Docstoc

mazhab

Document Sample
mazhab Powered By Docstoc
					                           BAB I PENDAHULUAN


       Di dalam agama islam terdapat hukum-hukum yang ada mesti kita ta’ati,
sumber hukum tersebut berasal dari Al-Qur’an dan Hadist, selain itu ada sumber yang
yang lain yang berasal dari pendapat-pendapat para ulama yang dinamakan dengan
ijtihad yang berasal dari mazhab mereka sendiri. Mazhab yang terkenal ini ada
beberapa yang di akui oleh umat islam diantaranya: Mazhab Hanafi, Mazhab
Hambali, Mazhab Syafi’i, Mazhab Maliki.
       Perkembangan mazhab tersebut sangat pesat dikarenakan beberapa faktor,
diantaranya :
   1. Pendapat mereka dibukukan, tidak seperti ulama salaf.
   2. Adanya murid yang menyebarkan, mempertahankan, membela pendapat
       mereka.
   3. Adanya kecenderungan jumhur ulama yang menyarankan agar keputusan yang
       diambil oleh hakim harus berasal dari suatu mazhab sehingga dalam
       berpendapat, tidak adanya dugaan yang negatif karena mengikuti hawa nafsu
       dalam mengadili.
       Didalam perkembangannya ada yang berdampak positif seperti yang telah
yang dipaparkan oleh penulis di atas tadi, selain itu juga ada dampak negatif. Dampak
negatifnya adalah adanya persaingan untuk menyaingi mazhab–mazhab lain,
kemudian juga adanya penafsiran-penafsiran yang berbeda diantara ahli fiqh, yang
mengakibatkan terjadinya keruntuhan fiqih islam yang berlangsung pada abad ke 4 H
sampai akhir abad ke 13 H. Ini sering disebut dengan periode taqlid dan pintu
penutupan ijtihad.
       Selain mazhab diatas ada juga mazhab yang lain yang merupakan mazhab
yang perpecahan dari mazhab yang diatas tadi, mazhab ini dinamakan dengan mazhab
Syi’ah, yang dulunya merupakan mazhab yang politik yang digunakan Khalifah
Syaidina Ali dalam kekhalifahan.




                                                                                   1
       Mazhab yang lain muncul adalah Mazhab Khawarij. Mazhab yang telah
musnah. Mazhab ini akhirnya tidak terpakai karena kalah dalam persaingan mazhab.
Untuk lebih jelas penulis akan memaparkan pada bab selanjutnya.




                                                                              2
                           BAB II PEMBAHASAN


A. Pengertian Mazhab
       Menurut bahasa mazhab berasal dari kata “mazhab” berasal dari yang artinya
“pergi”, sedangkan menurut istilah ada beberapa pendapat :
   1. Menurut     Said   Ramdhani     Al-Buthi,   Mazhab     adalah   Jalan   pikiran
       (paham/pendapat) yang ditempuh oleh seorang mujtahid dalam menetapkan
       suatu hukum islam dari Al-Qur’an dan Hadist.
   2. Menurut K.H.E Abdurrahman, Mazhab dalam istilah islam berarti pendapat,
       paham atau aliran seorang alim besar dalam islam yang digelari imam seperti
       mazhab Abu Hanifah, Hambali, Maliki, dan lain-lainnya
   3. Menurut A.Hasan, Mazhab adalah sejumlah fatwa atau pendapat-pendapat
       seorang alim besar dalam urusan agama, baik dalam masalah ibadah ataupun
       lainnya.
       Jadi mazhab adalah pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh imam
mujtahid dalam memecahkan masalah atau mengistinbatkan hukum islam.


B. Ruang lingkup dari pembahasan mazhab
       Di dalam mazhab kita mengetahui        bahwa pembahasannya lebih banyak
kepada ilmu tentang pendapat-pendapat para fuqaha beserta dalil yang mengenai
masalah, baik disepakati ataupun yang tidak disepakati, maupun yang diperselisihkan
dengan membandingkan dalil masing-masing yaitu dengan cara mendiskusikan dalil
yang dikemukakan oleh mujtahid      untuk menemukan pendapat yang paling kuat
dalilnya.
       Adapun ruang lingkup dari suatu mazhab lebih cenderung kepada hal berikut:
   1. Hukum-hukum Amaliah baik yang disepakati maupun yang masih
       diperselisihkan antara para mujtahid, dengan cara berijtihad dan membahas
       sumber-sumber hukum yang dijadikan dasar.
   2. Dalil-dalil yang dijadikan dasar oleh para mujtahid, baik dari Al-Qur’an,
       maupun Sunnah atau dalil-dalil yang diakui oleh syara’.




