Docstoc

Microsoft Word - BAB II.doc

Document Sample
Microsoft Word - BAB II.doc Powered By Docstoc
					                             BAB II LANDASAN


                                      TEORI



       Topik subprime mortgage belakangan ini sering muncul di berbagai media, baik

media cetak maupun televisi, tetapi terkadang tidak semua orang mengerti arti dari kata

tersebut dan dampak yang bisa timbul dari hal tersebut. Bagaimana hal tersebut bisa

muncul di tengah-tengah kehidupan kita. Bab ini akan lebih banyak membahas tentang

apa sebenarnya subprime mortgage dan variable apa saja yang termasuk dalam subprime

mortgage. Di dalam bab ini juga akan membahas secara teoritis apa sebenarnya yang

dimaksud dengan event study dan mengapa bisa membantu kita untuk menganalisa suatu

masalah.



2.1    Subprime Mortgage

       Menurut Webster's New Millennium™ Dictionary of English pengertian dari

subprime mortgage adalah, “ a real estate loan often made originally below the prime

rate, offered to individuals or enterprises with weak credit ratings; also, this type of

mortgage solution with higher interest rates than for prime customers”. Yang jika

diterjemahkan secara bebas adalah hipotik perumahan yang berbasis pinjaman untuk

kredit perumahan dimana criteria peminjamnya lebih rendah atau dengan criteria

peminjaman yang lebih longgar dari standar utama (prime). Secara umum peminjam

kategori subprime merupakan pihak-pihak yang tidak dapat memenuhi persyaratan


                                          8
                                                                                        9



standar pemberian kredit yang berlaku. Peminjam umumnya memiliki rasio debt to

income yang tinggi, memiliki catatan kredit yang kurang baik atau memiliki karakteristik-

karakteristik lain yang menyebabkan adanya probabilitas default yang lebih tinggi relatif

terhadap peminjam dengan catatan kredit yang baik. Karena profil peminjamnya beresiko

maka hipotik yang berlandaskan pinjaman subprime karenanya dipasarkan dengan spread

positif dibandingkan rate yang ditawarkan untuk prime mortgage.

       Penawaran yang digunakan dapat berupa Fixed Rate Mortgage (FRM) atau

Adjustable Rate Mortgage (ARM). Namun sebagian besar subprime mortgage merupakan

ARM, yaitu mortgage loans yang suku bunganya dapat disesuaikan setelah periode

tertentu sesuai dengan perubahan tingkat resiko di pasar. Yang populer adalah mortgage

hybrid 30 tahun dengan skema 2/28, atau 2 tahun dengan bunga tetap (Fixed Rate

Mortages/FRMs) dan 28 tahun sisanya bersifat adjustable (ARMs). Periode 2 tahun

dengan fixed rate disebut sebagai ”teaser”. Pemberian istilah ”teaser” tersebut, mengingat

dampaknya sekarang mungkin menjadi ironis.




                                           9
                                                                                 10




                                    Diagram 2.1
                       Proses Sekuritisasi Subprime Mortgage
                      Sumber: Sabry & Schopflocher, June 2007


       Berikut lebih jelasnya bagaimana subprime mortgage bisa ada di investasi para

investor:

       1. Home buyers

       Pembeli dengan kredit yang lemah, atau subprime, biasanya membayar hipotik

       tahunan yang paling sedikit 2 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang

       dibayarkan orang dengan kredit yang baik kepada bank.

       2. Mortgage brokers

       Broker, banyak dari mereka berasal dari California, berada tepat di tengah

       kerjasama yang pernah menguntungkan antara pemberi pinjaman subprime dan

       Wall Street. Mereka menangani sebanyak 70 persen dari asalnya.



                                         10
                                                                           11



3. Subprime lenders

Pemberi pinjaman merayu orang dengan tawaran yang sangat menarik seperti

pinjaman tanpa dokumen, yang tidak memerlukan bukti pendapatan atau tabungan.

Rekor sebesar $ 805 miliar dari subprime mortgage berasal dari 2005.

