Docstoc

PAI Lengkap

Document Sample
PAI Lengkap Powered By Docstoc
					                           KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Yang telah
memberikan berkat, rahmat, serta karunia-Nya sehingga kami bisa menyusun
karya kecil ini.

Karya kecil ini disusun agar dapat melengkapi tugas mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam. Mengingat Pendidikan Agama Islam sangat penting untuk
diterapkan dan diajarkan pada semua orang. Semoga karya kecil yang kami susun
bermanfaat bagi pembaca nya dan orang-orang yang membutuhkan nya.

Semoga apa yang telah kami kerjakan dapat memenuhi syarat dan bisa bermanfaat
bagi yang lainnya. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.




                                                    Indramayu, Februari 2012



                                                    Tim Penyusun




                                                        Akhlak Terpuji   1
                                                 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................... 1
DAFTAR ISI .......................................................................................................... 2
BAB I
PENDAHULUAN .................................................................................................. 3
   A.        Latar Belakang ......................................................................................... 3
   B.        Rumusan Masalah .................................................................................... 3
   C.        Tujuan Penulisan ...................................................................................... 4
   D.        Manfaat Penulisan .................................................................................... 4
BAB II
PEMBAHASAN .................................................................................................... 5
   A.        Pengertian Akhlak .................................................................................... 5
   B.        Bentuk-Bentuk Akhlak ............................................................................. 5
   C.        Macam-Macam Akhlak Terpuji ............................................................... 7
   D.        Ciri-Ciri Orang yang Berakhlak Terpuji ................................................ 10
BAB III
PENUTUP ............................................................................................................ 13
   KESIMPULAN ................................................................................................. 13
   SARAN ............................................................................................................. 13




                                                                                         Akhlak Terpuji         2
                                  BAB I
                              PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

  Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi, perkataan
  “akhlak” berasal dari bahasa Arab jama’ dari bentuk mufradnya “Khuluqun”
  yang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
  Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan
  “khalkun” yang berarti kejadian, serta erat hubungan ” Khaliq” yang berarti
  Pencipta dan “Makhluk” yang berarti yang diciptakan.

  Pengertian akhlak adalah kebiasaan kehendak itu bila membiasakan sesuatu
  maka kebiasaannya itu disebut akhlak .Jadi pemahaman akhlak adalah
  seseorang yang mengeri benar akan kebiasaan perilaku yang diamalkan dalam
  pergaulan semata – mata taat kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Oleh
  karena itu seseorang yang sudah memahami akhlak maka dalam bertingkah
  laku akan timbul dari hasil perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan,
  bawaan dan kebiasaan dan yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan
  akhlak yang dihayati dalam kenyataan hidup keseharian.

  Dengan demikian memahami akhlak adalah masalah fundamental dalam Islam.
  Namun sebaliknya tegak nya aktifitas keislaman dalam hidup dan kehidupan
  seseorang itulah yang dapat menerangkan bahwa orang itu memiliki akhlak.
  Jika seseorang sudah memahami akhlak dan menghasilkan kebiasaan hidup
  dengan baik, yakni pembuatan itu selalu diulang – ulang dengan
  kecenderungan hati (sadar). Akhlak merupakan kelakuan yang timbul dari hasil
  perpaduan antara hati nurani, pikiran, perasaan, bawaan dan kebiasaan dan
  yang menyatu, membentuk suatu kesatuan tindakan akhlak yang dihayati
  dalam kenyataan hidup keseharian. Semua yang telah dilakukan itu akan
  melahirkan perasaan moral yang terdapat di dalam diri manusia itu sendiri
  sebagai fitrah, sehingga ia mampu membedakan mana yang baik dan mana
  yang jahat, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak berguna, mana yang
  cantik dan mana yang buruk.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan latar belakang dari
  permasalahan sebagai berikut :

  1. Pengertian dari akhlak?
  2. Apa saja macam-macam dari akhlak terpuji?
  3. Bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari?