                                                                                    3
    3. Hukum-hukum yang berlaku di negara tempat muqarin hidup, baik hukum
        nasional maupun hukum internasional


C. Tujuan dan Manfaat
    1. Untuk mengetahui pendapat para Imam Mazhab dalam berbagai masalah yang
        diperselisihkan hukumnya disertai dalil-dalil atau alasan yang dijadikan dasar
        bagi setiap pendapat dan cara-cara istinbat hukum dari dalilnya oleh mereka.
    2. Untuk mengetahui dasar dan qaidah yang digunakan oleh setiap Imam Mazhab
        dalam mengistinbatkan hukum dari dalil-dalinya.
    3. Dengan memperhatikan landasan berfikir para Imam Mazhab, orang yang
        melakukan studi perbandingan mazhab dapat mengetahuinya bahwa dasar-
        dasar      mereka pada hakikatnya tidak keluar dari nushush Al-Qur’an dan
        Sunnah dengan perbedaan interpresentasinya atau mereka mengambil qiyas,
        maslahah mursalah, istihab atau prinsip-prinsip umum dalam nash syari’at
        islam dalam menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam kehidupan
        masyarakat yang digali berdasarkan Al-Qur’an


D. Macam-macam dan Sejarah Perkembangan Mazhab
        Dalam hukum islam mazhab dikelompokkan menjadi beberapa kelompok :
1.Mazhab Ahl Al-Sunnah Wal Al-Jamaah
a. Ahl Al-Ra’yi
        Mazhab ini lebih banyak menggunakan akal dalam berijtihad, seperti Imam
Abu Hanafi, beliau adalah Imam yang sangat rasional, yang mendasarkan ajarannya
dari Al-Qur’an dan Hadist, Ijma’, Qiyas, Istihsan. Beliau tidak mengarang kitab, tapi
muridnyalah yang menyebarkan ajarannya, kemudian menulis beberapa kitabnya
dalam bentuk mazhab yang penyebarannya dilakukan ke Turki, Afganistan, Pakistan,
India, Irak dll.




                                                                                       4
b. Al-Hadist
   1) Mazhab Hanafi
       Nama lengkap dari Abu Hanifah adalah Abu Hanifah Al-Nukman Bin Tsabit
Ibn Zutha Al-Tamyi. Dan lebih dikenal dengan Abu Hanifah. Abu Hanifah adalah
pendiri dari mazhab hanafi yang lebih dikenal dengan Al-Imam Al-A’zam yang
berarti imam terbesar.
       Menurut sejarahnya ada beberapa faktor ia dipanggil Abu Hanifah. Dipanggil
demikian karena ia mempunyai putera yang bernama Hanifah. Menurut kebiasaan
nama anak menjadi nama panggilan bagi ayahnya yang memakai kata abu (bapak)
sehingga ia dikenal dengan Abu Hanifah.
       Ada juga yang mengatakan bahwa Abu Hanifah ini selalu bermain dengan
tinta, sedangkan menurut bahasa arab kata Hanifah berarti tinta (dawat). Abu Hanifah
senatiasa mencatat dengan tintanya untuk mencatat ilmu yang ia peroleh dari berbagai
sumber.
       Ada juga yang mengatakan bahwa Abu Hanifah berarti rajin, taat ibadah dan
sungguh-sungguh. Karena Hanifah berasal dari kata hanif yang berarti cenderung
kepada hal yang baik dan benar.
       Pada awalnya Abu Hanafi belajar nahwu, syaraf, qiraat, dan ilmu yang
berkembang pada masa itu, setelah itu ia belajar ilmu fiqh di Kuffah, dan belajar
dengan guru besar yang ada pada masa itu seperti Al-Qamah Bin Qais, Al-Qadhi
Syuriah.
       Setelah itu ia beberapa kali ke Hijaz untuk mendalami ilmu fiqh dan akhirnya
ia berhasil mendidik dan menempa ratusan murid serta mengeluarkan fatwa–fatwa
yang masih terkenal sampai saat sekarang.
       Abu Hanifah dikenal sebagai ulama Ahl Al-Ra’yi. Dalam menetapkan suatu
hukum islam dia mengistinbatkan suatu hukum itu dengan Al-Qur’an dan Hadist, dan
juga beliau menggunakan nalar, beliau menggunakan ra’yi dari kahabar ahad, apabila
terdapat Hadist yang bertentangan beliau menggunakan qiyas dan istihsan dalam
menetapkan hukum. Adapun metode istidlal yang digunakan oleh Abu Hanifah dapat
dipahami, bahwa dalam suatu kesempatan Abu Hanifah pernah berkata: “Pertama




