MANFAAT MANAJEMEN BIAYA

Document Sample
MANFAAT MANAJEMEN BIAYA Powered By Docstoc
					                                                                                     BAB 1

                       MANAJEMEN BIAYA :
                        SELAYANG PANDANG

Tujuan Instruksional Khusus :
Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan penggunaan manajemen biaya pada setiap fungsi manajemen dan
   dalam berbagai jenis organisasi, dengan tekanan pada fungsi manajemen stratejik.
2. Menjelaskan konsep obyek biaya dan “cost driver”.
3. Menjelaskan bagaimana lingkungan bisnis kontemporer mempengaruhi manajemen
   biaya.
4. Menjelaskan teknik-teknik manajemen kontemporer dan bagaimana pengaruhnya
   terhadap manajemen biaya.
5. Menggambarkan        lingkungan    profesional    akuntan     manajemen,   yang   meliputi
   organisasi profesi, sertifikasi profesi, dan etika profesi.
6. Memahami prinsip-prinsip dan peraturan etika profesi dan menjelaskan bagaimana
   menerapkan prinsip dan peraturan tersebut.
                                          BAB 1
                     MANAJEMEN BIAYA : SELAYANG PANDANG




MANFAAT MANAJEMEN BIAYA
Informasi manajemen biaya : informasi yang dibutuhkan untuk mengelola secara efektif
perusahaan atau organisasi non laba.
Fokus utama informasi manajemen biaya adalah kemanfaatan dan ketepatan waktu.
Fokus utama laporan keuangan adalah akurasi dalam hal pemenuhan persyaratan
pelaporan.
Informasi manajemen biaya adalah satu konsep yang luas. Informasi ini dibutuhkan para
pengelola untuk mengelola perusahaan secara efektif dalam mencapai tujuan bersama
dalam organisasi. Informasi tersebut meliputi tidak saja informasi keuangan tentang
berbagai biaya dan berbagai keuntungan, tetapi juga meliputi yang sama baik
relevansinya dengan informasi non keuangan, seperti tentang produktifitas, kwalitas,
dan berbagai faktor kunci sukses bagi perusahaan.


Informasi keuangan itu sendiri bisa menyesatkan sebab informasi keuangan tersebut
cenderung untuk memiliki satu focus jangka pendek, apa yang kita hasilkan bulan lalu, ini
sekadar contoh. Untuk sukses bersaing suatu perusahaan harus memfokuskan pada
beberapa faktor yang lebih jangka panjang, seperti peningkatan produk baru dan proses
fabrikasi, kwalitas produk dan loyalitas pelanggan.




EMPAT FUNGSI MANAJEMEN
Informasi manajemen biaya disediakan untuk masing-masing fungsi utama manajemen
yaitu :

1.    Manajemen Strategik

      Merupakan pengembangan posisi kompetitif sehingga keunggulan kompetitif dapat
      menyebabkan kesuksesan yang berkesinambungan. Strategi adalah seperangkat
      tujuan dan rencana tindakan yang spesifik, yang apabila dicapai akan memberikan
      suatu keunggulan kompetitif yang diharapkan.

2.    Perencanaan dan pengambilan keputusan



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                    MANAJEMEN BIAYA
      Meliputi penganggaran dan perencanaan laba, pengelolaan arus kas dan keputusan
      lain yang berkaitan dengan operasi perusahaan.

3.    Pengendalian manajemen dan operasional

      Pengendalian manajemen nerupakan evaluasi terhadap para manajer tingkat
      menengah oleh manajer di atasnya.

      Pengendalian       operasional   berlangsung   ketika    manajer   tingkat   menengah
      memeonitor aktivitas para manajer operasional dan para karyawan.

     4. Penyususunan laporan keuangan
      Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen tunduk pada persyaratan atau
      ketentuan yang berlaku, seperti PSAK.


Manajemen Stratejik dan Manajemen Biaya Stratejik
Manajemen stratejik merupakan pengembangan posisi kompetittif sehingga keunggulan
kompetitif dapat menyebabkan kesuksesan yang berkesinambungan.


