Pola Kebiasaan Anak by 17urnq

VIEWS: 105 PAGES: 31

									                                    BAB I
                              PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
           Dewasa ini angka kesakitan dan kematian bayi dan anak-anak cukup
    tinggi akibat beragam penyakit menular padahal penyakit-penyakit maka
    bayi mendapat kekebalan sehingga daya tahan tubuh meningkat. Adapuan
    kekebalan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu kekebalan yang terjadi dimana
    bayi mendapat serangan penyakit dan tubuh secara alamiah membentuk zat
    antibody.
           Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit infeksi
    serius yang paling efektif biaya, imunisasi aktif terdiri dari induksi tubuh
    untuk mengembangkan pertahanan terhadap penyakit dengan pemberian
    vaksin atau toksoid yang merangsang system imun untuk menghasilkan
    antibody dan respons imun seluler yang melindungi terhadap agen infeksi,
    imunisasi pasif terdiri dari pemberian proteksi sementara melalui pemberian
    antibody yang dihasilkan secara eksogen, imunisasi pasif terjadi melaui
    pemindahan antibody tranplasenta pada janin, yang memberikan proteksi
    terhadap beberapa penyakit selama 3 – 6 bulan pertama kehidupan dan
    infeksi globulin imun untuk tujuan pencegahan spesifik.
           Sedangkan kekebalan pasif adalah kekebalan yang terjadi bila anak
    diberi zat anti dari luar melalui penyuntikan atau bila anak masih dalam
    kandungan ia mendapat zat anti dari ibunya melalui plasenta.


1.2. Tujuan
    1.2.1. Tujuan Umum
           Diharapkan selama dilapangan mahasiswa mampu melaksanakan
           asuhan kebidanan secara nyata dengan menerapkan teori yang telah
           ada
    1.2.2. Tujuan khusus
           Mahasiswa mampu
           1. Melakukan pengkajian data




                                       1
           2. Merumuskan masalah (diagnosa)
           3. Menentukan rencana
           4. melakukan rencana tindakan
           5. melakukan evaluasi

1.3. Batasan Masalah
           Sebagaimana kita ketahui secara umum imunisasi mempunyai
    lingkup yang cukup luas. Oleh karena itu keterbatasan waktu dan dei
    keefektifan pelayanan serta penulisan laporan ini maka kami membatasi
    hanya padabayi dengan imunisasi polio II.

1.4. Metode Penulisan
    BAB I PENDAHULUAN
           1.1. Latar Belakang
           1.2. Tujuan
           1.3. Batasan
           1.4. Metode Penulisan
    BAB II Tinjauan Kasus Pustaka
           2.1. Batasan
           2.2. Tujuan
           2.3. Macam-macam imunisasi
           2.4. Cara dan Teknik Vaksinasi
           2.5. Kontra Indikasi dan Efek Samping
           2.6. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi keberhasilan imunisasi
    BAB III Asuhan Kebidanan Pada Keluarga
           3.1. Pengkajian
           3.2. Analisa dan Diagnosa
           3.3. Intervensi
           3.4. Impelementasi
           3.5. Evaluasi
    BAB IV Penutup
           4.1. Simpulan
           4.2. Saran



                                       2
                                      BAB II
                                TINJAUAN TEORI


2.1. Konsep Dasar Imunisasi
    Imunisasi adalah sengaja memasukkan vaksin yang mikro hidup yang sudah
                       dilemahkan
    Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak
                       terhadap penyakit
    Vaksin adalah suatu suspensi mikroorganisme hidup yang dilemahkan atau
                       mati atau bagian antigenic agen ini yang diberikan pada
                       hospes    potensial   untuk   menginduksi     imunitas      dan
                       mencegah penyakit

2.2. Tujuan
    1.   Melindungi tubuh bayi dan anak dari penyakit menular yang dapat
         membahayakan bagi ibu dan anak
    2.   Memberikan kekebalan pada tubuh bayi dana nak terhadap penyakit
         seperti : dipteri, polio, TBC, tetanus, pertusi, campak dan lain-lain

2.3. Prinsip Dasar Imunisasi
    1.   Pada dasarnya tubuh akan menolak antiogen (kuman, bakteri, virus,
         parasit, racun) jika memasuki tubuh, tubuh akan menolak dan membuat
         antibody atau antitoksin
    2.   Reaksi tubuh pertama kali terhadap antigen berlangsung lambat dan
         lemah sehingga tidak cukup kuat melawan antigen
    3.   Pada reaksi berikutnya tubuh sudah mengenai jenis antigen tersebut
    4.   Imunisasi diberikan dalam rangka meperkenalkan berbagai antigen, agar
         cepat direspon oleh tubuh, sehingga tubuh sudah mengenal betul zat
         antigen yang harus dilawan
    5.   Sesudah beberapa lama, pemberian imunisasi zat anti untuk melawan
         antigen akan menurun atau hilang
    6.   Zat anti dibuat dihati, limfa, kelenjar timus dan kelenjar getah bening