4. Big banks/ wholesaler

Bank besar membeli pinjaman subprime, banyak bank yang menyatukan hutang

tersebut dan menjualnya ke firma di Wall Street. Bank seperti HSBC Holdings

sangat terpengaruh oleh gagalnya subprime.

5. Securitization/ manufacture of CDOs

Bank di Wall Street kemudian membuat subprime loans menjadi mortgage-backed

securities (MBS) dan collateralized debt obligations (CDO). Penjualan MBS baru

mencapai $2.4 triliun di 2006

6. Rating companies

Ketika bank membuat CDO, mereka bertemu dengan credit raters untuk

membahas tentang kualitas dari isi, termasuk subprime debt. Mereka membagi

CDO menjadi bagian-bagian agar bisa mendapatkan rating yang diinginkan untuk

setiap porsi.

7. Securities/ CDOs

CDO termasuk gabungan antara bonds dan sekuritas yagn dilindungi oleh

mortgages dan home equity loans. Pada 2006, sekitar $ 100 miliar dari subprime

debt masuk ke dalam CDO senilai $ 375 miliar yang dijual di AS.




                                   11
                                                                                 12




       8. Investor

       Investor menyukai CDO karena mereka menawarkan potensi keuntungan yang

       lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi dengan rating yang sama. Bank,

       perusahaan asuransi, dan dana pensiun mengambil resiko untuk mendapatkan

       yield setinggi 20 persen.



       Subprime mortgage menjadi suatu alat investasi yang menggiurkan bagi para

investor karena tingginya tingkat return yang dijanjikan. Karena memang berdasarkan

suatu quote yang sangat sering dikatakan oleh pelaku keuangan adalah ‘high risk high

return’ dimana jika investor mengharapkan hasil yang lebih tinggi maka mereka haru

berani untuk mengambil resiko yang lebih besar terhadap investasinya.

       Investasi pada subprime mortgage mulai marak pada tahun 2003 dan merupakan

investasi yang menguntungkan, karena pada saat tersebut masih menggunakan FRM

dimana bunga yang harus dibayar masih tetap. Tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya,

tingkat bunga kredit subprime juga meningkat dengan berjalannya waktu. Dan

dikarenakan para debitur subprime memang merupakan kalangan yang memiliki credit

rating yang tidak baik, maka memang kemungkinan besar akan terjadi kredit macet

seperti yang terjadi sekarang ini.




                                          12
                                                                                     13



2.1.1 Collateralized Debt Obligation

       Collateralized Debt Obligation (CDO) secara pengertian adalah, “an investment-

grade security backed by a pool of bonds, loans and other assets. CDOs do not specialize

in one type of debt but are often non-mortgage loans or bonds.” (www.investopedia.com).

       Hubungan sebenarnya antara subprime mortgage dengan CDO adalah subprime

mortgage tersebut diperjual belikan melalui CDO. CDO adalah sejenis asset backed

securities dan produk structured credit. CDO ini bervariasi baik dalam strukturnya,

maupun dalam underlying collateral-nya. Namun demikian prinsip penerbitannya sama

dimana CDO merupakan jenis investasi pada asset fixed income seperti high yield debt

atau asset backed securities.

       CDO biasana distruktur dalam beberapa tranche/ tingkatan, yaitu:

       1. Senior Tranches, aset dengan rating AAA

       2. Mezzanine Tranches, aset dengan rating AA hingga BB.

       3. Equity Tranches, aset yang tidak di rating (unrated)



                       AAA            Senior Trance
                        AA
                      BBB+           Mezzanine tranche
                       BBB           asset dengan rating
                       BBB-          AA s.d. BB
                        BB
                      Unrated         Equity Trance

                                     Diagram 2.2
                                    Struktur CDO
                                  Sumber: Bloomberg




                                           13
                                                                                     14



       Level senior berisi aset dengan rating AAA. Investor pada aset ini biasanya adalah

bank-bank, perusahaan asuransi, dan perusahaan investment funds. Untuk investor

Mezzanine tranche dan Equity tranche umumnya adalah hedge fund dan perorangan

(wealthy individual).

