Docstoc

Tips Sukses Menghadapi Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes) 2

Document Sample
Tips Sukses Menghadapi Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes) 2 Powered By Docstoc
					    Tips Sukses Menghadapi Wawancara dan Tes Psikologi
                       (Psikotes) 2

       Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes
tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat
kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right
man in the right place".
       Dasar pemikiran lain kenapa perlu diadakan seleksi, yaitu adanya perbedaan
potensi yang dimiliki setiap individu. Perbedaan itu akan menentukan pula
perbedaan dalam pola pikir, tingkah laku, minat, serta pandangannya terhadap
sesuatu. Kondisi itu juga akan berpengaruh terhadap hasil kerja. Bisa jadi suatu
pekerjaan atau jabatan akan lebih berhasil bila dikerjakan oleh individu yang
mempunyai bakat serta kemampuan seperti yang dituntut oleh persyaratan dari
suatu pekerjaan atau jabatan itu sendiri.
       Ada beberapa tujuan spesifik dari wawancara psikologi. Pertama, observasi.
Dalam hal ini calon kar-yawan dilihat dan dinilai. Mulai dari penampilan, sikap,
cara menjawab pertanyaan, postur - terutama untuk pekerjaan yang memang
membutuhkannya, seperti tentara, polisi, satpam, dan pramugari. Penilaian juga
menyangkut bobot jawaban dan kelancaran dalam menjawab.
       Demikian pula perilaku dan sikap-sikap yang akan muncul secara spontan bila
berada dalam situasi yang baru dan mungkin menegangkan. Misalnya, mata
berkedip-kedip atau memutar jari-jemari yang dilakukan tanpa sadar.
       Dalam hal bobot jawaban, misalnya, si calon bisa dinilai apakah ia
memberikan jawaban yang dangkal atau tidak, atau malah berbelit-belit. Jawaban
berupa "Ingin naik pesawat" atau "Ingin ke luar negeri" merupakan contoh jawaban
yang dinilai dangkal atas pertanyaan alasan menjadi pramugari.
       Sedangkan kelancaran dalam menjawab biasanya dinilai dari berapa lama
waktu yang dibutuhkan oleh seorang calon karyawan untuk menjawab pertanyaan.
       Dalam wawancara psikologi yang diperlukan sebenarnya jawaban spontan dan
tidak mengada-ada. Misalnya, apabila ditanya alamat, sebut saja alamat kita. Tidak
usah ditambah-tambahi atau malah berlagak sok pintar.
       Tujuan berikutnya dalam tes wawancara adalah menggali data yang tidak
didapatkan dari tes tertulis. Misalnya, apakah istri bekerja, anak bersekolah di
mana, masih tinggal bersama orangtua atau tidak, serta apa judul skripsi dan berapa
nilai yang didapat.
       Yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi penilaian adalah kecocokan
data. Benarkah data yang ditulis oleh sang calon?
       Atas dasar itu seorang psikolog sering melontarkan pertanyaan untuk menilai
tingkat pemahaman dan intelegensi si calon. Misalnya, calon mengaku
berpendidikan S2, maka diajukan pertanyaan yang sesuai dengan tingkat
pendidikan itu. Bila jawabannya kurang bermutu, dapat saja diambil kesimpulan
bahwa calon memiliki intelegensi yang kurang atau dianggap tidak serius selama
menjalani proses pendidikan.
       Sering juga terjadi hasil tes tulis bagus, tapi hasil wawancaranya kurang
meyakinkan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin ia telah beberapa kali mengikuti
psikotes atau pernah mengikuti bimbingan psikotes. Tes ulang dapat menjadi alat
untuk mengatasi keraguan itu.
       Dalam konteks di atas, tidaklah mungkin seorang calon membohongi
psikolog. Riskan pula bila dia tidak menjawab dengan sebenarnya. Terbuka sudah
kepribadiannya yang tidak jujur, padahal kejujuran merupakan prasyarat penting
untuk perusahaan.
       Pada wawancara untuk evaluasi karyawan atau promosi jabatan biasanya data
curiculum vitae (CV) dari instansi atau perusahaan sudah diberikan semua dari
Bagian Personalia.
       Manfaat lain wawancara adalah melengkapi data yang terlupakan atau tidak
tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum.
Kalau sudah, berapa kali? Untuk apa? Lulus atau tidak? Mungkin juga minat
ataupun gaji yang diinginkan. Yang terakhir, manfaat wawancara yaitu untuk
membuat keputusan.
       Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wawancara, dibuatlah
kesimpulan, apakah calon ini memenuhi syarat seperti job description yang
diberikan oleh perusahaan atau tidak.
       Terkadang ada psikotes yang tidak menggunakan wawancara. Semua itu
tergantung tujuan pemeriksaan, ketersediaan data yang mungkin sudah lengkap,
serta tidak begitu mensyaratkan penampilan atau postur. Misalnya, bila yang
diperlukan operator komputer, yang penting dia bisa komputer dan inteligensinya
cukup.
     Saran-Saran Menghadapi Wawancara