                                                                                  5
saya mencari hukum dalam Al-Qur’an, kalau tidak ada saya cari dalam Sunnah Nabi,
kalau juga tidak ada saya pelajari fatwa-fatwa para sahabat dan saya pilih anggapan
yang paling kuat, kalau orang melakukan ijtihad, sayapun melakukan ijtihad”.
       Selain itu ia juga tidak terlalu fanatik terhadap pendapatnya, ia pernah
mengatakan, ini pendapat saya, kalau ada orang yang membawa pendapat yang lebih
kuat, maka itulah yang benar, dari kata-katanya diatas nampak bahwa Abu Hanifah
dalam beristidlal atau menetapkan hukum syara’ yang tidak ditetapkan dhalalahnya
secara Qath’i dari Al Qur’an dan Hadist yang diragukan keshahihannya, ia selalu
menggunakan ra’yu dan selalu selektif dalam menerima Hadist beliau juga berpegang
kepada qiyas istihsan dan urf.
       Melihat perkembangan zaman yang terus bergulir, dan masyarakat yang terus
berubah maka sejak awal para tokoh mazhab telah melakukan ijtihad yang sesuai
dengan kondisi pada saat itu. Abu Hanifah terkadang menolak sebuah Hadist yang
diragukan keshahihannya, melalui metode qiyas ia selalu mengaitkan Al-Qur’an yang
disesuaikan dengan pada tiap ragam kondisi yang ada, karena Hanafi selalu
menetapkan hukum berdasarkan Al-Qur’an, Hadist, Ijma’, Qiyas, dan Istihsan, karena
itu mazhab Hanafi dikenal dengan Mazhab Ra’yi.
       Adapun karya–karyanya yang ada didalam bukunya Jamil Ahmad menyatakan
ada tiga karya besar Fiqh Akbar,Al-Alim Wal Al-Muta’lim dan Musnad Fiqh Akbar,
kemudian murid-muridnya seperti Abu Yusuf Ya’kub Ibn Ibrahim Al-Anshary,
Muhammad Ibn Hasan Al-Syaibany,Zufar Ibn Huzail Ibn Al-Kufi, Al Hasan Ibn
Ziyad Al-Lu’lu’iy.
       Dari keempat muridnya itu mereka menerbitkan Al-Kutub Al-Sittah :
   1. Kitab Al-Mabsuth.
   2. Kitab Al-Ziyadat.
   3. Kitab Al-Jami’ Al-Shaghir.
   4. Kitab Al-Jami’ Al-Kabir.
   5. Kitab Al-Syair Al-Shaghir.
   6. Kitab Al-Syair Al-Kabir.