       Pembayaran hasil investasi portfolio CDO (disebut sebagai yield) didistribusikan

pada investor tranches, dengan skala prioritas diutamakan bagi level tranches yang paling

senior, kemudian mezzanine tranches, dan terakhir equity tranches. Sebaliknya, jika

terjadi kerugian atau default pada portfolio investasi CDO, maka pembagian loss dimulai

dari investor paling junior, yaitu investor equity tranches. Kemudian investor mezzanine

tranches, dan terakhir investor senior tranches.



2.2    Pasar Keuangan

       Pasar keuangan dapat berarti :


       1. Suatu organisasi yang memfasilitasi perdagangan produk keuangan seperti

           misalnya bursa efek yang memfasilitasi perdagangan saham, obligasi dan

           waran .

       2. Pertemuan antara pembeli dan penjual untuk memperdagangkan produk

           keuangan dalam berbagai cara termasuk penggunaan bursa efek, secara

           langsung antara penjual dan pembeli (over-the-counter).




                                            14
                                                                                     15



         Dalam dunia akademis, mahasiswa bidang studi keuangan akan menggunakan

kedua makna tersebut namun mahasiswa ekonomi hanya menggunakan makna yang

kedua.

         Pasar keuangan dapat dibagi kedalam beberapa sub jenis seperti :


         •   Pasar modal yang terdiri dari pasar primer dan pasar sekunder yang terbagi

             lagi menjadi :


             ~ pasar saham, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan

                saham, dan merupakan sarana perdagangan saham.

             ~ pasar obligasi, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan

                obligasi dan merupakan sarana perdagangan obligasi.

             ~ pasar komoditi, yang memfasilitasi perdagangan komoditi.


         •   Pasar keuangan, yang merupakan sarana pembiayaan utang jangka pendek dan

             investasi.

         •   Pasar derivatif, yang merupakan sarana yang menyediakan instrumen untuk

             mengelola resiko keuangan.

         •   Pasar berjangka, yang merupakan sarana yang menyediakan stadarisasi

             kontrak berjangka bagi perdagangan suatu produk pada suatu tanggal dimasa

             mendatang.

         •   Pasar asuransi, yang memfasilitasi redistribusi dari berbagai resiko.

         •   Pasar valuta asing, yang memfasilitasi perdagangan valuta asing .



                                              15
                                                                                          16



         Tanpa adanya pasar keuangan ini maka peminjam uang (kreditur) akan mengalami

kesulitan dalam menemukan debitur yang bersedia untuk memberikan pinjaman

kepadanya. Pengantara seperti bank membantu dalam melakukan proses ini, dimana bank

menerima deposito dari nasabahnya yang memiliki uang untuk ditabung dan kemudian

bank dapat meminjamkan uang ini kepada orang yang berniat untuk meminjam uang.

Bank biasanya memberikan pinjaman uang dalam bentuk kredit dan kredit pemilikan

rumah.

         Ilustrasi pada tabel dibawah ini dapat menjelaskan hubungan antara pasar

keuangan dan peminjam serta pemberi pinjaman :

                                              Tabel 2.1
                       Hubungan antara Peminjam dan Pemberi Pinjaman
 Pemberi pinjaman       Perantara keuangan         Pasar keuangan       Peminjam

                                                      Antarbank           Individu
                          Banks Perusahaan
                                                      Bursa efek         Perusahaan
     Individu               Asuransi Dana
                                                      Pasar uang       Pemerintah pusat
    Perusahaan            Pensiun Reksadana
                                                     Pasar obligasi   Pemerintah daerah
                                                     Valuta asing     Perusahaan publik




         Individu meminjam uang melalui kredit bank untuk kebutuhan jangka pendek

maupun panjang guna pembiayaan pembelian rumah.

         Perusahaan meminjam uang untuk membantu kebutuhan jangka pendek maupun

panjang guna perputaran dananya maupun untuk pengembangan bisnis.

