KISAH NABI ADAM AS by kecubung3616

VIEWS: 179 PAGES: 6

									                          KISAH NABI ADAM AS

        Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dgn gunung-gunungnyalaut-lautannya dan
tumbuh-tumbuhannya menciptakan langit dgn mataharinya bulan dan bintang-bintangnya yg
bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus
yangdiciptakan utk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dgn hamba-
hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. utk menciptakan
sejenis makhluk lain yg akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya meni’mati
tumbuh-tumbuhannya mengelola kekayaan yg terpendam di dalamnya dan berkembang biak
turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yg telah ditakdirkan baginya.Kekhuatiran
Para Malaikat. Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya
menciptakan makhluk lain itumereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan
makhluk yg lain itudisebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan
menjalankan tugas atau krn pelanggaran yg mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka
kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain
kami padahal kami selalu bertasbih, bertahmid melakukan ibadah dan mengagungkan nama-
Mu tanpa henti-hentinya sedang makhluk yg Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi
itunescaya akan bertengkar satu dgn lainakan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai
kekayaan alam yg terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya sehingga akan terjadilah
kerusakan dan kehancuran di atas bumi yg Tuhan ciptakan itu.”
Allah berfirmanmenghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
“Aku mengetahui apa yg kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yg mengetahui hikmat
penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh
kepada nya bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan
bukan sebagai sujud ibadah karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada
sesama makhluk-Nya.”
        Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat kering dan
lumpur hitam yg berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan
Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yg sempurn. Iblis membangkang
dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yg lainyang segera bersujud di
hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yg akan diberi amanat menguasai
bumi dgn segala apa yg hidup dan tumbuh di atasnya serta yg terpendam di dalamnya.Iblis
merasa dirinya lbh mulia lebih utama dan lbh agung dari Adamkarena ia diciptakan dari
unsur apisedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dgn asal usulnya menjadikan
ia sombong dan merasa rendah utk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yg lain
walaupun diperintah oleh Allah. Tuhan bertanya kepada Iblis:”Apakah yg mencegahmu sujud
menghormati sesuatu yg telah Aku ciptakan dgn tangan-Ku?” Iblis menjawab:”Aku adl lbh
mulia dan lbh unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari
lumpur.”Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yg
diperintahkan maka Allah menghukum Iblis dgn mengusir dari syurga dan mengeluarkannya
dari barisan malaikat dgn disertai kutukan dan laknat yg akan melekat pd.dirinya hingga hari
kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka. Iblis dgn sombongnya
menerima dgn baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi
kesempatan utk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah
meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitantidak berterima
kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itubahkan sebaliknya ia mengancam akan
menyesatkan Adamsebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan
malaikatdan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut utk memujuk
mereka meninggalkan jalan yg lurus dan bersamanya menempuh jalan yg sesatmengajak
mereka melakukan maksiat dan hal-hal yg terlarangmenggoda mereka supaya melalaikan
perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yg terkutuk itu:
“Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yg semuanya akan menjadi isi neraka
Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-
Ku yg telah beriman kepada Ku dgn sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yg mantap yg