                                                                                 6
       Dengan karya-karyanya itu ia berpengaruh besar terhadap agama islam dan
tersebar ke seluruh pelosok negara.


   2) Imam Malik
       Nama lengkapnya Abu Abdillah Malik Ibn Anas Ibn Malik Ibn Abu ‘Amir Ibn
Al-Haris beliau adalah keturunan bangsa arab dusun Zu Ashabah, sebuah kota di
Himyar, di yaman. Ibunya bernama Siti Al-Aliyah Binti Syuraik Ibn Abd. Ia adalah
seorang yang mulia, baik hati dan suka belajar ilmu pengetahuan, pelajaran pertama
yang ia pelajari adalah Al-Qur’an dan kemudian mempelajari Hadist Nabi SAW.
Sebagai seorang ahli Hadist ia sangat menjunjung tinggi Hadist, sebelum belajar
Hadist ia berwudu’ dulu dan memakai alas sembahyang.
       Adapun guru yang pertamanya adalah Imam Abd.Rahman Ibn Hurmuz.
Kemudian ia belajar ilmu fiqh kepada ulama besar di kota Madinah yang bernama
Rabi’ah Al-Ra’yi, kemudian ia mempelajari ilmu Hadist kepada Imam Nafi Maulana
Ibnu Umar dan juga Imam Ibn Syihab Al-Zuhry.
       Imam Maliki mempunyai kesamaan dengan Imam Abu Hanafi, ia adalah
seorang yang taat ibadah, rajin, sungguh-sungguh dan senang mempelajari ilmu. Ia
adalah seorang ulama besar dalam Ilmu Hadist dan terkadang kalau meriwayatkan
sebuah fatwa ia sangat memperhatikan dan sangat hati-hati sekali, seperti yang
terungkap dalam perkataannya “Saya tidak pernah meriwayatkan sebuah Hadist,
adapun metode istidlal yang digunakan olehnya: Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’ Ahl Al-
Madinah, Fatwa Sahabat, Khabar Ahad Dan Qiyas, Al-Istihsan, Al-Mashlalah Al-
Mursalah, Saad Al-Zara’i, Istishab, Syar’u Man Qoblana Syar’un Lana”.
       Adapun karya-karya dari Imam Malik diantaranya, kitab Muwaththa, Al-
Mudawanah Al-Qubra, di antara sahabat yang membantu mengembangkan
mazhabnya adalah: Usman Ibn Al-Hakam Al-Juzami, Abdurrahman Ibn Khalid Ibn
Yazid Ibn Yahya, Abd.Rahman Ibn Al-Qasyim, Asyab Ibn Abd Aziz Ibn Abd Al-
Hakam, Haris Ibn Miskin dan orang – orang yang ada dimasa mereka.




                                                                                7
   3) Imam Syafi’i
       Imam Syafi’i dilahirkan di Gazah pada bulan Rajab tahun 150 H. Menurut
sebuah riwayat mengatakan bahwa pada masa ini wafatnya Imam Hanafi, nama
lengkap dari Imam Syafi’i adalah Abdillah Muhammad Ibn Idris Ibn Abbas Ibn
Syafi’i Ibn Said Ibn Ubaid Ibn Yazid Ibn Hasyim Ibn Abd Al-Muththalib Ibn Abd Al-
Manaf Ibn Qushay Al Quraisyiy.
       Pada umur 7 tahun Imam Syafi’i ia telah mengafal Al-Qur’an, ia mempelajari
Al-Qur’an pada Ismail Ibn Qastantin, qori kota Mekkah, kemudian Imam Syafi’i
pergi ke kota Mekkah menuju suatu dusun Bani Huselam, kurang lebih 10 tahun
untuk mempelajari bahasa arab, ia tinggal di Huzail. Dengan alasan ingin memahami
isi Al-Qur’an, ia sungguh-sungguh mempelajari bahasa arab.
       Sebelum ia mempelajari ilmu Fiqh dan Hadist, ia tertarik juga kepada puisi
dan syair dan Sastra Arab, kemudian ia belajar Hadist dari Imam Malik di Madinah.
Dalam usia 13 tahun ia telah menghafal Al-Muwaththa, sebelumya ia juga sudah
pernah belajar Hadist pada Sufyan Ibn ‘Uyainah salah satu tokoh Hadist terkemukan
di Mekkah. Dan kemudian ia mengunjungi beberapa negara dan menetap di sana
dengan alasan untuk belajar Fiqh, Hadist, dan lainnya sampai umurnya 34 tahun dan
tahun 198 H ia meninggal dan di kuburkan di Mekkah, ia dikuburkan di suatu tempat
di Qalah yang bernama Mishru Al-Qadimah.
       Adapun pemikiran akan Imam Syafi’i dalam mengistinbatkan hukum adalah
Al-Qir’an, Ijma’, Qiyas.
       Dan karya dari Imam Syafi’i adalah :
Kitab yang ditulis oleh Imam Syafi’i seperti :
    1. Al-Umm dan Ar-Risalah (yang diriwayatkan oleh muridnya).
    2. Kemudian kitab yang ditulis oleh muridnya seperti : Mukhtasyar oleh Al-
        Muzani, dan Al-Mukhtasyar oleh Al-Buwaithy.
Adapun kitab yang lain baik yang ditulisnya sendiri ataupun yang didiktekan oleh
muridnya, seperti:
   1. Kitab Al-Risalah, tentang Ushul Fiqh ( riwayat Rabi’).
   2. Kitab Al-Umm yang di dalamnya dihubungkan dengan kitab lain seperti