         Pemerintah seringkali menghadapi suatu masalah dimana pengeluaran mereka

lebih besar daripada pemasukan pajaknya maka guna menutupi kekurangan ini



                                              16
                                                                                     17



dibutuhkan pinjaman. Pemerintah juga melakukan peminjaman bagi keperluan badan

usaha milik negara, pemerintah daerah, otoritas setempat dan sektor publik lainnya.

Peminjaman ini dilakukan dengan cara menerbitkan obligasi pemerintah.

          Pemerintah daerah dapat meminjam atas nama daerahnya sebagaimana halnya

dengan penerimaan pinjaman dari pemerintah pusat.

          Badan usaha milik negara dan perusahaan publik biasanya termasuk industri

nasional dal layanan publik seperti perusahaan kereta api pos, perusahaan listrik negara,

air minum dan perusahaan penyedia layanan publik lainnya.




2.2.1. Informasi di Pasar Modal

          Informasi atau fakta material adalah informasi atau fakta penting dan relevan

mengenai peristiwa, kejadian atau fakta yang mempengaruhi harga efek pada bursa efek

dan atau keputusan pemodal, calon pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan atas

informasi atau fakta tersebut (Undang-undang No. 8 Th. 1995 tentang Pasar Modal). Di

lain pihak Beaver (1989), mendefinisikan informasi sebagai suatu perubahan ekspektasian

tentang suatu hasil peristiwa. Laporan laba dikatakan mempunyai kandungan informasi

jika hal itu merubah perkiraan investor tentang return atau harga di masa yang akan

datang.




                                           17
                                                                                        18



2.2.2 Efisiensi Pasar

       Secara umum efisiensi pasar (market efficiency) didefinisikan oleh Beaver

(dalam Jogiyanto, 2000: 363) sebagai hubungan antara harga-harga sekuritas dengan

informasi. Bagaimana suatu pasar bereaksi terhadap suatu informasi untuk mencapai

harga keseimbangan merupakan hal yang penting. Jika pasar bereaksi dengan cepat

dan akurat untuk mencapai harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan

informasi yang tersedia, maka kondisi pasar ini disebut dengan pasar efisien. Dengan

demikian ada hubungan antara teori pasar modal yang menjelaskan tentang keadaan

ekuilibrium dengan konsep pasar efisien yang mencoba menjelaskan bagaimana pasar

memproses informasi untuk menuju posisi ekuilibrium yang baru. Efisiensi pasar seperti

ini disebut dengan efisiensi pasar secara informasi (informationally efficient market) yaitu

bagaimana pasar bereaksi terhadap informasi yang tersedia (Jogiyanto, 2000: 352).

       Bentuk efisiensi pasar dapat ditinjau dari segi ketersediaan informasinya saja atau

dapat dilihat tidak hanya dari ketersediaan informasi, tetapi juga dilihat dari kecanggihan

pelaku pasar dalam pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari informasi yang

tersedia. Pasar efisien yang ditinjau dari sudut informasi saja disebut dengan efisiensi

pasar secara informasi (informationally efficient market). Sedang pasar efisien yang

ditinjau dari sudut kecanggihan pelaku pasar dalam mengambil keputusan berdasarkan

informasi yang tersedia disebut dengan efisiensi pasar secara keputusan (decisionally

efficient market).

       Kunci utama untuk mengukur pasar yang efisien adalah hubungan antara harga

sekuritas dengan informasi. Pertanyaannya adalah informasi mana yang dapat digunakan




                                            18
                                                                                          19



untuk menilai pasar yang efisien, apakah informasi yang lama, informasi yang sedang

dipublikasikan atau semua informasi termasuk informasi privat. Ada tiga bentuk efisiensi

pasar berdasarkan ketiga macam bentuk dari informasi, yaitu informasi masa lalu,

informasi sekarang yang sedang dipublikasikan dan informasi privat sebagai berikut ini.

