TANAMAN-TANAMAN BERMANFAAT-BONSAI BUNGA KAMBOJA by andre4088

VIEWS: 123 PAGES: 3

etnobotani

More Info
									BONSAI BUNGA KAMBOJA
Jakarta – Adenium obesum di Indonesia dikenal dengan sebutan kamboja jepang. Nama adenium lebih
disukai pehobi, pasalnya kamboja selalu dikaitkan dengan kuburan. Adenium memikat para penggemar
tanaman hias karena variasi warna bunganya kaya dan indah. Ditambah lagi bentuk akarnya yang
membesar bila telah tua. Inilah yang membuat sosoknya jadi unik dan mirip bonsai.




                                                    SH/bayu dwi mardana
          Pemangkasan, jadi kunci agar adenium rajin berbunga, dan sebagai pemutus rantai hama serta penyakit. (kiri)
                            Inilah jenis adenium yang paling digemari pehobi di Indonesia. (kanan)


Sebetulnya adenium sama sekali berbeda dengan kamboja. Walau masih dalam satu keluarga, yaitu
Apocynaceae, namun ada beberapa perbedaan yang mencolok di antara keduanya.
Coba saja lihat bentuk daun dan akar antara kedua tanaman tersebut. Bentuk adenium jauh lebih kecil
dibanding daun kamboja. Akar adenium mampu membesar seperti umbi dan meliuk ke kiri-kanan. Bagian
inilah yang berfungsi sebagai penyimpan air. Sedang pada kamboja tak dapat dijumpai bentuk akar
seperti itu.
Dari sosoknya pun adenium dan kamboja punya perbedaan yang kentara. Adenium punya sosok yang
kecil hingga amat cocok sebagai tanaman penghias teras rumah. Sedang kamboja memiliki sosok yang
tinggi dan besar sehingga sering dipakai sebagai tanaman pelindung, di samping fungsi penghias.
”Itu sebabnya, saya lebih suka menyebut tanaman ini adenium ketimbang kamboja jepang. Kalau orang
dengar (nama) kamboja biasanya langsung terbayang tanaman yang besar,” ujar Candra Gunawan,
pehobi sekaligus pengusaha tanaman hias di bilangan Sawangan, Depok.
Sedang di Cina, adenium punya nama Fook Hui Hwa yang artinya, bunga keberuntungan. Dan di
Thailand dianggap sebagai bunga selamat datang (choa chuem).

Tanaman Gurun
Iklim tropis Indonesia menjadi lokasi yang cocok bagi pertumbuhan tanaman ini. Di habitat
aslinya, adenium merupakan tanaman semak yang tumbuh liar di daerah gurun yang panas.
Tanaman ini menyimpan air di dalam akarnya sehingga dapat bertahan hidup di daerah yang
kering. ”Karena mampu menyimpan air, dia termasuk tanaman sukulen,” kata Candra, pehobi
yang belakangan serius menekuni usaha komersial adenium. Jadi, istilahnya tanaman bandel .
Adenium berasal dari daerah gurun pasir di daratan Afrika dan jazirah Arab, seperti Senegal
sampai Sudan, Kenya, Tanzania, Mozambique, Namibia dan sekitarnya. ”Dari Pantai Timur
Afrika sampai Afrika Selatanlah,” sebut Candra. Kalau di Arab, tersebar di Oman, Saudi Arabia
dan Yaman. Karena berasal dari gurun pasir maka adenium punya julukan desert rose, mawar
padang pasir.
Melihat tempat asalnya, adenium merupakan tanaman yang memerlukan sinar matahari penuh,
tak perlu banyak air dan menyukai media tanam yang porous - berliang renik. Bila ketiga hal tadi
dipenuhi, dijamin adenium bakal tumbuh subur. Di tempat asalnya, tanaman yang subur
tingginya bisa mencapai sekitar empat meter.
”Dibanding anggrek, merawat adenium tak terlalu susah. Kalau kita lupa nyiram anggrek dua-
tiga hari saja bisa mati. Kalau adenium sampai dua minggu pun tahan tidak disiram,” ujar sang
empunya Godongijo Nursery. Soal pemupukan dan perawatan terhadap hama pun lebih gampang
ketimbang anggrek. Kemudahan-kemudahan itu, membuat Candra yakin dalam waktu dekat
bakal digemari pehobi tanaman hias. ”Memang perlu waktu dan butuh promosi yang cukup
gencar, tapi saya yakin tanaman ini bakal digemari.”
Melihat peta dunia, tren adenium tak seragam. Di Thailand, tren tanaman ini baru saja melewati
masa puncaknya. Sekitar tiga tahun silam, adenium booming di negeri gajah putih itu. Namun di
Cina, Taiwan dan Amerika perkembangan adenium relatif sama dengan kondisi di Indonesia.
Sama-sama punya grafik popularitas yang terus merangkak naik. Tiap pameran flora eksotik
digelar, adenium selalu jadi incaran kolektor. Jangan kaget jika sepohon adenium tua dengan
bentuk bongkol besar, harganya mencapai Rp 50 juta.

