Docstoc

55076335-Makalah-Dana-Pensiun

Document Sample
55076335-Makalah-Dana-Pensiun Powered By Docstoc
					                                      BAB I

                                PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang Masalah


       Perkembangan dunia menuju era globalisasi memungkinnkan kegiatan

perekonomian berkembang sedemikian rupa. Kondisi yang demikian tentunya akan

menciptakan suatu lingkungan yang kompetitif. Suasana persaingan yang ketat akan

menuntut perusahaan untuk lebih efisien dan lebih efektif dalam mengelola sumber

daya yang dimilikinya guna meraih sumber daya manusia yang kompetitif.


       Umur dan produktivitas manusia pada akhirnya ada batasnya, tidak selamanya

seseorang dapat bekerja dan menghasilkan suatu karya. Pada suatu saat dia harus

berhenti dari pekerjaan dan menikmati masa tuanya. Akan tetapi, dalam menikmati

masa tuanya seseorang tidak ingin penghasilannya berhenti seperti ia juga berhenti

dari pekerjaannya . tentu saja mutlak memerlukan dukungan prasarana yang

memadai. Salah satunya dengan ³jaminan hari tua´ atau pensiun. Jaminan hari tua

pada hakikatnya adalah kesejahteraan hari tua dalam time frame lanjut usia , yang

akan dinikmati oleh mereka yang saat ini masih muda. Sedangkan wujud dari

jaminan hari tua adalah program pensiun . jadi tidak disangsikan lagi bahwa dengan

melaksanakan program pensiun secara terpadu kita telah menanamkan proses

pergeseran nilai-nilai kehidupan masyarakat.




                                         1
       Dana pensiun merupakan bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya dapat

dinikmati setelah pegawai atau karyawan yang bersangkutan memasuki masa

pensiun. Ada empat faktor yang menyebabkan seorang pegawai atau karyawan

memasuki masa pensiun, yaitu karena kematian, keluar dari pekerjaan, cacat, dan

pensiun normal. Dana pensiun sendiri diselenggarakan dalam suatu program yang

disebut program dana pensiun. Program dana pensiun terbagi atas program pensiun

iuran pasti dan program pension manfaat pasti. Program pensiun iuran pasti adalah

program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan seluruh

iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masingmasing peserta

sebagai manfaat pensiun, sedangkan program pensiun manfaat pasti adalah program

pension yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun.


       Ada banyak perusahaan penyelenggara program dana pensiun, salah satunya

yaitu PT. Taspen. PT. Taspen merupakan penyelenggara program dana pensiun bagi

Pegawai Negeri Sipil. Dalam perhitungannya PT. Taspen menggunakan program

pensiun iuran pasti, dimana besarnya iuran dan manfaat bagi peserta program dana

pensiun ditentukan berdasarkan besarnya gaji peserta selama bekerja.


       Dengan disyahkannya UU No.11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun, hari tua

sudah terjamin. Sehingga karyawan dapat bekerja lebih tenang, dan di harapkan

produktivitas karyawan akan meningkat. Selain itu, loyalitas terhadap perusahaan

akan meningkat pula. Jika loyalitas tinggi, maka pengembangan dan pembinaan karir

bagi karyawan yang bersangkutan juga akan lebih baik Bagi perusahaan yang tidak

terlalu besar, sulit bagi mereka untuk memikirkan kesejahteraan hari tua bagi

                                         2
karyawannya, karena dengan penyelenggaraan program dana pensiun berarti akan

menambah biaya.


       Kekayaan Dana Pensiun bersumber dari iuran       normal peserta dan iuran

pemberi kerja. Iuran pemberi kerja terdiri dari iuran normal dan iuran tambahan

pemberi kerja serta hasil pengembangan investasi. Iuran-iuran yang terkumpul

tersebut tidak didiamkan saja tetapi harus dikembalikan berupa investasi sesuai

dengan ketentuan pemerintah mengenai investasi dana pensiun.




                                        3
                                      BAB II

                                 PEMBAHASAN




2.1 Pengertian Dana Pensiun


       Dana pensiun adalah hak seseoarng untuk memperoleh penghasilan setelah

bekerja sekian tahun dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain

sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan ini biasanya berupa uang

yang dapat diambil setiap bulannya atau diambil sekaligus pada saat seseorang

memasuki masa pensiun, hal ini tergantung dari kebijakan yang terdapat dalam suatu

perusahaan.


       Defenisi dana pensiun menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 1992

adalah: Badan hukum yang mengelolah dan menjalankan program yang menjanjikan

manfaat pensiun.


       Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2002;208), dana pensiun

didefenisikan sebagai berikut : lembaga yang keuangannya diperoleh dari iuran tetap

para peserta ditambah penghasilan perusahaan yang disisihkan dan para peserta

berhak memperoleh bagian keuntungan setelah pensiun.




                                         4
2.2 Maksud dan Tujuan Dana Pensiun


       Menurut Zullaini Wahab (2001;2) maksud dan tujuan dibentuknya suatu

dana pensiun dapat kita lihat dari beberapa sisi yaitu:


       1.      Sisi Pemberi Kerja

       Dana pensiun sebagai usaha untuk menarik atau mempertahankan karyawan

  perusahaan yang memiliki potensi, cerdas, terampil dan produktif yang diharapkan

  dapat meningkatkan atau mengembangkan perusahaan, di samping tanggung

  jawab moral dan social Pemberi Kerja kepada karyawan serta keluarganya pada

  saat karyawan tidak lagi mampu bekerja atau pensiun atau meninggal dunia.

