Kisah N.Adam as

Document Sample
Kisah N.Adam as Powered By Docstoc
					ALISLAM
   M. Abdullah




  Kisah

N. Adam as
                                        Al Islam 1


                                    N. ADAM AS

1. Penciptaan N. Adam as.

N. Adam as diciptakan dari tanah kering yang berasal dari lumpur hitam, penciptaannya
dengan kalimat “Kun” maka terbentuklah N. Adam as.

1. “Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) `Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia
menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, "Jadilah!" maka jadilah
sesuatu itu.”
QS. Al Imran (3) ; 59.

2. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh, Aku akan
menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
QS. Al Hijr (15) ; 28.

3. “Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan
mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang
lain.”
QS. Thahaa (20) ; 55.

2. Malaikat bertanya tentang hikmah penciptaan N. Adam as.

Pertanyaan malaikat tentang penciptaan N. Adam as menanyakan hikmah dari penciptaannya
bukan pengingkaran kepada Allah swt.

1. “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan
khalifah di bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak
dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji Mu dan menyucikan
nama Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
QS. Al Baqarah (2) ; 30.

3. Kelebihan N. Adam as dengan para malaikat.

N. Adam as mendapatkan pengetahuan dari Allah swt sehingga lebih mengetahui tentang
berbagai hal dari pada para malaikat.

1. “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihat-kan
kepada para Malaikat seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini
                                        Al Islam 2



                                      BAITUSSALAM
jika kamu yang benar!"
”Mereka menjawab, "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah
Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Maha
Bijaksana.”
”Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!".
Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku
katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa
yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?"
QS. Al Baqarah (2) ; 31-33.

4. Para malaikat disuruh menghormat kepada N. Adam as.

Para malaikat dan iblis disuruh Allah swt untuk menghormati N. Adam as, para malaikat
menghormati N. Adam as kecuali iblis menentangnya.

1. “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada
Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia
termasuk golongan yang kafir.”
QS. Al Baqarah (2) ; 34.

2. “Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu,
kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka
mereka pun sujud kecuali iblis. Ia (iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.”
QS. Al A’raaf (7) ; 11.

3. ”Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sungguh Aku akan
menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
”Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh
(ciptaan) Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
”Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,”
QS. Al Hijr (15) ; 28-30.

5. Pembangkangan iblis kepada N. Adam as.

Iblis menentang perintah Allah untuk menghormati N. Adam as karena merasa dia lebih
tinggi derajatnya dibandingkan N. Adam as.

1. “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada
Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia
termasuk golongan yang kafir.” QS. Al Baqarah (2) ; 34.
                                        Al Islam 3



                                      BAITUSSALAM
2. “Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu,
kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka
mereka pun sujud kecuali iblis. Ia (iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.”
”(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada
Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau
ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
QS. Al A’raaf (7) ; 11-12.

3. “kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.”
”Dia (Allah) berfirman, "Wahai iblis! apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama
mereka?"
”Ia (iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah
menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk".
QS. Al Hijr (15) ; 31-33.

4. “kecuali iblis, ia menyombongkan diri dan ia termasuk golongan yang kafir.”
”(Allah) berfirman, "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah
Aku ciptakan dengan kekuasaan Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa)
termasuk golongan yang (lebih) tinggi?".
”(Iblis) berkata, "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api,
sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah".
QS. Shaad (38) ; 74-76.

6. Iblis diusir dari syurga dan diberi umur sampai hari kiamat.

Karena kesombongannya iblis diusir oleh Allah swt dari syurga, dan diberi umur sampai hari
kiamat.

1. “(Allah) berfirman, "Maka turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya
menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang
hina".
”(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan".
”(Allah) berfirman, “Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.”
”(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu meng-
halangi mereka dari jalan Mu yang lurus,”
”kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari
kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”
”(Allah) berfirman, "Keluarlah kamu dari sana (surga) dalam keadaan terhina dan terusir!
Sesungguhnya barang siapa di antara mereka ada yang mengikutimu, pasti akan Aku isi
neraka Jahannam dengan kamu semua." QS. Al A’raaf (7) ; 13-18.
                                        Al Islam 4



                                      BAITUSSALAM
2. “Dia (Allah) berfirman, "(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu
terkutuk,”
”dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".
”Ia (iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai
hari (manusia) dibangkitkan".
”Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penang-guhan,”
”sampai hari yang telah ditentukan (kiamat)."
”Ia (iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku
pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesat-kan
mereka semuanya,”
”kecuali hamba-hamba Mu yang terpilih di antara mereka".
QS. Al Hijr (15) ; 34-40.

3. “(Allah) berfirman, "Kalau begitu keluarlah kamu dari surga! sesungguhnya kamu adalah
makhluk yang terkutuk.”
”Dan sungguh, kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".
”(Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, tangguhkanlah aku sampai hari mereka dibangkitkan".
”(Allah) berfirman, "Maka Sesungguhnya kamu termasuk golongan yang diberi penang-
guhan,”
”sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)".
”(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaan Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,”
”kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”
”(Allah) berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang
Aku katakan."
”Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan kamu dan dengan orang-orang yang
mengikutimu di antara mereka semuanya.”
QS. Shaad (38) ; 77-85.

