Docstoc

puisi keputusan.docx

Document Sample
puisi keputusan.docx Powered By Docstoc
					Ini bukan pengorbanan...

hanya sebuah keputusanku yang terdengar indah bagi si-naif sepertiku...

sebuah drama yang aku pertontonkan untukku sendiri....




>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>



Aku mengendarai motorku...

setengah jam perjalanan sejauh 40 kilometer...

lalu diam sejenak di jalanan itu dan memperhatikan jam di hapeku...

sebentar lagi dia akan muncul dihadapanku...
gadis itu...

aku telah menunggunya...



Dia datang lebih cepat dari perkiraanku...

meski wajahnya ditutupi helm, aku tahu itu dia...

baju itu...

tubuh itu...

dan geraknya aku telah mengenalnya benar...



Aku menutup wajahku...

berpura-pura motorku dalam keadaan rusak...

sebisa mungkin tak menarik perhatian siapapun...



dan...

seperti dugaanku...

dia melewatiku begitu saja...

tanpa menoleh dan kemudian melewati gerbang itu...

di belakang gerbang itu adalah tempat dia bekerja...



Mungkin aku telah memandanginya selama sepuluh detik...

namun itu adalah waktu yang sangat panjang...

membuatku sangat bahagia...karena dia baik-baik saja...



Hei, aku bukan penguntit...

aku bukan pengecut...
aku bukan pengagum biasa...

aku bukan pemuja rahasia...



Hanya saja, keputusan itu telah kami buat...

tak akan pernah saling mengusik...karena...

keberadaanku disisinya akan membuat hatinya goyah...

keberadaanku dihadapnya akan membuat hari ini semakin rumit...

meski saling menyayangi, dia tak termiliki olehku...



Namun...

cukuplah aku tahu bahwa dia disana...

cukuplah aku memandang sejenak keberadaannya yang membahagiakanku...



Lalu aku pulang kerumah...

menempuh jarak dan waktu yang sama...



Drama itu telah aku selesaikan...

keputusanku yang terdengar indah, bukan?



Tiada hati yang terluka, atau merana...

sebaliknya dadaku terasa hangat hingga aku tiba dirumah...

sebaliknya aku merasa sangat beruntung sekali bisa hidup di bawah langit yang sama
dengannya...



>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Drama itu telah berakhir, sahabatku...

dan ingatlah ini sebagai pengaya hatimu yang indah...



"Tujuan hidup kita di dunia adalah untuk saling membahagiakan...

namun, jika tidak bisa...jangan saling menyakiti...."

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:13
posted:5/23/2012
language:Indonesian
pages:4
Description: puisi keputusan.docx