Docstoc

Sifat Koligatif Larutan

Document Sample
Sifat Koligatif Larutan Powered By Docstoc
					                                                                                                       Bab1  1
                                                                            Sifat Koligatif
                                                                                  Larutan

                                   Sumber: www. rjautoworks.com




Pada bab ini, Anda akan diajak untuk menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit
dan elektrolit dengan cara menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan
titik beku larutan, dan tekanan osmosis termasuk sifat koligatif larutan, serta membandingkan
antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit yang
konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.


    Telah Anda pahami pada pelajaran Kimia di Kelas XI sebelumnya, apa                          A. Molalitas
yang disebut larutan, sifat larutan asam dan basa, larutan penyangga, dan                          dan Fraksi Mol
hidrolisis larutan garam. Sifat larutan lainnya yang akan kita selidiki dalam
                                                                                                B. Sifat Koligatif
bab ini adalah sifat yang berhubungan dengan perubahan fisika, seperti
                                                                                                   Larutan
tekanan uap, titik didih, titik beku, dan tekanan osmotik. Sifat-sifat tersebut                    Nonelektrolit
merupakan sifat koligatif larutan.
    Jika Anda memasukkan suatu zat misalnya gula atau garam dapur ke
                                                                                                C. Sifat Koligatif
dalam pelarut seperti air, larutannya akan memiliki titik didih yang lebih
                                                                                                   Larutan
                                                                                                   Elektrolit
tinggi dibandingkan dengan titik didih air murni pada kondisi yang sama.
Begitu juga dengan titik beku dan tekanan uapnya akan berbeda dengan air
murni. Menurut Anda, mengapa dapat terjadi demikian? Pelajarilah bab ini
dengan baik dan Anda akan mengetahui jawabannya.




                                                                                                                     1
       Soal Pramateri                   A        Molalitas dan Fraksi Mol
1.    Berapakah volume air
      yang dibutuhkan untuk                  Dalam larutan, terdapat beberapa sifat zat yang hanya ditentukan oleh
      membuat 5M NaCl dari              banyaknya partikel zat terlarut. Sifat ini disebut sebagai sifat koligatif larutan.
      29 gram NaCl?
                                        Oleh karena sifat koligatif larutan ditentukan oleh banyaknya partikel zat
2.    Apakah yang dimaksud
      dengan larutan elektrolit         terlarut, bab ini akan diawali dengan pembahasan mengenai konsentrasi
      dan larutan                       larutan.
      nonelektrolit?
3.    Apakah perbedaan
      antara sifat fisika dan
                                        1. Molalitas (m)
      sifat kimia suatu                      Pada pelajaran sebelumnya, kita menyatakan konsentrasi dengan persentase
      senyawa?
                                        (%) dan molaritas (M). Dalam perhitungan molaritas, kuantitas larutan didasar-
                                        kan pada volume. Anda tentu ingat, volume merupakan fungsi suhu (zat akan
                                        memuai ketika dipanaskan). Oleh karena sifat koligatif larutan dipengaruhi
                                        suhu, diperlukan suatu besaran yang tidak bergantung pada suhu. Besaran
                                        tersebut dinyatakan berdasarkan massa karena massa tidak bergantung pada
                                        suhu, baik dari kuantitas zat terlarut maupun pelarutnya. Untuk itu, digunakan
                                        molalitas yang menyatakan jumlah partikel zat terlarut (mol) setiap 1 kg pelarut
                                        (bukan larutan). Larutan yang dibuat dari 1 mol NaCl yang dilarutkan dalam
                                        1.000 g air dinyatakan sebagai larutan 1 molal dan diberi lambang 1 m NaCl.
                                        Molalitas didefinisikan dengan persamaan berikut.

                                                                       Jumlah mol zat terlarut              massa       1.000
                                                 Molalitas (m) =                                 atau m =           ×
     1 m NaCl                                                          Jumlah kilogram pelarut               Mr          p

                                        Keterangan:
                                        m      = molalitas (mol/kg)
      Sumber: www.innovationcanada.ca   Mr     = massa molar zat terlarut (g/mol)
                                        massa = massa zat terlarut (g)
                     Gambar 1.1         p      = massa zat pelarut (g)
                Satuan konsentrasi          Molalitas juga berguna pada keadaan lain, misalnya karena pelarut
              molalitas memegang        merupakan padatan pada suhu kamar dan hanya dapat diukur massanya,
            peranan penting dalam       bukan volumenya sehingga tidak mungkin dinyatakan dalam bentuk
         aktivitas di laboratorium.
                                        molaritas. Perhatikanlah contoh soal penentuan molalitas berikut.
                                            Contoh           1.1
                                        Sebanyak 30 g urea (Mr = 60 g/mol) dilarutkan ke dalam 100 g air. Hitunglah
                                        molalitas larutan.
                                        Jawab
              Anda Harus                            massa urea     30 g
                                        Mol urea =             =          = 0, 5 mol
                Ingat                                Mr urea     60 g/mol
     Molalitas adalah jumlah                                           100
     mol zat terlarut per
                                        Massa pelarut = 100 g =                = 0, 1 kg
                                                                       1.000
     kilogram pelarut.
                                                            0, 5 mol
           massa 1.000                  Molalitas ( m ) =              =5m
      m=        ×                                           0,1 kg
            Mr     p

     You Must Remember                  Jadi, molalitas larutan urea adalah 5 m.
     Molality is total mole of
     solute perkilogram solvent.
           mass 1.000                       Contoh           1.2
      m=       ×
            Mr    p
                                        Berapa gram NaCl yang harus dilarutkan dalam 500 g air untuk menghasilkan
                                        larutan 0,15 m?




 2       Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
Jawab
Molalitas artinya jumlah mol zat terlarut per kilogram pelarut. 0,15 m berarti 0,15
mol NaCl dalam 1 kg (1.000 g) air.
                          0,15 mol NaCl dalam 1.000 g H2O
Untuk menghitung jumlah mol NaCl yang diperlukan untuk 500 g H2O, kita dapat
menggunakan hubungan tersebut sebagai faktor konversi. Kemudian, kita dapat
menggunakan massa molar NaCl untuk mengubah mol NaCl menjadi massa NaCl.
                0,15 mol NaCl 58, 44 g NaCl
500 g H 2 O ×                 ×             = 4,38 g NaCl
                 1.000 g H2 O   1 mol NaCl
Jadi, massa NaCl yang harus dilarutkan pada 500 g air untuk menghasilkan larutan
                                                                                        Kupas
0,15 m adalah 4,38 g.
                                                                                                       Tuntas
                                                                                        Molalitas suatu larutan 20%
 Buktikanlah oleh Anda                                                                  berat C2H5OH (Mr = 46 g/mol)
                                                                                        adalah ....
                                                                                        A . 6,4 m
                                                                                        B . 5,4 m
                          massa 1.000                                                   C . 4,4 m
Gunakan rumus m =              ×      untuk menjawab soal pada Contoh 1.1 dan           D. 3,4 m
                           Mr     p                                                     E. 0,4 m
Contoh 1.2. Apakah hasil yang diperoleh sama?                                           Pembahasan
                                                                                        C2H5OH 20% artinya 20 g
Kerjakanlah secara berkelompok dan presentasikan hasil yang diperoleh di depan kelas.   C2H5OH dalam 80 g air.
                                                                                               massa 1.000 20 1.000
                                                                                        m =         ×     =    ×
                                                                                                Mr     P    46   80
   Contoh           1.3
                                                                                           = 5,4
Berapakah kemolalan dari larutan 10% (w/w) NaCl? (w/w = persen berat)                   Jadi, kemolalan larutan 20%
                                                                                        berat C2H5OH adalah (B) 5,4 m.
Jawab
                                                                                                              UMPTN 1998
                                    10 g NaCl
Larutan 10% (w/w), artinya                         w berasal dari kata weight.
                                100 g larutan NaCl
Untuk mengetahui kemolalan, kita harus mengetahui jumlah mol NaCl.
10 g NaCl dapat diubah menjadi mol dengan menggunakan massa molar NaCl
(58,44 g/mol). Untuk mengetahui massa air, dapat dilakukan dengan cara
pengurangan 100 g larutan NaCl oleh 10 g NaCl.
massa air = 100 g – 10 g = 90 g
Untuk menentukan kemolalan, dapat dilakukan konversi sebagai berikut.
     10 g NaCl      1 mol NaCl 100 g larutan NaCl 1.000 g air
                  ×
100 g larutan NaCl 58, 44 g NaCl
                                 ×
                                     90 g air
                                                 ×
                                                   1 kg air                             Kata Kunci
Jadi, larutan 10% (w/w) NaCl memiliki konsentrasi 1,9 m.                                 •     Fraksi mol
                                                                                         •     Konsentrasi molal
                                                                                         •     Sifat koligatif

2. Fraksi Mol
    Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang semua komponen
larutannya dinyatakan berdasarkan mol. Fraksi mol komponen i,
dilambangkan dengan xi adalah jumlah mol komponen i dibagi dengan
jumlah mol semua komponen dalam larutan. Fraksi mol j adalah xj dan
seterusnya. Jumlah fraksi mol dari semua komponen larutan adalah 1.
                                   Jumlah mol komponen i
                   xi =
                          Jumlah mol semua komponen dalam larutan

                                               n
                                                i
                                     xi =
                                            ni + n j

    Total fraksi mol = xi + xj = 1




                                                                                             Sifat Koligatif Larutan   3
                                   Perhatikanlah contoh soal penggunaan fraksi mol berikut.

