LAPORAN SURVEY by semutz_030

VIEWS: 187 PAGES: 54

LAPORAN SURVEY

More Info
									            LAPORAN SURVEY

      PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT
             KOTA MALANG




                  Oleh:




PUSAT STUDI DEMOKRASI DAN HAM (PuSDeHAM)
               SURABAYA
                  2012
                                                                                                     DAFTAR ISI


PENDAHULUAN............................................................................................................................................................................................... 2


METODE........................................................................................................................................................................................................... 3
     a. Popularitas............................................................................................................................................................................................ 3
     b. Likeabilitas............................................................................................................................................................................................ 3
     c. Elektabilitas........................................................................................................................................................................................... 3


TEMUAN........................................................................................................................................................................................................... 4
     a. Karakteristik Sosial dan Demografi Responden............................................................................................................................... 4
     b. Popularitas, Likeabilitas dan Elektabilitas......................................................................................................................................... 13
     c. Karakteristik Pendukung Kandidat dan Kepastian Pilihan............................................................................................................. 17
     d. Preferensi Pemilih Terhadap Isu dan Figur Kandidat....................................................................................................................... 33
     e. Media Efektif......................................................................................................................................................................................... 42


KESIMPULAN ................................................................................................................................................................................................ 49




                                                                                                              1
                                                                 PENDAHULUAN
   Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Langsung menempatkan rakyat sebagai pihak yang paling menentukan siapa yang paling layak
menjadi pemimpin dalam pemerintahan daerah. Hal ini memberikan banyak konsekuensi kepada calon Kepala Daerah bukan semata-mata pada
saat atau ketika dia terpilih sebagai Walikota, Walikota atau Walikota, tetapi juga pada saat ia baru menjadi kandidat. Sebab, pertama, calon
Kepala Daerah dituntut mampu merumuskan visi, isu, program, dan semacamnya sesuai dengan preferensi masyarakat. Calon Kepala Daerah
tidak bisa lagi merumuskan visi, isu, program dan semacamnya hanya berdasarkan harapan, imajinasi, dan obsesi dirinya secara pribadi dari
belakang meja, tetapi harus didasarkan pada preferensi pemilih. Calon Kepala Daerah juga tidak bisa mendasarkan harapan, aspirasi, dan
kepentingan para elit (saja) tetapi harus benar-benar didasarkan pada preferensi pemilih. Kedua, calon Kepala Daerah harus mampu merumuskan
strategi yang jitu agar mendapat dukungan dari pemilih. Perumusan strategi ini harus sesuai dengan kecenderungan voting behavior para pemilih,
peta politik, tokoh yang berpengaruh, termasuk metode kampanye, pemilihan jurkam dan pembentukan tim (manager) kampanyenya.
   Untuk itu, setiap kandidat Kepala Daerah harus mampu merumuskan “barang dagangannya” kepada para pembeli sehingga laku terjual. Dalam
dunia politik, para pembeli adalah rakyat yang sudah mempunyai hak pilih. Tak ubahnya dalam dunia bisnis dikenal dengan prinsip “pembeli
adalah raja”, hal yang sama juga berlaku dalam dunia politik: “pemilih adalah raja”. Dalam sistem politik demokrasi dimana pemilihan pejabat
publik dilakukan secara langsung oleh rakyat, suara pemilih adalah suara “Tuhan”. Para kandidat harus mampu menyelami, memahami dan
mendalami kemauan pemilih, kemudian dirumuskan dalam agenda publik yang selanjutnya diartikulasikan dalam proses politik.
   Laporan ini adalah hasil survey yang dapat digunakan sebagai bahan awal bagi calon Kepala Daerah di Kota Malang untuk mengetahui
karakteristik para pemilih, preferensi pemilih terhadap isu dan figur calon Kepala Daerah, tingkat popularitas, likeabilitas dan elektabilitas. Hasil
studi ini juga dapat dijadikan sebagai referensi untuk merumuskan visi, isu, program dan strategi kemenangan.




                                                                         2
                                                                    METODE
      Survey dilakukan pada tanggal 5-20 Mei 2012 di seluruh kecamatan di Kota Malang. Populasi survey ini adalah seluruh penduduk Kota
Malang yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah. Sedangkan jumlah sample yang diambil sebesar 1.000 responden dengan
margin of error sebesar ±3 persen. Metode penarikan sample yang digunakan adalah sample acak bertahap (multistage random sampling)
berdasarkan wilayah. Dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Malang, diambil secara acak unit dibawahnya: kelurahan, RW, RT dan begitu
seterusnya hingga terpilih responden yang akan diwawancarai.
      Dalam survey ini secara khusus akan diukur tiga aspek penting dalam perilaku memilih, yaitu: popularitas, likeabilitas dan elektabilitas.
   a. Popularitas
      Popularitas berkaitan dengan tingkat pengenalan masyarakat terhadap calon Kepala Daerah dalam kurun waktu tertentu. Derajat
      popularitas menjadi sangat penting untuk mengetahui ketersebaran informasi tentang kandidat. Aspek ini diukur dengan mengumpulkan
      data frekuensi pengenalan masyarakat terhadap setiap figur yang diperkenalkan dengan menyebut nama dan keterangan secukupnya.
   b. Likeabilitas
      Likeabilitas berkaitan dengan tingkat penerimaan masyarakat terhadap calon Kepala Daerah yang akan maju dalam pilkada. Tingkat
      penerimaan masyarakat ini diukur dengan mengumpulkan data frekuensi kesukaan masyarakat dan kepantasan figur calon Kepala Daerah.
   c. Elektabilitas
      Elektabilitas berkaitan dengan potensi keterpilihan kandidat bagi sejumlah populasi berdasarkan preferensi tertentu. Tingkat elektabilitas ini
      diukur dari pilihan responden jika pilkada diselenggarakan saat wawancara dilakukan.




