PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN by 2PAM1Eq

VIEWS: 100 PAGES: 13

									ISSN 0215 - 8250                                                                                154


          PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL
          PEMBELAJARAN DEKORASI KUE MELALUI METODE
          DEMONSTRASI DAN MEDIA JOB SHEET MAHASISWA
               JURUSAN PKK IKIP NEGERI SINGARAJA


                                       oleh
                          Ni Desak Made Sri Adnyawati
                    Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
        Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, IKIP Negeri Singaraja


                                               ABSTRAK

        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat keterampilan proses
mahasiswa, dan (2) tingkat hasil pembelajaran dekorasi kue setelah penerapan
metode demonstrasi dan media job sheet mahasiswa jurusan PKK IKIP Negeri
Singaraja. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah
dekorasi kue yang berjumlah 5 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan
adalah metode observasi dan tes. Metode observasi digunakan untuk memperoleh
data keterampilan proses mahasiswa. Metode tes untuk memperoleh data tentang
hasil belajar mahasiswa. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis
menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian
menunjukkan : (1) tingkat keterampilan proses mahasiswa setelah penerapan
metode demonstrasi dan media job sheet berada pada kategori terampil dengan
rata-rata persentase adalah 71% (siklus I = 67,6% dan siklus II=74,4%) sehingga
memiliki peningkatan keterampilan proses mahasiswa sebesar 6,8% ; (2) tingkat
hasil belajar mahasiswa setelah penerapan metode demonstrasi dan media job
sheet berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase adalah 71,69% (siklus
I = 68,86 dan siklus II = 74,52) sehingga memiliki peningkatan hasil belajar
mahasiswa sebesar 5,7%. Berdasarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa
penerapan metode demonstrasi dan media job sheet dapat meningkatkan
keterampilan proses dan pembelajaran dekorasi kue mahasiswa jurusan PKK IKIP
Negeri Singaraja.

Kata kunci : dekorasi kue, demonstrasi.


                                          ABSTRACT

       This study is aimed at finding out : (1) the level of the home economics
student’s process skill, (2) the level of the learning result in the teaching of cake
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                155


decoration after implementing demonstration method and job sheet media at IKIP
Negeri Singaraja. Five subjects who were studying cake decoration were selected.
The method of data collection was used to obtain data on the student’s learning
result. Furthermore, the collected data were analyzed by the quantitative-
descriptive statistic analysis. The results show that (1) the level of the student’s
process skill after the implementation of demonstration method and job sheet
media was in the skilled category with the percentage average of 71% (i.e., 67,6%
at the first cycle and 74,4% at the second cycle) which means that there was a
5,7% increase in the student’s learning result. In the light of the above findings it
can be concluded that the implementation of demonstration method and job sheet
media can improve the home economics student’s process skill and learning result
in the teaching of cake decoration at IKIP Negeri Singaraja. (1) skill level process
of student, and (2) teaching result of student in decorating cake in application of
demonstration method and job sheet media of IKIP Negeri Singaraja Home
Economic Department. Research subject are the student of IKIP Negeri Singaraja
who takes cake decoration program, they are in total of five person. Collecting
data method are used observation method to gain the data of skill process of
students. Observation method and test is to gain the data about teaching and
learning result. And then, the collected data analysable by using statistic
descriptive quantitative analysis method. Research result indicates : (1) Skill level
process of students after applying demonstration method and job sheet media
showing excellent category with the average procentage 71% (siklus I = 67,7%
and siklus II = 74,4%) and they are achieve skill process increased around 6,8% ;
(2) Teaching result of student after applying demonstration method and job sheet
media is in good category with the average procentage 71,69% (siklus I = 68,86%
and siklus II = 74,52%) so they achieves the increased learning process result of
student around 5,7%. From the data result above, we can make a conclusion by
applying demonstration method and job sheet media will increase skill process and
cake decoration teaching of IKIP Negeri Singaraja Home Economic Department.