                                        Contoh           1.4
                                   Larutan glukosa dibuat dengan melarutkan 18 g glukosa (Mr = 180 g/mol) ke dalam
                                   250 g air. Hitunglah fraksi mol glukosa.
                                   Jawab
                                                                              18
                                                      mol glukosa            180      0,1
                                   xglukosa     =                       = 18 250 =            = 0,01
                                                  mol glukosa + mol air       +    0,1 + 13,9
                                                                          180 18
     Kupas                         Jadi, fraksi mol glukosa adalah 0,01.
          Tuntas
Fraksi mol suatu larutan
metanol CH3OH dalam air
adalah 0,50. Konsentrasi                Contoh           1.5
metanol dalam larutan ini
dinyatakan dalam persen            Berapa fraksi mol dan persen mol setiap komponen dari campuran 0,2 mol O2 dan
berat adalah ....                  0,5 mol N2?
A . 50%
B . 60%                            Jawab
C . 64%
D. 57%                                            mol O2
E. 50%
                                    xO2 =
                                              mol O 2 + mol N 2
Pembahasan
mol metanol = mol air                              0,2 mol
(misalkan 1 mol)
                                         =
                                              0,2 mol + 0, 5 mol
massa metanol
= mol × Mr                                    0,2 mol
= 1 × 32 = 32                            =            = 0,29
massa air= mol × Mr                           0,7 mol
          = 1×18 = 18
                                                  mol N 2
%w/w=
           massa metanol
                         × 100%
                                    xN 2 =
           massa larutan                      mol O 2 + mol N 2
             32g                                   0,5 mol
       =             ×100% = 64%
           32g + 18g                     =
                                              0,2 mol + 0, 5 mol
Jadi, konsentrasi metanol
dalam larutan dalam persen                0,5 mol
berat adalah (C) 64%                     =        = 0,71
                                          0,7 mol
                    UMPTN 1998     Fraksi mol N2 bisa juga dihitung dengan cara:
                                    xN2 = 1 – xO2
                                        = 1 – 0,29 = 0,71
                                   % mol O2 = 0,29 × 100% = 29%
                                   % mol N2 = 0,71 × 100% = 71%
                                   Jadi, fraksi mol O2 adalah 0,29 dan fraksi mol N2 adalah 0,71, sedangkan persen
                                   mol O2 adalah 29% dan persen mol N2 adalah 71%.




     Soal Penguasaan
                                       Materi 1.1
Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.
                                                                   2.   Berapakah molalitas dari larutan HCl 37% (w/w)?
1.    Berapakah molalitas larutan yang mengandung                       (Ar H = 1 g/mol, Ar Cl = 35,5 g/mol)
      4 g NaOH (Ar Na = 23 g/mol, Ar O = 16 g/mol,
      dan Ar H = 1 g/mol) terlarut dalam 250 g air?




4     Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
B           Sifat Koligatif Larutan Nonelektrolit
    Meskipun sifat koligatif melibatkan larutan, sifat koligatif tidak
bergantung pada interaksi antara molekul pelarut dan zat terlarut, tetapi
bergantung pada jumlah zat terlarut yang larut pada suatu larutan.
    Sifat koligatif terdiri atas penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih,
penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Apakah perbedaan di antara
keempat sifat koligatif tersebut? Perhatikanlah uraian berikut.

1. Penurunan Tekanan Uap
    Untuk mengetahui pengaruh zat terlarut yang sukar menguap terhadap
tekanan uap pelarut, lakukanlah kegiatan berikut.
                                                                                                                    Kata Kunci
     Selidikilah 1.1                                                                                                  •     Larutan nonelektrolit
                                                                                                                      •     Penurunan tekanan uap
Tujuan
Mengamati pengaruh zat terlarut terhadap tekanan uap jenuh larutan
Alat dan Bahan
Data percobaan
Langkah Kerja
1. Perhatikan gambar hasil eksperimen berikut.

                                                         Tekanan uap jenuh larutan                 Tekanan uap jenuh
                    Tekanan uap jenuh                    glukosa 1 m pada                          larutan urea 1 m pada
                    air pada                             25 °C = 23,34 mmHg                        25 °C = 23,34 mmHg
                    25 °C = 23,76 mmHg



Uap                                  Uap                                      Uap
jenuh air                            jenuh air                                jenuh air
                            Hg                                    Hg                                       Hg




                         23,76 mm                              23,34 mm                                  23,34 mm

      Air murni                          Larutan glukosa 1 m                    Larutan urea 1 m
      pada 25 °C                             pada 25 °C                            pada 25 °C


2.    Pada buku latihan Anda, isilah tabel berikut.

                                    Tekanan Uap Jenuh
                   Zat
                                    pada 25 °C (mmHg)
       Air                                         ...
       Larutan glukosa 1 m                         ...
       Larutan urea 1 m                            ...


Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan.
1.    Hitunglah selisih penurunan tekanan uap jenuh larutan glukosa dengan
      tekanan uap jenuh air.
2.    Hitunglah selisih penurunan tekanan uap jenuh urea dengan tekanan uap
      jenuh air.
3.    Mengapa selisihnya sama antara dua larutan dengan konsentrasi sama?
4.    Apabila larutan sukrosa 1 m diamati, akankah nilainya sama?
Diskusikan hasil yang Anda peroleh dengan teman Anda.




                                                                                                                           Sifat Koligatif Larutan   5
                                            Apakah yang dapat Anda simpulkan dari hasil kegiatan Selidikilah 1.1?
                                       Untuk memahami fenomena pada Selidikilah 1.1, pelajarilah uraian berikut.
                                            Penguapan adalah peristiwa yang terjadi ketika partikel-partikel zat cair
                                       meninggalkan kelompoknya. Semakin lemah gaya tarik-menarik antarmolekul
                                       zat cair, semakin mudah zat cair tersebut menguap. Semakin mudah zat cair
                                       menguap, semakin besar pula tekanan uap jenuhnya.
                                            Dalam suatu larutan, partikel-partikel zat terlarut menghalangi gerak
      Legenda                          molekul pelarut untuk berubah dari bentuk cair menjadi bentuk uap sehingga
            Kimia                      tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap jenuh
                                       larutan murni.
                                            Dari eksperimen yang dilakukan Marie Francois Raoult (1878),
                                       didapatkan hasil bahwa melarutkan suatu zat terlarut menyebabkan
                                       penurunan tekanan uap larutan. Banyaknya penurunan tekanan uap ( ΔP)
                                       terbukti sama dengan hasil kali fraksi mol zat terlarut (xB) dan tekanan uap
                                       pelarut murni ( PA ), yaitu:
                                                         o



                                                                           ΔP = xB PA
                                                                                    o




                                            Pada larutan yang terdiri atas dua komponen, pelarut A dan zat terlarut
                                       B, xA + xB = 1 maka xB = 1 – xA. Apabila tekanan uap pelarut di atas larutan
                                       dilambangkan PA, ΔP = PA – PA.
                                                                 o


                                            Persamaan akan menjadi:
                                                                       ΔP = xB PA
                                                                                o

Marie Francois Raoult
(1830–1901) adalah                                            PA – PA = (1 – xA) PA
                                                               o                  o

seorang ilmuwan Prancis.
Pada awalnya, Raoult adalah                                   PA – PA = PA – xA PA
                                                               o         o       o

seorang ilmuwan fisika yang
meneliti fenomena pada sel
volta. Kemudian, perhatian-                                                PA = xA P o
                                                                                      A
nya mulai teralihkan pada
pertanyaan-pertanyaan yang
mengarah pada kimia.                       Persamaan tersebut dikenal sebagai Hukum Raoult.
Makalahnya yang pertama
adalah mengenai tekanan                 Tekanan uap pelarut (PA) sama dengan hasil kali tekanan uap pelarut
pada titik beku suatu cairan
                                               murni ( PA ) dengan fraksi mol pelarut dalam larutan (xA).
                                                        o
dengan adanya zat terlarut
yang dipublikasikan pada
1878. Dia melanjutkan                      Apabila zat terlarut mudah menguap, dapat pula ditulis:
penelitiannya pada berbagai
pelarut seperti benzena dan                                                PB = xB PBo
asam asetat.
    Raoult melakukan peneliti-
an berulang-ulang sebelum                  Tekanan uap total dapat ditulis:
menemukan keteraturan
mengenai tekanan uap                                                  Ptotal = PA + PB
larutan. Keteraturan ini
kemudian dikenal sebagai                                                   = xA PA + xB PBo
                                                                                 o

Hukum Raoult.

