Docstoc

Wawasan-Nusantara

Document Sample
Wawasan-Nusantara Powered By Docstoc
					                          KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa saya
panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga,
sahabat dan para umatnya yang insya Allah setia sampai akhir Zaman. Makalah ini
disusun guna melengkapi tugas Softskill “Pedidikan Kewarganegaraan”. Dalam
penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya
telah berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal
mungkin dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya saya
menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan
keterampilan yang saya miliki. Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak SRI
WALUYO selaku dosen pembimbing Pedidikan Kewarganegaraan. Saya menyadari
bahwa dalam penulisan dan pembuatan makalah ini, masih terdapat banyak
kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan
untuk dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang
disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun
pihak lain yang berkepentingan




                                                             Bekasi, 10 Mei 2012
                                                                  Hormat Saya




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                        Page 1
                                             DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL .............................................................................................                i

KATA PENGANTAR ..........................................................................................                  1

DAFTAR ISI .........................................................................................................       2

BAB I        PENDAHULUAN .................................................................................                 3

             1.1 Wawasan Nusantara .........................................................................               3

             1.2 Rumusan Masalah .............................................................................             3

BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................                     5

             1. Pengertian Hekakat dan Kedudukan Wawasan Nusantara .............                                           5

             2. Latar Belakang Konsepsi Wawasan Nusatara ..................................                                6

             3. Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia .........................                                   8

             4. Perwujudan Wawasan Nusantara .....................................................                         9

             5. otonomi Daerah di Indonesia ...........................................................                   10

BAB III PENUTUP ..............................................................................................            11

                  3.1 Kesimpulan ................................................................................         11

                  3.2 Saran ...........................................................................................   11

                  Daftar pustaka ...................................................................................      12




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                                                                   Page 2
                                      BAB I
                              PENDAHULUAN

1.1    Pengertian Wawasan Nusantara
        Wawasan Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat,
bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut
dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan
Pertahanan Keamanan. Wawasan nasional itu selanjutnya menjadi pandangan atau
visi bangsa dalam menuju tuannya. Namun tidak semua bangsa memiliki wawasan
nasional Inggris adalah salah satu contoh bangsa yang memiliki wawasan nasional
yang berbunyi ”Britain rules the waves”. Ini berarti tanah inggris bukan hanya sebatas
pulaunya, tetapi juga lautnya. Adapun bangsa Indonesia memiliki wawasan nasional
yaitu wawasan nusantara.
        Apakah wawasan Nusantara itu? Secara konsepsional wawasan nusantara
(Wasantara) merupakan wawasan nasionalnya bangsa Indonesia. Perumusan
wawasan nasional bangsa Indonesia yang selanjtnya disebut Wawasan Nusantara itu
merupakan salah satu konsepsi politik dalam ketatanegaraan Republik Indonesia.
        Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia naka wilayah Indonesia
yang terdiri dari daratan, laut dan udara diatasnya dipandang sebagai ruang hidup
(lebensraum) yang satu atau utuh. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasionalnya
bangsa Indonesia dibangunatas pandangan geopolitik bangsa. Pandangan bangsa
Indonesia didasarkan kepada konstelasi lingkungan tempat tinggalnya yang
menghasilakan konsepsi wawasan Nusantara. Jadi wawasan nusantara merupakan
penerapan dari teori geopolitik bangsa Indonesia.
        Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara. Wawasan
berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan, tinjauan atau
penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang berarti memandang,
meninjau atau melihat. Wawasan artinya pandangan, tujuan, penglihatan, tanggap
indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang, cara melihat.


1.2    RUMUSAN MASALAH
        Kehidupan manusia di dunia mempunyai kedudukan sebagai hamba Tuhan
Yang Maha Esa dan sebagai wakil Tuhan (Khalifatullah) di bumi yang menerima
amanat-NYA untuk mengelola kekayaan alam. Adapun sebagai wakil Tuhan di bumi,
manusia dalam hidupnya berkewajiban memelihara dan memanfaatkan segenap



Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                             Page 3
karunia kekayaan alam dengan sebaik – baiknya untuk kebutuhan hidupnya. Manusia
dalam menjalankan tugas dan kegiatan hidupnya bergerak dalam dua bidang yaitu
universal filosofis dan sosial politis. Bidang universal filosofis bersifat transeden dan
idealistik misalnya dalam bentuk aspirasi bangsa, pedoman hidup dan pandangan
hidup bangsa. Aspirasi bangsa ini menjadi dasar wawasan nasional bangsa Indonesia
dalam kaitannya dengan wilayah Nusantara.
       Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang berbhineka, negara
Indonesia memiliki unsur – unsur kekuatan sekaligus kelemahan. Kekuatannya
terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya akan sumber daya
alam (SDA). Sementara kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan
keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa, satu negara
dan satu tanah air.
       Dalam kehidupannya, bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengaruh
interaksidan interelasi dengan lingkungan sekitarnya (regional atau internasional).
Dalam hal ini bangsa Indonesia memerlukan prinsip – prinsip dasar sebagai pedoman
agar tidak terombang – ambing dalam memperjuangkan kepentingan nasional untuk
mencapai cita – cita serta tujuan nasionalnya. Salah satu pedoman bangsa Indonesia
wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara sehingga disebut
WAWASAN NUSANTARA. Karena hanya dengan upanya inilah bangsa dan negara
Indonesia tetap eksis dan dapat melanjutkan perjuangan menuju mayarakat yang adil,
makmur dan sentosa.
       Di dalam makalah ini yang berjudul “Wawasan Nusantara” mempunyai
beberapa rumusan masalah yaitu:
1.Pengertian dari wawasan nusantara.
2. Unsur – unsur dari wawasan nusantara
.3. Hakikat dari wawasan nusantara.
4. Kedudukan, fungsi dan tujuan wawasan nusantara.
5. Implementasi serta tantangan yang dihadapi dari wawasan nusantara.
6. Arah pandang wawasan nusantara.




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                                Page 4
                                     BAB II
                                PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Hakekat dan Kedudukan Wawasan Nusantara
        Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang
diri   dan      lingkungan   sekitarnya   berdasarkan   ide   nasionalnya    yang
berlandaskan pancasila dan UUD 1945 (Undang-Undang Dasar 1945) yang
merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat, bermartabat
serta menjiawai tata hidup dalam mencapai tujuan perjuangan nasional.
        Wawasan Nusantara telah diterima dan disahkan sebagai konsepsi
politik kewarganegaraan yang termaktub / tercantum dalam dasar-dasar
berikut ini :
 -     Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tanggal 22 maret 1973
 -     TAP MPR Nomor IV/MPR/1978 tanggal 22 maret 1978 tentang GBHN
 -     TAP      MPR    nomor     II/MPR/1983      tanggal     12   Maret     1983
       Ruang lingkup dan cakupan wawasan nusantara dalam TAP MPR ‘83
       dalam mencapat tujuan pembangunan nasionsal :
 -     Kesatuan Politik
 -     Kesatuan Ekonomi
 -     Kesatuan Sosial Budaya
 -     Kesatuan Pertahanan Keamanan



        Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional Indonesia pada hakikatnya
merupakan perwujudan dari kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan (HANKAM).
Dan sebagai Wawasan nasional Indonesia, Wawasan Nusantara merupakan
pencerminan dari : Kepentingan yang sama, tujuan yang sama terpeliharanya
persatuan dan kesatuan bangsa dan kesatuamn wilayah Indonesia. Dengan kata lain
sebagai wawasan nasionalnya Wawasan Nusantara menjadi pola yang mendasari cara
berfikir, bersikap dan bertindak dalam rangka menangani permasalahan yang
menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                          Page 5
2.2 Latar Belakang Konsepsi Wawasan Nusantara