                                                                               8
          •   Kitab Ikthilaf Abi Hanifah Wa Ubn Abi Laila.
          •   Kitab Khilaf Ali Wa Ibn Mas’ud, sebuah kitab yang menjelaskan
              tentang perselisihan antara Ali dengan Ibn Mas’ud.
          •   Kitab Ikhtikaf Malik Wal Syafi’i.
          •   Kitab Jama’i Al-Ilmi.
          •   Kitab Al-Radd ‘Ala’ Muhammad Ibn Hasan.
          •   Kitab Syair Al-Auza’iy.
          •   Kitab Ikhtilaf Al-Hadist.
          •   Kitab Ibthalu Al-Istihsan.
   3. Kitab Al-Musnad yaitu kitab yang berisi tentang Hadist yang terdapat di
       dalam kitab Al-Umm yang dilengkapi dengan sanadnya.
   4. Al-Imla’.
   5. Al-Amaly.
   6. Harmalah (didiktekan kepada muridnya yang bernama Harmalah Ibn Yahya).
   7. Mukhtasyar Al-Buwaithiy(di nisbahkan kepada Imam Syafi’i).
   8. Kitab Ikhtilah Al-Hadist (Penjelasan Imam Syafi’i tentang Hadist Nabi SAW).
       Mazhab Imam Syafi’i tersebar ke Irak, Khurasan, Pakistan, Syam, Yaman,
Persia, Hijaz, India, dan daerah Afrika dan Andalusia, penyebarannya bukan hanya
berada di negara bagiam timur tapi juga masuk ke beberapa negara yang ada di barat,
Eropa dan bahkan Indonesia sendiri.
       Penyebaran di Indonesia disebabkan karena beberapa faktor :
   1. Adanya hubungan Indonesia dengan negara Mekkah, khususnya dalam
       menunaikan ibadah haji, dan muslimin Indonesia yang ingin belajar agama di
       Mekkah yang memakai Mazhab Syafi’i.
   2. Hijrahnya kaum muslimin dari Hadhramaud ke Indonesia adalah salah satu
       sebab tersiarnya Mazhab Syafi’i ke Indonesia.
   3. Pemerintah kerajaan islam memerintahkan untuk memakai ajaran Mazhab
       Syafi’i yang menjadi haluan hukum di Negara Indonesia.
   4. Para pegawai jawatan dahulu, hanya terdiri dari ulama Mazhab Syafi’i karena
       belum ada yang lain.




