Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

SUMBER-SUMBER AJARAN DASAR AGAMA ISLAM

VIEWS: 223 PAGES: 5

									SUMBER-SUMBER AJARAN DASAR AGAMA ISLAM

Al-Quran merupakan kitab suci umat Islam, dan menurut pendapat salah satu para ahli bahwa
Al-Quran merupakan kitab suci yang didalamnya sudah dijelaskan mengenai system
perekonomian, politik, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan lain-lain, sehingga tidak ada
sesuatu apapun yang terlupakan olehnya.

Pengertian Al-Quran adalah, secara etimologis, kata al-quran mengandung arti bacaan yang
dibaca. Lafadz al-Quran berbentuk isim mashdar dengan isim ma’ful. Adapun pengertian al-
Quran secara terminologis dapat dipahami dari pandangan beberapa tokoh berikut ini :

   1. Menurut al-Zuhaili
      Al-Quran adalah kalam Allah yang mu’jis yang diturunkan kepada nabi Muhammad
      yang tertulis dalam mashahif merupakan ibadah dala membacanya
   2. Shubhi al-Shalih
      Al-Quran adalah kalam Allah yang mu’jis yang diturunkan kepada nabi saw, yang
      tertulis dalam mashahif, yang diriwayatkan secara mutawatirdan merupakan ibadah
      dalam membacanya.
   3. Al-Shabuni
      Al-Quran adalah kalam Allah yang mu’jis yang diturunkan kepada nabi terakhir
      melalui al-amin jibril yang tertulis dalam mashahif yang diriwayatkan kepada kita
      secara mutawatir.

Bila dilakukan analisis secara krisis, ada kelemahan yang inheren pada rumusan definisi
masing-masing di atas, maka dapat ditegaskan bahwa al-Quran adalah aklamullah yang
mu’jis, yang diturunkan kepada Muhammad dengan melalui jibril. Dengan lafadz Arab, yang
ditulis dalam mashahif, yang membacanya sesuatu ibadah, dan diriwayatkan secara
mutawatir.

Ada unsur unsur pokok yang mutlak terkandung dalam Al-Quran adalah:

   1. AL-Quran adalah kalamullah yang bersifat mu’jis.
   2. AL-Quran adalah kitab suci yang khusus diturunkan kepada nabi Muhammad
   3. Metode pemwahyuan AL-Quran mesti melalui jibril
   4. AL-Quran berbahasa arab
   5. AL-Quran adalah kalamullah yang eksistensinya sudah tertuliskan dalam mushaf
   6. AL-Quran merupakan kalamullah yang membacanya saja sudah dinilai sebagai
      ibadah
   7. AL-Quran merupakan kalamullah yangperiwayatannya secara mutawatir



AL-Quran diturunkan Allah kepada Muhammad dalam rentang waktu yang sekitar 23 tahun,
periode mekah selama 13 tahun dan sisanya 10 tahun adalah periode madinnah. Jumlah ayat
AL-Quran seluruhnya ada 144, dan disepakati bahwa 86 dari jumlah itu merupakan surat
makiyah dan 38 merupakan surat madayinah.

Sedangkan ajaran yang berkaitan dengan hidup bermasyarakat dan bernegara terkandung
dalam ayat-ayat madayinah, yakni ayat ayat AL-Quran yang diturunkan pada paska hijrah
nabi Muhammad ke madinnah. Karena pada masa itu keberadaan umat Islam sudah
merupakan suatu tatanan masyarakat yang sudah memiliki wilayah, rakyat , pemerintahan,
angkatan perang dan lembaga-lembaga lainnya. Ayat ayat madinnah berjumlah sekitar 1456
buah, hanya perlu ditegsakan bahwa tidak semua ayat madinnah mengandung ketentuan
hukum tentang hidup kemasyarakatan umat islam, aada juga sebagian kecil yang berbicara
mengenai keimanan.

Di dalam AL-Quran belum ditetapkan sistem kenegaraan, perekonomian, keuangan, hidup
bermasyarakat, perindustrian, pertanian dan sebagainya yang harus ditegakkan oleh umat
islam. Yang ditetapkan AL-Quran hanya dasar-dasar da patoakn umum semata.