Bagi anda yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya anda
memperhatikan beberapa saran di bawah ini.
    Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara. Disarankan beberapa hari
      sebelum wawancara, anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah
      melihat tempatnya.
    Jika tidak diberitahu terlebih dulu jenis pakaian apa yang harus dipakai,
      maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
    Baca kembali surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara
      tersebut. Jangan lupa untuk membawa surat-surat atau dokumen-dokumen
      tersebut serta peralatan tulis saat wawancara.
    Mempersiapkan diri menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan
      pewawancara. Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk
      mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan
      pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab
      denganmemuaskan..
    Sebelum berangkat ke tempat wawancara, berdoalah terlebih dulu sesuai
      keyakinan anda.
    Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat
      karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan
      (pewawancara). Namun usahakan jangan terlambat, karena banyak
      perusahaan yang langsung menganggap anda gagal bila terlambat.
    Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.
    Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
    Ucapkan salam (selamat pagi/siang/sore) kepada para pewawancara dan jika
      harus berjabat-tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak
      lemas).
    Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan
      posisi yang tegak dan seimbang.
    Persiapkan surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara.
    Ingat dengan baik nama pewawancara.
    Lakukan kontak mata dengan pewawancara.
    Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
    Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan
      pada perusahaan.
    Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda
      diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
    Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.
    Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi, namun jangan
      berkesan sombong atau takabur. Banyak yang gagal hanya lantaran
      berkesan sombong, takabur, atau sok tahu.
    Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang
      bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.
    Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
      Ajukan beberapa pertanyaan bermutu di seputar pekerjaan anda dan bisnis
       perusahaan secara umum.
      Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh
       pewawancara.
      Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan
       selanjutnya.
      Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan
       kesempatan yang diberikan kepada anda.

Persiapan Menghadapi Wawancara

      Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan mempunyai
berbagai tujuan. Ada yang dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan
teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau mengetahui
kemampuan pelamar menangani berbagai hal.
      Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal
yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses
wawancara. Dalam hal ini, anda dituntut untuk berusaha menguasai diri anda
sendiri (khususnya kelebihan dan kelemahan anda). Juga berusaha menguasai
bidang pekerjaan yang anda lamar. Cari Informasi Sebanyak Mungkin dan
Berlatihlah
      Jika anda telah sampai pada tahap wawancara, sebenarnya secara kualitas,
anda telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Namun
anda dapat gagal hanya karena kurang mengetahui tentang perusahaan tempat anda
melamar. Untuk itu, sebaiknya anda juga berusaha mengetahuinya, dengan mencari
informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak
ada salahnya anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir
sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut.
      Pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup.
Usahakan memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan
oleh pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi.
Jangan mengesankan anda menyembunyikan sesuatu, namun anda juga jangan
terlalu berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang
dan mengatakan yang sebenarnya. Usahakan jawaban anda selalu mengindikasikan
karakter yang kuat, ulet, dan bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu
menyukai orang demikian. Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk
mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan
pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan
memuaskan.