                                                                                 9
   4) Imam Ahmad Ibn Hanbal
       Imam Hanbal dilahirkan di Bagdad pada tahun 164H. Di tempat kediaman
ayahnya kota Marwin, di wilayah Khurasan. Nama lengkapnya adalah Ahmad Ibn
Muahmmad Ibn Hanbal Ibn Asad Ibn Idris Ibn Abdullah Ibn Hasan Al-Syaibany. Ia
lahir di kalangan keluarga terhormat, yang memiliki kebesaran jiwa, kekuatan
kemauan, kesabaran dan ketegaran.
       Dalam kehidupan sehari-harinya Imam Hanbal mempunyai gaya hidup yang
sederhana, sejak kecil ia sudah tertarik kepada ilmu pengetahuan, rajin dan sungguh-
sungguh. Imam Hanbal adalah fuqaha ke empat. Ia terkenal dengan Wara’, Zuhud,
Amanah dan ia hafal Al-Qur’an dan senang mempelajari bahasanya.
       Setelah itu ia mulai mengarang dan menerbitkan kitab-kitab seperti kitab fiqh.
Pada mulanya ia belajar fiqh pada Abu Yusuf salah satu murid Abu Hanifah,
kemudian ia beralih ke Hadist dan belajar pada tokoh hadist yang ada pada masa itu.
Ia medapatkan guru-guru terkenal seperti Sufyan, Ibn Uyainah, Ibrahim Ibn Sa’ad
dan Yahya Ibn Qathan. Adapun metode pemikiran dan metode istidlalnya Imam
Hanbal sebagai berikut:
    1. Al-Qur’an.
    2. Sunnah Nabi SAW.
    3. Fatwa para sahabat.
    4. Hadist Murshal dan Dhaif.
    5. Qiyas.
       Kemudian karya yang disusun oleh Imam Hanbal adalah.:
   1. Kitab Al-Musnad.
   2. Kitab Tafsir Al-Qur’an.
   3. Kitab Nasikh Wa Al-Mansukh.
   4. Kitab Al-Mukhaddam Wa Al-Muakhhkoa Fi Al-Qur’an.
   5. Kitab Jawabatu Al-Qur’an.
   6. Kitab Al-Tharikh.
   7. Kitab Al-Manasiku Al-Hadist.
   8. Kitab Al-Manasiku Al-Shaqir.




                                                                                  10
   9. Kitab Tha’atu Al-Rasul.
   10. Kitab Al-Shalah.
       Kitab-kitab ini tersebar luas ke daerah seperti Bagdad, Syam dan ke daerah
yang disebarluaskan oleh muridnya.


2. Mazhab Syiah
       Selain golongan Sunni, golongan Syi’ah juga memiliki mazhab mereka
sendiri. Pada awalnya banyak mazhab yang terdapat pada golongan Syi’ah. Namun
dalam perkembangannya, saat ini hanya ada tiga mazhab yang masih bertahan. Ketiga
mazhab tersebut adalah Itsna 'Asyariah (paling banyak diikuti),      Ismailiyah dan
Zaidiyah. Di dalam keyakinan utama Syi'ah, Ali bin Abu Thalib dan anak-cucunya
dianggap lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan sebagai khalifah dan
imam bagi kaum muslimin. Di antara ketiga Mazhab Syi'ah terdapat perbedaan dalam
hal siapa saja yang menjadi imam dan pengganti para imam tersebut pada saat ini.


   1) Mazhab Ja'fari

       Mazhab Ja'fari atau Mazhab Dua Belas Imam (Itsna 'Asyariah) adalah mazhab
dengan penganut yang terbesar dalam Muslim Syi'ah. Dinisbatkan kepada Imam ke-6,
yaitu Ja'far Ash-Shadiq Bin Muhammad Bin Ali Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib.
Keimaman kemudian berlanjut yaitu sampai Muhammad Al-Mahdi Bin Hasan Al-
Asykari Bin Ali Al-Hadi Bin Muhammad Al-Jawad Bin Ali Ar-Ridha Bin Musa Al-
Kadzim Bin Ja'far Ash-Shadiq. Mazhab ini menjadi mazhab resmi dari Negara
Republik Islam Iran.

   2) Mazhab Ismailiyah

       Mazhab Ismailiyah atau Mazhab Tujuh Imam berpendapat bahwa Ismail Bin
Ja'far adalah Imam pengganti ayahnya Jafar As-Shadiq, bukan saudaranya Musa Al-
Kadzim. Dinisbatkan kepada Ismail Bin Ja'far Ash-Shadiq Bin Muhammad Bin Ali
Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. Garis Imam Ismailiyah sampai ke imam-imam




                                                                                   11
Aga Khan, yang mengklaim sebagai keturunannya.

   3) Mazhab Zaidiyah

       Mazhab Zaidi atau Mazhab Lima Imam berpendapat bahwa Zaid Bin Ali
merupakan pengganti yang berhak atas keimaman dari ayahnya Ali Zainal Abidin,
ketimbang saudara tirinya, Muhammad Al-Baqir. Dinisbatkan kepada Zaid Bin Ali
Bin Husain Bin Ali Bin Abi Thalib. Setelah kematian imam ke-4, Ali Zainal Abidin,
yang ditunjuk sebagai imam selanjutnya adalah anak sulung beliau yang bernama
Muhammad Al-Baqir, yang kemudian diteruskan oleh Ja'far Ash-Shadiq. Zaid Bin
Ali menyatakan bahwa imam itu harus melawan penguasa yang zalim dengan pedang.
Setelah Zaid bin Ali syahid pada masa Bani Umayyah, ia digantikan anaknya Yahya
Bin Zaid.