       2.      Sisi Karyawan

       Dana pensiun adalah untuk member rasa aman terhadap masa yang akan

  dating dalam arti tetap mempunyai penghasilan pada saat memasuki masa pensiun.

       3.      Sisi Pemerintah

       Dengan adanya dana pensiun, bagi karyawan akan mengurangi kerawanan

  social. Kondisi tersebut merupakan unsure yang sangat penting dalam menciptakan

  kestabilan Negara.

       4.      Sisi Masyarakat

       Adanya dana pensiun merupakan salah satu lembaga pengumpul dana yang

  bersumber dari iuran dan hasil pengembangan. Terbentuknya akumulasi dana yang

  bersumber dari dalam negri tersebut dapat membiayai pembangunan nasional

  dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat.




                                            5
2.3 Manfaat Dana Pensiun


1   Manfaat Pensiun Normal, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang mulai

    dibayarkan pada saat peserta pensiun setelah mencapai usia pensiun normal atau

    sesudahnya.

2   Manfaat Pensiun Dipercepat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang

    dibayarkan bila peserta pensiun pada usia tertentu sebelum usia pensiun normal.

3   Manfaat Pensiun Cacat, adalah manfaat pensiun bagi peserta yang dibayarkan bila

    peserta menjadi cacat.


System Pembayaran Manfaat Dana Pensiun.


Cara pembayaran manfaat pension (benefit) kepada karyawan dapat dilakukan

dengan dua cara, yaitu:


1   pembayaran secara sekaligus (lump sum)

2   pembayaran secara berkala (annuity)




2.4 Jenis-Jenis Pensiun


    Di dalam proses pelaksanaannya para penerima pensiun dapat memilih salah satu

dari beberapa jenis pensiun yang ditawarkan kepada para karyawan, dengan melihat

situasi dan kondisi yang terjadi. Berikut adalah jenis-jenis pensiun yang ditawarkan

oleh perusahaan :




                                          6
a. Pensiun Normal, yaitu pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usianya

   telah mencapai masa pensiun yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk wilayah

   Indonesia rata-rata seseorang memasuki masa pensiun pada usia 55 tahun dan 60

   tahun pada profesi tertentu.

b. Pensiun Dipercepat, hal ini dilakukan bila perusahaan menginginkan

   pengurangan karyawan di dalam tubuh perusahaan.

c. Pensiun Ditunda, seorang karyawan meminta pensiun sendiri, namun umurnya

   belum memenuhi untuk pensiun, sehingga karyawan tersebut keluar namun dana

   pensiun miliknya diperushaan tempat dia bekerja baru akan keluar pada masa

   umur karyawan ini telah memasuki masa pensiun.

d. Pensiun Cacat, pensiun yang diberikan kepada karyawan yang mengalami

   kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu dipekerjakan seperti semula,

   sedangkan umurnya belum memenuhi masa pension.


       Berdasarkan UU No 11 tahun 1992, di Indonesia mengenal 3 jenis Dana

Pensiun yaitu:


   1. Dana Pensiun Pemberi Kerja, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh

       orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk

       menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti atau program pensiun iuran

       pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta,

       dan menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja.

   2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan, adalah dana pensiun yang dibentuk oleh

       bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun

                                       7
       iuran pasti, bagi perorangan, baik karyawan maupun pkerja mandiri yang

       terpisah dari dana pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atai perusahaan

       asuransi jiwa.

   3. Dana Pensiun berdasarkan Keuntungan, adalah dana pensiun pemberi

       kerja yang menyelenggarakan program pensiun iuran pasti, dengan iuran

       hanya dari pemberi kerja yang didasarkan pada rumus yang dikaitkan dengan

       keuntungan pemberi kerja.




2.5 Azas dan Peraturan Dana Pensiun


       Undang-undang Dana Pensiun merupakan hokum pembentukan Dana

Pensiun. Beberapa azas pokok yang dikenal pada Dana Pensiun menurut Zulaini

Wahab (2001;3) yaitu :


1. azas keterpisahan kekayaan

   Dana Pensiun dari kekayaan badan hokum pendirinya Berdasarkan Azas tersebut

   kekayaan Dana Pensiun terutama yang bersumber dari iuran terlindungi dari hal-

   hal yang tidak diinginkan yang dapat terjadi pada pendiri.

2. Azas penyelenggaraan dalam system pendanaan

   Penyelenggara program pensiun bagi karyawan harus dilakukan dengan

   pemupukan dana yang dikelola secara terpisah dari kekayaan pendiri, sehingga

   cukup memenuhi pembayaran hak Peserta. Berdasarkan azas ini tidak




                                         8
   diperkenankan pembentukan cadangan dalam perusahaan guna membiayai

   program pensiun.

3. Azas pembinaan dan pengawasan

   Dalam pelaksanaannya, pembinaan dan pengawasan meliputi antara lain system

   pendanaan dan pengawasan atas investasi kekayaan Dana Pensiun.

4. Azas penundaan manfaat

   Pembayaran hak peserta hanya dapat dilakukan setelah peserta pensiun, yang

   pembayarannya dilakukan secara berkala.

5. Azas kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk Dana Pensiun

   Berdasarkan azas ini keputusan untuk membentuk atau tidak sepenuhnya ada

   pada pemberi kerja, oleh karena hal tersebut membawa konsekuensi pendanaan

   bergantung kepada kemampuan keuangan pemberi kerja.