7. Penciptaan Siti Hawa as.
Penciptaan Siti Hawa as dari tulang rusuk N. Adam as.

1. “Wahai manusia! bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri
yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya, dan dari
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.”
QS. An Nisaa (4) ; 1.

2. “Dialah Yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia
menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya.”
QS. Al A’raaf (7) ; 189.
                                         Al Islam 5




                                      BAITUSSALAM
3. Rasulullah saw bersabda, “Sampaikanlah pesan kebaikkan kepada kaum wanita, karena
sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnya tulang rusuk yang paling
bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas. Jika engkau berusaha meluruskannya (dengan
keras), berarti engkau telah mematahkannya. Dan jika engkau membiarkannya, maka ia akan
senantiasa bengkok. Maka sampaikanlah pesan kebaikkan kepada kaum wanita.”
HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.

4. Di dalam kitab Qishashul Anbiyaa, Syaikh Muhammad bin Ishaq bin Yasar menyebut-kan
dari Abdullah bin Abbas ra, “Bahwa Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk yang paling
pendek sebelah kiri, ketika N. Adam dalam keadaan tidur.”

8. N. Adam as dan Siti Hawa as tinggal di syurga, dan Allah melarangnya mendekati
pohon larangan.

1. “Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu di dalam surga, dan
makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. (Tetapi) janganlah
kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang dzalim!”
QS. Al Baqarah (2) ; 35.

2. “Dan (Allah berfirman), "Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama isterimu dalam surga
dan makanlah apa saja yang kamu berdua sukai. Tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon
yang satu ini. (Apabila didekati) kamu berdua termasuk orang-orang yang dzalim.“
QS. Al A’raaf (7) ; 19.

3. Syaikh Ibnu Jarir didalam kitabnya “Taarikhul Umam wal Muluuk” mengatakan umur N.
Adam as 1000 tahun, 43 tahun ketika N. Adam as tinggal di syurga dan 957 tahun ketika N.
Adam as tinggal di bumi.

9. Syaitan menggoda N. Adam as dan Siti Hawa as.

Setan yang berbentuk ular menggoda Siti Hawa as dan N. Adam as untuk makan buah khuldi
dari pohon larangan.

1. “Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga.”
QS. Al Baqarah (2) ; 36.

2. “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat
mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, "Tuhanmu hanya melarang kamu
                                        Al Islam 6


berdua mendekati pohon ini, agar kamu tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang
kekal (dalam surga)."


                                      BAITUSSALAM
”Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, "Sesungguhnya aku ini benar-banar termasuk
para penasehatmu,"
”dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu,
tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun
surga. Tuhan menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku
telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"
QS. Al A’raaf (7) ; 20-22.

3. “Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam!
Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan
binasa?"
QS. Thaahaa (20) ; 120.

10. Siti Hawa as lebih dahulu memakan buah khuldi.

Karena bujukan Siti Hawa as N. Adam as dapat tergoda bujukan setan.

1. Rasulullah saw bersabda, “Dan kalau bukan karena Hawa, niscaya tidak akan ada wanita
yang mengkhianati suaminya.”
HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra.

11. Pakaian N. Adam as dan Siti Hawa di syurga.

N. Adam as dan Siti Hawa as di surga memakai pakaian yang terbuat dari nur (cahaya) untuk
menutupi auratnya.

1. “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah
mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya
untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya.”
QS. Al A’raaf (7) ; 27.

2. Syaikh Ibnu Katsir didalam kitabnya “Qishashul Anbiyaa” mengatakan, Syaikh Wahab
                                         Al Islam 7


bin Munabbih berkata, “Pakaian keduanya adalah nur yang menutupi kemaluan mereka
berdua.”

3. “Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala
keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah
keduanya menutupinya dengan daun-daun surga.”
QS. Al A’raaf (7) ; 22




                                       BAITUSSALAM
4. “Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-
auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga,”
QS. Thaahaa (20) ; 121.

12. N. Adam as dan Siti Hawa as keluar dari syurga.

N. Adam as dan Siti Hawa as keluar dari syurga karena malu telah melanggar larangan Allah
swt.

1. “Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan
semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain,
dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang
ditentukan".
QS. Al Baqarah (2) ; 36.

2. “Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi
sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat
mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".
QS. Al A’raaf (7) ; 24.

3. “Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu
menjadi musuh bagi sebagian yang lain.”
QS. Thaahaa (20) ; 123.

4. Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik hari yang di dalamnya matahari terbit adalah hari
jum’at. Pada hari itu N. Adam diciptakan, pada hari itu pula ia dimasukkan syurga, dan pada
hari itu pula ia dikeluarkan dari syurga.”
HR. Muslim dari Abu Hurairah ra.

