Docstoc

Kebijakan_Fiskal.ppt

Document Sample
Kebijakan_Fiskal.ppt Powered By Docstoc
					      KEBIJAKAN
        FISKAL


Sampurna Budi Utama, Ak., ME
       Kuliah XIV: Public Finance - STAN
                                           1
John Maynard Keynes

                                - Bapak Kebijakan Fiskal
                                Dunia/ Stimulus Fiskal
                                - Judul Buku:
                                The General Theory of
                                Employment, Interest and
                                Money (1936)



“Dalam sistem pasar bebas, penggunaan tenaga kerja penuh tidak
  selalu tercipta dan diperlukan usaha dan kebijakan pemerintah
 untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan
                 pertumbuhan ekonomi yang teguh”
                                   PENGERTIAN
Penggunaan APBN untuk mencapai
beberapa tujuan ekonomi makro
seperti tingkat kesempatan kerja
penuh, pertumbuhan ekonomi jangka
panjang yang berkelanjutan, dan
stabilitas tingkat harga.
Dalam rangka mendorong kinerja
ekonomi, kebijakan fiskal dapat
berupa :
   a.   Tax cut (kesinambungan beban pajak)
   b.   Spending increase (kenaikan belanja pemerintah)
                                                          3
                                      TUJUAN DAN
                                        FUNGSI
Tujuan Kebijakan Fiskal
Mencapai atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya:
 Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
 Memperluas lapangan kerja dalam rangka mengurangi pengangguran dan
 menanggulangi kemiskinan.
 Menstabilkan harga-harga barang, khususnya mengatasi inflasi.

Fungsi APBN sebagai piranti kebijakan fiskal
Sebagai rencana kerja dan keuangan tahunan Pemerintah, APBN
mengemban fungsi:
 Otorisasi : sebagai dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja negara
 Perencanaan : sebagai pedoman untuk merencanakan kegiatan
 Pengawasan : sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian antara pelaksanaan
                  dengan ketentuan.
                                                                         4
                Stabilitas Harga vs
                Kesempatan Kerja


                  Terdapat trade-off
                  antara kebijakan
                  stabilisasi harga
                  dengan penyediaan
                  kesempatan kerja dan
                  pengurangan
                  pengangguran.
Kurva Phillip
                                         5
Jenis-Jenis Inflasi …1

               Inflasi Inti: komponen inflasi yang
               cenderung menetap atau
               persisten (persistent component)
               di dalam pergerakan inflasi dan
               dipengaruhi oleh faktor
               fundamental, seperti:
                 • Interaksi permintaan-
                   penawaran
                 • Lingkungan eksternal: nilai
                   tukar, harga komoditi
                   internasional, inflasi mitra
                   dagang
                 • Ekspektasi Inflasi dari
                   pedagang dan konsumen
                                                 6
Jenis-Jenis Inflasi …2

          Inflasi non Inti: komponen inflasi yang
          cenderung tinggi volatilitasnya karena
          dipengaruhi oleh selain faktor fundamental.
          Komponen inflasi non inti. terdiri dari:

           • Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food) :
            Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh
            shocks (kejutan) dalam kelompok bahan
            makanan seperti panen, gangguan alam,
            atau faktor perkembangan harga
            komoditas pangan domestik maupun
            perkembangan harga komoditas pangan
            internasional.

           • Inflasi Komponen Harga yang diatur
             Pemerintah (Administered Prices) :
             Inflasi yang dominan dipengaruhi oleh
             shocks (kejutan) berupa kebijakan harga
             Pemerintah, seperti harga BBM
             bersubsidi, tarif listrik, tarif angkutan, dll.   7
Determinan Inflasi

 Inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation),
 dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi.
      Faktor-faktor terjadinya cost push inflation dapat disebabkan oleh
      depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-
      negara partner dagang, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur
      pemerintah (administered price), dan terjadi negative supply shocks
      akibat bencana alam dan terganggunya distribusi.
     Faktor penyebab terjadi demand pull inflation adalah tingginya
     permintaan barang dan jasa relatif terhadap ketersediaannya. Dalam
     konteks makroekonomi, kondisi ini digambarkan oleh output riil yang
     melebihi output potensialnya atau permintaan total (agregate demand)
     lebih besar dari pada kapasitas perekonomian.
     faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dan
     pelaku ekonomi dalam menggunakan ekspektasi angka inflasi dalam
     keputusan kegiatan ekonominya. Ekspektasi inflasi tersebut apakah
     lebih cenderung bersifat adaptif atau forward looking.
                                                                                8
Dampak Pengendalian
      Inflasi
   Kestabilan inflasi merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang
   berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan
   kesejahteraan masyarakat. Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada
   pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak
   negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.
      Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat
      akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan
      akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah
      miskin.
      Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian
      (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.
      Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan
      menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi,
      dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan
      ekonomi.
      Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat
      inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi
      tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.
                                                                                    9
  Kaitan Kebijakan Fiskal
 Dengan Kebijakan Moneter
Pada awalnya, instrumen
yang lazim digunakan untuk
menciptakan stabilitas
perekonomian adalah
kebijakan moneter melalui:
   Tight money policy
   Easy money policy
Saat ini, koordinasi yang baik
antara kebijakan fiskal dan
moneter menjadi sangat
penting untuk menciptakan
stabilitas dalam
perekonomian.
                                 10
Contoh Koordinasi Kebijakan
    Fiskal dan Moneter




                              11
KEBIJAKAN FISKAL,
 DALAM PRAKTEK:
    APBN 2009




   Sumber data: DJA-Kemenkeu
                               12
                                  Proses Pengambilan
                                  Kebijakan Fiskal (APBN)
                                                    DPR

Masalah           Kajian
            (dasar dan pilihan)     Kebijakan

                                                   Eksekutif



  DPR            Hearing            Keputusan


                                                   APBN
Eksekutif        Hearing            Keputusan



                                   Pelaksanaan /
                                    Dasar Legal
                            FOKUS DARI ALOKASI
                           ANGGARAN NEGARA 2009

Mendukung pelaksanaan tema pembangunan 2009 yaitu: PENINGKATAN
KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN KEMISKINAN.

Mendukung sasaran Pembangunan tahun 2009, yaitu :

     Mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6%
     Menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 12% -14%
     Menurunkan tingkat pengangguran menjadi 7,0% - 8,0%

Mendukung Prioritas RKP 2009:
    Peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan.
    Percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya
    tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian,
    infrastruktur, dan energi.
    Peningkatan upaya anti korupsi, reformasi birokrasi, serta pemantapan
    demokrasi, pertahanan dan keamanan dalam negeri.

                                                                            14
                              KEBIJAKAN FISKAL 2009



Di bidang Pendapatan Negara, antara lain :
  Pemberian pajak ditanggung pemerintah (DTP) : PPh panas bumi
  dan bunga obligasi internasional, PPN minyak goreng, PPN BBM
  bersubsidi, PPN impor (PDRI) dan bea masuk impor (PDRI).
  Amandemen UU PPN

Di bidang Belanja Negara, antara lain :

  Peningkatan stimulus melalui pembangunan infrastruktur
  Pengalokasian anggaran subsidi yang lebih tepat sasaran untuk
  menjaga stabilitas harga dan perlindungan kesejahteraan
  masyarakat
  Perlindungan sosial, diantaranya melalui pendidikan, kesehatan,
  dan PNPM
  Peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan pensiunan
                                                                    15
Asumsi Ekonomi Makro, APBN 2009


                 INDIKATOR               2009 (APBN)


 a. Produk Domestik Bruto (Triliun Rp)          5.327,5
 b. Pertumbuhan Ekonomi (%)                         6,0
 c. Inflasi (%) y-o-y                               6,2
 d. Tingkat Bunga SBI 3 bulan (%)                   7,5
 e. Nilai Tukar (Rp/US$1)                       9.400,0
 f. ICP (US$/barel)                               80,0
 g. Produksi Minyak (MBCD)                       0,960
                                                          16
Ringkasan
APBN 2009




            17
PERKEMBANGAN KRISIS GLOBAL




                             18
                                    Kondisi Perekonomian Global
                                    Masih Mengalami Perubahan
                                    …..




Maret 2007     September 2007      Maret 2008       April 2008     September 2008




Oktober 2008       Nopember 2008           Januari 2009          Februari 2009
                                                                                 19
      Penciutan Nilai Aset Beberapa Lembaga
      Keuangan Dunia Sangat Drastis …..
           Nilai Pasar - January 20th 2009, $Bn
           Nilai Pasar - per Q2 2007, $Bn
                                                                           BNP
                RBS                                                       Paribas                       UBS
                          Deutsche      Credit    Societe      Barclays               Unicredit
 Morgan         120         Bank       Agricole   Generale                                               116
                                                                             108
 Stanley                                                         91                     93
                               76                    80
                                            67
     49
                4.6
    16                        10.3          17       26          7.4        32.5        26               35