      Latar belakang yang mempengaruhi tumbuhnya konsespi wawasan
nusanatara adalah sebagai berikut :
Aspek Historis
Dari segi sejarah, bahwa bangsa Indonesia menginginkan menjadi bangsa
yang bersatu dengan wilayah yang utuh adalah karena dua hal yaitu :
a.   Kita pernah mengalami kehidupan sebagai bangsa yang terjajah dan
     terpecah, kehidupan sebagai bangsa yang terjajah adalah penederitaaan,
     kesengsaraan, kemiskinan dan kebodohan. Penjajah juga menciptakan
     perpecahan dalam diri bangsa Indonesia. Politik Devide et impera.
     Dengan adanya politik ini orang-orang Indonesia justru melawan
     bangsanya sendiri. Dalam setiap perjuangan melawan penjajah selalu
     ada pahlawan, tetapi juga ada pengkhianat bangsa.
b.   Kita pernah memiliki wilayah yang terpisah-pisah, secara historis
     wilayah Indonesia adalah wialayah bekas jajahan Belanda . Wilayah
     Hindia Belanda ini masih terpisah pisah berdasarkan ketentuan
     Ordonansi 1939 dimana laut territorial Hindia Belanda adalah sejauh 3
     (tiga) mil. Dengan adanya ordonansi tersebut, laut atau perairan yang
     ada diluar 3 mil tersebut merupakan lautan bebas dan berlaku sebagai
     perairan internasional. Sebagai bangsa yang terpecah-pecah dan terjajah,
     hal ini jelas merupakan kerugian besar bagi bangsa Indonesia.Keadaan
     tersebut tidak mendudkung kita dalam mewujudkan bangsa yang
     merdeka, bersatu dan berdaulat.Untuk bisa keluar dari keadaan tersebut
     kita membutuhkan semangat kebangsaan yang melahirkan visi bangsa
     yang bersatu. Upaya untuk mewujudkan wilayah Indonesia sebagai
     wilayah yang utuh tidak lagi terpisah baru terjadi 12 tahun kemudian
     setelah Indonesia merdeka yaitu ketika Perdana Menteri Djuanda
     mengeluarkan pernyataan yang selanjutnya disebut sebagai Deklarasi
     Djuanda pada 13 Desember 1957. Isi pokok dari deklarasi tersebut
     menyatakan bahwa laut territorial Indonesia tidak lagi sejauh 3 mili
     melainkan selebar 12 mil dan secara resmi menggantikam Ordonansi




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                    Page 6
     1939. Dekrasi Djuanda juga dikukuhkan dalam UU No.4/Prp Tahun
     1960 tenatang perairan Indonesia yang berisi :
1.   Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta perairan
     pedalaman Indonesia
2.   Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut
3.   Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak
     pada sisi dalam dari garis dasar.
          Keluarnya Deklarasi Djuanda melahirkan konsepsi wawasan
Nusantara dimana laut tidak lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai
penghubung.UU mengenai perairan Indonesia diperbaharui dengan UU
No.6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.
          Deklarasi Djuanda juga diperjuangkan dalam forum internasional.
Melalui perjuangan panjanag akhirnya Konferensi PBB tanggal 30 April
menerima “ The United Nation Convention On The Law Of the
Sea”(UNCLOS) . Berdasarkan Konvensi Hukum Laut 1982 tersebut Indonesia
diakui sebagai negara dengan asas Negara Kepulauan (Archipelago State).


Aspek Geografis dan Sosial Budaya
          Dari segi geografis dan Sosial Budaya, Indonesia meruapakan
negara bangsa dengan wialayah dan posisi yang unik serta bangsa yang
heterogen. Keunikan wilayah dan beragam budaya yang ada di Indonesia.




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                  Page 7
2.3 Wawasan Nusantara Sebagai Geopolitik Indonesia


             Cara pandang suatu bangsa memandang tanah air dan beserta
lingkungannya menghasilkan wawasan nasional. Wawasan nasional itu
selanjutnya menjadi pandangan atau visi bangsa dalam menuju tuannya.
Namun tidak semua bangsa memiliki wawasan nasional Inggris adalah salah
satu contoh bangsa yang memiliki wawasan nasional yang berbunyi” Britain
rules the waves”. Ini berarti tanah inggris bukan hanya sebatas pulaunya,
tetapi juga lautnya. Adapun bangsa Indonesia memiliki wawasan nasional
yaitu wawasan nusantara.
             Sebagai Wawasan nasional dari bangsa Indonesia naka wilayah
Indonesia yang terdiri dari daratan, laut dan udara diatasnya dipandang
sebagai ruang hidup (lebensraum) yang satu atau utuh. Wawasan nusantara
sebagai wawasan nasionalnya bangsa Indonesia dibangunatas pandangan
geopolitik bangsa. Pandangan bangsa Indonesia didasarkan kepada
konstelasi lingkungan tempat tinggalnya yang menghasilakan konsepsi
wawasan Nusantara. Jadi wawasan nusantara merupakan penerapan dari
teori geopolitik bangsa Indonesia.
             Wawasan Nusantara berasal dari kata Wawasan dan Nusantara.
Wawasan berasal dari kata wawas (bahasa Jawa) yang berarti pandangan,
tinjauan atau penglihatan indrawi. Selanjutnya muncul kata mawas yang
berarti memandang, meninjau atau melihat. Wawasan artinya pandangan,
tujuan, penglihatan, tanggap indrawi. Wawasan berarti pula cara pandang,
cara melihat.
          Kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai visi bangsa. Visi
adalah keadaan atau rumusan umum mngenai keadaan yang dinginkan.
Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju
masa depan. Visi bangsa Indonesia sesuaidengan konsep wawasan
Nusantara adalah menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu dan
utuh pula.