                                         3
2.4. Macam-macam Imunisasi
    1. Imunisasi aktif
       Adalah kekebalan yang dibentuk tubuh anak secara aktif dimana tubuh
       itu sendiri ikut menyelenggarakna pembentukan anti body. Imunisasi
       aktif dibagi dua yaitu :
       a. Alami       : kekebalan yang terbentuk setelah tubuh mengalami
                          penyakit menular tertentu misalnya campak
       b. Buatan      : kekebalan yang terbentuk setelah dengan sengaja
                          memasukkan vaksin ke dalam tubuh, misalnya DPT,
                          Polio, BCG
    2. Imunisasi Pasif
       Adalah kekeblan yang terbentuk setelah tubuh menerima zat antibody
       dari luar. Imunisasi pasif dibagi 2 macam :
       a. Alami       : kekebalan yang terbentuk setelah tubuh mengalami
                          penyakit menular tertentu misalnya campak
       b. Buatan      : kekebalan yang terbentuk setelah dengan sengaja
                          memasukkan vaksin ke dalam tubuh, misalnya DPT,
                          Polio, BCG

2.5. Tujuan Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
    1. Poliomyelitis (kelumpuhan)
    2. Campak (measles)
    3. Difteri (indrak)
    4. Pertusis (batuk kejan 1 batuk seratus hari)
    5. Tetanus
    6. Tubercolusis (TBC)
    7. Hepatitis B


2.6. Cara dan Teknik Vaksinasi
    1. BCG
        Cara penyuntikan intra cutan
        Lokasi : lengan atas kanan




                                        4
         Dosis : - 0,05 ml untuk usia kurang dari 14 bulan
                    -    0,1 ml untuk usia lebih dari 14 tahun
                    -    0,05 ml untuk usia 0 – 2 bulan
         pemberian 1 kali
    2. DPT
         Cara pemberian IM
         Dosis 0,5 ml
         Lokasi : paha atas
         Lokasi pemberian 3 kali
    3. Polio
         Cara pemberian diteteskan dibawah lidah
         Dosis : 2 tetes
         Banyak pemberian 4 kali
    4. Morbili
         Cara pemberian : sub cutan (SC) atau intra cutan (IC)
         Dosis : 0,5 ml
         Banyak penyuntikan : lengan atas
    5. Thypus
         Cara pemberian : sub cutan (SC)
         Dosis : 0,5 ml
         Lokasi : lengan atas
    6. Hepatitis
         Tempat penyuntikan lateral paha
         Dosis : 0,5 ml


2.7. Bahan-bahan untuk Membuat Vaksin
    Vaksin dibuat dilaboratorium berasal dari bibit penyakit tertentu yang dapat
    menimbulkan penyakit tetapi kemudian bibit penyakit ini dilemahkan atau
    dimatikan sehingga tidak berbahaya bagi manusia
    -   Ada yang dapat dibuat dari bibit penyakit yang sudah dimatikan
        Contohnya : bacteri pertusis dalam vaksin DPT




                                        5
    -   Ada yang dibuat dari bibit penyakit hidup yang sudah dilemahkan
        Contoh     :   * virus campak dalam vaksin campak
                       * virus polio dalam vaksin polio
                       * virus calmette guerin dalam vaksin BCG
    -   Ada yang dibuat dari toxin (racun) yang dihasilkan oleh bakteri
        kemudian diubah menjadi toxoid sehingga tidak berbahaya bagi manusia
        Contohnya : * Tetanus toxid dalam vaksin TT
                       * Difteri tetanus dalam vaksin DPT atau DT
    -   Ada yang dibuat dari hasil bateknologi rekayasa genetika
        Contohnya : vaksin hepatitis B recombinan (rekayasa genetika)


2.8. Kontra Indikasi dan Efek Samping
    1. Kontra indikasi
        a. Sedang sakit
        b. Dalam masa tunas suatu penyakit
        c. Defisiensi imunologi
    2. Efek samping
        a. Nyeri pada tempat penyuntikan
        b. Suhu badan naik pada DPT
        c. Diare pada vaksin polio

2.9. Vaksin Polio Melitis
    1. Penjelasan penyakit
                 Poliomelitis ialah menyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh
        virus polio yaitu tipe I, II, III, IV, virus polio akan merusak bagian
        anterior (bagian muka) susunan saraf pusat tulang belakang, penyakit ini
        banyak ditemukan di negara berkembang.
                 Gejala penyakit ini sangat bervariasi, dari gejala ringan sampai
        timbul kelumpuhan, bahkan mungkin kematian. Gejala yang umum dan
        mudah dikenal ialah anak mendadak menjadi lumpuh pada salah satu
        anggota gerakannya setelah ia menderita demam selama 2 – 5 hari.
        Mungkin anak akan meninggal, penyakit ini dapat menular langsung
        lewat makanan



