PAI Lengkap
Document Sample


KATA PENGANTAR
Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Yang telah
memberikan berkat, rahmat, serta karunia-Nya sehingga kami bisa menyusun
karya kecil ini.
Karya kecil ini disusun agar dapat melengkapi tugas mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam. Mengingat Pendidikan Agama Islam sangat penting untuk
diterapkan dan diajarkan pada semua orang. Semoga karya kecil yang kami susun
bermanfaat bagi pembaca nya dan orang-orang yang membutuhkan nya.
Semoga apa yang telah kami kerjakan dapat memenuhi syarat dan bisa bermanfaat
bagi yang lainnya. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.
Indramayu, Februari 2012
Tim Penyusun
Akhlak Terpuji 1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... 1
DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................................................. 3
A. Latar Belakang ......................................................................................... 3
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 3
C. Tujuan Penulisan ...................................................................................... 4
D. Manfaat Penulisan .................................................................................... 4
BAB II
PEMBAHASAN .................................................................................................... 5
A. Pengertian Akhlak .................................................................................... 5
B. Bentuk-Bentuk Akhlak ............................................................................. 5
C. Macam-Macam Akhlak Terpuji ............................................................... 7
D. Ciri-Ciri Orang yang Berakhlak Terpuji ................................................ 10
BAB III
PENUTUP ............................................................................................................ 13
KESIMPULAN ................................................................................................. 13
SARAN ............................................................................................................. 13
Akhlak Terpuji 2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi, perkataan
“akhlak” berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradnya “Khuluqun”
yang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan
“khalkun” yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti
Pencipta dan “Makhluk” yang berarti yang diciptakan.
Pengertian akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu
maka kebiasaannya itu disebut akhlak .Jadi pemahaman akhlak adalah
seseorang yang mengeri benar akan kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam
pergaulan semata – mata taat kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Oleh
karena itu seseorang yang sudah memahami akhlak maka dalam bertingkah
laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan,
bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan
akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.
Dengan demikian memahami akhlak adalah masalah fundamental dalam Islam.
Namun sebaliknya tegak nya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan
seseorang itulah yang dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki akhlak.
Jika seseorang sudah memahami akhlak dan menghasilkan kebiasaan hidup
dengan baik, yakni pembuatan itu selalu diulang – ulang dengan
kecenderungan hati (sadar). Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil
perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan
yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati
dalam kenyataan hidup keseharian. Semua yang telah dilakukan itu akan
melahirkan perasaan moral yang terdapat di dalam diri manusia itu sendiri
sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana
yang jahat, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yang
cantik dan mana yang buruk.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan latar belakang dari
permasalahan sebagai berikut :
1. Pengertian dari akhlak?
2. Apa saja macam-macam dari akhlak terpuji?
3. Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?
Akhlak Terpuji 3
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:
1. Sebagai bentuk penyelesaian tugas Pelajaran Pendidikan Agama Islam.
2. Untuk menjelaskan macam-macam akhlak terpuji yang dianjurkan dan di
ridhoi Allah SWT serta penerapannya di kehidupan sehari-hari.
D. Manfaat Penulisan
Penyusunan berharap makalah ini mampu menambah wawasan pembaca
mengenai akhlak terpuji yang di ridhoi Allah SWT dan Penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari yang mampu menambah iman para pembaca.
Akhlak Terpuji 4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Akhlak
Diterjemah dari kitab Is’af thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq.
Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia
sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani. Dimana dengan
gambaran itulah manusia dibangkitkan di saat hakikat segala sesuatu tampak di
hari kiamat nanti.
Akhlak adalah kata jamak dari khuluk yang kalau dihubungkan dengan
manusia, kata khuluk lawan kata dari kholiq.
Perilaku dan tabiat manusia baik yang terpuji maupun yang tercela disebut
dengan akhlak. Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia
lain, perilaku manusia dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap
lingkungan hidup.
Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan
sehari-hari disebut akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah. Acuhannya
adalah Al-Qur’an dan Hadist serta berlaku universal.
B. Bentuk-Bentuk Akhlak
1. Akhlak Kepada Pencipta
Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta
adalah Taubat. Taubat secara bahasa berarti kembali pada kebenaran.