                                                                         3
                                                           TEMUAN DATA
   a. Karakteristik Sosial dan Demografi Responden
      Dalam survey ini responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 52,2 persen dan responden berjenis kelamin laki-laki 47,8 persen.
Seperti yang ditunjukkan pada gambar 1.
                                                     Gambar 1. Jenis Kelamin Responden




                                                                                    52.2
                                                    47.8
                             60

                             50

                             40

                             30

                             20

                             10

                              0
                                             Pria                          Wanita




                                                                  4
      Dari sisi umur, sebanyak 2,9 persen responden mengaku berumur kurang dari 1,4 tahun. Kemudian sebanyak 12,8 persen berumur antara
20 sampai dengan 29 tahun, 24,6 persen berumur antara 30 sampai dengan 39 tahun, 29 persen berumur antara 40 sampai dengan 49 tahun dan
32,2 persen mengaku berusia lebih dari 50 tahun.
                                                               Gambar 2. Usia Responden




                           35                                                                           32.2
                                                                                          29
                           30
                                                                         24.6
                           25

                           20
                                                      12.8
                           15

                           10

                            5         1.4

                            0
                                < 20 Tahun     20 - 29 Tahun      30 - 39 Tahun   40 - 49 Tahun   > 50 Tahun




                                                                         5
      Dari tingkat pendidikannya diketahui responden yang mengaku tidak pernah mengenyam pendidikan formal ada 1,6 persen. Kemudian
yang mengaku hanya mengenyam pendidikan SD atau sederajat sebanyak 29,4 persen, SLTP atau sederajat 24,4 persen. Mereka yang sedang
atau pernah mengenyam pendidikan SLTA atau sederajat 35,2 persen dan perguruan tinggi atau sederajat sebanyak 9,4 persen.
                                                   Gambar 3. Tingkat Pendidikan Responden




                          40                                                         35.2
                          35
                                                     29.4
                          30
                                                                     24.4
                          25

                          20
                          15
                                                                                                     9.4
                          10

                           5          1.6

                           0
                               Tidak sekolah   SD/Sederajat   SLTP/Sederajat SLTA/Sederajat PT dan Sederajat




                                                                     6
      Sedangkan dari pekerjaannya diketahui responden yang mengaku belum/tidak bekerja ada 2,6 persen. PNS 1,8 persen, TNI/Polri 0,8
persen, pengusaha 2,4 persen, pedagang 16,4 persen, karyawan swasta 11,4 persen, petani 1,4 persen, sektor informal 24,4 persen, ibu rumah
tangga 34,8 persen dan lain-lain seperti pelajar, mahasiswa, pensiunan dll jumlahnya mencapai 4 persen.
                                                          Gambar 4. Pekerjaan Responden




                           Lainnya                    4
                                                                                                                 34.8
                             Ibu RT
                    Sektor Informal                                                             24.4

                             Petani        1.4

                         Karyawan                                 11.4

                         Pedagang                                             16.4

                        Pengusaha               2.4

                         TNI/POLRI        0.8

                               PNS          1.8

                      Tidak bekerja             2.6

                                      0               5     10           15          20        25         30       35




                                                                         7
      Dari penghasilan setiap bulan diketahui mereka yang mengaku belum/tidak berpenghasilan ada 18 persen. Kemudian mereka yang
mengaku berpenghasilan kurang dari Rp.500.000,- setiap bulannya ada 23,4 persen, berpenghasilan antara Rp.500.000,- sampai dengan
Rp.1.000.000,- ada 31,2 persen, berpenghasilan antara Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp.1.500.000,- ada 16 persen, berpenghasilan antara
1.500.000,- sampai dengan Rp.2.000.000,- ada 5 persen dan yang mengaku berpenghasilan lebih dari Rp.2.000.000,- perbulan ada 6,4 persen.
                                                     Gambar 5. Tingkat Penghasilan Responden




                               > Rp.2.000.000                  6.4

                   Rp.1.500.000 - Rp.2.000.000             5


                   Rp.1.000.000 - Rp.1.500.000                                     16

                     Rp.500.000 - Rp.1.000.000                                                                31.2

                                 < Rp.500.000                                                  23.4


                       Tidak Berpenghasilan                                             18

                                                 0     5             10       15         20    25        30          35




                                                                          8
   Dari aspek kesukuan, responden yang terjaring dalam survey ini yang mengaku beragama Suku Jawa 91,4 persen, Madura 5 persen,
Campuran 2 persen, Tionghoa 0,8 persen dan suku lainnya 0,8 persen.
                                                     Gambar 6. Suku/Etnis Responden




                           100         91.4
                            90
                            80
                            70
                            60
                            50
                            40
                            30
                            20
                                                        5                             2
                            10                                            0.8                   0.8
                             0
                                    Jawa          Madura         Tionghoa       Campuran   Lainnya




                                                                      9
   Dari aspek keagamaan, responden yang terjaring dalam survey ini yang mengaku beragama Islam 94,8 persen, Kristen 2,4 persen, Katolik 1,8
persen, Budha 0,4 persen dan beragama Hindu 0,6 persen.
                                                        Gambar 7. Agama Responden




                                      94.8
                         100
                          90
                          80
                          70
                          60
                          50
                          40
                          30
                          20
                          10                          2.4             1.8            0.4             0.6
                           0
                                   Islam          Kristen        Katolik         Budha           Hindu




                                                                    10
   Berdasarkan aktifitas organisasi sosial kemasyarakatan, responden yang mengaku ormas NU sebesar 57 persen, Muhammadiyah 5,1 persen,
Ormas Islam Lainnya 0,4 persen, Ormas di bawah Gereja 3,8 persen, Organisasi Budha 0,2 persen, tidak mengidentifikasi/berafiliasi ormas 18,8
persen dan organisasi lainnya 14,6 persen.
                                                               Gambar 8. Ormas Responden