                                                           Akhlak Terpuji   3
C. Tujuan Penulisan

  Tujuan dari penulisan makalah ini antara lain:

   1. Sebagai bentuk penyelesaian tugas Pelajaran Pendidikan Agama Islam.
   2. Untuk menjelaskan macam-macam akhlak terpuji yang dianjurkan dan di
      ridhoi Allah SWT serta penerapannya di kehidupan sehari-hari.

D. Manfaat Penulisan

  Penyusunan berharap makalah ini mampu menambah wawasan pembaca
  mengenai akhlak terpuji yang di ridhoi Allah SWT dan Penerapannya dalam
  kehidupan sehari-hari yang mampu menambah iman para pembaca.




                                                     Akhlak Terpuji   4
                                  BAB II
                               PEMBAHASAN

A. Pengertian Akhlak

  Diterjemah dari kitab Is’af thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq.
  Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia
  sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani. Dimana dengan
  gambaran itulah manusia dibangkitkan di saat hakikat segala sesuatu tampak di
  hari kiamat nanti.

  Akhlak adalah kata jamak dari khuluk yang kalau dihubungkan dengan
  manusia, kata khuluk lawan kata dari kholiq.

  Perilaku dan tabiat manusia baik yang terpuji maupun yang tercela disebut
  dengan akhlak. Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia
  lain, perilaku manusia dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap
  lingkungan hidup.

  Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan
  sehari-hari disebut akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah. Acuhannya
  adalah Al-Qur’an dan Hadist serta berlaku universal.

B. Bentuk-Bentuk Akhlak

   1. Akhlak Kepada Pencipta
      Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta
      adalah Taubat. Taubat secara bahasa berarti kembali pada kebenaran.
      Secara istilah adalah meninggalkan sifat dan kelakuan yang tidak baik,
      salah atau dosa dengan penuh penyesalan dan berniat serta berusaha untuk
      tidak mengulangi kesalahan yang serupa. Dengan kata lain, taubat
      mengandung arti kembali kepada sikap, perbuatan atau pendirian yang
      baik dan benar serta menyesali perbuatan dosa yang sudah terlanjur
      dikerjakan.

   2. Akhlak Terhadap Sesama
      Setelah mencermati kondisi realitas sosial tentunya tidak terlepas berbicara
      masalah kehidupan. Masalah dan tujuan hidup adalah mempertahankan
      hidup untuk kehidupan selanjutnya dan jalan mempertahankan hidup
      hanya dengan mengatasi masalah hidup. Kehidupan sendiri tidak pernah
      membatasi hak ataupun kemerdekaan seseorang untuk bebas berekspresi,
      berkarya. Kehidupan adalah saling berketergantungan antara sesama


                                                            Akhlak Terpuji   5
makhluk dan dalam kehidupan pula kita tidak terlepas dari aturan-aturan
hidup baik bersumber dari norma kesepakatan ataupun norma-norma
agama, karena dengan norma hidup kita akan jauh lebih memahami apa itu
akhlak dalam hal ini adalah akhlak antara sesama manusia dan makhluk
lainnya.
Dalam akhlak terhadap sesama dibedakan menjadi dua macam :

1. Akhlak Kepada Sesama Muslim
   Sebagai umat pengikut Rasulullah tentunya jejak langkah beliau
   merupakan guru besar umat Islam yang harus diketahui dan patut
   ditiru, karena kata rasulullah yang di nukilkan dalam sebuah hadist
   yang artinya “sesungguhnya aku di utus untuk menyempurnakan
   akhlak yang mulia”. Yang dimaksud akhlak yang mulia adalah akhlak
   yang terbentuk dari hati manusia yang mempunyai nilai ibadah setelah
   menerima rangsangan dari keadaan sosial. Karena kondisi realitas
   social yang membentuk hadirnya karakter seseorang untuk menggapai
   sebuah keadaan. Contoh nya: ketika kita ingin di hargai oleh orang
   lain, maka kewajiban kita juga harus menghargai orang lain,
   menghormati orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda,
   menyantuni yang fakir karena hal itu merupakan cirri-ciri akhlak yang
   baik dan terpuji. Contoh lain yang merupakan akhlak terpuji antar
   sesama muslim adalah menjaga lisan dalam perkataan agar tidak
   membuat orang lain di sekitar kita tersinggung bahkan lebih
   menyakitkan lagi ketika kita berbicara hanya dengan melalui bisikan
   halus di telinga teman dihadapan teman-teman yang lain, karena itu
   merupakan etika yang tidak sopan bahkan diharamkan dalam islam.