                                                   Citigroup                                       HSBC

                                                                                                  215
                                                      255                 JP Morgan

                                                                            165
                Goldman
                              Santander
                 Sachs
Credit Suisse
                                 116
                   100
      75


      27                         64                                          85                   97
                   35                                 19



                                                                                                               20
                               PHK dan Pengangguran meningkat
                               dari waktu ke waktu….

                                             Tingkat Pengangguran di US dan
Pengangguran di Inggris mencapai 1,92 juta   UK Meningkat Tajam ……
Pengangguran di Spanyol naik dari 13% ke
16%.                                                                  Unemployment Rate (%)
Penggangguran di Perancis meningkat dari
7,9% menjadi 10%.                            US
Beberapa perusahaan mengurangi pegawai:                                                           Des 2007
                                             UK
Citigroup mengurangi 52.000 pegawai                                                               Nop 2008
Bank of America mengurangi 35.000                 0   1   2   3         4         5           6    7         8
pegawai
Nissan Motor Inggris mengurangi 1.200
pegawai
Microsoft mengurangi 5.000 pegawai
Motorola mengurangi 4.000 pegawai
Sony mengurangi sebesar 18.000 pegawai
Honda mengurangi 3.000 pegawai
                                                                  The Economist 22 Januari 2009          21
                     Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia
                     terus direvisi menurun......
                                            Pertumbuhan PDB Global (%)
                                        J an -08         O c t -08      N ov -08            J an -09
                World                       4.4              3.0            2.2                0.5
                US A                        1.8              0.1           -0.7                -1.6
                E urope                     1.9              0.2           -0.7                -2.0
                J apan                      1.7              0.5           -0.2                -2.6
                C hina                     10.0              9.3            8.5                6.7
                India                       8.2              6.9            6.3                5.1
                AS E AN -5                  6.2              4.9            4.2                2.7

         10                                                                                                    10
                8
                                                                                                               8
P ers en, yoy




                6                 .
                                                                                                               6
                4
                                                                                                               4
                2
                                                                                                               2
                0

           -2       2000   2001          2002     2003   2004   2005     2006      2007      2008       2009   0
                                      World                            Adv anced economies
           -4                                                                                                  -2
                                      Euro area                        Emerging and dev eloping economies
                                      ASEAN-5                                                                  22
   Prospek Ekonomi Indonesia 2009




Dark, Long &
Winding Road….
                                23
       Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi oleh para Analis
       Lembaga Keuangan mengalami koreksi dari
       waktu ke waktu
 Lem baga Keuangan   Mei 08   Sep 08   Des 08   Jan 09
Danareksa Securities      5,9      5,9      5,6      4,8
HSBC Economics            5,3      4,9      4,9      3,8
Bank Danamon              6,3      6,3      4,3      4,3
JP Morgan Chase           5,2      4,7      4,2      4,2
Nomura                    4,8      4,5      4,5      3,6
Global Insight            6,0      5,7      4,3      4,3
Citigroup                 6,3      5,8      3,8      3,8
Standard Chartered        6,2      6,2      4,5      4,5
Bahana Securities         6,2      6,2      5,4      4,8
Asia Devt Bank            6,2      6,2      5,5      5,5
World Bank                6,4      6,2      4,4      4,4
IMF                       6,3      6,3      5,5      3,5
Consensus (Mean)          5,9      5,7      4,7      4,3
                                                       24
       Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan
       ekonomi th 2009 menjadi 4,0% - 5,0%

8%                                                      Pertumbuhan PDB                  24%
            PDB   Konsumsi RT     Ekspor   Investasi
                                            6.3%       6.2%      6.0%
6%                5.7%          5.5%
     5.0%                                                                  5.0%          16%
                                                                                  4.0%
4%

                                                                                         8%
2%


0%                                                                                       0%
        2004         2005          2006         2007     2008*      2009     2009*


• Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 2009 ke 4,0% - 5,0%, pertumbuhan konsumsi
  RT diharapkan 4,7%, kisaran pertumbuhan ekspor adalah 0 – 5 % tergantung pada
  perkembangan perdagangan dan pertumbuhan dunia
• Jika proyeksi pertumbuhan ekspor 0% mengakibatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi
  sedikit atas 4%, jika 5% maka proyeksi pertumbuhan ekonomi di atas 4,5%
                                                                                          25
                                       PHK di beberapa Industri
                                              Domestik
         Dam pak Kr is is Global Di Bidang Hubungan Indus tr ial*