Key word : cake decoration, demonstration



1. Pendahuluan
       Perguruan Tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan formal yang
mejadi pusat kegiatan pembelajaran merupakan tumpuan dan harapan orangtua,
keluarga, masyarakat, dan bangsa untuk kemajuan dalam berbagai bidang. Hal ini
disebabkan karena lembaga pendidikan formal, khususnya Perguruan Tinggi,
diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan dan pengajaran yang bersifat

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                156


pengetahuan, sikap mental yang sangat mendukung untuk menciptakan sumber
daya manusia yang terampil dan profesional.
       IKIP Negeri Singaraja, dalam hal ini jurusan PKK bidang boga, selain
bertujuan agar lulusannya nanti dapat menjadi guru di SLTP maupun SMA (SMK)
juga diharapkan dapat memanfaatkan peluang kerja di bidang usaha, seperti
katering, hotel, rumah sakit, bakery, dan berbagai bidang kerja yang berkaitan
dengan jasa boga. Peluang kerja tersebut dapat dimanfaatkan seefektif mungkin
oleh lulusan apabila adanya penguasaan ilmu pengetahuan, sikap, maupun
keterampilan yang memadai sesuai dengan bidang kerja masing-masing.
        Penguasaan materi tersebut diperoleh melalui proses belajar-mengajar
berupa teori yang dilakukan di kelas dan materi praktik di laboratorium.
Pembelajaran Dekorasi Kue yang menekankan pada aspek keterampilan dilakukan
di laboratorium boga produksi melalui berbagai macam praktek menghias kue.
        Proses Belajar Mengajar (PBM) praktik merupakan interaksi timbal balik
antara pengajar, peserta didik, metode, fasilitas, media, dan lingkungan. Di antara
faktor-faktor tersebut, pengajar merupakan paling dominan dalam proses belajar-
mengajar. Hal ini sejalan dengan pendapat Slamet PH (1991) yang menyatakan
bahwa pendidik yang berkualitas merupakan faktor dominan dalam rangka
meningkatkan mutu lulusan. Senada dengan itu, Rosenhine yang dikutip oleh Hidir
Efendi (1994) mengemukakan adanya kecenderungan meningkatnya prestasi
peserta didik berkaitan langsung dengan apa yang diperbuat pengajar di kelas
termasuk di laboratorium. Jika apa yang dilakukan oleh pengajar di kelas secara
baik dan benar maka fasilitas yang tersedia akan banyak bermanfaat dalam rangka
penguasaan keterampilan bagi peserta didik sesuai dengan tujuan yang telah
direncanakan semula.
        Salah satu realisasi untuk mencapai tujuan pembelajaran adalah kebijakan
pemerintah dengan melakukan penyempurnaan kurikulum yang dalam
pelaksanaanya tetap berorientasi pada sistem pendidikan sesuai kebutuhan
pembangunan dan industri. Oleh karena itu, pengajar harus berpedoman pada
kurikulum yang merupakan pedoman praktis dalam pelaksanaan kegiatan belajar-
mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan.