2. Akhlak Kepada Sesama Non Muslim
   Akhlak antara sesama non muslim, inipun diajarkan dalam agama
   karena siapapun mereka, mereka adalah makhluk Tuhan yang punya
   prinsip hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan. Namun sayangnya
   terkadang kita salah menafsirkan bahkan memvonis siapa serta
   keberadaan mereka ini adalah kesalahan yang harus dirubah mumpung
   ada waktu untuk perubahan diri. Karena hal ini tidak terlepas dari
   etika social sebagai makhluk yang hidup sosial. Berbicara masalah
   keyakinan adalah persoalan nurani yang mempunyai asasi
   kemerdekaan yang tidak bias dicampur adukkan hak asasi kita dengan
   hak merdeka orang lain, apalagi masalah keyakinan yang terpenting
   adalah kita lebih jauh memaknai kehidupan social karena dalam
   kehidupan ada namanya etika sosial. Berbicara masalah etika social
   adalah tidak terlepas dari karakter kita dalam pergaulan hidup,


                                                   Akhlak Terpuji   6
           berkarya hidup dan lain-lain. Contohnya bagaimana kita menghargai
           apa yang menjadi keyakinan mereka, ketika upacara keagamaan
           sedang berlangsung ,mereka hidup dalam minoritas sekalipun.
           Memberi bantuan bila mereka terkena musibah atau lagi
           membutuhkan karena hal ini akhlak yang baik dalam kehidupan non
           muslim.

      Setelah menelaah dan memahami akhlak kepada sesama sebagai
      kesimpulan nya adalah sesungguhnya dalam kehidupan, kita tidak terlepas
      dari apa yang sudah ada dalam diri kita sebagai manusia termasuk salah
      satunya adalah akhlak. Karena akhlak adalah salah satu predikat tang
      disandang oleh manusia akhlak akan berjalan setelah manusia itu sendiri
      berada dalam alam sosial. Baik dan buruknya akhlak kepada sesama
      tergantung dari orang menjalani hidup, apakah membentuk karakternya
      dengan akal atau dengan hati karena keduanya adalah sumber. Jadi
      kesimpulan akhlak antar sesama yaitu sangat dianjurkan selama apa yang
      dilakukan punya nilai ibadah .

C. Macam-Macam Akhlak Terpuji

  Akhlakul karimah(sifat-sifat terpuji) ini banyak macam nya, diantaranya adalah
  husnuzzan, gigih, berinisiatif, rela berkorban, tatakrama terhadap makhluk
  Allah, adil, ridho, amal shaleh, sabar, tawakal, qona’ah, bijaksana, percaya diri,
  dan masih banyak lagi.

  1. Husnuzzan
     Husnuzzan adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking.
     Lawan dari kata ini adalah su’uzzan yang artinya berprasangka buruk
     ataup negative thinking.

  2. Gigih
     Gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni
     percaya akan hasil positif dalam segala usaha.

  3. Berinisiatif
     Berinisiatif adalah perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti
     mampu berprakarsa melakukan kegiatan yang positif serta menghindarkan
     sikap terburu-buru bertindak ke dalam situasi sulit, bertindak dengan
     kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah, dan selalu menggunakan nalar
     ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.



                                                             Akhlak Terpuji   7
4. Rela Berkorban
   Rela berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi
   sesuatu atau demi seseorang. Semua ini apabila dengan maksud atau
   dilandasi niat dan tujuan yang baik.

