Peran hormon dalam fertilisasi by 5RtS4h6

VIEWS: 361 PAGES: 25

									Peran hormon dalam
fertilisasi


       Erkadius
Hipotalamus - Hipofisis
 Hormon disekresi di ujung akson dari neuron:
   magnacellular: ke neurohipofisis
          oksitosin, vasopressin (antidiuretic hormone [ADH])
          9 asam amino, beda pada 2 posisi
          diteruskan aliran darah sistemik
     parvicellular: ke eminentia mediana
          GHRH, somatostatin, CRH, LHRH (GnRH), PIF & PRF
          diteruskan aliran darah lokal ke adenohipofisis
Hipotalamus-Neurohipofisis
Hipotalamus-Adenohipofisis
Gonadotropin (LH dan FSH)
 Dihasilkan sel gonadotrof hipofisis anterior
   dirangsang oleh Luteinizing Hormone
    Releasing Hormone (LHRH, GnRH)
   sekresi dipengaruhi mata dan hidung
   stress mengganggu via CRH dan endorfin

 Awal pubertas: LHRH naik, pria-wanita mirip
      gonadotropin ikut naik, pulsus 15 menit
      wanita: frekuensi bervariasi, tiap 1-7 jam
      pria: 8-10 /hari (tiap 2-3 jam)
Gonadotropin merangsang gonad
 Merangsang gonad (testes / ovarium)
   produksi hormon dan sel benih

 FSH: pematangan ovum dan sperma
 LH: produksi hormon
    androgen (testosteron): dari sel interstitium di
     testes dan ovarium
    estrogen (estradiol): sel Sertoli (testes) dan sel
     granulosa (ovarium)
 Mengatur pubertas
Kontrol sekresi
 LHRH (hipotalamus) dan LH (hipofisis):
    dihambat oleh testosteron dan estradiol
           juga: progesteron kronis, prolaktin
      wanita: estradiol kronis menambah respons
       sel gonadotrof terhadap rangsangan LHRH
      progesteron akut merangsang LH, kronis
       menekan LHRH
 FSH (follicle stimulating hormone)
      dihambat oleh: testosteron, estradiol, inhibin
      dirangsang oleh: aktivin (feedback positif)
             DO PAMIN
                           NO REPINEFRIN
             ENDORFIN


                  HIPOTALAM US

                           LHRH


                 ADENOHIPOFISIS

                  FSH             LH
ACTIVIN
                        GONAD
INHIBIN

                  TESTO STERON
                   / ESTRADIO L
ST IMULASI
INHIBISI
Androgen testes
 Pembentukan mulai usia pubertas
   sel interstitium (Leydig) dirangsang LH
   testosteron (>>), dihydrotestosteron,
    androstenedion
   testosteron  dihydrotestosteron pada target.

 Janin laki-laki  bayi usia 10 minggu
      dirangsang oleh hCG dari chorion/plasenta
      membentuk genital pria, menekan wanita
      mendorong penurunan testes (TM III)
Fungsi pada spermatogenesis
 FSH merangsang sel Sertoli
    penyediaan bahan spermatogenesis

 Testosteron + FSH: proses awal
     testosteron: jangka panjang.
 Feedback negatif:
    spermatogenesis gagal → sekresi FSH ↑
    spermatogenesis cepat → sekresi FSH ↓
    inhibin (sel Sertoli) menekan FSH
Sistem reproduksi wanita
 Organ seks primer:
   ovarium: pembentuk ovum
 Organ seks sekunder
   tuba Fallopii: fertilisasi
   uterus: implantasi dan perkembangan embryo
   vagina: menerima sperma dan saluran lahir
 Organ tambahan
   mammae: makanan bayi setelah lahir
Perkembangan ovum
 Folikel primordial: sejak kanak-kanak
    400-500, selapis sel-sel granulosa

 Folikel primer: diameter 2-3 x primordial
     lapisan granulosa bertambah
     dirangsang oleh gonadotropin (usia 9-12 th)
     awal siklus mens (menarche) usia 11-15 th
Folikel vesikularis
 Awal siklus: dari 6-12 folikel primer
   lapisan sel granulosa bertambah
   lapisan theca interna dan theca eksterna

 Sekresi sel granulosa dirangsang FSH
   cairan kaya estrogen, vesikel muncul
   estrogen  reseptor FSH sel granulosa ↑
   estrogen+FSH  reseptor LH sel granulosa ↑
   feed back positif: ovum membesar 3-4 x lagi
Pematangan ovum
 Oosit 1st: di folikel (23 psg kromosom)
 Oosit 2nd: menjelang ovulasi
 Fertilisasi:
    oosit 2nd menjadi ovum matang
    nukleus menjadi pronukleus betina (23 krms)
    sperma menjadi pronukleus jantan (23 krms)

 X –X  perempuan; X-Y  laki-laki
Ovulasi
 Folikel vesikularis: 1 matang, lain atresia
 LH naik 6-10x, FSH naik 2x
      sel granulosa dan theca  progesteron
      produksi estrogen menurun
 Folikel ruptur, ovum keluar:
    dibungkus cairan kental dan
    dikelilingi sel granulosa (corona radiata)

 Sel granulosa dan theca  sel lutein
Korpus luteum
 Sel granulosa  progesteron, estrogen
 Sel theca  androgen dan inhibin
     androgen  estrogen (sel granulosa)
 Feedback negatif ke gonadotropin
 Fungsi sekresi lenyap 12 hari post ovulasi
    berubah menjadi korpus albikans

 Usia diperpanjang oleh hCG
Progesteron
 Pembentukan di korpus luteum
 Fungsi pada uterus dan tuba
      sekresi endometrium persiapan implantasi.
      sekresi tuba untuk nutrisi ovum.
 Terhadap mammae
    perkembangan lobuli dan alveoli
    alveoli proliferasi, membesar, dan sekretori.
    peningkatan cairan di bawah kulit
Human Chorionic Gonadotropin
 Mencegah terjadinya menstruasi
 Sekresi dari sel trofoblast sinsitium
    di darah 8-9 hari setelah ovulasi.
    maks. 10-12 mgg, turun 16-20 mgg, lalu menetap.
    dasar uji kehamilan.

 Mencegah penyusutan korpus luteum
   merangsang sekresi rogesteron dan estrogen
   korpus luteum menyusut minggu 13-17
   estrogen/progesteron dibentuk plasenta:12 minggu

 Merangsang testes janin  testosteron

								
To top