     Sumber: http://id.wikipedia.org      Contoh        1.6
                                       Hitunglah tekanan uap larutan 2 mol sukrosa dalam 50 mol air pada 300 °C jika
                                       tekanan uap air murni pada 300 °C adalah 31,80 mmHg.
                                       Jawab
                                                                 mol sukrosa          2 mol
                                       Fraksi mol sukrosa =                      =
                                                            mol sukrosa + mol air 2 mol + 50 mol
                                                          = 0,038
                                       xB = 0,038
                                       xA = 1 – 0,038
                                          = 0,962




6   Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
             o
PA   = xA PA
     = 0,962 × 31,8 mmHg = 30,59 mmHg                                                     Kupas
Jadi, tekanan uap larutan adalah 30,59 mmHg.                                                                Tuntas
                                                                                          Sembilan gram zat nonelek-
                                                                                          trolit dan 360 g air dicampur,
                                                                                          ternyata tekanan uap jenuhnya
                                                                                          40 mmHg. Jika tekanan uap
              Contoh              1.7                                                     jenuh air pada suhu yang sama
                                                                                          adalah 40,1 mmHg, Mr zat
Berapakah tekanan uap parsial dan tekanan uap total pada suhu 25 °C di atas               tersebut adalah ....
                                                                                          A . 90 g/mol
larutan dengan jumlah fraksi mol benzena (C6H6) sama dengan jumlah fraksi mol
                                                                                          B. 126 g/mol
toluena (C7H8)? Tekanan uap benzena dan toluena pada suhu 25 °C berturut-turut            C . 180 g/mol
adalah 95,1 mmHg dan 28,4 mmHg.                                                           D. 342 g/mol
Jawab                                                                                     E. 360 g/mol
Jika larutan terdiri atas dua komponen dengan jumlah fraksi mol yang sama, fraksi         Pembahasan
mol keduanya adalah 0,5.                                                                  Diketahui:
                                                                                          Zat nonelektrolit = 9 gram
Tekanan uap parsial:                                                                      pelarut air (p) = 360 gram
Pbenzena = xbenzena × Pbenzena                                                            P° = 40,1 mmHg
         = 0,5 × 95,1 mmHg = 47,6 mmHg                                                    P = 40 mmHg
Ptoluena = xtoluena × Ptoluena                                                            Ditanyakan: Mr?
         = 0,5 × 28,4 mmHg = 14,2 mmHg                                                    Jawab:
                                                                                          P = xp P°
Tekanan uap total:
                                                                                          40 = xp × 40,1
Ptotal   = Pbenzena + Ptoluena
                                                                                          xp = 0,9975
         = 47,6 + 14,2 = 61,8 mmHg
Jadi, tekanan uap parsial benzena dan toluena adalah 47,6 mmHg dan 14,2 mmHg,                    360
                                                                                          nP =       =20 mol
sedangkan tekanan uap total adalah 61,8 mmHg.                                                    18

                                                                                                   np
                                                                                          xp =
                                                                                                 nt + np
2. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku
                                                                                                          20
    Adanya zat terlarut pada suatu larutan tidak hanya memengaruhi                        0,9975 =
                                                                                                        20 + nt
tekanan uap saja, tetapi juga memengaruhi titik didih dan titik beku. Pada                19,95 + 0,9975nt = 20
larutan dengan pelarut air, kita dapat memahami hal tersebut dengan                               0,9975 nt = 20 – 19,95
mempelajari diagram fase air pada Gambar 1.2 berikut.                                                    nt = 0,05 mol
                                                                                                           massa
                                                                                          0,05 mol =             → 0,05
     Tekanan (atm)




                                                                                                            Mr

                                                                                                  9g
                                                                                             =
                                                                                                  Mr
                                            Pelarut murni
                                                                                                   9g
1 atm                                                                                     Mr =           = 180 g/mol
                                                                                                0,05 mol
                                                                                Larutan
                                                                                          Jadi, massa molar relatif zat
                                                                                          tersebut adalah (C) 180 g/mol.
                                            Cair

                                                                                                                    UN 2002


                        Padat
                                                      Gas




                                                                                          Gambar 1.2
                                                                         Suhu(°C)         Diagram fase air
                                     0 °C             100 °C

                     Titik beku    Titik beku       Titik didih   Titik didih
                      larutan          air               air       larutan




                                                                                             Sifat Koligatif Larutan      7
                                                            Adanya zat terlarut pada suatu larutan menyebabkan penurunan tekanan
                                                        uap yang mengakibatkan terjadinya penurunan garis kesetimbangan antarfase
                                                        sehingga terjadi kenaikan titik didih dan penurunan titik beku.

                                                        a. Kenaikan Titik Didih ( ΔTb)
                                                             Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Pada
                                                        suhu ini, tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya.
          Kupas                                         Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di seluruh bagian zat cair. Titik
                               Tuntas                   didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer. Contohnya, titik didih air
                                                        100 °C, artinya pada tekanan udara 1 atm air mendidih pada suhu 100 °C.
                  Diagram P–T                                Dari hasil eksperimen yang dilakukan pada penentuan titik didih larutan,
              C   1
                      C          D     D1               ternyata titik didih larutan selalu lebih tinggi dari titik didih pelarut
                          cair              P = 1 atm
                                                        murninya. Hal ini disebabkan adanya partikel-partikel zat terlarut dalam
              M       G          F     K⎫               suatu larutan menghalangi peristiwa penguapan partikel-partikel pelarut.
                                            ⎬ ΔP
                                            ⎭
Tekanan




                          B
                                                        Oleh karena itu, penguapan partikel-partikel pelarut membutuhkan energi
          Padat                                         yang lebih besar.
                          B1     Gas                         Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebut
          A                                             kenaikan titik didih yang dinyatakan sebagai Δ Tb (b berasal dari kata boil).
              M 1 G1         F1        K1                    Titik didih suatu larutan lebih tinggi atau lebih rendah daripada titik
                  Temperatur                            didih pelarut, bergantung pada kemudahan zat terlarut itu menguap
          Berdasarkan Diagram P–T
          tersebut yang meng-
                                                        dibandingkan dengan pelarutnya. Jika zat terlarut tersebut tidak mudah
          gambarkan kenaikan titik                      menguap, misalnya larutan gula, larutan tersebut mendidih pada suhu yang
          didih larutan adalah ....                     lebih tinggi daripada titik didih pelarut air. Sebaliknya, jika zat terlarut itu
          A . G1M1
                                                        mudah menguap misalnya etanol, larutan akan mendidih pada suhu di bawah
          B . F1K1
          C . DD1                                       titik didih air.
          D. CC 1                                            Hukum sifat koligatif dapat diterapkan dalam meramalkan titik didih
          E. B1D1                                       larutan yang zat terlarutnya bukan elektrolit dan tidak mudah menguap.
          Pembahasan
          Berdasarkan Diagram P–T                       Telah ditentukan secara eksperimen bahwa 1,00 mol (6,02 × 1023 molekul)
          tersebut yang                                 zat apa saja yang bukan elektrolit dan tidak mudah menguap yang dilarutkan
          menggambarkan kenaikan                        dalam (1.000 g) air akan menaikkan titik didih kira-kira 0,51 °C. Perubahan
          titik didih larutan adalah (C)
          DD1.                                          pelarut murni ke larutan, yakni ΔTb, berbanding lurus dengan molalitas (m)
          Alasannya, semakin tinggi                     dari larutan tersebut:
          tekanan temperatur awal,
          misalnya pada suhu 100 °C                                               Δ Tb ∞ m    atau   Δ Tb = Kbm
          ditunjukkan oleh grafik F
          pada larutan temperatur
          ditunjukkan oleh K1 (fasa
          gas).
                                                         Tabel 1.1 Tetapan Kenaikan Titik Didih (Kb) Beberapa Pelarut
          Jadi, kenaikan titik didih                           Pelarut           Titik Didih (°C)            Kb (°C/m)
          ditunjukkan oleh (C) DD1.
                                                           Aseton                     56,2                       1,71
                                       UN 2002             Benzena                    80,1                       02,53
                                                           kamfer                     204,0                      05,61
                                                           Karbon tetraklorida        76,5                       04,95
                                                           Sikloheksana               80,7                       02,79
Kata Kunci                                                 Naftalena
                                                           Fenol
                                                                                      217,7
                                                                                      182
                                                                                                                 05,80
                                                                                                                 03,04
     Kenaikan titik didih                                  Air                        100,0                      00,52

                                                                                               Sumber: Chemistry Matter, and Its
                                                                                                               Changes, 2004


                                                             Kb adalah tetapan kenaikan titik molal dari pelarut (°C/m). Kenaikan
                                                        titik didih ( Δ Tb) adalah titik didih larutan (Tb) dikurangi titik didih pelarut
                                                        murni (Tb°).