5. Tatakrama Terhadap Sesama Makhluk Allah SWT
   Tatakrama terhadap sesama makhluk Allah SWT ini sangat dianjurkan
   kepada makhluk Allah karena ini adalah salah satu anjuran Allah kepada
   kaumnya.

6. Adil
   Pengertian adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Adil juga
   berarti tidak berat sebelah, tidak memihak. Dengan demikian berbuat adil
   adalah memerlukan hak dan kewajiban secara seimbang tidak memihak
   dan tidak merugikan pihak manapun. Sebagai contoh seseorang yang adil
   akan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan kedudukannya, menghukum
   orang yang bersalah melakukan tindak pidana, memberikan hak orang lain
   sesuai dengan haknya tanpa mengurangi sedikitpun.

7. Ridho
   Ridho menurut bahasa artinya rela, sedangkan menurut istilah ridho
   artinya menerima dengan senang hati segala sesuatu yang diberikan Allah
   SWT. Yakni berupa ketentuan yang telah ditetapkan baik berupa nikmat
   maupun saat terkena musibah. Konsep ridho kepada Allah mengajarkan
   manusia untuk menerima secara suka rela terhadap sesuatu yang terjadi
   pada diri kita. Orang yang mempunyai sifat tidak mudah bimbang, tidak
   mudah menyesal ataupun menggerutu atas kehidupan yang diberikan oleh
   Allah, tidak iri hati atas kelebihan orang lain, sebab dia berkeyakinan
   bahwa semua berasal dari Allah SWT, manusia hanya berusaha. Ridho
   bukan berarti menyerah tanpa usaha namanya putus asa. Dan sikap putus
   asa tidak dibenarkan dalam agama islam.

8. Amal Shalih
   Amal berasal dari bahasa arab yang terbentuk masdar yaitu ya’mal yang
   artinya segala pekerjaan atau perbuatan. Sedangkan shalih artinya bagus.
   Amal shalih berarti segala perbuatan/pekerjaan yang bagus yang berguna
   bagi pribadi, keluarga, masyarakat dan manusia secara keseluruhan.
   Kebalikan dari amal shalih adalah amalan sayyi’an atau amal jelek yaitu
   perbuatan yang mendatangkan madhorot, baik bagi pelaku maupun orang
   lain.


                                                      Akhlak Terpuji   8
   Secara garis besar amal shalih dapat dibagi dua macam:
   1. Amal shalih yang bersifat vertikal, dalam hal ini diwujudkan dalam
      bentuk ibadah ritual kepada Allah SWT
   2. Amal shalih yang bersifat horisontal yakni segala bentuk aktivitas sosial
      kemasyarakatan, bentuk politik yang diniati untuk bekal kehidupan
      alam akhirat.
   Islam merupakan agama yang sama sekali tidak membedakan nilai ibadah
   yang terkandung dalam amal shalih yang bersifat vertikal maupun
   horisontal. Karena islam menghendaki umatnya menjadi penganut agama
   yang memiliki kedua keshalihan tersebut yaitu keshalihan individual
   setelah menunaikan amal shalih vertikal dan sekaligus menjadi anggota
   masyarakat yang memiliki keshalihan sosial setelah melakukan amal
   shalih horisontal.

9. Sabar
   Sabar adalah tahan terdapat setiap penderitaan atau yang tidak disenangi
   dengan sikap ridho dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.

10. Tawakal
    Tawakal adalah berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi
    atau menunggu hasil dari suatu pekerjaan.

11. Qona’ah
    Qona’ah adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan
    diri dari sifat ketidakpuasan atau kekurangan.

12. Bijaksana
    Bijaksana adalah suatu sikap dan perbuatan seseorang yang dilakukan
    dengan cara hati-hati dan penuh kearifan terhadap suatu permasalahan
    yang terjadi, baik itu terjadi pada dirinya sendiri ataupun pada orang lain.