                                         6
2. Vaksin dan Jenis Vaksin
            Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap
   penyakit poliomeilitis, terdapat 2 jenis vaksin dalam peredaran yang
   masing-masing mengandung virus polio tipe I, II, III yaitu :
      a. Vaksin yang mengandung virus polio tipe I, II, III yang sudah
            dimatikan (vaksin salk), cara pemberian dengan penyuntikan
      b. Vaksin yang mengandung virus polio tipe I, II dan III yang masih
            hidup tetapi telah dilemahkan (vaksin sabin), cara pemberian
            melalui mulut dalam bentuk pil atau cairan
            Cara pemberian diteteskan dibawah lidah / mulut oleh karena itu
            dikenal dengan istilah TOPV (trivalent oral polio vaksin), dosisi
            pemberian 2 tetes
            Pemberian vaksin polio sabin ini dapat dilakukan bersama-sama
            dengan imunisasi BCG, DPT, atau campak. Di Indonesia yang
            paling lazim digunakan ialah polio sabin
3. Cara imunisasi
            Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur
   beberapa hari dan selanjutnya setiap 4-6 minggu pemberian vaksin polio
   dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, vaksin hepatitis B, dan DPT
   bagi bayi yang sedang menetek Asi tidak berpengaruh terhadap vaksin
   polio.
4. Kekebalan
            Daya proteksi vaksi polio sangat baik yaitu 95%-100%
5. Reaksi Imunisasi
            Biasanya tidak ada mungkin pada bayi akan terdapat bercak-
   bercak ringan
6. Efeks Samping
            Tidak ada bila mungkin berupa kelumpuhan anggota gerak apda
   penyakit polio sebenarnya.
7. Kontra Indikasi
    Pada anak dengan diare berat atua yang sedang sakit parah
    Gangguan kekebalan (definisi umum)




                                    7
        Pada anak dengan penyakit batuk, pilek, demam, diare ringan
           imunissai polio dapatdiberikan seperti biasanya.

2.10.Persyaratan pemberian Vaksin
    1. Pada bayi dan anak yang sehat, tidak boleh diberikan pada mereka yang
            Sakit keras
            Dalam masa tunas suatu penyakit
            Keadaan fisik yang lemah
            Mendapat pengobatan dengan kortikastreroid
    2. Vaksin harus baik, disimpan dalam lemari es dan belum lewat masa
       kadaluwarsa
    3. Dengan tekhnik pemberian yang tepat
    4. Mengetahui jadwal vaksinasi dengan melihat umur dan jenis uminisasi
       yang tepat
    5. Jenis vaksin yang dimaksud
    6. Mempertahankan dosis yang harus diberikan




2.11. Konsep Dasar BCG, Hepatitis B, DPT dan Campak
    2.11.1. BCG
           1. Pengertian
              BCG merupakan vaksin untuk inokulasi secara profilaksis anak-
              anak terhadap tuberculosis, diperoleh dari bacil tuberculosis
              lembuh yang hidup setelah ditandur ulang beberap tahun dalam
              biakan empedu lembu giserin sehingga viruslensinya sangat
              berkurang
           2. Tujuan
              Tujuan diberikan imunisasi untuk memberikan kekebalan atau
              melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC)
           3. Dosis, jumlah suntikan dan waktu pemberian serta efek samping
              BCG




                                       8
-   Dosis
       Umur            : 0 – 11 bulan
       Dosis           : 0,05 cc
       Cara            : Suntikan intrakutan, tepatnya di insertio
                         musculus deitodeus kanan
       Jumlah suntikan : 1 kali
-   Efek Samping
       Reaksi normal
        Bacteri BCG ditubuh bekerja dengan sanagt lambat.
        Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil merah
        di tempat penyuntikan dengan garis tengah 10 mm.
        Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakanmenjadi
        abseds kecil yang kemudian menjdi luka dengan garis
        tengan 10 mm
       Reaksi berat
        Kadang-kadang terjadi peradangan setempat yang agak
        berat atau abses yang lebih dalam
        Kadang-kadang juga terjadi pembengkakan di kelenjar
        limfe pada leher atau ketiak ini mungkin disebabkan
        keselahan penyuntikan yang terlalu dalam dibawah kulit,
        mungkin juga disebabkan dosisi yang diberikan terlalu
        tinggi
       Reaksi yang lebih cepat
        Jika     anak   sudah       mempunyai   kekebalan     terhadap
        tuberculosis, proses pembengkakan mungkin terjadi lebih
        cepat dari 2 minggu. Ini berarti aank sudah mendapat
        imunisasi BCG atau kemungkinan anak tersebut telah
        terinfeksi TBC




                           9
2.11.2. Hepatitis B
       1. Pengertian
          Hepatitis B merupakan bibit penyakit yang disebabkan oleh
          virus. Hepatitis B ini penularan penyakitnya dapat terjadi
          meliputi mendapat tranfusi darah yang tidak diskrin untuk
          HbaHG (N)
       2. Tujuan
          Imunisasi Hepatitis B bertujuan untuk menghindarkan balita
          terkena penyakit lever
       3. Gejala dari hepatitis B
            Demam
            Mata kekuningan
            Badan lemah
            Mual muntah
            Dan tidak ada nafsu makan
           Biasanya penderita akan meninggal dalam beberapa bulan
           atau beberapa tahun kemudian
       4. Dosis, selang waktu pemberian dan efek samping dari vaksin
          Hepatitis B
            Umur       : Mulai 0 bulan untuk bayi yang dilahirkan
                          dirumah sakit
                          Mulai 2 bulan untuk bayi yang dating ke
                          posyandu / puskesmas
            Dosisi     : 0,5 cc / pemberian
            Cara       : Suntikan intramuskuler pada paha bagian
                          luar
            Csuntikan: 3 kali
            Selang waktu pemberian : tiga dosis, dengan jarak antar
                          suntikan 1 bulan dan 5 bulan
            Efek samping : umumnya tidak ada