                                                                                         Δ Tb = Tb – Tb°




     8        Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
    Contoh          1.8
Hitunglah titik didih larutan yang mengandung 18 g glukosa, C6H12O6.
(Ar C = 12 g/mol, Ar H = 1g/mol, dan Ar O = 16 g/mol) dalam 250 g air. (Kb air = 0,52 °C/m)
Jawab
                 massa 1.000
Molalitas =           ×
                  Mr     p
                                                                                              Kupas
                    18 g     1.000 g/kg                                                                       Tuntas
             =             ×                                                                  Sebanyak 75 g zat dengan
                 180 g/mol      250 g
                                                                                              rumus empiris (CH2O)
             = 0,4 m                                                                          (Ar H = 1 g/mol, C = 12 g/mol,
                                                                                              O = 16 g/mol) yang terlarut
ΔTb = Kbm                                                                                     dalam 500 gram air, mendidih
     = 0,52 °C/m × 0,4 m                                                                      pada suhu 100,52 °C (Kb air =
     = 0,208 °C                                                                               0,52 °C/m). Zat tersebut
Titik didih larutan = 100 + Δ Tb                                                              termasuk ....
                                                                                              A . triosa
                      = 100 °C + 0,208 °C                                                     B . tetrosa
                      = 100,208 °C                                                            C . pentosa
Jadi, titik didih larutan adalah 100,208 °C.                                                  D. heksosa
                                                                                              E. heptosa
                                                                                              Pembahasan
    Contoh          1.9                                                                                     1.000 massa
                                                                                              DTb = K b ´        ´
                                                                                                              p    Mr
Titik didih larutan yang mengandung 1,5 g gliserin dalam 30 g air adalah 100,28 °C.                           1.000 75
Tentukan massa molekul relatif gliserin. (Kb air = 0,52 °C/m)                                 0,52 = 0,52 ´        ´
                                                                                                               500   Mr
Jawab
                                                                                              Þ Mr = 150
Titik didih larutan = 100 + Δ Tb
                                                                                              Mr (CH2O) = 30
            100,28 = 100 + Δ Tb                                                               (CH2O)n = 150
               Δ Tb = 0,28 °C                                                                 30 n = 150
                                                                                              n=5
ΔTb = Kbm                                                                                     (CH2O)5 = C5H10O5.
            massa 1.000                                                                       Senyawa karbonat dengan 5
     = Kb        ×                                                                            atom c disebut dengan
             Mr     p
                                                                                              pentosa. Jadi, zat tersebut
                                                                                              termasuk (C) pentosa.
                           1, 5 g 1.000 g/kg
0,28 °C = 0,52 °C/m ×            ×
                            Mr       30 g                                                                          SPMB 2004

Mr = 92,8 g/mol
Jadi, massa molekul relatif gliserin adalah 92,8 g/mol.



b. Penurunan Titik Beku ( ΔTf )                                                                  Tantangan Kimia
    Seperti halnya pada kenaikan titik didih, adanya zat terlarut dalam                          Diskusikan dengan kelompok
larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku                    Anda:
                                                                                                 a. Apa yang dimaksud
pelarutnya. Penurunan titik beku, Δ Tf (f berasal dari kata freeze) berbanding                      dengan membeku?
lurus dengan molalitas (m) larutan:                                                              b. Bagaimana mekanisme
                                                                                                    penurunan titik beku
                               Δ Tf ∞ m    atau    Δ Tf = Kfm                                       pada suatu larutan?
                                                                                                 c. Apakah setiap zat
dengan K f adalah tetapan penurunan titik beku molal pelarut (°C/m).                                dengan konsentrasi yang
                                                                                                    sama (molalitas) akan
Penurunan titik beku (Tf) adalah titik beku pelarut murni (Tf°) dikurangi                           menyebabkan penurunan
titik beku larutan (Tf).                                                                            titik beku yang sama
                                                                                                    ketika dilarutkan?




                                                                                                 Sifat Koligatif Larutan    9
                                                                            Δ Tf = Tf° – Tf

                                       Berikut ini adalah beberapa harga tetapan penurunan titik beku (Kf)
                                   dari beberapa pelarut.
                                     Tabel 1.2 Tetapan Penurunan Titik Beku (Kf) Beberapa Pelarut
                                              Pelarut              Titik Beku (°C)              Kf (°C/m)
                                    Aseton                              –95,35                      2,40
                                    Benzena                               5,45                      5,12
                                    Kamfer                               179,8                      39,7
                                    Karbon tetraklorida                   –23                       29,8
                                    Sikloheksana                           6,5                      20,1
                                    Naftalena                             80,5                      6,94
                                    Fenol                                  43                       7,27
                                    Air                                     0                       1,86
                                                                                  Sumber: Chemistry Matter, and Its
                                                                                                   Changes, 2004



                                        Contoh           1.10
                                   Berapakah titik beku larutan yang terbuat dari 10 g urea CO(NH2)2 dalam 100 g air?
                                   (massa molar urea 60 g/mol, Kf air = 1,86 °C/m)
                                   Jawab
                                                  massa urea      10 g
                                   Mol urea=                 =          = 0,17 mol
                                                   Mr urea     60 g/mol

                                                            mol urea
                                   Molalitas urea =
                                                            massa air
Kata Kunci                                                  0,17 mol
                                                        =
Penurunan titik beku                                         0,1 kg
                                                        = 1,7 m
                                    Δ Tf =Kf m
                                        = 1,86 °C/m × 1,7 m
                                        = 3,16 °C
                                   Jadi, larutan tersebut memiliki titik beku 3,16 °C di bawah 0 °C atau pada –3,16 °C.




                                        Contoh           1.11
                                   Hitunglah titik beku larutan yang terdiri atas 10 gram glukosa (Mr = 180 g/mol) dalam
                                   500 g air (Kf air = 1,86 °C/m).
     Tantangan Kimia               Jawab

 Di Eropa, pada musim                                 massa 1.000
                                   Molalitas =             ×
 dingin untuk mencairkan                               Mr     p
 salju yang mengganggu di
 jalan raya biasanya                                              1.000 g/kg
                                                         10 g
 digunakan garam.                                 =             ×
 Menurut Anda, bagaimana                              180 g/mol      500 g
 hal itu dapat terjadi?
 Diskusikanlah hal tersebut
                                                  = 0,11 m
 bersama teman Anda.                Δ Tf = Kf m
                                        = 1,86 °C/m × 0,11 m
                                        = 0,20 °C
                                   Titik beku larutan
                                   Δ Tf = Tf air – Tf larutan




10    Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
0,20 °C      = 0 – Tf larutan
Tf larutan = –0,20 °C
Jadi, titik beku larutan adalah –0,20 °C.



    Contoh            1.12
Hitunglah titik beku suatu larutan yang mengandung 2 g kloroform, CHCl3 (Mr =
119 g/mol) yang dilarutkan dalam 50 g benzena (Kf benzena = 5,12 °C/m, Tf benzena
= 5,45 °C).
Jawab
                      2g     1.000
Molalitas =                ×       = 0,34 m
                  119 g/mol 50 g
Δ Tf = Kf m
      = 5,12 °C/m × 0,34 m                                                                   Sumber: Chemistry (Chang), 2002

      = 1,74 °C
Titik beku larutan                                                                  Gambar 1.3
                                                                                    Etilen glikol digunakan
 Δ Tf        = Tf benzena – Tf larutan
                                                                                    sebagai zat antibeku pada
1,74         = 5,45 – Tf larutan                                                    pendingin mesin mobil.
Tf larutan = 3,71 °C
Jadi, titik beku larutan tersebut adalah 3,71 °C.


    Contoh            1.13
Larutan yang dibuat dengan melarutkan 5,65 g suatu senyawa yang tidak diketahui
dalam 110 g benzena membeku pada 4,39 °C. Berapakah massa molar senyawa
tersebut?
Jawab
Pada Tabel 1.2 diketahui titik beku benzena = 5,45 °C dan Kf benzena = 5,12 °C/m
Δ Tf = 5,45 °C – 4,39 °C = 1,06 °C
Δ Tf = Kf m
       ÄT f         1,06 °C
  m=          =             = 0,207 m
       Kf         5,12 °C/m
0,207 m artinya setiap kg benzena pada larutan mengandung 0,207 mol zat terlarut
maka jumlah mol pada 110 g benzena dapat dihitung.
                       0,207 mol zat terlarut
0,11 kg benzena ×                             = 0,023 mol
                           1 kg benzena

                              5,65 g                                                                    Air
massa molar zat terlarut =             = 245,65 g/mol                                                pendingin
                            0,023 mol                                                        Klem
                                                                                                       keluar

Jadi, massa 1 mol zat terlarut tersebut adalah 245,65 g.
                                                                                                                  Kondensor

                                                                                    Statif
    Gejala penurunan titik beku juga memiliki terapan praktis di antaranya                             Labu
                                                                                                      destilasi      Air
adalah penurunan titik beku air. Zat antibeku (biasanya etilen glikol) yang                                       pendingin
                                                                                                                    masuk
ditambahkan ke dalam sistem pendingin mesin mobil mencegah pembekuan                          Pemanasan                Labu
air radiator pada musim dingin. Penggunaan CaCl 2 dan NaCl untuk                                                    penampung
                                                                                         Sumber: Basic Concept of Chemistry, 2002
menurunkan titik leleh es juga sering diterapkan, misalnya untuk menyiapkan
campuran pendingin dalam pembuatan es krim.
                                                                                    Gambar 1.4
    Contoh penerapan Hukum Raoult digunakan pada alat distilasi untuk
                                                                                    Alat distilasi dirancang dengan
memisahkan campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya.
                                                                                    menggunakan prinsip hukum
                                                                                    Raoult




                                                                                         Sifat Koligatif Larutan          11
                                   3. Tekanan Osmotik
                                       Osmosis adalah merembesnya partikel-partikel pelarut dari larutan yang
                                   lebih encer ke larutan yang lebih pekat melalui suatu membran semi-
                                   permeabel. Membran semipermiabel hanya melewatkan molekul zat tertentu
                                   sementara zat yang lainnya tertahan.
                                       Bagaimanakah peristiwa osmosis dapat terjadi? Untuk menyelidikinya,
                                   lakukanlah kegiatan berikut.

                                         Selidikilah 1.2
                                                                Tekanan Osmotik
                                     Tujuan
                                     Mengamati peristiwa osmosis pada larutan elektrolit dan nonelektrolit
                                     Alat dan Bahan
                                     1. Corong                          4. Larutan gula
                                     2. Kertas perkamen/selopan         5. Larutan garam
                                     3. Gelas kimia 1 L                 6. Air
                                     Langkah Kerja
                                     1. Susunlah 2 buah alat seperti gambar berikut.