______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                157


       Setiap pengajar dalam membuat Satuan Acara Perkuliahan harus
berpedoman pada kurikulum dan memenuhi beberapa kriteria. Adapun kriteria
tersebut harus berisi identitas satuan acara perkuliahan, tujuan instruksional
umum, tujuan instruksional khusus, materi pelajaran, sumber pelajaran, penilaian
dan kesimpulan yang kesemuanya itu saling berhubungan dan tidak dapat dipisah-
pisahkan. Berdasarkan kriteria tersebut, jelaslah bahwa metode dan media
pembelajaran sangat diperlukan dalam proses belajar- mengajar untuk mencapai
tujuan pengajaran yang telah dirumuskan dalam Tujuan Instruksional Khusus
(TIK).
       Pelaksanaan proses belajar-mengajar dekorasi kue pada jurusan PKK
bidang boga telah diupayakan melalui berbagai metode dan media pembelajaran
dalam mencapai tujuan pengajaran. Metode ceramah, penugasan ataupun metode
demonstrasi sudah digunakan dalam pembelajarn dekorasi kue sebelumnya
namun, belum optimal. Hal ini disebabkan karena faktor fasilitas lab, kondisi
mahasiswa, ataupun dana yang harus memadai. Oleh karena itu, hasil belajar yang
dicapai tidak maksimal.
       Kenyataan tersebut, tampak melalui hasil praktik yang dimunculkan pada
saat pameran berupa display, kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
tertuang dalam kriteria hasil praktik. Kriteria tersebut meliputi hiasan harus dapat
memberi penampilan menarik, menambah kandungan gizi, melambangkan event
yang berlangsung, menutupi bagian kue yang kurang baik, dan meningkatkan nilai
ekonomi (Rohana,1995).
       Berdasarkan survai yang dilakukan terhadap mahasiswa tahun ajaran
2001/2002, bahwa penerimaan pesanan kue yang menggunakan hiasan
menunjukkan 75% dari mahasiswa tergolong kurang terampil menggunakan bahan
hiasan. Hasil kue yang didekorasi tidak sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
Hiasan yang digunakan 60% diperoleh dengan cara membeli di toko berupa hiasan
jadi yang selanjutnya dipasang diatas kue. Hiasan tersebut berupa bunga, pohon
cemara, anyaman ketupat, ucapan berupa tulisan, ornamen, dan daun-daunan.
       Hal ini menunjukkan bahwa praktek dekorasi kue yang diterapkan dalam
pembelajaran pengelolaan usaha boga berupa penerimaan pesanan tidak
memperoleh hasil maksimal. Kenyataan ini membuktikan bahwa pembelajaran

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                158


dekorasi kue yang diperoleh sebelumnya belum mencapai tujuan yang diharapkan.
Hasil evaluasi praktek dekorasi kue di jurusan PKK angkatan tahun 2001/2002
diperoleh skor rata-rata sebesar 64,3. Data ini menunjukkan bahwa tingkat
penguasaan keterampilan tergolong dalam kategori cukup.
        Berpijak pada kenyataan tersebut, dipandang perlu diupayakan model
pendekatan pengajaran secara lebih efektif dan efisien. Dosen sebagai
penyelenggara pendidikan di perguruan tinggi dalam kegiatan belajar-mengajar
dituntut untuk mampu memikirkan model pendekatan tersebut. Model pendekatan
yang diduga berpengaruh besar terhadap kualitas, proses dan hasil belajar adalah
metode mengajar dan media belajar. Hasil pengamatan tentang pembelajaran
dekorasi kue menunjukkan perlunya penelitian tindakan kelas dengan metode
demonstrasi dan media job sheet untuk meningkatkan keterampilan proses dan
hasil pembelajaran. Kajian ini secara praktis bermanfaat bagi mahasiswa agar
dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil pembelajaran dekorasi kue.
Bagi pengajar agar dapat digunakan sebagi bahan untuk meningkatkan
profesionalisme keguruan khususnya dalam pemakaian metode demostrasi dan
media job sheet.
       Metode mengajar adalah cara yang dipergunakan dalam menyajikan
kesatuan bahan pelajaran dengan memperhatikan ke seluruh individu yang belajar
untuk mencapai suatu tujuan (Tim MPT TTUC Bandung, 1985). Hamalik (1978)
mengatakan bahwa metode mengajar adalah cara yang digunakan dalam
melaksanakan pengajaran, yang berlangsung dalam proses belajar-mengajar.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka metode mengajar ialah cara yang
digunakan dalam melaksanakan pengajaran, yang berlangsung dalam proses
belajar-mengajar untuk dapat mencapai suatu tujuan.
       Penggunaan metode mengajar tergantung pada kondisi kelas, karakteristik
peserta didik dan waktu yang tersedia. Purba (1995) mengatakan bahwa ada
beberapa metode yang sering dan cocok digunakan dalam mengajar praktek, yaitu
ceramah, metode pemberian tugas, metode demonstrasi, metode tutorial, metode
tanya jawab dan kerja kelompok.
       Menurut Djajadisastra (1985), bahwa metode demonstrasi adalah suatu cara
menyajikan bahan pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objeknya,