       1. Efisiensi pasar bentuk lemah (weak form)

           Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga dari sekuritas

           tercermin secara penuh (fully reflect) informasi masa lalu. Informasi masa lalu

           ini merupakan informasi yang sudah terjadi. Bentuk efisiensi pasar secara

           lemah ini berkaitan dengan teori langkah acak (random walk theory) yang

           menyatakan bahwa data masa lalu tidak berhubungan dengan nilai sekarang.

           Jika pasar efisien secara bentuk lemah, maka nilai-nilai masa lalu tidak dapat

           digunakan untuk memprediksi harga sekarang. Ini berarti bahwa untuk pasar

           yang efisien bentuk lemah, investor tidak dapat menggunakan informasi masa

           lalu untuk mendapatkan keuntungan yang tidak normal.

       2. Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semistrong form)

           Pasar dikatakan efisien setengah kuat bila harga-harga sekuritas secara

           penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan (all

           publicity available information) termasuk informasi yang berada di laporan-

           laporan keuangan keuangan perusahaan emiten. Informasi yang dipublikasikan

           dapat berupa:

            a. Informasi yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga sekuritas

               dari perusahaan yang mempublikasikan laporan tersebut. Informasi yang

               dipublikasikan ini merupakan informasi dalam bentuk pengumuman oleh


                                           19
                                                                        20



   perusahaan emiten. Informasi ini umumnya berhubungan dengan

   peristiwa yang terjadi di perusahaan emiten (corporerate event). Contoh

   dari informasi yang dipublikasikan ini misalnya adalah pengumuman laba,

   pengumuman pembagian dividen, pengumuman pengembangan produk

   baru, pengumuman merger dan akuisisi, pengumuman perubahan metode

   akuntansi,    pengumuman    pergantian      pemimpin   perusahaan,   dan

   sebagainya.

b. Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas

   sejumlah perusahaan. Informasi yang dipublikasikan ini dapat berupa

   peraturan pemerintah atau peraturan dari regulator yang hanya berdampak

   pada harga-harga sekuritas perusahaan-perusahaan yang terkena regulasi

   tersebut. Contoh dari informasi ini misalnya adalah regulasi untuk

   meningkatkan kebutuhan cadangan (reserved requirement) yang harus

   dipenuhi oleh semua bank. Informasi ini akan mempengaruhi secara

   langsung harga sekuritas tidak hanya sebuah bank saja, tetapi mungkin

   semua emiten di dalam industri perbankan.

c. Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga sekuritas

   semua perusahaan yang terdaftar di pasar saham. Informasi ini dapat

   berupa peraturan pemerintah      atau peraturan dari regulator yang

   berdampak ke semua perusahaan emiten. Contoh dari regulasi ini adalah

   peraturan akuntansi untuk mencantumkan laporan arus kas yang harus

   dilakukan oleh semua perusahaan. Regulasi ini akan mempunyai dampak

   ke harga sekuritas tidak hanya untuk sebuah perusahaan saja atau


                              20
                                                                           21



   perusahaan-perusahaan di suatu industri, tetapi mungkin berdampak

   langsung pada semua perusahaan.

Jika pasar efisien dalam bentuk setengah kuat, maka tidak ada investor atau

grup dari investor yang dapat menggunakan informasi yang dipublikasikan

untuk mendapatkan keuntungan tidak normal dalam jangka waktu yang lama.

Berikut akan diberikan bermacam-macam pengumuman                 yang dapat

mempengaruhi harga sekuritas (Foster, 1986: 377):

1. Pengumuman        yang   berhubungan      dengan   laba    (earnings-related

   announcements). a) Laporan tahunan awal, b) laporan tahunan detail, c)

   laporan interim awal, d) laporan interim detail, e) laporan perubahan

   metode-metode akuntansi, f) laporan auditor, g) lainnya.

2. Pengumuman-pengumuman peramalan oleh pejabat perusahaan (forecast

   announcements by company officials). a) Peramalan laba sebelum akhir

   tahun fiskal, b) estimasi laba setelah akhir tahun fiskal, c) peramalan

   penjualan, d) lainnya.