                                                                            Beban
                                               h2
                                                    ⎫
                                                    ⎬Δ h
                                               h1   ⎭




Kata Kunci
•    Membran semipermeabel
•    Osmosis
•    Tekanan osmotik
                                     2. Corong yang bagian bawahnya ditutup dengan kertas perkamen/selaput
                                        semipermeabel berisi larutan gula dimasukkan ke dalam bak (gelas kimia 1 L)
                                        yang berisi air.
                                     3. Amatilah naiknya larutan dalam corong dari ketinggian h1 sampai h2.
                                     4. Ulangi langkah kerja 1–3.
                                     Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan.
                                     1. Mengapa air di dalam bak masuk ke dalam corong melalui selaput semi-
                                        permeabel?
                                     2. Mungkinkah larutan gula atau garam yang masuk ke dalam air? Mengapa?
                                     3. Apabila corong diganti ukurannya, apakah naiknya zat cair dalam corong
                                        sama?
                                     4. Samakah beban pada kedua corong yang berbeda?
                                     5. Samakah Δ H untuk larutan gula dan garam?
                                     Kerjakanlah secara berkelompok dan diskusikanlah hasil yang Anda peroleh.


                                        Kesimpulan apakah yang dapat Anda peroleh dari kegiatan Selidikilah
                                   1.2? Untuk lebih memahami proses osmosis, pelajarilah uraian berikut.
                                        Perhatikanlah Gambar 1.5, gambar tersebut memperlihatkan larutan A
                                   dan larutan B dengan konsentrasi yang berbeda yang dipisahkan oleh suatu
                                   membran semipermeabel yang hanya dapat ditembus oleh molekul air.




12    Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
                                                                                                       Beban




                                                                                                                    Piston



            Larutan

                                B                                   B
         Membran
    semipermeabel
                                A
                                                                    A
        Air murni
                                a                                    b                                         c


                    Keadaan awal, A (air                   Setelah beberapa saat,                 Tekanan balik dibutuhkan
                   murni) dan B (larutan)                peristiwa osmosis terjadi,               untuk mencegah terjadinya
                  dipisahkan oleh membran                     ditandai dengan                       proses osmosis. Jumlah
                       semipermeabel.                      meningkatnya volume                        tekanan balik yang
                                                          larutan pada tabung B.                    dibutuhkan merupakan
                                               Sumber: Chemistry: Matter and Its Changes, 2004
                                                                                                   tekanan osmotik larutan.

    Gambar 1.5 menggambarkan peristiwa osmosis. Pada Gambar 1.5a,                                Gambar 1.5
diperlihatkan keadaan awal, kemudian setelah beberapa saat, tinggi air pada                      Proses osmosis dengan
tabung naik (Gambar 1.5b) hingga kesetimbangan tercapai. Tekanan balik                           membran semipermeabel
dibutuhkan untuk mencegah terjadinya proses osmosis (Gambar 1.5c). Jumlah
tekanan balik yang dibutuhkan merupakan tekanan osmotik larutan.
    Dua larutan yang memiliki tekanan osmotik sama disebut larutan
isotonik. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih tinggi dari
larutan yang lainnya, larutan tersebut dinamakan hipertonik. Adapun jika
larutan memiliki tekanan osmotik lebih rendah dari larutan yang lainnya,
larutan tersebut dinamakan hipotonik.
    Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif karena besarnya
hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut persatuan volume larutan.
Tekanan osmotik tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Persamaan berikut
(dikenal sebagai Persamaan Van’t Hoff) digunakan untuk menghitung                                   Tantangan Kimia
tekanan osmotik dari larutan encer.                                                                Larutan glukosa (C6H12O6)
                                                                                                   digunakan sebagai cairan
                                        π = MRT                                                    infus. Larutan ini harus
                                                                                                   memiliki tekanan osmosik
Keterangan:                                                                                        yang sama dengan tekanan
                                                                                                   osmotik sel darah.
π = tekanan osmotik (atm)                                                                          Diskusikanlah dengan
R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K)                                                                kelompok Anda mengapa
M = molaritas larutan                                                                              tekanan osmotik cairan
                                                                                                   infus harus sama dengan
T = suhu (Kelvin)                                                                                  tekanan osmotik sel darah.
                                                                                                   Jika tekanan sel darah pada
   Contoh         1.14                                                                             25 °C adalah 7,7 atm,
                                                                                                   berapa konsentrasi glukosa
                                                                                                   dalam cairan infus?
Berapakah tekanan osmotik pada 25 °C dari larutan sukrosa (C12H22O11) 0,001 M?
Jawab
Diketahui     T       =   25 °C = (25 + 273) K = 298 K
              M       =   0,001 mol/L
              R       =   0,082 L atm/mol K




                                                                                                   Sifat Koligatif Larutan    13
                                    π    = MRT
                                         = 0,001 mol/L × 0,082 L atm/mol K × 298 K = 0,024 atm
                                    Jadi, tekanan osmotik larutan tersebut adalah 0,024 atm.



                                        Contoh          1.15
                                    Dalam larutan encer, 0,001 M gula dalam air dipisahkan dari air murni dengan
                                    menggunakan membran osmosis. Berapakah tekanan osmotik dalam torr pada
                                    suhu 25 °C?
                                    Jawab
                                    π = MRT
                                        = (0,001 mol/L) (0,0821 L atm/mol K) (298 K) = 0,0245 atm
                                                                760 torr
                                    π dalam torr = 0,0245 atm ×          = 18,6 torr
       Fakta                                                     1 atm
                                    Jadi, tekanan osmotik 0,001 M gula dalam air adalah 18,6 torr.
               Kimia
      Desalinasi Air Laut

Banyak tempat di berbagai
pelosok di dunia yang                   Contoh          1.16
berdampingan dengan lautan,
tetapi penduduknya terancam         Suatu larutan dengan volume 100 mL mengandung 0,122 g zat nonelektrolit terlarut
kekurangan air tawar. Untuk itu,
negara Arab Saudi
                                    dan memiliki tekanan osmotik 16 torr pada suhu 20 °C. Berapakah massa molar zat
menggunakan suatu metode            terlarut tersebut?
pemisahan air tawar dari            Jawab
garam-garam pekat air laut.
                                    T dalam kelvin = (273 + 20)
Membuang garam-garam yang
terlarut dalam air disebut                         = 293 K
desalinasi.                                                     1 atm
     Banyak penelitian dan          π dalam atm = 16 torr ×             = 0,0211 atm
pengembangan dipusatkan pada                                   760 torr
lima metode desalinasi, yaitu                π    = MRT
penyulingan, pembekuan,             0,0211 atm    = (M) (0,082 L atm/mol K) (298 K)
osmosis terbalik, elektro-
dialisis, dan pertukaran ion.                                     mol zat terlarut
     Desalinasi osmosis terbalik              M   = 8,63 × 10–4
merupakan metode yang
                                                                    L larutan
ekonomis. Dalam metode ini,              n
garam terpisah dari airnya oleh     M   =
tekanan pada membran                     V
semipermeabel yang                  n   =M×V
memisahkan sumber air (air
laut) dari produknya (air tawar).                       mol zat terlarut
                                        = 8,63 × 10–4                    × 0,1 L larutan = 8,63 × 10–5 mol
                                                          L larutan
                                                                     0,122 g
                                    massa molar zat terlarut =                  = 1,41 × 103 g/mol
                                                                  8,63×10-5 mol
                                    Jadi, massa molar zat terlarut tersebut adalah 1,41 × 103 g/mol.




                                        Contoh          1.17

                                    Suatu larutan dibuat dengan melarutkan 1,08 g protein, yaitu serum albumin
                                    manusia yang diperoleh dari plasma darah (dalam 50 cm 3 air). Larutan
                                    menunjukkan tekanan osmotik 5,85 mmHg pada 298 K. Tentukan massa molekul
                                    relatif albumin.




14    Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
Jawab
Tekanan osmotik ( π ) dikonversikan terlebih dahulu menjadi atm.
             5,85
5,85 mmHg =       = 7,70 × 10–3 atm
             760
      ⎛ massa ⎞
      ⎜       ⎟ RT
π   = ⎝ Mr ⎠
           V

        massa RT
Mr =
          πV
        1,08g × 0,082 atm/mol K × 298K
    =                                  = 6,86 × 104 g/mol
             7,70 × 10atm × 0,05L
Jadi, massa molekul relatif albumin adalah 6,86 × 104 g/mol.


     Jika tekanan mekanis pada suatu larutan melebihi tekanan osmotik,                                      Air murni
pelarut murni akan terperas ke luar dari suatu larutan lewat suatu membran
                                                                                              Larutan air
semipermeabel (Gambar 1.6). Proses ini disebut osmosis terbalik (reverse                                      H2O
osmosis) dan merupakan suatu cara untuk memulihkan pelarut murni dari
dalam suatu larutan. Contoh penerapan osmosis balik adalah pemulihan air
murni dari limbah industri dan menawarkan air laut (desalinasi).
     Proses osmosis sangat penting bagi tanaman dan hewan karena dengan                Gambar 1.6
proses osmosis, air dibagikan ke semua sel organisme hidup. Dinding sel                Osmosis terbalik, menunjukkan
merupakan membran semipermeabel, membran sel hidup ini juga dapat                      bahwa jika tekanan mekanis
                                                                                       lebih besar daripada tekanan
ditembus oleh zat-zat terlarut tertentu sehingga bahan makanan dan produk              osmotik, pelarut dipaksa
buangan dipertukarkan lewat dinding sel ini. Permeabilitas dinding sel                 melewati membran
terhadap zat terlarut seringkali bersifat memilih-milih dan sampai batas               semipermeabel dari dalam
tertentu tidak bergantung pada ukuran partikel zat terlarut dan konsentrasi            larutan menuju ke pelarut
                                                                                       murni.
mereka. Misalnya, ion magnesium yang terhidrasi praktis tidak menembus
dinding saluran pencernaan, sedangkan molekul glukosa dapat melewati
dinding sel.