                                                                   Sales Januari 2009
         Lainnya**        2124                            40%
                                                                                              30%
                                                          30%
   Industri Sepatu        1314                            20%
                                                          10%
                                                                   Tekstil   Kendaraan
    Pertambangan          2118                             0%
                                                          -10%                              Makanan
                                                          -20%
        Perkayuan                   7036                            -20%
                                                          -30%
                                                          -40%
         Elektronik                        9640           -50%                 -40%


    Industri Kertas                               12783

      Perkebunan                                                 17884

Tekstil dan Garmen                                                                           28562

                      0     10000    20000        30000          40000       50000          60000

      PHK     Rencana PHK        Dirumahkan       Rencana Dirumahkan                     Total



 Sd. Januari 2009, PHK 24.790 Orang.
 PHK terbesar terjadi di industri tektil dan garmen (15258), elekrtronik
 (2940), pertambangan (1411), industri sepatu (1314), perkayuan (1271),
 dan industri kertas (1179)
                                                    Data PHK, Sumber : Depnakertrans                  26
  PAKET KEBIJAKAN
STIMULUS FISKAL 2009




                       27
                         LATAR BELAKANG

Krisis ekonomi global telah mempengaruhi
perekonomian Indonesia secara signifikan, dalam
bentuk:
   Penurunan ekspor
   Penurunan tingkat produksi
   Penurunan pertumbuhan ekonomi
   Peningkatan pengangguran dan kemiskinan
Negara-negara lainnya seperti China, Australia, Jepang,
Hongkong, New zealand, negara-negara ASEAN juga
terpengaruh krisis global.
Untuk meminimalkan efek negatif dari krisis ekonomi
global, Pemerintah dan DPR sepakat untuk merumuskan
langkah penyesuaian melalui program stimulus fiskal.

                                                          28
        Perbandingan Besaran Stimulus Fiskal 2009

        Stimulus Fiskal di Beberapa Negara
% PDB
                                                0
3.0

2.5
                                               -2    -1                                      -1
                                                                               -1,4               -1,7
2.0
                                                          -2,5                        -2,5
1.5                                          % -4                -3,1                                    -2,9
                                                                                                                -3,5
1.0
                                                                        -4,8
0.5                                            -6
0.0
                                               -8
                                                    Indonesia    Malaysia      Philippines Thailand      Vietnam

                                               2009 2009 Forecast



                                                             Negara-negara ASEAN
      Stimulus fiskal di beberapa
                                                             melakukan koreksi defisit
      negara mencapai di atas 1%
                                                             karena penerimaan turun &
      PDB
                                                             program stimulus fiskal
                                                                                                                   29
                   Kebijakan Stimulus Fiskal di Beberapa Negara

 Stimulus Fiskal                    Bentuk                                                    Negara
Insentif            1. Penurunan tarif PPh Badan           Brazil, Australia, China, Jepang, Kanada, Prancis, Indonesia, Jerman,
Perpajakan                                                 Italia, Inggris, Rusia, Argentina, Belanda, Amerika Serikat
                    2. Penurunan tarif PPh Orang Pribadi   Brazil, Australia, China, Jepang, Kanada, Prancis, Indonesia, Jerman,
                                                           Italia, Inggris, Rusia, Argentina, Amerika Serikat

                    3. Penghapusan Pajak Ekspor            Indonesia, Argentina, China, Jerman
                    4. Penurunan tarif Pajak Kendaraan     Argentina, China, Jerman
                    5. Fasilitas PPh UKM                   Indonesia, Inggris
                    6. Penurunan tarif PPN                 Inggris, China, Italia
Belanja             1. Belanja Infrastruktur               Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Australia, Arab Saudi,
                                                           Argentina, China, Jepang, Prancis, Inggris, Italia, Mexico, Taiwan,
                                                           Swiss, Thailand, Singapura

                    2. Subsidi Industri                    Rusia, Brazil
                    3. Subsidi BBM dan Energi              Indonesia, Malaysia, Mexico, Swiss, China
                    4. Subsidi Properti                    China, India, Australia, Inggris
                    5. Tunjangan Rumah Tangga/cash         Australia, Jepang, Italia, China, Indonesia
          ,         6. Tunjangan PHK, BLK                  Jepang, Indonesia
                    7. Subsidi Listrik, Air, Pariwisata    Thailand
                       Subsidi Transportasi

                    8. Konservasi Energi                   China,
                    9. Subsidi Kredit UKM                  Korea Selatan, Jerman, Hungaria, Inggris
                    10. Subsidi pendidikan dan kesehatan   Amerika Serikat, Singapura, Inggris, Indonesia                        30
                              TUJUAN KEBIJAKAN
                               STIMULUS FISKAL