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                159


atau cara melakukan sesuatu atau mempertunjukkan prosesnya. Pendapat lain juga
menyatakan bahwa metode demonstrasi adalah gabungan dari penjelasan lisan,
dengan pertunjukkan hidup, menggunakan alat untuk menyampaikan fakta-fakta
penting, teori atau proses pengolahan (Team MPT TTUC Bandung,1985).
       Selanjutnya, Sumantri dan Permana (1998) menyatakan metode
demonstrasi adalah sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu
yang sedang dipelajari, baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk
tiruan yang dipertunjukkan oleh pengajar atau sumber belajar lain yang memahami
atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.
       Job sheet yang disebut pula lembaran kerja adalah suatu media pendidikan
yang dicetak membantu instruktur dalam pengajaran keterampilan, terutama di
dalam laboratorium (work shop), yang berisi pengarahan dan gambar-gambar
tentang bagaimana cara untuk membuat atau menyelesaikan sesuatu job atau
pekerjaan (Team MPT TTUC Bandung, 1985). Selanjutnya, dijelaskan pula bahwa
pembuatan job sheet ini harus mempertimbangkan beberapa hal, yaitu : (1) dimulai
dari yang sederhana sampai kepada yang sukar, (2) pekerjaan dimulai dari yang
menarik perhatian peserta didik, (3) langkah dari pekerjaan tersebut, (4) ruang
lingkup persoalan ditekankan pada keterampilan, (5) pekerjaan yang kan sering
dilakukan peserta didik, lebih baik diajarkan terlebih dahulu, dan (6) peserta didik
memerlukan kesempatan latihan secara keseluruhan dari suatu pekerjaan daripada
sepotong-sepotong.
       Adapun keuntungan pemakaian job sheet adalah (1) dapat mengurangi
penjelasan yang tidak perlu, (2) memungkinkan mengajar satu kelompok yang
mengerjakan tugas berbeda, (3) dapat membangkitkan kepercayaan diri pada
peserta didik untuk membentuk kebiasaan bekerja, (4) merupakan persiapan yang
sangat baik bagi peserta didik untuk bekerja di industri sebab sudah terbiasa
membaca persiapan, dan (5) dapat meningkatkan hasil belajar. Selanjutnya,
Dimyati dan Mudjiono (1994) menjelaskan bahwa keterampilan proses adalah
sebagai wawasan antara pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual,
sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang
prinsipnya telah ada dalam diri peserta didik.

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                       160


       Proses yang terjadi dalam pembelajaran dekorasi kue meliputi beberapa
tahapan. Tahapan tersebut terdiri atas : (1) menyiapkan alat dan bahan, (2)
keselamatan kerja, (3) menutup/melapisi kue, (4) membuat hiasan pinggir atas, (5)
membuat hiasan pinggir bawah, (6)membuat hiasan samping, (7) membuat hiasan
pusat, dan (8) membuat ucapan, (9) langkah kerja yang betul, (10) ketepatan
dengan waktu yang tersedia.
       Hasil belajar dekorasi kue adalah suatu hasil yang diperoleh peserta
didik/mahasiswa setelah melakukan suatu kegiatan proses belajar-mengajar yang
berupa nilai keterampilan proses (praktik) dan nilai teori praktik dalam
pembelajaran dekorasi kue. Data ini diperoleh dari 5 orang subjek penelitian pada
bulan Juni hingga November 2002 di Jurusan PKK IKIP Negeri Singaraja. Data
tersebut diukur dengan pengerjaan praktik (job) melalui lembar observasi
keterampilan proses dengan bobot 70%. Nilai teori praktik diambil menggunakan
tes dengan bobot 30%.