3.Mazhab Yang Telah Musnah
   1) Abu Amr Abd.Rahman Bin Muhammad Al-Auza’iy.
       Ia adalah Imam dari Dzul Kala’ di Yaman, atau desa di Damaskus pada jalan
pintu di Faradis. Dimana Abu ‘Amr singgah di tengah-tengah mereka. Ia lahir di
Ba’labak tahun 88 H. Ketika ia kecil sangat menyukai Hadist.
       Al-Auza’iy termasuk tokoh Hadist yang menyukai qiyas, orang syam dan
bahkan hakim Syam mengikuti mazhabnya. Dan kemudian ia memasuki pengikut
Bani Umaiyah, setelah mazhab Syafi’i dan Maliki terus berkembang, mazhab ini terus
surut pada tahun 3 H. Dan ia wafat pada tahun 157 H.


   2) Abu Sulaiman Daud bin Ali bin Khalaf Al-Ashbahani
       Lebih dikenal dengan Al-Zhahiry, dilahirkan di Kuffah tahun 202 H. Ia
mempelajari ilmu dari Ishak Bin Rahawaih, Abu Tsa’ur dan lainnya. Ia adalah
seorang yang fanatik terhadap Imam Syafi’i, karena itu ia menulis kitabnya dengan
isinya tentang Syafi’i dan memuji Syafi’i, akan tetapi tak lama kemudian ia membuat
mazhabnya sendiri, Dan sempat berkembang sampai abad ke 5 H kemudian terus




                                                                                12
menyurut karena bertentangan dengan jumhur ulama disebabkan karena tidak
menggunakan Qiyas dan Ra’yu.


   3) Abu Ja’far bin Jarir Al-Thabary
       Dilahirkan pada tahun 224 dan wafat di Bagdad tahun 320 H. Beliau terkenal
dengan ahli sejarah, ahli tafsir. Mulanya ia mempelajari fiqh Al-Syafi’i dan Malik dan
fiqh ulama Kuffah, kemudian membentuk mazhab sendiri dan berkembang di Kuffah,
diantara pengikutnya adalah Abu Al-Fajr Al-Nahrawi tetapi mazhabnya terus surut
sampai pada abad ke 5 H.


   4) Abu Al-Haris Al- Laitsi bi Sa’ad Al-Fahmi
       Wafat tahun 174 H. Beliau terkenal sebagai ahli fiqh di Mesir, Al-Syafi’i
mengakui bahwa Al-Laitsi lebih ahli dibandingkan Malik dalam hal fiqh, akan tetapi
pengikutnya tidak mengembangkan mazhabnya sehingga hilang pada abad ke 3 H.




                                                                                   13
                                BAB III PENUTUP
                                    KESIMPULAN
       Di dalam agama islam terdapat hukum-hukum yang ada mesti kita ta’ati, sumber
hukum tersebut berasal dari Al’quran dan Hadist, selain itu ada sumber yang yang lain yang
berasal dari pendapat-pendapat para ulama yang dinamakan dengan ijtihad yang berasal dari
mazhab mereka sendiri.
       Mazhab adalah pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh imam mujtahid dalam
memecahkan masalah atau mengistinbatkan hukum islam.
       Dalam hukum islam mazhab dibagi menjadi beberapa kelompok :
1.Mazhab Ahl Al-Sunnah Wal Al-Jamaah
 a. Ahl Al-Ra’yi
 b. Al-Hadist
   1). Imam Hanafi
   2). Imam Malik
   3). Imam Syafi’i
   4). Imam Ahmad Ibn Hanbal
2.Mazhab Syiah

   1) Mazhab Ja'fari

   2) Mazhab Ismailiyah

   3) Mazhab Zaidiyah

3.Mazhab Yang Telah Musnah

   1) Abu Amr Abd.Rahman Bin Muhammad Al Auza’iy.