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                 Page 8
2.4 Perwujudan Wawasan Nusantara


   1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan
      Budaya, dalam arti :
      a. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa
         harus   merupakan     kehidupan   bangsa   yang   serasi   dengan
         terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan
         seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan
         tingkat kemajuan bangsa.
      b. Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan
         corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya
         bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya
         bangsa seluruhnya, dengan tidak menolak nilai – nilai budaya lain
         yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-
         hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.


   2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan
      Keamanan, dalam arti :
      a) Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada
         hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan
         negara.]
      b) Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban
         yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                  Page 9
2.5 Otonomi Daerah di Indonesia


          Wawasan Nusantara menghendaki adanya persatuan bangsa dan
keutuhan wilayah nasional juga mengajarkan perlunya kesatuan sistem
politik, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem budaya, dan sistem pertahanan-
keamanan dalam lingkup Negara Indonesia.
          Kesatuan Republik Indonesia memilih cara Desentralisasi dalam
penyelenggaraan pemerintahannya bukan sentralisasi. Hal ini disebabkan
wilayah Indonesia yang sangat luas dan memiliki kondisi geografis serta
memiliki budaya yang berlainan.
          Negera    Indonesia   melaksanakan     otonomi    daerah    karena
melaksanakan amanat UUD 1945 Pasal 18 yang berbunyi sebagai berikut.
    Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas beberapa provinsi
      dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota.
    Pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota mengaturs sendiri urusan
      pemerintahan menurut asas otonomi.
    Setiap daerah kabupaten dan kota memiliki dewan Perwakilan Rakyat
      yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.
    Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala
      pemerintahan.
    Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya.
    Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah untuk
      melaksanakan otonomi.
    Susunan dan tata cara penyelenggara pemerintahan diatur dalam
      UUD.
    Otonom adalah keputusan hukum yang mempunyai batas daerah
      tertentu, yang berwenang, mengatur dan mengurus kepentingan
      masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi
      masyarakat.




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                   Page 10
                                         BAB III
                                       PENUTUP



   3.1 Kesimpulan
          Wawasan Nusantara adalah pandangan untuk menjadi bangsa yang satu dan
   utuh dalam satu kesatuan republic Indonesia. Untuk mencapai tujuan nasional maka
   diperlukan suatu paham geopolitik dan dikembangkan menjadi wawasan nusantara
   dan diwujudkan sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan
   keamanan.
          Kesatuan wawasan nusantara ini dilakukan dengan cara desentralisasi dalam
   penyelenggaraan pemerintahan.


   3.2 Saran
   1) Kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi yaitu pemerataan ekonomi
      dan pembangunan di semua daerah.
   2) Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya yaitu
      mengeksplorasi ragam budaya dengan cara promo budaya ke manca negara.


          Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan
   keamanan diperlukan tindakan yang tegas jika terjadi suatu ancaman daerah, misal
   dari yang terkecil, yaitu mengadakan penjagaan desa secara bergilir, melakukan
   kerjasama antar negara dengan cara latihan gabungan. Sehingga akan terciptanya suatu
   wilayah satu kesatuan Indonesia yang utuh.




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                  Page 11
                              DAFTAR PUSTAKA

Kartodirdjo, Sartono. 1999. Dinamika Nasionalisme Indonesia. Salatiga: Yayasan Bina Darma

Memahami Nasionalisme http://jeremiasjena.wordpress.com/2008/06/20/memahami-
         nasionalisme/feed/ Diakses 17 Desember 2010

Nasionalisme Indonesia http://jeremiasjena.wordpress.com/2007/03/23/nasionalisme-
           indonesia/feed/ Diakses 17 Desember 2010

Separatisme http://id.wikipedia.org Diakses 18 Desember 2010

Primodialisme http://fromzehanshearth.blog.friendster.com/2007/04/primodialisme/ Diakses 18
           Desember 2010




Makalah Pendidikan Kewarganegaraan                                       Page 12

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:199
posted:5/31/2012
language:Malay
pages:12