                                                                                          1
tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu
menghasut dan memfitnah.” Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.
       Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan
menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa
bumimaka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yg berada di alam semestakemudian
diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:”Cubalah sebutkan bagi-Ku
nama benda-benda itujika kamu benar merasa lbh mengetahui dan lbh mengerti dari Adam.”
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah utk menyebut nama-nama benda yg
berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dgn berkata:”Maha
Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa
yg Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha
Bijaksana.” Adam lalu diperintahkan oleh Allah utk memberitahukan nama-nama itu kepada
para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adamberfirmanlah Allah kepada
mereka:”Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan
bumi dan mengetahui apa yg kamu lahirkan dan apa yg kamu sembunyikan.” Adam
Menghuni Syurga. Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa
utk mendampinginya dan menjadi teman hidupnyamenghilangkan rasa kesepiannya dan
melengkapi keperluan fitrahnya utk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat
Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yg disebelah kiri diwaktu ia
masih tidur sehingga ketika ia terjagaia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya
oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yg berada di sampingmu itu?”
       Berkatalah Adam:”Seorang perempuan.”Sesuai dgn fitrah yg telah diilhamkan oleh
Allah kepadanya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”jawab Adam.”Untuk apa
Tuhan menciptakan makhluk ini?”tanya malaikat lagi Adam menjawab:”Untuk
mendampingikumemberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dgn
kehendak Allah.” Allah berpesan kepada Adam:”Tinggallah engkau bersama isterimu di
syurga rasakanlah keni’matan yg berlimpah-limpah didalamnya rasailah dan makanlah buah-
buahan yg lazat yg terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak
akan mengalami atau merasa lapar dahaga ataupun letih selama kamu berada di
dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yg akan
menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yg zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu
adl musuhmu dan musuh isterimuia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu
keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yg kamu sedang ni’mat ini.” Iblis Mulai
Beraksi. Sesuai dgn ancaman yg diucapkan ketika diusir oleh Allah dari Syurga akibat
pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yg
menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana
kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yg
sedang hidup berdua di syurga yg tenteram damai dan bahagia. Ia menyatakan kepada mereka
bahawa ia adl kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk utk kebaikan dan
mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis utk
mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan
petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada
mereka memakan buah-buah yg ditunjuk itu adl krn dgn memakan buah itu mereka akan
menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dgn
menunjukkan akan harumnya bau pohon yg dilarang indah bentuk buahnya dan lazat
rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yg halus itu oleh Adam dan Hawa dan
dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yg bermaksud: “Tidakkah Aku mencegah
kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan
kamu bahawa syaitan itu adl musuhmu yg nyata.”
       Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah
terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa
besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:”Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri
kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu krn terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa
kami krn nescaya kami akan tergolong orang-orang yg rugi bila Engkau tidak mengampuni
dan mengasihi kami.” Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi. Allah telah menerima taubat
Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yg mereka telah lakukan hal mana

                                                                                         2
telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan
Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yg manis
namun berancun itu. Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima
pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan
akan berusaha agar pelanggaran yg telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran
Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua utk lbh berhati-hati menghadapi tipu daya
dan bujukan Iblis yg terlaknat itu.Harapan utk tinggal terus di syurga yg telah pudar krn
perbuatan pelanggaran perintah Allahhidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa
yg merasa keni’matan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh
sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka utk
selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yg tidak terlintas
dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam
takdir-nya bahawa bumi yg penuh dgn kekayaan utk dikelolanyaakan dikuasai kepada
manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih
pertama dari hamba-hambanya yg bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada
mereka:”Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yg
lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yg telah ditentukan.”
        Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yg jauh berlainan
dgn hidup di syurga yg pernah dialami dan yg tidak akan berulang kembali.Mereka harus
menempuh hidup di dunia yg fana ini dgn suka dan dukanya dan akan menurunkan umat
manusia yg beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan
otaknya.Umat manusia yg akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-
bangsa di mana yg satu menjadi musuh yg lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya
dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-
rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yg lurus penuh damai kasih sayang di
antara sesama manusia jalan yg menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia
dan akhirat. Kisah Adam dalam Al-Quran. Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam
beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A’raaf
ayat 11 sehingga 25 Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam. Bahawasanya hikmah yg
terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yg
diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh
makhluk-Nya yg terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu
bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam utk menjadi khalifah-Nya di
bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan utk apa
Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yg sudah patuh rajin beribadat
bertasbih bertahmid dan mengagungkan nama-Nya. Bahawasanya manusia walaupun ia telah
dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai
beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi
pada diri Nabi Adam yg walaupun ia telah menjadi manusia yg sempurna dan dikurniakan
kedudukan yg istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yg lemah
itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan
tentang Iblis yg menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya sehingga terperangkap
ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yg dilakukan oleh manusia terhadap
larangan Allah. Bahawasanya seseorang yg telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat
dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar
akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat Allah dan
maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yg diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik
bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dgn kesedaran bertaubat dan pengakuan
kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis
yg turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir
oleh Allah dari syurga dgn disertai kutukan dan laknat yg akan melekat kepada dirinya
hingga hari Kiamat krn kesombongannya dan kebanggaaannya dgn asal-usulnya sehingga ia
menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak utk sujud
menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.