                             10
2.11.3. DPT
      1. Pengertian
                   Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh
         bakteri, pertusis merupakan penyakit yang disebabkan oleh
         kuman Hemophilus pertusis. Sedangkan tetanus adalah
         penyakit yang disebabkan oleh clostridium tetani.
      2. Tujuan
         Bertujuan membentuk kekebalan tubuh balita terhadap
         serangan tiga jenis penyakit yaitu difteria, pertusis dan
         tetanus
      3. Dosis jumlah suntikan dan selang waktu pemberian serta
         efek samping vaksin DPT
          -   Dosis
               Umur        : 2 – 11 bulan
               Dosis       : 0,5 cc
               Cara        : intra muskuler / sub kutan dalam jumlah
                             suntikan 3 kali
          -   Selang waktu pemberian
              Minimal 4 minggu (sama seperti pemberian polio)
              tunggu paling cepat 4 minggu antara dua suntikan, kalau
              tida kkekebalan yang dihasilkan kurang baik
              Tidak perlu mengulang DPT 1 bila ada kelambatan
              pemberian DPT 2
          -   Efek samping vaksin DPT
               Panas
                   Kebanyakan anak menderita panas pada sore hari
                   setelah mendapat imunisasi DPT, tetapi panas ini
                   akan sembuh dalam 1 – 2 hari
                   Bila panas yang timbul lebih dari 1 hari sesudah
                   pemberian DPT bukanlah disebabkan oleh vaksin
                   DPT, mungkin ada infeksi lain yang perlu diteliti
                   lebih lanjut




                                  11
   Berikan 1 tablet antipiretik dan bila anak panas tinggi
   (lebih dari 39oC) beri ¼ tablet yang dihancurkan
   dengan sedikit air
 Rasa sakit didaerah suntikan
   Sebagain anak merasa nyeri, sakit, kemerahan,
   bengkak    di   tempat    suntikan.     Hal   ini   perlu
   diberitahukan kepada ibu sesudah imunisasi serta
   meyakinkan ibu bahwa keadaan itu tidak berbahaya
   dan tidak perlu pengobatan
 Peradangan
   Bila pembengkakan sakit terjadi seminggu atau lebih
   sesudah imunisasi maka hal ini mungkin disebabkan
   peradangan
   Hal ini mungkin sebagai akibat dari :
   Jarum suntik tidak steril karena
      Jarum tersentuh tangan
      Sebelum dipakai menyuntik jarus diletakkan
       diatas tempat yang tidak steril
      Sterilisasi kurang lama
      Lain-lain pencemaran oleh kuman
 Reaksi yang jarang terjadi, reaksi ini disebabkan oleh
   komponen dari vaksin DPT
   Karena cukup berat maka anak yang pernah
   mendapat reaksi ini tidak boleh vaksin DPT lagi dan
   sebagai gantinya diberi DT saja dosisi Dt sama
   dengan DPT yaitu 0,5 cc setiap kali pemberian




              12
2.11.4. Polio
       1. Pengertian
          Polio ialah penyakit kelumpuhan yang sering menyerang
          anak dan disebabkna oleh infeksi virus.
       2. Tujuan diberikan Polio
          Imunisasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh balita
          terhadap virus polio
       3. Dosis, selang waktu pemberian dan efek samping dari polio
           Dosis
                -   Umur     : 0 – 11 bulan
                -   Dosisi : 2 tetes setiap kali pemberian (lihat
                    petunjuk)
                -   Cara     : meneteskan kedalam mulut
           Selang waktu pemberian
                Berikan 4x dengan jarak minimal 4 minggu, tunggu
                paling cepat 4 minggu jarak antara pemberian 1 dan
                berikutnya
                Kalau tidak kekebalan yang dihasilkan kurang baik
           Efek samping vaksin polio : umumnya tidak ada
                Bila anak diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja
                dengan baik karena ada gangguan penyerapan vaksin
                oleh usus akibat diare berat. Vaksin akan tetap diberikan,
                kemudian dicoba mengulangi lagi 4 minggu setelah
                pemberian polio

2.11.5. Campak
       1. Pengertian
          Campak ialah penyakit dengan akut disebabkan virus,
          dimulai dengan demam, radang kataral selaput lendir,
          kemudian timbul erupsi makulopapula yang berwarna merah
          diikuti dekuamasi.