Secara istilah adalah meninggalkan sifat dan kelakuan yang tidak baik,
salah atau dosa dengan penuh penyesalan dan berniat serta berusaha untuk
tidak mengulangi kesalahan yang serupa. Dengan kata lain, taubat
mengandung arti kembali kepada sikap, perbuatan atau pendirian yang
baik dan benar serta menyesali perbuatan dosa yang sudah terlanjur
dikerjakan.
2. Akhlak Terhadap Sesama
Setelah mencermati kondisi realitas sosial tentunya tidak terlepas berbicara
masalah kehidupan. Masalah dan tujuan hidup adalah mempertahankan
hidup untuk kehidupan selanjutnya dan jalan mempertahankan hidup
hanya dengan mengatasi masalah hidup. Kehidupan sendiri tidak pernah
membatasi hak ataupun kemerdekaan seseorang untuk bebas berekspresi,
berkarya. Kehidupan adalah saling berketergantungan antara sesama
Akhlak Terpuji 5
makhluk dan dalam kehidupan pula kita tidak terlepas dari aturan-aturan
hidup baik bersumber dari norma kesepakatan ataupun norma-norma
agama, karena dengan norma hidup kita akan jauh lebih memahami apa itu
akhlak dalam hal ini adalah akhlak antara sesama manusia dan makhluk
lainnya.
Dalam akhlak terhadap sesama dibedakan menjadi dua macam :
1. Akhlak Kepada Sesama Muslim
Sebagai umat pengikut Rasulullah tentunya jejak langkah beliau
merupakan guru besar umat Islam yang harus diketahui dan patut
ditiru, karena kata rasulullah yang di nukilkan dalam sebuah hadist
yang artinya “sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan
akhlak yang mulia”. Yang dimaksud akhlak yang mulia adalah akhlak
yang terbentuk dari hati manusia yang mempunyai nilai ibadah setelah
menerima rangsangan dari keadaan sosial. Karena kondisi realitas
social yang membentuk hadirnya karakter seseorang untuk menggapai
sebuah keadaan. Contoh nya: ketika kita ingin di hargai oleh orang
lain, maka kewajiban kita juga harus menghargai orang lain,
menghormati orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda,
menyantuni yang fakir karena hal itu merupakan cirri-ciri akhlak yang
baik dan terpuji. Contoh lain yang merupakan akhlak terpuji antar
sesama muslim adalah menjaga lisan dalam perkataan agar tidak
membuat orang lain di sekitar kita tersinggung bahkan lebih
menyakitkan lagi ketika kita berbicara hanya dengan melalui bisikan
halus di telinga teman dihadapan teman-teman yang lain, karena itu
merupakan etika yang tidak sopan bahkan diharamkan dalam islam.
2. Akhlak Kepada Sesama Non Muslim
Akhlak antara sesama non muslim, inipun diajarkan dalam agama
karena siapapun mereka, mereka adalah makhluk Tuhan yang punya
prinsip hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan. Namun sayangnya
terkadang kita salah menafsirkan bahkan memvonis siapa serta
keberadaan mereka ini adalah kesalahan yang harus dirubah mumpung
ada waktu untuk perubahan diri. Karena hal ini tidak terlepas dari
etika social sebagai makhluk yang hidup sosial. Berbicara masalah
keyakinan adalah persoalan nurani yang mempunyai asasi
kemerdekaan yang tidak bias dicampur adukkan hak asasi kita dengan
hak merdeka orang lain, apalagi masalah keyakinan yang terpenting
adalah kita lebih jauh memaknai kehidupan social karena dalam
kehidupan ada namanya etika sosial. Berbicara masalah etika social
adalah tidak terlepas dari karakter kita dalam pergaulan hidup,
Akhlak Terpuji 6
berkarya hidup dan lain-lain. Contohnya bagaimana kita menghargai
apa yang menjadi keyakinan mereka, ketika upacara keagamaan
sedang berlangsung ,mereka hidup dalam minoritas sekalipun.
Memberi bantuan bila mereka terkena musibah atau lagi
membutuhkan karena hal ini akhlak yang baik dalam kehidupan non
muslim.