   2) Abu Sulaiman Daud bin Ali bin Khalaf al Ashbahani.

   3) Abu Ja’far bin Jarir al-Thabary.

   4) Abu al-Haris al- Laitsi bi Sa’ad al-Fahmi




                                                                                       14
                   DAFTAR PUSTAKA

1. M.Bahri Ghazali-Jumadris,Perbandingan
   Agama,Jakarta:Pedoman Ilmu.

2. Yanggo,Huzaimah Tahid,MA,Dr.Pengantar Perbandingan
   Mazhab, Jakarta : Perpustakaan Nasional.

3. Mughniyah,Muhammad Jawad,Fiqh Lima
   Mazhab,Jakarta:Lentera.

4. Ibrahim Hosen,Fiqh Perbandingan,Jakarta:Yayasan Ihya
   Ulumudin.

5. http://islamlib.com/id/artikel/urgensi-islam-mazhab-indonesia/
6. http://forum.wgaul.com/archive/thread/t-19155-Sejarah-Mazhab-dan-
   Hukum-Bermazhab.html
7. http://kajianislam.wordpress.com/2008/04/23/penegak-mazhab-
   ukhuwah/
8. http://www.syahadat.com/islam/fiqih/283-mazhab-dalam-islam-




                                                                    15
                  MAKALAH STUDY ISLAM


                         MAZHAB

  Disusun Untuk Memenuhi Tugas Studi Islam Dalam Semester Ini




                            Oleh :
                    Ahmed Arieful Fadillah
                        Hafidzul Huda
                       Muhammad Rifqi


                        Kelas : SI 2 B


               PRODI SISTEM INFORMASI
         FAKULTAS SAINST DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
                         JAKARTA
                          2008/2009




                                                                16
                              KATA PENGANTAR


       Segala puji bagi Allah SWT, salawat serta salam semoga dilimpahkan kepada
Rasulullah SAW. Kami bersyukur kepada Illahi Rabbi yang telah memberikan
hidayah serta Taufik-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
tepat pada waktunya.
       Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Studi Islam II. Dalam penyusunan
makalah ini, terdapat beberapa pihak yang membantu. Untuk itu, sepatutnyalah kami
mengucapkan terima kasih terutama kepada Bapak Abdul Rozak selaku dosen Mata
Kuliah serta teman-teman kelas kami yang telah mendukung kami untuk
menyelesaikan makalah ini.
       Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat kekurangan dan
kekhilafan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan
makalah ini di lain waktu.
     Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.


                                                 Jakarta, 23 Maret 2009




                                                        Penulis




                                                                              i
                                                                              17
                                      DAFTAR ISI
Kata Pengantar                                                 i
Daftar Isi                                                     ii
BAB I PENDAHULUAN                                              1
BAB II PEMBAHASAN                                              3
A. Pengertian Mazhab                                           3
B. Ruang lingkup dari pembahasan mazhab                        3
C. Tujuan dan Manfaat                                          4
D. Macam-macam dan Sejarah Perkembangan Mazhab                 4
    1.Mazhab Ahl Al-Sunnah Wal Al-Jamaah                       4
      a. Ahl Al-Ra’yi                                          4
      b. Al-Hadist                                             5
        1). Imam Hanafi                                        5
        2). Imam Malik                                         7
        3). Imam Syafi’i                                       8
        4). Imam Ahmad Ibn Hanbal                              10
    2.Mazhab Syiah                                             11

        1) Mazhab Ja'fari                                      11

        2) Mazhab Ismailiyah                                   11

        3) Mazhab Zaidiyah                                     12

    3.Mazhab Yang Telah Musnah                                 12

        1) Abu Amr Abd.Rahman Bin Muhammad Al Auza’iy          12

        2) Abu Sulaiman Daud bin Ali bin Khalaf al Ashbahani   12

        3) Abu Ja’far bin Jarir al-Thabary                     13

        4) Abu al-Haris al- Laitsi bi Sa’ad al-Fahmi           13

BAB III PENUTUP                                                14

Daftar Pustaka                                                 15




                                                                    ii
                                                                    18

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:137
posted:5/31/2012
language:Indonesian
pages:18