                                13
               2. Tujuan
                  Pemberian imunisasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh
                  balita terhadap serangan tiga jenis penyakit yaitu morbili,
                  mumps dan rubella
               3. Dosis, jumlah suntikan dan waktu pemberian serta efek
                  samping dari vaksinasi campak
                   Umur          : 9 bulan
                                   Pada umunya imunisasi pada bayi yang
                                   berumur     kurang dari   9    bulan    tidak
                                   menghasilkan kekebalan yang baik akrena
                                   gangguan dari antibody
                                   (kekebalan) yang dibawah sejak lahir
                                   diperoleh dari ibunya sewaktu bayi dalam
                                   kendungan.
                   Dosis         : 0,5 cc
                   Cara          : suntikan secara subkutan baisanya dilengan
                                   kiri bagian atas
                    suntikan : 1 kali
                                   Dapat      diberikan   bersamaan       dengan
                                   pemberian vaksin yang lain, tetapi tidak
                                   dicampung dalam satu semprit
                   Efek samping vaksim campak : penas dan kemaran.
                      Anak-anak mungkin panas selama 1 – 3 hari setelah satu
                      minggu penyuntikan. Kadang-kadang disertai kemerahan
                      seperti penderita campak ringan.


2.12. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi
    1. Sistem pendingin
       Yaitu system penyimpangan dan distribusi vaksin sehingga potensi
       vaksin dapat memenuhi syarat secara kontinyu dari produsen sampai
       tempat pelaksanaan imunisasi vaksin




                                    14
2. Penyimpanan vaksin
   Dalam lemari es dan kamar pendeingin, yang harus diperhatiakn jika
   vaksin disimpan dalam lemari es adalah sebagai sebagai berikut :
    Vaksin diletakkan pada rak paling dalam, sehingga pengaruh udara
      luas dapat diminimalkan
    Vaksin jangan diletakkan pada lemari es, karena suhunya tinggi
    Termometer harus tetap diletakkan pada lemari es untuk mengoreksi
      suhunya
3. Pengiriman vaksin
          Yang lazim digunakan pada waktu pengiriman vaksinm adalah
   termos cold box dan pengangkatan dalam jumlah besar cold truk dengan
   volume es paling sedikit 1/3 dari volumenya.




                                 15
                                  BAB III
                              TINJAUAN KASUS


3.1 Pengkajian
   Tanggal : 06 – 04 – 2007       Jam : 09.30 WIB      Oleh : Erdawati W
   A. Data Subyektif
      1. Biodata
          Nama Anak               : An. “A”
          Umur                    : 2 bulan
          Tempat Tanggal Lahir    : Pasuruan, 17-03-2007
          Jenis Kelamin           : Laki-laki
          Status Anak             : Anak Kandung
          Anak ke                 :1
          Nama Ibu                : Ny “A”
          Umur                    : 24 th
          Agama                   : Islam
          Pendidikan              : SMP
          Pekerjaan               : IRT
          Suku / Bangsa           : Jawa / Indonesia
          Alamat                  : Ketangi Rejo Kejayan Pasuruan
          Nama Ayah               : Tn. “A”
          Umur                    : 22 th
          Agama                   : Islam
          Pendidikan              : SMP
          Pekerjaan               : Sopir
          Suku / Bangsa           : Jawa / Indonesia
          Alamat                  : Ketangi Rejo Kejayan Pasuruan
          Penghasilan             :  500.000




                                       16
2. Status Kesehatan
   a. Alasan Utama
      Ibu mengatakan bahwa anaknya berumur 2 bulan waktunya
      diberikan imunisasi BCG dan polio II
   b. Riwayat kesehatan sekarang
      Ibu mengatakan anaknya berusia 2 bulan dan sudah mendapatkan
      imunisasi polio I dan hepatitis B.
      ibu mengatakan bayinya sehat, tidak ada keluhan seperti batuk,
      pilek dan panas, saat ini banyi masih minum ASI.
   c. Riwayat penyakit keluarga
      keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular dan penyakit
      keturunan seperti asma, jantung, TBC, hepatitis, dm dan hipertensi
   d. Riwayat kehamilan dan kelahiran
      -   Ibu mengetakan selama hamil rutin periksa kehamilan di
          puskesmas Simolawang 8x
      a. Trimester I
          -   Kunjungan sebanyak 2x di puskesmas simolawang
          -   Ibu mengatakan sering mual dan muntah sedikit-sedikit
              dan nafsu makan menurun
          -   Terapi : obat anti mual, BG, FC
          -   Penyuluhan
                 Makan makanan yang bergizi dengan menu seimbang
                 Makan sedikit tapi sering
                 Banyak minum air putih dan hindari minum jamu
                 Menjaga kebersihan diri
                 Banyak istirahat




                               17
b. Trimester II
   1. Kunjungan sebanyak 3x di RS Kapasari dan 1x di
       puskesmas Gembong
   2. Ibu mengatakan tidak ada keluhan
   3. Ibu merasakan pergerakan janin sejak usia kehamilan 5
       bulan
   4. Terapi : tablet tambah darah
   5. Penyuluhan
            Makan makanan yang bergizi
            Menjaga kebersihan diri
            Banyak istirahat
c. Trimester III
   -   Kunjungan sebanyak 1x di RS kapasari dan 1x di
       puskesmas gembong
   -       Ibu sering kencing, pinggang pegel
   -   Penyuluhan
            Istirahat cukup
            Jelaskan tanda-tanda persalinan yaitu : keluar lendir
             bercampur darah, kenceng-kenceng, keluar air ketuban
            Makan makanan bergizi
            Minum air putih
            Menjaga kebersihan diri dan merawat payudara
            Rencana penggunaan KB
   NATAL
   Ibu mengatakan tanggal 17-03-2007 melahirkan di Polindes
   Ketangi Rejo Kejayan Pasuruan jam 04.30 secara normal, letak
   kepala dengan umur kehamilan 9 bulan jenis kelamin
   perempuan, BB 4200 gr, PB 55 cm, langsung menangis kuat
   cacat tidak ada.
   POST NATAL :
      Ibu mengatakan dalam waktu 1 x 4 jam dapat kencing dan
       berak
      Nifas baik, perdarahan sedang  150 cc
      Ibu mengatakan bahwa ASI sudah keluar