Manajemen biaya stratejik merupakan pengembangan informasi manajemen biaya untuk
membantu fungsi manajemen utama, yaitu manajemen stratejik.


Jenis-jenis Organisasi
Informasi manajemen biaya adalah bentuk informasi             yang saling bermanfaat dalam
keseluruhan organisasi : perusahaan bisnis, unit pemerintahan dan organisasi nirlaba.
Berbagai perusahaan bisnis biasanya dikategorikan dengan industri, berbagai kategori
utama menjadi satu bentuk penambahan, fabrikasi dan jasa. perusahaan peralatan
membeli berbagai barang untuk dijual kembali. Para pembeli yang membeli dari para
pembeli yang lain disebut pedagang yang menjual secara langsung pada pelanggan
yang disebut pengecer.


Pemerintah dan Lembaga nirlaba juga menyediakan jasa seperti perusahaan dalam
berbagai industri jasa. Berbagai sumber daya yang disediakan oleh berbagai unit
kepemerintahan dan atau berbagai pihak yang melakukan hal tersebut secara sukarela,
berbagai jasa yang disediakan oleh berbagai organisasi ini sering disebut barang-barang
untuk konsumsi public yang mengindikasikan bahwa tidak ada jenis pasar yang pasti
untuk mereka.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                      Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                         MANAJEMEN BIAYA
Kebanyakan perusahaan dan organisasi menggunakan informasi manajemen biaya.
Contohnya perusahaan fabrikasi menggunakan informasi manajemen biaya untuk
mengelola berbagai biaya produksinya. Mirip dengan itu, berbagai perusahaan pengecer
seperti   Wal-Mart   menggunakan    informasi   manajemen    biaya     untuk   mengelola
penyimpanan , pendistribusian, dan jasa pelayanan kepada pelanggan.


Informasi manajemen biaya digunakan untuk satu variasi dari berbagai cara yang luas.
Apapun urusan perusahaan, satu perusahaan mesti mengetahui biaya untuk berbagai
produk yang baru atau berbagai jasa pelayanan yang baru, biaya untuk membuat
berbagai bentuk peningkatan dari berbagai produk dan berbagai jasa pelayanan yang
sudah ada. Dan biaya untuk menemukan satu cara baru untuk memproduksi produk atau
jasa pelayanan. Informasi manajemen biaya digunakan untuk menekan berbagai harga,
untuk mengubah produk atau jasa layanan yang ditawarkan,untuk meningkatan
keuntungan, untuk memperbaharui berbagai fasilitas fabrikasi dalam ukuran waktu
tertentu dan untuk menekan berbagai metode pemasaran baru atau pendistribusian
kepada berbagai jalur.


Bagi organisasi nirlaba dan berbagai organisasi pemerintah juga mesti memiliki satu
strategi untuk melengkapi misinya dan kepuasan para pelanggannya. Menarik
kebelakangan secara sejarah berbagai unit pemerintah dan berbagai perwakilan
organisasi nirlaba cenderung untuk memfokuskan tanggung jawab mereka untuk
pengeluaran dengan cara yang telah disetujui dibanding dengan melakukan berbagai
cara yang efisien dan efektif. Akan tetapi terlihat secara meningkat berbagai tipe dari
organisasi ini menggunakan manajemen biaya untuk hal yang efisien dan efektif dengan
menggunakan berbagai sumber daya keuangan milik mereka.




OBJEK BIAYA DAN PEMICU BIAYA (COST DRIVER)
Objek biaya adalah hal atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan untuk suatu tujuan
manajemen.
Empat jenis objek biaya :
1. Produk atau kelompok produk yang saling berhubungan
2. Jasa
3. Departemen (teknik, SDM)
4. Proyek



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                  Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                     MANAJEMEN BIAYA
Cost driver merupakan faktor-faktor yang mempunyai efek terhadap perubahan level
biaya total untuk suatu obyek biaya.