Berbagai Kondisi

     Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan
anda menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini, anda
mungkin menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan anda begitu saja
selama 5-10 menit sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-
pura tidak peduli dan membaca koran ketika anda masuk, atau ia akan mengajukan
bantahan-bantahan yang tidak masuk akal terhadap setiap jawaban anda, atau
mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga anda, dan banyak trik
lain.
       Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus anda pegang adalah
anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi
anda akan menghadapinya dengan baik. Jika anda dicuekin, tetaplah bersikap
sopan. Katakan "Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan
kepada Bapak/Ibu mengapa anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini."

     Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak
aneh. Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak anda
bahwa hal ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga anda tidak perlu
merasa sakit hati atau kecewa.

Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara

Berpakaian yang "baik" dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan
karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang
berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:
Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan
mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau "kebiasaan"
berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang
bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai "orang aneh', disesuaikan
dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan
kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapi
dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara
ini.

Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (misalkan mengkilap,
ngejreng).
Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju
atasan).
Berpakaian dengan desain yang simpel (tidak telalu banyak pernik-pernik, toh ini
bukan acara pesta).

Tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian dan perhiasan.

Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara

Dalam wawancara, faktor diluar "isi" seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan
suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara. Seorang
pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang
diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar
mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara. Intinya, bahwa
melalui tatapan anda selama wawancara haruslah menandakan :
   1. Apakah anda cukup percaya diri.
   2. Apakah anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara
       tersebut;
   3. Apakah anda jujur dengan isi komunikasi anda;
   4. Apakah anda tampil "jujur" sesuai dengan kepribadian anda yang sebenarnya,
       tidak dibuat-buat.

   Intonasi akan memperlihatkan apakah anda seorang yang percaya diri atau
   tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron,
   tetapi cukuplah bahwa anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat
   lawan bicara untuk terus berkomunikasi. Usahakan tidak memberi nada agresif,
   atau nada "menutup" diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan
   anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan
   harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri.

               Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara ?

Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi
pencari kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk meniti
pekerjaan yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau test interview
menimbulkan banyak harapan di dalam diri pencari kerja. Bayangan mendapatkan
pekerjaan yang bagus, gaji yang cukup dan teman-teman kerja yang menyenangkan
seakan sudah di pelupuk mata. Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan,
panggilan selanjutnya ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon
atau surat panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi penasaran dan
diliputi berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan lagi atau memang hasil
wawancara Anda tidak diproses. Tak jarang harapan yang tadinya berkobar
mendadak padam. Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang
agak lama bahkan ada yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk
memproses kelanjutan test wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi
demikian, agar tidak penasaran, Anda dapat menanyakan kepastian kepada
perusahaan tersebut melalui telepon. Anda dapat bertanya setelah melewati waktu
dua minggu dari waktu wawancara. Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang
yang mewawancarai Anda. Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal
ini, karena bertanya merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar
dan kelanjutan proses lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih setelah
wawancara adalah hal yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun pasti maklum
atas pertanyaan Anda. Untuk itu usai wawancara, ada baiknya Anda menanyakan
siapa dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara
Anda.

Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database
dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban
sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti itu
biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat itu. Bisa jadi,
suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan dipanggil lagi. Namun
dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas terus menanti tanpa berusaha lagi.
Buatlah lamaran lain sebanyak-banyaknya. Sebaliknya kalau jawaban perusahaan
memberi kepastian, misalnya,"Anda memang memenuhi kualifikasi kami dan
dengan pertanyaan Anda, kami sekaligus memanggil Anda pada tanggal...", berarti
kemungkinan besar Anda akan diterima. Mungkin saat itu pihak perusahaan belum
sempat menghubungi Anda lebih lanjut dikarenakan adanya kepentingan lain.

Hidup ini memang penuh dengan kemungkinan. Untuk itu Anda jangan berhenti
berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga kemungkinan
itu akan menjelma menjadi suatu 'kepastian' yang menggembirakan.