1. Mempertahankan kesejahteraan masyarakat (daya beli) a.l.
   melalui : penurunan tarif pajak PPh OP, kenaikan PTKP,
   kenaikan gaji PNS/TNI Polri/Guru/Dosen/
   Pensiunan/Tunjangan Veteran, peningkatan alokasi belanja
   sosial dan subsidi langsung ke RTS dalam APBN 2009
2. Memperbaiki daya saing dan daya tahan sektor usaha a.l.
   Melalui : penurunan tarif PPh Badan, pemberian fasilitas
   DTP untuk bea masuk, PPh pasal 21 dan 25, dan PPN,
   subsidi energi dan air bersih, PMN dalam rangka KUR
3. Menangani dampak PHK melalui peningkatan anggaran
   belanja infrastruktur (termasuk PNPM).

                                                              31
                       POKOK-POKOK KEBIJAKAN
                       STIMULUS FISKAL 2009 (1)


1. Anggaran
   a.   Stimulus fiskal sebesar Rp 73,3 T, terdiri dari
        stimulus keringanan perpajakan dan kepabeanan
        (Rp. 56,4 T), serta stimulus belanja negara dan
        pembiayaan (Rp. 17,0 T)
   b.   Defisit APBN 2009 meningkat dari 1% PDB
        menjadi 2,5% PDB
   c.   Kenaikan defisit dibiayai dari:
         1) SILPA 2008
         2) Pembiayaan utang dari penarikan pinjaman
            siaga
         3) Tambahan pinjaman program                     32
                                   POKOK-POKOK KEBIJAKAN
                                   STIMULUS FISKAL 2009 (2)


a. Penetapan Kriteria Program/kegiatan
 1) Menciptakan lapangan kerja yang signifikan,
 2) Hasilnya seketika dan dapat diselesaikan dalam tahun 2009,
 3) Memenuhi sasaran Inpres Nomor 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program
    Ekonomi 2008-2009
 4) Harus melengkapi sistem jaringan infrastruktur agar lebih efisien,
 5) Merupakan bagian dari Program/Kegiatan rencana strategis
    pembangunan 2009
 6) Kegiatan sudah memiliki desain atau dapat menyiapkan desain secara
    cepat
 7) Kegiatan tersebut sudah tidak tersangkut dengan masalah tanah.
 8) Dipastikan dapat diserap pada tahun 2009.

                                                                         33
                                POKOK-POKOK KEBIJAKAN
                                STIMULUS FISKAL 2009 (3)


2. Administratif
   b.   Penalti :
        Anggaran stimulus yang tidak berhasil direalisasikan oleh
        Kementerian negara/Lembaga, propinsi, dan kabupaten/ kota
        akan menjadi faktor pengurang bagi alokasi anggaran tahun
        2010.

   c.   Pelaporan :
         1)   Program stimulus fiskal disampaikan dalam laporan
              pelaksanaan APBN semester I 2009
         2)   Pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan stimulus fiskal
              APBN 2009 dilaporkan dalam LKPP 2009


                                                                            34
                Instrumen Stimulus Fiskal 2009
                        TOTAL  Rp 73,3 T (1,3% PDB)
Dalam UU APBN 2009 stimulus fiskal lebih banyak bersifat tax cut, sementara dalam
dokumen stimulus fiskal lebih banyak bersifat spending increase.
Dalam UU APBN 2009 (Rp 56,3 T) :
 1.   Penghematan Pembayaran Pajak (Tax Saving)
          Tarif PPh Badan dan Orang Pribadi serta kenaikan PTKP  Rp. 43 T (0,8% PDB),
          melalui penurunan tarif PPh sesuai dengan amandemen UU PPh
 2.   Subsidi Pajak-BM/DTP kepada dunia usaha/RTS  Rp. 13,3 T
          PPN eksplorasi Migas, Minyak goreng
          Bea Masuk Bahan Baku & Barang Modal
          PPh Karyawan, realokasi dari DTP PPN
          PPh Panas Bumi

Tambahan pada UU APBN 2009 (Rp 17,0 T)
 3. Subsidi + Belanja Negara pada Dunia Usaha/Lap. Kerja

        Penurunan harga Solar (Subsidi Solar)
        Diskon beban puncak Listrik Industri
        Tambahan Belanja Infrastruktur, KUR & BLK
        Perluasan PNPM
                                                                                   35
                     Stimulus Untuk Peningkatan Daya Beli
                        Masyarakat, 2009 (miliar rupiah)

