
- cedera
- gigitan serangga
- pemecahan bisul dengan sengaja.
Nanah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya
(perikondrium). Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago,
menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk
telinga. Meskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis cenderung hanya
menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Untuk membuang nanahnya, dibuat sayatan
sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Untuk infeksi yang lebih ringan diberikan
antibiotik per-oral, sedangkan untuk infeksi yang lebih berat diberikan dalam bentuk
suntikan. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya.
(medicastore)
Ada banyak lagi gangguan yang terjadi pada alat pendengaran kita ini, misalnya tumor,
cedera, eksim, otitis dan lain-lain.

berikut adalah gambar struktur telinga manusia

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:292
posted:6/2/2012
language:Malay
pages:13