                               Contoh-contoh
          Pertanyaan Umum dalam Wawancara
  Di bawah ini diberikan daftar pertanyaan umum yang dapat menggali 12 aspek
                                seperti berikut ini.
                                 1. Motivasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek motivasi antara lain :
    1. Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini ?
    2. Apa yang membuat anda menjadi tertarik dengan perusahaan ini ?
    3. Tanggung jawab apa yang anda anggap penting dalam pekerjaan ?
    4. Tantangan apa yang anda cari dalam pekerjaan ?
    5. Sebutkan dua hal yang memotivasi anda dalam bekerja.
    6. Apa yang dapat memotivasi anda dalam kehidupan pribadi anda ?
    7. Apa yang dapat memotivasi anda dalam menyelesaikan tugas yang sulit ?
    8. Apa yang dapat memotivasi anda agar menjadi sukses dalam pekerjaan ?
    9. Apa alasan anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
    10. Apa yang membuat anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
    11. Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai ?
    12. Mengapa anda ingin mengubah karir ? (bila yang bersangkutan berpindah
        profesi/karir)
    13. Apa arti bekerja bagi anda ?
                                                                                .
                2. Ketahanan Terhadap Tekanan (Stres)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek ketahanan terhadap tekanan/stres antara
lain :
    1. Apakah anda dapat bekerja di bawah tekanan ?
    2. Pernahkan anda bekerja di bawah tekanan ? Ceritakan bagaimana anda
       menyikapinya?
    3. Dalam lingkungan kerja seperti apa anda merasa nyaman ? (Terstruktur atau
       tidak ?)
    4. Seandainya ada konsumen yang marah karena hal yang bukan dilakukan
       anda, bagaimana anda menyikapinya ?
    5. Bagaimana anda menyikapi kritik yang diberikan kepada anda ?
   6. Seandainya anda mendapatkan pekerjaan yang tidak anda harapkan, apa
      yang akan anda lakukan ?
   7. Apa yang anda anggap sebagai hal yang berat untuk dilakukan dalam
      pekerjaan ?
   8. Seandainya anda dihadapkan dengan dua tugas yang harus diselesaikan pada
      saat yang bersamaan, apa yang akan anda lakukan ?
   9. Masalah terbesar apa yang pernah anda hadapi ? Bagaimana anda
      mengatasinya ?
                                                                                   .
                                  3. Inisiatif

Pertanyaan yang dapat menggali aspek inisiatif antara lain :
    1. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ? Dan darimana serta
       bagaimana anda mengetahuinya ?
    2. Kriteria apa yang anda gunakan untuk mengevaluasi perusahaan yang anda
       harapkan menjadi tempat kerja anda ?
    3. Ceritakan mengenai pendidikan dan pelatihan yang pernah anda ikuti.
    4. Bagaimana anda mendapatkan pekerjaan selama ini ? (Apakah melalui
       iklan, referensi, dsb) - untuk yang sudah pernah bekerja.
                                                                                   .
                                4. Sikap kerja

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sikap kerja antara lain :
    1. Seandainya anda ditempatkan di cabang perusahaan yang jauh dari lokasi
       anda, bagaimana anda menyikapinya ?
    2. Seandainya ada pengalihan tanggung jawab pada pekerjaan yang anda
       pegang, bagaimana anda menyikapinya ?
    3. Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda. (untuk yang sudah bekerja)
    4. Apa tanggung jawab anda pada posisi tersebut ? (untuk yang sudah bekerja)
                                                                                   .
                            5. Kepercayaan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepercayaan diri antara lain :
    1. Menurut anda, apa definisi/arti kesuksesan ? Dan seberapa besar
       pengaruhnya bagi anda ?
    2. Menurut anda, apa definisi/arti kegagalan ? Dan seberapa besar
       pengaruhnya bagi anda ?
    3. Jelaskan ukuran/standar kesuksesan bagi anda.
    4. Pekerjaan apa yang telah anda selesaikan dengan sukses ?
    5. Apa peran anda dalam kesuksesan tersebut ?
    6. Bagaimana anda memandang diri sendiri saat ini ? Apakah sudah sukses ?
                                                                                   .
                     6. Kemampuan Berpikir Analitis