                                         Lain-lain                         14.6

                     Organisasi Budha/Konghucu 0.2

                                Organisasi Gereja              3.8

                          Organisasi islam lainnya       0.4

                                  Muhammadiyah                  5.2

                                              NU                                                                      57

                           Tidak mengidentifikasi                                 18.8

                                                     0                10        20       30    40          50          60




                                                                           11
   Jika ditinjau dari wilayah kabupaten/kota tempat tinggal responden dapat dilihat pada gambar 8. Dimana responden tersebar secara
proporsional sesuai dengan jumlah penduduk di tiap kecamatan.
                                             Gambar 9. Kecamatan Tempat Tinggal Responden




                       25          22.6            22.8                       22.2

                                                                                              19
                       20

                                                                   13.4
                       15


                       10


                        5


                        0
                            Kedung kandang      Sukun           Klojen    Blimbing      Lowokwaru




                                                                   12
   b. Popularitas, Likeabilitas dan Elektabilitas
   Kepada responden disebut secara berurutan nama-nama tokoh yang kemungkinan besar maju dalam pemilihan Walikota, dan dimintai
pendapat apakah mengenal atau tidak, hasilnya dapat dilihat pada gambar 10.
                                                 Gambar 10. Popularitas Calon Kepala Daerah


                         Sofyan Edi                                   26.6

                        Yogi Sugito                               22.8

       Bambang DH Suyono                                             26

                  Muhajir Effendi                                    25.4

                              Sofwan                              21.2

     KH. Marz uki Mustamar                                                     40.4

               Arief H. Setiawan                                      26.4

               Achmad Subhan                                                                       63.4

                         Sri Rahayu                                                                     70.4

                  Heri Puji Utami                                                                                   95.4

                 Bambang Priyo                                                                     64

                                             0               20               40              60          80        100



                                                                     13
   Dengan metode yang sama, responden diminta menilai tingkat kesukaan/penerimaannya terhadap nama-nama tokoh/calon kepala daerah,
hasil yang diperoleh tersaji pada gambar 11.
                                               Gambar 11. Likeabilitas Calon Kepala Daerah


                      Sofyan Edi                              22.8


                     Yogi Sugito                          19.8


       Bamba ng DH Suyono                                  20.8


                Muhajir Effendi                              21


                           Sofw an                     16.6


     KH. Marzuki Mustamar                                               33.4


            Arief H. Setiaw an                                23


              Achmad Subha n                                                         48.2


                      Sri Raha yu                                                            54.6


                Heri Puji Utami                                                                                77.2


               Bamba ng Priyo                                                        48


                                       0       10       20         30      40        50        60     70        80       90




                                                                   14
   Dari nama-nama tersebut, responden diminta untuk memilih salah satu jika sekiranya pemilukada dilakukan pada saat wawancara
berlangsung. Hasilnya sebagaimana gambar 12.
                                               Gambar 12. Elektabilitas Calon Kepala Daerah


                            Lainnya            0.4

                        Sofyan Edi                    3.6

                       Yogi Sugito               1.6

      Bambang DH Suyono                          1.6

                 Muhajir Effendi                  2

                             Sofwan             1.2

     KH. Marz uki Mustamar                                    8.2

              Arief H. Setiawan                  1.6

              Achmad Subhan                                    8.6

                       Sri Rahayu                                                 17.8

                  Heri Puji Utami                                                                               36.2

                Bambang Priyo                                  8.6

                       Belum tahu                              8.6

                                           0           5       10        15        20         25   30      35       40




                                                                  15
Perbandingan antara nilai popularitas, likeabilitas dan elektabilitas tersaji pada gambar 13.
                                        Gambar 13. Perbandingan Popularitas, Likeabilitas dan Elektabilitas

                                      3.6
                Sofyan Edi                               22.8
                                                            26.6
                                  1.6
               Yogi Sugito                          19.8
                                                      22.8
                                  1.6
    Bambang DH Suyono                                20.8
                                                              26
                                  2
           Muhajir Effendi                              21
                                                             25.4
                                  1.2
                    Sofwan                        16.6
                                                      21.2
                                            8.2
  KH. Marzuki Mustamar                                               33.4
                                                                            40.4
                                  1.6
        Arief H. Setiawan                                23
                                                              26.4
                                            8.6
         Achmad Subhan                                                             48.2
                                                                                                 63.4
                                                   17.8
                Sri Rahayu                                                                54.6
                                                                                                        70.4
                                                                       36.2
           Heri Puji Utami                                                                                     77.2
                                                                                                                      95.4
                                            8.6
          Bambang Priyo                                                            48
                                                                                                 64

                              0                    20                   40                  60                 80      100   120

                                                                               Tahu       Suka    Memilih




                                                                              16
   c. Karakteristik Pendukung Kandidat dan Kepastian Pilihan
   Sebagai bahan evaluasi serta kerja pemenangan dalam menyambut Pemilihan Walikota Malang, berikut ini disajikan data tabulasi silang
karakteristik responden terhadap pilihan calon Kepala Daerah (secara personal).
                                                       Gambar 14. Kecamatan dan Pilihan


            40
            35
            30
            25                                                                               24.3
                         20.4                                          19.4
            20
            15                                  13.2
                                                                                                             11.6
            10
             5
             0
                  Kedung kandang              Sukun                  Klojen               Blimbing       Lowokwaru

                  Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                                      17
                                           Gambar 15. Usia dan Pilihan



45
40
35
30
25
                                                      20.3                    19.3
20                                                                                           17.4
15         14.3
                                10.9
10
5
0
       < 20 Tahun          20 - 29 Tahun         30 - 39 Tahun           40 - 49 Tahun   > 50 Tahun

     Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi


                                                     18
                                    Gambar 16. Jenis Kelamin dan Pilihan




45
40
35
30
25                                                                            18.4
                            17.2
20
15
10
5
0
                          Pria                                             Wanita

     Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi

                                                   19
                                       Gambar 17. Pendidikan dan Pilihan



50
45
40
35
30
           25.0
25
                                19.0                                       19.3
20
                                                     15.6
15                                                                                           12.8
10
 5
 0
      Tidak sekolah        SD/Sederajat        SLTP/Sederajat       SLTA/Sederajat    PT dan Sederajat

     Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                     20
                                                  Gambar 18. Pekerjaan dan Pilihan