     Soal Penguasaan
                                      Materi 1.2
 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.
 1. Bagaimanakah cara untuk mengetahui pengaruh             3.   Jika 0,4 molal gula pasir dilarutkan dalam air (Kb
     zat terlarut yang sukar menguap terhadap tekanan            air = 0,52 °C/m), tentukan titik didih larutan gula
     uap jenuh larutan? Jelaskan.                                tersebut.
 2. Hitunglah tekanan uap suatu larutan 4 mol fruktosa      4.   Jika 6,84 g sukrosa (Mr = 342) dilarutkan dalam air
     dalam 60 mol air pada suhu 310 °C. Jika tekanan uap         dan membentuk larutan bervolume 100 mL pada
     air murni pada 310 °C sebesar 33,4 mmHg.                    suhu 27 °C (R = 0,082 L atm/mol K), tentukan
                                                                 tekanan osmotik larutan tersebut.



C       Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
    Jika zat terlarut membentuk larutan bersifat asam, basa, dan garam,
ternyata rumus-rumus sifat koligatif larutan memiliki nilai yang tidak sama
dengan data percobaan. Harga-harga Δ P, Δ Tb , Δ Tf , dan π dari larutan-
larutan asam, basa, dan garam yang diamati melalui eksperimen selalu lebih
besar daripada harga-harga yang dihitung menurut perhitungan ideal.
Bagaimanakah menentukan perbandingan nilai sifat koligatif larutan
elektrolit dan nonelektrolit? Untuk mengetahuinya, lakukanlah kegiatan
berikut.




                                                                                          Sifat Koligatif Larutan   15
                                         Selidikilah 1.3
                                                             Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
                                     Tujuan
                                     Menentukan perbandingan nilai sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit
                                     Alat dan Bahan
                                     Data hasil percobaan
                                     Langkah Kerja
                                     Amatilah data hasil percobaan berikut. Larutan yang diamati memiliki
                                     konsentrasi yang sama yaitu 0,005 m.
                                              Larutan             Tf (°C)
                                       Glukosa                   0,0093
                                       NaCl                      0,0183
                                       KCl                       0,0180
                                       K2SO4                     0,0275
                                       H2SO4                     0,0270

                                     Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan.
                                     1. Hitunglah perbandingan nilai Δ Tf NaCl terhadap Δ Tf glukosa, Δ Tf KCl
                                        terhadap Δ Tf glukosa, dan seterusnya sampai dengan H2SO4.
                                     2. Manakah nilai perbandingan di antara keempat larutan terhadap glukosa
                                        yang bernilai hampir sama?
                                     3. Bandingkanlah nilai perbandingan itu dengan jumlah ion masing-masing
                                        zat yang membentuk larutan elektrolit (NaCl memiliki ion Na+ dan Cl–).
                                     4. Apakah nilai perbandingan tersebut sama dengan jumlah ionnya? Mengapa
                                        demikian?
                                   Diskusikan hasil yang Anda peroleh dengan teman Anda.

                                         Apakah kesimpulan yang Anda peroleh? Untuk lebih memahami sifat
Kata Kunci                         koligatif larutan elektrolit, pelajarilah penjelasan berikut.
•    Faktor Van’t Hoff
                                         Menurut Arrhenius, suatu zat elektrolit yang dilarutkan dalam air akan
•    Larutan elektrolit
                                   terurai menjadi ion-ion penyusunnya sehingga jumlah partikel zat pada
                                   larutan elektrolit akan lebih banyak dibandingkan dengan larutan
                                   nonelektrolit yang konsentrasinya sama. Hal ini menyebabkan sifat koligatif
                                   pada larutan elektrolit lebih besar daripada larutan nonelektrolit.
                                         Perilaku elektrolit dapat digambarkan dengan memerhatikan fenomena di
                                   atas. Penurunan titik beku Δ Tf larutan 0,005 m NaCl 1,96 kali (2 kali) Δ Tf glukosa
                                   sebagai zat nonelektrolit, demikian juga Δ Tf untuk K2SO4 hampir 3 kali dari
                                    Δ Tf glukosa. Keadaan ini dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
                                                            Δ Tf elektrolit = i × Δ Tf nonelektrolit

                                       Hubungan sifat koligatif larutan elektrolit dan konsentrasi larutan
                                   dirumuskan oleh Van’t Hoff, yaitu dengan mengalikan rumus yang ada
                                   dengan bilangan faktor Van’t Hoff yang merupakan faktor penambahan
                                   jumlah partikel dalam larutan elektrolit.

                                                                            i = 1 + (n – 1) α

                                   Keterangan:
                                   i = faktor yang menunjukkan bagaimana larutan elektrolit dibandingkan
                                       dengan larutan nonelektrolit dengan molalitas yang sama.
                                       Faktor i inilah yang lebih lanjut disebut faktor Van’t Hoff.
                                   n = jumlah ion dari elektrolit
                                   α = derajat ionisasi elektrolit




16    Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
    Contoh elektrolit biner:                                                    Anda Harus
       NaCl(s) → Na+(aq) + Cl–(aq)                        (n = 2)                 Ingat
       KOH(s) → K+(aq) + OH–(aq)                          (n = 2)               Sifat koligatif larutan
                                                                                elektrolit bergantung pada
    Contoh elektrolit terner:                                                   faktor Van’t Hoff.
       H2SO4(l) + 2 H2O(l) → 2 H3O+(aq) + SO42–(aq) (n = 3)                       (i = 1 + (n – 1) α )
       Mg(OH)2(s) → Mg2+(aq) + 2 OH–(aq)            (n = 3)                         You Must Remember
    Contoh elektrolit kuarterner:                                               Colligative properties of
                                                                                electrolyte solution depends
       K3PO4(s) → 3 K+(aq) + PO43–(aq)             (n = 4)                      on Van’t Hoff factor.
       AlBr3(s) → Al3+(aq) + 3 Br–(aq)             (n = 4)                        (i = 1 + (n – 1) α )
    Untuk larutan elektrolit berlaku Hukum Van’t Hoff

1. Penurunan Tekanan Uap Jenuh
     Rumus penurunan tekanan uap jenuh dengan memakai faktor Van’t Hoff
hanya berlaku untuk fraksi mol zat terlarutnya saja (zat elektrolit yang
mengalami ionisasi), sedangkan pelarut air tidak terionisasi. Oleh karena
itu, rumus penurunan tekanan uap jenuh untuk zat elektrolit adalah:

                            Δ P = xBP° {1 + (n – 1) α }

Perhatikanlah contoh soal penerapan rumus tekanan uap untuk zat elektrolit
berikut.

   Contoh        1.18

Hitunglah tekanan uap larutan NaOH 0,2 mol dalam 90 gram air jika tekanan uap
air pada suhu tertentu adalah 100 mmHg.
Jawab
             mol NaOH
X NaOH = mol NaOH + mol air

                   0,2 mol
          =                      = 0,038
              0,2 mol +
                           90 g                                                 Kata Kunci
                        18 g/mol
                                                                                •     Faktor Van’t Hoff
Karena NaOH merupakan elektrolit kuat ( α = 1) dan n = 2 maka                   •     Ionisasi

 ΔP = P°xB {1 + (n – 1) α }
     = 100 × 0,038 {1 + (2 – 1)1}
     = 7,6 mmHg
Tekanan uap larutan = 100 mmHg – 7,6 mmHg
                         = 92,4 mmHg
Jadi, tekanan uap larutan NaOH adalah 92,4 mmHg.



2. Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku
     Seperti halnya penurunan tekanan uap jenuh, rumus untuk kenaikan
titik didih dan penurunan titik beku untuk larutan elektrolit juga
dikalikan dengan faktor Van't Hoff.

                          Δ Tb = Kb m {1 + (n – 1) α }


                           Δ Tf = Kf m {1 + (n – 1) α }




                                                                                    Sifat Koligatif Larutan    17
                                        Perhatikanlah contoh-contoh soal berikut.