13. N. Adam as bertobat.

N. Adam as menyesali perbuatannya dan memohon ampun kepada Allah swt.
                                         Al Islam 8


1. “Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima
taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
QS. Al Baqarah (2) ; 37.

2. “Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami
termasuk orang-orang yang merugi".




                                      BAITUSSALAM
QS. Al A’raaf (7) ; 23.

14. Kisah Qabil dan Habil.

Qabil dan Habil adalah putra N. Adam as. Qabil iri hati dengan Habil sehingga Habil di
bunuh oleh Qabil.

1. “Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang
sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang
dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku
pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari
orang-orang yang bertakwa".
"Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-
kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku
takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam."
"Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan
dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah
pembalasan bagi orang-orang yang zalim."
”Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab
itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.”
”Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk
memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat
saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti
burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia
seorang di antara orang-orang yang menyesal.”
QS. Al Maidah (5) ; 27-31.

15. Wafatnya N. Adam as.

N. Adam as wafat pada usia 1000 tahun, 43 tahun ketika tinggal di syurga dan 957 tahun
ketika di bumi. (Hanya Allah dan Rasul Nya yang mengetahui)

1. Syaikh Ibnu Katsir didalam kitabnya “Qishashul Anbiyaa” mengatakan,
                                          Al Islam 9


“Ketika N. Adam as akan meninggal dunia pada hari Jum’at, N. Adam sempat berwasiat
kepada putranya yaitu Syits (pemberian Allah). Ibnu Dhamurah as Sa’adi ra menceritakan,
“Aku pernah melihat seorang Syaikh di Madinah berbicara, lalu kutanyakan kepada beberapa
orang mengenai orang tersebut. Maka mereka menjawab: “Dia adalah Ubay bin Ka’ab.” Dia
(Ubay bin Ka’ab) berkata: “Sesungguhnya ketika akan meninggal dunia, N. Adam as berkata
kepada anak-anaknya, “Hai anak-anakku, aku ingin sekali buah-buahan dari syurga. Maka
mereka pergi mencari buah-buahan itu. Kemudian mereka ditemui oleh para malaikat yang


                                        BAITUSSALAM
membawa balsam dan kain kafan. Sedang mereka membawa kapak, parang dan golok. Maka
para malaikat itu berkata, “Hai anak-anak Adam, hendak kemana kalian dan apa yang kalian
cari?” “Bapak kami sedang sakit dan beliau ingin buah-buahan dari syurga.” Jawab mereka.
“Pulanglah kalian, sesungguhnya bapak kalian telah mendapatkannya.” Sahut para malaikat
itu. Kemudian para malaikat datang ketempat N. Adam. Ketika melihat mereka, Siti Hawa
pun mengetahui (bahwa mereka adalah para malaikat). Kemudian Siti Hawa berlindung
kepada N. Adam. Maka N. Adam berkata, “Menjauhlah dariku,sesungguhnya aku datang
sebelum dirimu. Karena itu, menjauhlah dari hadapanku dan malaikat Rabb ku. Selanjutnya
para malaikat itu mencabut nyawanya, lalu memandikan, mengafani, dan mengolesinya
dengan wewangian. Setelah itu mereka menggali liang lahat, dan mengerjakan shalat jenazah
untuknya. Selanjutnya mereka memasukkannya kedalam liang lahat dan menguburnya. Lalu
para malaikat berkata, “Hai anak-anak Adam, demikian inilah aturan untuk kalian.”
Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad dalam kitab “Zawaa’idul Musnad”,
Ath Thabrani dalam kitab “Al Ausath”, Ibnu Sa’ad dalam kitab “Ath Thabaqaat”, Ibnu Jarir
dalam kitab “Taariikhul Umam wal Muluuk” dan Ibnu Asakir dalam kitab “Tarikh
Damasyqa” dari Ubay bin Ka’ab ra.

2. Syaikh Ibnu Katsir didalam kitabnya “Qishashul Anbiyaa” mengatakan, “ada hadits dari
Abdullah bin Abbas ra dan Abu Hurairah ra , bahwa umur N. Adam as ditulis di Lauhul
Mahfuzh yaitu seribu tahun.”

3. Syaikh Ibnu Jarir didalam kitabnya “Taarikhul Umam wal Muluuk” mengatakan umur N.
Adam as 1000 tahun, 43 tahun ketika N. Adam as tinggal di syurga dan 957 tahun ketika N.
Adam as tinggal di bumi.

4. Di dalam kitab Taurat, N. Adam disebutkan hidup selama 930 tahun. Hitungan itu
berdasarkan hitungan tahun syamsiyah, sedangkan menurut hitungan tahun qamariyah 930
tahun sama dengan 957 tahun, ditambah dengan waktu N. Adam tinggal di syurga selama 43
tahun maka berjumlah 1000 tahun.
Wallaahu a’lam. Hanya Allah dan Rasul Nya yang mengetahui kebenarannya.



                                        -----------




                                      BAITUSSALAM
D:\Cover blkg.jpg

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:14
posted:5/29/2012
language:
pages:11