Pelepas Lelah
Kebanyakan masyarakat jatuh cinta pada tanaman ini sebab keindahan bunga. J.E. Mujiono (49),
pehobi tanaman mengaku tertarik adenium gara-gara kepincut keindahan bunganya. ”Bunga-
bunga yang ditampilkan bisa memberi inspirasi dan pelepas lelah. Biasanya sehabis bekerja, saya
selalu melihat-lihat koleksi tanaman berbunga di rumah. Termasuk adenium ini.”
Di kala senggang, bapak berputra dua ini tak pernah absen untuk berjalan-jalan bersama sang
istri mencari koleksi adenium terbaru. Warna dan bentuk bunga yang unik selalu jadi
pertimbangan mereka. Dibanding anggrek, perawatan adenium lebih mudah. Juga bunganya
beragam warna dan masing-masing cantik.
Sosok adenium yang menyerupai tanaman bonsai juga mampu mencuri perhatian para pehobi.
Makin tua, akar adenium akan makin membesar seperti umbi. Akar gendut ini akan meliuk ke
kiri-kanan hingga membuat penampilannya bertambah unik.
Di pembibitan milik Candra, bahkan ditemukan bentuk akar yang menyerupai kelamin lelaki dan
dada wanita. Makanya oleh kolektornya, kedua dijuluki female and male adenium.
Kesan tua akan terpancar kuat bila akar gendut itu ditonjolkan keluar sehingga pemakaian pot
bonsai yang ceper dapat mengkatrol penampilan adenium. Yang harus dicermati, jika ingin akar
tanaman besar, adalah perlakukan tanaman sesuai sifat aslinya.
Pertumbuhan akar tanaman ini akan baik jika media tanam yang digunakan sesuai. Selain itu
faktor penyiraman juga berpengaruh.
Menurut Octa Sugih (29), pehobi adenium yang juga pemilik ”Red Flower Nursery”, bunga
adenium berbentuk terompet dan terdiri dari 5 helai petal (mahkota bunga).
Di dalam corong (terompet) bunga terdapat benang sari. Bentuk petal (mahkota bunga) sangat
bervariasi, ada berbentuk bintang, bergerigi, ujung petal terpotong sampai ujung yang membulat.
Secara umum, bentuk bunga adenium bisa dibagi menjadi tiga, yaitu berbentuk bintang
(Adenium ”Crimpson Star”), bintang dengan tepi bergerigi (Adenium obesum) dan bulat
(Adenium swazicum).
Dahulu bahkan sampai kini pencinta tanaman hanya tahu warna bunga adenium merah muda
atau pink. Ternyata secara diam-diam adenium di Indonesia merayap naik dan hadir dengan
aneka warna.
Sekarang telah ditemukan atau disilangkan lebih kurang 100 warna. Dari yang putih bersih,
loreng-loreng sampai merah tua dengan pinggir bunga berwarna hitam. Bagian corong bunga
juga bervariasi. Ada yang polos putih, polos kuning, polos merah dan bergaris-garis.
Hama
Agar adenium rajin berbunga, Candra dan Octa sama-sama menyarankan untuk melakukan
pemangkasan pada tanaman. Batang adenium yang dibiarkan tumbuh memanjang akan memberi
kesan berantakan.
Lagipula pemangkasan batang utama bisa dilakukan sesuai keinginan kita. Kalau ingin bentuk
tanaman yang agak tinggi maka batang yang dipotong sebaiknya agak tinggi pula.
Selain batang utama, pemangkasan cabang juga harus dilakukan. ”Ini kunci untuk mendapatkan
bunga adenium dalam waktu yang lama. Bisa tahan sampai dua bulan,” kata Candra. Dengan
dipangkas, batang atau cabang akan menghasilkan tunas baru lebih dari satu. Dari tunas itu akan
muncul bunga.
Pemangkasan cabang juga berfungsi memutus siklus hidup hama dan penyakit. Salah satu musuh
besar adenium adalah spider mite. Hewan ini seperti tungau berwarna merah, kuning muda, hijau
tua, coklat muda dan hitam. Dia bersarang di bagian bawah daun dan ketiak daun. Bila bagian
atas daun berwarna kusam dan terlihat mengkerut, artinya tanaman terkena gejala serangan hama
tersebut.
Saat ini, banyak ditemukan varietas baru adenium. Candra sendiri punya sekitar 100 varietas
tanaman. ”Rekan saya di Amerika baru-baru ini dapat hibrida yang punya bunga wangi dan
warnanya merah tua. Menurut saya, itu sebuah terobosan besar.” Apa pasal? Dengan ketemunya
jenis yang mampu mengeluarkan bunga yang harum dan warna cerah tentu akan makin
memperkuat pesona adenium. Kalau sudah begitu, siapa sih yang nggak kepincut.
(SH/bayu dwi mardana/gatot irawan)




                                                  SH/bayu dwi mardana
            Dengan kebun pembibitan seluas 2 hektar, Candra Gunawan melakukan hybrid beragam jenis adenium.

								
To top