50
45
40
35
30
25        23.1
                                                               20.7                                                        19.5
20                                               16.7                         17.5                        17.2
15                                                                                         14.3
                     11.1
10
 5
 0                                 0.0                                                                                              0.0
     Tidak bekerja   PNS       TNI/POLRI     Pengusaha      Pedagang        Karyawan      Petani    Sektor Informal   Ibu RT      Lainnya

                       Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                                       21
                                                     Gambar 19. Penghasilan dan Pilihan



45
40
35
30
25            21.1                                                                          22.5
20                                      17.1                    16.0                                                    16.0
15
                                                                                                                                               9.4
10
5
0
     Tidak Berpenghasilan          < Rp.500.000      Rp.500.000 - Rp.1.000.000 Rp.1.000.000 - Rp.1.500.000 Rp.1.500.000 - Rp.2.000.000   > Rp.2.000.000

                            Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                                             22
                                        Gambar 20. Suku dan Pilihan



80
70
60
50
                                                                              40.0
40
30
20    17.9
                              12.0
10
                                                      0.0                                              0.0
0
     Jawa                  Madura                  Tionghoa                Campuran                 Lainnya

       Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                     23
                                       Gambar 21. Agama dan Pilihan


                                                                        50.0
50
45
40
35
30
25                                                  22.2
20         17.9                16.7
15
10
 5
                                                                                             0.0
 0
         Islam               Kristen              Katolik             Budha                Hindu

     Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                   24
                                                       Gambar 22. Ormas dan Pilihan



100
 90
 80
 70
 60
                                                                                                                    50.0
 50
 40
 30
             19.1                                                                               21.1                               17.8
 20                              17.5                15.4
 10
                                                                          0.0
  0
      Tidak Berafiliasi         NU             Muhammadiyah     Organisasi islam lainnya Organisasi Gereja   Organisasi Budha   Lain-lain

                          Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                                        25
                                                  Gambar 23. Parpol dan Pilihan



100
 90
 80
 70
 60
 50                                                                                                           50.0
 40
 30           23.9
      20.9
 20                                                16.7       16.7
                           10.8        11.1                                           12.5                                 9.4
 10                                                                                                                                  8.9
  0                                                                        0.0                    0.0
      PD     PDI-P         PG         PKS         PAN         PKB         PPP       Gerindra    Hanura       PKNU        Lainnya   Golput

                     Belum tahu Bambang Priyo Heri Puji Utami Sri Rahayu Achmad Subhan KH. Marzuki Mustamar Sofyan Edi




                                                                     26
  Sedangkan untuk tingkat kepastian pilihan dari responden yang diwawancarai dapat dilihat pada gambar 24. Sebanyak 22,6 persen
menyatakan pasti dalam menentukan pilihannya, 45,8 persen bisa berubah. Selebihnya sebanyak 31,6 persen masih belum memberikan
jawaban.
                                                 Gambar 24. Kepastian Pilihan




                                                             45.8
             50
             45
             40                                                                          31.6
             35
                                   22.6
             30
             25
             20
             15
             10
              5
              0
                           Pasti                    Bisa berubah                 Tidak Tahu




                                                            27
Kepastian pilihan terhadap kandidat serta karakteristik sosial/demografi responden akan disajikan pada gambar 25-33.
                                                   Gambar 25. Kepastian Pilihan dan Kandidat

                 80
                 70
                 60
                 50
                 40
                 30
                 20
                 10
                  0
                      Bambang   Heri Puji Sri Rahayu Achmad    Arief H.      KH.       Sofwan      Muhajir    Bambang Yogi Sugito Sofyan Edi
                        Priyo    Utami               Subhan   Setiawan      Marzuki                Effendi   DH Suyono
                                                                           Mustamar

                                                              Pasti    Bisa berubah   Tidak Tahu


                                                  Gambar 26. Kepastian Pilihan dan Kecamatan

          50
          45
          40
          35
          30
          25
          20
          15
          10
           5
           0
               Kedung kandang                  Sukun                       Klojen                    Blimbing                  Lowokwaru

                                                       Pasti          Bisa berubah       Tidak Tahu




                                                                             28
                                Gambar 27. Kepastian Pilihan dan Umur


60

50

40

30

20

10

0
          < 20 Tahun   20 - 29 Tahun         30 - 39 Tahun         40 - 49 Tahun   > 50 Tahun

                                   Pasti   Bisa berubah      Tidak Tahu


                              Gambar 28. Kepastian Pilihan dan Jenis Kelamin



     50

     40

     30

     20

     10

     0
                       Pria                                          Wanita

                                   Pasti   Bisa berubah      Tidak Tahu




                                                  29
                                           Gambar 29. Kepastian Pilihan dan Pendidikan


80
70
60
50
40
30
20
10
0
           Tidak sekolah        SD/Sederajat               SLTP/Sederajat          SLTA/Sederajat       PT dan Sederajat

                                               Pasti    Bisa berubah         Tidak Tahu


                                           Gambar 30. Kepastian Pilihan dan Pekerjaan

 80
 70
 60
 50
 40
 30
 20
 10
     0
         Tidak bekerja   PNS   TNI/POLRI    Pengusaha      Pedagang    Karyawan     Petani    Sektor     Ibu RT   Lainnya
                                                                                             Informal

                                                   Pasti    Bisa berubah   Tidak Tahu




                                                                  30
                                             Gambar 31. Kepastian Pilihan dan Penghasilan


60

50

40

30

20

10

0
     Tidak Berpenghasilan     < Rp.500.000         Rp.500.000 - Rp.1.000.000    Rp.1.000.000 - Rp.1.500.000   Rp.1.500.000 - Rp.2.000.000    > Rp.2.000.000


                                                          Pasti    Bisa berubah        Tidak Tahu


                                                 Gambar 32. Kepastian Pilihan dan Ormas


     80
     70
     60
     50
     40
     30
     20
     10
      0
          Tidak Berafiliasi     NU             Muhammadiyah         Organisasi islam Organisasi Gereja    Organisasi                        Lain-lain
                                                                        lainnya                        Budha/Konghucu