Setelah menelaah dan memahami akhlak kepada sesama sebagai
kesimpulan nya adalah sesungguhnya dalam kehidupan, kita tidak terlepas
dari apa yang sudah ada dalam diri kita sebagai manusia termasuk salah
satunya adalah akhlak. Karena akhlak adalah salah satu predikat tang
disandang oleh manusia akhlak akan berjalan setelah manusia itu sendiri
berada dalam alam sosial. Baik dan buruknya akhlak kepada sesama
tergantung dari orang menjalani hidup, apakah membentuk karakternya
dengan akal atau dengan hati karena keduanya adalah sumber. Jadi
kesimpulan akhlak antar sesama yaitu sangat dianjurkan selama apa yang
dilakukan punya nilai ibadah .
C. Macam-Macam Akhlak Terpuji
Akhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macam nya, diantaranya adalah
husnuzzan, gigih, berinisiatif, rela berkorban, tatakrama terhadap makhluk
Allah, adil, ridho, amal shaleh, sabar, tawakal, qona’ah, bijaksana, percaya diri,
dan masih banyak lagi.
1. Husnuzzan
Husnuzzan adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking.
Lawan dari kata ini adalah su’uzzan yang artinya berprasangka buruk
ataup negative thinking.
2. Gigih
Gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni
percaya akan hasil positif dalam segala usaha.
3. Berinisiatif
Berinisiatif adalah perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti
mampu berprakarsa melakukan kegiatan yang positif serta menghindarkan
sikap terburu-buru bertindak ke dalam situasi sulit, bertindak dengan
kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah, dan selalu menggunakan nalar
ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.
Akhlak Terpuji 7
4. Rela Berkorban
Rela berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi
sesuatu atau demi seseorang. Semua ini apabila dengan maksud atau
dilandasi niat dan tujuan yang baik.
5. Tatakrama Terhadap Sesama Makhluk Allah SWT
Tatakrama terhadap sesama makhluk Allah SWT ini sangat dianjurkan
kepada makhluk Allah karena ini adalah salah satu anjuran Allah kepada
kaumnya.
6. Adil
Pengertian adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Adil juga
berarti tidak berat sebelah, tidak memihak. Dengan demikian berbuat adil
adalah memerlukan hak dan kewajiban secara seimbang tidak memihak
dan tidak merugikan pihak manapun. Sebagai contoh seseorang yang adil
akan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan kedudukannya, menghukum
orang yang bersalah melakukan tindak pidana, memberikan hak orang lain
sesuai dengan haknya tanpa mengurangi sedikitpun.
7. Ridho
Ridho menurut bahasa artinya rela, sedangkan menurut istilah ridho
artinya menerima dengan senang hati segala sesuatu yang diberikan Allah
SWT. Yakni berupa ketentuan yang telah ditetapkan baik berupa nikmat
maupun saat terkena musibah. Konsep ridho kepada Allah mengajarkan
manusia untuk menerima secara suka rela terhadap sesuatu yang terjadi
pada diri kita. Orang yang mempunyai sifat tidak mudah bimbang, tidak
mudah menyesal ataupun menggerutu atas kehidupan yang diberikan oleh
Allah, tidak iri hati atas kelebihan orang lain, sebab dia berkeyakinan
bahwa semua berasal dari Allah SWT, manusia hanya berusaha. Ridho
bukan berarti menyerah tanpa usaha namanya putus asa. Dan sikap putus
asa tidak dibenarkan dalam agama islam.
8. Amal Shalih
Amal berasal dari bahasa arab yang terbentuk masdar yaitu ya’mal yang
artinya segala pekerjaan atau perbuatan. Sedangkan shalih artinya bagus.
Amal shalih berarti segala perbuatan/pekerjaan yang bagus yang berguna
bagi pribadi, keluarga, masyarakat dan manusia secara keseluruhan.
Kebalikan dari amal shalih adalah amalan sayyi’an atau amal jelek yaitu
perbuatan yang mendatangkan madhorot, baik bagi pelaku maupun orang
lain.
Akhlak Terpuji 8
Secara garis besar amal shalih dapat dibagi dua macam:
1. Amal shalih yang bersifat vertikal, dalam hal ini diwujudkan dalam
bentuk ibadah ritual kepada Allah SWT
2. Amal shalih yang bersifat horisontal yakni segala bentuk aktivitas sosial
kemasyarakatan, bentuk politik yang diniati untuk bekal kehidupan
alam akhirat.