2.6 Prinsip Penyelenggaraan Dana Pensiun


a. Prinsip Kejelasan Maksud dan Tujuan Program, Jaminan terhadap

   kesinambungan penghasilan.

b. Prinsip Independensi : Kelembagaan berstatus badan hukum, Manajemen

   Operasional dimana Asas Keterpisahan Kekayaan atau Segregated Assets dan

   Hak pengurus mengadakan perjanjian dgn pihak ketiga, Pengawasan dimana

   Pengawasan dilakukan oleh Dewan Pengawas yang terdiri atas wakil-wakil dari

   pemberi kerja dan peserta dengan jumlah yang sama.




                                       9
c. Prinsip Akuntabilitas : Dewan Pengawas wajib mengumumkan laporan hasil

   pengawasannya kepada Peserta, Laporan keuangan Dana Pensiun setiap tahun

   harus diaudit oleh akuntan publik yang ditunjuk oleh Dewan Pengawas,

   Pendiri/Mitra Pendiri, Pengurus, dan Penerima Titipan wajib memperlihatkan

   seluruh dokumen/keterangan untuk keperluan pemeriksaan, Dana Pensiun wajib

   mengumumkan neraca dan perhitungan hasil usahanya kepada Peserta.

d. Prinsip Transparansi : Pengurus wajib menyampaikan keterangan mengenai

   setiap perubahan peraturan Dana Pensiun dan hal-hal yang terjadi dalam rangka

   kepesertaan kepada Peserta, Pengurus wajib mengumumkan perkembangan

   portofolio   investasi   dan   hasil   pengembangannya   kepada   Peserta   dan

   melaporkannya kepada Pendiri dan Dewan Pengawas.

e. Prinsip Perlindungan Konsumen : Perubahan Peraturan Dana Pensiun tidak

   boleh mengurangi manfaat pension, Setiap karyawan berhak menjadi Peserta, bila

   berusia 18 tahun atau telah kawin, dan memiliki masa kerja satu tahun, Hak atas

   manfaat pensiun tak dpt dijaminkan, dialihkan/disita, Semua transaksi

   penyerahan, pembebanan, pengikatan, pembayaran sebelum jatuh tempo atau

   penjaminan manfaat pensiun dinyatakan batal demi hokum, Pengembalian

   kekayaan Dana Pensiun kepada pemberi kerja dilarang, Saat likuidasi, peserta dan

   pensiunan/ahli waris memiliki hak utama dalam pembagian kekayaan Dana

   Pensiun, Kekayaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan dikecualikan dari setiap

   tuntutan hukum atas kekayaan Pendirinya.

f. Prinsip Struktur Pengendalian Intern : Tugas, kewajiban, dan tanggung jawab

   Pendiri, Mitra Pendiri, Dewan Pengawas, dan Pengurus diatur dalam Undang


                                          10
   Undang Dana Pensiun dan peraturan pelaksanaannya, Dana Pensiun tak

   diperkenankan melakukan pembayaran apapun, kecuali pembayaran yang

   ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun, Dana Pensiun tidak diperkenankan

   meminjam atau mengagunkan kekayaannya sebagai jaminan atas suatu pinjaman,

   Tidak satu bagianpun dari kekayaan Dana Pensiun dapat dipinjamkan atau

   diinvestasikan pada pihak-pihak terafiliasi, Bentuk dan susunan laporan keuangan

   Dana Pensiun harus sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Lembaga

   Keuangan Nomor 2345/KEP-LK/2003.

g. Prinsip Kualifikasi Penyelenggara : Kualifikasi Pengurus dan Dewan Pengawas

   (kecuali yang terakhir) adalah Warga Negara Indonesia, berakhlak dan moral

   yang baik, belum pernah dihukum pidana ekonomi, dan berpengetahuan atau

   berpengalaman di bidang Dana Pensiun, Pengurus tidak boleh merangkap jabatan

   Pengurus Dana Pensiun lain, atau direksi, atau jabatan eksekutif lainnya.




2.7 Peraturan Dana Pensiun


   Hal-hal penting yang umunya diatur di dalam suatu peraturan pension antara lain:


a. Siapa yang berhak menjadi peserta

b. Manfaat apa saja yang akan diberikan dan dalam bentuk apa

c. Kapan dapat dinikmatinya dan berapa besar manfaat yang dijanjikan kepada

   peserta Sumber pembiayaannya .




                                         11
2.8 Jenis Program Dana Pensiun


       Program pension yang umunya dipakai di perusahaan swasta dan perusahaan

milik Negara maupun bagi karyawan pemerintah terdiri atas dua jenis, yaitu:


1. Program Pensiun Manfaat Pasti, suatu program pension yang memberikan

   formula tertentu atas manfaat yang akan diterima karyawan pada saat mencapai

   usia pension. Kelebihannya: (a) lebih menekankan pada hasil akhir (b) manfaat

   pension ditentukan terlebih dahului, mengingat manfaat dikaitkan dengan gaji

   karyawan (c) dapat mengakomodasi masa kerja yang telah dilalui karyawan

   apabila program pension dibentuk jauh setelah perusahaan berjalan (d) karyawan

   lebih dapat menentukan besarnya manfaat yang akan diterima pada saat mencapai

   usia pension. Kelemahannya: (a) perusahaan menanggung resiko atas

   kekurangan dana apabila hasil investasi tidak mencukupi (b) relative lebih sulit

   untuk diadministrasikan.