                                                                                        3
                                NABI MUHAMMAD SAW


        Kelahiran Nabi Muhammad saw. Di kala umat manusia dalam kegelapan dan
kehilangan pegangan hidupnya, lahirlah ke dunia dari keluarga yang sederhana di kota
Mekah. Seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah perabadan dunia.
Bayi itu yatim, bapaknya yang bernama Abdullah meninggal ± 7 bulan sebelum dia lahir.
Kehadiran bayi itu disambut oleh kakeknya Abdul Muththalib dengan penuh kasih sayang
dan kemudian bayi itu dibawanya ke kaki Ka'bah. Di tempat suci inilah bayi itu diberi nama
Muhammad, suatu nama yang belum pernah ada sebelum-nya. Menurut penanggalan para
ahli, kelahiran Muhammad itu pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau tanggal 20 April
tahun 571 M. Nabi Muhammad saw. adalah keturunan dari Qushai pahlawan suku Quraisy
yang telah berhasil menggulingkan kekuasaan Khuza'ah atas kota Mekah. Ayahnya bernama
Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdulmanaf bin Qushai bin Kilab bin
Murrah dari golongan Arab Banu Ismail. lbunya bernama Aminah binti Wahab bin
Abdulmanaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Nabi Muhammad saw. Beliau diserahkan oleh
ibunya kepada seorang perempuan yang baik Halimah Sa'diyah dari Bani Sa'ad kabilah
Hawazin, tempatnya tidak jauh dari kota Mekah. Di perkampungan Bani Sa'ad inilah Nabi
Muhammad saw. diasuh dan dibesarkan sampai berusia lima tahun. Kematian Ibu dan Kakek
Sesudah berusia lima tahun, Muhammad saw. diantarkannya ke Mekah kembali kepada
ibunya, Siti Aminah. Setahun kemudian yaitu sesudah ia berusia kira-kira enam tahun, beliau
dibawa oleh ibunya ke Madinah, bersama-sama dengan Ummu Aiman, sahaya peninggalan
ayahnya. Maksud membawa Nabi ke Madinah, pertama untuk memperkenalkan ia kepada
keluarga neneknya Bani Najjar dan kedua untuk menziarahi makam ayahnya. Mereka tinggal
di situ kira-kira satu bulan, kemudian pulang kembali ke Mekah. Dalam perjalanan mereka
pulang, pada suatu tempat, Abwa' namanya, tiba-tiba Aminah jatuh sakit sehingga meninggal
dan dimakamkan di situ juga. Betapa sedih hati Muhammad, dari kecil tak mengenal ayahnya
kini harus berpisah pula dengan ibunya. Sesuai dengan wasiat Abdul Muththalib, maka Nabi
Muhammad saw. diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Kesungguhan dia mengasuh Nabi serta
kasih sayang yang dicurahkan kepada keponakannya ini tidaklah kurang dari apa yang
diberikannya kepada anaknya sendiri. Selama dalam asuhan kakek dan pamannya, Nabi
Muhammad saw. menunjukkan sikap yang terpuji dan selalu membantu meringankan
kehidupan mereka.