3. Pengumuman-pengumuman dividen (dividend announcements).                   a)

   Distribusi kas, b) distribusi saham, c) lainnya.

4. Pengumuman-pengumuman pendanaan (financing announce-ments). a)

   Pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas, b) pengumuman yang

   berhubungan dengan hutang, c) pengumuman sekuritas hibrid, d) sewa-

   guna, e) persetujuan standby credit, f) pelempar saham kedua, g)

   pemecahan saham, h) pembelian kembali saham, i) pengumuman joint

   venture, j) lainnya.

                                21
                                                                           22



5. Pengumuman-pengumuman              yang   berhubungan   dengan   pemerintah

   (government-related announcements). a) Dampak dari peraturan baru, b)

   investigasi-investigasi terhadap kegiatan perusahaan, c) keputusan-

   keputusan regulator, d) lainnya.

6. Pengumuman-pengumuman investasi (investment announcements). a)

   Eksplorasi, b) usaha baru, c) ekspansi pabrik, d) penutupan pabrik, e)

   pengembangan R&D, f) lainnya.

7. Pengumuman-pengumuman ketenagakerjaan (labor announce-ments). a)

   Negosiasi-negosiasi, b) kontrak-kontrak baru, c) pemogokan, d) lainnya.

8. Pengumuman-pengumuman yang berhubungan dengan hukum (legal

   announcements). a) Tuntutan terhadap perusahaan atau terhadap

   manajernya, b) tuntutan oleh perusahaan atau oleh manajernya, c) lainnya.

9. Pengumuman-pengumuman pemasaran-produksi-penjualan (mar-keting-

   production-sales announcements). a) Pengiklanan, b) rincian kontrak, c)

   produk baru, d) perubahan harga, e) penarikan produk, f) laporan-laporan

   produksi, g) laporan-laporan keamanan produk, h) laporan-laporan

   penjualan, i) rincian jaminan, j) lainnya.

10. Pengumuman-pengumuman manajemen-direksi (management-board of

   director announcements). a) Susunan direksi, b) manajemen, c) rincian

   struktur organisasi, d) lainnya.

11. Pengumuman-pengumuman merger - ambil alih - diversifikasi (merger-

   takeover-divestiture announcements). a) Laporan-laporan merger, b)




                                22
                                                                                                 23



                laporan-laporan investasi ekuitas, c) laporan-laporan mengambil alih, d)

                laporan-laporan diambil alih, e) laporan-laporan diversifikasi, f) lainnya.

           12. Pengumuman-pengumuman               industri    sekuritas     (securities     industry

                announcements). a) Laporan-laporan pertemuan tahunan, b) perubahan-

                perubahan kepemilikan saham, c) “heard on the street”,                 d) laporan-

                laporan “insider trading”, e) laporan harga dan volume perdagangan, f)

                pembatasan perdagangan atau suspensi, g) lainnya.

           13. Lain-lain.

       3. Efisiensi pasar bentuk kuat (strong form).

          Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga sekuritas secara

          penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang tersedia termasuk

          informasi yang tersedia termasuk informasi yang privat. Jika pasar efisien

          dalam bentuk ini, maka tidak ada individual investor atau grup dari investor

          yang dapat memperoleh keuntungan tidak normal (abnormal return) karena

          mempunyai informasi privat.

       Tujuan    dari   pembedaan     pasar    menurut        efisiensinya    ini   adalah     untuk

mengklasifikasikan penelitian empiris terhadap efisiensi pasar. Ketiga bentuk pasar

efisien ini berhubungan satu dengan yang lainnya. Hubungan ketiga bentuk pasar efisien

ini berupa tingkatan yang kumulatif, yaitu bentuk lemah merupakan bagian dari bentuk

setengah kuat dan bentuk setengah kuat merupakan bagian dari bentuk kuat.




                                              23
                                                                                     24



2.2.3. Saham

       Saham merupakan surat bukti kepemilikan atas aset-aset perusahaan yang

menerbitkan saham. Dengan memiliki saham tersebut, maka pemilik saham berhak atas

pendapatan dan kekayaan perusahaan setelah dikurangi dengan pembayaran semua

kewajiban perusahaan.