Termasuk di dalam kemampuan berpikir analitis adalah "Kemampuan
Memecahkan Masalah" (problem solving) dan "Kemampuan Membuat
Keputusan" (decision making).
Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan berpikir analitis antara lain
:
    1. Masalah tersulit apa yang pernah anda alami ? Apa yang anda lakukan ?
        Bagaimana penyelesaiannya ?
    2. Hambatan atau kendala apa yang ditemukan selama kuliah atau belajar ?
        Bagaimana cara mengatasinya ?
    3. Ceritakan mengenai persoalan yang pernah anda pecahkan.
    4. Ceritakan situasi dimana anda pernah memiliki masalah dengan
        pengambilan keputusan.
    5. Ceritakan dimana anda harus membuat suatu keputusan.
    6. Ceritakan bagaimana anda pernah memecahkan masalah yang sulit.
    7. Ceritakan mengenai permasalahan yang paling sering anda hadapi dalam
        pekerjaan.
    8. Apakah anda pernah menyelesaikan suatu permasalahan bersama-sama
        rekan ? Apa peran anda dalam menyelesaikan masalah tersebut ?
    9. Apakah anda pernah diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam
        suatu waktu ? Apa yang anda lakukan ?
    10. Bagaimana anda menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul tiba-tiba ?
    11. Bagaimana anda mengidentifikasikan kedatangan suatu masalah ?
    12. Bagaimana anda membuat suatu keputusan penting ?
    13. Bagaimana anda memecahkan masalah ?
    14. Dalam situasi atau kondisi seperti apa, anda memiliki kemungkinan paling
        besar untuk berbuat kesalahan ?
    15. Keputusan apa yang terasa sulit bagi anda ? Berikan Contohnya !
    16. Menurut anda, faktor apa yang paling menentukan suksesnya seseorang ?
    17. Apa yang anda lakukan saat dihadapkan dengan pengambilan keputusan
        yang penting ?
    18. Apa yang anda lakukan saat kesulitan atau tidak dapat memecahkan
        persoalan yang anda hadapi ?
    19. Keputusan tersulit apa yang telah anda buat selama tiga tahun terakhir ?
    20. Kapan anda memutuskan untuk berhenti berusaha memecahkan suatu
        persoalan yang sulit ?
                                                                                  .
        7. Kemampuan Pencapaian Keberhasilan (Achievement)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan pencapaian keberhasilan
antara lain :
    1. Apakah anda senang mengerjakan pekerjaan/proyek yang sulit ?
    2. Apakah anda mempunyai prestasi yang dibanggakan ? Ceritakan !
    3. Apakah anda memiliki inisiatif ? Bagaimana anda menunjukkan hal tersebut
        ? Ceritakan satu contoh inisiatif yang telah anda ambil.
    4. Apakah anda pernah menyelesaikan persoalan yang sulit ? Atau yang
        sebelumnya anda pikir tidak dapat anda selesaikan ?
    5. Bagaimana anda menunjukkan keinginan (willingness) untuk bekerja ?
    6. Sebutkan prestasi yang pernah anda capai dalam pekerjaan atau masa
        kuliah/sekolah !
   7. Sebutkan lima pencapaian terbesar dalam hidup anda !
   8. Apa kegagalan terbesar yang pernah anda alami ? Kekecewaan apa yang
       anda alami ?
   9. Bagaimana anda mengatasi perasaan tersebut ? Dan mengatasi kegagalan
       tersebut ?
   10. Hal atau lingkungan seperti apa yang paling mendorong anda dalam bekerja
       ?
   11. Menurut anda, apa tantangan terbesar dalam pekerjaan ?
   12. Sebutkan bagian dari pekerjaan yang paling menantang dan yang paling
       tidak menantang.
   13. Apakah anda termasuk orang yang berani dalam mengambil risiko ?
   14. Berdasarkan pengalaman anda, ceritakan secara rinci dalam hal apa anda
       mengambil risiko untuk menyelesaikan suatu tugas ?
   15. Mengapa anda mengambil risiko tersebut ?
   16. Risiko apa yang anda hadapi saat mengajukan suatu usulan ?
   17. Prestasi apa yang pernah anda dapatkan di sekolah yang tidak dapat anda
       lupakan ?
   18. Prestasi apa yang pernah anda capai dalam bekerja yang mendapatkan
       penghargaan dari pimpinan atau perusahaan ? (baik penghargaan lisan
       ataupun penghargaan tertulis atau materi).