LINGKUNGAN BISNIS KONTEMPORER
Lingkungan Bisnis Global
Meningkatnya persaingan lingkungan bisnis global mempunyai arti bahwa kebutuhan
perusahaan terhadap informasi manajemen biaya semakin meningkat supaya mampu
bersaing.
Satu perkembangan yang penting yang mengarahkan dalam berbagai perubahan yang
terlihat nyata pada kondisi pada iklim bisnis kekinian adalah pertumbuhan dari berbagai
pasar dan perdagangan secara internasional. Perusahaan dan organisasi nirlaba, adalah
satu contoh yang baik dengan pemakai dan pengatur, yang keseluruhannya ditimbulkan
secara signifikan dengan pertumbuhan yang cepat dari saling ketergantungan secara
ekonomi dan persaingan yang semakin meningkat dari berbagai Negara yang lain. Para
pengelola dan pelaku dunia usaha mengetahui pentingnya dari kejelasan berbagai
penjualan dan berbagai aktifitas dari produksi diberbagai Negara asing, dan para
penanam modal mengambil keuntungan dari berbagai kesempatan untuk berinvestasi di
berbagai perusahaan asing.


Peningkatan bentuk persaingan yang baik dari kondisi bisnis internasional berarti bahwa
perusahaan membutuhkan peningkatan informasi Pengelolaan biaya tentang melakukan
usaha dan bersaing secara efektif dengan berbagai Negara lain.


LINGKUNGAN BISNIS KONTEMPORER

     Lingkungan bisnis yang dinamis sangat berpengaruh dalam praktek manajemen biaya.
     Perubahan-perubahan tersebut adalah :

1)     Lingkungan bisnis global
       Perkembangan penting yang mendorong perubahan yang meluas dalam lingkungn
       bisnis kontemporer adalah pertumbuhan pasar dan perdagangan internasional.
       Para manajer dan pemilik perusahaan paham akan pentingnya untuk mengejar
       penjualan dan aktivitas produksi di negara lain, juga untuk mengejar manfaat
       melakukan investasi. Meningkatnya persaingan di lingkuangan bisnis global
       mempunyai arti bahwa kebutuhan perusahaan terhadap informasi manajemen biaya
       semakin meningkat supaya mampu bersaing. Perusahaan membutuhkan informasi




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                               Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                  MANAJEMEN BIAYA
       keuangan dan non keuangan tentang bagaimana melakukan bisnis dan bagaimana
       cara bersaing secara efektif.

2)     Teknologi informasi dan pemanufakturan
       Supaya dapat tetap kompetitif dalam menghadapi persaingan global yang semakin
       ketat, perusahaan di seluruh dunia mengadopsi teknologi informasi dan
       pemanufakturan     yang   baru.   Sebagai   contoh   adalah   penggunaan   metode
       persediaan tepat waktu (Just in Time Inventory) untuk mengurangi biaya
       penyimpanan persediaan, dana penggunaan mesin berteknolgi tinggi.

3)     Fokus pada pelanggan

       Perubahan kunci dalam lingkungan bisnis adalah meningkatnya harapan pelanggan
       (customer expectation) terhadap fungsionalitas dan kualitas produk. Akibatnya
       siklus hidup produk (product life cycle) menjadi lebih pendek, sehingga perusahaan
       berusaha untuk menambah model baru dan produk baru secepat mungkin.

4)     Organisasi manajemen
       Organisasi manajemen telah telah berubah dalam merespon perubahan pemasaran
       dan produksi, karena fokusnya adalah kepuasan pelanggan, maka tekanannya telah
       berubah dari ukuran kinerja yang bersifat keuangan dan berbasis laba menjadi
       ukuran kinerja yang berorientasi pada pelanggan, bersifat non keuangan, seperti
       kualitas dan pelayanan.

5)     Pertimbangan-pertimbangan social, politik dan budaya

       Di samping perubahan-perubahan yang ada pada lingkungan bisnis, perubahan
       signifikan juga terjadi pada perubahan lingungan social, politik dan udaya yang
       mempengaruhi bisnis.