2. Program Pensiun Iuran Pasti, program pension yang menetapkan besarnya

   iuran karyawan dan perusahaan (pemberi kerja). Program ini terdiri dari money

   purchase plan, profit sharing plan dan saving plan. Kelebihannya: (a)

   pendanaan [biaya/iuran] dari perusahaan lebih dapat diperhitungkan/diperkirakan

   (b) karyawan dapat memperhitungkan besarnya iuran yang dilakukan setiap

   tahunnya (c) lebih mudah untuk diadministrasi. Kelemahannya: (a) penghasilan

   pada saat mencapai usia pension lebih sulit untuk diperkirakan (b) karyawan

   menanggung      resiko     atas   ketidakberhasilan   investasi   (c)   tidak   dapat

   mengakomodasikan masa kerja yang telah dilalui karyawan.


                                           12
2.9 Menyiapkan Dana Pensiun


        Setiap orang pasti akan pensiun. Dan itu adalah momen yang akan Anda

hadapi. Pensiun adalah masa seseorang tidak lagi dapat menghasilkan. Karena

merupakan sebuah kepastian, maka sudah sewajarnya setiap orang mempersiapkan

diri untuk nasuk ke dalam¶fase¶pensiun dengan menyiapkan dana pensiun. Tentunya,

di luar fasilitas pensiun yang diberikan oleh perusahaan. Persiapan ini mencakup

berbagai bidang termasuk psikologis, mental-spiritual, kesehatan dan tentu saja

financial.


        Dalam hal keuangan, yang harus Anda lakukan dalam mempersiapkan

pensiun adalah sebagai berikut:


1. Menyisihkan Dana Lebih Awal (Menabung).


        Untuk masa pensiun selama 25 tahun, paling tidak Anda harus melakukan

penyisihan dana untuk masa pensiun selama 25 tahun. Dengan memulai lebih awal,

keperluan dana untuk disisihkan tiap bulan atau tahun akan lebih sedikit. Sebalilknya

jika jangka waktu mengumpulkan terlalu pendek, maka dana yang harus disisihkan

untuk mencapai jumlah dana yang sama, akan jauh lebih mahal.


2. Menghitung Dana yang Diperlukan.


        Langkah selanjutnya menghitung jumlah dana yang dibutuhkan. Hal ini

diperlukan untuk menentukan berapa besar dana yang harus disisihkan atau




                                         13
diinvestasikan tiap bulan. Dalam ini, Anda perlu menentukan gaga hidup yang

diinginkan pada saat pensiun nanti. Meski usia Anda dan pasangan masih jauh dari

waktu pensiun, namun tak ada salahnya bila Anda menyiapkan dana pensiun sejak

dini. Mulailah menabung dan berinvestasi, agar Anda dan pasangan menjalani mass

pensiun dengan nyaman dan tentram. Misalnya, Anda ingin hidup di pinggiran kota

dengan tetap memiliki mobil dan pekerja rumahtangga. Berdasarkan gays hidup yang

telah ditentukan, hitung berapa pengeluaran yang Anda butuhkan sekarang.

Selanjutnya, hitunglah kebutuhan dana selama pensiun dan rencanakan investasi yang

Anda harus lakukan untuk mencapai dana yang ands butuhkan saat mass pensiun

nanti.


3. Asuransi.


         Proteksi diri dan keluarga Anda dengan asuransi untuk kesehatan clan cacat.

sekarang ini banyak perusahaan asuransi (jiwa) yang menawarkan produk-produk

asuransi jiwa yang sekaligus juga memberikan manfaat pensiun. jadi, ketika Anda

berusia 50 ± 60 tahun, Anda akan mendapatkan sejumlah dana tunai yang cukup. Dan

Anda tidak perlu mengkhawatirkan mass pensiun Anda.


4. Usaha sampingan .


         Selain menabung dan asuransi, dana pensiun juga bisa diperoleh dengan

membuka usaha sampingan. Membuka usaha sampingan bisa sangat menguntungkan.

Dengan membuka usaha, bisa didapat hasil yang besar dalam tempo yang lebih cepat.




                                         14
Namun, menjalankan usaha sampingan tentunya tak lepas dari risiko, terutama risiko

keuangan. Kemungkinan merugi akan selalu ada.




2.10 Perkembangan Industri Dana Pensiun 2010


       Perkembangan Industri Dana Pensiun dalam Tahun 2010 dapat digambarkan

sebagai berikut :


-   Sepanjang tahun 2010 tidak ada pengesahan pembentukan Dana Pensiun baru.

    Meski demikian, ada beberapa permohonan pembentukan dana pensiun yang

    masuk di tahun 2010 dan sampai dengan Siaran Pers ini disusun permohonan

    tersebut masih diproses. Kondisi sebaliknya, sepanjang tahun yang sama terdapat

    4 pengesahan pembubaran dana pensiun, yang terdiri dari 3 Dana Pensiun

    Pemberi Kerja (DPPK) dan 1 Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Dari ke

    3 DPPK tersebut 2 diantaranya menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat

    Pasti (PPMP) dan 1 menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

    Dengan bubarnya ke-4 dana pensiun tersebut, maka jumlah dana pensiun yang

    masih beroperasi saat ini menjadi 272 dana pensiun, terdiri dari 208 DPPK

    PPMP, 40 DPPK PPIP dan 24 DPLK.

-   Berdasarkan laporan keuangan Dana Pensiun Semester I 2010 (posisi per tanggal

    30 Juni 2010), jumlah kekayaan (aktiva bersih) dana pensiun adalah sebanyak

    Rp120,15 trilyun atau meningkat 6,79% dibandingkan dengan kekayaan (aktiva

    bersih) dana pensiun per tanggal 31 Desember 2009. Untuk DPPK, pada posisi

                                        15
    tersebut jumlah kekayaannya adalah sebesar Rp103,95 trilyun atau meningkat

    6,59% dibandingkan dengan kekayaan DPPK per tanggal 31 Desember 2009.