                                8. Aspirasi Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek aspirasi diri antara lain :
    1. Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda senangi ? Mata kuliah
       (mata pelajaran) apa yang paling anda tidak senangi ? Kenapa ?
    2. Apa cita-cita anda ketika lulus sekolah ? Ketika lulus kuliah ?
    3. Apakah anda berniat melanjutkan sekolah ? Berniat melanjutkan kuliah ?
    4. Menurut anda, apakah nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil
       akademik anda ?
    5. Kenapa kami harus memilih anda ?
    6. Bisakah anda menyebutkan lima kelebihan dan lima kekurangan anda ?
    7. Bagaimana pendapat anda mengenai perusahaan ini ?
                                                                                  .
                              9. Kelemahan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kelemahan diri antara lain :
    1. Apakah anda telah mencapai semua target yang telah anda tetapkan ? Bila
       tidak, mengapa ?
    2. Bagaimana anda mengatasi kegagalan dalam pencapaian target tersebut ?
    3. Kelemahan apa yang muncul saat anda dihadapkan pada tugas yang sulit ?
                                                                                  .
                                10. Sosialisasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sosialisasi antara lain :
    1. Ceritakan kegiatan anda di waktu senggang.
    2. Kegiatan apa yang anda ikuti di lingkungan anda ?
   3. Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi, maka kegiatan apa dan
      peran apa yang akan anda lakukan dalam organisasi tersebut ?
   4. Selain belajar, kegiatan apa saja yang anda ikuti saat masih kuliah atau
      sekolah ? Posisi apa yang anda pegang ?
                                                                                 .
                              11. Kemandirian

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemandirian antara lain :
    1. Ceritakan keputusan-keputusan penting dalam hidup anda, yang anda
       anggap sebagai keputusan anda sendiri. Juga ceritakan keputusan penting
       yang anda anggap bukan keputusan anda sendiri.
    2. Mengapa anda memilih jurusan .... ?
    3. Dalam pengambilan suatu keputusan, siapa yang berpengaruh dalam diri
       anda ?
    4. Dalam hal-hal apa saja orang-orang tersebut anda sertakan ?
                                                                                 .
                             12. Kepemimpinan

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepemimpinan antara lain :
    1. Sebutkan kepribadian yang anda miliki yang mencerminkan kemampuan
        memimpin.
    2. Menurut anda, kualitas apa yang dibutuhkan seorang pemimpin ?
    3. Apa yang paling menjadi tantangan bagi seorang pemimpin ?
    4. Bagaimana cara anda mendelegasikan suatu tanggung jawab ?
    5. Apakah anda membutuhka pengawas dalam bekerja ?
    6. Bagaimana cara anda membuat suatu rencana kerja ?
    7. Bagaimana cara anda memberikan teguran atau mendisiplinkan bawahan
        anda ?
    8. Seandainya ada bawahan anda yang melanggar aturan perusahaan,
        bagaimana anda menghadapinya ?
    9. Atasan seperti apa yang anda harapkan ?
    10. Seandainya anda kelebihan beban kerja, apa yang akan anda lakukan ?
    11. Bagaimana cara anda untuk memotivasi sesorang ?
    12. Atasan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
    13. Bawahan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
    14. Atasan seperti apa yang menurut anda tidak adil ?
    15. Seandainya anda membuat suatu kebijakan, kemudian bawahan anda banyak
        yang menentangnya, bagaimana anda mengatasinya ?