                          18
         d. Pola Kebiasaan Anak
                 Pola nutrisi
                  Anak minum ASI sesering mungkin, ibu memberikan ASI
                  bila bayi menangis
                 Pola aktivitas
                  Bayi menangis bila lapar, BAK dan BAB, gerakkan
                  ekstremitas bebas.
                 Pola tidur
                  Anak tidur ¾ hari (sebagai waktu untuk tidur  18 – 20
                  jam / hari)
                 Pola eliminasi
                  Anak bak  4 -5 x/hari dan bab  1-2 hari, warna kuning.
                 Pola hubungan dan peran
                  Hubungan antara ayah, itu dan anakbaik, keluarganya
                  menyayangi anaknya.
                 Pola kepercayaan dan tata nilai
                  Ibu dan ayah menganut agama islam dan tata budaya adat
                  jawa.


B. Data Obyektif
   1. Pemeriksaan umum
      Keadaan Umum : baik
      Suhu                : 36,5 oC
      Nadi                : 124 x/mnt
      Nafas               : 40 x/mnt
      Berat Badan         : 4200 gr
      Panjang Badan       : 55 cm
      Lingkar Kepala      : - circum ferentino fronto occipitalis
                            - circum ferentino sub accipito bregmentika
                            - circum refentino mento accipitalis




                                      19
2. Pemeriksaan fisik
      Inspeksi
       Kepala : kulit kepala bersih, rambut hitam, pertumbuhan rambut
       halus dan merata, fentanel mayor dan minor belum menutup, tidak
       ada caput succedenum, tidak ada chepus hematom.
       Muka : tidak oedem, tidak pucat.
       Mata : simetris, selaput lendir mata tidak pucat, sklerata tidak
       kuning
       Hidung : bersih, tulang simetris, tidak ada tanda pernafasan cuping
       hidung, (hidung pelana).
       telinga : bersih, simetris
       Mulut : bibir tidak kering, tidak pucat, mukosa mulut lembab,
       tidak ada labio palato skiszia, tidak ada labio skizis, lidah bersih.
       Leher : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
       Dada : simetris, tidak terdapat adanya retraksi dada
       Perut : tidak ada hernia inquinalie
       pelipatan paha : bersih, tidak ada pembesaran limfe, tidak ada
       hernia inquinalie
       Genetalia: bersih, labio mayor sudah menutupi labio minora.
       Punggung : simetris, pergerakan bebas, tidak ada polidaktili, tidak
       ada sindikatif.
       Anus : bersih, tidak ada atresiceani.
       Ekstrem Tas Atas : simetris, pergerakan bebas, tidak ada
       polidaktili. tidak ada sindaktif.
       Ekstremitas Bahwa : simetris, pergerakan bebas, tidak add
       polidaktil, tidak ada sindaktil, telapak kaki cembung.




                                    20
   Palpasi
    Kepala     : tidak ada benjolan
    Leher      : tidak ada pembesaran kelenjar nimfe dan pembesaran
                  venajugularis
    Dada       : tidak ada masa
    Perut      : tidak ada pembesaran hepar, tidak ada pembesaran
                  lien.
    Pelipatan Paha         : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
    Ekstremitas Atas       : tidak oedum
    Ekstremitas Bawah      : tidak oedem
   Auskultasi
    Dada : tidak ada whezing, tidak terdapat rochi
    Perut : bising tidak kembung
   Perkusi
    Perut : tidak kembung
   Perkembangan reflek
    -   Morro reflek (terkejut)                         : baik
    -   Suclcling reflek (menghisap)                    : baik
    -   Grasping reflek (menggenggam)                   : baik
    -   Staping reflek (menapak)                        : baik
    -   Rooting reflek (mencari puting susu)            : baik
    -   To nick reflek (tonus otot)                     : baik
    -   Bobinsky reflek (jari kaki membuka lebar)       : baik
   Kesimpulan
    Bayi sehat dengan berat badan 4200 gr. Panjang badan 55 cm, usia
    2 bulan pertumbuhan baik, minum ASI, dengan imunisasi BCG
    dan polio1.