2. Metode Penelitian.
       Subjek penelitian adalah mahasiswa yang memprogram mata kuliah
dekorasi kue tahun akademik 2002/2003 sebanyak 5 orang. Penelitian dilakukan
dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Tiap-tiap siklus meliputi empat tahap,
yaitu rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Prosedur penelitian tindakan
siklus I dan II dapat disajikan dalam Tabel 1 dan 2.
Tabel 1. Prosedur Tindakan pada Siklus I
 No.   Pertemuan/      Sub/Pokok         Metode        Media                      Prosedur Tindakan
        Tanggal         Bahasan
 1.    I            Hiasan Kue dari   Demonstrasi    Papan         1. Apersepsi
       5-10-2002    Butter Cream      Ceramah        tulis,        2. Kegiatan inti :
                                      Penugasan      jenis-jenis   - Menjelaskan pengertian hiasan butter cream.
                                                     spuit,        - Menjelaskan fungsi butter cream dalam dekorasi
                                                     mentega         kue
                                                                   - Menjelaskan alat untuk menghias kue dengan
                                                                     butter cream.
                                                                   - Mendemonstrasikan cara pemakaian alat untuk
                                                                     berbagai motif hiasan kue.
                                                                   - Menunjuk mahasiswa untuk mendemonstrasikan
                                                                     cara pemakaian alat dalam hiasan kue.
                                                                   - Memberikan kesempatan tanya jawab kepada
                                                                     mahasiswa.
                                                                   3. Menyimpulkan materi belajar.

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                              161



 2.    II            Menghias Kue       Demon-           Job sheet       1. Apersepsi
       12-10-2002    dengan  Butter     strasi,Ceramah                   2. Kegiatan inti :
                     Cream              Penugasan                        - Menjelaskan alat-alat yang dipergunakan
                                                                            untuk menghias kue.
                                                                         - Mendemonstrasikan cara menghias kue
                                                                            dengan butter cream.
                                                                         - Menjelaskan tata kerja dan keselamatan kerja
                                                                            dalam menghias kue dengan butter cream.
                                                                         - Mahasiswa melaksanakan praktek menghias
                                                                            kue di lab produksi.
                                                                         3. Dosen menilai hasil praktek dan hasil belajar.




Tabel 2. Prosedur Tindakan pada Siklus II

 No.   Pertemuan/T Sub/Pokok Bahasan        Metode        Media                        Prosedur Tindakan
          anggal
 1.    I            Hiasan Kue dari     Demon-strasi     Papan       1.   Apersepsi
       26-10-2002   Coklat              Ceramah          tulis,      2.   Kegiatan inti :
                                        Penugasan        scraper,    -    Menjelaskan pengertian hiasan kue dari coklat.
                                                         coklat      -    Menjelaskan fungsi coklat dalam dekorasi kue
                                                         blok        -    Menjelaskan alat untuk menghias kue dengan
                                                                          coklat.
                                                                     -    Mendemonstrasikan cara pemakaian alat untuk
                                                                          berbagai model hiasan kue dari coklat.
                                                                     -    Menunjuk mahasiswa untuk mendemonstrasikan
                                                                          cara pemakaian alat dalam hiasan kue.
                                                                     -    Memberikan kesempatan tanya jawab kepada
                                                                          mahasiswa.
                                                                     3.   Menyimpulkan materi belajar.
 2.    II           Menghias      Kue   Demonstrasi,Ce   Job sheet   1. Apersepsi
       2-11-2002    dengan Coklat       ramah                        2. Kegiatan inti :
                                        Penugasan                    - Menjelaskan alat-alat yang dipergunakan untuk
                                                                        menghias kue.
                                                                     - Mendemonstrasikan cara menghias kue dengan
                                                                        coklat.
                                                                     - Menjelaskan tata kerja dan keselamatan kerja
                                                                        dalam menghias kue dengan coklat.
                                                                     - Mahasiswa melaksanakan praktek menghias kue
                                                                        di lab produksi.
                                                                     3. Dosen menilai hasil praktek dan hasil belajar.