13. Percaya diri
    Percaya diri adalah keadaan yang memastikan akan kemampuan seseorang
    dalam melakukan suatu pekerjaan karena ia merasa memiliki kelebihan
    baik itu kelebihan postur tubuh, keturunan, status sosial, pekerjaan ataupun
    pendidikan.




                                                         Akhlak Terpuji   9
D. Ciri-Ciri Orang yang Berakhlak Terpuji

   1. Bersifat Menjauhi Dari Melakukan Perkara-Perkara Yang Bersifat
      Syubhat
      Seorang muslim seharusnya menjauhkan dirinya dari segala perkara yang
      dilarang oleh Allah dan juga perkara-perkara yang samar-samar di antara
      halal dan haramnya (syubhat).

   2. Memelihara Penglihatan
      Seseorang muslim itu seharusnya memelihara pandangan daripada melihat
      perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah karena pandangan terhadap
      sesuatu (yang menarik itu) boleh merangsang syahwat dan boleh
      membawa ke kancah pelanggaran dan maksiat. Sehubungan dengan ini Al-
      Quranul Karim mengingatkat orang –orang mu’min supaya memelihara
      diri dari penglihatan yang tidak memberi faedah.

   3. Memelihara Lidah
      Seseorang muslim itu seharusnya memelihara lidahnya dari menuturkan
      kata-kata yang tidak berfaedah, perbualan-perbualan yang buruk dan kotor,
      percakapan-percakapan kosong, mengumpat, mengejek dan mengadu
      domba. Imam Nawawi rahimahumullah mengatakan. “ketahuilah, seorang
      mukallaf itu sewajarnya menjaga lidahnya dari sembarang percakapan
      kecuali percakapan yang menghasilkan kebaikan. Apabila bercakap dan
      berdiam diri adalah sama saja hasilnya, maka mengikut sunnah nya adalah
      lebih baik berdiam diri karena percakapan yang diharuskan mungkin
      membawa kepada yang haram atau makruh. Kejadian demikian telah
      banyak berlaku tetapi kebaikan darinya adalah jarang.”

   4. Bersifat Pemalu
      Bersifat pemalu dalam setiap keadaan. Namun demikian sifat tersebut
      tidak seharusnya menghalanginya memperkatakan kebenaran. Di antara
      sifat pemalu seseorang ialah ia tidak masuk campur urusan orang lain,
      memelihara pandangan, merendah diri, tidak meninggikan suara ketika
      berbicara, berasa cukup serta memadai sekedar yang ada dan sifat-sifat
      seumpamanya. Diceritakan dari Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam
      bahwa baginda adalah seorang yang sangat pemalu, lebih pemalu dari anak
      gadis yang berada di balik tabir.

      Berhubung dengan sifat malu ini para ulama’ mengatakan: “Hakikat malu
      itu ialah sifat yang menggerakkan seseorang itu meninggalkan kejahatan,
      dan menghalanginya dari merebut hak orang lain.


                                                          Akhlak Terpuji   10
5. Bersifat Lembut dan Sabar
   Di antara sifat-sifat yang paling terlihat yang wajib tertanam di dalam diri
   seseorang Muslim ialah, sifat sabar dan berlemah lembut karena kerja-
   kerja untuk Islam akan berhadapan dengan perkara-perkara yang tidak
   menyenangkan, malah jalan da’wah semestinya penuh dengan kepayahan,
   penyiksaan, penindasan, tuduhan, ejekan yang memalukan.

6. Bersifat Benar dan Jujur
   Seorang muslim itu mestilah bersifat benar dan tidak berdusta. Berkata
   benar sekalipun kepada diri sendiri karena takut kepada Allah dan tidak
   takut kepada celaan orang. Sifat dusta adalah sifat yang paling jahat dan
   hina malahan ia menjadi pintu masuk kepada tipu daya syaitan. Seorang
   yang memelihara dirinya dari kebiasaan berdusta berarti ia memiliki
   pertahanan dan benteng yang dapat menghalang dari was-was syaitan dan
   lontaran-lontarannya. Berhati-hati dan memelihara diri dari sifat dusta
   akan menjadikan jiwa seorang itu mempunyai pertahanan dan benteng
   yang kukuh menghadapi hasutan dan tipu daya syaitan. Dengan demikian
   jiwa seseorang akan sentiasa bersih, mulia dan terhindar dari tipu daya
   syaitan. Sebaliknya sifat dusta meruntuhkan jiwa dan membawa kehinaan
   kepada pribadi insan. Lantaran itu Islam mengharamkan sifat dusta dan
   menganggap sebagai satu penyakit dari penyakit-penyakit yang dilaknat.