                              21
3.2. Identifikasi Masalah
        Tanggal                Diagnosa               Data Dasar
     6-3-2007         Bayi sehat usia 2 bulan S : Ibu       mengatakan
                      dengan imunisasi BCG dan
                                                  bahwa        bayinya
                      polio 1
                                                  berumur 2 bulan dan
                                                   belum       mendapat
                                                   imunisasi BCG dan
                                                   polio II
                                                O : Keadaan umum baik
                                                - Suhu : 36,5 oC
                                                - Nadi : 12 x/mnt
                                                - Nafas : 40 x/mnt
                                                - Berat Badan : 4200 gr
                                                - Panjang Badan : 55 cm



3.3. Antisipasi Masalah
   - Tidak ada
3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera
   - Tidak Ada




                                     22
3.5. Intervensi
 Tgl/jam    Diagnosa      Tujuan         Intervensi             Rasional
6-3-2007    Bayi      - Tujuan      1. Lakukan         1. Dengan melakukan
10.00       sehat       jangka         pendekatan         pendekatan therapeutik
            usia 2      pendek :       terapeutik         yang baik terjalin
            bulan       setelah                           hubungan saling
            dengan      dilakukan                         percaya sehinga ibu
            imunisasi   asuhan                            dapat lebih kooperatif
            BCG dan     kebidanan                         dengan petugas
            polio II    selama     2. Jelaskan pada   2. Dengan menjelaskan
                        30 menit       ibu tentang        pada ibu diharapkan
                        ibu            manfaat dan        ibu mengerti tentang
                        mengerti       efek samping       keadaan bayinya sat ini
                        tentang        imunisasi
                        pentingnya     BCG dan
                        imunisasi      polio II
                        bagi        3. Berikan         3. Dengan menjelaskan
                        anaknya        penjelasan         tentang manfaat dan
                      - Tujuan         tentang            efek samping imunisasi
                        jangka         manfaat dan        BCG dan polio
                        panjang :      efek samping       diharapkan ibu
                        setelah                           mengerti dan mau
                        dilakukan                         mengimunisasikan
                        askeb                             bayinya dan dapat lebih
                        diharapkan                        tenang dalam
                        tidak                             menghadapi efek
                        terjadi                           samping yang timbul
                        komplikasi   4. Berikan        4. Pemberian imunisasi
                        dengan           imunisasi        yang tepat dan
                        kriteria :       BCG dan          memberikan hasil yang
                      - Bayi dalam       polio II         optimal untuk
                        keadaan                           kekebalan tubuh
                        sehat                             terhadap penyakit TBC
                      - Imunisasi                         dan polio
                        dapat
                        diberikan
                      - Ibu mau
                        datang lagi
                        untuk
                        imunisasi
                        selanjutnya




                                     23
3.6 Implementasi
    Melakukan pendekatan dengan cara :
    1. Menjelaskan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa bayinya
       dalam keadaaan sehat
    2. Menjelaskan manfaat dan efek samping imunisasi BCG manfaatnya
       adalah untuk memberikan kekebalan atau melindungi anak terhadap
       penyakit tuberculosis (TBC) dan efek sampingnya adalah :
        Reaksi normal
        Reaksi berat
        Reaksi yang lebih
    3. Menjelaskan manfaat dan efek samping imunisasi polio manfaatnya
       membentuk kekebalan tubuh balita terhadap firus polio dan efek samping
       tidak ada
    4. Dengan melakukan informasi consent dapat memnerikan tanda tangan
       yang dilakukan oleh ibu pasien
    5. Memberikan imunisasi BCG dan polio mempersiapkan :
       a. Pasien
           - Anak ditidurkan
           - Tempat penyuntikan 1/3 bagian lengan atas bagian kanan secara
               1c
           - Bayi di beri vaksin polio 2 tetes ser oral
       b. Alat
           - Vaksin BCG
           - Kapas air DTT
           - Bengkok
           - Vaksin polio
       c. Prosedur
           - Buka kemasan vaksin
           - Paskan jarum
           - Yakinkan vaksin untuk siap disuntikan
           - 1/3 lengan kanan dibersihkan dengan air DTT
           - Suntikan vaksin dengan sudut 15o secara 1 c
           Menyiapkan vaksin polio :
           - Buka tutup botol mtal dan tutup karet
           - Pasang pipet plastik pada vlakon
           - Mengatur posisi siap diberikan
           - Mengatur posisi bayi dengan cara pemberian : ibu disuruh
               menelentangkan bayinya diatas memegang erat-erat
           - Mulut anak dibuka dan teteskan 2 tetes vaksin polio




                                     24
3.7 Evaluasi
    Tanggal 6-3-2007                Jam : 09.30
    S: -    Ibu memahami penjelasan petugas
        -   Ibu merasa lega karena telah di imunisasi BCG dan polio II
    O:-     Ibu mengatakan kembali penjelasan petugas
        -   Keadaan umum baik
        -   Nadi 120 x/mnt
        -   RR 36 x/mnt
        -   Bayi sudah diberi imunisasi BCG dan polio II
    A:-     Bayi sehat usia 2 bulan dengan imunisasi BCG dan polio II
    P:-     Beritahu ibu untuk kembali 4 minggu lagi untuk mendapatkan DPT 1
            dan polio III




                                      25
                                  BAB IV
                                 PENUTUP


4.1. Kesimpulan
             Imunisasi akan memberikan perlindungan seumur hidup pada balita
    terhadapseranganpenyakit tertentu. Dengan memasukkan vaksin kedalam
    tubuh balita, tubuh balita akan dipaksa memproduksi zat antibody untuk
    melawan penyakit.
             Dengan imunisasi BCG dapat membentuk kekebalan tubuh balita
    terhadap penyakit TBC.