______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                      162


        Analisis data dilakukan dengan membandingkan pada kriteria model PAP
sehingga diperoleh simpulan untuk keterampilan proses sangat terampil, terampil,
cukup terampil, tidak terampil, dan sangat tidak terampil. Tingkat keberhasilan
belajar meliputi sangat baik, baik, cukup, kurang baik, dan sangat kurang baik.
Tabel konversi PAP dengan skala lima disajikan dalam tabel 3.

Tabel 3. Konversi Nilai dengan PAP Skala Lima

  Persentase Tingkat              Nilai                  Tingkat Keterampilan             Tingkat
     Penguasaan           Angka           Huruf                 Proses              Keberhasilan Belajar
       85 – 100             4              A               Sangat Terampil              Sangat Baik
       70 - 84              3              B                  Terampil                     Baik
       55 – 69              2              C               Cukup Terampil                 Cukup
       40 - 54              1              D            Tidak Terampil                   Kurang
       0 - 39               0              E         Sangat Tidak Terampil            Sangat Kurang




2. Pembahasan
        Dalam penelitian tindakan kelas ini data keterampilan proses dikumpulkan
menggunakan pedoman observasi melalui pelaksanaan praktik. Data hasil belajar
dikumpulkan menggunakan pedoman observasi pelaksanaan praktek dengan bobot
nilai 70%, nilai teori praktik dikumpulkan melalui tes tulis dengan bobot nilai
30%. Data keterampilan proses dan hasil belajar pada Siklus I dan II disajikan
dalam tabel 4 dan 5.

Tabel 4. Total Skor Keterampilan Proses dan Hasil Belajar pada Siklus I
 No.          Nama                                 Skor Siklus I                              Nilai
                                Praktek     Bobot 70%         Teori    Bobot 30%              PT
 1.     Pt Dewi Resiani           82              57,4          75           22,5             79,9
 2.     Ni Luh Ariani             70               49           83           24,9             73,9
 3.     Faridah                   56              39,2          59           17,7             56,9
 4.     Pt Sri Wahyuni            58              40,6          63           18,9             59,5
 5.     Kadek Aris S.             72              50,4          79           23,7             74,1
              Jumlah              338                          359                           344,3
             Rata-rata           67,6                          71,8                          68,86
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                  163


Tabel 5. Total Skor Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Pada Siklus II
No.          Nama                                Skor Siklus II                            Nilai
                              Praktek      Bobot 70%        Teori       Bobot 30%          PT
 1.   Pt Dewi Resiani           86            60,2            80            24             84,2
 2.   Ni Luh Ariani             74            51,8            82           24,6            76,4
 3.   Faridah                   62            43,4            63           18,9            62,3
 4.   Pt Sri Wahyuni            70             49             70            21              70
 5.   Kadek Aris S.             80             56             79           23,7            79,7
            Jumlah              372                          374                           372,6
           Rata-rata           74,4                          74,8                          74,52


        Tingkat penguasaan keberhasilan belajar yang diperoleh pada siklus I rata-
rata sebesar 68,86% dibandingkan dengan kriteria PAP ternyata berada pada
kategori 55% - 69%. Jadi hasil belajar dekorasi kue pada siklus I berada pada
kategori cukup baik. Sedangkan untuk keterampilan proses diperoleh rata-rata
sebesar 67,6% yang berada pada kategori 55% - 69%. Keterampilan proses pada
siklus I tergolong cukup terampil.
        Pada siklus II tingkat penguasaan keberhasilan belajar diperoleh rata-rata
sebesar 74,52% berada pada kategori 70% - 84%, sehingga dapat dinyatakan hasil
belajar dekorasi kue pada siklus II adalah baik. Tingkat keterampilan proses
diperoleh rata-rata sebesar 74,4% yang tergolong terampil.
        Pada pelaksanaan praktik dekorasi kue awalnya mahasiswa dapat dikatakan
kurang aktif dalam penerapan media belajar yang digunakan dosen dalam
pembelajaran dekorasi kue. Setelah pertemuan berikutnya, mahasiswa mulai
menunjukkan peningkatan keaktifannya melalui tanya jawab ataupun aktifitas
pengerjaan dalam menyelesaikan hiasan kue.
        Pada siklus I pemakaian job sheet belum optimal dilakukan karena desain
kurang menunjukkan tahapan perlakuan dari awal hingga penyelesaian. Oleh
karena itu, pada siklus II pengajar/dosen dalam hal ini menjelaskan proses
pembuatan hiasan kue pertahap secara jelas sesuai dengan desain yang dirancang.
Mahasiswa mengikuti menurut langkah kerja penyelesaian hiasan. Hal ini sesuai
dengan pendapat Djajadisastra (1985) bahwa metode demonstrasi akan efektif