                                                          Pasti    Bisa berubah        Tidak Tahu




                                                                               31
                              Gambar 33. Kepastian Pilihan dan Parpol

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
 0
      PD   PDI-P   PG   PKS      PAN         PKB           PPP     Gerindra   Hanura   PKNU   Lainnya   Golput

                                    Pasti   Bisa berubah    Tidak Tahu




                                                   32
   d. Preferensi Pemilih Terhadap Isu dan Figur Kandidat
   Isu penting yang kerap menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih adalah performance Kepala Daerah/Incumbent serta pemerintah
daerah terhadap beberapa sektor pembangunan. Berdasarkan hasil survey, diketahui bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Walikota
tersaji pada gambar 34. Terdapat 72,2 persen yang mengaku puas dengan kinerja Kepala Daerah, sedangkan sebanyak 27,8 persen menyatakan
tidak puas.
                                       Gambar 34. Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Incumbent




                                             72.2

                80
                70
                60
                50                                                                     27.8
                40
                30
                20
                10
                 0
                                      Puas                                  Tidak Puas




                                                                 33
   Survey ini juga mengukur evaluasi masyarakat terhadap beberapa sektor pembangunan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Berikut data
evaluasi sektoral kinerja Pemerintah Kota Malang (lihat gambar 35). Dari data tersebut, angka kepuasaan tertinggi adalah sektor pendidikan 84,2
persen. Diikuti oleh bidang-bidang berikut dari yang tertinggi hingga terendah yaitu, pelayanan publik 70,8 persen, Industri dan Perdagangan 70,4
persen, pariwisata 70,2 persen, olahraga 64,2 persen, kesehatan 62,4 persen, infrastruktur 58,6 persen, pengentasan kemiskinan 53,2 persen,
ketenagakerjaan 46,6 persen dan penanganan PKL/Sektor informal 34,2 persen.
                                     Gambar 35. Tingkat Kepuasan Terhadap Sektor-sektor Pembangunan


                        Pelayanan Publik                                                                                     70.8
                                    Olahraga                                                                        64.2
                                  Pariwisata                                                                               70.2
   Perindustrian dan Perdagangan                                                                                           70.4
   Kesra/Pengentasan Kemiskinan                                                                           53.2
                               Infrastruktur                                                                   58.6
                         Ketenagakerjaan                                                           46.6
             PKL dan sektor informal                                                  34.2
                                 Kesehatan                                                                         62.4
                                 Pendidikan                                                                                              84.2

                                                   0        10        20        30        40        50        60        70          80      90




                                                                       34
   Berdasarkan survey juga diketahui beberapa isu penting yang menjadi perhatian masyarakat/pemilih di Kota Malang, yaitu: kesempatan
kerja/permasalahan ketenagakerjaan (36,6 persen), permasalahan harga sembako (14,4 persen), penataan PKL/Sektor informal (9,8 persen),
masalah pendidikan (8,8 persen), pembangunan fisik (8,4 persen) dan seterusnya. Disarankan kepada calon Kepala Daerah ke depan fokus pada
permasalahan-permasalahan tersebut, baik pada saat kampanye maupun nantinya ketika terpilih sebagai Walikota/Wakil Walikota.
                                                 Gambar 36. Agenda Prioritas Kota Malang

                                                    Lain-Lain        0.6

                                     Keamanan/Kriminalitas            1

                                              Jaringan Listrik       0.2

          Pembangunan fisik (Jalan,jembatan,irigasi,dll)                                    8.4

                             Persoalan air bersih,PDAM,dll)          0.6

                                        Pemberantasan KKN                  2.4

                                        Pelayanan Birokrasi          0.2

                                      Pelayanan Kesehatan             1

                                                        Banjir         1.6

                                                 Transportasi        0.2

                                  Persoalan harga sembako                                           14.4

                       Pemberian subsidi golongan lemah                               5.8

                             Pemberian kemudahan kredit                       3

   Masalah pendidikan (SPP,Beasisw a,Uang gedung,dll)                                       8.8

                              Kebersihan Lingkungan Kota                      3.4

                        Penataan PKL dan sektor informal                                      9.8

           Kesempatan kerja/persoalan ketenagakerjaan                                                                               36.6

                                                  Tidak Tahu              2

                                                                 0                5         10      15     20   25   30        35      40




                                                                      35
   Sedangkan preferensi pemilih terhadap latar belakang Kepala Daerah ke depan dapat dilihat pada gambar 37. Calon Kepala Daerah yang
memiliki pengalaman di Eksekutif menduduki peringkat tertinggi sebesar 44 persen. Preferensi kedua adalah calon yang memiliki pendidikan
tinggi/akademisi sebesar 31,2 persen. Selanjutnya adalah calon pengalaman legislatif 12,8 persen, tokoh agama 3,6 persen, latar belakang tokoh
partai 2,8 persen, pengusaha 2,4 persen, militer 1,2 persen, perempuan 0,8 persen,dan latar belakang lainnya 0,2 persen.
                                      Gambar 37. Latar Belakang Calon Kepala Daerah Yang Diharapkan


                              Lain-Lain          0.2

                                   Militer        1.2

                           Perempuan             0.8

               Tokoh partai/politisi                   2.8

                        Tokoh agama                     3.6

                           Pengusaha                   2.4

    Pendidikan tinggi/akademisi                                                                         31.2

          Pengalaman di legislatif                                    12.8

         Pengalaman di eksekutif                                                                                              44

                           Tidak Tahu             1

                                             0           5    10       15        20       25       30       35        40     45       50