4.2. Saran
    1. Bagi Pasien
       Untuk mencapai keberhasilan dalam asuhan kebidanan pada anak sehat
       denganimunisasi polio maka diperlukan kerjasama yang baik dengan ibu
       untuk memecahkan masalah yang timbul
    2. Bagi petugas
       Untuk      meningkatkan    kemampuan     dan   keterampilan   dengan
       meningkatkan peran bidan dalam tugasnya sebagai pelaksanan
       pelayanan asuhan kebidanan pada anak sehat dengan imunisasi polio
    3. Bagi pendidikan
       Untuk memperlihatkan penulis pada saat penulisan agar terususun
       sebuah tugas makalah yang baik dan benar.




                                     26
             ASUHAN KEBIDANAN
PADA Ny ”S” DENGAN LEUKOREA DI PUSKESMAS
            JEMURSARI SURABAYA




                  Oleh :
          YELLY YUANITA VICTORIA
                  430235




    SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
         ARTHA BODHI ISWARA
         PRODI D-III KEBIDANAN
              SURABAYA
                  2007




                    27
                                                DAFTAR ISI


LEMBAR JUDUL ..........................................................................................               i
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................                       ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................                  iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................       iv

BAB I PENDAHULUAN
          1.1. Latar Belakang ............................................................................            1
          1.2. Tujuan ..........................................................................................      1
                 1.2.1. Tujuan Umum .................................................................                 1
                 1.2.2. Tujuan Khusus ................................................................                1
          1.3. Batasan Masalah ..........................................................................             2
          1.4. Metode Penulisan ........................................................................              2
BAB II TINJAUAN TEORI
                 Konsep Dasar Imunisasi ..............................................................                3
                 Tujuan .........................................................................................     3
                 Prinsip Dasr Imunisasi ................................................................              3
                 Macam-macam Imunisasi ...........................................................                    4
                 Tujuh Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi .............                                     4
                 Cara dan Teknik Vaksinasi .........................................................                  4
                 Bahan-bahan Untuk Membuat Vaksin ........................................                            5
                 Kontra Indikasi dan Efek Samping .............................................                       6
                 Vaksin Polio Meilitis ..................................................................             6
                 Persyaratan Pemberian Vaksin ....................................................                    8
                 Konsep Dasar BCG, Hepatitis B, DPT, Polio dan Campak ........                                        8
                            BCG ................................................................................      8
                            Hepatitis B .......................................................................      10
                            DPT .................................................................................    11
                            Polio ................................................................................   13
                            Campak ...........................................................................       13
                 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Imunisasi ......                                       14




                                                           iv
                                                          28
BAB III TINJAUAN KASUS
            Pengkajian ...................................................................................     16
            Identifikasi Masalah ....................................................................          22
            Antisipasi Masalah ......................................................................          22
            Identifikasi Kebutuhan Segera ....................................................                 22
            Intervensi .....................................................................................   23
            Implementasi ...............................................................................       24
            Evaluasi .......................................................................................   25
BAB IV PENUTUP
     4.1. Kesimpulan .................................................................................         26
     4.2. Saran ............................................................................................   26




                                                      v
                                                     29
                          KATA PENGANTAR


       Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan studi kasus dengan judul “Asuhan kebidanan An “A”
dengan imunisasi BCG dan Polio II di Puskesmas Tambakrejo Surabaya”.
       Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan studi kasus ini tak
lepas dari bimbingan dan petunjuk serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena
itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya
kepada:
1. Prof. Dr. H.R. Soedibyo, H.P. Dr. DTM selaku direktur STIKES ABI
2. dr. Hj. Endah Yudiantini Masyhur M.M selaku kepada puskesmas Tambakrejo
3. drg. Ni Nyoman Trisari U selaku pembimbing praktek di puskesmas
   Tambakrejo
4. Mamik SKM.,M.Kes selaku pembantu ketua II
5. Lia Hartanti, SST selaku ketua jurusan prodi D III Kebidanan
6. Wulan Diana, SST selaku wali kelas jurusan prodi D III Kebidanan
7. Sukarnik, SST selaku pembimbing akademik / pendidikan
8. semua staff Puskesmas Tambakrejo yang telah banyak membantu tugas ini
       Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan
makalah ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.


                                                           Surabaya, Maret 2007


                                                                  Penulis




                                      iii
                                       30
                          LEMBAR PENGESAHAN


Asuhan kebidanan ini dibuat saat mengikuti praktek klinik Semester VI mulai dari
tanggal 26 Juni 2006 sampai dengan tanggal 13 juli 2006 di Polindes Ketangi rejo
Kejayan :
Hari            :
Tanggal :




                                                        Mahasiswa




                                                       YULIANAH
                                                         033040


                                 Mengetahui,




            Pembimbing Praktek                 Pembimbing Pendidikan




       Umi Rois CH, SST                         Lia Hartanti, SST




                                      31

								
To top