    Sedangkan untuk DPLK jumlah kekayaan per tanggal 30 Juni 2010 adalah

    sebesar Rp16,19trilyun atau meningkat sebesar 8,01% dari jumlah kekayaan

    DPLK per tanggal 31 Desember 2009.

-   Berdasarkan laporan keuangan Dana Pensiun Semester I 2010 (posisi per tanggal

    30 Juni 2010), jumlah investasi dana pensiun adalah sebanyak Rp115,56 triliun

    atau meningkat 6,94% dibandingkan dengan investasi dana pensiun per tanggal

    31 Desember 2009. Untuk DPPK, jumlah investasi pada posisi tersebut adalah

    sebesar Rp 99,53 triliun atau meningkat 6,78% dibandingkan dengan nilai

    investasi DPPK per tanggal 31 Desember 2009. Sedangkan untuk DPLK jumlah

    investasinya per tanggal 30 Juni 2010 adalah sebesar Rp 16,03 triliun atau

    meningkat sebesar 7,95% dari nilai investasi DPLK per tanggal 31 Desember

    2009.

-   Pada posisi per tanggal 30 Juni 2010, investasi dana pensiun pada Surat Berharga

    Negara menempati urutan teratas dengan nilai sebesar Rp 29,50 trilyun (25,52%

    dari total investasi dana pensiun), diikuti oleh obligasi korporasi sebesar Rp26,51

    triliun (22,94% dari total investasi dana pensiun) dan deposito berjangka sebesar

    Rp24,92 triliun (21,57% dari total investasi dana pensiun).

-   Bila dikaitkan dengan Pasar Modal, nilai penempatan investasi dana pensiun per

    tanggal 30 Juni 2010 di Pasar Modal (termasuk surat berharga negara) besarnya

    mencapai Rp79,73 triliun (68,99% dari total investasi dana pensiun). Sedangkan




                                          16
   di Pasar Uang, nilai penempatan investasi dana pensiun adalah sebesar Rp28,44

   trilyun (24,61% dari total investasi dana pensiun).




2.11 Contoh Kasus


2.11.1 Kasus Akuntansi Dana Pensiun PPMP


Pada 1 Januari 2002 PT Sportif, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi

perlengkapan olahraga, mendirikan sebuah dana pensiun dengan nama Dana Pensiun

PT Sportif yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti. Berikut hasil

perhitungan aktuaris per tanggal pendirian:


y Kekayaan untuk pendanaan           Rp 0,-

y Kewajiban aktuaria                 Rp 1.200.000.000,-

y Kewajiban aktuaria 31/12/03        Rp 1.500.000.000,- (Nilai proyeksi)

y Iuran Normal Pemberi Kerja         Rp 120.000.000,- per tahun

y Iuran Normal Peserta               Rp 80.000.000,- per tahun

y Iuran Tambahan                      Rp 120.000.000,- per tahun




Transaksi yang terjadi selama tahun 2002 adalah sebagai berikut :


y Iuran normal diterima adalah sebesar Rp 200 jt, masing-masing Rp 120 jt dari

  pemberi kerja dan sisanya berasal dari peserta.



                                         17
y Jumlah iuran tambahan yang dibayar oleh pemberi kerja adalah sebesar Rp

  100.000.000,-.

y Pada tanggal 30 Juni, pengurus membeli aktiva operasional berupa komputer

  seharga Rp 10.000.000,- dan peralatan kantor lainnya Rp 5.000.000,-. Oleh

  kebijakan manajemen kedua jenis aset tersebut disusutkan selama 5 tahun tanpa

  nilai sisa dengan metode garis lurus.


Untuk meningkatkan nilai aset Dana Pensiun, pengurus pada tanggal 1 Juli

  melakukan penanaman investasi sebagai berikut:


y Deposito berjangka waktu satu tahun (ARO Nominal) dalam mata uang dollar

  USA senilai $10.000,-. dengan tingkat bunga sebesar 4% per tahun. Kurs pada saat

  penempatan adalah US $ 1 = Rp 9.300,-

y Saham PT A (tercatat di bursa efek) dengan harga Rp 20.000.000,-


y Obligasi PT B senilai Rp 20.000.000,- dengan tingkat kupon 8% per tahun dengan

  biaya perolehan sebesar Rp 18.000.000,-. Obligasi tersebut jatuh tempo pada

  tanggal 1 Juli 2008. Dana Pensiun berniat untuk memegangnya sampai jatuh

  tempo.

y Obligasi PT X senilai Rp 10.000.000,- dengan tingkat kupon 9% per tahun dengan

  biaya perolehan sebesar Rp 8.000.000,-. Obligasi tersebut jatuh tempo pada

  tanggal 1 Juli 2006. Dana Pensiun berniat untuk segera menjual obligasi tersebut

  apabila harga pasarnya telah menguntungkan




                                          18
y Melakukan penempatan langsung pada PT Gurita yang baru didirikan pada tanggal

  1 Januari 2001 dengan biaya Rp 50.000.000,- dengan jumlah kepemilikan 20%.

  Nilai wajar aset perusahaan pada tanggal tersebut adalah Rp 200.000.000,-.