        Pengalaman Penting Nabi Muhammad saw. Ketika berumur 12 tahun, Nabi
Muhammad saw. mengikuti pamannya, Abu Thalib membawa barang dagangan ke Syam.
Sebelum mencapai kita Syam, baru sampai ke Bushra, bertemulah kafilah Abu Thalib dengan
seorang pendeta Nasrani yang alim, Buhaira namanya. Pendeta itu melihat ada tanda-tanda
kenabian pada diri Muhammad saw. Maka dinasehatilah Abu Thalib agar segera membawa
keponakannya itu pulang ke Mekah, sebab dia khawatir kalau-katau Muhammad saw.
ditemukan oleh orang Yahudi yang pasti akan menganiayanya (dalam riwayat lain kaum
Yahudi akan membunuhnya). Abu Thalib segera menyelesaikan dagangannya dan kembali ke
Mekah. Meningkat masa dewasa, Nabi Muhammad saw. mulai berusaha sendiri dalam
penghidupannya. Karena dia terkenal orang yang jujur, maka seorang janda kaya bernama
Siti Khadijah mempercayai beliau untuk membawa barang dagangan ke Syam. Dalam
perjalanan ke Syam ini, beliau ditemani oleh seorang pembantu Siti Khadijah yang bernama
Maisarah. Setelah selesai menjualbelikan barang dagangan di Syam, dengan memperoleh
laba yang tidak sedikit, mereka pun kembali ke Mekah. Sesudah Nabi Muhammad saw.
pulang dari perjalanan ke Syam itu, datanglah lamaran dari pihak Siti Khadijah kepada
beliau, lalu beliau menyampaikan hal itu kepada pamannya. Setelah tercapai kata sepakat
pernikahan pun dilangsungkan, pada waktu itu umur Nabi ± 25 tahun sedang Siti Khadijah ±

                                                                                         4
40 tahun. Akhlak Nabi Muhammad saw. Dalam perjalanan hidupnya sejak masih kanak-
kanak hingga dewasa dan sampai diangkat menjadi Rasul, beliau terkenal sebagai seorang
yang jujur, berbudi luhur dan mempunyai kepribadian yang tinggi. Tak ada sesuatu perbuatan
dan tingkah lakunya yang tercela yang dapat dituduhkan kepadanya, berlainan sekali dengan
tingkah laku dan perbuatan kebanyakan pemuda-pemuda dan penduduk kota Mekah pada
umumnya yang gemar berfoya-foya dan bermabuk-mabukan. Karena demikian jujurnya
dalam perkataan dan perbuatan, maka beliau diberi julukan "Al-Amin" artinya orang yang
dapat dipercaya. Muhammad saw. Menjadi Rasul Ketika menginjak usia empat puluh tahun,
Muhammad saw. lebih banyak mengerjakan tahannuts daripada waktu-waktu sebelumnya.
Pada bulan Ramadhan dibawanya perbekalan lebih banyak dari biasanya, karena akan
bertahannuts lebih lama daripada waktu-waktu sebelumnya. Pada malam 17 Ramadhan,
bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 Masehai, di waktu Nabi Muhammad saw. sedang
bertahannuts di gua Hira, datanglah Malaikat Jibril as. membawa tulisan dan menyuruh
Muhammad saw. untuk membacanya, katanya: "Bacalah" : Dengan terperanjat Muhammad
saw. menjawab: "Aku tidak dapat membaca". Beliau lalu direngkuh beberapa kali oleh
Malaikat Jibril as. sehingga nafasnya sesak, lalu dilepaskan olehnya seraya disuruhnya
membaca sekali lagi: "Bacalah" : Tetapi Muhammad saw. masih tetap menjawab: "Aku tidak
dapat membaca" : Begitulah keadaan berulang sampai tiga kali, dan akhirnya Muhammad
saw. berkata: "Apa yang kubaca?". Kata Jibril : Artinya: "Bacalah dengan nama Tuhanmu
yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu
teramat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena (tulisan baca). Mengajarkan kepada manusia
apa yang tidak diketahuinya. (Surat (96) Al 'Alaq ayat 1-5). Inilah wahyu yang pertama yang
diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Dan inilah pula saat penobatan
beliau sebagai Rasulullah, atau utusan Allah kepada seluruh umat manusia untuk
menyampaikan risalah-Nya. Tugas Nabi Muhammad saw. Menurut riwayat, selama lebih
kurang dua setengah tahun lamanya sesudah menerima wahyu yang pertama, barulah
Rasulullah menerima wahyu yang kedua. Di kala menunggu-nunggu kedatangan wahyu
kedua itu, RAsulullah diliputi perasaan cemas, dan khawatir kalau¬kalau wahyu itu putus
malahan hampir saja beliau berputus asa, akan tetapi ditetap-kannya hatinya dan beliau terus
bertahannuts sebagaimana biasa di Gua Hira. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit, beliau
menengadah, tampaklah Malaikat Jibril as. sehingga beliau menggigil ketakutan dan segera
pulang ke rumah, kemudian minta kepada Siti Khadijah supaya menyelimutinya.