                                                                      36
   Dalam survey ini juga dapat diketahui dasar pertimbangan memilih masyarakat. Sebagaimana yang disajikan pada gambar 38, kualitas calon
menjadi pertimbangan pertama dalam memilih (47 persen). Urutan berikutnya adalah program kerja sebesar 25,6 persen dan ketokohan sebesar
13 persen. Pertimbangan memilih karena agama 2,6 persen, imbalan materi 2,6 persen, kesamaan parpol 1,2 persen, keluarga 1 persen, isu yang
diangkat 0,6 persen, teman 0,4 persen, kesukuan 0,2 persen, kesamaan ormas 0,1 persen, pertimbangan lain-lain 0,2 persen dan yang tidak
menjawab sebanyak 13,9 persen.
                                                    Gambar 38. Pertimbangan Dalam Memilih

                    Lain-lain          1
   Imbalan materi (uang)                    2.6

        Kesamaan ormas                0.2
        Kesamaan parpol                1.2
                       Teman          0.4

                    Keluarga           1

                  Kesukuan            0.4

                       Agama                2.6
        Isu yang diangkat             0.6

             Program kerja                                                             25.6
             Kualitas calon                                                                                                      47

                 Ketokohan                                    13

                 Tidak Tahu                   4.4

                                  0           5       10       15        20       25          30      35        40        45          50




                                                                    37
   Survey ini juga mengidentifikasi harapan pemilih terhadap kelebihan kandidat yang maju sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota.
Kelebihan kandidat yang utama adalah merakyat 36,6 persen. Kelebihan berikutnya adalah peduli 18,6 persen, pengalaman di pemerintahan
18 persen, amanah 6,4 persen, bersih 2,4 persen, cerdas 2,4 persen, jujur 1,4 persen, muda 1,2 persen, kelebihan lain 3,4 persen dan
sebanyak 9,6 persen tidak menjawab.
                                                  Gambar 39. Kelebihan Kandidat


           Lainnya                3.4

 Berpengalaman                                                         18

               Muda         1.2

           Amanah                         6.4

             Bersih            2.4

               Jujur        1.4

              Peduli                                                    18.6

          Merakyat                                                                                                    36.6

            Cerdas             2.4

       Tidak Tahu                                9.6

                       0              5         10           15           20          25           30           35           40



                                                               38
Data berikutnya disajikan preferensi masyarakat terhadap kelebihan masing-masing kandidat menurut responden pada gambar 40.
                                         Gambar 40. Kelebihan Kandidat dan Pilihan Walikota


   50
   45
   40
   35
   30
   25
   20
   15
   10
    5
    0
          Cerdas        Merakyat         Peduli             Jujur           Bersih          Amanah             Muda       Berpengalaman

                       Bambang Priyo   Heri Puji Utami   Sri Rahayu   Achmad Subhan   KH. Marzuki Mustamar   Sofyan Edi




                                                                      39
   Dalam survey ini juga diukur pengaruh tokoh terhadap pilihan masyarakat. Berdasarkan data diketahui bahwa pengaruh tokoh agama 11,8
persen, tokoh masyarakat 7 persen, pejabat birokrasi 2,2 persen, tokoh partai 2 persen, lurah/perangkat kelurahan 1,2 persen, anggota dewan
0,4 persen dan sebanyak 75,2 persen tidak memberikan jawaban.
                                               Gambar 41. Pengaruh Tokoh Terhadap Pilihan


                            Lainnya          0.2

              Tokoh Masyarakat                      7

                      Tokoh Partai            2

  Lurah/Perangkat Kelurahan                   1.2

                  Anggota Dewan              0.4

                Pejabat Birokrasi             2.2

               Kia/Tokoh Agama                           11.8

                        Tidak Tahu                                                                                            75.2

                                         0          10          20        30         40         50         60         70         80



                                                                     40
   Disamping itu survey ini juga mengukur pengaruh pemberian uang terhadap pilihan masyarakat. Berdasarkan data diketahui bahwa
terdapat 11,4 persen masyarakat mengaku akan memilih calon yang memberikan uang. 62,4 persen menyatakan menerima, tetapi pilihan
sesuai hati nurani, 9,2 persen menyatakan menerima tetapi akan golput. Sedangkan selebihnya tidak mengambil sikap (17 persen). Data
tersaji pada gambar berikut:
                                              Gambar 42. Pengaruh pemberian uang


 Menerima tapi pilihan sesuai
                                                                                                                   62.4
        hati nurani


            Menerima tapi tidak
                                              9.2
              memilih/Golput



         Memilih calon tersebut                   11.4



                      Tidak Tahu                         17


                                   0         10           20           30           40           50           60           70




                                                               41
   e. Media Efektif
   Salah satu aspek penting dalam menunjang pemenangan kandidat adalah mengetahui akses media pada masyarakat (media habit) serta
efektifitasnya dalam pelaksanaan pemilihan Walikota Malang. Berikut ini disajikan data-data tentang efektifitas media dan kampanye:
                                                   Gambar 43. Model Kampanye Yang Disukai



                                  75.8
                 80

                 70
                 60

                 50
                 40

                 30
                                                                                                             16
                 20
                                                             5                      3.2
                 10
                  0
                            Dialogis          Pengerahan massa                Konfoi                Door to Door




                                                                       42
                      Gambar 44. Media Kampanye Yang Relevan




90                                                 83
80
70
60
50
40
30
20    13.8

10              0.8             0.2                             1.8         0.4
0
     TV      Radio        Surat Kabar        Tatap muka   Alat Peraga   Lainnya




                                        43
                                          Gambar 45. Akses Koran



        Lainnya        2.2

         Memo         0.8

    Malang Post         2.8

         Surya                           14

   Radar Malang               5.8

      Jawa Pos                                18.8

       Kompas         1.2

Tidak Mengakses                                                              54.4

                  0                 10        20            30     40   50          60




                                                   44
                                           Gambar 46. Akses Radio




       Lainnya                      12.6


       Andalus                7.4


   Citra Protiga       1.6


      Kalimaya          2.8


            RRI                            17.8


Tidak Mengakses                                                               57.8


