undang-undang-psikologi-pendidikan by allubsi

VIEWS: 43 PAGES: 2

									Undang Undang Psikologi Pendidikan
METODE PENELITIAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
METODE PENELITIAN YANG DIGUNAKAN DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN Metode ObservasiObservasi
merupakan teknik paling mendasar dalam teknik penilaian non testing. Observasi akan menghasilkan data yang
merangsang dilakukanya hipotesis tentative tentang individual dan meyakinkan hipotesis yang lain.Observasi
yang efektif melalui pengamatan secara jelas, sadar dan selengkap mungkin tentang perilaku individu
sebenarnya dlam keadaan tertentu.Pentingnya Observasi adalah kemampuan dalam menentukan factor-faktor
awal mula perilaku dan kemampuan untuk melukiskan secara akurat reaksi individu yang diamati dalam kondisi
tertentu. Observasi mungkin perlu dilakukan dalam jangka waktu tertentu untuk menentukan sejauh mana
beberapa factor yang kecil sesuai dengan desain yang lebih besar.Pengumpulan data melalui observasi
langsungatau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa
ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik
mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut memiliki kriteria sebagai berikut:Pengamatan di gunakan untuk
penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang
telah direncanakan.Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan secara proporsiumum dan
bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.Pengamatan dapat dicek dan di kontrol atas
validitas dan reabilitasnya.Metode WawancaraInterview atau sering disebut juga wawancara mempunyai definis
suatu proses komunikasi interaksional antara dua pihak. Cara pertukaran yang digunakan adalah cara verbal
dan nonverbal ...
 Read More
makalah komunikasi dalam pendidikan
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah                     Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya
hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial,
karena bahwa manusia itu adalah sebagai makluk social, di antara yang dengan yang lainnya saling
membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain
tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok
pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang
dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Dalam kenyataannya bahwa proses
komunikasi itu tidak selama lancar , hal terjadi dikarenakan kurangnya memperhatikan unsur-unsur yang
mestinya ada dalam proses komunikasi. Dari uraian tersebut, bahwa dalam komunikasi itu perlu diperhatikan
mengenai unsure-unsur yang berkaitan dengan proses komunikasi, baik itu oleh komunikator maupun oleh
komunikan, dan juga bahwa komunikator harus memahami dari tujuan komunikasi. Pendidikan merupakan suatu
aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu negara. Dalam penyelenggaraan
pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan
dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran. Dalam konteks penyelenggaraan ini, guru
dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dan berpedoman pada seperangkatn
aturan dan rencana tentang pendidikan ...
Read More
Permasalahan Pendidikan Dasar Di Indonesia
ANGGARAN PENDIDIKAN Dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat (4) secara tegas dinyatakan: "Negara
memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara
serta dari anggaran dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional."
Menurut definisi yang berlaku umum, anggaran pendidikan adalah keseluruhan sumber daya baik dalam bentuk
uang maupun barang, yang menjadi input dan dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan pendidikan.
Segenap sumber daya tersebut bisa berupa investasi untuk pembangunan prasarana dan sarana (gedung
sekolah, ruang kelas, kantor, perpustakaan, laboratorium), biaya operasional, penyediaan buku dan peralatan,



                                                    1/2
serta gaji guru. Setiap komponen sumber daya berkaitan langsung dengan keberlangsungan pelayanan
pendidikan sehingga harus dihitung sebagai satu kesatuan pembiayaan pendidikan. Namun kewajiban konstitusi
pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN dan APBD belumlah dipenuhi
sepenuhnya hingga saat ini. Buktinya APBN Tahun 2008 yang telah disahkan pada Rapat Paripurna DPR
menetapkan alokasi anggaran pendidikan hanya 12 persen. Dalam RAPBN 2008, alokasi untuk anggaran
pendidikan hanya sebesar 12 %, jauh di bawah ketentuan UUD 1945 Pasal 31 ayat (4) dan UU No. 20 tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa anggaran pendidikan sebesar 20 persen. Formulasi anggaran
pendidikan 20% kemudian dirumuskan oleh Pemerintah dan DPR dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas, bahwa
gaji pendidik ...
Read More




                                                   2/2

								
To top