                      Uraian                     Alokasi

A. Perpajakan                                    24.500,0
   1. Penurunan Tarif PPh Non Migas              13.500,0
      - Penurunan tarif PPh OP (35% → 30%) dan
        perluasan lapisan tarif
   2. Peningkatan PTKP menjadi Rp15,8 juta       11.000,0

B. Belanja Subsidi                                1.350,0
  1. Subsidi Pajak (DTP)                          1.000,0
     - PPN Minyak Goreng                             800,0
     - PPN Bahan Bakar Nabati (BBN)                  200,0
  2. Subsidi Non Pajak                             350,0
     - Obat Generik                                 350,0

     Jumlah Stimulus                             25.850,0
                                                             36
                                  Stimulus untuk Peningkatan
                               Daya Saing dan Daya Tahan Usaha
                                         (miliar rupiah)

                            Uraian                             Alokasi

A. Perpajakan                                                  18.500,0
   1. Penurunan Tarif PPh Non Migas                            18.500,0
      - Penurunan tarif PPh Badan (30% → 28%) dan Perusahaan
        masuk bursa → tarif 5% lebih rendah
B. Belanja Subsidi                                             16.472,8
   1. Subsidi Pajak (DTP)                                      12.300,0
      - Bea Masuk Industri                                       2.500,0
      - PPN Eksplorasi Migas                                     2.500,0
      - PPh Panas Bumi                                             800,0
      - PPh Pasal 21                                             6.500,0
  2. Subsidi Non Pajak                                           4.172,8
     - Penurunan Harga Solar Rp300/liter                          2.779,9
     - Diskon tarif listrik untuk industri                        1.377,9
     - Subsidi bunga bagi Perusahaan Air Bersih                      15,0
C. Pembiayaan                                                     500,0
   - PMN kepada Askrindo dan Jamkrindo                             500,0
  Jumlah Stimulus                                               35.472,8
                                                                            37
Stimulus Fiskal Untuk Peningkatan Infrastruktur Padat Karya
       STIMULUS FISKAL UNTUK PENINGKATAN INFRASTRUKTUR PADAT KARYA
                             (dalam miliar rupiah)
(miliar rupiah)

No.                                            PROGRAM                                       Alokasi

 I    Belanja Kementerian/Lembaga (K/L                                                        11.215,0
      1.   Pembangunan Infrastruktur bidang Pekerjaan Umum                                     6.601,2
      2.   Pembangunan Infrastuktur Bidang Perhubungan                                         2.198,8
      3.   Pembangunan Infrastuktur Bidang Energi                                               500,0
      4.   Pembangunan Infrastuktur Bidang Perumahan Rakyat                                     400,0
      5.   Pembangunan Infrastruktur dan Perumahan Khusus                                        100,0
      6.   Pembangunan dan Rehabilitasi Infrastruktur Jalan Usaha Tani dan Irigasi tingkat
           usaha tani                                                                           650,0
      7.   Pembangunan Infrastruktur Pasar                                                       315,0
      8.   Peningkatan pelatihan Bidang Ketenagakerjaan                                         300,0
      9.   Pembangunan Infrastruktur Bidang Kesehatan                                            150,0

 II   Belanja Non-K/L                                                                            721,5

       1. Revitalisasi dan rehabilitasi gudang komoditi primer di daerah sentra produksi         120,0
       2. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM)                                        601,5

           JUMLAH                                                                            11.936,5

                                                                                                         38
REALISASI 2008
    DAN
OUTLOOK 2009


                 39
              Indikator Ekonomi Makro 2008 – 2009



                                                 2008                           2009

                                        APBN-P                                     Kebijakan
                                                                                  Kesepakatan
             URAIAN                      2008
                                                        Realisasi    APBN
                                                                                     Panja
                                                                                   Stimulus


a. Produk Domestik Bruto (milliar Rp)     4.484,4          4.954,0    5.327,5           5.487,6
b. Pertumbuhan ekonomi (%)                    6,4              6,1        6,0               4,5
c. Inflasi (%) y-o-y                          6,5            11,1         6,2               6,0
d. Tingkat bunga SBI 3 bulan (%)              7,5              9,3        7,5               7,5
e. Nilai tukar (Rp/US$1)                  9.100,0          9.691,1    9.400,0          11.000,0
f. Harga minyak (US$/barel)                 95,0             96,8       80,0               45,0
g. Produksi minyak (MBCD)                  0,927            0,931      0,960             0,960


                                                                                                  40
                          Realisasi 2008 dan Proyeksi 2009
                                (dalam miliar rupiah)
                                                    2008                            2009