                   0           10           20             30       40   50   60




                                                   45
                                  Gambar 47. Akses TV


      ATV        7.6
  Batu TV                             27.4
Malang TV                                          37.4
      JTV                                                     43
     TVRI              12
   Global                        23
    ANTV                                          36.9
  MNCTV                                 29.2
  Trans 7                                                                  54
  TV One                                                                                      64.6
 Metro TV                                                                       55.6
  Indosiar                                                   41.8
 Trans TV                                                                52.2
    RCTI                                                                          57.4
    SCTV                                                                                    62.6

             0    10        20         30               40          50                 60            70




                                         46
                                  Gambar 48. Waktu kebiasaan menonton TV




Tidak Menentu                                                                        64.6

   22.00-04.30 0.4

   20.00-21.59                      17.8

   16.00-19.59              9.8

   10.00-15.59        3

   06.00-09.59       2.2

   04.30-05.59       2.2

                 0         10         20           30          40          50   60          70



                                                  47
                             Gambar 49. Kegiatan Yang Disukai Saat Kampanye Massa



            Lainnya        0.4
           Karnaval          2.2
        Jalan Sehat                                      22.2
    Sepeda Gembira         0.8
Kesenian Tradisional                     8.4
             Lawak         0.4
           Dangdut                     6.4
              Band          1.4
          Pengajian                                                                      54.6
         Tidak Tahu              3.2

                       0                 10       20            30           40     50          60



                                                    48
                                                                KESIMPULAN

1. Tingkat pengenalan masyarakat (popularitas) terhadap masing-masing kandidat adalah sebagai berikut: Heri Puji Utami 95,4 persen, Sri
   Rahayu 70,4 persen, Bambang Priyo 64 persen, Achmad Subhan 63,4 persen, KH. Marzuki Mustamar 40,4 persen, Sofyan Edi 26,6 persen,
   Arief H. Setiawan 26,4 persen, Bambang DH Suyono 26 persen, Muhajir Effendi 25,4 persen, Yogi Sugito 22,8 persen dan Sofwan 21,2
   persen.
2. Tingkat kesukaan (likeabilitas) terhadap masing-masing kandidat adalah sebagai berikut: Heri Puji Utami 77,2 persen, Sri Rahayu 54,6 persen,
   Achmad Subhan 48,2 persen, Bambang Priyo 48 persen, KH. Marzuki Mustamar 33,4 persen, Arief H. Setiawan 23 persen, Sofyan Edi 22,8
   persen, Muhajir Effendi 21 persen, Bambang DH Suyono 20,8 persen, Yogi Sugito 19,8 persen dan Sofwan 16,6 persen.
3. Elektabilitas dari masing-masing kandidat adalah sebagai berikut: Heri Puji Utami 36,2 persen, Sri Rahayu 17,8 persen, Achmad Subhan 8,6
   persen, Bambang Priyo 8,6 persen, KH. Marzuki Mustamar 8,2 persen, Sofyan Edi 3,6 persen, Muhajir Effendi 2 persen, Arief H. Setiawan 1,6
   persen, Bambang DH Suyono 1,6 persen, Yogi Sugito 1,6 persen, Sofwan 16,6 persen, calon lainnya 0,4 persen dan yang masih belum
   menentukan pilihan sebanyak 8,6 persen.
4. Pertimbangan dalam memilih calon Kepala Daerah berturut-turut dari yang tertinggi adalah kualitas calon (47 persen). Urutan berikutnya
   adalah program kerja sebesar 25,6 persen dan ketokohan sebesar 13 persen. Pertimbangan memilih karena agama 2,6 persen, imbalan
   materi 2,6 persen, kesamaan parpol 1,2 persen, keluarga 1 persen, isu yang diangkat 0,6 persen, teman 0,4 persen, kesukuan 0,2 persen,
   kesamaan ormas 0,1 persen, pertimbangan lain-lain 0,2 persen dan yang tidak menjawab sebanyak 13,9 persen.
5. Persepsi terhadap kelebihan kandidat yang utama adalah merakyat 36,6 persen. Kelebihan berikutnya adalah peduli 18,6 persen, pengalaman
   di pemerintahan 18 persen, amanah 6,4 persen, bersih 2,4 persen, cerdas 2,4 persen, jujur 1,4 persen, muda 1,2 persen, kelebihan lain 3,4
   persen dan sebanyak 9,6 persen tidak menjawab.
6. Diketahui bahwa hingga survey dilakukan tingkat kepastian pilihan masyarakat diangka 22,6 persen, sedangkan 45,8 persen bisa berubah dan
   selebihnya sebanyak 31,6 persen masih belum memberikan jawaban.




                                                                      49
7. Terkait dengan pengaruh uang, terdapat 11,4 persen masyarakat mengaku akan memilih calon yang memberikan uang. 62,4 persen
   menyatakan menerima, tetapi pilihan sesuai hati nurani, 9,2 persen menyatakan menerima tetapi akan golput. Sedangkan selebihnya tidak
   mengambil sikap (17 persen).
8. Isu penting yang kerap menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih adalah performance Kepala Daerah/Incumbent serta pemerintah
   daerah terhadap beberapa sektor pembangunan. Berdasarkan hasil survey, diketahui bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Kepala
   Daerah relatif tinggi. Terdapat 72,2 persen yang mengaku puas dengan kinerja Kepala Daerah, sedangkan sebanyak 27,8 persen menyatakan
   tidak puas.
9. Berdasarkan sektor/bidang pembangunan, angka kepuasaan tertinggi adalah sektor pendidikan 85,2 persen. Diikuti oleh bidang-bidang berikut
   dari yang tertinggi hingga terendah yaitu, pelayanan publik 74,2 persen, kesehatan 73 persen, pariwisata 65,2 persen, pertanian 64,8 persen,
   olahraga 60,4 persen,Industri dan Perdagangan 60,1 persen, pengentasan kemiskinan 46,8 persen, ketenagakerjaan 45,4 persen dan
   infrastruktur 40,3 persen.
10. Berdasarkan survey juga diketahui isu penting yang menjadi perhatian masyarakat/pemilih di Kota Malang, yaitu: kesempatan
   kerja/permasalahan ketenagakerjaan (36,6 persen), permasalahan harga sembako (14,4 persen), penataan PKL/Sektor informal (9,8 persen),
   masalah pendidikan (8,8 persen), pembangunan fisik (8,4 persen) dan seterusnya. Disarankan kepada calon Kepala Daerah ke depan fokus
   pada permasalahan-permasalahan tersebut, baik pada saat kampanye maupun nantinya ketika terpilih sebagai Walikota/Wakil Walikota.
11. Media kampanye yang relevan pada Pemilukada Kota Malang adalah tatap muka (83 persen), TV (13,8 persen), alat peraga (1,8 persen),
   radio 0,8 persen, surat kabar 0,2 persen dan media lain 0,4 persen.
12. Model kampanye yang disukai pada pemilukada Kota Malang adalah dialogis 75,8 persen, door to door 16 persen, pengerahan massa 5
   persen dan konfoi 3,2 persen.
13. Akses pemilih terhadap surat kabar berturut-turut dari yang tertinggi: Jawa Pos (18,8 persen), Surya (14 persen), Radar Malang (5,8 persen),
   Malang Post (2,8 persen), kompas (1,2 persen), memo (0,8 persen), koran lainnya 2,2 persen dan selebihnya sebanyak 54,4 persen tidak
   mengakses surat kabar.