______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                164


dalam pembelajaran karena dilakukan dengan mempertunjukkan langsung proses
pembuatan suatu objek yang didesain, dalam hal ini desain hiasan kue.
        Penyajian tingkat keterampilan proses dan hasil belajar mahasiswa pada
penelitian di atas memberikan gambaran bahwa dengan penerapan metode
demonstrasi dan media lembaran kerja (job sheet), dapat meningkatkan
keterampilan proses dan hasil belajar dekorasi kue mahasiswa jurusan PKK IKIP
Negeri Singaraja.
        Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I dan siklus II dapat
dikemukakan bahwa, untuk keterampilan proses diperoleh hasil penelitian skor
rata-rata siklus I sebesar 67,7 dan skor rata-rata siklus II adalah 74,4. Hal ini
menunjukkan bahwa rata-rata dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan
sebesar 6,8%. Dengan demikian, dinyatakan bahwa penerapan metode demostrasi
dan lembaran pekerjaan (job sheet) dalam keterampilan proses praktek dekorasi
kue cenderung meningkat.
        Hasil belajar pada siklus I diperoleh rata-rata sebesar 68,86 dan siklus II
diperoleh rata-rata 74,52. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata dari siklus I ke
siklus II mengalami peningkatan sebesar 5,7%. Dengan demikian, dinyatakan
bahwa penerapan metode demonstrasi dengan media lembaran pekerjaan (job
sheet) dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil pembelajaran dekorasi
kue. Peningkatan ini disebabkan oleh faktor penerapan metode demonstrasi
dengan media job sheet secara maksimal didukung kelengkapan gambar kerja
maupun fasilitas yang memadai pada siklus II.
        Temuan ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Tim MPT TTUC
Bandung (1985) bahwa keuntungan pemakaian job sheet adalah mampu
meningkatkan hasil pembelajaran karena melalui media ini mahasiswa dapat
membangkitkan rasa percaya diri untuk membentuk kebiasaan bekerja yang
bersifat mandiri. Dosen tidak terlalu banyak berbicara atau menjelaskan karena
langkah kerja telah dilengkapi sesuai disain rancangan. Dosen dapat secara
langsung memperagakan alat, bahan maupun proses pembuatan hiasan hingga
penyelesaian akhir.
        Peningkatan hasil yang diperoleh sebesar 6,8% pada keterampilan proses
dan 5,7% pada hasil belajar merupakan hasil dari perlakuan tindakan pada siklus I

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                165


dan siklus II. Hasil ini dapat dievaluasi kembali sehingga dapat direfleksikan pada
siklus III guna memperoleh peningkatan yang lebih besar. Evaluasi tersebut dapat
ditinjau dari aspek pengajar, peserta didik, sarana dan prasarana, ataupun kualitas
pembelajarannya.
        Uji statistik nonparametrik yang dilakukan terhadap dua amatan ulangan
atau dua perlakuan yaitu siklus I dan siklus II menggunakan uji tanda dari
Wilcoxon atau Signed Ranks Test. Hasil perhitungan terhadap 5 kasus diperoleh
Zhit = -2,02. Berdasarkan tabel uji-tanda T Wilcoxon pada taraf signifikansi 0,05
bahwa untuk minimal 6 kasus Ztab = 0, sehingga Zhit < Ztab dinyatakan
signifikan. Jadi melalui penerapan metode demonstrasi dan media job sheet dalam
keterampilan proses dan hasil pembelajaran dekorasi kue mengalami peningkatan
secara signifikan.
        Berpijak dari temuan hasil penelitian sebagaimana dipaparkan di atas,
maka dapat dinyatakan bahwa implikasi dari temuan ini sangat perlu pengadaan
penerapan metode demonstrasi dan media job sheet untuk setiap pokok bahasan
dalam upaya meningkatkan keterampilan proses dan hasil pembelajaran dekorasi
kue.