                         URAIAN                            Realisasi 31                    Kebijakan
                                                                                           Kesepakatan
                                          APBN-P                             APBN
                                                            Desember                          Panja
                                                                                           Stimulus

A. PENDAPATAN NEGARA DAN HIBAH                895,0                981,8       985,7           848,6
  I.  PENERIMAAN DALAM NEGERI                 892,0                979,5       984,8           847,6
      1. PENERIMAAN PERPAJAKAN                609,2                658,7       725,8           661,8
      2. PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK        282,8                320,9       258,9           185,9
  II. HIBAH                                     2,9                  2,3         0,9             0,9

B. BELANJA NEGARA                             989,5                985,1      1.037,1          988,1
  I.   BELANJA PEMERINTAH PUSAT               697,1                692,5       716,4           685,0
       -  Belanja K/L                         290,0                264,8       322,3           333,5
       -  Belanja Non K/L                     407,0                427,7       394,1           351,5
  II. TRANSFER KE DAERAH                      292,4                292,6       320,7           303,1
C. KESEIMBANGAN PRIMER                             0,3              85,3        50,3            (28,9)
D. SURPLUS DEFISIT ANGGARAN (A - B)           (94,5)                 (3,3)      (51,3)         (139,5)
   % Defisit Terhadap PDB                      (2,1)                (0,1)        (1,0)           (2,5)
E. PEMBIAYAAN (I + II)                         94,5                 55,4        51,3           139,5
  I. PEMBIAYAAN DALAM NEGERI                  107,6                 74,6        60,8           109,5
  II. PEMBIAYAAN LUAR NEGERI (neto)           (13,1)               (19,2)       (9,4)          (14,5)
  III. TAMBAHAN PEMBIAYAAN UTANG                0,0                  0,0         0,0            44,5
  KELEBIHAN/(KEKURANGAN) PEMBIAYAAN                0,0              52,1          0,0             0,0



                                                                                                    41
           Pendapatan Negara dan Hibah, 2008 – 2009
                     (dalam miliar rupiah)
                                                                2008                          2009

                            URAIAN                                     Realisasi 31
                                                                                                     Kebijakan
                                                                                                     Kesepakatan
                                                      APBN-P                           APBN
                                                                        Desember                        Panja
                                                                                                      Stimulus

I.    PENERIMAAN DALAM NEGERI                             892,0                979,5     984,8           847,6
      1. PENERIMAAN PERPAJAKAN                            609,2                658,7     725,8           661,8
         a. Penerimaan DJP                                480,9                494,1     647,9           587,8
            1) Pajak Penghasilan                          305,0                327,5     357,4           319,6
               - PPh Non-Migas                            251,4                250,5     300,7           280,8
               - PPh Migas                                 53,6                 77,0      56,7            38,8
            2) Pajak pertambahan nilai                    195,5                209,6     249,5           233,6
            3) Pajak bumi dan bangunan                     25,3                 25,4      28,9            23,9
            4) BPHTB                                        5,4                  5,6       7,8             7,2
            5) Pajak lainnya                                3,4                  3,0       4,3             3,5
           b. Penerimaan DJBC                              74,7                 87,6      78,0            73,9
              1) Cukai                                     45,7                 51,3      49,5            54,4
              2) Bea masuk                                 17,8                 22,8      19,2            17,2
              3) Bea Keluar                                11,2                 13,5       9,3             2,4
      2.   PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK                  282,8                320,9     258,9           185,9
           a. Penerimaan SDA                              192,8                222,9     173,5           103,7
              1) SDA Migas                                182,9                211,5     162,1            92,0
                2) Non Migas                                   9,8              11,4      11,4            11,7
           b. Bagian Laba BUMN                             31,2                 29,1      30,8            26,1
              i. Pertamina                                 16,0                  0,0      16,0            12,5
              ii. Non Pertamina                            15,2                  0,0      14,8            13,7
           c.   PNBP Lainnya                               53,7                 65,7      49,2            50,6
                 - Pend. Bersih Hasil Penjualan BBM         0,0                  1,2       0,0             4,1
           d. Pendapatan BLU                                5,1                  3,2       5,4             5,4
II.   HIBAH                                                    2,9               2,3       0,9             0,9

                          JUMLAH                          895,0                981,8     985,7           848,6
                                                                                                            42
                              Belanja Negara, 2008 – 2009
                                 (dalam miliar rupiah)
                                                             2008                      2009