       Saham dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu saham preferen dan saham biasa.

Saham preferen memberikan pendapatan tetap melalui presentase yang sudah ditetapkan

pada awal pembelian saham sedangkan pendapatan saham biasa sesuai dengan kebijakan

manajemen.

       Saham diperjual belikan di pasar keuangan. Dapat merupakan di pasar primer dan

juga pasar sekunder. Saham yang ditransaksikan di pasar primer merupakan saham

perdana untuk perusahaan yang baru pertama kali mengeluarkan lembar sahamnya (go

public), saham tersebut berpengaruh ke pendapatan ekuitas perusahaan, karena dana dari

hasil transaksi saham masuk ke dalam perusahaan yang bersangkutan. Saham yang

ditransaksikan di pasar sekunder merupakan ‘second purchase’ dan tidak berpengaruh ke

pendapatan ekuitas perusahaan karena memang sudah merupakan pasar tersendiri dengan

nilai pasar yang sangat terpengaruh oleh performance dari perusahaan tersebut. Jika

performance perusahaan tersebut baik, maka harga saham akan cenderung bullish (naik),

jika terdapat isu yang tidak baik mengenai perusahaan tersebut maka harga saham

cenderung akan bearish (turun).

       Pada tanggal 16 Agustus 2007, saham di seluruh dunia cenderung bearish, yang

dikarenakan oleh adanya isu subprime di Amerika Serikat. Bahkan jika kita melihat grafik



                                          24
                                                                                       25



dari masing-masing index gabungan seperti Dow Jones dan IHSG, mereka juga cenderung

untuk bearish pada tanggal tersebut.



2.2.3.1. Returns

       Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi. Return dapat berupa return

realisasi yang sudah terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi tetapi yang

diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang.

       Return realisasi merupakan return yang telah terjadi. Return realisasi dihitung

berdasarkan data historis. Return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu

pengukur kinerja perusahaan. Return historis ini juga berguna sebagai dasar penentuan

return ekspektasi (expected return) dan risiko di masa yang akan datang.

       Expected return merupakan return yang diharapkan akan diperoleh investor di

masa yang akan datang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah terjadi,

expected return sifatnya belum terjadi.



2.2.3.2. Abnormal Returns

A term used to describe the returns generated by a given security or portfolio over a

period of time that is different from the expected rate of return. The expected rate of

return is the estimated return based on an asset pricing model, using a long run historical

average or multiple valuation.(www.investopedia.com)

       Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi

(actual return) terhadap return normal. Return normal merupakan return yang diharapkan



                                           25
                                                                                             26



(expected return) oleh investor. Return tidak normal merupakan selisih dari return yang

sesungguhnya terjadi dengan return yang diharapkan. Untuk menghitung besarnya

abnormal return terlebih dahulu dihitung return ekspektasi dengan menggunakan model

pasar dengan membentuk model ekspektasi dengan menggunakan data realisasi selama

periode yang telah ditetapkan.



2.3    Event Study

Menurut Don Cram, “an event study , in economics/finance/accounting research, is an

analysis of whether there was a statistically significant reaction in financial markets to

past occurences of a given type of event that is hypothesized to affect public firms' market

values.” Pengertian yang akan diambil untuk thesis ini adalah bahwa event study

merupakan suatu cara atau metode untuk mengetahui reaksi saham tertentu terhadap suatu

peristiwa yang terjadi. Apakah peristiwa tersebut akan mempengaruhi secara signifikan

atau tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, hal tersebut dapat dilihat melalui

perubahan di rata-rata abnormal return dari sample yang dipilih untuk kemudian di uji

tingkat signifikannya. Dari hal tersebut kita akan dapat memperoleh hasil secara statistikal

dari hipotesa yang telah kita kemukakan pada bab 3.




                                             26

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5
posted:6/2/2012
language:Indonesian
pages:19