                                                                         50
14. Akses pemilih terhadap radio berturut-turut dari yang tertinggi: RRI 17,8 persen, andalus 7,4 persen, kalimaya 2,8 persen, citra protiga 1,6
   persen, radio lain 12,6 persen dan sebanyak 57,8 persen tidak mengakses radio.
15. Akses pemilih terhadap Televisi berturut-turut dari yang tertinggi: TV One (64,6 persen),SCTV (62,6 persen), RCTI (57,4 persen), Metro TV
   (55,6 persen), Trans 7 (54 persen), Trans TV (52,2 persen), JTV (43 persen), Indosiar (41,8 persen), Malang TV (37,4 persen), ANTV (36,9
   persen), MNCTV (29,2 persen), Batu TV 27,4 persen, Global (23 persen), TVRI (12 persen) dan ATV 7,6 persen.
16. Kegiatan yang disukai saat kampanye massa: pengajian 54,6 persen, jalan sehat 22,2 persen, kesenian tradisional 8,4 persen, dangdut 6,4
   persen, karnaval 2,2 persen, band 1,4 persen, sepeda gembira 0,8 persen, lawak 0,4 persen, kegiatan lain 0,4 persen dan 3,2 persen tidak
   memberikan jawaban.




                                                                      51
                                                               REKOMENDASI
      Untuk meningkatkan derajat kesukaan (likebility) dan pilihan (electability) masyarakat terhadap Sri Rahayu, beberapa hal berikut ini perlu
untuk segera dilakukan, diantaranya:
1. Memfokuskan aktifitas pada kecamatan-kecamatan yang tingkat elektabilitasnya tinggi untuk mengamankan dukungan yang sudah dimiliki
   sekaligus mendulang suara, seperti: Kecamatan Blimbing, Kedungkandang dan Klojen.
2. Memfokuskan aktifitas pada segmen-segmen yang tingkat elektabilitasnya untuk mengamankan dukungan yang sudah diperoleh sekaligus
   menambah suara, seperti: pemilih perempuan, masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan formal, segmen yang tidak memiliki pekerjaan,
   pedagang, masyarakat berpenghasilan rendah, warga Nahdliyin, kelompok abangan dan sebagainya berdasarkan hasil survey.
3. Memfokuskan aktifitas pada kecamatan-kecamatan yang tingkat kepastian pilihannya masih rendah, seperti: Kecamatan Sukun dan
   Kedungkandang.
4. Memfokuskan aktifitas pada segmen-segmen yang tingkat kepastian pilihannya masih rendah, seperti: pemilih pemula, pemilih perempuan,
   penghasilan rendah, segmen yang tidak memiliki pekerjaan, PNS, kelompok abangan, NU dan sebagainya berdasarkan hasil survey.
5. Mengkritisi dan memberikan alternatif solusi sektor-sektor pembangunan yang dinilai gagal dan tingkat ketidakpuasannya tinggi, seperti:
   penataan PKL dan sektor informal, ketenagakerjaan/pengentasan pengangguran, kesra dan pengentasan kemiskinan, pembangunan
   infrastruktur dan kesehatan.
6. Memperkuat pencitraan terhadap karakteristik ketokohan kandidat yang dinilai cukup tinggi seperti: peduli, merakyat, dan cerdas. Pada saat
   yang sama juga menjelaskan dan melakukan klarifikasi terhadap karakteristik ketokohan kandidat yang dinilai rendah, diantaranya karakteristik
   bersih, amanah dan jujur.
7. Membuat program terobosan untuk diperjuangkan sebagai agenda kebijakan publik Pemerintah Kota Malang, seperti: penciptaan lapangan
   pekerjaan, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), pemberdayaan PKL dan sektor informal, peningkatan/perbaikan infrastruktur, perhatian
   terhadap kelompok masyarakat miskin melalui bantuan sosial, pasar murah dan sebagainya.
8. Melakukan    pendekatan     khusus   kepada   warga   Nahdliyin   melalui   beberapa   kegiatan   dan   aktifitas,   baik formal   (NU   secara
   kelembagaan/struktural) maupun informal kepada tokoh maupun warga NU kultural di kampung-kampung.

                                                                       52
9. Melakukan pendekatan khusus kepada segmen pemilih perempuan serta usia muda/pemilih pemula melalui beberapa kegiatan dan aktifitas,
   seperti: pengajian ibu-ibu/muslimat, lomba/kompetisi olahraga dan sebagainya.
10. Melakukan pendekatan khusus kepada segmen pedagang kecil (PKL dan sektor informal) melalui beberapa kegiatan dan aktifitas, seperti:
   program bantuan permodalan, kegiatan pelatihan manajemen usaha, jaminan keberlangsungan usaha dan sebagainya.




                                                                      53

								
To top