ANALISIS PEMBIAYAAN DAN CARA PERHITUNGAN BAGI HASIL PERBANKAN SYARIAH PADA PRODUK MUDHARABAH Studi Kasus pada PT Bank Muamalat Tbk Cabang Malang abstrak by 21AOJB5

VIEWS: 2,904 PAGES: 2

									                                 RINGKASAN

     Asih Purniyawati, 2008, Analisis Pembiayaan dan Cara Perhitungan Bagi
Hasil Perbankan Syariah pada Produk Mudharabah (Studi Kasus pada PT. Bank
Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Malang), Drs. Darminto, M.Si., Dra. Sri
Mangesti Rahayu, M.Si., 114 Hal + ix.

      Pembiayaan merupakan sumber pendapatan terbesar, sekaligus merupakan
sumber resiko operasi bisnis perbankan yang terbesar. Resiko pembiayaan ini
dapat diperkecil dengan melakukan analisis pembiayaan. PT. BMI Cabang
Malang dalam kegiatan operasionalnya mengumpulkan dana dari masyarakat dan
menyalurkannya kembali dalam bentuk jasa perbankan, salah satunya dalam
bentuk pembiayaan mudharabah. PT. BMI Cabang Malang melakukan
analisis/penilaian terhadap calon nasabah sebagai dasar pertimbangan dalam
pengambilan keputusan pemberian pembiayaan. Penilaian ini dilakukan untuk
meminimalisir resiko ketidakmampuan nasabah dalam mengembalikan pinjaman
tepat pada waktunya. Selain melakukan analisis pembiayaan, bank juga
menetapkan cara perhitungan bagi hasil antara bank dengan nasabah agar tidak
merugikan kedua belah pihak. Cara perhitungan bagi hasil dalam pembiayaan
mudharabah ini cukup detail dan terperinci. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan penilaian kelayakan pengajuan pembiayaan pada produk
mudharabah dan untuk mengetahui penilaian kelayakan pengajuan pembiayaan
tersebut sudah tepat atau belum, serta untuk mendeskripsikan cara perhitungan
bagi hasil perbankan syariah pada produk mudharabah.
      Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Bank
Muamalat Indonesia Cabang Malang Jalan Kawi Atas No.36A Malang. Metode
analisis data dilakukan dengan cara menganalisis aspek-aspek kelayakan
pengajuan pembiayaan, analisis kelayakan dengan metode ARR, NPV, payback
period, dan profitability indeks, menetukan nisbah bagi hasil dan cara perhitungan
bagi hasilnya.
      Pengambilan keputusan pembiayaan pada PT. BMI Cabang Malang
didasarkan pada analisis 5C dan dalam mewujudkannya dituangkan dalam analisis
kelayakan pembiayaan yang terdiri dari analisis aspek legalitas, manajemen,
teknis, pemasaran, jaminan, dan keuangan. PT. BMI Cabang Malang dalam
melakukan analisis pembiayaan pada dasarnya sudah tepat dan sesuai dengan
pedoman analisis pembiayaan yang berdasarkan prinsip syariah dan sesuai dengan
teori pedoman memorandum pembiayaan. Penilaian pada aspek keuangan dalam
kebijakan pembiayaan PT. BMI dilakukan melalui analisis common size dan
analisis rasio keuangan. Ada beberapa teknik analisis lain yang dapat digunakan
sebagai pertimbangan dalam mendukung keputusan pemberian pembiayaan agar
lebih tepat. Beberapa analisis yang dapat digunakan adalah analisis arus kas,
analisis laporan perubahan modal, analisis dengan metode ARR, NPV, payback
period, dan profitability indeks. Berdasarkan contoh kasus pengajuan pembiayaan
oleh KOPERASI “X” dapat dilakukan analisis terhadap aspek-aspek perusahaan
dan aspek keuangan. Dilihat dari aspek perusahaan, KOPERASI “X” layak untuk
mendapat pembiayaan. Dilihat dari aspek keuangan, KOPERASI “X” tidak layak
mendapat pembiayaan karena dari hasil perhitungan ARR, hasilnya sebesar
18,04% sedangkan yang ditetapkan bank 19%. NPV < 0 yaitu – 61.558.146.
Payback period menunjukkan waktu yang lebih panjang dari yang telah
ditetapkan pihak bank yaitu lebih lama dari 3 tahun. Perhitungan profitability
indeks sebesar 0,3844 atau PI < 1. PT. BMI Cabang Malang dalam melakukan
perhitungan bagi hasil berdasarkan revenue sharing dan menggunakan pola
perhitungan efektif dimana margin menurun sedangkan pokok menaik dan
angsuran rata pada tiap bulannya.
      Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diambil suatu kesimpulan yaitu
PT. BMI dalam melakukan analisis pada aspek keuangan menggunakan teknik
analisis common size dan rasio keuangan, sementara ada beberapa teknik yang
dapat digunakan selain teknik tersebut. Mengenai teknik perhitungan bagi hasil
mudharabah yang cukup rumit, maka sebaiknya ada tenaga kerja tersendiri yang
khusus menangani masalah perhitungan bagi hasil tersebut.

								
To top