       Konsekuensi dari adanya lingkungan yang baru adalah meningkatkan kebutuhan
       perusahaan untuk lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan-perubahan yang
       terjadi.



E.     TEKNIK MANAJEMEN KONTEMPORER

     Para manajer menggunakan teknik berikut ini untuk mengimplementasikan strategi
     perusahaan untuk mencapai keberhasilan. Teknik- teknik itu adalah :

1)     Benchmarking




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                   Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                      MANAJEMEN BIAYA
     Benchmarking merupakan prtoses di mana perusahaan mengidentifikasikan factor
     keberhasilan, mempelajri tentang prkatek-praktek terbaik yang pernah dilakukan
     oleh perusahaan lain dan kemudian mengimplementasikan perbaikan-perbaikan
     dalam proses perusahaan untuk mencapai kinerja yang sama bahkan lebih baik
     dengan para pesaiangnya.

2)   Manajeman Kualitas total (Total Quality Management)

     TQM merupakan teknik di mana manajemen mengembangkan kebijakan-kebijakan
     dan praktek-praktek untuk meyakinkan bahwa produk dan jasa perusahaan
     memenuhi harapan pelanggan. Pendekatan ini meliputi peningkatan :

           functionality (fungsionalitas produk)
           realibility (kehandalan)
           durability (ketahanan)
           serviceability (kemudahan produk untuk diperbaiki)
3)   Continous Improvement

     Continous Improvement (dalam bahasa jepang disebut kaizen) merupakan teknik
     manajemen di mana para manajer dan pekerja setuju terhadap program “continous
     improvement” dalam hal kualitas dan faktor keberhasilan.

4)   Activity-Based Costing dan Activity-Based Management

     Banyak perusahaan dapat memperbaiki perencanaan, penentuan harga pokok
     produk,    pengendalian     operasional   dan   pengendalian    manajemen     dengan
     menggunakan analisis aktivitas untuk mengembangkan gambaran rinci tentang
     aktivitas spesifik yang dilakukan dalam operasi perusahaan.

     Activity-based costing digunakan untuk meningkatkan akurasi analisis biaya dengan
     memperbaiki cara penelusuran biaya ke objek biaya.

     Activity based management menggunakan analisis aktivitas untuk meningkatkan
     pengendalian operasional dan pengendalian manajemen.

5)   Reengineering

     Reengineering merupakan proses untuk menciptakan keunggulan kompettitif di
     mana      perusahaan      mengorganisasikan     kembali     fungsi   organisasi   dan
     manajemennya, seringkali juga menghasilkan pesanan/pekerjaan yang sudah
     dimodifikasi, digabungkan atau dihilangkan.

6)   The Theory of Constraint


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                   Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                      MANAJEMEN BIAYA
      The Theory of Constraint (teori kendala) merupakan teknik stratejik untuk membantu
      perusahaan untuk mengubah bahan menjadi produk secara efektif meningkatkan
      facto keberhasilan.konsep utama dalam TOC adalah throughput, yaitu kemampuan
      perusahaan untuk menghasilkan kas melalui penjualan atau sama dengan
      penjualan dikurangi bahan yang dibutuhkan dalam produk yang terjual. Throughput
      dapat diperbaiki secara langsung dengan meningkatkan kecepatan produk diproses
      sampai dengan dijual.

7)    Mass Customization

      Mass Customization merupakan teknik manajemen di mana pemasaran dan proses
      produksi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menangani meningkatnya
      variasi yang timbul dari pengiriman produk pesanan dan jasa kepada pelanggan.



8)    Target Costing

      Target Costing merupakan teknik manajemen yang menentukan biaya yang
      diharapkan untuk suatu produk berdasarkan harga yang kompetitif, sehingga produk
      tersebut akan dapat memperoleh laba yang diharapkan. Jadi biaya ditentukan oleh
      harga.