        Dakwah Secara Sembunyi-sembunyi Sesudah Rasulullah saw. menerima wahyu yang
kedua ini yang menjelaskan tugas atas dirinya, mulailah beliau secara sembunyi-sembunyi
tinggal dalam satu rumah dan sahabat¬sahabat beliau yang terdekat, seorang demi seorang,
agar mereka meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Allah Yang Maha Esa.
Maka yang mula-mula iman kepadanya ialah istri beliau sendiri Siti Khadijah, disusul oleh
putra pamannya yang masih amat muda Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Naritsah, budak
beliau yang kemudian menjadi anak angkat beliau. Tiga tahun lamanya Rasulullah saw.
melakukan da'watul afrad ini yaitu: ajakan masuk Islam seorang demi seorang secara
diam¬diam atau secara sembunyi-sembunyi dari satu rumah ke rumah yang lain. Kemudian
sesudah ini, turunlah firman Allah Surat (15) Al Hijr ayat 94 yang artinya: Maka jalankanlah
apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik. Ayat ini
memerintahkan kepada Rasul agar menyiarkan Islam dengan terang-terangan dan
meninggalkan cara sembunyi-sembunyi itu. Maka mulailah Nabi Muhammad saw. menyeru
kaumnya secara umum di tempat-tempat terbuka untuk menyembah Allah dan mengesakan-
Nya. Pertama kali seruan (dakwah) yang bersifat umum ini beliau tujukan kepada kerabatnya
sendiri, lalu kepada penduduk Mekah pada umumnya yang terdiri dari bermacam¬macam
lapisan masyarakat, baik golongan bangsawan, hartawan maupun hamba sahaya, kemudian
kepada kabilah-kabilah Arab dari pelbagai daerah yang datang ke Mekah untuk mengerjakan
haji. Reaksi Orang-orang Quraisy Ketika orang-orang Quraisy melihat gerakan Islam serta
men¬dengar bahwa mereka dengan nenek moyang mereka dibodoh¬bodohkan dan berhala-
berhala dihina-hina, bangkitlah kemarahan mereka dan mulailah mereka melancarkan
permusuhan terhadap Nabi dan pengikut-pengikutnya. Banyaklah pengikut Nabi yang kena
siksa di luar perikemanusiaan, terutama sekali pengikut dari golongan rendah. Terhadap Nabi
sendiri, mereka tidak berani melakukan gangguan badan, karena beliau masih dilindungi

                                                                                          5
paman beliau Abu Thalib dan di samping itu beliau adalah keturunan Bani Hasyim yang
mempunyai kedudukan dan martabat yang tinggi dalam pandangan masyarakat Quraisy
sehingga beliau disegani. Ada beberapa faktor yang mendorong orang Quraisy menentang
Islam dan kaum Muslimin, antara lain : Hijrah Ke Habsyah (Ethiopia) Setelah orang-orang
Quraisy merasa bahwa usaha-usaha mereka untuk melunakkan Abu Thalib tidak berhasil,
maka mereka melancarkan bermacam-macam gangguan-gangguan dan penghinaan kepada
Nabi dan memperhebat siksaan-siksaan di luar perikemanusiaan terhadap pengikut-pengikut
beliau. Akhirnya Nabi tak tahan melihat penderitaan sahabat-sahabatnya lalu menganjurkan
agar mereka hijrah ke Habsyah (Abisinia) yang rakyatnya menganut agama Kristen dan Rasul
mengetahui bahwa raja Habsyah yaitu Najasyi dikenal adil. Maka berangkatlah rombongan
pertama terdiri dari sepuluh orang laki-laki dan empat orang perempuan. Kemudian disusul
oleh rombongan¬rombongan yang lain hingga mencapai hampir seratus orang. Di antaranya
Utsman bin Affan beserta istri beliau Rukayyah (putri Nabi), Zuber bin Awwam.
Abdurrahman bin Auf, Dja'far bin Abu Thalib dan lain-lain. Peristiwa ini terjadi pada tahun
kelima sesudah Nabi Muhammad menjadi Rasul (615 M). Setibanya di negeri Habsyah
mereka mendapat penerimaah dan perlindungan yang baik dari rajanya.