AL-Quran merupakan satu satunya kitab suci yang yang terpelihara otentisitasnya. Dalam
surat al-Hijr ayat 9 Allah menyatakan sendiri jaminan atas keaslian AL-Quran. Ayat tersebuat
memuat janji Allah untuk menjaga otentisitas AL-Quran. Hanya saja dalam aktivitas
pemeliharaannya itu, Tuhan menuntut kepada manusia agar ikut berperan didalamnya. Lebih
jauh dari itu setiap muslim juga dituntut untuk senantiasa berusaha bisa mengungkapkan
bukti-bukti otentisitas AL-Quran itu. Karena para orientalis selalu berusaha untuk mencari
celah kelemahan AL-Quran. Untuk menunjukan bukti-bukti otentisitas tersebut dapat
dipergunakan berbagai pendekatan yakni dengan melihat ciri ciri dan sifat dari AL-Quran itu
sendiri, melihat aspek kesejarahannya serta memperhatikan pengakuan-pengakuan dari para
pemikir non muslim terhadap kebenaran AL-Quran itu sendiri..



Posisi AL-Quran dalam studi keislaman :

Tak ada khilaf sedikitpun dikalangan umat islam, bahkan AL-Quran adalah landasan pokok
bagi syari’at islam. Darinya diambil pokok-pokok syariat dan cabang-cabangnya,
daripadanya diambil dalil-dalil syar’i. Dengan demikian AL-Quran adalah landasan kully
bagi syariat islam dan pengumpul segala umumnya.dalam hal ini bearti AL-Quran
mempunyai kedudukan tinggi dalam berhujjah, dan mutlak bersifat pasti. Dengan demikian ,
AL-Quran dalam urutan keranga dalil-dalil hukum atau sumber ajaran islam adalah
menempati kedudukan yang paling tinggi . dalam kaitan ini maka AL-Quran mempunyai
fungsi sebagai dasar pokok yaitu sebagai alat kontrol atau alat ukur menegnai apakah dalil-
dalil huum yang lebih rendah sesuai atau tidak dengan ketenyuan-ketentuan AL-Quran ?
apabila ternyata ditemukan adanya ketidak sesuaian atau bahkan bertentangan, maka
kekuatan hukum itu tidak sah dan tidak diberlakukan.

Pengertiana dariapad sunnah adalah sebagai berikut ini : ubtuk menyebut apa yang berasal
dari nabi Muhammad setidaknya ada dua istilah populer dikalangan masyarakat islam yakni
al-sunnah dan al-hadith. Ditinjau dari sudut kebahasaannya kata al-sunnah dan al-hadith
memiliki arti yang berbeda . al-hadith secara bahasa bearti al-jadid, antonim dari kata al-
qadim. Sedangkan kata al-sunnah bearti al-thariqah baik yang terpuji maupun yang tercela.
Pemaknaan al-sunnah seperti ini didasarkan kepada sabda nabi berikut :



       “ Barang siapa mengadakan atau membuat sunnah yang terpuji maka baginya
       pahala sunnah itu dan pahala orang lain yang mengamalkannya hingga hari kiamat.
       Dan barang siapa menciptakan sunnah yang buruk naka baginya dosa diatas sunnah
       yang buruk itu dan menanggung dosa orang yang mengikutinya hingga hari kiamat”
       (muttafaq ‘alaih)


Sebagian ulama mengidentikan antara hadith dengan sunnah, sedangkan sebagian lainnya
membedakan keduanya. Para ahli hadith atau muhaddisun pada umumnya mengidentikan
pengertian hadith dan sunnah. Mereka medefinisikan sunnah dengan rumusan seperti ini :



       “ segala sesuatu yang dinukil dari Nabi Muhammad SAW baik berupa perkataan,
       perbuatan, taqrir, sifat moral, sifat khalqiyah ataupun perjalanan hidupnya sejak
       sebelum diangkat menjadi rasul



Menurut ulama ushul, hadis dan sunah merupakan dua istilah yang berlainan pengrtiannya.
Pengertian sunnah adalah :

“ Segala sesuatu yang datang dari Nabi saw selain al-Quran al-Karim, baik berupa perkataan,
perbuatan atau taqrir yang bisa dijadikan sebagai dasar menetapkan hukum syara.”

Pengertian sunnah diatas adalah mencakup semua riwayat yang bersumber dari rassulullah
selain AL-Quran, yang wujudnya berupa perkataan, perbuatan dan taqrir beliau yang dapat
dijadikan dalil hukum syar’i pengertian sunnah menurut ulama ushul lebih sempit dengan
dibandingkan dengan ulama hadis.
 RINGKASAN TUGAS
   AGAMA BAB 5


  SUMBER-SUMBER
AJARAN DASAR AGAMA
       ISLAM
NAMA : NOVRICO RINASTI G
NIM : 11.11.5207

								
To top