PANDANGAN IMAM MALIK DAN MEDIS TENTANG PERBEDAAN AID DENGAN ISTIHADAH by deconan

VIEWS: 33 PAGES: 1

									PANDANGAN IMAM MALIK DAN MEDIS TENTANG PERBEDAAN AID
DENGAN ISTIHADAH

Undergraduate Theses from JIPTIAIN / 2009-11-02 16:52:07
Oleh : Isti Auliawati , Pustakawan IAIN Sunan Ampel
Dibuat : 2009-11-02, dengan 9 file

Keyword : IMAM MALIK, AID DENGAN ISTIHADAH

ABSTRAK


Skripsi ini berjudul "Pandangan Imam Malik dan Medis Tentang Perbedaan H}aid dan
Istih}ad}ah". Fokus dalam penelitian ini adalah membandingkan pendapat Imam Malik
dan medis tentang h}aid dan istih}ad}ah. Lebih lanjut skripsi ini menganalisis persamaan
dan perbedaan pandangan Imam Malik dan medis tentang h}aid dan istih}ad}ah.

Skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis komparatif. Analilis
komparatif digunakan untuk menyelidiki persamaan dan perbedaan pada pandangan
Imam Malik dan medis tentang h}aid dan istih}ad}ah.

Hasil dalam penelitian menyimpulkan bahwa menurut medis dan Malik tidak ada
perbedaan warna antara darah h}aid dan darah istihad}ah atau darah menstruasi dan
darah penyakit. Mengenai batas masa h}aid ada perbedaan spesifikasi batasan masa h}aid
antara Imam malik dan medis. Malik tidak menjelaskan sebab h}aid dan istih}ad}ah
sebagaimana dalam pandangan medis. Hanya saja sebuah h}adis| cukup menjelaskan
penyebab h}aid dan istih}ad}ah dari segi fisik maupun spiritual meskipun secara global.
Dalam konsep Imam Malik terdapat beberapa larangan yang harus dijauhi oleh wanita
yang sedang h}aid diantaranya: s}alat, puasa, memegang al-Qur'an, t}awaf, talak. Yang
mana ketentuan ini berbeda dengan medis. Akan tetapi terdapat satu persamaan larangan
yaitu hubungan suami istri. Baik Imam Malik maupun medis melarang hubungan suami
istri pada waktu h}aid. Sedangkan alasan yang dijadikan dasar dilarangnya hubungan
suami istri berbeda. Imam malik melarang persetubuhan pada waktu h}aid karena ada
larangan mutlak dari al-Qur'an yaitu surat al-Baqarah ayat 222 yang mengharamkan
perbuatan tersebut, sedangkan medis menggunakan alasan kesehatan. Karena menurut
medis persetubuhan yang dilakukan pada waktu haid membahayakan kesehatan baik
suami maupun istri.

Mengingat pentingnya permasalahan h}aid dan istih}ad}ah, maka bagi Setiap wanita
muslimah haruslah memiliki pengetahuan tentang hal itu karena sangat terkait erat
dengan kehidupan mereka, baik yang bersifat keduniawian maupun yang berkaitan
dengan agama.

								
To top