        Pemboikotan Terhadap Bani Hasyim dan Bani Muththalib Sesudah orang Quraisy
melihat, bahwa segala jalan yang mereka tempuh untuk memadamkan dakwah (seruan) Nabi
Muhammad saw. tidak memberi hasil, karena Bani Hasyim dan Bani Muththalib - dua
keluarga besar Nabi Muhammad, baik yang sudah Islam ataupun yang belum - tetap
melindungi beliau, maka mereka mencari taktik baru untuk melumpuhkan kekuatan Islam itu.
Mereka mengadakan pertemuan dan mengambil keputusan untuk melakukan pemboikotan
terhadap Bani Hasyim dan Bani Muththalib ialah dengan jalan memutuskan segala
perhubungan: hubungan perkawinan, jual beli, ziarah menziarahi dan lain-lain. Keputusan
mereka itu ditulis di atas kertas dan digantungkan di Ka'bah. Nabi Mengalami Tahun
Kesedihan Belum lagi sembuh kepedihan yang dirasakan Nabi Muhammad akibat
pemboikotan umum itu, tibalah pula musibah yang besar menimpa dirinya, yaitu wafatnya
paman beliau Abu Thalib dalam usia 87 tahun. Tidak berapa lama kemudian disusul oleh
istrinya Siti Khadijah. Kedua macam musibah terjadi pada tahun ke-10 dari masa kenabian.
Tahun ini dalam sejarah disebut "Aamul huzni" (Tahun Kesedihan), di saat-saat permusuhan
Quraisy terhadap beliau sedang menjadi-jadi. Mereka sudah mulai berani menyakiti badan
Nabi. Akan tetapi segala macam musibah dan penganiayaan itu tidaklah mengendorkan
semangat perjuangan Rasulullah. Orang Yatsrib Masuk Islam Setibanya mereka di Yatsrib
dari Mekah, mulailah mereka menyiarkan kepada kaum kerabat mereka, tentang kebangkitan
Nabi akhir zaman, Muhammad saw. yang berada di Mekah. Berkat kegiatan mereka, hampir
setiap rumah di Madinah, sudah mendengar dan membicarakan tentang Nabi Muhammad
saw. Pada tahun ke-12 sesudah kenabian, datanglah ke Mekah di musim haji 12 orang laki-
laki dan seorang wanita penduduk Yatsrib. Mereka menemui Rasulullah secara rahasia di
Aqabah. Di lempat inilah mereka mengadakan bai'at (perjanjian) atas dasar Islam dengan
Nabi. Hijrah Ke Yatsrib Tatkala Nabi Muhammad saw. melihat tanda-tanda baik pada
perkembangan Islam di Yatrib itu, disuruhnyaiah para sahabat¬sahabatnya berpindah ke sana.
Berkata Rasul kepada sahabat¬sahabatnya itu: "Sesungguhnya Allah Azza Wajalla telah
menjadi¬kan orang-orang Yatsrib sebagai saudara-saudara bagimu dan negeri itu sebagai
tempat yang aman bagimu". Tugas Nabi Muhammad saw. Selesai Ketika para utusan
kabilah-kabilah Arab datang menghadap Nabi untuk menjadi pemeluk agama Islam
kemudian disusul dengan turunnya surat (110) An Nashr yang menggambarkan kedatangan
utusan-utusan itu serta menyuruh Nabi memohonkan ampun untuk mereka, maka terasalah
oleh beliau bahwa tugasnya hampir selesai. Karena merasa bahwa pekerjaannya telah hampir
pada akhirnya, beliau berniat untuk melakukan Haji Wada' (Haji penghabisan) ke Mekah.




                                                                                         6

								
To top