3. Penutup
       Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan di atas dapat
dirumuskan beberapa simpulan penelitian. (1) Perapan metode demonstrasi dan
media lembaran pekerjaan (job sheet) dapat meningkatkan keterampilan proses
dalam pembelajaran dekorasi kue. Peningkatan yang diperoleh dari siklus I ke
siklus II sebesar 6,8%, yaitu dari kategori cukup terampil meningkat menjadi
kategori terampil. (2) Penerapan metode demonstrasi dan media lembaran
pekerjaan (job sheet) dapat meningkatkan hasil pembelajaran dekorasi kue.
Peningkatan yang diperoleh dari siklus I ke siklus II sebesar 5,7%, yaitu dari
kategori cukup baik meningkat menjadi kategori baik.
       Berdasarkan    temuan    penelitian,    ada   beberapa    saran    yang
direkomendasikan. (1) Adanya hasil pembelajaran yang belum maksimal
diharapkan agar mahasiswa meningkatkan kuantitas latihan sesuai petunjuk dalam
job sheet sehingga penerapan hiasan yang didukung unsur seni dapat

______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004
ISSN 0215 - 8250                                                                                166


meningkatkan kualitas hiasan. (2) Pengajar, dalam hal ini dosen, agar dalam
mengelola proses belajar-mengajar yang menekankan aspek keterampilan selalu
mengupayakan media lembaran pekerjaan (job sheet) sehingga mahasiswa menjadi
lebih aktif dan semangat dalam belajar yang pada akhirnya mahasiswa diharapkan
memperoleh hasil belajar yang lebih optimal.


                               DAFTAR PUSTAKA

Djajadisastra,J.1985. Metode-metode Mengajar. Bandung: Angkasa.

Hamalik,O. 1978. Metode Mengajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. Bandung :
      Tarsito.

Efensi,H. 1994. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:PT Rineka Cipta.

Mudjiono.1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Proyek Pembinaan dan
      Peningkatan Pendidikan.

Sumantri,M. dan Permana, J. 1998. Strategi Belajar-Mengajar.                             Jakarta :
      Depdikbud RI.

Purba,J. 1995. Pola Pembelajaran Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Bandung:
       Forum Komunikasi FPTK/JPTK se-Indonesia.

Rohana.1995. Pengetahuan Bahan Penghias Kue. Jakarta : Dirjend.Dikdasmen.

Rohani,A. 1997. Media Instruksional Edukatif. Bandung : Gramedia.

Semiawan, C. 1988. Pendekatan Keterampilan Proses. Jakarta : PT Gramedia.

Slamet PH.1991. Wawasan Baru dalam Teknologi dan Kejuruan. Yogyakarta :
      Kertas Kerja pada seminar Pengembangan FPTK IKIP N Yogyakarta.

Hadi, S.1989.Statistik 1. Yogyakarta : Andi Offset.

Rukhiat, T. 1995. Seni Menghias Kue. Jakarta : Depdikbud.

Team     MPT. 1985. Metodologi Pengajaran                       Teknik.     Bandung       :   Pusat
        Pengembangan Penataran Guru Teknik.

Wilton.1988. Tata Hias Untuk Kue Tart. Jakarta : PT Sari Agung.
______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 1 TH. XXXVII Januari 2004

								
To top