                                        Contoh          1.19
                                   Sebanyak 4,8 gram magnesium sulfat, MgSO4 (Mr = 120 g/mol) dilarutkan dalam
                                   250 g air. Larutan ini mendidih pada suhu 100,15 °C.
                                   Jika diketahui Kb air 0,52 °C/m, Kf air = 1,8 °C/m, tentukan:
                                   a. derajat ionisasi MgSO4;
                                   b. titik beku larutan.
                                   Jawab
                                   a. Reaksi ionisasi MgSO4 adalah MgSO4(s) → Mg2+(aq) + SO42–(aq) (n = 2)
                                      Kenaikan titik didih:
                                       ΔTb = Tb larutan – Tb air
                                           = 100,15 °C – 100 °C = 0,15 °C
     Kupas                             ΔTb = Kb.m.i
                Tuntas                                 massa 1.000
 Agar 10 kg air tidak membeku                 = Kb ×        ×      × {1 + (n – 1) α }
                                                        Mr     P
 pada suhu –5 °C perlu
 ditambahkan garam NaCl. Jika                                     4,8 g    1.000 g/kg
 diketahui Kb air = 1,86 °C/m           0,15 = 0,52 °C/m ×               ×            × {1 + (2 – 1) α }
 dan Ar H = 1 g/mol,
                                                               120 g/mol      250 g
 O = 16 g/mol, Na = 23 g/mol,               α = 0,8
 dan Cl = 35,5 g/mol maka
 pernyataan berikut benar,              Jadi, derajat ionisasi MgSO4 adalah 0,8.
 kecuali ....
 A . diperlukan NaCl lebih dari    b.   Untuk menghitung titik bekunya, kita cari dulu penurunan titik bekunya
     786 gram                           dengan rumus:
 B. larutan NaCl adalah
     elektrolit kuat                                   massa 1.000
 C . bentuk molekul air                  Δ Tf = Kf ×        ×      × {1 + (n – 1) α }
                                                        Mr     P
     tetrahedral
 D. NaCl dapat terionisasi                                       4,8 g    1.000 g/kg
     sempurna                            Δ Tf = 1,8 °C/m ×              ×            × {1 + (2 – 1) 0,8}
                                                              120 g/mol      250 g
 E. dalam air terdapat ikatan
     hidrogen                                = 0,52 °C
 Pembahasan                             Tf larutan = Tf air – Δ Tf
 Molekul air berbentuk angular                       = 0 °C – 0,52 °C = –0,52 °C
 (huruf V).                             Jadi, titik beku larutan tersebut adalah –0,52 °C.
 Jadi, pernyataan yang salah
 adalah (C) bentuk molekul air
 tetrahedral.
                                   3. Tekanan Osmotik
                     SPMB 2004
                                       Tekanan osmotik untuk larutan elektrolit diturunkan dengan mengalikan
                                   faktor van't Hoff.
                                                                   π = MRT {1 + (n – 1) α }

                                        Perhatikanlah contoh-contoh soal berikut.

                                        Contoh          1.20
                                   Sebanyak 5,85 gram NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dilarutkan dalam air sampai volume
                                   500 mL. Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu
                                   27 °C dan R = 0,082 L atm/mol K.
                                   Jawab
                                   diketahui, NaCl (n = 2) dan α = 1
                                   π =MRTi
                                            massa 1.000
                                        =        ×      × R T × {1 + (n – 1) α }
                                             Mr     P




18    Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
            5,85 g    1.000 mL/L                                                                 Kupas
     =
         58,5 g/mol
                    ×
                        500 mL
                                 × 0,082 L atm/mol K × 300 K × {1 + (2 – 1)1}
                                                                                                                Tuntas
     = 9,84 atm                                                                                 Jika diketahui tekanan
                                                                                                osmotik larutan 10 gram
Jadi, tekanan osmotik larutan tersebut adalah 9,84 atm.
                                                                                                asam benzoat, C6H5COOH,
                                                                                                dalam benzena adalah 2 atm
                                                                                                pada suhu tertentu, larutan
                                                                                                20 gram senyawa binernya
     Contoh              1.21                                                                   (C6H5COOH)2 dalam pelarut
                                                                                                yang sama memiliki tekanan
Sebanyak 38 g elektrolit biner (Mr = 95 g/mol) dilarutkan dalam air sampai dengan               osmotik sebesar ....
volume 1 L pada suhu 27 °C dan memiliki tekanan osmotik 10 atm. Hitunglah                       A . 0,5 atm
derajat ionisasi elektrolit biner tersebut.                                                     B. 1,0 atm
                                                                                                C . 2,0 atm
Jawab                                                                                           D. 4,0 atm
π = M R T {1 + (n – 1) α }                                                                      E. 8,0 atm
                                                                                                Pembahasan
         38 g     1.000                                                                         Oleh karena perbandingan
10 =            ×        × 0,082 L atm/mol K × 300 K × {1 + (2 – 1) α }
      95 g/mol 1.000                                                                            massa/Mr sama, molaritas
                                                                                                akan sama dan tekanan
α = 0,016                                                                                       osmotik pun sama.
Jadi, derajat ionisasi larutan tersebut adalah 0,016.                                           Jadi, tekanan osmotiknya
                                                                                                sebesar (A) 2 atm.
                                                                                                                        SPMB 2004


       Soal Penguasaan
                                             Materi 1.3
 Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.
 1. Sebanyak 5 g NaCl (Mr = 58 g/mol) dilarutkan             2.   Hitunglah tekanan osmotik larutan yang
     dalam 200 g air. Larutan ini mendidih pada suhu              mengandung 40 g MgCl2 (Mr = 94 g/mol) dengan
     100,25 °C. Jika diketahui Kb air = 0,52 °C/m dan Kf          volume larutan 2 L pada suhu 27 °C dan R = 0,082
     air = 1,86 °C/m, tentukan derajat ionisasi NaCl              L atm/mol K.
     dan titik beku larutannya.



         Rangkuman

1.   Molalitas adalah besaran yang berguna untuk                                     o
                                                                                                       Ptotal = PA + PB
                                                                          PA = x A .PA
     menghitung jumlah zat terlarut yang dinyatakan
                                                                                                                      o        o
     dalam mol dan jumlah pelarut dalam kilogram.                                                              = x A PA + x B PB
                               massa 1.000
       Molalitas (m) =              ×                             b.      Kenaikan titik didih ( Δ Tb) dan penurunan
                                Mr     P
                                                                          titik beku ( Δ Tf)
2.   Fraksi mol merupakan satuan konsentrasi yang
     semua komponen larutannya dinyatakan ber-                            Δ T b = Kb × m               Δ T f = Kf × m
     dasarkan mol. Total fraksi mol = 1

       Xi   =                mol komponen i                               Δ Tb = Tb – Tbo              Δ Tf = Tfo – Tf
                Jumlah mol semua komponen dalam larutan
3.   Sifat koligatif bergantung pada jumlah zat yang              c.   Tekanan osmotik ( π )
     terlarut pada larutan. Sifat koligatif terdiri atas               π =MRT
                                                             4.   Sifat koligatif larutan elektrolit bergantung pada
     penurunan tekanan uap ( ΔP ), kenaikan titik didih
                                                                  bilangan faktor Van’t Haff. Jadi, perhitungan
     ( Δ Tb) dan penurunan titik beku ( Δ Tf), dan tekanan        penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, dan
     osmotik.                                                     tekanan osmotik dikalikan dengan faktor Van’t
     a. Penurunan tekanan uap ( ΔP )                              Hoff (i).
                           o
                ΔP = x B .PA                       o
                                         PB = xB .PB                                       i = 1 + (n – 1) α




                                                                                                   Sifat Koligatif Larutan         19
                                        P e t aKonsep

                                                                   Penurunan
                                                                                     rumus           P = xB P°A
                                                                  tekanan uap

                                                                   Kenaikan
                                                                                     rumus           Tb = K b m
                                    Sifat koligatif                titik didih
                                                    terdiri
                                       larutan       atas
                                    nonelektrolit                 Penurunan
                                                                                     rumus            Tf= Kf m
                                                                   titik beku

                                                                    Tekanan
                                                                                     rumus            =MRT
                                                                    osmotik
     Sifat koligatif    terdiri
        larutan          atas
                                                                   Penurunan
                                                                                     rumus         P = xB PA {1 + (n – 1) }
                                                                                                           o
                                                                  tekanan uap

                                                                 Kenaikan titik                   Tb = Kb m {1 + (n – 1) }
                                                                                     rumus
                                    Sifat koligatif                 didih
                                                    terdiri
                                        larutan
                                                     atas
                                       elektrolit                 Penurunan          rumus         Tf= Kf m {1 + (n – 1) }
                                                                   titik beku

                                   dipengaruhi oleh                 Tekanan
                                                                                     rumus         = M R T {1 + (n – 1) }
                                                                    osmotik

                                  Faktor van’t Hoff
                                   i = 1 + (n – 1)




Kaji Diri
      Bagaimanakah pendapat Anda setelah mempelajari             koligatif larutan berdasarkan percobaan nonelektrolit dan sifat
materi Sifat Koligatif Larutan ini? Menyenangkan, bukan?         koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama. Apakah
Banyak hal yang menarik tentang materi Sifat Koligatif Larutan   Anda dapat mencapai tujuan belajar tersebut? Jika Anda
ini. Misalnya, Anda akan mengenal berbagai perubahan sifat       mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tertentu pada
fisik dari larutan dan dapat membedakan antara larutan           bab ini, bertanyalah kepada guru kimia Anda. Anda pun dapat
elektrolit dan nonelektrolit.                                    berdiskusi dengan teman-teman untuk memecahkan
      Tujuan Anda mempelajari bab ini adalah agar Anda dapat     permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan materi
menjelaskan penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih,         Sifat Koligatif Larutan ini. Belajarlah dengan baik. Pastikanlah
penurunan titik beku larutan, dan tekanan osmotik termasuk       Anda menguasai materi ini.
sifat koligatif larutan, serta membandingkan antara sifat