9)    Life Cycle Costing Life Cycle Costing

      Merupakan teknik manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasikan dan
      memonitor biaya produk selama siklus hidup produk. Siklus hidup produk meliputi
      tahap-tahap :

      a.   Riset dan pengembangan
      b.   Perancangan produk termasuk membuat prototype dan pengujian
      c.   Produksi/pembuatan, inspeksi, pengepakan dan penggudangan
      d.   Pemasaran, promosi dan distribusi
      e.   Penjualan dan pelayanan.
10)   The Balanced Scorecard

      Untuk menekankan pada pentingnya pengguanaan informasi, baik yang bersifat
      keuangan maupun non keuangan, sekarang seringkali akuntansi melaporkan kinerja
      perusahaan berdasarkan factor-faktor keberhasilan dalam empat dimensi, yaitu :

      a.   Kinerja keuangan




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                   MANAJEMEN BIAYA
     b.    mengukur profiabilitas di antara perusahaan-perusahaan lain, sebagai
           indicator seberapa baik perusahaan memuaskan pemilik dan pemegang
           saham.
     c.    Kepuasan pelanggan
     d.    kepuasan mengukur kualitas, pelayanan dan rendahnya biaya dibandingkan
           dengan perusahaan lain sebagai indicator seberapa baik perusahaan
           memuaskan pelanggan.
     e.    Proses bisnis internal
     f.    mengukur efisiensi dan efektifitas perusahaan dalam produksi dalam
           memoduksi produk dan jasa.
     g.    Inovasi dan pembelajaran
     h.    mengukur      kemampuan      perusahaan      untuk     mengembangkan    dan
           memanfaatkan sumber daya manusia sehingga tujuan perusahaan dapat
           tercapai untuk waktu sekarang dan masa yang akan datang.

ISTILAH- ISTILAH DALAM MANAJEMEN BIAYA


Dalam Manajemen Biaya dikenal istilah-istilah sebagai berikut :
1.   Customer Value (Nilai Pelanggan) : nilai yang ditentukan oleh harga yang mau
     dikorbankan/dibayarkan oleh pelanggan untuk mendapatkan kepuasan atas sutu
     produk atau service.
2.   Cost Management System : rangakaian teknik manajemen biaya yang berfungsi
     secara bersamaan untuk mencapai tujuan organisasi.
3.   Competitive Advantage (Keunggulan Bersaing) : kelebihan/keunggulan perusahaan
     dari perusahaan lain dalammenghasilkan produk/service yang bernilai di mana
     konsumen mau membayar lebih untuk produk/service tersebut.
4.   Bencmarking Technique (Patokan) : teknik untuk menentukan keunggulan
     perusahaan dalam hal produksi, pelayanan, dan operasi dengan membandingkan
     kinerja/standar perusahaan tersebut dengan perusahaan terbaik.
5.   Bencmarking (Patokan) : sebuah standar dalam mengukur keunggulan perusahaan
     dengan perusahaan sejenis / dalam industri yang sama.
6.   Value Chain (Rantai Nilai) : rangkaian operasi yang saling berkaitan / proses yang
     dimulai dengan penyediaan bahan baku dan berakhir dengan penyediaan
     produk/service yang memenuhi nilai pelanggan.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                 Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                    MANAJEMEN BIAYA
7.   Extended Value of Chain : penambahan nilai dengan cara menggunakan organisasi
     / sumber lain dalam melakukan proses penyediaan bahan baku, produksi, distribusi
     dan lain-lain.
8.   Virtual Organization : Organisasi yang hanya berintikan operasi-operasi yang
     penting saja dan yang lainnya bersumber dari luar.
9.   Cost Benefit Analysis : teknik analisa dengan cara menyajikan keuntungan dan
     biaya / kerugian dalam suatu gagasan agar dapat dibandingkan untung – ruginya.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                              Drs. Suharmadi Ak,M.Si,MM
                                                                 MANAJEMEN BIAYA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:846
posted:5/22/2012
language:Malay
pages:10