  Goodwill diamortisasi selama 5 tahun.

y Pada akhir tahun 2002, PT Gurita mengumumkan laba bersih sebesar Rp

  60.000.000,- dan membagikan deviden sebesar Rp 30.000.000,-

y Selain di PT Gurita, Dana Pensiun juga melakukan penempatan langsung pada PT

  Global senilai Rp 40.000.000,-. Nilai kepemilikan yang diperoleh adalah 15%

y Pada akhir tahun, Dana Pensiun menerima deviden dari PT Global sebesar Rp

  5.000.000,-

y Pada tanggal 25 Agustus Dana pensiun membeli sebidang tanah seharga Rp

  40.000.000,-. Dana pensiun baru membayar sebesar Rp 30.000.000,- atas investasi

  tersebut

y Beban operasional (Gaji Pengurus & Dewan Pengawas) selama tahun 2002 adalah

  sebesar Rp 3.000.000,-

y Atas penempatan langsung di PT Gurita, pengurus menggunakan pencatatan

  metode ekuitas karena dianggap lebih murah dan dianggap akan memberikan nilai

  yang lebih wajar sehubungan dengan kegiatan usaha PT Gurita selaku supplier

  dengan turn over persediaan yang cukup tinggi. Sedangkan di PT Global

  digunakan nilai appraisal

y Kurs US $ pada pada tanggal neraca adalah US $ 1 = Rp 9.500,-




                                          19
y Bunga obligasi dibayarkan satu tahun sekali setiap tanggal 1 Januari


y Berikut daftar nilai wajar investasi per 31 Desember 2002

           Saham PT A                                       Rp 18.000.000,-

           Penempatan langsung PT Global                    Rp 35.000.000,-

           Obligasi PT B                                    Rp 19.000.000,-

           Obligasi PT X                                    Rp 11.000.000,-

           Tanah                                            Rp 45.000.000,-


Buatlah jurnal terkait dengan transaksi-transaksi di atas


                              Dana Pensiun PT Sportif

                              Jurnal Umum tahun 2002


             Uraian                  Debet                       Kredit

     SKA                        1.200.000.000,-

            Kewajiban                                                     1.200.000.000,-

     Aktuaria

     Piutang Iuran Normal         120.000.000,-

     PK

     Piutang Iuran Peserta         80.000.000,-

     Piutang Iuran                120.000.000,-

     Tambahan

            Iuran Normal                                                   120.000.000,-




                                          20
PK

          Iuran Normal                      80.000.000,-

Peserta

          Iuran Tambahan                   120.000.000,-

Kas & Bank                 300.000.000,-

          Piutang Iuran                    120.000.000,-

Normal PK

          Piutang Iuran                     80.000.000,-

Peserta

          Piutang Iuran                    100.000.000,-

Tambahan

Komputer                    10.000.000,-

Peralatan Kantor             5.000.000,-

          Kas                               15.000.000,-

Deposito berjangka          93.000.000,-

Saham      - PT A           20.000.000,-

Obligasi - PT B             18.000.000,-

Obligasi - PT X              8.000.000,-

Penempatan Langsung -       50.000.000,-

PT Gurita

Penempatan Langsung -       40.000.000,-

PT Global




                                  21
        Kas                                        229.000.000,-

Tanah                       40.000.000,-

        Kas                                         30.000.000,-

        Utang Investasi                             10.000.000,-

Beban Operasional-           3.000.000,-

pengurus

        Kas                                          3.000.000,-

Beban Penyusutan -           1.000.000,-

Komputer

Beban Penyusutan -             500.000,-

Perltn. Kntr

        Akumulasi                                    1.500.000,-

Penyusutan

Kas                          1.900.000,-

        Pendapatan                                   1.900.000,-

Bunga-Deposito

(6/12 x 4% x $10.000,-x Rp 9.500,-= 1.900.000,-)

Piutang Bunga                1.250.000,-

        Pendapatan                                   1.250.000,-

Bunga-Obligasi

Obligasi B : 8% x 20 jt

x 6/12 = 800.000,-



                                   22
Obligasi X : 9% x Rp

10jt x 6/12= Rp

450.000,-

Kas                             5.000.000,-

         Pendapatan                                             5.000.000,-

Deviden




SPI-Depositoa)                                   2.000.000,-

SPI-Obligasi Bb)                                  200.000,-

SPI-Obligasi Xc)                                 3.000.000,-

SPI-Penempatan PT Guritad)                      10.000.000,-

SPI-Tanahe)                                      5.000.000,-

        SKA                                                    20. 200.000,-

a) Rp (9.500 ±9.300) x 10.000,-=2.000.000,-

b) {(Rp 20 jt ± 18 jt) : 5 x 6/12 = 200.000,-

c) 11jt - 8jt = 3 jt

d) Goodwill = 50jt ± 20%x200jt = 10 jt

   Bagian laba         : 20% x 60jt = 12jt

    -/- amortisasi goodwill : 10jt/5 = 2 jt

    Bagian laba bersih (SPI)         = 10 jt

e) Rp 45 jt ± 40 jt = 5 jt




                                      23
SKA                                        6.0000.000,-

         SPI-Penempatan PT Gurita                           6.000.000,-

SPI-Penempatan PT Gurita                   6.0000.000,-

         Pendapatan Dividen                                 6.000.000,-

Deviden 20% x 30jt = 6jt

SKA                                         7.000.000,-

       SPI-Saham A a)                                       2.000.000,-

       SPI- Penemp. PT Global b)                            5.000.000,-

a) 20jt- 18jt = 2jt

b) 40jt ± 35jt = 5jt

Pendapatan bunga-Deposito                   1.900.000,-

Pendapatan bunga-Obligasi                   1.250.000,-

Pendapatan deviden                         11.000.000,-

        Beban Operasional-Pengurus                          3.000.000,-

        Beban Penyusutan                                    1.500.000,-

        SHU                                                 9.650.000,-

SHU                                         9.650.000,-

         SKA                                                9.650.000,-

Iuran Normal-PK                           120.000.000,-

Iuran Normal-Peserta                       80.000.000,-

Iuran Tambahan                            120.000.000,-

         SKA                                              320.000.000,-



                                     24
    SKA                                                300.000.000,-

            Kewajiban Aktuaria                                         300.000.000,-




2.11.2 Kasus Akuntansi Dana Pensiun PPIP


Pada 1 Januari 2002 PT Sportif, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi

perlengkapan olahraga, mendirikan sebuah dana pensiun dengan nama Dana Pensiun

PT Sportif yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti. Berdasarkan

Peraturan Dana Pensiun ditetapkan sebagai berikut:


Iuran Normal Pemberi Kerja        : 8% PhDP


Iuran Normal Peserta             : 2% PhDP


Transaksi yang terjadi selama tahun 2002 adalah sebagai berikut :


y Iuran normal diterima adalah sebesar Rp 90 jt, masing-masing Rp 70 jt dari

  pemberi kerja dan sisanya berasal dari peserta.

y Pada tanggal 30 Juni, pengurus membeli aktiva operasional berupa komputer

  seharga Rp 8.000.000,- dan peralatan kantor lainnya Rp 4.000.000,-. Oleh

  kebijakan manajemen kedua jenis aset tersebut disusutkan selama 5 tahun tanpa

  nilai sisa dengan metode garis lurus.

y Untuk meningkatkan nilai aset Dana Pensiun, pengurus pada tanggal 1 Juli

  melakukan penanaman investasi sebagai berikut:




                                          25
y Deposito berjangka waktu satu tahun (ARO Nominal) senilai US$ 4.000,-. dengan

  tingkat bunga sebesar 8% per tahun. Kurs pada saat penempatan adalah US$ 1 =

  Rp 9.000,-

y Saham PT A (tercatat di bursa efek) dengan harga Rp 10.000.000,-


y Obligasi PT B senilai Rp 20.000.000,- dengan tingkat kupon 8% per tahun dengan

  biaya perolehan sebesar Rp 18.000.000,-. Obligasi tersebut jatuh tempo pada

  tanggal 1 Juli 2008. Dana Pensiun berniat untuk memegangnya sampai jatuh

  tempo

y Obligasi PT X senilai Rp 10.000.000,- dengan tingkat kupon 9% per tahun dengan

  biaya perolehan sebesar Rp 8.000.000,-. Obligasi tersebut jatuh tempo pada

  tanggal 1 Juli 2006. Dana Pensiun berniat untuk segera menjual obligasi tersebut

  apabila harga pasarnya telah menguntungkan

y Melakukan penempatan langsung pada PT Gurita yang baru didirikan pada tanggal

  1 Januari 2003 dengan biaya Rp 20.000.000,- dengan jumlah kepemilikan 20%.

  Nilai wajar aset perusahaan pada tanggal tersebut adalah Rp 80.000.000,-.

  Goodwill diamortisasi selama 5 tahun

y Pada akhir tahun 2002, PT Gurita mengumumkan laba bersih sebesar Rp

  30.000.000,- dan membagikan deviden sebesar Rp 10.000.000,-

y Selain di PT Gurita, Dana Pensiun juga melakukan penempatan langsung pada PT

  Global senilai Rp 20.000.000,-. Nilai kepemilikan yang diperoleh adalah 15%

y Pada akhir tahun, Dana Pensiun menerima deviden dari PT Global sebesar Rp

  2.000.000,-


                                         26
y Pada tanggal 25 Agustus Dana pensiun membeli sebidang tanah seharga Rp

  20.000.000,-. Dana pensiun baru membayar sebesar Rp 12.000.000,- atas investasi

  tersebut

y Beban operasional (Gaji Pengurus & Dewan Pengawas) selama tahun 2002 adalah

  sebesar Rp 2.000.000,-

y Atas penempatan langsung di PT Gurita, pengurus menggunakan pencatatan

  metode ekuitas karena dianggap lebih mudah dan murah. Sedangkan di PT Global

  digunakan nilai appraisal

y Jumlah PhDP tahun 2002 adalah sebesar Rp 1.000.000.000,-


y Kurs US $ pada pada tanggal neraca adalah US $ 1 = Rp 9.500,-


y Bunga obligasi dibayarkan satu tahun sekali setiap tanggal 1 Januari


y Berikut daftar nilai wajar investasi per 31 Desember 2002:

y Saham PT A                                  Rp 9.000.000,-

y Penempatan langsung PT Global                 Rp 18.000.000,-

y Obligasi PT B                               Rp 21.000.000,-

y Obligasi PT X                                Rp 11.000.000,-

y Tanah                                       Rp 21.000.000,-




                                         27
                            Dana Pensiun PT Sportif

                            Jurnal Umum tahun 2002


                   Uraian                       Debet          Kredit

Piutang Iuran Normal PK                        80.000.000,-

Piutang Iuran Peserta                          20.000.000,-

        Iuran Normal PK                                         80.000.000,-

        Iuran Normal Peserta                                    20.000.000,-

Kas & Bank                                     90.000.000,-

        Piutang Iuran Normal PK                                 70.000.000,-

        Piutang Iuran Peserta                                   20.000.000,-

Komputer                                        8.000.000,-

Peralatan Kantor                                4.000.000,-

        Kas                                                     12.000.000,-

Deposito berjangka                             36.000.000,-

Saham    - PT A                                10.000.000,-

Obligasi - PT B                                18.000.000,-

Obligasi - PT X                                  8.000.000,-

Penempatan Langsung - PT Gurita                20.000.000,-

Penempatan Langsung - PT Global                20.000.000,-

        Kas                                                    112.000.000,-

Tanah                                          20.000.000,-



                                      28
        Kas                                                      12.000.000,-

        Utang Investasi                                           8.000.000,-

Beban Operasional-pengurus                         2.000.000,-

        Kas                                                       2.000.000,-

Beban Penyusutan - Komputer                         800.000,-

Beban Penyusutan - Perltn. Kntr                     400.000,-

       Akumulasi Penyusutan                                       1.200.000,-

Kas                                               15.200.000,-

       Pendapatan Bunga-Deposito                                 15.200.000,-

(6/12 x 8% x $4.000,-x Rp 9.500,-= 1.900.000,-)

Piutang Bunga                                      1.250.000,-

        Pendapatan Bunga-Obligasi                                 1.250.000,-

Obligasi B : 8% x 20 jt x 6/12 = 800.000,-

Obligasi X : 9% x Rp 10jt x 6/12= Rp

450.000,-

Kas                                                4.000.000,-

        Pendapatan Deviden                                        4.000.000,-

Deviden 20% x 10jt = 2jt

Pend. Belum Terealisasi                            4.000.000,-

       SPI-Penempatan PT Gurita                                   4.000.000,-

SPI-Depositoa)                                     2.000.000,-




                                       29
SPI-Obligasi Bb)                                  200.000,-

SPI-Obligasi Xc)                                 3.000.000,-

SPI-Penempatan PT Guritad)                       5.200.000,-

SPI-Tanahe)                                      1.000.000,-

         Pend. Belum Terealisasi                               11. 400.000,-

a) Rp (9.500 ±9.000) x 4.000,-=2.000.000,-

b) {(Rp 20 jt ± 18 jt) : 5 x 6/12 = 200.000,-

c) 11jt - 8jt = 3 jt

d) Goodwill = 20jt ± 20%x80jt = 4 jt

     Bagian laba        : 20% x 30jt = 6jt

     -/- amortisasi goodwill : 4jt/5   = 0.8

jt

     Bagian laba bersih (SPI)          = 5,2

jt

e) Rp 21 jt ± 20 jt = 1 jt

Pend. Belum Terealisasi                          3.000.000,-

        SPI-Saham A a)                                          1.000.000,-

        SPI- Penemp. PT Global b)                               2.000.000,-

a) 10jt- 9jt = 1jt

b) 20jt ± 18jt = 2jt

Pendapatan bunga-Deposito                       15.200.000,-




                                         30
Pendapatan bunga-Obligasi               1.250.000,-

Pendapatan deviden                      2.000.000,-

      BebanOperasional-Pengurus                         2.000.000,-

      Beban Penyusutan                                  1.200.000,-

      SHU                                              15.250.000,-

SHU                                    15.250.000,-

       Kewajiban MP                                    15.250.000,-

Iuran Normal-PK                        80.000.000,-

Iuran Normal-Peserta                   20.000.000,-

       Kewajiban MP                                   100.000.000,-




                                  31
                                    BAB III

                                  PENUTUP



3.1 Kesimpulan :


    Dana pensiun merupakan bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya dapat

dinikmati setelah pegawai atau karyawan yang bersangkutan memasuki masa

pensiun. Ada empat faktor yang menyebabkan seorang pegawai atau karyawan

memasuki masa pensiun, yaitu karena kematian, keluar dari pekerjaan, cacat, dan

pensiun normal. Dana pensiun sendiri diselenggarakan dalam suatu program yang

disebut program dana pensiun. Program dana pensiun terbagi atas program pensiun

iuran pasti dan program pension manfaat pasti. Program pensiun iuran pasti adalah

program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun dan seluruh

iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masingmasing peserta

sebagai manfaat pensiun, sedangkan program pensiun manfaat pasti adalah program

pension yang manfaatnya ditetapkan dalam peraturan dana pensiun. Umur dan

produktivitas manusia pada akhirnya ada batasnya, tidak selamanya seseorang dapat

bekerja dan menghasilkan suatu karya. Pada suatu saat dia harus berhenti dari

pekerjaan dan menikmati masa tuanya. Akan tetapi, dalam menikmati masa tuanya

seseorang tidak ingin penghasilannya berhenti seperti ia juga berhenti dari

pekerjaannya . tentu saja mutlak memerlukan dukungan prasarana yang memadai.

Salah satunya dengan ³jaminan hari tua´ atau pensiun. Jaminan hari tua pada

hakikatnya adalah kesejahteraan hari tua dalam time frame lanjut usia , yang akan



                                       32
dinikmati oleh mereka yang saat ini masih muda. Sedangkan wujud dari jaminan hari

tua adalah program pensiun . jadi tidak disangsikan lagi bahwa dengan melaksanakan

program pensiun secara terpadu kita telah menanamkan proses pergeseran nilai-nilai

kehidupan masyarakat.




3.2 Saran :

    Kita diharapkan agar dari sejak usia mudah ini dapat menyisihkan uang untuk

hari tua dengan cara menabung atau mengikuti asuransi dana pensiun . Dengan cara

inilah kehidupan masa tua kita dapat terjamin meskipun kita sudah tidak dapat

bekerja tetap memiliki penghasilan sehinggga kehidupan masa tua dapat terjamin

dengan baik.




                                       33

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:286
posted:5/29/2012
language:Malay
pages:33