20   Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII
     Evaluasi Materi Bab                      1
A.    Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan Anda.
1.    Molalitas larutan menyatakan banyaknya mol zat                9. Suatu larutan X mendidih pada suhu 100,13 °C. (Kb
      terlarut dalam ....                                              air = 0,52 °C/m dan Kf air = 1,86 °C/m) Larutan
      A. 100 gram larutan                                              tersebut akan membeku pada suhu ....
      B. 1.000 gram larutan                                            A. –1,86 °C                  D. –0,26 °C
      C. 1 liter larutan                                               B. –0,52 °C                  E. –0,13 °C
      D. 1.000 gram pelarut                                            C. –0,46 °C
      E. 1 liter pelarut                                           10. Suatu larutan 3 g zat nonelektrolit dalam 100 g air
2.    Sebanyak 84 gram KOH (Ar K = 39 g/mol, Ar O = 16                 (Kf =1,86 °C/m) membeku pada –0,279 °C. Massa
      g/mol, dan Ar H = 1 g/mol) dilarutkan dalam 750 g                molekul relatif zat tersebut adalah ....
      air. Konsentrasi larutan adalah ....                             A. 95 g/mol                  D. 200 g/mol
      A. 2,0 M                    D. 2,0 m                             B. 100 g/mol                 E. 300 g/mol
      B. 1,5 M                    E. 1,5 m                             C. 175 g/mol
      C. 1,0 M                                                     11. Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi
3.    Jika bobot molekul fruktosa 180. Molalitas larutan               100,1 °C pada 1 atm (Kb = 0,5 °C/m) maka jumlah
      fruktosa 10% ialah ....                                          gula (M r = 342 g/mol) yang harus dilarutkan
      A. 0,82                   D. 0,52                                adalah ....
      B. 0,72                   E. 0,42                                A. 684 g                  D. 85 g
      C. 0,62                                                          B. 342 g                  E. 17 g
4.    Larutan 1 molal NaOH (Ar Na = 23 g/mol, Ar O = 16                C. 171 g
      g/mol, dan Ar H = 1 g/mol) terbuat dari 40 g NaOH            12. Jika Kf air = 1,86 °C/m maka larutan NaOH 4% (Ar
      dengan ....                                                      Na = 23 g/mol, Ar O = 16 g/mol, Ar H = 1 g/mol)
      A. 960 gram air                                                  akan membeku pada suhu ....
      B. 1 liter air                                                   A. –1,86 °C
      C. air sehingga volume larutan 1 liter                           B. –1,94 °C
      D. 1.000 gram air                                                C. –3,72 °C
      E. 960 mL air                                                    D. –3,88 °C
5.    Di antara larutan berikut yang memiliki fraksi mol               E. –7,442 °C
      terbesar adalah .... (Ar C = 12, Ar O = 16, Ar H = 1, Ar N   13. Suatu larutan urea dalam air memiliki penurunan
      = 14, Ar Na = 23, Ar Cl = 35,5, Ar Mg = 24, Ar S = 32)           titik beku 0,372 °C. Jika Kb air = 0,52 °C/m dan Kf air
      A. larutan urea (CO(NH2)2) 10%                                   = 1,86 °C/m maka kenaikan titik didih larutan urea
      B. larutan glukosa (C6H12O6) 20%                                 tersebut adalah ....
      C. larutan NaCl 10%                                              A. 2,6 °C                      D. 0,104 °C
      D. larutan sukrosa (C11H22O11) 30%                               B. 1,04 °C                     E. 0,026 °C
      E. larutan MgSO4 20%                                             C. 0,892 °C
6.    Dalam 500 gram air terdapat 12 g urea CO(NH2)2               14. Di antara larutan berikut ini yang titik bekunya
      (Ar C = 12, Ar N = 14, Ar O = 16, Ar H = 1). Konsentrasi         paling tinggi adalah ....
      kemolalan larutan urea tersebut adalah ....                      A. Na2CO3 0,3 M
      A. 0,1 m                        D. 0,4 m                         B. CH3COOH 0,3 M
      B. 0,2 m                        E. 0,5 m                         C. glukosa 0,8 M
      C. 0,3 m                                                         D. Mg(NO3)2 0,4 M
7.    Sebanyak 0,2 mol gula dilarutkan dalam air hingga                E. CuSO4 0,2 M
      diperoleh fraksi mol larutan gula sebesar 0,04. Jika         15. Di antara larutan-larutan    0,01 M berikut ini yang
      Mr air 18, banyaknya air yang harus ditambahkan                  memiliki tekanan osmotik     terbesar adalah ....
      adalah ....                                                      A. NaCl                       D. CO(NH2)2
      A. 1,6 g                   D. 86,4 g                             B. C 12H 22 O 11              E. Cr(NH3)4Cl2
      B. 4,18 g                  E. 90 g                               C. BaCl 2
      C. 8,72 g                                                    16. Larutan yang isotonis dengan NaCl 0,3 M adalah ....
8.    Fraksi mol larutan 36 g glukosa (C6H12O6) dalam 90 g             A. Na2SO4 0,3 M
      air (H2O) adalah .... (Ar C = 12 g/mol, Ar O = 16 g/mol,         B. KNO3 0,2 M
      Ar H = 1 g/mol)                                                  C. urea 0,1 M
      A. 0,960                        D. 0,038                         D. glukosa 0,6 M
      B. 0,400                        E. 0,004                         E. H2SO4 0,4 M
      C. 0,040




                                                                                                 Sifat Koligatif Larutan   21
17. Tekanan osmotik suatu larutan yang terdiri atas 7,2 g                  C.  tekanan uap larutan lebih tinggi dari tekanan
    glukosa (C6H12O6) dalam 250 mL larutan pada suhu                           uap pelarutnya
    27 °C adalah ....                                                     D. tekanan osmotik larutan elektrolit sama dengan
    (Ar C = 12 g/mol, Ar O = 16 g/mol, Ar H = 1 g/mol)                         tekanan osmotik larutan nonelektrolit dengan
    A. 59,1 atm             D. 3,94 atm                                        konsentrasi yang sama
    B. 39,4 atm             E. 1,97 atm                                   E. titik beku larutan elektrolit lebih tinggi dari titik
    C. 19,7 atm                                                                beku larutan nonelektrolit dengan konsentrasi
                                                                               yang sama.
18. Larutan 1,25 g zat X dalam 100 gram kamfer melebur
    pada suhu 174,4 °C. Jika diketahui titik lebur kamfer             20. Suatu larutan dibuat dari 2 mol K 2 SO 4 yang
    murni 178,4 °C dan Kf kamfer = 40 °C/m maka massa                     dilarutkan dalam 1.000 g air. Jika diketahui K2SO4
    molar (Mr) zat X adalah ....                                          terurai 90%, titik didih larutan adalah ....
    A. 25                   D. 500                                        (Kb air = 0,5 °C/m)
    B. 125                  E. 250                                        A. 100,9 °C
    C. 1.250                                                              B. 101,4 °C
                                                                          C. 102,8 °C
19. Pernyataan yang benar tentang sifat koligatif larutan
                                                                          D. 103,0 °C
    adalah ....
                                                                          E. 163,6 °C
    A. titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih
        pelarutnya
    B. titik beku larutan lebih tinggi dari titik beku
        pelarutnya

B.              Jawablah pertanyaan berikut dengan benar.
1.              Hitunglah tekanan uap suatu larutan 3 mol glukosa     4.   Suatu zat nonelektrolit (Mr = 40 g/mol) sebanyak 30
                dalam 900 g air pada suhu 300 °C jika tekanan uap          g dilarutkan ke dalam 900 g air, titik beku larutan ini
                air murni pada 100 °C adalah 31,8 mmHg.                    adalah –1,550 °C. Berapa gram zat tersebut yang harus
2.              Sebanyak 3 g senyawa nonelektrolit dimasukkan ke           dilarutkan ke dalam 1,2 kg air agar diperoleh larutan
                dalam 50 g eter (Mr = 74 g/mol). Larutan tersebut          dengan titik beku setengahnya dari titik beku di atas?
                memiliki tekanan uap sebesar 426 mmHg. Jika           5.   Sebanyak 11,7 g NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dilarutkan
                tekanan uap eter murni pada suhu tersebut 442              ke dalam air sampai volume 400 mL. Hitunglah
                mmHg, tentukan Mr senyawa nonelektrolit tersebut.          tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur
3.              Suatu zat organik sebanyak 0,645 g dilarutkan              pada suhu 27 °C dan R = 0,082 L atm/mol K.
                dalam 50 g CCl4 memberikan Δ Tb = 0,645 °C. Jika Kb
                pelarut = 5,03 °C/m, tentukan massa molekul relatif
                zat itu.

Soal Tantangan
1.              Perhatikan Diagram P–T berikut.                            Berdasarkan diagram P–T tersebut, tunjukkan
                                                                           a. kenaikan titik didih larutan;
                                    Diagram P–T
                                                                           b. penurunan titik beku larutan;
                          B'   B                                           c. penurunan tekanan uap; dan
                                                         A A'              d. tentukan fasa zat pada X, Y, dan Z.
                                           Z                          2.   Pernahkah Anda melihat penjual es potong?
                                                                  G
                          C    D                        E    F             Mungkin juga, Anda pernah membelinya. Untuk
     Tekanan (atm)




                                                                  H        membuat es potong tersebut, si penjual menaruh
                                                                           garam dapur bersama es balok di sekitar cetakan es.
                                                                           Menurut Anda, mengapa penjual es melakukan hal
                                                                           tersebut?

                               X                         Y




                          C' D'                         E'   F'
                                     Temperatur




22                   Praktis Belajar Kimia untuk Kelas XII

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:5987
posted:5/21/2012
language:
pages:22