                                                                                              Kebijakan
                             URAIAN                             Realisasi 31                  Kesepakatan
                                                    APBN-P                      APBN
                                                                 Desember                      Stimulus
                                                                                                 Panja


I.    BELANJA PEMERINTAH PUSAT                          697,1           692,5     716,4           685,0

      A.   Belanja K/L                                  290,0           264,8     322,3           333,5
      B.   Belanja Non K/L                              407,0           427,7     394,1           351,5

      1.   Belanja Pegawai                              123,5           112,8     140,2           140,2
      2.   Belanja Barang                                67,5            55,2      91,7            91,7
      3.   Belanja Modal                                 79,1            72,7      72,0            72,0
      4.   Pembayaran Bunga Utang                        94,8            88,6     101,7           110,6
           i. Utang Dalam Negeri                         65,8            59,9      69,3            70,1
           ii. Utang Luar Negeri                         29,0            28,7      32,3            37,8
           iii. Tambahan Bunga Pembiayaan                 0,0             0,0       0,0             2,7
      5.   Subsidi                                      234,4           275,3     166,7           123,5
           a.l. - BBM                                   126,8           139,1      57,6            24,5
                - Listrik                                60,3            83,9      46,0            42,5
      6.   Belanja Hibah                                  0,0             0,0       0,0             0,0
      7.   Bantuan Sosial                                59,7            56,9      79,0            79,0
      8.   Belanja Lain-Lain                             38,0            31,0      65,1            56,8
      9.   Stimulus Fiskal                                0,0             0,0       0,0            11,2
           - Realokasi stimulus dari KUR dan ASEI         0,0             0,0       0,0             1,5
           - Tambahan Stimulus Fiskal                     0,0             0,0       0,0             2,0
II.   TRANSFER KE DAERAH                                292,4           292,6     320,7           303,1
      1.   Dana Perimbangan                             278,4           278,9     297,0           279,3
           a. Dana Bagi Hasil                            77,7            78,6      85,7            68,1
           b. Dana Alokasi Umum                         179,5           179,5     186,4           186,4
           c. Dana Alokasi Khusus                        21,2            20,8      24,8            24,8
      2.   Dana Otonomi Khusus dan Peny.                 14,0            13,7      23,7            23,7

      JUMLAH                                            989,5           985,1    1.037,1          988,1
                                                                                                          43
                                    Pembiayaan, 2008 – 2009
                                      (dalam miliar rupiah)
                                                                        2008                            2009


                         URAIAN                                                Realisasi 31                    Kesepakatan
                                                                                                               Kebijakan
                                                             APBN-P                              APBN
                                                                                Desember                          Panja
                                                                                                               Stimulus


D. SURPLUS DEFISIT ANGGARAN (A - B)                              (94,5)                  (3,3)     (51,3)          (139,5)
      % Defisit Terhadap PDB                                      (2,1)                 (0,1)       (1,0)            (2,5)

E. PEMBIAYAAN (I + II)                                                94,5               55,4       51,3           139,5
   I.   PEMBIAYAAN DALAM NEGERI                                    108                    75         60,8          109,5
        1. Perbankan dalam negeri                                (11,7)                (11,7)       16,6            65,8
        2. Non-perbankan dalam negeri                            119,3                  86,3        44,2             43,7
           a. Penerimaan Privatisasi                               0,5                   0,1         0,5              0,5
           b. Hasil Pengelolaan Aset                               2,4                   2,8         2,6              2,6
           c. Surat Berharga Negara (neto)                       117,8                  85,9        54,7             54,7
           d. Dana Investasi Pemerintah dan Rest. BUMN            (2,8)                 (2,5)      (13,6)           (14,1)
              a.l - PMN untuk Jamkrindo dan askrindo (KUR)         0,0                   0,0         0,0             (0,5)
   II. PEMBIAYAAN LUAR NEGERI (neto)                             (13,1)                (19,2)       (9,4)           (14,5)
        1. Penarikan Pinjaman LN (bruto)                          48,1                  44,0        52,2             57,6
           a. Pinjaman Program                                    26,4                  29,6        26,4             31,9
           b. Pinjaman Proyek                                     21,8                  14,4        25,7             25,7
        2. Pembyr. Cicilan Pokok Utang LN                        (61,3)                (63,2)      (61,6)           (72,1)
   III. TAMBAHAN PEMBIAYAAN UTANG                                  0,0                   0,0         0,0             44,5
   KELEBIHAN/(KEKURANGAN) PEMBIAYAAN                                  0,0               52,1         0,0              0,0

                                                                                                                        44

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:212
posted:5/29/2012
language:
pages:44