Islam merupakan agama yang sama sekali tidak membedakan nilai ibadah
yang terkandung dalam amal shalih yang bersifat vertikal maupun
horisontal. Karena islam menghendaki umatnya menjadi penganut agama
yang memiliki kedua keshalihan tersebut yaitu keshalihan individual
setelah menunaikan amal shalih vertikal dan sekaligus menjadi anggota
masyarakat yang memiliki keshalihan sosial setelah melakukan amal
shalih horisontal.
9. Sabar
Sabar adalah tahan terdapat setiap penderitaan atau yang tidak disenangi
dengan sikap ridho dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
10. Tawakal
Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi
atau menunggu hasil dari suatu pekerjaan.
11. Qona’ah
Qona’ah adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan
diri dari sifat ketidakpuasan atau kekurangan.
12. Bijaksana
Bijaksana adalah suatu sikap dan perbuatan seseorang yang dilakukan
dengan cara hati-hati dan penuh kearifan terhadap suatu permasalahan
yang terjadi, baik itu terjadi pada dirinya sendiri ataupun pada orang lain.
13. Percaya diri
Percaya diri adalah keadaan yang memastikan akan kemampuan seseorang
dalam melakukan suatu pekerjaan karena ia merasa memiliki kelebihan
baik itu kelebihan postur tubuh, keturunan, status sosial, pekerjaan ataupun
pendidikan.
Akhlak Terpuji 9
D. Ciri-Ciri Orang yang Berakhlak Terpuji
1. Bersifat Menjauhi Dari Melakukan Perkara-Perkara Yang Bersifat
Syubhat
Seorang muslim seharusnya menjauhkan dirinya dari segala perkara yang
dilarang oleh Allah dan juga perkara-perkara yang samar-samar di antara
halal dan haramnya (syubhat).
2. Memelihara Penglihatan
Seseorang muslim itu seharusnya memelihara pandangan daripada melihat
perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah karena pandangan terhadap
sesuatu (yang menarik itu) boleh merangsang syahwat dan boleh
membawa ke kancah pelanggaran dan maksiat. Sehubungan dengan ini Al-
Quranul Karim mengingatkat orang –orang mu’min supaya memelihara
diri dari penglihatan yang tidak memberi faedah.
3. Memelihara Lidah
Seseorang muslim itu seharusnya memelihara lidahnya dari menuturkan
kata-kata yang tidak berfaedah, perbualan-perbualan yang buruk dan kotor,
percakapan-percakapan kosong, mengumpat, mengejek dan mengadu
domba. Imam Nawawi rahimahumullah mengatakan. “ketahuilah, seorang
mukallaf itu sewajarnya menjaga lidahnya dari sembarang percakapan
kecuali percakapan yang menghasilkan kebaikan. Apabila bercakap dan
berdiam diri adalah sama saja hasilnya, maka mengikut sunnah nya adalah
lebih baik berdiam diri karena percakapan yang diharuskan mungkin
membawa kepada yang haram atau makruh. Kejadian demikian telah
banyak berlaku tetapi kebaikan darinya adalah jarang.”
4. Bersifat Pemalu
Bersifat pemalu dalam setiap keadaan. Namun demikian sifat tersebut
tidak seharusnya menghalanginya memperkatakan kebenaran. Di antara
sifat pemalu seseorang ialah ia tidak masuk campur urusan orang lain,
memelihara pandangan, merendah diri, tidak meninggikan suara ketika
berbicara, berasa cukup serta memadai sekedar yang ada dan sifat-sifat
seumpamanya. Diceritakan dari Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam
bahwa baginda adalah seorang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari anak
gadis yang berada di balik tabir.
Berhubung dengan sifat malu ini para ulama’ mengatakan: “Hakikat malu
itu ialah sifat yang menggerakkan seseorang itu meninggalkan kejahatan,
dan menghalanginya dari merebut hak orang lain.
Akhlak Terpuji 10
5. Bersifat Lembut dan Sabar
Di antara sifat-sifat yang paling terlihat yang wajib tertanam di dalam diri
seseorang Muslim ialah, sifat sabar dan berlemah lembut karena kerja-
kerja untuk Islam akan berhadapan dengan perkara-perkara yang tidak
menyenangkan, malah jalan da’wah semestinya penuh dengan kepayahan,
penyiksaan, penindasan, tuduhan, ejekan yang memalukan.