7. Bersifat Rendah Diri
   Seseorang muslim seharusnya bersifat tawadhu’ atau merendah diri
   khususnya terhadap saudara-saudaranya yang muslim dengan cara tidak
   membedakan (dalam memberi layanan) sama ada yang miskin maupun
   yang kaya. Rasulullh Sallallahu’alaihiwasallam sendiri memohon
   perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat-sifat takbur
   (membangga diri).

8. Menjauhi Prasangka Buruk Dan Mengumpat
   Menjauhi prasangka buruk dan mengintai-intai keburukan orang lain. Oleh
   itu seorang itu mestilah menjauhi sifat-sifat ini karena mematuhi perintah
   Allah.

9. Bersifat Pemurah
   Seorang muslim mestilah bersifat pemurah, sanggup berkorban dengan
   jiwa dan harta benda nya pada jalan Allah. Di antara cara yang dapat
   menyingkap kebakhilan seseorang itu ialah dengan cara memintanya
   membelanjakan uang karena berapa banyak dari kalangan mereka yang


                                                         Akhlak Terpuji   11
   berkedudukan, berharta dan berpangkat gugur dari jalan ini, lantaran rakus
   terhadap mata benda.

10. Uswatun Hasanah (Suri Teladan Yang Baik)
    Selain dari sifat-sifat yang disebutkan di atas, seorang muslim mestilah
    menjadikan dirinya contoh ikutan yang baik kepada orang ramai. Segala
    tingkah lakunya adalah menjadi gambaran kepada prinsip-prinsip Islam
    serta adab-adab nya seperti dalam hal makan minum, cara berpakaian, cara
    pertuturan, dalam suasana aman, dalam perjalanan malah dalam seluruh
    tingkah laku dan diam nya. Membina diri menjadi suri teladan merupakan
    peranan besar yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah saw.




                                                       Akhlak Terpuji   12
                                  BAB III
                                 PENUTUP

KESIMPULAN

 Akhlak merupakan etika perilaku manusia terhadap manusia lain, perilaku
  manusia dengan Allah SWT maupun perilaku manusia terhadap lingkungan
  hidup.
 Segala macam perilaku atau perbuatan baik yang tampak dalam kehidupan
  sehari-hari disebut akhlakul kharimah atau akhlakul mahmudah.
 Akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) ini banyak macam nya, diantaranya
  adalah husnuzzan, gigih, berinisiatif, rela berkorban, tata krama terhadap
  makhluk Allah, adil, ridho, amal shalih, sabar, tawakal, qona’ah, bijaksana,
  percaya diri, dan masih banyak lagi.
 Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada Pencipta
  adalah Taubat.
 Dengan melakukan perbuatan terpuji, kita juga akan mendapatkan perlakuan
  yang terpuji pula dari orang-orang di sekitar kita dan sebaliknya.

SARAN

 Biasakan setiap hari berbuat baik kepada diri sendiri, orang lain, dan kepada
  sang pencipta.
 Berperilaku terpuji akan mendapatkan banyak manfaat yang menguntungkan
  bagi kita dan orang-orang di sekitar kita.
 Berperilaku terpuji akan menjadikan kita contoh sebagai orang yang baik dan
  berguna bagi orang lain. Karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang
  berguna dan bermanfaat bagi orang lain.




                                                          Akhlak Terpuji   13

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:224
posted:5/22/2012
language:Malay
pages:13