6. Bersifat Benar dan Jujur
Seorang muslim itu mestilah bersifat benar dan tidak berdusta. Berkata
benar sekalipun kepada diri sendiri karena takut kepada Allah dan tidak
takut kepada celaan orang. Sifat dusta adalah sifat yang paling jahat dan
hina malahan ia menjadi pintu masuk kepada tipu daya syaitan. Seorang
yang memelihara dirinya dari kebiasaan berdusta berarti ia memiliki
pertahanan dan benteng yang dapat menghalang dari was-was syaitan dan
lontaran-lontarannya. Berhati-hati dan memelihara diri dari sifat dusta
akan menjadikan jiwa seorang itu mempunyai pertahanan dan benteng
yang kukuh menghadapi hasutan dan tipu daya syaitan. Dengan demikian
jiwa seseorang akan sentiasa bersih, mulia dan terhindar dari tipu daya
syaitan. Sebaliknya sifat dusta meruntuhkan jiwa dan membawa kehinaan
kepada pribadi insan. Lantaran itu Islam mengharamkan sifat dusta dan
menganggap sebagai satu penyakit dari penyakit-penyakit yang dilaknat.
7. Bersifat Rendah Diri
Seseorang muslim seharusnya bersifat tawadhu’ atau merendah diri
khususnya terhadap saudara-saudaranya yang muslim dengan cara tidak
membedakan (dalam memberi layanan) sama ada yang miskin maupun
yang kaya. Rasulullh Sallallahu’alaihiwasallam sendiri memohon
perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat-sifat takbur
(membangga diri).
8. Menjauhi Prasangka Buruk Dan Mengumpat
Menjauhi prasangka buruk dan mengintai-intai keburukan orang lain. Oleh
itu seorang itu mestilah menjauhi sifat-sifat ini karena mematuhi perintah
Allah.
9. Bersifat Pemurah
Seorang muslim mestilah bersifat pemurah, sanggup berkorban dengan
jiwa dan harta benda nya pada jalan Allah. Di antara cara yang dapat
menyingkap kebakhilan seseorang itu ialah dengan cara memintanya
membelanjakan uang karena berapa banyak dari kalangan mereka yang
Akhlak Terpuji 11
berkedudukan, berharta dan berpangkat gugur dari jalan ini, lantaran rakus
terhadap mata benda.
10. Uswatun Hasanah (Suri Teladan Yang Baik)
Selain dari sifat-sifat yang disebutkan di atas, seorang muslim mestilah
menjadikan dirinya contoh ikutan yang baik kepada orang ramai. Segala
tingkah lakunya adalah menjadi gambaran kepada prinsip-prinsip Islam
serta adab-adab nya seperti dalam hal makan minum, cara berpakaian, cara
pertuturan, dalam suasana aman, dalam perjalanan malah dalam seluruh
tingkah laku dan diam nya. Membina diri menjadi suri teladan merupakan
peranan besar yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah saw.
Akhlak Terpuji 12
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia lain, perilaku
manusia dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap lingkungan
hidup.
Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan
sehari-hari disebut akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah.
Akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) ini banyak macam nya, diantaranya
adalah husnuzzan, gigih, berinisiatif, rela berkorban, tata krama terhadap
makhluk Allah, adil, ridho, amal shalih, sabar, tawakal, qona’ah, bijaksana,
percaya diri, dan masih banyak lagi.
Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta
adalah Taubat.
Dengan melakukan perbuatan terpuji, kita juga akan mendapatkan perlakuan
yang terpuji pula dari orang-orang di sekitar kita dan sebaliknya.
SARAN
Biasakan setiap hari berbuat baik kepada diri sendiri, orang lain, dan kepada
sang pencipta.
Berperilaku terpuji akan mendapatkan banyak manfaat yang menguntungkan
bagi kita dan orang-orang di sekitar kita.
Berperilaku terpuji akan menjadikan kita contoh sebagai orang yang baik dan
berguna bagi orang lain. Karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang
berguna dan bermanfaat bagi orang lain.
Akhlak Terpuji 13
Get documents about "